Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Belajarlah Tawadhu pada Tanah

Kudus,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pembelajaran tentang hakikat fitrah manusia disampaikan KH Ahmad Asnawi saat memberikan tausiyah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan peresmian Masjid Al Hamid Desa Mlati Kidul, Kota Kudus, kemarin.

Menurut Wakil Rois MWCNU Kecamatan Gebog Kudus itu setiap  manusia memiliki naluri maupun sifat bagus seperti tanah yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari yakni tentang ketawadhuan dan tidak boleh sombong,

Belajarlah Tawadhu pada Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajarlah Tawadhu pada Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajarlah Tawadhu pada Tanah

“Manusia diciptakan Allah dari tanah, sudah seharusnya menyesuaikan diri bersikap sesuai naluri tanah yang tidak pernah sombong,” katanya dalam acara Maulid Nabi, Sabtu (8/2) itu. 

Ahmad Asnawi menerangkan bahwa seharusnya manusia selalu memberi manfaat  kepada orang lain, sehingga jikalau ada manusia mengganggu orang lain berarti dirinya keluar dari naluri manusiawi. 

“Begitu pula halnya tanah, selalu memberi kemanfaatan dan setiap makhluk pasti membutuhkannya. Maka naluri manusia harus berbuat baik kepada orang lain,”ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Naluri lainnya, jelas KH Asnawi, tanah diperlakukan sejahat apapun dia akan berusaha memberikan yang terbaik bagi manusia. Ia mencontohkan, tanah dibajak pakai traktor ia mampu menghasilkan tanaman padi dan tumbuhan.

“Bila manusia diperlakukan seperti ini sudah sebaiknya bisa menahan diri dan  tidak perlu marah seraya tetap memberikan kebaikan pada orang lain,” ujar alumni santri pesantren Sarang Rembang.

Dipaparkan, manusia harus juga mampu menutupi kesalahan orang lain sejelek apapun sebagaimana tanah. Bangkai yang busuk misalnya, akan hilang manakala sudah dikubur maupun tertutup dengan tanah.

Disamping itu, tanah diperlakukan apapun oleh yang menguasai selalu siap menerimanya. Manusia juga harus siap menjadi apa saja ketika Allah yang menguasai berkehendak kepadanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pada intinya, fitrah manusia mempunyai akhlakul karimah karena diciptakan Allah dari tanah. Semua naluri tanah ada dalam diri manusia, hanya perkembangan yang bisa merusaknya,” pungkasnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Bireuen, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebagai wilayah pertama di Asia Tenggara yang menerima kehadiran Islam sejak abad pertama hijriyah, Aceh merupakan kawasan yang masyarakatnya memiliki karakteristik yang unik. Keunikan karakteristik ini disebabkan kuatnya pengaruh Islam dalam proses pembentukan rakyat Aceh. Bahkan, Islam menjadi asas pembinaan budaya itu sendiri.

“Benteng yang paling berjasa dalam proses pertahanan budaya masyarakat Aceh adalah lembaga pendidikan yang disebut Dayah,” ujar Teungku Haji Hasanoel Bashri HG, salah satu ulama kenamaan asal Samalanga Bireuen, saat ditemui belum lama ini.

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Menurut tokoh yang akrab disapa Abu MUDI ini, kata “Dayah” merupakan kutipan dari bahasa Arab “Zawiyah” yang berarti majelis pengajian. Kata itu kemudian berubah sesuai dengan dialek bahasa Aceh menjadi dayah. Dalam perkembangan selanjutnya, lanjut Abu MUDI, dayah dalam terminologi orang Aceh menjelma sebuah lembaga pendidikan Islam yang berperan aktif membina keteguhan keimanan, akhlak, dan keilmuan masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Selain sebagai pusat pendidikan Islam, Dayah juga tempat para ulama menetap, di mana dalam masyarakat aceh ulama merupakan tempat bertanya dan meminta kepastian hukum agama yang merupakan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ujar Abu MUDI.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) ini bercerita, di masa kejayaan Kerajaan Islam Aceh Darussalam, saat kesultanan dijabat Sultan Iskandar Muda, dayah menjadi lembaga pendidikan resmi yang mencetak aparatur pemerintahan kerajaan. Fakta ini terus berlanjut hingga masa invasi kolonial Belanda.

“Ulama lalu menjadikan dayah sebagai basis perjuangan melancarkan gerakan jihad melawan penjajah. Pada masa itu, peran ulama meluas hingga ranah politik. Masa-masa kolonial Belanda di Aceh merupakan masa berperan penuhnya ulama terutama setelah tertawannya sultan. Ulama tidak hanya berperan sebagai pemimpin agama, tapi juga pemimpin politik dan militer sekaligus,” tuturnya.

Setelah kemerdekaan, tambah Abu MUDI, peran dayah diganti oleh sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah sesuai dengan perkembangan masa dan kebutuhan. Dalam kondisi ini, dayah sebagai lembaga pendidikan tertua tetap mampu eksis di bawah asuhan ulama. “Sistem pendidikan dayah yang tidak memungut biaya pendidikan menjadikannya lebih akrab dengan masyarakat kelas bawah,” ujarnya bangga.

Kini, dayah dihadapkan kepada tantangan modernisasi dan globalisasi yang sejak zaman penjajahan hingga sekarang tidak dapat dihindari. Fenomena ini,  bagi Abu MUDI, telah mengikis budaya islami masyarakat, terutama generasi muda. “Di sinilah peran dayah terbukti mampu memberikan basis moral islami yang kuat bagi generasi muda sehingga mereka memiliki filter dalam menghadapi arus modernisasi,” ujarnya.

Abu MUDI menyebut, kesadaran masyarakat akan fakta tersebut telah menguatkan komitmen para ulama untuk terus melestarikan eksistensi lembaga dayah. Komitmen tersebut diikuti masyarakat dengan menitipkan anak mereka agar turut mengecap pendidikan dayah. “Saya yakin, dayah sebagai satu warisan kebudayaan Islam yang melegenda di masa silam, terus berkembang pada masa kini hingga yang akan datang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 24 Februari 2018

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo

Kediri, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur menggelar apel akbar di Pondok Pesantren Lirboyo Jawa Timur, Senin (19/8) hari ini. Pesantren Lirboyo merupakan tempat tinggal almarhum Gus Maksum, pendiri dan pemimpin pertama organisasi pencak silat NU ini.

Ketua PW Pagar Nusa Jatim Faidhol Mannan mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan 38 pimpinan cabang Pagar Nusa se-Jatim untuk menghadiri apel akbar yang dipusatkan di Aula Al-Muktamar Lirboyo. Apel akbar kali ini dihadiri sekitar 2000 pendekar.

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo

Apel akbar yang dirangkai dengan halal bi halal ini diisi dengan istigotsah yang dipimpin oleh KH Hamim Al Zaini. Sebelum acara dimulai juga digelar peragaan kembangan pencak silat oleh pendekar cilik dan senior Pagar Nusa.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Para pendekar Pagar Nusa yang hadir mengenakan pakaian seragam pencak silat hitam-hitam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mendekati pelaksanaan Pilgub Jatim 29 Agustus, tak pelak kegiatan apel akbar ini diwarnai dengan aksi dukungan untuk salah satu calon, yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Gus Ipul menghadiri acara halal bi halal dan apel akbar Pagar Nusa yang disambut pimpinan Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuqi. Sejumlah kiai yang selama ini mendukung pasangan Karsa juga hadir seperti KH Anwar Iskandar.

Gus Ipul sempat melakukan dialog dengan beberapa pendekar Pagar Nusa dan meminta doa agar dirinya yang maju mendampingi Soekarwomenang Pilgub Jatim, 29 Agustus mendatang.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 18 Februari 2018

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten, melalui badan eksekutif mahasiswa mendirikan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai bentuk pembumian Aswaja di kalangan mahasiswa setempat.

Dalam rilis yang diterima Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Jumat (21/11), piha STISNU mendorong organisasi ekstra kampus tersebut menjadi motor penggerak pengembangan ajaran Ahlusunah wal Jamaah di Tangerang.

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII

“Apalagi, kalian lahir (menjadi alumni) nanti asli dari produk perguruan tinggi yang mengembangkan Aswaja sebagai manhajnya,” kata DR. Bahruddin, salah satu petinggi kampus.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai upaya rintisan, Masa Pemerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang menjadi jenjang pertama kaderisasi PMII telah dilaksanakan 6 November lalu. Mapaba kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada hari berikutnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

STISNU Nusantara mewajibkan mahasiswanya untuk bergabung di organisasi ini. Tercatat ada 126 mahasiswa yang telah terdaftar. “Insya Allah, berawal dari kampus PTNU (perguruan tinggi NU), kami bisa meng-Aswaja-kan generasi muda di Tangerang,” tutur Eko Wiyono, ketua panitia Mapaba dan PKD. (Mahbib Khoiron)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Amalan, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 14 Februari 2018

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia

Ankara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pria penembak Duta Besar Rusia untuk Turki telah teridentifikasi bernama Mevlut Mert Altintas, seorang anggota Polisi Kota Ankara berusia 22 tahun.

Dia menembak Andrey Karlov (66) hingga tewas dengan beberapa kali tembakan di bagian dada. Saat itu Karlov sedang menghadiri pembukaan pameran fotografi di Ibu Kota Turki, Ankara, Senin (19/12/2016). Karlov sempat berpidato sebelum ditembak oleh Altintas yang berada tepat di belakangnya.

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia

Dikutip Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dari Daily Mail, Altintas berteriak histeris sambil mengangkat tangan kiri dan mengacungkan jari telunjuk usai melumpuhkan Karlov.?

“Allahu Akbar! (God is Great). We die in Aleppo, you die here! (Allahu Akbar! Kami mati di Aleppo, kamu mati di sini),” teriak Altintas dilansir Daily Mail, Senin (19/12).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Allahu Akbar! Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Syiria! Hanya kematian yang dapat menyingkirkanku dari sini. Semua orang ambil bagian dalam penindasan ini harus membayarnya," teriaknya lagi.

Kantor berita setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12) menyatakan, penyerang langsung dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Pasukan khusus Turki saat itu telah mengepung gedung tempat peristiwa terjadi.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Daily Mail menyebut, Altintas berhasil dilumpuhkan dalam waktu 15 menit setelah melancarkan aksinya. Ia tewas setelah baku tembak dengan petugas Kepolisian Turki. Tiga orang lainnya dikabarkan juga terluka akibat kejadian ini. Seorang saksi mengatakan suara tembakan muncul selama beberapa waktu setelah serangan.

Sebelumnya, Jurnalis Surat Kabar Hurriyet seperti dikutip Reuters mengatakan, penyerang meneriakkan slogan-slogan Islam saat melakukan aksinya.



Pada sebuah foto yang viral di Twitter, terlihat gambar seorang pria memakai setelan resmi tengah memegang pistol. Ia berdiri dekat dengan podium di galeri yang banyak tergantung gambar di dindingnya. Terlihat juga empat orang, termasuk Dubes Rusia, tergeletak di lantai.

Serangan terhadap Karlov disebut-sebut muncul terkait konflik Suriah di Turki. Hubungan Rusia dan Turki telah lama penuh konflik karena kedua negara itu mendukung sisi yang berlawanan.

Wali Kota Ankara menegaskan, penembakan Karlov dilakukan untuk merusak hubungan Turki-Rusia. Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul pasukan Suriah yang didukung Rusia tengah berusaha menguasai bagian timur Kota Aleppo. Hal tersebut memicu aliran pengungsi.?

Tak begitu jelas siapa yang melakukan serangan, namun ISIS diketahui telah aktif di Turki dan beberapa kali mengakui telah melakukan sejumlah serangan bom. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Nahdlatul Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 11 Februari 2018

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Bojonegoro, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pasca Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur KH Misbah Syakur wafat, posisinya kosong sebelum diadakan pelantikan. Namun setelah diadakan rapat tertutup pengurus harian Syuriyah PCNU Bojonegoro di Kantor PCNU, jalan Ahmad Yani Bojonegoro, Sabtu (14/9), KH Maimun SyafiI terpilih sebagai Rais Syuriyah 2013-2018.

Usai rapat Katib PCNU BOjonegoro sekaligus pemimpin rapat dan notulensi KH Moh Shofiyullah menerangkan pertemuan di sore itu terkait dengan pengisian posisi kosong, yakni Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro sepeninggal KH Misbah Syakur yang wafat beberapa waktu lalu. Rapat terbatas itu menghadirkan Wakil Rais Syuriyah KH Makmur Soelaiman, KH Munaamul Khoir, KH M Saifuddin Zuhri, KH Abdul Muhaimin Rifai, KH Masyhuri, KH Asfiror Ridlwan, KH M Ghufron Umar, dan Kiai Muhammad Harsono. 

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Dari Katib Syuriyah, mereka yang hadir Wakil Katib Kiai Asyrofi, KH M Jauharul Maarif, Agus Sholahuddin, KH Muhammadun, KH Famudji, KH M Zuhri, H Syaroni, dan H Habrun Hasan. Rapat ini juga dihadiri Ketua Tanfidziyah terpilih 2013-2018 H Cholid Ubed.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Setelah ditawarkan proses pemilihan yang dilakukan secara demokrasi, berdasarkan AD/ART organisasi NU, disepakati voting tertutup. "Hasil kesepakatan rapat yang sesuai AD/ART ini terpilih KH Maimun Syafi sebagai Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro 2013-2018, yang sebelumnya menduduki Mustasyar," ujar KH Shofiyullah kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Dander Bojonegoro itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan, mengajukan permohonan Surat Keputusan (SK) dan sekaligus membahas persiapan pelantikan.

Pasalnya pembahasan terkait pelantikan akan dibahas bersama dan tentunya membentuk kepanitiaan. "Rencananya pelantikan akan dilaksanakan setelah musim haji," terangnya. Namun kegiatan akan berjalan sesuai bidangnya masing-masing seperti halnya Aswaja Center yang terus mengadakan kegiatan.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Cholid Ubed mengatakan jika pertemuan itu merupakan wilayah syuriyah untuk memilih rais pengganti. "Siapapun yang terpilih sebagai Rais Syuriyah atau Owner PCNU Bojonegoro, kita mengikuti," jelasnya.

Terpilihnya KH. Maimun Syafii sudah sesuai AD/ART dan sesuai kesepakatan seluruh pengurus yang mengikuti rapat. "Langkah selanjutnya keputusan ini akan dikirim ke PWNU Jatim untuk dilantik," ungkapnya.

Setelah pelantikan nanti, seluruh pengurus PCNU akan segera melaksanakan agenda program kerja yang dibuat dan kegiatan-kegiatan lainnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Tim verifikasi pengawasan dana desa yang dibentuk oleh Camat Blambangan Umpu, Hamdani M.Zen, dikritik Ketua LPPNU Kabupaten Way Kanan Yoni Aliestiadi. Menurut Yoni, Camat Blambangan Umpu tidak mematuhi Permendagri No. 114/2014 tentang Pembangunan Desa dalam membentuk tim verifikasi alokasi dana desa.

Kritik yang dilakukan LPPNU Way Kanan tersebut sebagai upaya pengawasan terrhadap penggunaan dana desa dan juga mensukseskan program Kementrian Perdesaan Dan Transmigrasi.

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Yoni Aliestiadi menambahkan tim verifikasi bertugas memeriksa berkas kelengkapan penggunaan dana desa di 25 kampung se-Kecamatan Blambangan Umpu dengan anggaran sebesar Rp 15.859.190.340 yang dicairkan melalui dua tahap.Tahap pertama 60% dan tahap kedua 40% dialokasikan untuk 70% kegiatan infrastruktur pembangunan desa serta 30% untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Seharusnya camat cermat membuat tim dengan berpedoman pada Peraturan Mendagri Nomor 114 tahun 2014. Lazimnya anggota tim verifikasi tidak semuanya Pegawai Negeri Sipil, ada utusan masyarakat atau pendamping desa profesional,” kata Yoni, Selasa (21/6).

Menurut Yoni, dua anggota tim juga PNS yang saat menjabat sebagai Pj kepala kampung. Yakni, Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) yang kini menjabat juga Pj Kepala Kampung Panca Negeri dan Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan) yang saat ini menjabat Pj Kepala Kampung Negeri Bumi Putra,” kata Yoni.

Susunan tim verifikasi dana desa terebut, kata Yoni, ibarat jeruk makan jeruk.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Masa tim memeriksa dirinya sendiri?” ujarnya.

Yoni berharap Bupati Waykanan dapat menggantikan PJ kepala kampung atau anggota tim verifikasi penggunaan dana desa supaya tim bisa benar-benar bekerja maksimal dan profesional.

“Kami sangat berharap dana desa digunakan untuk kegiatan yang telah direncanakan, tanpa ada yang dimintai setoran ataupun potongan dana yang mengatasnamakan bupati atau pejabat Pemda kabupaten Way Kanan,” tandasYoni Aliestiadi.

Camat Hamdani saat hendak dimintai konfirmasi, Selasa (21/6) tidak ada di kantornya. Ruangan kantornya terkunci. Sekretaris Kecamatan Blambangan Umpu, Sudarno, mengatakan tim verifikasi penggunaan dana desa telah terbentuk pada bulan Mei 2016 yang dibuat dan ditandatangani oleh Camat Handani.

“Tim diketuai oleh Sekretaris kecamatan, saya sendiri,” kata Sudarno.

Anggota tim, kata Sudardo, antara lain Damiri (Kasi Pembangunan), Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan), Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) , Suryantini (Kasi Pelayanan), dan Nasution (staf Kecamatan). (Heri Aminudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Nusantara, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Administrasi Jakarta Barat berkomitmen akan membedah kitab karya Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari. Karya pendiri NU ini di antaranya terhimpun dalam “Irsyâdus Sârî” yang berisi belasan kitab.

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh

Rais Syuriah PCNU KH Abdurrahman Shoheh menyatakan komitmen tersebut seusai dilantik Katib Aam PBNU KH Malik Madani pada akhir pecan lalu (16/5) di Pondok Pesantren Al Itqon, Jakarta. Ia mengagendakan, program bedah kitab kuning itu bakal digelar setiap malam Kamis untuk seluruh pengurus NU, badan otonom, serta masyarakat secara luas.

Dalam kepengurusan periode 2014-2019 ini, PCNU Jakbar juga bertekad melestarikan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), di samping terus bekerja untuk kemaslahatan orang banyak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Prosesi pengukuhan dirangkai dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj sekaligus Milad ke-23 Pesantren Al Itqon. Hadirin yang berseragam batik NU, baliho dan bendera NU, membuat acara terasa kian meriah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan tersebut, Katib Aam PBNU KH Malik Madani menyatakan bahwa NU tidak mengajarkan kekerasan, apalagi terorisme. Artinya selalu mengedepankan Islam rahmatan lil ‘alamin yang membawa kasih saying dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Ia juga mengingatkan kepada pengurus NU agar tidak terseret arus politik praktis. (Hazami/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sunnah, Kyai, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 24 Januari 2018

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh

Dhaka, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri luar negeri India Sushma Swaraj mengatakan, Myanmar harus memulangkan Muslim Rohingya yang ia nilai sebagai krisis terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa dasawarsa.

Pesan tersebut diungkap pemerintah Bangladesh dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina yang memerintahkan penjaga perbatasan dan pemerintahannya mengiznkan ratusan ribu Muslim Rohingya melintasi perbatasan dan berlindung di kamp-kamp darurat di distrik pesisir Coxs Bazar.

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh

Hampir 600.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dan tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus untuk menghindari apa yang PBB sebut sebagai pembersihan etnis oleh Myanmar.

"Myanmar harus memulangkan warga negara mereka... Ini adalah beban besar bagi Bangladesh. Berapa lama Bangladesh akan menanggungnya? Harus ada solusi permanen untuk krisis ini," jelas Swaraj seperti dilaporkan kantor berita Bangladesh dan dikutip AP.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri India dalam sebuah pertemuan dengan rekannya dari Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan negaranya mengkhawatirkan kekerasan tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kami telah mendesak agar situasi ditangani dengan menahan diri, mempertimbangkan kesejahteraan penduduk," katanya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, September lalu, Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh menyebut etnis Rohingya yang masuk ke India bukan sebagai pengungsi. Bahkan wacana mendeprotasi puluhan ribu Muslim Rohingya pun digulirkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

(Baca: Dianggap Membahayakan, India Akan Deportasi 40 Ribu Muslim Rohingya) 

Singh menilai, tidak seorang pun dari komunitas Rohingya telah mengajukan suaka. Dengan demikian, India tidak akan melanggar hukum internasional bila nanti mendeportasi mereka. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 15 Januari 2018

Saat Menag Sampaikan Pesan Jokowi di Kongres Pergunu

Mojokerto, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI membuka Kongres Kedua Persatuan Guru NU di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (27/10). Kehadiran Lukman mewakili Presiden Joko Widodo lantaran urung hadir karena padatnya jadwal kenegaraan.

Saat Menag Sampaikan Pesan Jokowi di Kongres Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Menag Sampaikan Pesan Jokowi di Kongres Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Menag Sampaikan Pesan Jokowi di Kongres Pergunu

Dalam sambutannya Lukman mengatakan, Presiden menyampaikan salam kepada para pendidik anak negeri dan terima kasih telah membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa.

"Saat saya menerima tugas dari Mensesneg, saya tanya apakah ada teks dari Bapak yang bisa saya bacakan? Tidak ada," kata Lukman mengawali sambutannya. Tanpa menyerah putra KH Saifuddin Zuhri ini bertanya lagi apakah ada pesan khusus dari Presiden yang harus saya sampaikan?

"Presiden melalui Whatsapp mengatakan Bapak Menteri lebih tahu daripada saya," kata Lukman disambut tawa para hadirin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun bukannya senang, menurut Lukman ini beban baginya karena harus menyampaikan atas nama Presiden. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Habib, PonPes, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 03 Januari 2018

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang

Sukabumi, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH R. Abdul Basith mengatakan, rukun Islam yaitu syahadat, shalat, puasa, dan ibadah haji diajarkan kepada anak sejak kecil dan dihafal di sekolah. Namun, ada satu rukun Islam yang kadang lupa diperkenalkan untuk dipraktikkan, yaitu zakat.

“Padahal itu tiga aspek yang harus dimiliki masyarakat di antaranya zakat. Juga infak, dan sedekah,” katanya pada silaturahim PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan buka puasa bersama dengan Bupati Sukabumi H Marwan Hamami di Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug Senin (27/6)

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang

Di antara yang disebut Kiai Basith, pengambilan zakat telah ditetapkan dan diatur pemerintah melalui Baznas. Jika zakat khusus dilakukan untuk orang kaya (muzakki), tapi infak dan sedekah bisa dilakukan semua orang, termasuk orang miskin.

Ia mencontohkan apa yang telah dijalankan di Desa Nangerang, Cicurug, warga masyarakat yang kaya dan miskin mengeluarkan uang Rp 500 per hari. Hasilnya mencengangkan, dalam sebulan bisa mengumpulkn uang Rp 28 juta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Di Kecamatan Cicurug Sukabumi baru berjalan 8 desa dari 12 desa. Ini akan menjadi target pemerintah kecamatan pada tahun 2016 sudah berjalan di 12 desa se-Kecamatan Cicurug,” tambahnya pada kegiatan bertema "Merajut silaturahim antara ulama dan umaro dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri”.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Manfaat dari sedekah tersebut, menurut dia, yaitu dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk bidang kesehatan, beras miskin, penerangan jalan, membayar rekening listrik masjid, majelis ta’lim, mushola, sumbangan dana kematian dan kegiatan sosial lainnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi H. Agus Mulyadi, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH M.Komarudin, Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Hilmy Riva’i, Camat Cicurug Gunawan, dan lain-lain.

Pada kesempatan itu PCNU bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Sukabumi menyerahkan santunan kepada 150 paket sembako jompo dan fafkir miskin Desa Nanggerang. Secara simmbolis, santunan diserahkan Bupati Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Sholawat, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 29 Desember 2017

Manuver Politik dan Autentisitas Ramadhan Perspektif Maqashid Syariah

Oleh Nasrulloh Afandi



Ramadhan akan segera tiba, saya menemukan kliping tulisan berkualitas “Tuhan Itu Sama”, oleh Dr Mahfud MD” (Koran Sindo. Ramadhan,13/07/2013). Guru besar konstiusi itu menyatakan "Keberatannya jika aktivitas politik selama Ramadhan ditunda, karena politik juga bisa menjadi ibadah". Opini tersebut betul, namun kurang mengena. Ia sepihak dengan tidak melihat aspek-aspek lain yang berkaitan dengan autentisitas ibadah.?

Manuver Politik dan Autentisitas Ramadhan Perspektif Maqashid Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Manuver Politik dan Autentisitas Ramadhan Perspektif Maqashid Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Manuver Politik dan Autentisitas Ramadhan Perspektif Maqashid Syariah

Mengacu pada orientasi dan autentisitas ibadah, merespons opini tersebut, saya tertarik untuk menganalisa perspektif maqashid syariah, perlu disampaikan beberapa ulasan berikut:?

Pertama: Ramadhan Momentum Politik

Untuk pengantar wawasan, kita menengok Ramadhan pada zaman Nabi Muhammad SAW. Memang selain momentum diturunkanya Al-Qur’an, juga terjadi banyak tragedi-tragedi politik berskala besar, tidak hanya sebatas manuver di atas meja diplomasi, ? tetapi politik fisik, bahkan pertumpahan darah di medan peperangan.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Perang Badar adalah tragedi politik paling besar yang terjadi di bulan Ramadhan pada jaman Nabi Muhammad, juga penaklukan kota Makkah. Termasuk persiapan perang Chondaq terjadi saat Ramadhan meskipun perangnya meletus pada bulan Syawal, selepas Ramadhan. Dan masih banyak berbagai peristiwa politik, di bulan yang umat Nabi Muhammad SAW sekarang ini diperintahkan untuk selalu menahan diri dan bersabar ini.?

Kenapa berperang di bulan Ramadhan? Hal perlu ditekankan adalah, di masa itu, meski di bulan Ramadhan, bermusuhan antara orang Mukmin pendukung Nabi Muhammad SAW, dan orang-orang kafir (harbi) yang membabi buta memusuhi dan ingin membinasakan Islam. Jadi ? adalah kewajiban orang Islam melakukan perlawanan.?

Untuk tepat sasaran dalam mengkaji tragedi tersebut, kita analisis opini Imam Asy-Syatibi, sang bapak maqhosid syariah, dalam kitab al-Muwafaqot, magnum opus-nya. Hal itu adalah bagian dari dhorurotu al-khoms (lima asas pokok yang wajib dipertahankan); pertama, hifduzu ad-din (menjaga agama) kedua; hifdzu an-nafs (menjaga jiwa) ketiga; hifdzu an-nasl (menjaga nasab) keempat; hifdzu aql (menjaga akal) kelima; hifdzu al-mal (menjaga harta)?

Alhasil, terkait tragedi peperangan di masa Nabi Muhamad tersebut, terdapat dua unsur yang mewajibkan berperang meskipun saat bulan Ramadhan. Pertama, hifduzu ad-din (menjaga agama) dan kedua; hifdzu an-nafs (menjaga jiwa).?

Kedua: Bagaimana Politik dan Ramadhan Sekarang?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bagaimana politik di Indonesia sekarang? Relevansinya dengan politik sekarang dalam konteks keutamaan puasa Ramadhan. Untuk di Indonesia, publik pun paham, para politisi dominan memperebutkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan keluarga masing-masing, maksimal hanya untuk golongannya. Juga berhadapan dengan sama-sama orang Islam, sama-sama sedang berpuasa Ramadhan pula.?

Perspektif fikih, para perebut kekuasaan pun di negeri ini, mayoritas –dimaksud tidak semuanya— saat bermain di gelanggang melanggar norma agama, identik dengan “jurus busuk”, ? janji-janji palsu, kebohongan publik, bahkan mayoritas mengamalkan jurus machiavellianisme alias politik menghalalkan segala cara, meski ada yang jujur tapi sangat sedikit. Kasusnya rawan dengan faktor-faktor yang menggerogoti kualitas dan autentisitas ibadah (puasa) seperti menggunjing, bersilat lidah, berburuk sangka, dan lainnya, tak jarang pula yang secara langsung bermain fisik, atau sebatas mengerahkan masa untuk bermain fisik. Kondisi semacam itu, jelas tidak mendukung untuk bisa meraih kesempurnaan beribadah puasa.?

Analisis ilmu mantiq: ”Di tengah kobaran api akan terbakar”. Sang aktor politisi yang amanah, jujur dan bijaksana pun, ketika sedang bermain di gelanggang, gempuran manuver lawan–lawannya, sering mengakibatkan “si jujur” terpancing dan membuatnya mengadakan serangan balik dengan cara “kasar” pula.?

Di sinilah akar masalahnya. Atau meminjam opini Syeikh Ahmad Muhammad Az-Zarqo, dalam kitab kaidah fikihnya: daf ‘u al-mafasid aula min jalbi al-masholich (menjauhi sesuatu yang berakibat kerusakan itu lebih didahulukan, daripada melakukan sesuatu yang akan mengakibatkan kebaikan).

Efek negatif berpolitik saat puasa Ramadhan sudah sangat jelas, sementara kebaikan berpolitik (saat Ramadhan) masih belum tentu, atau dalam istilah maqashid syariahnya, kebaikan dalam berpolitik saat berpuasa Ramadhan itu hanya sebatas asumsi (maqashid al- wahmiyah). ?

Jadi, alangkah lebih baiknya, untuk menggapai nilai autentisitas berpuasa, sementara politik dikurangi, atau dihentikan sementara, mengingat kurang sehatnya iklim politik yang (sedang) berjalan di Indonesia. Rehat sejenak (meski hanya satu bulan dalam setahun sekali) untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Dan kembali bisa leluasa untuk berlaga di medan politik pasca Idul Fitri nanti, dengan hati dan pikiran lebih Islami untuk bekal bermanuver di lahan “perjuangannya” itu.?

Ketiga: Manuver Politik dan Orientasi Ibadah

Sekecil apa pun unsur yang bertujuan untuk kebaikan, entah ucapan, tulisan dan lainya -- termasuk berpolitik-- maka sangat di anjurkan oleh agama (Islam) kapan dan dimanapun, apalagi di bulan Ramadhan ini dilipatgandakan pahalanya. Setiap perbuatan kebaikan adalah bagian dari ibadah. Dan tentu bukanlah ibadah jika “kebaikan” itu hanya politis, apalagi sebagai klaim belaka.?

Bagi sebagian golongan, politik adalah pekerjaan tetap, ladang mencari nafkah keluarga, hal itu memang sah-sah saja. Bahkan menjadi kewajiban bagi kepala keluarga yang memang berprofesi (mencari nafkah) di medan tersebut, selagi tidak melanggar norma islami (agama) dan konstitusi negara. Di sisi lain, setiap kebijakan pemerintah (yang sedang memimpin) untuk merealisasikannya, tentu tidak bisa lepas dari strategi dan pandangan politis, contoh kecil mau menaikkan harga BBM.?

Namun perlu diingat. Di bulan Ramadhan ini, frekuensi ibadah harus lebih banyak dibandingkan urusan lainnya. Memang tidak ada salahnya jika di bulan Ramadhan tetap beraktivitas politik secara aktif. Demi memperjuangkan kepentingan publik atau dalam maqashid syariah-nya disebut al- maslahath al- ammah (kepentingan publik) dengan catatan; jika memang yakin bahwa Ia akan mampu menyelamatkan kualitas puasanya saat bermanuver di medan berpolitis.?

Politik dalam Islam sangat dianjurkan, tetapi opini Imam al-Ghozali dalam Ihya Ulumuddin-nya, hukumnya tidak sampai pada fardu ’ain (kewajiban bagi setiap orang) paling banter sampai pada posisi fardu kifayah (cukup diwakili oleh sebagian orang) maka sudah menggugurkan kewajiban orang lainnya. Itu pun dalam tinjaun ushul fikh, masih perlu melihat I’lath (latar belakangnya) situasi dan kondisi, mendesak ke sana apa belum(?)

Dipastikan mampukah atau tidak untuk tampil memperjuangkan hak-hak rakyat secara jujur, adil dan bijaksana(?) Masih ada tidak orang lain yang lebih mampu –yang ini berat memang, introspeksi kualitas diri – (?) ? Atau malah justru sebaliknya, ikut terseret ranah koalisi kezaliman kepada rakyat dan negara(?) Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka lebih baik alih profesi saja, “beribadah” mengabdikan diri pada bangsa dan negara sesuai spesifikasi kemampuan yang dimilikinya, di luar area politik.?

Keempat: Puasa dan Polusi Politik

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat sensitif, gampang rusak hanya karena meluncur kalimat gunjingan dari mulut yang berpuasa, sehingga harus ekstra hati-hati dalam mengarungi ibadah puasa Ramadhan. Agar jangan sampai rusak, apalagi di “pagi buta” alias rawan godaan saat “jam kerja”.?

Dalam tinjauan ilmu ushul fikih-nya, siapa saja yang terlibat berurusan dengan orang-orang kurang bijaksana dan tidak amanah (politisi busuk) dalam kondisi berpuasa, maka akan sangat memungkinkan terkena jebakan ranjau, syad ad-dari’ah; posisi atau kondisi yang mengantarkan kepada sebuah kerusakan (mencemari Ibadah) Apalagi politik (meraih) Kekuasaan, yang tentunya rawan gesekan-gesekan dengan pihak lawan.

Lihatlah di kancah publik bangsa kita ini, paling gegap-gempita adalah aktivitas para politisi, sebelum Ramadhan, utamanya saat sedang berlangsungnya Ramadhan, bahkan sampai Ramadhan usai (Idul Fitri) segala macam manuver politik, pencitraan dilakukan oleh para pemburu kekuasaan untuk pencapaian target atau mempertahankan kekuasaanya. Menggunakan berbagai media online cetak, spanduk, baliho, dan media iklan lainnya, bukan hanya di kota –kota, tetapi juga di pelosok- pelosok desa seantero negeri. Mereka bersandiwara menjadi tokoh religius, dermawan atau lainnya, ? “menjual diri” agar “dibeli” oleh publik hanya dengan barter mengharapkan status; biar disebut tokoh ideal atau tokoh terbaik idola publik.?

Dalam tinjauan fikih, puasa sekedar menahan perut dari lapar dan dahaga itu cukup syah. Tetapi perlu diingat juga, dalam tinjauan tassawuf, Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin-nya, cukup moderat berpendapat, puasa semacam itu syah, tetapi hanya kelas paling bawah (shaum al- umum) yang dalam bahasa sehari-hari kita disebut “kelas ekonomi”.?

Untuk puasa lebih berkualitas, ? orang ? berpuasa juga hendaknya menjaga lisan, mata dan pendengaran dari kemaksiatan, itu adalah shaum al-khusus (puasa khusus) ? dalam bahasa sehari-hari kita disebut puasa “kelas bisnis”.?

Ada juga puasa yang sekaligus menjaga hati dan pikiran dari jangkitan fenomena prasangka tercela; ? itulah shaumu khusus al-khusus (puasa kelas orang-orang tertentu) puasa kelas tertinggi, atau dalam bahasa keseharian kita; puasa “kelas ekskutif”.?

Jadi, orang-orang yang elit di kancah politik itu, di bulan Ramadhan ini, mau pilih menjadi kelas apa, (orang) berpuasa kelas executive atau hanya puasa (orang) kelas ekonomi?





Penulis adalah peneliti ? maqashid syariah modern, Kepala Bagian Politik Yayasan Pondok Pesantren Asy- Syafi’iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jabar

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Kyai, Nahdlatul Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 23 Desember 2017

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran

Pontianak, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Ribuan peserta khatamal Al-Quran massal di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, melakukan pawai dari Jalan Sutoyo menuju Masjid Raya Mujahidin Pontianak memeriahkan peringatan Isra Miraj di kota itu.

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran

"Alhamdulillah antusias anak-anak untuk mengikuti pawai dan khataman Al-Quran secara massal ini sangat tinggi sehingga pesertanya cukup membludak," kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Pontianak, Ahad.

Ia menjelaskan, awalnya ada sekitar seribuan anak yang mendaftar untuk mengikuti khatamal Al-Quran secara massal ini, tetapi begitu pelaksanaannya, pesertanya membludak hingga seribuan lebih dari enam kecamatan yang ada di Pontianak.

Ribuan peserta pawai dan khataman Al-Quran secara massal tersebut memakai pakaian adat Melayu, yakni Telok Belanga dan pakaian Muslim dalam memeriahkan khataman Al-Quran tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji menyatakan, khataman Al-Quran yang digelar secara massal dan melibatkan ribuan peserta ini merupakan pertama kalinya digelar di Kota Pontianak.

"Dengan khataman Al-Quran itu diharapkan masyarakat membudayakan membaca Al-Quran di rumah-rumah dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Mempertahankan tradisi khataman Al-Quran bertujuan agar tidak hilang dan terus dilestarikan. Selain itu, juga bisa menjadi penangkal bagi oknum yang berupaya menggerus nilai dari keagungan Al Quran, kata Sutarmidji.

"Khataman Al Quran mesti terus dilestarikan, agar bisa sebagai penangkal bagi segelintir orang yang berusaha menggerus nilai A -Quran," kata Sutarmidji. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Desak Presiden SBY Bantu Etnis Rohingya

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil inisiatif untuk menolong dan membantu etnis Rohingya yang makin memprihatinkan dari bahaya pembersihan etnis.

Pembakaran perkampungan dan pengusiran mereka yang terjadi di Provinsi Rokhine, Burma, merupakan aksi yang tidak bisa dibiarkan oleh dunia internasional.

PBNU Desak Presiden SBY Bantu Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Presiden SBY Bantu Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Presiden SBY Bantu Etnis Rohingya

Demikian disampaikan Ketua PBNU H. Slamet Effendy Yusuf ? MSi, pada wartawan di Jakarta, Ahad (29/7) dalam merespon tragedi kemanusiaan etnis Rohingya.

“Pembiaran pembantaian terhadap etnik Rohingya seperti selama ini kita saksikan harus dihentikan. Apalagi, apa yang terjadi sekarang ini merupakan puncak perlakuan diskriminatif yang sudah lama berlangsung terhadap etnik Rohingya, yang beragama Islam,” ? katanya mengingatkan.

Karena itu menurut Ketua MUI Pusat ini ? Indonesia sebagai Negara yang dituakan di negara ASEAN, maupun negara muslim terbesar di dunia seharusnya mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi, sangat tidak elok jika pemerintah Indonesia hanya menjadi penonton dalam tragedi kemanusiaan ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Yang pasti lanjut Slamet, Presiden SBY dalam waktu singkat dan mendesak ini harus melakukan upaya diplomatik konkret, baik secara bilateral maupun multilateral. Bahwa praktek pelanggaran atas prinsip kemanusiaanm seperti dialami oleh etnik Rohingya, harus segera diakhiri. “Dan, PBNU sangat berharap pemerintah berperan aktif dalam masalah ini,” tambah mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini.

Redaktur: Mukafi Niam

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penulis ? : Munif Arpas

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Habib, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 18 Desember 2017

Tetapkan Awal Dzulhijjah, Kemenag Gelar Sidang Itsbat Besok

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kementerian Agama akan menggelar Sidang Itsbat untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1437 H atau Hari Idul Adha 1437H pada Kamis, 1 September 2016. Sidang Itsbat ini akan digelar di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat pukul 17.00 WIB.

Tetapkan Awal Dzulhijjah, Kemenag Gelar Sidang Itsbat Besok (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetapkan Awal Dzulhijjah, Kemenag Gelar Sidang Itsbat Besok (Sumber Gambar : Nu Online)

Tetapkan Awal Dzulhijjah, Kemenag Gelar Sidang Itsbat Besok

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, M. Thambrin, dalam keterangan pers Kemenag, Selasa (30/8) mengatakan, sidang isbat akan dihadiri pimpinan ormas Islam, Ketua MUI, Duta Besar Negara Sahabat, dan sejumlah tokoh Islam.?

Sidang diawali dengan sesi pra sidang berupa pemaparan posisi hilal awal Dzulhijjah 1437H oleh Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya pada pukul 17.00 WIB.?

Setelah shalat Maghrib, sidang digelar dengan pembukaan Sidang Itsbat oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dilanjutkan dengan laporan data Hisab dan Pelaksanaan Rukyatul Hilal oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais) M. Thambrin.?

Sidang Itsbat dilakukan secara tertutup seperti saat sidang penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawal. Namun, media diberikan kesempatan untuk melakukan pengambilan gambar suasana sidang sebelum sidang resmi dimulai.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hasil sidang ? itsbat akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat melalui konferensi pers. "Sidang Itsbat dilakukan tertutup, dan setelahnya akan dilakukan konferensi pers hasil sidang Itsbat oleh bapak Menteri Agama," terang M. Thambrin. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 05 Desember 2017

Indonesia Mestinya Berdaulat di Bidang Budidaya Laut

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia Rokhmin Dahuri didaulat sebagai pembicara kunci dalam Konferensi Akuakultur Dunia yang dihelat di Ho Chi Minh City, Vietnam, Jumat (10/10). Ia menyampaikan potensi besar kekayaan kandungan laut Indonesia pada pertemuan dunia ini.

Kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Menteri Kelautan dan Perikanan di masa Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati itu mengatakan, Indonesia harus banyak berbenah. Segala bentuk program pemerintahan mestia diarahkan pada kedaulatan di bidang akuakultur. Sebab di negeri maritim terbesar di dunia ini menyimpan potensi luar biasa.

Indonesia Mestinya Berdaulat di Bidang Budidaya Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Mestinya Berdaulat di Bidang Budidaya Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Mestinya Berdaulat di Bidang Budidaya Laut

“Ide besar saya, mengingat permintaan dunia terhadap berbagai produk akuakultur seperti ikan, udang, kekerangan, kepiting, bahan farmasi, kosmetik, biofuel, dan perhiasan/mutiara sangat tinggi. Sementara Indonesia punya potensi produksi akuakultur terbesar di dunia sekira 60 juta ton per tahun,” kata Rokhmin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Saya ingin Indonesia mampu menjadi negara besar yang maju, sejahtera, dan berdaulat berbasis pada sektor akuakultur, Rokhmin berharap.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam konferensi itu Rokhmin mengusung tema “Indonesias Aquaculture Landscape.” Konferensi ini dihadiri 500 peserta terdiri dari pengusaha, peneliti, dosen, dan perwakilan pemerintah dari seluruh dunia. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Pesantren, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 15 November 2017

Hukum Berikan Uang Belanja Lebih Kepada Istri di Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan yang terhormat. Sudah dua kali bulan puasa ini saya dan istri mengalami sedikit ketegangan. Pasalnya setiap bulan puasa istri saya meminta uang belanja ditambahi alasan yang dikemukakan adalah kebutuhan kalau bulan Ramdhan itu meningkat. Padahal semestinya di bulan Ramadhan berhermat, bukan malah bersikap boros dan kadang membeli hal-hal yang tidak penting.

Yang ingin saya tanyakan di sini adalah apakah hukum memberikan uang belanja lebih pada saat bulan Ramadhan? Mohon tanggapan dan jawabannya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb. (Ali Ihsan/Bandung).

Hukum Berikan Uang Belanja Lebih Kepada Istri di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berikan Uang Belanja Lebih Kepada Istri di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berikan Uang Belanja Lebih Kepada Istri di Bulan Ramadhan

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang telah kita bersama bahwa tanggung jawab seorang suami kepada keluarganya adalah memberikan nafkah. Termasuk di dalamnya adalah memberikan uang belanja untuk memenuhi kebutuhannya. Antara satu keluarga dengan yang lainnya tentu berbeda-beda kebutuhannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun pada bulan puasa Ramadhan yang merupakan bulan penuh kemulian ini memang ada anjuran untuk memberikan lebih dari biasanya. Inilah yang kami pahami dari pernyataan Al-Mawardi sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syaraf An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzddzab berikut ini;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Al-Mawardi berpendapat bahwa dianjurkan bagi seorang suami untuk memberikan lebih dalam menyuplai kebutuhan keluarganya pada bulan Ramadhan, berbuat kebajikan kepada sanak-famili, dan tetangganya, terlebih pada sepuluh akhir bulan Ramadhan,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Kairo-Darul Hadits, 1421 H/2010 M, juz VII, halaman 576).

Dari apa yang dikemukakan Al-Mawardi ini kita dapat memahami bahwa sebagai suami yang notabenenya adalah keluarga dianjurkan untuk untuk memberikan lebih dalam hal pemenuhan kebutuhan keluarganya di bulan Ramadhan.

Dari sini kemudian kita bisa memahami bahwa memang dianjurkan bagi suami untuk memberikan uang belanja lebih kepada keluarganya pada bulan Ramadlan. Bahkan juga berbuat kebajikan kepada kerabat dekat dan tetangga terlebih pada sepuluh akhir bulan Ramadhan.

Pemberian lebih, berbuat kebajikan kepada kerabat dan tetangga dalam pemahaman kami adalah termasuk kategori sedekah. Hal ini didasarkan kepada hadits yang menyatakan bahwa sedekah pada bulan Ramadhan itu lebih utama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

Artinya, “Dari Anas ra ia berkata, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya apakah sedekah yang paling utama? Beliau SAW pun menjawab, ‘Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan,’” (HR Al-Baihaqi).

Demikian jawaban singkat ini. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi para istri yang di bulan Ramadhan ini jika menerima uang belanja lebih dari suaminya sudah semestinya tidak menggunakan untuk hal-hal yang tidak perlu atau mubadzir karena bertentangan dengan semangat puasa itu sendiri. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Meme Islam, Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 13 November 2017

Ansor Aceh: Larangan Duduk Mengangkang Jangan Dipolitisir

Banda Aceh, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Instruksi Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya terkait larangan duduk mengangkang sudah menjadi pembicaraan publik dunia.

Sayangnya, sejumlah pihak yang ikut mengomentari wacana Suaidi Yahya tidak memberikan tanggapan yang konstruktif. Lebih buruk dari yang diharapkan, justru sejumlah pihak menjadikan isu ini sebagai bahan untuk menjatuhkan Aceh di mata dunia.

Ansor Aceh: Larangan Duduk Mengangkang Jangan Dipolitisir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Aceh: Larangan Duduk Mengangkang Jangan Dipolitisir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Aceh: Larangan Duduk Mengangkang Jangan Dipolitisir

"Ada juga yang sekedar mencari sensasi dengan alasan logika yang terlalu dipaksakan. Entah itu kalangan politisi, pengamat sosial, orang-orang yang melebeli diri pejuang HAM dan gender. Padahal inikan baru tahapan sosialisasi. Belum jadi Perda. Harusnya kritik konstruktif yang diberikan," ujar Ketua GP Ansor Aceh Samsul B Ibrahim kepada wartawan, Selasa (8/1/2013).

Penting diketahui oleh semua pihak sambung Samsul, instruksi larangan duduk mengangkan di Kota Lhokseumawe masih berupa himbauan. Himbauan ini belum bersifat mengikat karena Pemerintah Kota Lhokseumawe masih membutuhkan masukan dari berbagai stakeholder masyarakat. Hal itu bermakna, Pemerintah Kota Lhokseumawe di bawah Pemerintahan Suaidi Yahya dinilai mengedepankan asas partisipatif sehingga dimungkinkan adanya ruang diskusi antara masyarakat dan pemerintah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Himbauan ini kan baru diedarkan 2 Januari 2013 kemarin. Dan himbauan ini akan berlaku untuk dua bulan ke depan. Artinya masih ada waktu untuk didiskusikan dan dikritisi secara kontruktif. Lah nyatanya beberapa pihak terlalu latah. Mereka justru menghujat, menjatuhkan, dan tidak menghargai usaha pemerintah," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini instruksi larangan duduk mengangkang tidak dijadikan masalah yang sangat besar oleh warga Lhokseumawe. Sebagaimana yang diharapkan Suaidi, kalangan PNS di jajaran pemerintah setempat sudah mulai menjadikan instruksi tersebut sebagai gaya hidup baru para perempuan Lhokseumawe.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di luar itu, perempuan Lhokseumawe secara umum juga mulai memahami mengapa instruksi larangan duduk mengangkan dinilai penting direspon secara positif. "Kontra tidak mungkin tidak ada. Tapi perempuan Lhokseumawe secara umum tidak melihat ini masalah besar. Lagian siapa juga yang mau mengendarai kendaraan cepat-cepat sampai 120 km/jam. Jadi duduk menyamping itu dianggap baik buat mereka," ujar Samsul.

Apalagi sambungnya, instruksi itu juga merupakan rekomendasi kalangan ulama dan tokoh adat. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA), dan Majelis Adat Aceh (MAA) tidak mungkin mengeluarkan rekomendasi yang bertentangan baik dari hukum positif yang ada di Aceh, begitu juga dalam pendekatan hukum Islam.

Bagi GP Ansor Aceh sendiri, larangan duduk mengangkang bukanlah kebijakan yang merugikan masyarakat atau perempuan secara khusus. Instruksi ini akan memperkecil potensi kecelakaan lalu-lintas, karena pengendara sepeda motor tidak memungkinkan mempercepat laju kendaraan di atas standar kecepatan berlalu-lintas dalam perkotaan. Instruksi ini juga akan menjadi khazanah budaya masyarakat Aceh yang tidak akan dijumpai di tempat lain. 

"Akan menjadi manifesto budaya. Nah kalau mau belajar soal bagaimana pemerintah menjaga perempuan, silahkan belajar di Lhokseumawe," pungkasnya sembari tersenyum. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 04 November 2017

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Warga jamiyyah Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin) sudah semakin gandrung dengan media internet dalam memperkuat fungsi keorganisasian baik ke dalam maupun keluar. Dalam hal ini Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sebagai situs resmi PBNU menjadi kekuatan perekat dan pemandu bagi terciptanya konsolidasi organisasi.

“Tahun 1980-an saat membuat website www.bumi-nu.com saya masih merasa sendirian. Namun sekarang lembaga-lembaga di bawah naungan NU sudah memakai media internet untuk keperluan organisasi masing-masing,” kata H Said Budairi, usai menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh NU yang berjasa dalam pengembangan teknologi informasi pada acara Tasyakuran Harlah ke-84 NU dan ke-4 Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Jakarta, Selasa (28/8) tadi malam.

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebutuhan Internet Tak Terelakkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan

Selain Said Budairi, 3 tokoh lainnya yang mendapat penghargaan adalah Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Wakil Rais Syuriah NU Sumatra Barat Tuanku Bagindo Haji Mohhammad Letter, dan Pemimpin Pondok Pesantren Luhur Al-Wasilah Garut KH Thonthowi Djauhari Musaddad.

Keempat tokoh tersebut dinilai berjasa dalam pengembangan dan pemamfaatan teknologi informasi untuk kebutuhan organisasi NU. Sebelumnya direncanakan hanya tiga tokoh NU yang mendapat pernghargaan. “Namun Alhamdulillah Bagindo Leter bisa hadir,” kata Suwadi DP, Ketua Pelaksana Acara.

Pada malam Tasyakuran Harlah ke-84 NU dan ke-4 Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan juga dianugerahkan penghargaan kepada empat websiter terbaik di lingkungan NU, berturut-turut www.pmii.or.id, www.gp-ansor.orgwww.lakpesdamjombang.org, dan www.muslimat-nu.or.id

Keempat website terbaik itu dipilih dari 22 website yang memenuhi kriteria penilaian, yakni website milik perangkat-perangkat organisasi NU (lajnah, lembaga, dan badan otonom) baik tingkat pusat dan daerah, juga website Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di luar negeri. Aspek yang dinilai adalah kelengkapan teknis semisal desain grafis, standar kepantasan, keamanan, kemudahan navigasi, pencarian internal, dan kelancaran mesin pencari data.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara kelengkapan non teknis meliputi isi website baik menyangkut kontinuitas, konsistensi dan relevansi dengan back-ground instansi, juga menyangkut jumlah pengunjung dan respon publik, inovasi teknologi serta dampak dan manfaat website bagi masyarakat.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Kyai, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 22 Oktober 2017

MTs Ma’arif Fajaresuk Luncurkan Program Tahfidz Juz Amma

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka membekali para peserta didik dengan kemampuan dibidang Ilmu Al Quran, MTs Maarif Fajaresuk sudah mencanangkan Program Tahfidz Juz Amma. Ditemui di Kantornya, Rabu (19/08) Kepala MTs Maarif Fajaresuk H Auladi Rosyad, SAg mengatakan bahwa program ini sudah dilaksanakan sejak awal didirikannya MTs Ma’arif Fajaresuk.

Rosyad mentargetkan seluruh siswa dan siswi akan hafal juz Amma setelah lulus dari MTs Ma’arif. " Tahun Pelajaran ini, Kami sudah menerbitkan buku laporan hasil hafalan yang didistribusikan kepada siswa yang berfungsi sebagai alat kontrol perkembangan hafalan siswa " terangnya.

MTs Ma’arif Fajaresuk Luncurkan Program Tahfidz Juz Amma (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ma’arif Fajaresuk Luncurkan Program Tahfidz Juz Amma (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Ma’arif Fajaresuk Luncurkan Program Tahfidz Juz Amma

Rosyad menambahkan bahwa masing masing kelas memiliki target hafalan yang berbeda-beda berdasarkan pembagian juz amma. "Kami bagi surat surat yang ada di juz amma menjadi 3 bagian yang akan di hafalkan oleh masing masing kelas," terangnya. Menurutnya, ini program ini diluar jam pelajaran Al Quran yang memang sudah merupakan Mata Pelajaran wajib di MTs Fajaresuk.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu guru MTs Ma’arif Fajaresuk Reza Zarkasyi, SPdI sangat mendukung program ini dan sangat antusias jika para peserta didik menyetorkan hasil hafalan mereka. "Kami sangat senang, anak anak juga memiliki kesemangatan yang tinggi dalam menyetorkan hasil hafalan. Kami yakin program ini akan sangat bermanfaat bagi mereka sekarang dan dikemudian hari," ujarnya.

Sementara itu waka Kurikulum MTs Ma’arif Fajaresuk Indra Pramayoga, SPd mengatakan berbagai macam program sudah dicanangkan MTs Ma’arif Fajaresuk sejak berdirinya pada 3 tahun lalu sebagai cara untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Dengan program program nyata ini MTs Ma’arif Fajaresuk dapat berkembang pesat. Barometer perkembangan ini bisa dilihat dari jumlah Peserta didik yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Santri, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock