Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an

Bandar Lampung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menjelang ujian akhir semester (UAS), puluhan mahasiswa Nahdliyyin Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mengadakan acara khatmil qur’an di Masjid Almannar Gang Senen, Bandar Lampung.

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an

Khataman Al-Qur’an dipimpin Ustadz Beni Hidayat, pembina KMNU Polinela, Sabtu (31/12). Acara dimulai dengan shalat dhuha bersama, pembacaan shalawat, lalu pembacaan Al-Qur’an.

Ketua Umum KMNU Polinela Muhammad Ajid MD menyampaikan, khatmil qur’an ini merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap bulan. “Insyaallah akan jadi agenda rutin, ini perdananya,” imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mahasiswa Mekanisasi Pertanian ’14 ini berharap, dengan khatmil qur’an ini mahasiswa Polinela akan lebih mencintai Al-Qur’an. “Daripada akhir tahun diisi dengan maksiat, lebih baik kan begini bisa dekat-dekat dengan Al-Quran,” tuturnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Hasyim Asy’ari mengatakan, acara berjalan sesuai yang ditargetkan panitia. “Alhamdulilah acara berjalan lancar tanpa kendala, beberapa mahasiswa lintas organisasi di Politeknik Negeri Lampung juga hadir dalam acara ini,” kata mahasiswa Perikanan angkatan 15 ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurutnya, antusiasme masyarakat sekitar juga baik. “Ada yang memberikan air mineral beberapa dus. Kami berharap dengan barokah khatmil quran ini UAS kami dimudahkan serta memberikan hasil yang memuaskan,” pungkas Hasyim.

Acara diakhiri dengan makan bersama ala santri serta pembacaan shalawat oleh grup Permata Shalawat Polinela. (Nuril/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Hadits, Kajian Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang tinggal menghitung hari. Tidak sampai tiga pekan lagi, forum tertinggi di NU ini digelar. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk konsolidasi panitia dan persiapan lokasi acara.

Demikian terlihat di alun-alun Jombang sejak Rabu (8/7). Berbagai alat berat untuk mendirikan tenda besar sudah didatangkan. Alat-alat itu diangkut dengan menggunakan beberapa truk besar.

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

"Truk-truk itu sempat parkir di alun-alun Jombang," kata Mukani, guru SMAN 1 Jombang yang berlokasi di utara alun-alun Jombang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mulai Rabu (8/7) pagi, pendirian tenda besar berwarna putih dimulai oleh puluhan pekerja. Letaknya di sisi selatan alun-alun. Sedangkan di sisi timur dan utara, dimulai pada Kamis (9/7) hari ini.?

Menurut rencana, tenda-tenda itu akan digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan acara Muktamar NU ke-33. Sedangkan sidang komisi digelar di empat pondok pesantren, Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai sekolah yang berdekatan dengan lokasi Muktamar NU, SMAN 1 Jombang juga siap menyukseskan Muktamar kali ini. Baliho besar sudah dipasang di timur pintu gerbang sejak sepekan lalu. Baliho besar itu bertuliskan “Keluarga Besar SMAN 1 Jombang siap menyuksukseskan Muktamar NU Ke-33 di Jombang.”

Menurut rencana, SMAN 1 Jombang juga ditempati peserta muktamar. "Puluhan kran air sudah disediakan di tempat parkir sebelah barat. Renovasi mushalla juga dipercepat agar sudah bisa digunakan saat Muktamar nanti," ujar Mukani.

Demi kenyamanan peserta dalam beribadah di mushalla, arah kiblat pun sudah diukur ulang. "Selasa (7/7) kemarin kita mengundang Ketua Lajnah Falakiyah MWCNU Diwek ustadz Abdul Majid untuk mengukur ulang arah kiblat mushalla di sekolah ini," pungkasnya. (Abu Jauhar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hadits, Berita, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Cara Menghukum Begal

Dalam bahasa fiqih Begal dimaknai sebagai segerombolan orang yang saling tolong menolong dan bantu membantu dalam melaksanakan maksud mereka, mengganggu orang-orang di jalanan, merampas harta benda dan tidak segan-segan membunuh. Demikianlah definisi qutthout thariq dalam at-Tadzhib fi adillati matnil ghayah wat taqrib

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keberadaan begal yang sangat meresahkan masyarakat dan mengganggu ketentraman umat tidak dapat dimaafkan. Pembegalan, perampokan dan kekerasan semacamnya merupakan dosa besar yang harus dihukum. Dengan jelas al-Qur’an menerangkan hukuman bagi begal dalam al-Maidah 33:

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Cara Menghukum Begal (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Menghukum Begal (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Menghukum Begal

Ibnu Abbas sebagaimana diterangkan Imam Syafi’i dalam al-Umm berpendapat bahwa yang dimaksud dengan membuat kerusakan di bumi adalah berbuat sesuatu di muka bumi yang dapat merusakkan kehidupan, seperti membunuh jiwa dan merampok harta benda, atau menggaggu ketentraman masyarakat. Menurut ulama modern termasuk dalam kategori perampok dan begal adalah koruptor, pengemplang pajak negara dan juga pencuri kayu dihutan lindung. Karena posisi mereka yang merusak stabilitas ekonomi negara dan semakin menyengsarakan nasib bangsa.

Dalam rangka penerapan ayat al-Qur’an di atas, ulama fiqih mengklasifikasi pembegal dalam empat bagian, sebagaimana diterangkan Abi Suja dalam Ghayat wat Taqrib

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Pembegal itu ada empat macam 1) apa bila begal itu membunuh tanpa mengambil harta maka hukumannya dibunuh. 2) apabila begal itu membunuh dan mengambil harta, maka hukumannya di bunuh dan disalib . 3) apabila begal itu hanya mengambil harta (tidak membunuh) maka hukumannya dipotong tangan atau kaki secara bersilangan (tangan kanan dan kaki kiri untuk pembegalan pertama, dan tangan kiri kaki kanan untuk pembegalan kedua). Dan 4) apabila begal itu hanya menakut-nakuti orang yang lewat tidak mengambil harta dan membunuh maka hukumannya adalah dipenjara dan dita’zir.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Itulah beberapa macam hukuman untuk begal sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya. Oleh karenanya tidak dibenarkan menghukum bekal dengan cara membakar. Karena hal itu sangat menyiksa dan bertentengan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Hanya saja di Indonesia hukuman semacam ini hanya berlaku sebagai pengetahuan yang bersifat teoritis dan tidak boleh dipraktikkan, karena pemerintah sebagai pengatur kekuasaan memiliki undang-undang sendiri yang wajib dipatuhi oleh segenap individu yang merasa sebagai warga negara Indonesia. undang-undang yang mengatur tata kehidupan berbangsa demi kemaslahatan bersama lahir-batin dunia dan akhirat. Sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang berbunyi

?? ? ? ? ? ?

“Kebijakan pemimpin (pemerintah) terhadap rakyatnya harus terkait dengan kemaslahatan mereka”(ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 23 Januari 2018

Tidak ada Tanda Kepangkatan dalam Ibadah Haji

Madinah, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para jamaah haji diharapkan dapat memantapkan niat untuk beribadah selama berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah. Niat ibadah yang telah sejak lama ditanamkan dalam jiwa hendaknya tidak dikotori oleh emosi diri dan keangkuhan.

Demikian selalu diingatkan oleh Maraposan Rambe (MBR), Ketua Kloter Mess 04 Medan, asal kabupaten Labuan Batu Sumatera Utara, kepada para jamaah haji yang dipimpinnya. Menurut MBR Tanda kepangkatan dan jabatan juga tidak perlu ditonjolkan selama menjalankan ibadah haji.

Tidak ada Tanda Kepangkatan dalam Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak ada Tanda Kepangkatan dalam Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak ada Tanda Kepangkatan dalam Ibadah Haji

"Saya selalu mengingatkan kepada para jamaah, agar tidak bertindak mentang-mentang. Orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji tidak mengenal tanda kepangkatan dan kekayaan, semuanya sama di hadapan Allah," tutur MBR kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Sabtu (23/10).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut MBR, jamaah haji mestinya tidak saling menyombongkan diri dan hanya bisa komplain saja. Karena hal itu akan mengurangi keutamaan ibadah seseorang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Jadi jangan mentang-mentang dia orang kaya raya di Tanah Air atau orang berpangkat, lalu bisa seenaknya komplain atas kekurangan dan berbagai kendala yang muncul selama perjalanan ibadah. Karena semua jamaah haji akan diperlakukan sama oleh para petugas," tandas pria yang memiliki suara lantang ini. (min/Laporan langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sunnah, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 18 Januari 2018

Dubes Sudan Sowan ke PBNU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Rombongan dari Kedutaan Besar Sudan untuk Indonesia berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Mereka diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua PBNU H Iqbal Sullam.

“Kami ke sini dalam rangka melaksanakan misi kedutaan yang menghubungkan masyarakat Sudan dan Indonesia,” kata Duta Besar Sudan Dr Abdurrahim as-Siddiq kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan singkat, Kamis (27/11).

Dubes Sudan Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Sudan Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Sudan Sowan ke PBNU

Abdurrahim mengaku tertarik kepada NU karena ormas Islam ini memiliki keunikan dibanding umat Islam lain di negara-negara Timur Tengah. “Keunikannya terletak pada dukungan NU kepada eksistensi Negara Republik Indonesia. Ini luar biasa,” tuturnya didampingi tiga orang dari Kedubes Sudan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pertemuan pihak Kedubes Sudan dan pengurus PBNU berlangsung santai di ruang Ketua Umum PBNU, Lantai 3 Gedung PBNU. Keduanya saling bertukar informasi tentang kehidupan di masing-masing negara. Kiai Said juga memaparkan tentang profil singkat NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelumnya, rombongan tersebut berkunjung ke Pojok Gus Dur, bekas kantor mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang kini berubah menjadi museum kecil dan perpustakaan. Di lantai dasar gedung PBNU ini, mereka melihat foto-foto Gus Dur dan keluarganya, serta buku-buku karyanya.

Keempat sempat terpana saat membaca beberapa kutipan ucapan Gus Dur yang terpajang di dinding Pojok Gus Dur. Kutipan tersebut, di antaranya, berbunyi, “The deep problem is that people use religion wrongly in persuit of victory and triumph. This sad fact then leads to conflict with people who have different beliefs”; dan “Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas. Itu lahir karena kita yang sering minder. Umat Islam—mungkin karena faktor masa lalu—sering dihantui rasa kekalahan dan kelemahan.” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, Hadits, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 16 Januari 2018

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus

Caracas, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Senin (18/9) mengungkapkan rasa hormatnya atas pernyataan maaf Paus Benediktus XVI soal Islam dan penyebaran ajaran Nabi Muhammad sebagai "kejahatan dan tidak manusiawi" yang menuai protes dari umat Islam di seluruh dunia.

"Kami menghargai Paus dan seluruh pihak yang cinta pada perdamaian dan keadilan," ungkap Ahmadinejad. "Saya memahami bahwa dia (Paus Benediktus XVI) telah meralat pernyataannya yang dia buat."

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus

Seperti diberitakan, Paus dalam kuliah umum di Aula Magna, Universitas Regensburg, Jerman, Selasa lalu, mengutip pernyataan Kaisar Bizantium (kini Turki) Manuel II Paleologus mengenai makna jihad dalam Islam dan penyebaran Islam dengan pedang. Sehubungan dengan itu, Paus "dengan setulusnya menyesali" bahwa pernyataannya tersebut telah melukai umat Islam, di mana kalimat itu sama sekali tidak berhubungan dengan maksud Paus.

Dalam kunjungannya selama dua hari ke Venezuela, Ahmadinejad juga mengatakan adanya kontradiksi antara nilai-nilai (ajaran) Kristen negara-negara Barat dengan perang yang selama ini mereka lancarkan.

"Seluruh pertempuran abad ke-20 (terjadi) disebabkan oleh (ulah) sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat (AS)," kata Ahmadinejad seperti dilansir sumber AP dan AFP.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dia juga mengingatkan bahwa "Isa sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah figur yang cinta perdamaian dan keadilan bagi kemanusiaan." (dar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ubudiyah, Pondok Pesantren, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 13 Januari 2018

UNU Blitar Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi

Blitar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengelola Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menerima SK dari Kemristek Dikti, Kamis (8/9) kemarin. Sesaat setelah itu pihak PCNU Blitar selaku pengelola UNU Blitar langsung bergerak. Begitu pulang dari Jakarta, Ketua PCNU Blitar langsung menggelar rapat terbatas di Sekretariat NU Jalan Masjid 22 Blitar. Mereka membahas antara lain beasiswa untuk mahasiswa berprestasi.

Bahkan, UNU Blitar akan mengusahakan beasiswa S2 baik di dalam maupun di luar negeri bagi mereka yang berprestasi.

UNU Blitar Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Blitar Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Blitar Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi

Rektor UNU Prof Dr HM Zainuddin MPd menjelaskan, tempat perkuliahan juga sudah siap. Sudah tersedia tiga lokasi. Kampus I berlokasi di Jalan Masjid 22. Sementara Kampus II berlokasi di Jalan Musi. Sedangkan Kampus III bertempat di Jalan Ciliwung 65 Kota Blitar.

“Kita gunakan tiga lokasi itu sambil menunggu kampus yang? permanen di Desa Poluhan Srengat Blitar yang kini sudah mulai proses pengerjaan,” kata Prof Zainuddin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peserta rapat ini membahas langkah strategis? bagaimana agar perguruan tinggi milik warga NU ini bisa cepat berkembang dan berjaya di Blitar dan sekitarnya.

Alhamdulillah semua kompunen NU siap membantu membesarkan UNU Blitar. Khususnya NU beserta Banomnya. Begitu mereka tahu SK sudah turun. Ini SK di tangan. Baru saya bawa dari Jakarta tadi pagi,” ujar KH Masdain Rifai Ahyat usai pertemuan didampingi Prof Zainuddin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menristek Dikti berpesan supaya kita segera membuka pendaftaran agar kegiatan perkuliahan segera terlaksana. “Untuk itu semua tancap gas. Bismillah lahaula wala quwwata illa billah,” kata Kiai Masdain.

Ia mengaku sangat optimis. Prospek UNU Blitar ke depan sangat? bangus dengan pertimbangan beberapa hal. Di antaranya, karena Universitas NU didirikan PBNU yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan di Dunia.

“Besaran Blitar dan sekitarnya hampir 60 persen penduduknya adalah warga NU. Untuk itu saya sangat optimis, sebagian nanti akan mendaftarkan anaknya ke UNU,” katanya.

Selain itu, UNU Blitar menjadi satu-satunya universitas di Blitar Raya yang bertaraf nasional dan berpeluang membangun jaringan internasional. “Yang terpenting lagi UNU didirikan untuk menjadikan mahasiswa generasi bangsa yang memiliki karakteristik khas Aswaja Nahdliyah, nasionalisme, berprestasi dan sukses dalam berkompetisi,” tambah? Prof Zainuddin.

Menurut Zainuddin, UNU Blitar dibimbing dan dipimpin oleh para dosen yang memiliki keahlian di bidangnya. “Juga memiliki gedung dan sarana dan prasarana yang representatif. UNU Blitar menjadi universitas yang berdiri terakriditasi baik lembaga maupun prodinya. Juga memiliki jaringan di pemerintahan maupun swasta,” tandas Zainuddin. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pesantren, Berita, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock