Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Kominfo Dukung Dakwah Islam Ramah di Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia berkepentingan untuk memastikan dunia maya dipenuhi dengan konten-konten positif. Dalam bidang keagamaan, di satu sisi, Kominfo mendukung situs yang memuat konten-konten Islam ramah. Di sisi lain, melakukan blok pada situs yang negatif dan pemecah belah persatuan. ? ?

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hal itu dilakukan harus dilakukan agar dunia maya ini tidak disalahgunakan dengan hal-hal yang negatif. Acuannya UU ITE yang sudah direvisi tahun 2016 yang lalu.?

Kominfo Dukung Dakwah Islam Ramah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kominfo Dukung Dakwah Islam Ramah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kominfo Dukung Dakwah Islam Ramah di Dunia Maya

Untuk lebih mengetahui apa dan bagaimana dukungan Kominfo terhadap konten positif, Abdullah Alawi dari Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan mewawancarai Menteri Rudiantara di gedung PBNU, Jakarta, Senin (22/5). Berikut petikannya:?

Bagaimana dukungan Keminfo kepada dakwah Islam ramah?

Ini sangat relevan terutama dengan situasi sekarang ini. Artinya inkusivisme Islam, sebagai agama yang dianut masyarakat di Indonesia, tentu harus banyak menyampaikan pesan-pesan damai, inklusif (terbuka), rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam), bukan yang sifatnya eksklusif (tertutup). Bagaimanapun para pendiri NU juga dulunya dengan Muhammadiyah yang menjadi motor pendiri bangsa ini. Jadi, kita tidak akan bisa keluar dari koridor NKRI. Dan saya yakin banyak konten, sumber daya manusia dari NU yang bisa memberikan kontribusi. Nanti dari PBNU menyediakan konten-kontennya, Kominfo membantu mendistribusikannya sehingga menjadi diterima, dinikmati oleh masyarakat luas.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kalau ada media baik tv, radio, atau online yang dakwahnya tidak inklusif itu bagaimana?

Begini, kategorinya apa, kalau media online tentu ada aturan juga, bukan hanya UU ITE, tetapi kita juga bisa mengacu kepada UU Pers dan kami sangat dekat hubungannya dengan Dewan Pers; dan di sana disyaratkan, di Dewan Pers juga sedang mendorong program verifikasi namanya. Artinya sebagai media, sekarang kan tidak perlu mendapatkan izin lagi dari pemerintah. Tapi ada beberapa hal yang harus dipenuhi, contohnya kejelasan dimana dia alamatnya. Kemudian penanggung jawab dari news roomnya. Artinya redakturnya siapa. Nah, kalau tidak ada dua itu, tidak bisa dianggap masuk kategori produk pers. Kalau tidak produk pers berarti bisa UU ITE. Kalau sudah itu acuannya, kalau bertentangan dengan UU ITE Pasal 27, 28, 29, ya kita akan melakukan sesuai aturannya. Dalam hal ini bertentangan, bisa diblok, bisa ditindaklanjuti proses hukum bahkan ya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sampai pada tahap diblok, berdasarkan UU tersebut, apakah harus ada pihak yang mengadukan terlebih dahulu?

Tidak perlu. Yang penting kan ada peraturan, ada UU-nya, ada dasarnya, ada legislasinya. Kalau berdasarkan ada pengaduan dulu, kita terlambat dong.?

Apa pentingnya pemerintah melakukan hal itu?

Untuk melakukan pembatasan akses. Harus. Karena biar bagaimanapun kita harus menjaga yang namanya dunia maya ini tidak disalahgunakan dengan hal-hal yang negatif. Acuannya kembali ke UU ITE yang sudah direvisi tahun 2016 yang lalu.?

Isinya bagaimana?

Perbedaannya dengan UU ITE sebelum direvisi adalah pasal 27 ayat 3 khususnya, yaitu kalau sebelumnya ancamannya sampai dengan 6 tahun, di atas 5 tahun. Jadi, aparat penegak hukum bisa menangkap yang bersangkutan dahulu. Kalau sekarang di bawah 5 tahun. Jadi, harus ada, delik aduan, megadunya kepada pihak aparat penegak hukum karena di bawah 4 tahun. Itu yang pertama. Tapi kontennya, subtansinya tidak perlu menunggu aduan selama itu dianggap bertentangan dengan UU, misalnya mengadu-domba masyarakat, provokasi, agitasi, atau juga bertentangan dengan SARA.?

Kalau di media sosial bagaimana seperti Facebook, Twitter?

Ada dua, satu ranah publik, satu ranah privat. Kalau ranah publik, karena sifatnya publik, ya kita kita masuk cepat. Kalau ranah privat, pada umumnya, apakah bertentangan dengan penegakkan hukum tidak. Kalau bermasalah dengan penegakkan hukum, otomatis kita akan masuk dengan fungsi pada umumnya. Kalau memang dinyatakan oleh penegak hukum, misalkan itu bertentangan dengan aturan yang ada, kami akan masuk.?

Kominfo sebagai pihak yang mendukung dakwah islam yang ramah, bagaimana proses sampai memblokir sebuah situs dan akun medsos yang bertentangan dengan hal itu?

Begini, memblokir itu salah satu upaya, tapi memblokir itu adalah upaya yang cape. Kita harus mengimbanginya. Karena apa? Membelokir itu sama dengan menyembuhkan orang sakit, harus ? disuntik, kasih obat, dan lain sebagainya, tapi kita harus fokus, pada bagaimana membuat orang sehat, yaitu dikasih makanan yang empat sehat lima sempurna, olahraga teratur. Nah, kita mengarah ke sana. Dengan cara apa? Dengan cara edukasi, dengan cara kita mengajak NU, Muhammadiyah dan yang lainnya, untuk mengimbangi konten negatif ini. Kalau ada namanya black list, kita juga harus ada white list. Saya datang ke sini (ke PBNU) juga adalah koordinasi untuk meminta bantuan NU bagaimaana menyediakan konten-konten positif karena kan NU banyak manyrakatnya dan kapasitas kompetensinya luar biasa.?





Amatan Pak Menteri kenapa dakwah radikal lebih agresif. Apakah ada pihak yang mendesain atau alamiah?

Didesain bisa saja. Tapi pihak intelejen lebih memahami. Tapi dari kami memang ini adalah keterbuakaan teknologi. Teknologi ini ibarat pedang bermata dua. Bisa positif dan bisa negatif. Nah, kita memitigasi dampak negatifnya, yang dicari dampak positifnya. Hari ini yang akan dilakukan dengan NU banyak yang positifnya, antara lain dengan inklusi keuangan. Banyak warga Nahdliyin yang bisa masuk di situ. Bahkan kalau perlu, bisa membuat semacam subsistem dari NU untuk segera bisa berpartisipasi dalam program inklusivisme keuangan. Kemudian dalam konteks seperti saya katakan tadi, saya yakin banyak gus-gus yang senior, maupun gus-gus muda, yang bagus dalam tulisannya ini, banyak, nanti kami yang akan bawakan ke kanal-kanalnya. Kemudian dalam rangka bulan Ramadhan, kan di televisi ada ceramah, di RRI, di TVRI. Tadi saya ajak Dirut RRI, Dirut TVRI, lembaga penyiaran publik tadi, kalau dalam hal agama kan bukan bidangnya, tetapi kita akan sampaikan kepada masyarakat bulan puasa ini ceramah agama. Coba aja lihat di TVRI, kita perlu 210 pembicara, 210 paket untuk direkam disyiarkan, dari mana? Ya, kalau kita mencari air kan ke sumbernya, kalau kita bicara agama, agama Islam yang paling besar NU, ya kita datang ke NU.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 02 Februari 2018

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an

Bandar Lampung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menjelang ujian akhir semester (UAS), puluhan mahasiswa Nahdliyyin Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mengadakan acara khatmil qur’an di Masjid Almannar Gang Senen, Bandar Lampung.

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an

Khataman Al-Qur’an dipimpin Ustadz Beni Hidayat, pembina KMNU Polinela, Sabtu (31/12). Acara dimulai dengan shalat dhuha bersama, pembacaan shalawat, lalu pembacaan Al-Qur’an.

Ketua Umum KMNU Polinela Muhammad Ajid MD menyampaikan, khatmil qur’an ini merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap bulan. “Insyaallah akan jadi agenda rutin, ini perdananya,” imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mahasiswa Mekanisasi Pertanian ’14 ini berharap, dengan khatmil qur’an ini mahasiswa Polinela akan lebih mencintai Al-Qur’an. “Daripada akhir tahun diisi dengan maksiat, lebih baik kan begini bisa dekat-dekat dengan Al-Quran,” tuturnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Hasyim Asy’ari mengatakan, acara berjalan sesuai yang ditargetkan panitia. “Alhamdulilah acara berjalan lancar tanpa kendala, beberapa mahasiswa lintas organisasi di Politeknik Negeri Lampung juga hadir dalam acara ini,” kata mahasiswa Perikanan angkatan 15 ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurutnya, antusiasme masyarakat sekitar juga baik. “Ada yang memberikan air mineral beberapa dus. Kami berharap dengan barokah khatmil quran ini UAS kami dimudahkan serta memberikan hasil yang memuaskan,” pungkas Hasyim.

Acara diakhiri dengan makan bersama ala santri serta pembacaan shalawat oleh grup Permata Shalawat Polinela. (Nuril/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Hadits, Kajian Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Direktur Ekskutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai peningkatan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hampir 100 persen pada pemilu legislatif 2014 merupakan efek dari dukungan Nahdlatul Ulama.

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

"Peningkatan suara PKB, bukan karena efek Rhoma Irama, tapi efek dukungan NU. Karena, hasil survei, elektabilitas Rhoma itu rendah," kata Muhammad Qodari ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis.

Menurut Qodari, peningkatan suara PKB dari sekitar lima persen pada pemilu legislatif 2009 menjadi 9,5 persen berdasarkan hasil hitung cepat pada pemilu legislatif 2014, menunjukkan berkumpulnya kembali kaum nahdliyin ke partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Qodari menegaskan, NU berperan penting penting pada PKB, karena NU yang melahirkan PKB, pada era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"NU adalah organisasi keagamaan sangat besar. Karena, sekitar 30 persen penduduk muslim Indonesia adalah warga NU," katanya.

Qodari menilai, berkumpulnya aspirasi politik warga NU di PKB hingga perolehan suaranya meningkat hampir 100 persen, berkat orkestrasi Muhaimin yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang ada.

Menurut dia, Muhaimin mau mengalah dan memberi tempat besar pada sosok seperti Rhoma Irama dan Ahmad Dani pada kampanye-kampanye, memberikan tempat kepada pemilik sebuah maskapai penerbangan Rusdi Kirana dengan dukungan sumber dayanya, serta ketokohan Mahfud MD dan Jusuf Kalla yang banyak menjadi sumber pemberitaan.

"PKB juga memanfaatkan potensi ketokohan Said Aqil Siroj (Ketua PBNU) yang ditampilkan dalam iklan-iklan resmi PKB," katanya.

Merujuk dari hasil analisa perolehan suara partai politik dari Exit Poll Kompas, faktor Nahdhiyin memang begitu dominan dalam kontribusi peningkatan perolehan suara PKB. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, Pahlawan, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 07 Januari 2018

Warga NU Jeddah Ngaji Perdana Kitab "Nashoihul Ibad"

Jeddah, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama dan pengurus Masjid Indonesia Jeddah mengadakan pengajian rutin setiap Jumat pagi hingga menjelang Jumatan. Pengajian dengan pembacaan kitab "Nashoihul Ibad" ini diasuh tokoh NU di Jeddah Ustadz H Arsyad Hidayat, Jumat (14/11).

Ustadz H Arsyad Hidayat mengupas muqaddimah kitab Nashoíhul Ibad. Ia juga menyampaikan kepada para jamaah agar tidak memberikan sisa-sisa untuk Islam.?

Warga NU Jeddah Ngaji Perdana Kitab Nashoihul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Jeddah Ngaji Perdana Kitab Nashoihul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Jeddah Ngaji Perdana Kitab "Nashoihul Ibad"

“Ketika ada kepentingan sesuatu, Islam dibawa-bawa. Kalau kepentingan sudah dicapai, Islam ditinggalkan. Inilah tujuan mengaji agar tetap istiqomah memakmurkan dan mempererat tali silaturahmi sesama WNI TKI di luar negeri,” kata Ustadz Arsyad.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua PCINU Arab Saudi Ir Ahmad Fuad merespon dan mengajak seluruh jamaah untuk datang lagi pada Jumát depan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ketua pengajian masjid Indonesia Jeddah Shaleh Maryono mengimbau agar jamaah mengajak sanak famili dan handai taulan untuk mengaji serta mencari ridha Allah dengan mendatangi majelis taklim yang diagendakan rutin Jumat pagi. (Ahmad Thabib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 03 Januari 2018

An Nur FC Blora Melenggang ke Final Region 1 Grup B Jateng

Blora, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam babak semifinal pada Hari Ahad (17/9) Sirbin FC harus mengakui kehebatan tuan rumah, An Nur FC Blora dengan menanggung kekalahan 1-0.

An Nur FC Blora Melenggang ke Final Region 1 Grup B Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
An Nur FC Blora Melenggang ke Final Region 1 Grup B Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

An Nur FC Blora Melenggang ke Final Region 1 Grup B Jateng

Pada laga pertama semifinal yang digelar di Stadion Kridosono, Kota Blora, itu Sirbin FC mengawai permainannya dengan cukup tangguh. Terbukti dalam paruh pertama, Sirbin FC mampu menahan skor 0-0.

Namun pada babak kedua, An Nur FC terlihat bermain lebih solid. Lewat serangan-serangan balik mereka mencoba membobol gawang pihak lawan. Namun, hantaman bola darinya masih mampu ditepis secara apik oleh kiper Sirbin FC, Muhammad Agung Nur Faiz.

Baru pada menit ke-50, An Nur FC lewat sundulan umpan pojok pemain bernomor punggung 16, An Nur FC mampu menjebol pertahanan dari Sirbin FC. Menurut kapten kesebelasan Sirbin FC, Kiki Fatki Indriawan, hal tersebut terjadi karena kelengahan dari pemain belakang dari timnya.

“Hal itu juga karena stamina pemian kami mulai menurun, sehingga mempengaruhi konsentrasi kami,” imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dengan kemenangannya, An Nur FC Blora berhasil melaju pada babak final Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Grup B Jawa Tengah melawan tim asal Rembang, Robin FC. Rencananya, laga final akan dilakukan sore harinya dan akan dilanjutkan dengan prosesi penutupah LSN Region 1 Jateng dengan memperebutkan Piala Gus Yaqut Cup. (Ulin Nuha Karim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 24 Desember 2017

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Syahdan, itik tidak mampu menyerap dengan baik “hasil rapat” dengan bebek dan angsa terkait kesinambungan anak-cucunya. Akibatnya, itik hingga kini sembarangan dalam bertelur.

"Para kader Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh meniru karakter itik yang ketinggalan informasi cara bertelur yang baik dan benar," ujar Kiai Jaman saat memberi pengarahan di sela-sela kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan, Jumat (14/1) malam.

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Salah satu Dewan Penasehat GP Ansor Kadur tersebut menambahkan, agar tidak seperti karakter itik, kader GP Ansor mesti banyak belajar pada sejarah. Utamanya bagaimana sepak terjang para ulama pendiri NU.

"Kalau sampai ada kader GP Ansor yang karakter dan sikapnya keluar dari rel organisasi, berarti dia tidak jauh beda dengan itik," tegas Dosen STAI Al-Khairat itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karenanya, Kiai Jaman mengetengahkan pemahaman betapa kader GP Ansor harus selalu belajar dalam banyak hal. Kepada yang lebih tua dan pengalaman, jangan sungkan untuk minta nasihat yang bermanfaat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Manusia tidak bisa tahu tanpa peran orang lain," tegasnya.

Kiai Jaman juga mengimbau agar kader GP Ansor tidak seperti siput linu atau lemar; matanya melotot dan penuh semangat, tetapi tersenggol sedikit langsung kerdil.

"Karenanya, jangan jadikan jabatan sebagai andalan. Jangan berlebih-lebihan. Kita punya kelebihan dan kelemahan. Hidup bagai roda berputar," tegas Kepala SMA Islam Yaspimu Pamekasan tersebut.

Saat ini marak fitnah di dunia nyata maupun maya. Kader GP Ansor, tegas Kiai Jaman, jangan sampai termakan isu-isu negatif. Teman dengan teman di internal pengurus, mudah terjadi fitnah.

"Jika ada potensi fitnah di internal kepengurusan maupun keanggotaan, cepat tangani. Jangan seperti membiarkan tambak yang bocor. Kalau dibiarkan, akan makin besar dan membahayakan. Segeralah koordinasi," paparnya.

Alumnus Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini menambahkan, sukses itu hanya sekali seumur hidup. Siapa pun orangnya. Selebihnya karena dipertahankan.

"Dari nol sampai puncak kesuksesan berpotensi menurun. GP Ansor jangan sampai menurun. Sukses banyak hambatan. Ketika hampir sukses, akan muncul masalah yang lain. Bagaikan bulunya badan; dicukur bulunya kumis, bulu hidung lebat. Bulu hidung dicukur, bulu kumis tumbuh," katanya penuh analogi.

Penempatan pengurus dalam organisasi harus disesuaikan dengan porsi jabatan yang diemban. "Selaku ketua, tentu harus belajar ada rambut kepala; melebihi rambut yang lain tanpa ada arogansi. Lihai dan lentur sangat perlu dalam memimpin organisasi," tegas Kiai Jaman.

Persatuan pengurus juga penting. Jika ada persoalan, segera koordinasi. Selain itu, Kiai Jaman juga mengarahkan tiap kali GP Ansor menyelenggarakan acara, mesti undang tokoh masyarakat. Karena itu bisa memperkuat sistem organisasi.

Target kegiatan apa untuk masyarakat banyak, imbuhnya, juga perlu diperjelas oleh GP Ansor. Apa sebatas hanya berkumpul, bekerja di balik meja, tapi tidak merembet ke masyarakat, atau bagaimana? Jangan jadi raksasa tidur yang hanya besar tapi nihil peran.

"Kita juga mesti apental syahadat, asapok iman, apajung Allah. Sisa hidup kita gunakan untuk berjuang. Karena suatu saat, kita akan meninggalkan kesan setelah meninggalkan alam fana ini," tandasnya. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Cerita, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 22 Desember 2017

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar

Situbondo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Forum Pengasuh Pondok Pesantren dan tokoh NU mengingatkan agar muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang, Agustus 2015 menjadi momentum untuk menjaga organisasi itu dari pengaruh paham lain yang tidak sejalan.

"Muktamar yang merupakan lembaga permusyawaratan tertinggi di dalam organisasi NU harus bersikap tegas dan kritis terhadap paham-paham yang mempengaruhi NU yang pada akhirnya akan mengubah haluan sejati NU," kata KH Misbahus Salam yang membacakan rekomendasi Forum Pengasuh Pondok Pesantren dan Tokoh NU Jawa, Madura, Bali dan NTB di Situbono, Jawa Timur, Jumat.

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar

Sekretaris Pengurus Cabang NU Jember ini menjelaskan bahwa para pengasuh pondok pesantren dan tokoh NU se Jawa, Madura, Bali dan NTB berkumpul di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Kamis (21/5) untuk mengikuti sarasehan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari sarasehan bertema "Meneguhkan Qanun Asasi sebagai Prinsip Jamiyah Nahdlatul Ulama" yang menghadirkan pembicara Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Hasyim Muzadi, Katib PBNU KH Afifuddin Muhajir dan KH Hasan Basri itu kemudian melahirkan sejumlah rekomendasi.

Sebelumnya Hasyim Muzadi juga menengarai bahwa kini ada upaya untuk mengubah NU dari dalam dengan tujuan akhir adalah melemahkan, bahkan menghancurkan organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari tersebut. Padahal, kalau NU mundur, diyakini negara juga akan mundur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Tanpa NU, NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia) tidak ada jaminan. Bahkan kalau NU hancur, NKRI juga akan hancur. Yang made in Indonesia kan cuma NU dengan Muhammadiyah," ucapnya.

Sementara Misbahus Salam melanjutkan bahwa forum dan sarasehan ulama itu juga mengeluarkan rekomendasi lain, yakni anggaran dasar dan rumah tangga NU harus tetap merujuk kepada Qanun Asasi, terutama sistem bermazhab, baik dalam bidang akidah, fikih, dan tasawwuf.

"NU lahir dari para ulama pesantren, maka lembaga syuriyah yang merupakan reprensentasi dari ulama harus dikembalikan kepada visi awal pendirian NU, dan secara organisasi harus lebih kuat daripada tanfidziyah," tuturnya.

Dia mengatakan, rekomendasi itu juga mengingatkan bahwa NU harus selektif dalam menempatkan kader-kadernya di kepengurusan karena ada indikasi yang mengarah pada dugaan bahwa beberapa orang yang telah terpilih terbukti berafiliasi kepada kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan Qanun Asasi NU.

"NU dan pesantren dengan manhaj tasamuh (toleran) serta tawassuth (moderat) telah terbukti dapat mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman dan penuh toleransi. Oleh karena itu, muktamar NU bertanggung jawab untuk mempertahankan manhaj (jalan) ini dan menolak intervensi baik dari paham ekstrim kanan maupun kiri dan intervensi partai politik manapun," ujarnya.

Selain itu, forum juga meminta warga NU berkomitmen untuk mempertahankan eksistensi ahlussunnah wal jamaah di tempat berkhidmat masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang tertuang dalam Qanun Asasi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock