Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda

OKU Timur, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebanyak 150 aktivis PMII OKU Timur bersama BEM sejumlah kampus setempat turun di pertigaan Tugu Tani Martapura, Rabu (28/10) pagi. Mereka membagikan masker pelindung pernafasan kepada warga yang lalu lalang di jalan simpang tersebut.

Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda

Dalam aksi ini, tampak BEM Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP Nurul Huda), BEM STIT MU, dan BEM STIPER. Aksi ini diadakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Selain berbagi masker, mereka juga menggelar orasi ilmiah. Mereka menyampaikan keresahan mereka terkait kepemudaan dan situasi Indonesia saat ini terutama di sektor pendidikan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Semangat mahasiswa dan pemuda sangat luar biasa, namun perlu diingat bahwa perjuangan kita belum selesai. Masih banyak permasalahan yang perlu dituntaskan terutama akses pendidikan,” kata salah seorang aktivis PMII setempat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, kasus kabut asap ini benar-benar menjenuhkan dan membahayakan. Ia berharap pembagian masker ini dapat mencegah datangnya penyakit bagi masyarakat OKU Timur. (Nurul Huda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Samarinda, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hotel Bumi Senyiur Samarinda tampak ramai, Jumat (13/04) siang. Di dalamnya penuh dengan para aktivis NU dari berbagai daerah di Indonesia, berkisar 200-an orang. Mereka sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rembuk Nasional tentang Sumber Daya Alam yang ditangani oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Acara tersebut juga melibatkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBNNU) se-Indonesia.

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, pertemuan tersebut dimulai dengan pra-acara, yaitu penampilan Grup Habsyi Labaika Samarinda Sebrang. Puluhan Muslimat Samarinda tersebut mampu mencairkan suasana, melantunkan shalawat nabi dengan nada yang amat merdu. Tak sedikit hadirin yang tersihir olehnya, bahkan hadirin menyempatkan diri memotret sekaligus mengabadikan penampilan Grup Habsyi melalui video klip.

Penampilan Grup Habsyi cukup lama, berkisar sejam. Ketika jam menunjukkan pukul 14.30, MC membacakan susunan acara. Bersamaan dengan itu, ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj telah hadir di tengah-tengah hadirin. Tampak mendampingi kang Said beberapa pengurus PBNU, seperti Prof Maksum, H Marsudi Syuhud, dan ketua PWNU Kalsel HM Rasyid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaktur     : Mukafi Niam



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, News, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 24 Januari 2018

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hingga saat ini, pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan dan keagamaan yang berjasa besar dalam menanggulangi geliat sindikat narkoba. Sistem pembinaan dan kedisiplinan di dalamnya menjadi ruh untuk meredam serangan barang haram tersebut.

Demikian penegasan Sekjen Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Ra Ghufron saat sharing kenarkobaan di Depot Andayani, Pamekasan, Selasa malam (13/9). Dikatakan, dalam menanggulangi narkoba, pesantren harus jadi percontohan.

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan

"Sindikat narkoba sekarang bergerak kian bebas. Penegakan hukum kita masih lemah. Bahkan, aparat penegak hukum terindikasi menjadi bagian dari sindikat narkoba," terang Ra Ghufron.

Menurutnya, berbagai ruang kehidupan masyarakat dalam sasaran narkoba. Termasuk ruang lingkup lembaga pendidikan.

"Lembaga-lembaga pendidikan berpotensi besar jadi lumbung peredaran narkoba. Sehebat seperti apapun sistem pendidikannya, kalau tidak mengantisipasi serangan narkoba, itu sangat bahaya," ujar Ra Ghufron.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk hal itu, tambahnya, sekolah-sekolah bisa mencontoh pesantren yang betul-betul menyentuh kehidupan anak didik (santri) secara utuh. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama, Hikmah, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Direktur Ekskutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai peningkatan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hampir 100 persen pada pemilu legislatif 2014 merupakan efek dari dukungan Nahdlatul Ulama.

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

"Peningkatan suara PKB, bukan karena efek Rhoma Irama, tapi efek dukungan NU. Karena, hasil survei, elektabilitas Rhoma itu rendah," kata Muhammad Qodari ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis.

Menurut Qodari, peningkatan suara PKB dari sekitar lima persen pada pemilu legislatif 2009 menjadi 9,5 persen berdasarkan hasil hitung cepat pada pemilu legislatif 2014, menunjukkan berkumpulnya kembali kaum nahdliyin ke partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Qodari menegaskan, NU berperan penting penting pada PKB, karena NU yang melahirkan PKB, pada era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"NU adalah organisasi keagamaan sangat besar. Karena, sekitar 30 persen penduduk muslim Indonesia adalah warga NU," katanya.

Qodari menilai, berkumpulnya aspirasi politik warga NU di PKB hingga perolehan suaranya meningkat hampir 100 persen, berkat orkestrasi Muhaimin yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang ada.

Menurut dia, Muhaimin mau mengalah dan memberi tempat besar pada sosok seperti Rhoma Irama dan Ahmad Dani pada kampanye-kampanye, memberikan tempat kepada pemilik sebuah maskapai penerbangan Rusdi Kirana dengan dukungan sumber dayanya, serta ketokohan Mahfud MD dan Jusuf Kalla yang banyak menjadi sumber pemberitaan.

"PKB juga memanfaatkan potensi ketokohan Said Aqil Siroj (Ketua PBNU) yang ditampilkan dalam iklan-iklan resmi PKB," katanya.

Merujuk dari hasil analisa perolehan suara partai politik dari Exit Poll Kompas, faktor Nahdhiyin memang begitu dominan dalam kontribusi peningkatan perolehan suara PKB. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, Pahlawan, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Nganjuk, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Perjalanan hari ketiga Kirab Resolusi Jihad NU 2016 memasuki Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/10). Pondok Pesantren Miftahul Ula Nglawak Kertosono didatangi Tim Kirab. Tim kirab tiba di pesantren yang didirikan KH Abdul Kodir Al-Fatah dan telah berusia 92 tahun itu sekira pukul 22.00.

Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wahid Badrus berkenan menyampaikan kata sambutan. Menurut Mustasyar PCNU Nganjuk ini, peringatan Hari Santri Nasional yang diisi salah satunya dengan Kirab Resolusi Jihad membuka mata pemerintah dan anak bangsa tentang semangat membela bangsa.

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Semangat yang melahirkan Resolusi Jihad pada dasarnya timbul karena suatu bangsa yang memasuki wilayah bangsa lain pasti menimbulkan kerusakan di wilayah negara yang dimasukinya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Wahid menyinggung hal tersebut seperti kisah Ratu Saba setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman, di mana Ratu Saba bersabda “Masuknya suatu bangsa ke sebuah negeri akan berbuat kerusakan di dalam negeri.”

Kiai Wahid memandang resolusi tidak saja relevan pada masa perjuangan tahun 1945, tetapi kiranya menjadi semangat motivasi dan inspirator untuk menjadi manusia yang cinta kepada Indonesia, setia NKRI dan komitmen yang telah diputuskan dalam UUD 1945.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di Indonesia ini ada satu buku karangan KH Saifudin Zuhri berjudul Orang-orang dari Pesantren. Dalam buku tersebut, digambarkan betapa para ulama mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap negara, saat terjadi cengkraman penjajahan dari Jepang dan Belanda. Dalam buku itu disebut pula peran para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Kiai Wahid memandang peringatan Hari Santri Nasional, pelaksanaannya perlu didukung oleh pemerintah pada waktu mendatang. Karena itu ia berpesan kepada PBNU untuk mendorong pemerintah agar setiap Pemda di Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Santri, bukan hanya NU yang bergerak sendiri.

Pesan kedua, pantas sekali bahwa para kiai dan ulama kebih dihargai oleh negara. Memang beberapa ulama telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Namun nyatanya masih banyak Kiai dan ulama yang dipandang sebelah mata oleh negara.

Kepada generasi muda dan santri, ia berpesan kepada mereka agar mempelajari sejarah. Sosok seperti Gus Dur atau KH Saifudin Zuhri dan tokoh lainnya dapat dijadikan inspirasi dan motivasi untuk berbuat bagi bangsa dan negara.

Selanjutnya generasi muda juga harus berjuang demi agama dan NU. Dalam rangka itu, NU struktural dan kultural harus bersatu.

"Melalui NU struktural kita rajut kerja sama dengan pemerintah. Melalui NU kultural kita rajut kerja sama dengan masyarakat. Mari kita rajut untuk kehidupan yang lebih baik," pungkas Kiai Wahid.

Mengakhiri upacara penyambutan, KH Jamaludin Abdullah memimpin doa sebelum akhirnya tim meneruskan perjalanan ke Pesantren Lirboyo Kediri. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Internasional, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 16 Desember 2017

Saran Lakpesdam PBNU soal Gejala Radikalisme di Instansi Negara

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad mengaku tidak kaget dengan munculnya gejala intoleransi dan radikalisme di kalangan profesional Indonesia, baik yang bekerja di sektor swasta maupun yang bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Saran Lakpesdam PBNU soal Gejala Radikalisme di Instansi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran Lakpesdam PBNU soal Gejala Radikalisme di Instansi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran Lakpesdam PBNU soal Gejala Radikalisme di Instansi Negara

“Saya tidak kaget soal ini,” kata Rumadi menanggapi hasil survei Alvara di Hotel Sari Pan Paific Jakarta, Senin (23/10).

Alvara melakukan survei terkait sikap dan pandangank kelas menangah dengan melibatkan 1200 responden profesional yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai BUMN, dan profesional swasta. Hasilnya, enam belas persen dari total responden yang menginginkan Indonesia menjadi negara Islam atau khilafah.

Menurut Dosen UIN Sayarif Hidayatullah Jakarta itu, merembesnya intoleransi di kalangan profesional disebabkan oleh keteledoran masyarakat Indonesia dalam mengawal ideologi Pancasila. 

“Rekrutemen aparatur sipil negara di kementerian-kementerian selama ini tidak memperhatikan ideologi kebangsaan (yang direkrut),” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menyesalkan, respon pemerintah terhadap intoleransi dan radikalisme yang berkembang di lingkungan instasni pemerintahan tersebut masih bersifat sporadis. Tidak ada upaya serius yang dilakukan pemerintah untuk menumpas pegawai yang memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Oleh karena itu, Rumadi berharap, pemerintah seharusnya merancang rencana strategis untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kemenag, Kemendikbud, Kemenristekdikti, dan BNPT semestinya bekerja bersama-sama untuk menyikapi persoalan tersebut.

“Sehingga terbentuk rencara startegis nasional dan peta besarnya,” ucapnya.

Mewaspadai media sosial

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rumadi menerangkan, media memiliki peran yang sangat penting dalam memasarkan ideologi, termasuk ideologi intoleransi dan radikalisme. Naasnya, media sosial adalah sumber utama bagi generasi milenial dalam mencari sebuah informasi.

Maka dari itu, Rumadi mengingatkan agar belajar agama kepada orang yang memiliki otoritas keilmuan, bukan dari orang yang tidak memiliki otoritas keilmuan atau bahkan dari internet. 

“Orang yang memiliki otoritas adalah orang yang memiliki sanad keilmuan,” tuturnya.

Selain itu, orang yang memiliki sanad keilmuan seharusnya lebih aktif dalam berdakwah sehingga orang yang mencari informasi seputar keagamaan benar-benar tercerahkan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Habib, News, Ubudiyah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur

Cianjur, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Nadir Muharam (25) memimpin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia terpilih setelah digelar Konferensi Cabang (Konfercab) XVII di Pondok Pesantren Al-Ittihad, pada Sabtu-Ahad, (16-17/2).

Nadir adalah santri Pesantren Al-Ittihad, juga lulusan STKIP Siliwangi Bandung. Ia aktif di IPNU di dua periode. Sebelumnya, ia adalah Wakil Ketua IPNU.

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur

Mantan Ketua IPNU Cianjur 2001-2012, Ujang Syahid Damanhury, berharap Nadir meneruskan kaderisasi yang sudah berjalan, serta mendirikan PAC-PAC di wilayah Selatan. “Itu PR Nadir. Ada sekitar 10 PAC yang belum terbentuk,” ujarnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa, (19/2).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari 30 kecamatan di Cianjur, kecamatan-kecamatan wilayah selatan yang jauhnya 60 km dari pusat kota, merupakan daerah yang susah diakses.

Syahid menambahkan, Nadir cukup mampu untuk memimpin IPNU Cianjur karena ia sudah berkecimpung di dalamnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konfercab yang dihadiri 300 pelajar dan santri tersebut dibuka Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, MM. Ia mengatakan, kader-kader IPNU agar lebih kuat dan konsisten dalam perjuangan Ahlu Sunnah wal-Jamaah,

Ia juga mengajak untuk menanamkan semangat perjuangan pelajar karena ke depan tantangan pelajar, remaja, pemuda yang cukup berat. Serta bekerjasama dengan pemerintah daerah demi tercapainya Cianjur yang cerdas dan berakhlaqul karimah.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PCNU dari tanfidziyah, syuriyah, lembaga, lajnah, banom, BKPRMI, KNPI, dan OKP.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock