Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pj Bupati Way Kanan Provinsi Lampung, Albar Hasan Tanjung, di Blambangan Umpu, Jumat (25/12) mengaku bangga dengan pemuda Nahlatul Ulama (NU) di daerah yang dipimpinnya.

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan

"Saya bangga Barisan Ansor Serbaguna atau Banser mengawal, menjaga, mempersatukan, menjadi perekat satu sama lain. Saya bangga Banser bergerak bukan hanya untuk NU dan Ansor," ujar Albar.

Sekecil apapun yang diperbuat manusia, lanjutnya, akan kembali pada diri sendiri. "Kita mau jadi apa asal fokus dan bersama, kita bisa. “Saya bangga ? Ansor dan NU setia berbuat untuk bangsa. Meningkatkan kualitas diri mereka untuk bisa dirasakan manfaatnya bagi orang disekitarnya," ujar dia lagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Albar pada Kamis (24/5) membuka Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor IV dan Pendidikan serta Pelatihan Dasar (Diklatsar) IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Way Kanan yang digelar di Masjid Al Muhajirin, Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu yang saat ini sedang dirintis menjadi Pondok Pesantren Riyadlotut Thullab. Kegiatan digelar melalui Pimpinan Ranting Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu itu diikuti 109 peserta.

Berkaitan dengan kaderisasi, Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Gatot Arifianto didampingi Kasatkorcab Banser, Alex Almukmin menyampaikan hormat pada kader muda NU di Kampung Bumi Baru yang hanya berjumlah sepuluh orang namun bisa mempersiapkan pra kegiatan dengan baik.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Terima kasih juga untuk calon anggota Pemuda Ansor yang Insyaallah akan menjadi masa depan negara melalui NU," kata Gatot.

Hadir pada pembukaan kegiatan Ansor Wakapolres Kompol Henggar Teguh Wahono, Ketua Perbakin Way Kanan Radin Djambat, Shooting Club Merky Defrienc beserta jajaran, Ketua NU KH Nur Huda, Ketua MWCNU Blambangan Umpu Ustad Abdul Aziz, Ketua MWCNU Negeri Agung Ustad Muhajir, Ketua Lembaga Dakwah NU (LDNU) Way Kanan Ustadz Abdul Rokhim, Sekretaris dan Wakil Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Way Kanan, Supri Iswan dan Syahrul Munir.

"Terima kasih dan hormat juga kami sampaikan kepada Kiai Imam Murtadlo Pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 yang jauh-jauh berkenan hadir menengok kegiatan kami, kami kira ini penghargaan dan apresiasi dahsyat dari para pemangku kebijakan, ulama dan senior kepada PC GP Ansor Way Kanan," ujar Gatot lagi pada kegiatan yang didukung sejumlah pihak, seperti HIPSI Lampung, Pergunu, PGRI Way Kanan, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Khutbah, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 03 Februari 2018

PCNU Nganjuk Imbau Sekolah dan Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

Nganjuk, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



PCNU Nganjuk melalui surat resminya mengimbau sekolah dan madrasah yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk mendirikan Komisariat IPNU-IPPNU dan memasukkan mata pelajaran Aswaja dan ke-NU-an sebagai mata pelajaran muatan lokal. Hal ini dilakukan mengingat sebentar lagi sekolah dan madrasah masuk pada tahun ajaran baru.?

PCNU Nganjuk Imbau Sekolah dan Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Nganjuk Imbau Sekolah dan Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Nganjuk Imbau Sekolah dan Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

Surat yang ditandatangani oleh jajaran tanfidziyah dan syuriah ini merupakan penguat untuk sekolah dan madrasah agar mengambil langkah konkret dalam membendung paham radikalisme dan anti-Pancasila yang sedang gencar menyerang negeri ini.

“Penyebaran paham radikalisme telah masuk ke beberapa perguruan tinggi, dan sekarang terus masuk di lingkungan pendidikan sekolah. Ini adalah hal yang sangat mengkhawatirkan sehingga anak-anak panjenengan semua perlu dilatih dan diasah di komisariat IPNU-IPPNU agar merasakan ghiroh perjuangan NU dan sebagai benteng dari aliran-aliran radikal dan menyimpang,” ungkap Ketua LTMNU Nganjuk Saiful Hidayat.

Seperti yang diketahui bahwa komisariat IPNU-IPPNU yang ada di Nganjuk baru sekitar 7-10 komisariat IPNU-IPPNU dari total ratusan lembaga pendidikan yang ada, juga puluhan lembaga pendidikan tingkat MTs dan MA yang berada di bawah naungan yayasan orang NU atau notebene milik orang NU. Tak kalah mengherankan juga, tentang mata pelajaran Aswaja dan ke-NU-an yang baru diajarkan di beberapa sekolah dan madrasah dari banyaknya madrasah yang ada di Nganjuk, padahal dua komponen tersebut cukup penting untuk membekali pelajar dari serangan radikalisme dan anti-Pancasila.

“Beberapa lembaga pendidikan masih ragu untuk mendirikan komisariat IPNU-IPPNU, padahal komisariat pelajar NU dapat fleksibel menempatkan diri sebagai organisasi siswa atau organisasi ekstrakurikuler bahkan menjadi bagian dari OSIS itu sendiri. Dengan digalakkannya komisariat IPNU-IPPNU di Nganjuk, banyak nilai positif untuk mengenalkan siswa sejak dini tentang Aswaja, NU dan asas negara, sehingga ketika lulus dan menjadi mahasiswa di kampus-kampus, tidak mudah kebilnger dan masuk ke ormas-ormas anti-Pancasila,” tutur salah satu pembina PC IPNU Nganjuk

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Imbauan PCNU Nganjuk ini diharapkan segera direalisasikan oleh sekolah dan madrasah di tahun ajaran 2017/2018, sehingga siswa lebih terbekali dengan ideologi positif Aswaja NU dan cinta tanah air,” tegas Saiful. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 30 Januari 2018

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi

Jakarta,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) membahas praktik aborsi yang dilegalkan pemerintah. Pembahasan tersebut berlangsung di lantai 5 Gedung PBNU Jakarta Rabu (1/10).

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi

Pembahasan tersebut menelaah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang di dalamnya terdapat bagian ada aborsi bagi korban perkosaan sebagai bagian dari darurat medis.

“Kegiatan ini diadakan salah satunya dalam rangka untuk menyatukan pandangan dari segi medis dan hukum fikih,” kata Ketua PP LKNU Imam Rosjidi, Rabu (01/10) di Lantai 5 Gedung PBNU Jakarta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ustadz Mahbub Maafi dari PP LBMNU memaparkan bahwa peraturan pemerintah ini menurutnya masih prematur sehingga memerlukan kajian yang sangat mendalam sehingga tidak menjadi kontroversi di masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Misal di Pasal 31 ayat 2 yang menyatakan bahwa tindakan aborsi akibat perkosaan hanya dapat dilakukan apabila usia kehamilan paling lama berusia 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir, hitungan 40 hari ini masih multitafsir,” terang Mahbub.

Sementara dari pihak Kementerian Kesehatan, Dwi Okta Amalia menuturkan, draft PP masih dalam proses pembahasan dan penyusunan. “Sebab itu masih butuh banyak masukan dari berbagai pihak,” terangnya.

Peraturan pemerintah ini, lanjutnya, benar-benar dibahas, disusun dan didiskusikan secara serius dan hati-hati sebelum positif dilahirkan.

Acara bertajuk “Bahtsul Masail Tentang Hukum Aborsi (Membedah PP 61/2014 Tentang Kesehatan Reproduksi) tersebut dihadiri Syuriah PBNU KH. Masdar Farid Masudi, Katib Syuriah PBNU KH. Afifuddin Muhajir dan dari PP RMI NU Ustadz Miftah Faqih. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Quote, Pondok Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 28 Januari 2018

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bekerja sama dengan harian lokal? Tribun Jateng? membuka konsultasi syariah melalui rubrik “Halaqah”. Rubrik ini dikemas dalam format interaksi tanya jawab seputar ibadah Ramadhan yang hadir di halaman "Happy Ramadhan" tiap hari selama bulan puasa 1437 Hijriah.?

Kerja sama ini telah terbangun sejak tahun kemarin. Di bawah koordinasi Departemen Pendidikan, Kajian dan Pelatihan RMINU Jateng, rubrik ini diisi para kiai dari pesantren. KH Fadhlullah Turmudzi, penanggung jawab program ini menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian perhatian pesantren untuk masyarakat.

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal

?

"Walaupun sudah banyak sumber pengetahuan yang mudah kita dapatkan, kita masih butuh bimbingan dari kiai-kiai pesantren," papar Gus Fad sapaan akrab KH. Fadhlullah Turmudzi yang juga pengasuh Pondok Pesanten APIK Kaliwungu Kendal, Selasa (7/7).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

Selain itu, lanjut Gus Fad, masih banyak peran dan fungsi pesantren terhadap masyarakat. Pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia harus mampu memberikan warna tersendiri terhadap perjalaan bangsa ini. Berbagai fenomena kekerasan seksual, penyalahguanaan narkoba, pembunuhan, dan sebagainya perlu mendapat kajian dari pesantren bagaimana pesantren berperan dan bersikap.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

Gus Fad juga mengingatkan kepada pesantren-pesantren untuk menguatkan perannya di masyarakat. "Nguri-nguri ngaji posonan harus selalu menjadi tulang punggung santri di berbagai daerah. Semangat untuk tetap mencari ilmu dengan niat tabarrukan harus menjadi nafas para santri" kata dia. (M. Zulfa/Zunus)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelaksanaan tarawih perdana di Masjid Agung Solo, Selasa (9/7) malam kemarin, mengakhiri dualisme seperti yang terjadi pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, shalat tarawih dilaksanakan terpisah dua kelompok dalam waktu yang bersamaan. Namun pada shalat tarawih semalam, terlihat semua jamaah berkumpul menjadi satu di ruang utama.

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi

“Kalau tahun-tahun sebelum memang ada dua salat tarawih di bagian utama masjid dan di serambi. Tapi untuk kali hanya akan ada satu salat tarawih saja, yaitu di ruang utama masjid,” terang Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta, Slamet Abi.

Ratusan jamaah yang mengikuti sholat dengan antusias mengikuti jumlah rakaat yang sudah ditetapkan, yakni 20 rakaat. Sang imam membaca al-Quran dari juz 1. “Ramadan tahun ini kami targetkan dalam shalat tarawih bisa mengkhatamkan Al Qur’an,” ungkap dia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tatkala sudah mencapai delapan rakaat, kemudian jamaah yang ingin 20 rakaat berhenti salat, sampai menunggu salat witir selesai dengan imam berbeda. Baru setelah itu dilanjutkan salat tarawih yang 20 rakaat dengan imam yang pertama.

“Memang agak bingung, tapi sebetulnya ini sudah pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya, jadi ini hanya mengembalikan dari awal,” imbuh Slamet.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menyinggung penyatuan sholat tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, Zaenal Arifin Adnan, menyebut bahwa perubahan itu merupakan sikap toleran terhadap perbedaan pendapat. "Meskipun, cara yang lama sebenarnya juga menunjukkan hal yang sama," terangnya.

Menurutnya, masjid sebesar Masjid Agung memang harus bisa mengakomodir semua kalangan yang memiliki perbedaan pendapat. "Masing-masing memiliki dasar dan dalil yang diyakini," kata Zaenal.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 02 Januari 2018

Penutupan Lokalisasi demi Angkat Harkat dan Martabat Wanita

Tegal, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Pemerintah Kabupaten Tegal menutup secara permanen lokalisasi prostitusi di wilayah pantura Jumat (19/5). Penutupan secara simbolis dipusatkan di lokalisasi Peleman, Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi.

Penutupan Lokalisasi demi Angkat Harkat dan Martabat Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Penutupan Lokalisasi demi Angkat Harkat dan Martabat Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Penutupan Lokalisasi demi Angkat Harkat dan Martabat Wanita

Penutupan lokalisasi dilakukan dengan penyerahan bantuan bagi eks penghuni lokalisasi dilakukan oleh Wakil Bupati Tegal Hj Umi Azizah yang dihadiri Direktur Rehabilitasi Sosialisasi Tuna Sosial (RSTS) dan Korban Pedagangan Orang (KPO) Kementerian Sosial (Kemensos) Sonny W Manalu, Forkompinda Kabupaten Tegal, Dinas Sosial Jawa Tengah, Kepala SKPD dan turut dihadiri ratusan eks PSK penghuni lokalisasi.

"Penutupan secara permanen lokalisasi di Kabupaten Tegal dilakukan untuk mengangkat harkat dan martabat wanita. Saya yakin, mereka (PSK, red.) akan hidup lebih baik," kata Wakil Bupati Tegal Umi Azizah.

Umi yang juga Ketua PC Muslimat NU itu menuturkan, penutupan lokalisasi itu, bukan tanpa halangan. Banyak teror yang diterima para petugas dari Dinas Sosial (Dinsos). Namun dia bersyukur karena penutupan berjalan aman dan tertib.?

Menurutnya, tantangan terberat dalam agenda itu adalah setelah penutupan lokalisasi, yakni bagaimana mengupayakan agar para PSK tidak terjun kembali ke lokalisasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Mereka harus melanjutkan aktivitas sehari-hari, baik untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun hidup di lingkungan sosial. Saya sangat berharap mereka tak menggantungkan hidup dari pekerjaan menjadi PSK," harapnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kepala Dinas Sosial Pemkab Tegal Nurhayati membeberkan, dari hasil verifikasi, jumlah PSK yang mendapatkan bantuan Kemensos sebanyak 259 orang.

Mereka berasal dari lokalisasi Peleman, Kecamatan Suradadi 111 orang, lokalisasi Gang Sempit, Kecamatan Kramat 38 orang, lokalisasi Wandan, Kecamatan Kramat 65 orang, lokalisasi Turunan Pengasinan dan Turunan Kramat di Kecamatan Kramat 45 orang.?

"Penyaluran bantuan melalui rekening BRI. Masing-masing mendapatkan Rp 5,5 juta yang berasal dari DPA Dinas Sosial dan bantuan Kemensos sebesar Rp 1,4 Milyar," bebernya

Dia menambahkan, jumlah PSK asal Kabupaten Tegal 58 orang dan PSK dari luar Kabupaten Tegal 201 orang. "PSK dari luar Tegal telah bersedia dipulangkan ke kampung halaman masing-masing," pungkasnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Pondok Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 28 Desember 2017

LDNU Mulai Pendidikan Kader Dai Angkatan III

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Senin (13/5), memulai Pendidikan Kader Dai NU angkatan III di gedung PBNU, Jakarta. Kegiatan secara resmi dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pendidikan dai bertajuk ”Mencetak Dai yang Toleran” diikuti sedikitnya 90 perserta dari berbagai daerah dan latar belakang profesi. Selama 6 bulan ke depan, mereka akan dibina beragam materi kedakwahan oleh sejumlah pembimbing kompeten.

LDNU Mulai Pendidikan Kader Dai Angkatan III (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Mulai Pendidikan Kader Dai Angkatan III (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Mulai Pendidikan Kader Dai Angkatan III

”Saya sendiri nanti akan mengisi materi sirrah nabawi. Tentang bagaimana dakwah penuh cinta Rasulullah,” kata Said.

 Ketua PP LDNU KH Zakky Mubarak mengatakan, kegiatan yang akan diadakan dari pukul 16.00-20.00 WIB setiap Senin ini didasarkan pada perlunya pengembangan dakwah yang santun dan toleran yang mencerminkan Islam rahmatan lil alamin di masyarakat.

”Masa depan dakwah harus dikelola secara baik dan oleh karena itu perlu dikader,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu alumni Pendidikan Kader Dai NU angkatan I, Shohih Muslim, mengaku gembira dapat mengikuti pembinaan dakwah yang diselenggarakan LDNU. Dirinya merasa mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kegiatan ini.

Indra, seorang dokter yang turut menjadi peserta Pendidikan Kader Dai NU angkatan II, menyampaikan hal serupa. Menurut dia, penguasaan dakwah dibutuhkan untuk memotivasi dan berbagi kebaikan dengan para pasiennya dan rekan-rekannya seprofesi.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Khutbah, Warta, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock