Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua PBNU Juri Ardiantoro mengatakan, orientasi kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus diperluas, tidak hanya sekadar menambah jumlah kader, tapi menambah bobot atau kualitas kader.?

“Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. PMII harus mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu,” katanya selepas menghadiri peringatan Harlah ke-57 yang digelar Pengurus Besar PMII di Jakarta pada Senin malam (17/4).

Untuk tujuan itu, Juri mengusulkan agar PMII melakukan pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah.?

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

“Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah di seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip seperti tata, nilai, ideologi memang harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan ya harus memperhatikan karkater atau keunikan daerah,” jelasnya.?

Sehingga, lanjut mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat itu, kader PMII di daerah tidak harus semua ke jakarta. “Itu PR PMII k depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk tujuan itu, selain pemetaan kader, PMII juga harus melakukan penguatan kelembagaan. (Abdullah Alawi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 22 Februari 2018

Lailatul Ijtima’ Pertemukan Generasi Muda NU dengan Sesepuh

Makassar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kamis (6/2) tadi malam, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan lailatul ijtima, pertemuan malam hari warga NU yang diisi berbagai kegiatan. Kali ini giliran di kediaman Bendahara NU Sulsel H Anwar Kadir.

Lailatul Ijtima’ Pertemukan Generasi Muda NU dengan Sesepuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima’ Pertemukan Generasi Muda NU dengan Sesepuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima’ Pertemukan Generasi Muda NU dengan Sesepuh

Sebelumnya lailatul ijtima’ telah dilaksanakan dikediaman KH Abdurrahman, salah satu Mustasyar dan mantan Ketua Tanfidziah NU Sulsel, yang kedua di kediaman Ketua Tanfidziyah H Iskandar Idy, yang ketiga dikediaman Agus Arifin Numang Wakil Gubernur Sulsel sekaligus Mustasyar NU Sulsel.

Dalam sambutan Ketua Tanfidziah, tradisi lailatul ijtima selain mempererat silaturrahim sesama warga nahdliyin, terutama antara ulama sepuh dengan pengurus, dan antra generasi muda NU dengan para sesepuh. “Lailatul ijtima ini merupakan tradisi Ulama NU di Sulsel,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal senada disampaikan oeh H Anwar Kadir sebagai tuan rumah. Selain itu, lailatul ijtima’ yang tiada lain adalah silaturrahim berfungsi memperpanjang umur, dan memberikan keberkahan.

Pada malam lailatul ijtima ke-4 ini, taushiyah dibawakan oleh Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregutta H Sanusi Baco. Dalam tausiahnya Gurutta menjelaskan bagaimana pentingnya menjalin silaturrahim, menjaga shalat dan menjelaskan sejarah pemikiran Ahlussunnah wal Jama’ah. (Andy M. Idris/Anam)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Nahdlatul, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 18 Februari 2018

Rayon Fisip PMII UIN Sunan Gunung Djati Terbentuk

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Simposium Pergerakan dan Rapat Pembentukan Rayon (RPR) Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kabupaten Bandung, Sabtu Malam (27/9), membuahkan hasil, yaitu terbentuknya Rayon PMII baru dengan ketua terpilih, Pahlawan Goal.

Menurut Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN SGD Bandung Pengkuh Bina menuturkan bahwa kehadiran Rayon Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) sangat dibutuhkan untuk menampung para kader yang kurang diakomodir.

Rayon Fisip PMII UIN Sunan Gunung Djati Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Rayon Fisip PMII UIN Sunan Gunung Djati Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Rayon Fisip PMII UIN Sunan Gunung Djati Terbentuk

Fakultas ilmu sosial dan Ilmu Politik secara resmi didirikan pada tahun 2012 sedangkan gedung perkuliahan diresmikan pada 2013 oleh Mentri Agama. Sehingga masing – masing jurusan yang sekarang berada di bawah naungan Fisip berasal dari fakultas yang berbeda-beda.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Jurusan Sosiologi berada di Fakultas Ushuluddin; Administrasi Negara dan Manajemen berada di Fakultas Syariah dan Hukum yang akhirnya para kader saling terpisah,” ujarnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Pengkuh berharap terbentuknya rayon fisip bisa menyatukan para kader PMII yang terpisah dan turut andil dalam semua kebijakan-kebijakan birokrasi kampus.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semoga Rayon FISIP bisa memberikan sebuah warna tersediri di kampus UIN Bandung, karena kampus UIN adalah milik bersama, dan juga bisa mensterilkan asumsi-asumsi buruk yang dilontarkan sebagian pihak kepada PMII, karena sebetulnya orang-orang seperti itu iri hati karena tidak bisa melakukan seperti PMII lakukan,” tegasnya.

Acara RPR ini berlangsung pukul 20.00 sampai 04.00 bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat, Jalan terusan Galunggung 6, Kota Bandung. Dalam waktu dekat Rayon PMII baru ini akan mengadakan Rapat Kerja. (Bakti Habibie Yasin/Mahbib)





Foto: Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN SGD Pengkuh Bina sedang menyampaikan kata sambutan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 06 Februari 2018

NU Tak Pernah Absen Bela Pancasila dan NKRI

Jakarta,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Anggota DPR RI Zainut Tauhid Saadi mengatakan, dalam perjalanan sejarah negara ini, Nahdlatul Ulama tidak pernah absen di dalam membela dan mempertahankan NKRI dan Pancasila.

NU Tak Pernah Absen Bela Pancasila dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tak Pernah Absen Bela Pancasila dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tak Pernah Absen Bela Pancasila dan NKRI

Hal itu, menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan tersebut, karena pada proses kelahiran Pancasila, tokoh-tokoh NU terlibat di dalamnya. “Salah satu anggota tim 9 adalah putra Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, yaitu Wahid Hasyim,” katanya di gedung PBNU Kamis (16/6) pada sosialisasi empat pilar yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.

Lebih lanjut Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU dua periode 1988-1992 dan 1992-1996 tersebut menyebutkan, Indonesia membutuhka Pancasila sebagai alat perekat dan pemmersatu bangsa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut dia, Indonesia adalah negara besar yang memiliki sekitar 18 ribu pulau, ratusan bahasa, suku, 6 agama rsmi. “Artinya kemajemukan bangsa yang sedemikian rupa membutuhkan satu piranti untuk mepersatukan seluruh bangsa indonesia. Apa pirantinya?”

Itulah kemudian dirumuskan oleh para pendiri republik Indonesia yang disebut Pancasila. Nama tersebut dinamakan Bung Karno pada 1 Juni 1945. (Abdullah Alawi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Jadwal Kajian, Aswaja Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 04 Februari 2018

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pj Bupati Way Kanan Provinsi Lampung, Albar Hasan Tanjung, di Blambangan Umpu, Jumat (25/12) mengaku bangga dengan pemuda Nahlatul Ulama (NU) di daerah yang dipimpinnya.

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan

"Saya bangga Barisan Ansor Serbaguna atau Banser mengawal, menjaga, mempersatukan, menjadi perekat satu sama lain. Saya bangga Banser bergerak bukan hanya untuk NU dan Ansor," ujar Albar.

Sekecil apapun yang diperbuat manusia, lanjutnya, akan kembali pada diri sendiri. "Kita mau jadi apa asal fokus dan bersama, kita bisa. “Saya bangga ? Ansor dan NU setia berbuat untuk bangsa. Meningkatkan kualitas diri mereka untuk bisa dirasakan manfaatnya bagi orang disekitarnya," ujar dia lagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Albar pada Kamis (24/5) membuka Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor IV dan Pendidikan serta Pelatihan Dasar (Diklatsar) IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Way Kanan yang digelar di Masjid Al Muhajirin, Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu yang saat ini sedang dirintis menjadi Pondok Pesantren Riyadlotut Thullab. Kegiatan digelar melalui Pimpinan Ranting Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu itu diikuti 109 peserta.

Berkaitan dengan kaderisasi, Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Gatot Arifianto didampingi Kasatkorcab Banser, Alex Almukmin menyampaikan hormat pada kader muda NU di Kampung Bumi Baru yang hanya berjumlah sepuluh orang namun bisa mempersiapkan pra kegiatan dengan baik.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Terima kasih juga untuk calon anggota Pemuda Ansor yang Insyaallah akan menjadi masa depan negara melalui NU," kata Gatot.

Hadir pada pembukaan kegiatan Ansor Wakapolres Kompol Henggar Teguh Wahono, Ketua Perbakin Way Kanan Radin Djambat, Shooting Club Merky Defrienc beserta jajaran, Ketua NU KH Nur Huda, Ketua MWCNU Blambangan Umpu Ustad Abdul Aziz, Ketua MWCNU Negeri Agung Ustad Muhajir, Ketua Lembaga Dakwah NU (LDNU) Way Kanan Ustadz Abdul Rokhim, Sekretaris dan Wakil Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Way Kanan, Supri Iswan dan Syahrul Munir.

"Terima kasih dan hormat juga kami sampaikan kepada Kiai Imam Murtadlo Pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 yang jauh-jauh berkenan hadir menengok kegiatan kami, kami kira ini penghargaan dan apresiasi dahsyat dari para pemangku kebijakan, ulama dan senior kepada PC GP Ansor Way Kanan," ujar Gatot lagi pada kegiatan yang didukung sejumlah pihak, seperti HIPSI Lampung, Pergunu, PGRI Way Kanan, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Khutbah, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 03 Februari 2018

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menjelang pemilihan legislatif 2014, warga NU diimbau untuk tetap menjaga kerukunan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz dalam peringatan haul Syaikh Rozzak Saifullah dan Syaikh Absdul Rahman bin Ali Imron di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (14/2) sore.

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan

Menurut dia, jelang Pileg, pertikaian antarwarga rentan terjadi karena berbeda pilihan politik. Abdul Hafidz juga mengajak, masyarakat tetap menentukan pilihan meski tidak menerima uang saku saat hendak mencoblos.

Hafidz juga mengajak masyarakat untuk menghindari politik uang, untuk menentukan pemimpin agar lebih netral. Jika tidak bisa, Hafidz menganjurkan mereka bisa saja merima uang tetapi pilihan tetap sesuai hati nurani. Pasalnya, memberikan amanah kepada pemimpin yang tidak amanah, kata pengurus Nahdlatul Ulama itu, merupakan perbuatan dosa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Alangkah lebih mulianya masyarakat jika tidak mau menerima money politic, yang sering menggoyangkan pilihan di saat pemilihan legeslatif,” kata Hafidz.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di sela pengajian yang dihadiri ribuan warga Mojorembun dan sekitarnya itu, wakil bupati rembang juga mengaku prihatin atas rusaknya jalan sepanjang Kaliori hingga menuju arah Kecamatan Sumber, Rembang.

Hafidz ikut merasakan kerusakan jalan yang sudah terjadi sejak tahun 2013 lalu itu, hingga kini belum ada penanganan lagi. Tetapi, hafidz dihadapan para hadirin berjanji akan membangun jalan yang rusak, akhir bulan Juli, jalan yang rusak di Kaliori sudah terselesaikan. Pihaknya telah menyiapkan anggaran tujuh miliar untuk mengatasi hal ini. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Kiai, Jadwal Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni berharap pemberian tunjangan fungsional bagi guru honorer madrasah sebesar Rp 200 ribu per bulan untuk setiap guru dimasukkan dalam RAPBN 2007.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Komisi VIII DPR, Menteri Keuangan, Menneg PPN/Kepala Bappenas pada 3 November 2006. Namun, karena alasan pagu anggaran yang diterima Depag tahun 2007 terbatas, usulan tersebut urung terakomodasi dalam RAPBN 2007.

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007

"Kami sangat mengharap perhatian dan dukungan semua pihak untuk penambahan pagu anggaran, sehingga tidak ada lagi perlakuan diskriminatif bagi guru honorer di madrasah," harap Maftuh dalam raker dengan PAH III DPD, di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11).

Dijelaskan dia, berdasar UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen diamanatkan adanya peningkatan kesejahteraan guru dan dosen. Selain itu, langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, baik yang mengajar di madrasah negeri maupun swasta, yang selama ini bergaji minim di bawah UMR.

"Sesuai dengan usulan Depdiknas yang telah mengalokasikan tunjangan di APBN 2007 untuk guru honorer, Depag juga telah mengirim surat tanggal 3 November untuk memberi tunjangan fungsional sebesar Rp 200 ribu," kata mantan Dubes RI untuk Arab Saudi ini.

Saat ini, tambahnya, jumlah guru honorer swasta yang berada di Depag sebanyak 556.418 guru. Sementara, guru yang mengajar di madrasah negeri sebanyak 89.902 guru.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sesuai PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang Tenaga Honorer, Depag telah melakukan pendataan dan pemprosesan untuk pengangkatan guru honorer menjadi CPNS sebanyak 54.364 orang. Sementara sisanya masih belum terakomodasi.

Di tahun 2006 ini, Depag memperoleh formasi pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS per 1 Oktober 2006 sebanyak 19.529 orang, yang terdiri dari 12.907 guru, 271 dosen, dan 4.251 pegawai lainnya.

Sisanya sebanyak 41.457 guru honorer akan diangkat secara bertahap paling lambat 2009. (dtc/rif)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Hikmah, Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock