Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan -

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta terus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan yang mereka miliki. Setelah berhasil dengan 6 program sarjana dan satu pascasarjana, kini UNU Surakarta berencana untuk membuka dua program baru, yakni S1 Teknik dan program doktor (S3) Islam Nusantara.

Hal tersebut disampaikan Rektor UNU Surakarta Mufrod Teguh Mulyo dalam rapat senat terbuka pada Wisuda XIX Program Sarjana dan Magister di Kampus UNU Mojosongo, Jebres, Surakarta, Sabtu (25/2).

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara

“Kami optimis tahun depan dua program itu dibuka. Keduanya sudah diajukan ke Kementerian Agama dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan,” papar Mufrod.

Dijelaskan Mufrod, untuk Program Pascasarjana yang sudah ada, yakni Studi Magister (S2) PAI telah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT.

Saat ini, imbuh Mufrod, UNU juga telah mengadakan berbagai kerja sama dengan beberapa pihak, untuk mengenalkan UNU di tingkat Internasional. Salah satunya dengan mengadakan pertukaran dosen, dengan Universitas Malaysia dan Universitas of Kuala Lumpur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan tersebut, Mufrod juga memberikan pesan kepada para wisudawan agar dapat menjaga nama baik UNU dan mampu bersaing dengan universitas lainnya.

Sebanyak 227 mahasiswa mengikuti proses wisuda. Para wisudawan tersebut berasal dari enam program studi yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen, Hukum, Teknik, Hukum Keluarga (Ahwal Sakhsiyah), dan Magister PAI. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 10 Februari 2018

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, AlaSantri, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 03 Februari 2018

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menjelang pemilihan legislatif 2014, warga NU diimbau untuk tetap menjaga kerukunan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz dalam peringatan haul Syaikh Rozzak Saifullah dan Syaikh Absdul Rahman bin Ali Imron di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (14/2) sore.

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan

Menurut dia, jelang Pileg, pertikaian antarwarga rentan terjadi karena berbeda pilihan politik. Abdul Hafidz juga mengajak, masyarakat tetap menentukan pilihan meski tidak menerima uang saku saat hendak mencoblos.

Hafidz juga mengajak masyarakat untuk menghindari politik uang, untuk menentukan pemimpin agar lebih netral. Jika tidak bisa, Hafidz menganjurkan mereka bisa saja merima uang tetapi pilihan tetap sesuai hati nurani. Pasalnya, memberikan amanah kepada pemimpin yang tidak amanah, kata pengurus Nahdlatul Ulama itu, merupakan perbuatan dosa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Alangkah lebih mulianya masyarakat jika tidak mau menerima money politic, yang sering menggoyangkan pilihan di saat pemilihan legeslatif,” kata Hafidz.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di sela pengajian yang dihadiri ribuan warga Mojorembun dan sekitarnya itu, wakil bupati rembang juga mengaku prihatin atas rusaknya jalan sepanjang Kaliori hingga menuju arah Kecamatan Sumber, Rembang.

Hafidz ikut merasakan kerusakan jalan yang sudah terjadi sejak tahun 2013 lalu itu, hingga kini belum ada penanganan lagi. Tetapi, hafidz dihadapan para hadirin berjanji akan membangun jalan yang rusak, akhir bulan Juli, jalan yang rusak di Kaliori sudah terselesaikan. Pihaknya telah menyiapkan anggaran tujuh miliar untuk mengatasi hal ini. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Kiai, Jadwal Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 24 Januari 2018

Saat Ruh Boleh Memilih Negara

Sebelum turun ke bumi, ruh diberi kebebasan memilih Negara. Silakan mau turun dimana? Ini kesempatan baik. Saat jadi jabang bayi nanti, nasibnya harus sejahtera. Jadi bagian negeri terhormat, nggak cemen melindungi warga negaranya.

Lirikan paling awal, ruh itu ke negri Amerika. Negeri terbeken di dunia. Dunia gemerlapnya x-tra vagansa, militernya kuat. Pokonya nyeleb abis dah! Land of the brave, industri film dan musiknya mendunia. Jadi bayi Amerika tentunya membanggakan. Siapa tahu kelak jadi artis Hollywood kaya luar biasa dan bisa membeli tanah luas di negeri lain. Moga-moga!

Saat Ruh Boleh Memilih Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Ruh Boleh Memilih Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Ruh Boleh Memilih Negara

Untung ruh itu sempat melihat sisi gelapnya! Ia kurang sreg pada sikap Amerika yang doyan campur tangan ke negeri lain lewat dalih polisi internasional. Ia juga melihat sisi lain dunia kapitalistik Amerika, yang miskin luar biasa melarat, kelaparan di jalan-jalan, jadi gelandangan di skid row, kampung kumuh yang mengerikan. Apalagi belakangan diterjang angin dingin, suhunya minus 20 derajat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ah, nggak deh!

Bagaimana dengan Cina? Tunggu dulu, warganya sudah kelewat banyak, apalagi pernah ada kasus, anak kecil tergilas mobil tanpa ditolong. Sebuah negeri yang nggak ideal buat bayi, anak kecil sampai dewasa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lantas ia memilih Australia. Di sana, pengangguran dapat tunjangan pemerintah. Tak kerja apapun, warga negara bisa mengumpulkan tunjangan dan pergi pelesir ke Bali dan bersenang-senang di pantai Kuta. Apalagi punya kerja! Wah, makin digdaya. Kelak bisa berkeluarga boleh punya anak banyak malah makin banyak anak tunjangan makin gede. Pilihan yang menjanjikan.

Baru saja ia mau menetapkan pilihan, ia dapat info: negeri ini kejam nian, para pencari suaka dibuang ke kembali ke laut negeri lain, terkatung-katung meregang nyawa. Tak cuma itu, alam Australia juga ganas, panasnya udara membumi hanguskan lahan. Sang ruh mengurungkan niatnya.

Indonesia jadi pilihan selanjutnya. Negeri ini kaya nian. Punya sejarah panjang, nenek moyang bangsa ini pernah invasi sampai jauh, warisan kerajaan yang gegap gempita. Walau ada di tubrukan lempengan yang rawan gempa dan penuh gunung api aktif, kekayaan alamnya melimpah.

Ayo apa yang nggak ada di sini? Mulai minyak bumi sampai tambah emasnya banyak nian. “Jika aku turun di sini, pastilah sejahtera. Negeri yang gemah ripah loh jinawi, hijo roro-royo..!” Kelewat gembira, ia memantapkan niat, turun menjadi bayi Indonesia.

Lahirlah ia di propinsi Banten. Semua keluarga bersyukur pada Allah atas kelahirannya. Ia pun tumbuh besar dalam kesederhanaan.

Saat sekolah, ia harus belajar di tempat reyot malah hampir ambruk. Untuk ke sekolah, ia pun wajib menyebrangi jembatan rusak. Bareng teman-temannya ia bergelayutan demi pendidikan yang memadai. Sudah banyak teman bermainnya yang jatuh dan tewas, ya be inilah nasib! Bagaimana dengan pejabatnya?, Pejabatnya sedang terkena kasus korupsi, meringkuk di KPK bersama beberapa anggota keluarga yang sedang tertimpa musibah yang sama.

Tapi ia nggak kehilangan harapan. Toh Indonesia terbilang kaya. Penghasil minyak misalnya? Betul penghasil minyak tapi apa ada gunanya? Masalahnya kita cuma punya minyak mentah yang cuma mampu membuat kita belepotan jika tersiram. Minyak itu diambil pihak luar diolah dan saat berguna harus kita beli dengan harga mahal. Indonesia perlu sediakan kocek 150 juta US$ dollar per hari. Bayangkan!

Dengar apa yang dibilang Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo. Katanya Indonesia sangat tergantung pada ekspor BBM dari Singapura dan Malaysia. Makin bikin miris, seandaianya dua negara itu menyetop ekspor BBM ke Indonesia, lima hari kemudian Indonesia akan tewas dengan sukses. Ia bilang begitu di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/2/2014).

“Bukannya Singapura nggak punya minyak, Pak?”

Ia bertanya pada bapaknya, buruh tani yang kadang jadi kuli angkut.”Terus pak, bukannya cadangan minyak Malaysia masih kalah dengan kita?” ia terus mencecar pertanyaan.

Sayang bapak nggak sempat menjawab karena lelah seharian kerja.

Sang anak yang dulu ruh itupun bimbang. “Ah seandainya aku lebih jeli memilih… kenapa tidak New Zealand aja ya? Kemarin mampu sewa warnet. Sebelum main game, buka goggle, kabarnya di sana aman sejahtera, kriminalitas hampir nol persen dan alamnya dipakai shooting film Lord Of The ring…”

Iapun tertidur untuk berjuang esok harinya. Melintasi jembatan nyaris ambruk dan belajar di sekolah reot….

ISFANDIARI MAHBUB DJUNAIDI, warga NU, pegiat club motor, penulis sosial budaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 23 Januari 2018

Cara Harun Ar-Rasyid Mendidik Anaknya

Di bawah kepemimpinan Harun Ar-Rasyid (786-809 M), Khalifah kelima Dinasti Abbasyiyah, umat Islam mengalami masa keemasannya. Seluruh penerjemah Muslim, Yahudi dan Kristen berkumpul di Baghdad untuk mengalihbahasakan naskah-naskah ilmu pengetahuan dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab.

Pusat-pusat kajian digalakkan oleh pemerintah sementara para ulama dan intelektual rajin menulis karya-karya mereka. Baghdad menjadi tujuan belajar dan detak jantung peradaban dunia. Di masa ini ilmu sangat dihargai dan para ilmuan mendapatkan perlakuan yang istimewa oleh masyarakat bahkan oleh Khalifah Abbasyiah sendiri.

Cara Harun Ar-Rasyid Mendidik Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Harun Ar-Rasyid Mendidik Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Harun Ar-Rasyid Mendidik Anaknya

Khalifah dan para Wazir menyerahkan anak-anak mereka kepada para ulama dan ilmuwan Islam untuk diasah akal dan moralnya. Di hadapan para ulama dan imuwan muslim, tidak ada perlakuan khusus bagi anak-anak pejabat negara. Sebaliknya, para anak pejabat tersebut diharuskan menunjukkan sikap hormat yang tinggi terhadap guru mereka sebagai bukti penghargaan mereka terhadap ilmu pengetehuan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Suatu ketika Harun Ar-Rasyid mengirimkan anaknya kepada Imam al-Asma`i untuk belajar ilmu dan budi pekerti. Kemudian di suatu hari Harun Ar-Rasyid melihat anaknya menyiramkan air ke kedua kaki gurunya itu untuk berwudhu, sementara sang guru membasuh dan membersihkan kakinya sendiri.

Melihat hal ini, Harun Ar-Rasyid merasa tidak senang. Kemudian ia berkata kepada Imam Ashma`i: "Aku mengirimkan anakku kepada anda untuk diajarkan ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Mengapa anda tidak menyuruhnya menyiramkan air dengan salah satu tangannya dan membasuh dan membersihkan kaki anda dengan tangannya yang lain?"

Demikianlah tradisi yang berlaku dalam dunia Islam di masa itu. Sebuah masa yang telah berhasil mengantarkan umat Islam mencapai puncak kemajuannya dan berhasil menyumbangkan khazanah ilmu pengetahuan bagi masyarakat dunia.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di masa ini pula sebagian besar naskah-naskah klasik Islam di berbagai bidang ilmu pengetahuan ditulis, baik ilmu yang berkenaan dengan disiplin agama maupun ilmu-ilmu yang berkaitan dengan sains dan teknologi. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 14 Januari 2018

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS

Pontianak, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dua program kerja madrasah bergulir di MTs Aswaja Pontianak, Kalimantan Barat, dalam rangka pembinaan potensi siswa. Jika sebelumnya para pelajar di madrasah tsanawiyah ini dikenalkan dengan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, Club Puisi, Ekstra Tari dan Qasidah, maka untuk semester ini dua aktivitas ekstra lain melengkapinya, yakni PKS dan UKS.

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS

PKS dalam hal ini adalah singkatan dari Patroli Keamanan Sekolah, sedangkan UKS merupakan kependekan dari Usaha Kesehatan Sekolah. Kedua kegiatan ekstrakurikuler tersebut telah berjalan sejak Januari 2015 dan terus mematangkan diri.

PKS aktif di bawah bimbingan Waka Kesiswaan MTs Aswaja Dasta Hariansyah. Sesuai dengan kepanjangannya, PKS bertugas membantu keamanan lalu lintas siswa MTs Aswaja dan pengguna jalan lainnya saat jam masuk sekolah di depan madrasah setempat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan pada jam shalat dhuhur dan pulang sekolah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Siswa yang tergabung dalam PKS ini adalah beberapa siswa yang pernah mengikuti kegiatan Polmas (Polisi Masyarakat) Pelajar yang diadakan Poltabes Kota Pontianak beberapa waktu lalu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara untuk UKS, di bawah koordinator Amriana beberapa kali mengadakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dalam hal ini Puskesmas Pal Lima. Di antara kegiatan yang dilakukan dalam kerja sama ini adalah pengukuran tinggi badan, pengecekan kesehatan gigi, penyuluhan dan sebagainya.

“PKS dan UKS ini sangat besar artinya dalam proses pembelajaran warga madrasah. Dan tentunya memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa. Dan yang pasti adalah adanya ekskul ini akan semakin memperkuat database sebagai penilaian madrasah atau akreditasi ke depan. Jaya PKS, Jaya UKS, Jaya Aswaja,” ujar Kepala MTs Aswaja, Sholihin HZ, Kamis (26/2). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Aswaja, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 01 Januari 2018

STAINU Jakarta Kerja Sama dengan Persaudaraan Maroko-Indonesia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Organisasi Persaudaraan Maroko-Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (13/11) malam.

STAINU Jakarta Kerja Sama dengan Persaudaraan Maroko-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Kerja Sama dengan Persaudaraan Maroko-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Kerja Sama dengan Persaudaraan Maroko-Indonesia

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Qulyubi dan Ketua Organisasi Persadaraan Maroko-Indonesia Prof Dr Mariam Ait Ahmed usai kuliah umum “ad-Dirasah al-Islamiyah, Mafhumuha wa Majaluha”.

Isi kesepakatan di antaranya adalah pertukaran pengenalan budaya dan kunjungan ilmiah di kalangan ulama dan budayawan Indonesia-Maroko. Keduanya juga berkomitmen melaksanakan proyek pengembangan disiplin, pemikiran, dan ekonomi Islam, serta bahasa Arab dan penerjemahan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Menerjemahkan kitab-kitab dari bahasa Indonesia ke Arab dan dari Arab ke Indonesia,” bunyi salah satu butir dalam lembar nota kesepahaman (MoU) berbahasa Arab tersebut.

Prof Mariam mengaku senang dapat menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Secara hisotris, hubungan sudah dipraktikan sejak kakeknya Ibnu Batutah pada abad keenam hijriyah. Presiden Sukarno juga merupakan pendorong kuat kemerdekaan Maroko dari penjajah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Hubungan saya dengan Indoensia lebih dari sekadar nasionalitas, yaitu rasa cinta,” kata guru besar perbandingan agama Universitas Ibnu Thufail Maroko ini.

Mujib menyampaikan terimakasih atas perhatian dan kerja sama pihak Maroko selama ini. Menurut dia, Prof Mariam banyak berjasa melancarkan kegiatan para pelajar NU di Maroko, termasuk mahasiswa STAINU Jakarta yang belajar di Universitas Ibnu Thufail.

“Beliau (Prof Mariam, red.) ini menjadi ibu bagi para mahasiswa kita yang ada di sana. Kontribusi beliau tak diragukan lagi,” pujinya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Khutbah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock