Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 



Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah  Nahdlatul Ulama (RMINU) bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengadakan pelatihan, pendampingan, dan magang mekanik sepeda motor untuk santri Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor (Sumber Gambar : Nu Online)
24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor (Sumber Gambar : Nu Online)

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor

Sebanyak 24 santri mengikuti pelatihan itu selama kurang lebih 4 bulan ke depan. Mereka akan berlatih di dalam kelas dan praktik langsung di lapangan. 

Pelatihan ini memberikan pengetahuan pada santri agar mampu memperbaiki dan mengetahui perkembangan sepeda motor. Kebutuhan akan sepeda motor di pesantren tak kalah pentingnya dengan alat transportasi lain. 

Dengan adanya kemampuan baru ini, pesantren diharapkan memiliki tenaga ahli yang paham sepeda motor. YDBA sudah 37 tahun mendampingi masyarakat untuk berkontribusi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, ada Astra Motor dan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) yang ikut mendukung pelatihan ini. 

Ahmad Muhibbudin selaku wakil ketua YAHM menyatakan, perlu adanya transfer pengetahuan (knowledge) pada masyarakat luas, termasuk santri. Setelah mengikuti pelatihan ini; peluang untuk mengerjakan bidang terkait perbengkelan terbuka lebar. 

Sudah banyak pelatihan seperti ini yang memberikan manfaat pada peserta. Banyak dari mereka menjadi wirausahawan dengan membuka bengkel sendiri atau bekerja di jaringan perusahaan Astra.

"Setelah lulus untuk bisa menjadi wirausahawan," papar Rahmad Handoyo selaku mentor YDBA pada pembukaan pelatihan di kantor Astra Motor Center, Semarang, Selasa, (5/12).

Khoironi, perwakilan PP RMINU memotivasi peserta. Ia mengatakan bahwa pelatihan kali ini bisa jadi menjadi ilmu baru bagi santri. Untuk pesantren salaf; ini hal baru yang harus ditekuni agar mampu menguasainya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Abu Choir, tim pelaksana dari PW RMINU Jateng menambahkan bahwa pelatihan ini ke depan harus ditingkatkan tak hanya dalam pelatihan saja. Perlu adanya pendampingan untuk membuka bengkel di pesantren dengan supervisi dari Astra. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nasional, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 22 Februari 2018

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat

Kulon Progo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) DI Yogyakarta memilih Nova Andriyanto sebagai ketua PW IPNU dan Aini Silvi Arofah sebagai ketua PW IPPNU. Keduanya ditetapkan melalui musyawarah mufakat.

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat

Konferwil IPNU-IPPNU DIY berlangsung pada 26-27 Desember 2015 di SMK Maarif 1 Kabupaten Kulon Progo, DIY. Sidang pemilihan ketua baru IPPNU DIY dipimpin langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Puti Hasni, sedangkan sidang pemilihan ketua baru IPNU DIY dipimpin Masyhuri dari PWNU DIY.

Nova Andriyanto dan Aini Silvi dipercaya memimpin organisasi pelajar NU DIY masa khidmah 2015-2018 secara aklamasi usai seluruh perwakilan Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU setempat mengajukan satu nama calon ketua Pimpinan Wilayah IPNU dan IPPNU DIY.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mekanisme pemilihan melalui musyawarah mufakat ini mendapat apresiasi dari PWNU DIY.? "Secara tidak langsung, sistem musyawarah mufakat ini sesuai dengan sistem Ahul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang diusulkan PBNU,"? kata Masyhuri mewakili PWNU DIY.

Apresiasi juga disampaikan Puti Hasni, ketua PP IPPNU. "Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh dari kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, semoga pimpinan wilayah IPNU-IPPNU dapat dijadikan percontohan bagi pimpinan wilayah yang lain," ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konferwil kali ini mengusung tema “Meneguhkan Spirit Kebersamaan Pelajar dalam Menghadapi Budaya Global Berbasis Kearifan Lokal”. Beberapa kegiatan pendukung juga digelar, di antaranya parade seni dan budaya yang diikuti pelajar NU se-DIY dan dilanjutkan dengan seminar kebudayaan.

Hadir dalam acara pembukaan perwakilan Pimpinan Cabang NU Kabupten Kulon Progo, Muslimat NU DIY, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, dan Pemerintah Provinsi DIY. Dalam kesempatan itu, salah seorang pejabat daerah mewakili Gubernur DIY menyampaikan pesan agar kader IPNU dan IPPNU? menanamkan jiwa kemimpinan sejak dini supaya kelak menjadi pemimpin berkelas dan berintegritas. "Karena karakter suatu bangsa ditentukan karakter pemimpin dan golongan mudanya, dalam hal ini adalah pelajar," pesan gubernur DIY. (Miqdam/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional, Cerita, Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 14 Februari 2018

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan -

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta terus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan yang mereka miliki. Setelah berhasil dengan 6 program sarjana dan satu pascasarjana, kini UNU Surakarta berencana untuk membuka dua program baru, yakni S1 Teknik dan program doktor (S3) Islam Nusantara.

Hal tersebut disampaikan Rektor UNU Surakarta Mufrod Teguh Mulyo dalam rapat senat terbuka pada Wisuda XIX Program Sarjana dan Magister di Kampus UNU Mojosongo, Jebres, Surakarta, Sabtu (25/2).

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara

“Kami optimis tahun depan dua program itu dibuka. Keduanya sudah diajukan ke Kementerian Agama dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan,” papar Mufrod.

Dijelaskan Mufrod, untuk Program Pascasarjana yang sudah ada, yakni Studi Magister (S2) PAI telah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT.

Saat ini, imbuh Mufrod, UNU juga telah mengadakan berbagai kerja sama dengan beberapa pihak, untuk mengenalkan UNU di tingkat Internasional. Salah satunya dengan mengadakan pertukaran dosen, dengan Universitas Malaysia dan Universitas of Kuala Lumpur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan tersebut, Mufrod juga memberikan pesan kepada para wisudawan agar dapat menjaga nama baik UNU dan mampu bersaing dengan universitas lainnya.

Sebanyak 227 mahasiswa mengikuti proses wisuda. Para wisudawan tersebut berasal dari enam program studi yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen, Hukum, Teknik, Hukum Keluarga (Ahwal Sakhsiyah), dan Magister PAI. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 12 Februari 2018

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Phnom Penh,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hampir dua tahun ini, Ustadz Amir mendirikan pesantren Al-Qur’an yang bernama Jami’ul Muslimin. Imam Masjid Al-Jamee’ Al-Islami itu dibantu oleh Nashirin Syamsuddin, yakni pemuda yang pernah mondok selama 5 tahun di pesantren Sabilul Mukhlasin Magelang, pada 2009 hingga 2014 lalu.

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Berbeda dengan di Indonesia, istilah pondok pesantren di Kamboja lebih dikenal dengan sebutan “madrasah”. Adapun istilah santri dalam bahasa Khmer (bahasa lokal Kamboja) dinamakan konsah, sedangkan untuk istilah kiai atau ustadz disebut sebagai "tun" atau "kru", namun istilah kru maknanya lebih luas, seperti guru-guru di sekolah umum.

Pesantren Jamiul Muslimin didirikan sebagai tempat untuk fokus menghafalkan Al-Quran. Tujuan pendirian pesantren ini untuk ‘menghidupkan’ lingkungan tengah kota Phnom Penh yang masyarakatnya mayoritas beragama Buddha. Santri-santri di pesantren ini hanya berjumlah 20 orang dimana rata-rata berusia di bawah 17 tahun.Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Kamboja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nashirin mengatakan, dengan bahasa Melayu yang lumayan fasih, rencananya kelak setelah khatam hafal Al-Qur’an,santri-santri remaja didikannya itu akan dikirim ke berbagai daerah Kamboja untuk menjadi ustadz. Sebenarnya banyak muslim Kamboja yang mencari lembaga pendidikan Islam semacam pesantren. Hanya saja akses serta jumlah pesantren di sana memang masih sedikit.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, Nashirin yang juga sebagai pembina pesantren Jamiul Muslimin itu mengaku berani menerima 100 santri, namun masalahnya tempatsekarang digunakan tidak mendukung.Di samping itu  tempat tinggal santri juga saat ini masih dalam kompleks masjid. Untuk kegiatan santri selain menghafal Al-Quran, mereka juga mendapatkan jadwal untuk menjadi imam shalat Hajat, bersih lingkungan masjid, dan sebagainya. Beberapa santri ada mempunyai kebiasaan berpuasa sunnah Senin dan Kamis.

Perkembangan Hubungan Keagamaan

Dalam topik lain,Ustadz Amir menambahkan bahwa sekitar sepuluh tahun ini sudah masuk paham Wahabi di kalangan muslim Kamboja, namunjumlah mereka tidak banyak serta tidak berani melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh mayoritas muslim Kamboja yang mayoritas bermazhab Syafiiyah. Situasinya mungkin tak separah paham Wahabi di Indonesia yang sering kali meresahkan masyarakat muslim yang gemar menjalankan tradisi serta ajaran ulama Aswaja dan Wali Songo.

Saya sendiri sebenarnya penasaran tentang keberadaan makam ulama atau wali yang ada di kawasan ibu kota Phnom Penh Kamboja, namun Ustadz Amir tidak mengetahui secara pasti hal yang saya tanyakan itu.

Ia hanya menceritakan bahwa dahulu pernah hidup seorang alim yang bernama Haji Muhammad Kacik Shagid. Tokoh ini dikenal sebagai ulama yang bisa mengetahui artikicauan-kicauan burung.

Dikisahkan dahulu burung-burung biasanya memberikan informasi tertentu yang hendak disampaikan ke penduduk, dan hanya Haji Muhammad Kacik Shagid yang bisa memahami  kicauan burung. Sayangnya,ulama ini tersebut termasuk di antaranya ulama yang dibunuh oleh rezim Pol Pot. Sayangnya lagi, sosok yang punya karomah tersebut makamnya tidak ditemukan sampai sekarang.

Lebih jauh, dalam pandangan ustadz Amir hubungan muslim dengan umat Buddha di Kamboja sampai hari ini tetap terjalin dengan baik. Semenjak berakhir perang saudara yang dahulu pernah terjadi di Kamboja sebab kudeta yang terjadi beberap kali, hingga saat ini tidak ada pergesekan atau konflik antara kedua agama tersebut.

Apalagi Perdana Menteri Kamboja Han Sen juga membebaskan Muslim Kamboja untuk mendirikan masjid dan melaksanakan kegiatan keislaman, termasuk juga sekarang membolehkan anak perempuan memakai jilbab ke sekolah.

Dalam kesempatan selanjutnya, saya hendak mengunjungi kawasan KM. 7, Chrang Chromres, Phnom Penh, dimana kawasan mayoritas tersebut dihuni oleh muslim. Sebagaimana informasi dari dari Ustadz Amir, banyak jejak Islam dan aktivitas muslim Kamboja yang bisa digali lebih banyak di kawasan tersebut. (M. Zidni Nafi’, santri asal Qudsiyyah Kudus, peserta Program Pemuda Magang Luar Negeri 2017 dari Kemenpora RI)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sunnah, Nusantara, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Siapa tidak mengenal Syaikh Ibnu Hajar Al-Asqalani? Ulama asal daerah Asqolan ini begitu besar jasanya bagi perkembangan keilmuan Islam, khususnya di bidang ilmu Hadist, melalui beberapa karyanya, antara lain kitab Fathul Bari, Bulughul Maram dan lainnya.

Namun, baru-baru ini terdengar kabar memprihatinkan yang datang dari Mesir, tempat Ibnu Hajar dimakamkan. Diberitakan, kondisi makam penulis kitab Al-Isabah fi Tamyizis Shahabah, ensiklopedi para sahabat, ini dalam kondisi rusak tak terawat.

Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kondisi Makam Ibnu Hajar Al-Asqalani Memprihatinkan

Menurut penuturan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Agus Maftuh, yang kini tengah berada di Kairo, kondisi atap makam Syaikh Ibnu Hajar sudah hancur dan di luar makam banyak dipenuhi kotoran hewan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sedih dan trenyuh ketika melihat peristirahatan terakhir (Ibnu Hajar) yang hampir runtuh. Tahun 2005 ketika saya ziarah kondisinya masih bagus, tapi sekarang atapnya sudah hancur dan di depan pintu penuh kotoran hewan karena dijadikan pasar hewan,” ungkap Agus Maftuh dalam akun facebook-nya, Jumat (22/8).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Agus, kondisi ini diperparah dengan ulah yang dilakukan oleh beberapa oknum yang meletakkan tumpukan tanah di depan pintu makam. “Tumpukan tanah, sengaja ditempatkan di depan pintu agar orang tidak meziarahi ulama besar ini karena Wahabi menganggapnya ‘ulama sesat’ dan makamnya pernah akan mereka hancurkan,” terang Agus.

Penulis pengantar dalam buku Islam Kosmopolitan karya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menambahkan, saat ini kota asal Ibnu Hajar, Asqolan atau Asqelon yang kini masuk wilayah Israel, tengah diliput banyak media Internasional. “Semoga barokahe Ibnu Hajar, para kaum Yahudi, Islam, dan Kristen dapat rukun,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Awal November, Peringatan Pengukuhan Wayang sebagai Pusaka Dunia Dimulai

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Yayasan Pesantren Kaliopak, Yogyakarta, akan menggelar peringatan 11 tahun pengukuhan wayang sebagai Adikarya Pusaka Kemanusiaan Dunia oleh Lembaga Kebudayaan PBB (UNESCO). Kegiatan digelar selama sebulan, 1 November – 6 Desember 2014, dipusatkan di Kompleks Pesantren Kaliopak, Piyungan, Yogyakarta.

Rangkaian acara peringatan dilaksanakan oleh Komunitas Rumah Budaya Nusantara Pesantren Kaliopak Piyungan Yogyakarta, atas bantuan dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan dukungan-dukungan lain dari berbagai lembaga, individu dan komunitas budaya yang peduli.

Awal November, Peringatan Pengukuhan Wayang sebagai Pusaka Dunia Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal November, Peringatan Pengukuhan Wayang sebagai Pusaka Dunia Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal November, Peringatan Pengukuhan Wayang sebagai Pusaka Dunia Dimulai

Awal November, Sabtu-Ahad (1-2/11) kegiatan dimulai dengan acara peluncuran di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, bersamaan dengan pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selanjutnya, peringatan Pengukuhan Wayang sebagai Pusaka Dunia akan dipusatkan di Pesantren Kaliopak Yogyakarta, dimulai dengan Diskusi Pendahuluan “Epos Mahabharata, Lakon-Lakon Wayang Jawa dan Cultural Studies” pada 10 November bersama Ki Herman Sinung Janutama (Spiritualis Jawa di Yogyakarta), Dr. St. Sunardi (Dosen IRB, Univ Sanata Dharma Yogyakarta), dan Dr. Holland C. Taylor (Spiritualis dan Ahli Sastra Jerman dari Harvard University USA).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional “Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Prof. Dr. Sri Heddy Ahimsa Putra (UGM), Dr. Sindhunata SJ. (Majalah Basis), M. Jadul Maula (Pesantren Kaliopak) pada 17 November. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri dijadwalkan menyampaikan pidato iftitah dalam seminar ini.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan hingga 6 Desember berturut-turut mulain Belajar Bersama “Pesantren, Wayang, dan Jatidiri Bangsa”, Pameran Bentuk-bentuk dan Komik Wayang, Lomba Mewarnai dan Dongeng Wayang, Wayang Edukatif, Pentas Seni Tradisi dan Modern, dan Pagelaran Wayang Kulit.

Pagelaran Wayang Kulit diselenggarakan pada 6 Desember sebagai puncak acara, sekaligus penutup kegiatan pameran dan rangkaian event publik lainnya, akan digelar wayang kulit semalam suntuk, dengan lakon “Ilange Pusaka Jamus Kalimasadha”, dalang Ki Gondo Suharno. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional, Pondok Pesantren, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 12 Januari 2018

Ali Masykur Pimpin PKB kubu Gus Dur

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Terjawab sudah teka-teki siapa yang bakal menempati posisi Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kubu Ketua Umum Dewan Syura KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dia adalah Ali Masykur Moesa.



Ali Masykur Pimpin PKB kubu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur Pimpin PKB kubu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur Pimpin PKB kubu Gus Dur

Ali Masykur yang sebelumnya merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Dewan Tanfidz menggantikan Muhaimin Iskandar, terpilih secara aklamasi. Ia ditunjuk oleh tim asistensi yang bertugas membantu Gus Dur menentukan ketua umum.

"Dengan ini tim asistensi yang membantu ketua dewan syuro sepakat menunjuk dan mengangkat saudara Ali Masykur Moesa sebagai Ketua Umum PKB," kata anggota tim asistensi yang juga Ketua DPW Kalimantan Selatan Rosehan N.B. saat membacakan hasil akhir rapat pleno tim formatur di arena Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB Gus Dur, di Parung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/5).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

 

Penunjukan Ali Masykur ini untuk mengisi jabatan lowong yang ditinggalkan Muhaimin. Ali Masykur akan menjabat posisi ketua umum PKB untuk masa jabatan 2008-2010.

Gus Dur menyatakan, penunjukan Ali Masykur sebagai ketua umum PKB untuk tidak mengurangi kekompakan DPP PKB kubunya. Diharapkan dengan perubahan yang tidak banyak mempermudah proses selanjutnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Setelah kami bersidang diputuskan susunan DPP PKB yang baru. Dan, sebenarnya hanya ada perubahan kecil saja agar tidak mengurangi kekompakan kita," kata Gus Dur.

Sebelumnya, sempat mengemuka tiga nama yang bakal mengisi posisi ketua umum Dewan Tanfidz. Di antaranya, Ali Masykur, Zanubah Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) dan Muamir Muin Syam. Namun, Yenny kemudia menolak dipilih sekaligus mendukung Ali Masykur.

Dalam pidatonya, Yenny Wahid menegaskan dirinya tidak bersedia maju dalam pemilihan Ketua Umum PKB. Menurut Yenny, langkah ini diambil untuk menghargai ayahnya Gus Dur, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB.

"Saya berharap keputusan ini membuat MLB PKB happy ending (berakhir bahagia)," ujar Yenny yang selanjutnya meminta peserta MLB mendukung Ali Masykur selaku ketua umum. (rif/mkf/dtc)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Tokoh, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock