Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Secara formal, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) telah berubah dari organisasi pemuda menjadi organisasi pelajar sejak tahun 2003, akan tetapi upaya mengembalikan ruh yang sebenarnya butuh waktu yang cukup panjang.



IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar

Awalnya, IPPNU memang organisasi pelajar yang masuk ke sekolah, madrasah dan pesantren, tetapi kebijakan Orde Baru yang hanya mengizinkan OSIS di sekolah-sekolah telah menyebabkan IPPNU merubah dirinya menjadi organisasi pemuda.

Perubahan juga meluaskan lingkup cakupan garapan sampai pada tingkat mahasiswi, bahkan segmen pelajar tidak tersentuh. Segmen pemuda menjadikan usia juga meluas menjadi 12-30 tahun. Struktur baru yang diakibatkan oleh kebijakan Orde Baru ini tidak bisa dengan gampang dirubah, diantarnya usia para pengurus yang umumnya bukan lagi para pelajar, banyak diantaranya yang sudah bergelar S2.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua IPPNU Margareth Aliyatul Maemunah menuturkan, sejumlah upaya dilakukan sebagai tahapan untuk menjadi organisasi pelajar yang sebenarnya.

“Kita tak kepingin terbelenggu seperti dalam pola lama terus. Setiap kegiatan sekarang segementasi kita ya pelajar. Ngadain kemah ya dengan pelajar, sahur on the road juga pelajar. Pra rapimnas sekarang, kita ngadain debat berbahasa Inggris untuk pelajar, lomba karya tulis ilmiah dan penulisan novel untuk pelajar dan santri,” terangnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Upaya lain adalah penurunan usia para pengurus yang terus dilakukan secara bertahap. Jika pada periode lalu, usia maksimal dibatasi 30 tahun, maka pada Rakernas IPPNU beberapa waktu lalu, disepakati usia maksimal 27 tahun. Ia menjelaskan, PBNU sendiri bahkan telah mendesak usia diturunkan menjadi 25 tahun, tetapi untuk itu dibutuhkan waktu untuk mempersiapkan para kadernya.

“Menyiapkan orang tak semudah yang dibayangkan, yang jelas kita sudah sepakat usia maksimal 27 tahun,” jelasnya.

Beberapa kegiatan yang mengambil segmen pelajar yang sedang digarap diantaranya Lembaga Korps Kepanduan Putri, Pecinta Alam, Palang Merah Ramaja, pendirian lembaga konseling bagi remaja putri dan lainnya.

Ia mengakui, ada diantara segmen-segmen lembaga untuk menangani para pelajar yang dibentuk tersebut yang belum berjalan maksimal karena minimnya sumberdaya, tetapi ia yakin, ini merupakan sebuah proses transformasi yang harus dijalani.

Dalam Rapimnas yang akan digelar Desember mendatang, ia juga akan menggandeng Maarif NU dan Rabithah Maahid Islamiyah untuk bersinergi dengan IPPNU dalam membentuk pelajar yang memiliki akidah ahlusunnah wal jamaah ala NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Ahlussunnah, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 12 Februari 2018

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Phnom Penh,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hampir dua tahun ini, Ustadz Amir mendirikan pesantren Al-Qur’an yang bernama Jami’ul Muslimin. Imam Masjid Al-Jamee’ Al-Islami itu dibantu oleh Nashirin Syamsuddin, yakni pemuda yang pernah mondok selama 5 tahun di pesantren Sabilul Mukhlasin Magelang, pada 2009 hingga 2014 lalu.

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Berbeda dengan di Indonesia, istilah pondok pesantren di Kamboja lebih dikenal dengan sebutan “madrasah”. Adapun istilah santri dalam bahasa Khmer (bahasa lokal Kamboja) dinamakan konsah, sedangkan untuk istilah kiai atau ustadz disebut sebagai "tun" atau "kru", namun istilah kru maknanya lebih luas, seperti guru-guru di sekolah umum.

Pesantren Jamiul Muslimin didirikan sebagai tempat untuk fokus menghafalkan Al-Quran. Tujuan pendirian pesantren ini untuk ‘menghidupkan’ lingkungan tengah kota Phnom Penh yang masyarakatnya mayoritas beragama Buddha. Santri-santri di pesantren ini hanya berjumlah 20 orang dimana rata-rata berusia di bawah 17 tahun.Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Kamboja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nashirin mengatakan, dengan bahasa Melayu yang lumayan fasih, rencananya kelak setelah khatam hafal Al-Qur’an,santri-santri remaja didikannya itu akan dikirim ke berbagai daerah Kamboja untuk menjadi ustadz. Sebenarnya banyak muslim Kamboja yang mencari lembaga pendidikan Islam semacam pesantren. Hanya saja akses serta jumlah pesantren di sana memang masih sedikit.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, Nashirin yang juga sebagai pembina pesantren Jamiul Muslimin itu mengaku berani menerima 100 santri, namun masalahnya tempatsekarang digunakan tidak mendukung.Di samping itu  tempat tinggal santri juga saat ini masih dalam kompleks masjid. Untuk kegiatan santri selain menghafal Al-Quran, mereka juga mendapatkan jadwal untuk menjadi imam shalat Hajat, bersih lingkungan masjid, dan sebagainya. Beberapa santri ada mempunyai kebiasaan berpuasa sunnah Senin dan Kamis.

Perkembangan Hubungan Keagamaan

Dalam topik lain,Ustadz Amir menambahkan bahwa sekitar sepuluh tahun ini sudah masuk paham Wahabi di kalangan muslim Kamboja, namunjumlah mereka tidak banyak serta tidak berani melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh mayoritas muslim Kamboja yang mayoritas bermazhab Syafiiyah. Situasinya mungkin tak separah paham Wahabi di Indonesia yang sering kali meresahkan masyarakat muslim yang gemar menjalankan tradisi serta ajaran ulama Aswaja dan Wali Songo.

Saya sendiri sebenarnya penasaran tentang keberadaan makam ulama atau wali yang ada di kawasan ibu kota Phnom Penh Kamboja, namun Ustadz Amir tidak mengetahui secara pasti hal yang saya tanyakan itu.

Ia hanya menceritakan bahwa dahulu pernah hidup seorang alim yang bernama Haji Muhammad Kacik Shagid. Tokoh ini dikenal sebagai ulama yang bisa mengetahui artikicauan-kicauan burung.

Dikisahkan dahulu burung-burung biasanya memberikan informasi tertentu yang hendak disampaikan ke penduduk, dan hanya Haji Muhammad Kacik Shagid yang bisa memahami  kicauan burung. Sayangnya,ulama ini tersebut termasuk di antaranya ulama yang dibunuh oleh rezim Pol Pot. Sayangnya lagi, sosok yang punya karomah tersebut makamnya tidak ditemukan sampai sekarang.

Lebih jauh, dalam pandangan ustadz Amir hubungan muslim dengan umat Buddha di Kamboja sampai hari ini tetap terjalin dengan baik. Semenjak berakhir perang saudara yang dahulu pernah terjadi di Kamboja sebab kudeta yang terjadi beberap kali, hingga saat ini tidak ada pergesekan atau konflik antara kedua agama tersebut.

Apalagi Perdana Menteri Kamboja Han Sen juga membebaskan Muslim Kamboja untuk mendirikan masjid dan melaksanakan kegiatan keislaman, termasuk juga sekarang membolehkan anak perempuan memakai jilbab ke sekolah.

Dalam kesempatan selanjutnya, saya hendak mengunjungi kawasan KM. 7, Chrang Chromres, Phnom Penh, dimana kawasan mayoritas tersebut dihuni oleh muslim. Sebagaimana informasi dari dari Ustadz Amir, banyak jejak Islam dan aktivitas muslim Kamboja yang bisa digali lebih banyak di kawasan tersebut. (M. Zidni Nafi’, santri asal Qudsiyyah Kudus, peserta Program Pemuda Magang Luar Negeri 2017 dari Kemenpora RI)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sunnah, Nusantara, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 11 Februari 2018

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Tim verifikasi pengawasan dana desa yang dibentuk oleh Camat Blambangan Umpu, Hamdani M.Zen, dikritik Ketua LPPNU Kabupaten Way Kanan Yoni Aliestiadi. Menurut Yoni, Camat Blambangan Umpu tidak mematuhi Permendagri No. 114/2014 tentang Pembangunan Desa dalam membentuk tim verifikasi alokasi dana desa.

Kritik yang dilakukan LPPNU Way Kanan tersebut sebagai upaya pengawasan terrhadap penggunaan dana desa dan juga mensukseskan program Kementrian Perdesaan Dan Transmigrasi.

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Yoni Aliestiadi menambahkan tim verifikasi bertugas memeriksa berkas kelengkapan penggunaan dana desa di 25 kampung se-Kecamatan Blambangan Umpu dengan anggaran sebesar Rp 15.859.190.340 yang dicairkan melalui dua tahap.Tahap pertama 60% dan tahap kedua 40% dialokasikan untuk 70% kegiatan infrastruktur pembangunan desa serta 30% untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Seharusnya camat cermat membuat tim dengan berpedoman pada Peraturan Mendagri Nomor 114 tahun 2014. Lazimnya anggota tim verifikasi tidak semuanya Pegawai Negeri Sipil, ada utusan masyarakat atau pendamping desa profesional,” kata Yoni, Selasa (21/6).

Menurut Yoni, dua anggota tim juga PNS yang saat menjabat sebagai Pj kepala kampung. Yakni, Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) yang kini menjabat juga Pj Kepala Kampung Panca Negeri dan Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan) yang saat ini menjabat Pj Kepala Kampung Negeri Bumi Putra,” kata Yoni.

Susunan tim verifikasi dana desa terebut, kata Yoni, ibarat jeruk makan jeruk.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Masa tim memeriksa dirinya sendiri?” ujarnya.

Yoni berharap Bupati Waykanan dapat menggantikan PJ kepala kampung atau anggota tim verifikasi penggunaan dana desa supaya tim bisa benar-benar bekerja maksimal dan profesional.

“Kami sangat berharap dana desa digunakan untuk kegiatan yang telah direncanakan, tanpa ada yang dimintai setoran ataupun potongan dana yang mengatasnamakan bupati atau pejabat Pemda kabupaten Way Kanan,” tandasYoni Aliestiadi.

Camat Hamdani saat hendak dimintai konfirmasi, Selasa (21/6) tidak ada di kantornya. Ruangan kantornya terkunci. Sekretaris Kecamatan Blambangan Umpu, Sudarno, mengatakan tim verifikasi penggunaan dana desa telah terbentuk pada bulan Mei 2016 yang dibuat dan ditandatangani oleh Camat Handani.

“Tim diketuai oleh Sekretaris kecamatan, saya sendiri,” kata Sudarno.

Anggota tim, kata Sudardo, antara lain Damiri (Kasi Pembangunan), Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan), Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) , Suryantini (Kasi Pelayanan), dan Nasution (staf Kecamatan). (Heri Aminudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Nusantara, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 06 Februari 2018

PCINU Mesir Sukses Terima Anggota Baru 2015

Kairo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir sukses menggelar orientasi penerimaan anggota baru (Opaba) 2015, Sabtu 14 Februari 2015, di aula Griya Jawa Tengah, Distrik 10, Nasr City, Kairo, Mesir, mulai pukul 10.00 hingga 23.30 waktu setempat.

Program tahunan LKNU (Lembaga Kaderisasi Nahdlatul Ulama) PCINU Mesir ini dihadiri sekitar 120 anggota baru yang merupakan mahasiswa baru  tahun kedatangan 2014, serta puluhan jajaran pengurus tanfidziyyah dan badan otonom PCINU Mesir. Gelaran Opaba tahun ini mengusung tema "Melahirkan Tunas Baru yang Dinamis, Kritis dan Loyalis".

PCINU Mesir Sukses Terima Anggota Baru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir Sukses Terima Anggota Baru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir Sukses Terima Anggota Baru 2015

"Nahdlatul Ulama selamanya akan selalu wasathi (berada di tengah), tidak timpang kanan maupun kiri. Bukan radikal juga liberal. Sebuah manhaj yang selaras dengan al-Azhar sebagai corong keilmuan Islam," tutur Rais Syuriah PCINU Mesir KH Muhlason Jalaluddin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Beragam informasi mengenai paham Ahlussunnah wal Jamaah diwartakan kepada peserta, dengan menghadirkan Syeikh Ala Musthafa Naimah dari Iskandaria untuk memberikan tausiah dah taujih kepada para nahdliyyin.

"Semoga dengan hadirnya Syekh Ala bisa semakin mempererat hubungan antara PCINU Mesir dengan masyayikh al-Azhar," terang Ketua PCINU Mesir HM Nurul Ahsan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ahsan menambahkan, "Dengan adanya orientasi penerimaan anggota baru, diharapkan anggota baru bisa lebih mengenal PCINU Mesir dan lembaga serta lajnahnya, badan otonom FATAYAT, Said Aqil Siradj Center (SASC), dan Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH)". (M Minanulloh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaksi al-Qalam pesantren Darul Falah Be-Songo menggelar pelatihan jurnalistik bersama kontributor Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan M Zulfa. Bertempat di qoah pesantren Be-Songo agenda ini merupakan kegiatan pascaliburan untuk mengisi kegiatan menjelang semester baru. Pelatihan ini sekaligus sebagai evaluasi atas terbitnya buletin edisi kedua Februari 2016.?

Materi yang disampaikan berupa manajemen keredaksian, teknik wawancara dan menulis di era teknologi. Santriwan-santriwati pesantren Be-Songo yang mayoritas mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo ini dibekali dengan ketrampilan untuk menghasilkan santri yang tidak hanya menyandang gelar kesarjanaan saja. Soft skill menjadi nilai lebih dari mahasiswa yang tidak tinggal di pesantren.?

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Nilai-nilai pesantren yang tumbuh di pesantren ini tak hilang sebagaimana pesantren pada umumnya, masih ada ngaji dan kajian fiqih rutin, khitobah dan sederet nilai-nilai khas pesantren seperti kemandirian, kekeluargaan, sopan santun, dan lain-lain. Akhlak karimah seperti ini yang harus terus digaungkan melalui media massa baik berupa cetak atau online.?

"Penguatan soft skill untuk santriwan-santriwati ini menjadi bekal di masa yang akan datang setelah mereka kembali ke masing-masing daerah asal mereka," ungkap pengasuh pesantren KH Imam Taufiq.?

Selain itu, kegiatan pascaliburan ini ada pelatihan resolusi konflik, kewirausahaan, peningkatan kepemimpinan, AMT, fashion style, fiqih perempuan dan pelatihan bercocok tanam. Pesantren yang bervisi menjadikan santri berakhlak mulia dengan kompetensi keagamaan dan kecakapan hidup yang handal ini bisa buka di be-songo.or.id. Red: Mukafi Niam?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Nusantara, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Aceh Samsul B Ibrahim mengecam pernyataan tak terpuji Perdana Menteri Australia Tony Abbot yang mengungkit bantuan kemanusiaan pascamusibah gempa dan tsunami pada 2004 silam. Samsul mendesak Tony Abbot meminta maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat Aceh dengan mengunjungi Serambi Mekkah.

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf

Samsul? mengatakan, pihaknya menghargai Australia yang meminta pembatalan hukuman gantung terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran karena kasus Narkoba. Bahkan, sikap enam mantan PM Australia yakni Malcolm Fraser, Bob Hawke, Paul Keating, John Howard, Kevin Rudd, dan Julia Gillard yang menyerukan hal serupa, menurut Samsul merupakan sebuah langkah wajar yang dilakukan tokoh-tokoh Australia terhadap warganya.

“Namun mengungkit bantuan kemanusiaan seperti pernyataan Abbot adalah dosa besar sekaligus mencoreng wajah warga Australia yang mungkin ikhlas membantu Aceh. Dia harus datang ke Aceh untuk meminta maaf secara langsung,” katanya dalam siaran pers, Ahad (22/2).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Samsul menambahkan, hukuman mati terhadap pelaku kriminalitas tertentu bukanlah hal baru dalam konteks hukuman internasional. Praktik hukuman mati sudah diterapkan di berbagai negara baik itu Malaysia, Iran, China, Libya, Suriah, hingga Amerika Serikat.

“Dalam hal vonis hukuman mati yang diputuskan terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di Indonesia, seharusnya Australia fokus mengumpulkan alat bukti tertentu yang mampu menghindari kesalahan vonis. Faktanya hingga vonis dijatuhkan, kesalahan pidana terkait peredaran Narkoba yang dialamatkan kepada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran tak bisa terbantahkan,” tuturnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena itu, Tony Abbot sebagai Perdana Menteri Australia harus menghargai putusan hukum tersebut. Kedaulatan hukum Indonesia merupakan komponen yang tak bisa diintervensi oleh siapapun. Lagipula, putusan hukum itu semata-mata dilakukan untuk memberikan peringatan keras terhadap peredaran Narkoba di Indonesia.

“Ini bicara soal hukum dan kedaulatan negara. Sebagai Pemuda Nahdliyin, apa yang diungkit oleh Abbot sungguh perilaku sangat tercela,” kecamnya.

Ancaman Investasi

Di lain hal, Samsul menyebutkan masyarakat Aceh sebenarnya merupakan masyarakat yang cukup bijak dalam menyambut warga manapun. Buktinya, selama ini perusahaan asal Australia sudah beroperasi di Aceh. Beberapa perusahaan asal Australia itu melakukan investasi di sektor energi, pertambangan, hingga perkebunan.

“Sejauh yang kami terlusuri demikian informasinya. Misalnya seperti Triangle Energy (Global) Limited yang mendapatkan hak pengelolaan blok minyak dan gas di Wilayah Pase. Tidak hanya itu, sekitar Desember 2014 lalu, GeRAK bahkan pernah membuat laporan tentang penjualan izin usaha pertambangan kepada perusahaan asing asal Australia baik di Aceh Selatan, maupun di Tamiang. Nah, gimana kalau hal itu kita lempar ke muka Abbot,” tegas Samsul.

Dia berharap, tokoh-tokoh dan seluruh warga Australia tidak membiarkan perilaku tercela Tony Abbot ini merusak hubungan diplomatis kedua negara. Apalagi selama ini, hubungan kedua negara ini selalu memberikan kontribusi yang terukur bagi kedua negara baik di sektor ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan hal-hal lainnya.

“Kami meminta tokoh-tokoh serta warga Australia untuk menyadarkan Tony Abbot. Mereka harus mendesak Abbot meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh di Aceh, bukan di Canberra. Dia harus berani meminta maaf. Kalau tidak, ini akan menjadi catatan sejarah betapa warga Australia rela dipimpin oleh sosok yang tidak bermoral seperti Abbot,” tutup Samsul. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, IMNU, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 16 Januari 2018

Jamaah Berbagai Negara Berzikir di Banda Aceh

Banda Aceh, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ratusan jamaah zikir dari berbagai negara antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, India, Pakistan, Syiria, Mesir, Libya dan Yaman akan menghadiri acara peringatan 10 tahun tsunami dan Haul Sultan Iskandar Muda ke 378 tahun, yang dikemas dalam kegiatan “Zikir Akbar dan Malam ASEAN Bershalawat Untukmu Ya Rasulullah” di Banda Aceh.

Jamaah Berbagai Negara Berzikir di Banda Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Berbagai Negara Berzikir di Banda Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Berbagai Negara Berzikir di Banda Aceh

Rangkaian berbagai kegiatan yang digagas oleh sejumlah mejelis zikir di Aceh bekerjasama dengan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Pemerintah Aceh akan dimulai sejak 23 hingga 28 Desember mendatang.

“Selasa 23 Desember sejumlah tamu akan tiba di Banda Aceh,” kata Tgk Muhammad Balia dari panitia penyambutan. Selain tamu dari luar negeri, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Palembang juga akan ikut ambil bagian dalam jamaah tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan antaralain, ziarah makam-makam tsunami di Banda Aceh pada 24 Desember, zikir di Masjid Raya pada 25 Desember, upacara peringatan 10 tahun tsunami di Blangpadang pada 26 Desember, upacara adat dan Haul Sultan Iskandar Muda di komplek Makam Sultan Iskandar Muda pada 27 Desember, dan malam kesenian Asean Bershalawat di Blang Pada pada 27 Desember.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Puncak kegiatannya adalah Zikir Akbar dan Asean Bershalawat 10 Tahun Tsunami di Asrama Haji Banda Aceh pada Jumat malam 26 Desember,” kata Tgk Balia. Sejumlah kegiatan yang melibatkan ulama-ulama dari beberapa negara Asean dan beberapa negara lainnya pada peringatan 10 tahun tsunami ini kata Tgk Balia bertujuan untuk menguatkan silaturrahmi antara ulama-ulama dari masing negara dengan ulama-ulama di Aceh, Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh pada umumnya.

“Beberapa dari mereka (tamu yang hadir) sudah tidak asing lagi dengan Aceh. Ketika Aceh dianda tsunami mereka ikut menggalang bantuan dan menyalurkannya langsung ke Aceh,” kata Tgk Balia.

Setiap acara yang akan digelar pada peringatan kali ini terbuka untuk masyarakat umum. Panitia mengundang masyarakat untuk ikut hadir, berzikir dan bershalawat bersama ulama-ulama dan jamaah dari berbagai negara.

Syech DR Ismail Kassim salah seorang ulama berkewarnegaraan Malaysia yang akan hadir pada kegiatan ini merupakan ulama internasional yang kerap datang ke Aceh untuk berbagai keperluan. September lalu ia menyempatkan diri berkunjung ke sejumlah kabupaten di Aceh, mulai dari Birueuen, Pidie Jaya, Labuhan Haji dan Kota Sabang.

“Misi kami di 10 tahun tsunami ini untuk silaturrahmi diantara dua buah negara yang sudah sedia terjalin dari dahulu lagi,” kata Syech Ismail. Pada kedatangan di akhir tahun ini, Ia rencanya juga akan menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim dan pasantren-pasantren dimana bantuan itu juga akan berlanjut hingga di masa mendatang.

“Menanamkan iman dan tauhid melalui kalimah Lailahaillallah supaya masyarakat Aceh tidak goyang dengan apa sahaja musibah yang telah berlaku,” kata Syech Ismail menjelaskan misi kedatangannya bersama sejumlah ulama dari negara-negara lain. Menurutnya, kedatangan sejumlam tamu dari berbagai negara pada peringatan 10 tahun tsunami ini juga menandakan kepedulian berbagai pihak terhadap Aceh. “Kami peduli dan merasakan keperihan rakyat Aceh untuk bangun semula.”

Tamu-tamu yang akan hadir antaralain, Profesor DR. Shahul Hameed dari India, Muhammad Naveed dari Pakistan, Habib Ibrahim al Ahdal dari Yaman, Syech Abd Razak dari Mesir, DR Farad Abdul Karim dan Saed Bukofa dari Libya, Imam Ustaz Muhammad dari Brunei Darussalam, Dato Pangeran Seri Amar Diraja Che Ku Mohd Sahidi Denang, serta Dato Paduka Che Wan Ibrahim Che Wan Ahmad dari Malaysia. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock