Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Kisah Kejujuran dan Pertobatan Kaab bin Malik

Salah satu perang kenamaan di masa Rasulullah adalah Perang Tabuk. Perang ini terjadi pada tahun kesembilan Hijriah, tepatnya pada bulan Rajab. Berdasarkan beberapa riwayat, seperti dalam kitab Sirah Nabawiyyah karya Ibnu Hisyam, perang ini merupakan perang yang berat karena cuaca yang kering, keadaan paceklik, serta lokasi peperangan yang jauh. Kisah berikut disarikan dari keterangan kitab tersebut.

Di antara rombongan umat muslim itu, tersebutlah Kaab bin Malik yang tidak ikut serta dalam keberangkatan menuju Perang Tabuk. Sebelumnya, Kaab bin Malik dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang terpercaya, golongan orang-orang yang pertama masuk Islam, dan selalu mengikuti perang bersama Nabi. Orang-orang tidak meragukan keimanannya.

Kisah Kejujuran dan Pertobatan Kaab bin Malik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kejujuran dan Pertobatan Kaab bin Malik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kejujuran dan Pertobatan Kaab bin Malik

Sayangnya, pada perang Tabuk ini, Kaab bin Malik ketinggalan rombongan sebab keterlambatannya dalam menyiapkan perbekalan. Anda tahu, saat Kaab masih bingung dalam persiapan menuju medan perang Tabuk, ternyata Nabi dan sahabat lain sudah bergegas menuju medan peperangan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kaab bin Malik pun gelisah karena keterlambatannya ini. Ia mengetahui bahwa ketika ada umat muslim yang mangkir dari perang, dan bukan disebabkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka hal tersebut adalah termasuk dosa yang besar.

Dalam kegelisahannya itu, ketika keluar rumah, ia menemui bahwa yang masih berada di sekitar lingkungannya adalah orang-orang yang bermaksud mangkir dari peperangan – konon disebut kaum yang munafik – dan orang-orang lemah yang tidak mampu berperang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di sisi lain, seusai perang, Rasulullah SAW baru menyadari bahwa Kaab bin Malik tidak ikut serta dalam perang Tabuk itu. Ia menanyakan pada para sahabat,

“Kemanakah Kaab bin Malik?”

Kemudian ada yang mengatakan, konon seorang sahabat dari Bani Salimah, mempertanyakan jangan-jangan Kaab ini mementingkan dirinya sendiri. Tapi langsung ia didamprat oleh sahabat Muadz bin Jabal ra.

“Perkataanmu buruk sekali! Tidak pantas kau katakan itu atas Kaab bin Malik!”

Kaab menjadi resah saat ia tahu bahwa ia tertinggal dan absen dari perang. Hal yang ia resahkan, adalah bagaimana ia akan berujar pada Nabi tentang keadaan yang menimpanya. Sempat ada hasrat berbohong, tapi ia urungkan.

Setibanya Nabi di Madinah, lalu menunaikan sembahyang sebagaimana beliau amalkan seusai perang, orang-orang yang tidak mengikuti perang mendatangi beliau dan menyampaikan alasan-alasan mereka. Disebutkan kurang lebih delapan puluh orang. Nabi menerima alasan mereka, dan mengatakan bahwa beliau menyerahkan urusan kebenaran dalam hati mereka dengan Allah. Kaab bin Malik pun menjadi rikuh.

Ia beranikan diri mendatangi Nabi, lantas berkata dengan jujur,

“Sejujurnya Nabi, tidak ada yang menghalangi saya untuk mengikuti perang. Saya rela mendapat hukuman atas kesalahan yang telah saya perbuat. Daripada saya mendapat murka Allah atas alasan-alasan yang saya perbuat, lebih baik saya mendapat hukuman darimu, Nabi,”

Mendengar pengakuan yang tulus itu, Nabi menerimanya. Namun karena beliau tahu bahwa kesalahan yang diperbuat Kaab bin Malik adalah kesalahan yang besar, maka beliau memutuskan untuk menunggu jawaban dari Allah. Rupanya selain Kaab bin Malik, ada dua sahabat lainnya yang mengalami hal serupa, dengan alasan yang sama dengan Kaab bin Malik.

Beberapa hari kemudian, Nabi memerintahkan para sahabat untuk tidak mengajak bicara Kaab bin Malik dan dua sahabat lainnya itu sebagai bentuk hukuman. Tentu saja bagi mereka bertiga, hal itu terasa menyesakkan perasaan. Dalam riwayat, Kaab bin Malik berusaha bertingkah biasa, namun bagaimanapun ia merasakan tekanan yang berat saat diabaikan oleh sahabat-sahabat lainnya. Ia sempat berjumpa seorang sahabat, lantas bertanya,

“Tidak tahukah engkau bahwa aku ini sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya?”

Sahabat itu menjawab, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui tentang hal itu,”

Kaab bin Malik semakin kesulitan. Kemudian pada hari keempat puluh, Nabi menambahkan bahwa Kaab bin Malik dan dua sahabat lainnya yang tidak ikut perang tersebut diminta untuk tidak mendekati istri-istri mereka. Tak terasa, hukuman itu terjadi sampai lima puluh hari. Pada hari kelima puluh itu, Kaab bin Malik melakukan salat sebelum fajar, lantas mengadukan masalahnya kepada Allah.

“Kaab!” Terdengar suara Nabi memanggil. Kaab bin Malik terkejut.

“Sungguh, ampunan Allah sudah tiba untuk kalian bertiga!” terang Rasulullah berseri-seri. Kemudian Rasulullah menyebutkan tiga ayat dari surat At Taubah, yaitu ayat 117 sampai 119 yang menjelaskan tentang ampunan Allah untuk mereka bertiga.

Kaab merasakah bahagia, yang dalam riwayat disebutkan bahwa ia tak pernah sebahagia itu sejak dilahirkan ibunya. Kejujurannya berbuah manis, meski ia harus menanggung konsekuensi atas alasan yang ia sampaikan akibat keterlambatannya mengikuti perang. Dan memang diriwayatkan bahwa alasan keteledoran mereka itu, bukanlah bermaksud untuk berpaling dari kewajiban perang, sehingga Allah mengampuni mereka bertiga. Setiap kejujuran memang sering berimbas pahit, namun bagaimanapun, ia adalah sikap berani mempertanggungjawabkan kesalahan, sebagaimana dicontohkan Kaab bin Malik dan dua sahabat itu. (Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Khutbah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 27 Februari 2018

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Bireuen, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebagai wilayah pertama di Asia Tenggara yang menerima kehadiran Islam sejak abad pertama hijriyah, Aceh merupakan kawasan yang masyarakatnya memiliki karakteristik yang unik. Keunikan karakteristik ini disebabkan kuatnya pengaruh Islam dalam proses pembentukan rakyat Aceh. Bahkan, Islam menjadi asas pembinaan budaya itu sendiri.

“Benteng yang paling berjasa dalam proses pertahanan budaya masyarakat Aceh adalah lembaga pendidikan yang disebut Dayah,” ujar Teungku Haji Hasanoel Bashri HG, salah satu ulama kenamaan asal Samalanga Bireuen, saat ditemui belum lama ini.

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Menurut tokoh yang akrab disapa Abu MUDI ini, kata “Dayah” merupakan kutipan dari bahasa Arab “Zawiyah” yang berarti majelis pengajian. Kata itu kemudian berubah sesuai dengan dialek bahasa Aceh menjadi dayah. Dalam perkembangan selanjutnya, lanjut Abu MUDI, dayah dalam terminologi orang Aceh menjelma sebuah lembaga pendidikan Islam yang berperan aktif membina keteguhan keimanan, akhlak, dan keilmuan masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Selain sebagai pusat pendidikan Islam, Dayah juga tempat para ulama menetap, di mana dalam masyarakat aceh ulama merupakan tempat bertanya dan meminta kepastian hukum agama yang merupakan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ujar Abu MUDI.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) ini bercerita, di masa kejayaan Kerajaan Islam Aceh Darussalam, saat kesultanan dijabat Sultan Iskandar Muda, dayah menjadi lembaga pendidikan resmi yang mencetak aparatur pemerintahan kerajaan. Fakta ini terus berlanjut hingga masa invasi kolonial Belanda.

“Ulama lalu menjadikan dayah sebagai basis perjuangan melancarkan gerakan jihad melawan penjajah. Pada masa itu, peran ulama meluas hingga ranah politik. Masa-masa kolonial Belanda di Aceh merupakan masa berperan penuhnya ulama terutama setelah tertawannya sultan. Ulama tidak hanya berperan sebagai pemimpin agama, tapi juga pemimpin politik dan militer sekaligus,” tuturnya.

Setelah kemerdekaan, tambah Abu MUDI, peran dayah diganti oleh sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah sesuai dengan perkembangan masa dan kebutuhan. Dalam kondisi ini, dayah sebagai lembaga pendidikan tertua tetap mampu eksis di bawah asuhan ulama. “Sistem pendidikan dayah yang tidak memungut biaya pendidikan menjadikannya lebih akrab dengan masyarakat kelas bawah,” ujarnya bangga.

Kini, dayah dihadapkan kepada tantangan modernisasi dan globalisasi yang sejak zaman penjajahan hingga sekarang tidak dapat dihindari. Fenomena ini,  bagi Abu MUDI, telah mengikis budaya islami masyarakat, terutama generasi muda. “Di sinilah peran dayah terbukti mampu memberikan basis moral islami yang kuat bagi generasi muda sehingga mereka memiliki filter dalam menghadapi arus modernisasi,” ujarnya.

Abu MUDI menyebut, kesadaran masyarakat akan fakta tersebut telah menguatkan komitmen para ulama untuk terus melestarikan eksistensi lembaga dayah. Komitmen tersebut diikuti masyarakat dengan menitipkan anak mereka agar turut mengecap pendidikan dayah. “Saya yakin, dayah sebagai satu warisan kebudayaan Islam yang melegenda di masa silam, terus berkembang pada masa kini hingga yang akan datang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 19 Februari 2018

IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Secara formal, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) telah berubah dari organisasi pemuda menjadi organisasi pelajar sejak tahun 2003, akan tetapi upaya mengembalikan ruh yang sebenarnya butuh waktu yang cukup panjang.



IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar

Awalnya, IPPNU memang organisasi pelajar yang masuk ke sekolah, madrasah dan pesantren, tetapi kebijakan Orde Baru yang hanya mengizinkan OSIS di sekolah-sekolah telah menyebabkan IPPNU merubah dirinya menjadi organisasi pemuda.

Perubahan juga meluaskan lingkup cakupan garapan sampai pada tingkat mahasiswi, bahkan segmen pelajar tidak tersentuh. Segmen pemuda menjadikan usia juga meluas menjadi 12-30 tahun. Struktur baru yang diakibatkan oleh kebijakan Orde Baru ini tidak bisa dengan gampang dirubah, diantarnya usia para pengurus yang umumnya bukan lagi para pelajar, banyak diantaranya yang sudah bergelar S2.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua IPPNU Margareth Aliyatul Maemunah menuturkan, sejumlah upaya dilakukan sebagai tahapan untuk menjadi organisasi pelajar yang sebenarnya.

“Kita tak kepingin terbelenggu seperti dalam pola lama terus. Setiap kegiatan sekarang segementasi kita ya pelajar. Ngadain kemah ya dengan pelajar, sahur on the road juga pelajar. Pra rapimnas sekarang, kita ngadain debat berbahasa Inggris untuk pelajar, lomba karya tulis ilmiah dan penulisan novel untuk pelajar dan santri,” terangnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Upaya lain adalah penurunan usia para pengurus yang terus dilakukan secara bertahap. Jika pada periode lalu, usia maksimal dibatasi 30 tahun, maka pada Rakernas IPPNU beberapa waktu lalu, disepakati usia maksimal 27 tahun. Ia menjelaskan, PBNU sendiri bahkan telah mendesak usia diturunkan menjadi 25 tahun, tetapi untuk itu dibutuhkan waktu untuk mempersiapkan para kadernya.

“Menyiapkan orang tak semudah yang dibayangkan, yang jelas kita sudah sepakat usia maksimal 27 tahun,” jelasnya.

Beberapa kegiatan yang mengambil segmen pelajar yang sedang digarap diantaranya Lembaga Korps Kepanduan Putri, Pecinta Alam, Palang Merah Ramaja, pendirian lembaga konseling bagi remaja putri dan lainnya.

Ia mengakui, ada diantara segmen-segmen lembaga untuk menangani para pelajar yang dibentuk tersebut yang belum berjalan maksimal karena minimnya sumberdaya, tetapi ia yakin, ini merupakan sebuah proses transformasi yang harus dijalani.

Dalam Rapimnas yang akan digelar Desember mendatang, ia juga akan menggandeng Maarif NU dan Rabithah Maahid Islamiyah untuk bersinergi dengan IPPNU dalam membentuk pelajar yang memiliki akidah ahlusunnah wal jamaah ala NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Ahlussunnah, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

LDNU Kraksaan Luncurkan “Dakwatun Nahdliyin”

Probolinggo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Kraksaan, Ahad (6/9) malam meluncurkan pengajian rutin Majelis Dzikir dan Sholawat “Dakwatun Nahdliyin” di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan. Kegiatan ini diikuti oleh 1.800 nahdliyin se-PCNU Kota Kraksaan.

LDNU Kraksaan Luncurkan “Dakwatun Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Kraksaan Luncurkan “Dakwatun Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Kraksaan Luncurkan “Dakwatun Nahdliyin”

Pembukaan perdana ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i beserta segenap pengurus NU mulai dari tingkat cabang, wakil cabang, dan ranting se-PCNU Kota Kraksaan.

Ketua PC LDNU Kota Kraksaan KH Masrur Robitullah mengungkapkan, majelis dzikir dan sholawat dakwatun nahdliyin ini dibentuk dengan maksud sebagai mediasi antara nahdliyin dengan pengurus NU baik tingkat cabang, wakil cabang maupun ranting supaya tidak ada miss komunikasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Selain itu, sebagai pembinaan Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) ke daerah-daerah untuk membina dan memantapkan pemahaman Aswaja kepada masyarakat. Sebab dalam kegiatan ini, LDNU menjelaskan tentang Aswaja, praktik sholat dan penyampaian sejarah NU,” ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sedangkan Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili mengaku sangat senang dan bangga atas terbentuknya majelis dzikir dan sholawat dakwatun nahdliyin oleh PC LDNU Kota Kraksaan.?

“Mudah-mudahan dengan adanya wadah ini, PCNU Kota Kraksaan bisa mewarnai dan membangun karakter masyarakat Kota Kraksaan yang berakhlak mulia. Saya kagum dengan Kiai Masrur yang semangat mengembangkan program PC LDNU Kota Kraksaan. Semoga programnya bisa berjalan dengan baik,” harapnya.?

Majelis dzikir dan sholawat Dakwatun Nahdliyin ini akan dilakukan di tiap-tiap MWC (Majelis Wakil Cabang) NU pada minggu pertama setiap bulannya. Kegiatan tersebut akan diisi dengan sholat Isya’ berjamaah, sholat tobat, sholat hajat, dzikir Asmaul Husnah, dzikir istighotsah, sholawat nabi, santunan anak yatim dan diakhiri dengan ceramah agama. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 04 Februari 2018

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD

Palu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tengah, Adha Nadjemuddin meminta kepada seluruh kader organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama di wilayahnya untuk membacakan doa tahlil kepada para korban jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat di Poso, Ahad petang.

"Saya meminta kepada Ansor di kabupaten/kota melaksanakan tahlil bersama. Mari kita doakan mereka," kata Adha Nadjemuddin di Palu, Ahad malam, menanggapi tragedi jatuhnya helikopter jenis Helly Bell 412 EP dengan nomor penerbangan HA-5171 yang menewaskan 13 prajurit TNI tersebut.

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD

Menurut Adha, mereka yang tewas dalam kecelakaan helikopter tersebut adalah pahlawan yang gugur demi NKRI.?

"Kita pantas mendoakan mereka," katanya.?

Adha mengatakan bahwa TNI adalah barisan terdepan pertahanan negara yang harus diberikan penghargaan dan penghormatan, apalagi para korban sedang melaksanakan tugas negara dalam menumpas kelompok sipil bersenjata di Poso.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Mereka telah berjuang secara fisik untuk NKRI. Sementara Ansor berjuang melalui penguatan ideologi. Tujuan kita sama-sama untuk penguatan NKRI," katanya jurnalis LKBN Antara itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adha mengatakan GP Ansor bersama organisasi semi otonomnya Banser sebelumnya telah berencana berdialog dengan Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar tentang penguatan NKRI bersama Banser, namun karena Saiful Anwar lebih banyak berkantor di Poso sehingga dialog tersebut tidak kunjung dilaksanakan.

"TNI dan Polri adalah mitra dari Banser. Mereka banyak membantu pelatihan dan pendidikan kepada Banser," katanya.

Menurut Adha, institusi TNI, Polri dan Banser adalah institusi yang masuk dalam daftar sasaran kelompok sipil bersenjata, teroris.

Adha mengatakan dirinya bertemu terakhir kali bersama Danrem 132 Tadulako saat apel siaga kedatangan Wakil Presiden ke Palu dalam rangka gerhana matahari total.

"Di situ saya bangga dengan beliau, karena tidak kompromi dengan kelompok yang mencoba mengacaukan NKRI," katanya.

Danrem 132/Tadulako Kol Inf Saiful Anwar gugur dalam tragedi jatuhnya heli yang ia tumpangi dari Napu menuju Poso usai memantau Operasi Tinombala menumpas teroris di daerah itu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Samarinda, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hotel Bumi Senyiur Samarinda tampak ramai, Jumat (13/04) siang. Di dalamnya penuh dengan para aktivis NU dari berbagai daerah di Indonesia, berkisar 200-an orang. Mereka sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rembuk Nasional tentang Sumber Daya Alam yang ditangani oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Acara tersebut juga melibatkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBNNU) se-Indonesia.

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, pertemuan tersebut dimulai dengan pra-acara, yaitu penampilan Grup Habsyi Labaika Samarinda Sebrang. Puluhan Muslimat Samarinda tersebut mampu mencairkan suasana, melantunkan shalawat nabi dengan nada yang amat merdu. Tak sedikit hadirin yang tersihir olehnya, bahkan hadirin menyempatkan diri memotret sekaligus mengabadikan penampilan Grup Habsyi melalui video klip.

Penampilan Grup Habsyi cukup lama, berkisar sejam. Ketika jam menunjukkan pukul 14.30, MC membacakan susunan acara. Bersamaan dengan itu, ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj telah hadir di tengah-tengah hadirin. Tampak mendampingi kang Said beberapa pengurus PBNU, seperti Prof Maksum, H Marsudi Syuhud, dan ketua PWNU Kalsel HM Rasyid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaktur     : Mukafi Niam



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, News, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para dosen Pascasarjana Program Magister (PPM) Islam Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar diskusi pemantapan kurikulum tahun akademik 2015/2016 di ruang Media Center lantai 5 Gedung PBNU Jakarta, Rabu (7/10) sebelum proses perkuliahaan perdana dimulai.

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

“Rapat dan diskusi ini digelar guna mengevaluasi proses perkuliahaan yang telah lalu sehingga bisa memperbarui kualitas kurikulum dan proses perkuliahaan ke arah yang lebih baik,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA.

Dari dinamika diskusi berdasarkan beberapa semester lalu yang sudah berjalan, para dosen sepakat untuk memasukkan matrikulasi bahasa. Antara lain bahasa Belanda, Arab, dan Jawa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Alasannya jelas, karena literatur-literatur terkait sejarah Islam di Nusantara sangat banyak yang masih berbahasa Belanda dan Jawa selain Arab dan Arab pegon,” terang Ulin.

Diskusi ini dihadiri oleh narasumber diantaranya, Prof Dr M Dien Madjid, Dr Rumadi, Dr Mastuki Hs, dan Hamdani, PhD. Serta para staf akademik, Muhammad Afifi, MH, Ayatullah, MFil, dan Muhammad Idris Masudi, Lc, SThI.

Angkatan pertama, PPM Islam Nusantara STAINU Jakarta berhasil mencetak magister pertama sebanyak 45 orang dengan mengkaji tesis mengenai khazanah Islam Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tahun akademik 2015/2016 ini, pascasarjana menerima sebanyak 90 mahasiswa dari berbagai program beasiswa. Program beasiswa Kemenag untuk guru sebanyak 20 orang, beasiswa program pendidikan kader ulama (PKU) sebanyak 25 orang, program beasiswa 1 tahun STAINU Jakarta 30 orang, dan 25 orang lagi dari program beasiswa Yayasan Said Aqil Siroj. Perkuliahaan perdana akan dilaksanakan mulai Jumat, 9 Oktober 2015 besok. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Amalan, Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock