Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Belajarlah Tawadhu pada Tanah

Kudus,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pembelajaran tentang hakikat fitrah manusia disampaikan KH Ahmad Asnawi saat memberikan tausiyah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan peresmian Masjid Al Hamid Desa Mlati Kidul, Kota Kudus, kemarin.

Menurut Wakil Rois MWCNU Kecamatan Gebog Kudus itu setiap  manusia memiliki naluri maupun sifat bagus seperti tanah yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari yakni tentang ketawadhuan dan tidak boleh sombong,

Belajarlah Tawadhu pada Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajarlah Tawadhu pada Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajarlah Tawadhu pada Tanah

“Manusia diciptakan Allah dari tanah, sudah seharusnya menyesuaikan diri bersikap sesuai naluri tanah yang tidak pernah sombong,” katanya dalam acara Maulid Nabi, Sabtu (8/2) itu. 

Ahmad Asnawi menerangkan bahwa seharusnya manusia selalu memberi manfaat  kepada orang lain, sehingga jikalau ada manusia mengganggu orang lain berarti dirinya keluar dari naluri manusiawi. 

“Begitu pula halnya tanah, selalu memberi kemanfaatan dan setiap makhluk pasti membutuhkannya. Maka naluri manusia harus berbuat baik kepada orang lain,”ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Naluri lainnya, jelas KH Asnawi, tanah diperlakukan sejahat apapun dia akan berusaha memberikan yang terbaik bagi manusia. Ia mencontohkan, tanah dibajak pakai traktor ia mampu menghasilkan tanaman padi dan tumbuhan.

“Bila manusia diperlakukan seperti ini sudah sebaiknya bisa menahan diri dan  tidak perlu marah seraya tetap memberikan kebaikan pada orang lain,” ujar alumni santri pesantren Sarang Rembang.

Dipaparkan, manusia harus juga mampu menutupi kesalahan orang lain sejelek apapun sebagaimana tanah. Bangkai yang busuk misalnya, akan hilang manakala sudah dikubur maupun tertutup dengan tanah.

Disamping itu, tanah diperlakukan apapun oleh yang menguasai selalu siap menerimanya. Manusia juga harus siap menjadi apa saja ketika Allah yang menguasai berkehendak kepadanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pada intinya, fitrah manusia mempunyai akhlakul karimah karena diciptakan Allah dari tanah. Semua naluri tanah ada dalam diri manusia, hanya perkembangan yang bisa merusaknya,” pungkasnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Bireuen, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebagai wilayah pertama di Asia Tenggara yang menerima kehadiran Islam sejak abad pertama hijriyah, Aceh merupakan kawasan yang masyarakatnya memiliki karakteristik yang unik. Keunikan karakteristik ini disebabkan kuatnya pengaruh Islam dalam proses pembentukan rakyat Aceh. Bahkan, Islam menjadi asas pembinaan budaya itu sendiri.

“Benteng yang paling berjasa dalam proses pertahanan budaya masyarakat Aceh adalah lembaga pendidikan yang disebut Dayah,” ujar Teungku Haji Hasanoel Bashri HG, salah satu ulama kenamaan asal Samalanga Bireuen, saat ditemui belum lama ini.

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Menurut tokoh yang akrab disapa Abu MUDI ini, kata “Dayah” merupakan kutipan dari bahasa Arab “Zawiyah” yang berarti majelis pengajian. Kata itu kemudian berubah sesuai dengan dialek bahasa Aceh menjadi dayah. Dalam perkembangan selanjutnya, lanjut Abu MUDI, dayah dalam terminologi orang Aceh menjelma sebuah lembaga pendidikan Islam yang berperan aktif membina keteguhan keimanan, akhlak, dan keilmuan masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Selain sebagai pusat pendidikan Islam, Dayah juga tempat para ulama menetap, di mana dalam masyarakat aceh ulama merupakan tempat bertanya dan meminta kepastian hukum agama yang merupakan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ujar Abu MUDI.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) ini bercerita, di masa kejayaan Kerajaan Islam Aceh Darussalam, saat kesultanan dijabat Sultan Iskandar Muda, dayah menjadi lembaga pendidikan resmi yang mencetak aparatur pemerintahan kerajaan. Fakta ini terus berlanjut hingga masa invasi kolonial Belanda.

“Ulama lalu menjadikan dayah sebagai basis perjuangan melancarkan gerakan jihad melawan penjajah. Pada masa itu, peran ulama meluas hingga ranah politik. Masa-masa kolonial Belanda di Aceh merupakan masa berperan penuhnya ulama terutama setelah tertawannya sultan. Ulama tidak hanya berperan sebagai pemimpin agama, tapi juga pemimpin politik dan militer sekaligus,” tuturnya.

Setelah kemerdekaan, tambah Abu MUDI, peran dayah diganti oleh sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah sesuai dengan perkembangan masa dan kebutuhan. Dalam kondisi ini, dayah sebagai lembaga pendidikan tertua tetap mampu eksis di bawah asuhan ulama. “Sistem pendidikan dayah yang tidak memungut biaya pendidikan menjadikannya lebih akrab dengan masyarakat kelas bawah,” ujarnya bangga.

Kini, dayah dihadapkan kepada tantangan modernisasi dan globalisasi yang sejak zaman penjajahan hingga sekarang tidak dapat dihindari. Fenomena ini,  bagi Abu MUDI, telah mengikis budaya islami masyarakat, terutama generasi muda. “Di sinilah peran dayah terbukti mampu memberikan basis moral islami yang kuat bagi generasi muda sehingga mereka memiliki filter dalam menghadapi arus modernisasi,” ujarnya.

Abu MUDI menyebut, kesadaran masyarakat akan fakta tersebut telah menguatkan komitmen para ulama untuk terus melestarikan eksistensi lembaga dayah. Komitmen tersebut diikuti masyarakat dengan menitipkan anak mereka agar turut mengecap pendidikan dayah. “Saya yakin, dayah sebagai satu warisan kebudayaan Islam yang melegenda di masa silam, terus berkembang pada masa kini hingga yang akan datang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 24 Februari 2018

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo

Kediri, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur menggelar apel akbar di Pondok Pesantren Lirboyo Jawa Timur, Senin (19/8) hari ini. Pesantren Lirboyo merupakan tempat tinggal almarhum Gus Maksum, pendiri dan pemimpin pertama organisasi pencak silat NU ini.

Ketua PW Pagar Nusa Jatim Faidhol Mannan mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan 38 pimpinan cabang Pagar Nusa se-Jatim untuk menghadiri apel akbar yang dipusatkan di Aula Al-Muktamar Lirboyo. Apel akbar kali ini dihadiri sekitar 2000 pendekar.

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo

Apel akbar yang dirangkai dengan halal bi halal ini diisi dengan istigotsah yang dipimpin oleh KH Hamim Al Zaini. Sebelum acara dimulai juga digelar peragaan kembangan pencak silat oleh pendekar cilik dan senior Pagar Nusa.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Para pendekar Pagar Nusa yang hadir mengenakan pakaian seragam pencak silat hitam-hitam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mendekati pelaksanaan Pilgub Jatim 29 Agustus, tak pelak kegiatan apel akbar ini diwarnai dengan aksi dukungan untuk salah satu calon, yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Gus Ipul menghadiri acara halal bi halal dan apel akbar Pagar Nusa yang disambut pimpinan Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuqi. Sejumlah kiai yang selama ini mendukung pasangan Karsa juga hadir seperti KH Anwar Iskandar.

Gus Ipul sempat melakukan dialog dengan beberapa pendekar Pagar Nusa dan meminta doa agar dirinya yang maju mendampingi Soekarwomenang Pilgub Jatim, 29 Agustus mendatang.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 18 Februari 2018

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten, melalui badan eksekutif mahasiswa mendirikan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai bentuk pembumian Aswaja di kalangan mahasiswa setempat.

Dalam rilis yang diterima Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Jumat (21/11), piha STISNU mendorong organisasi ekstra kampus tersebut menjadi motor penggerak pengembangan ajaran Ahlusunah wal Jamaah di Tangerang.

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII

“Apalagi, kalian lahir (menjadi alumni) nanti asli dari produk perguruan tinggi yang mengembangkan Aswaja sebagai manhajnya,” kata DR. Bahruddin, salah satu petinggi kampus.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai upaya rintisan, Masa Pemerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang menjadi jenjang pertama kaderisasi PMII telah dilaksanakan 6 November lalu. Mapaba kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada hari berikutnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

STISNU Nusantara mewajibkan mahasiswanya untuk bergabung di organisasi ini. Tercatat ada 126 mahasiswa yang telah terdaftar. “Insya Allah, berawal dari kampus PTNU (perguruan tinggi NU), kami bisa meng-Aswaja-kan generasi muda di Tangerang,” tutur Eko Wiyono, ketua panitia Mapaba dan PKD. (Mahbib Khoiron)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Amalan, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 14 Februari 2018

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia

Ankara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pria penembak Duta Besar Rusia untuk Turki telah teridentifikasi bernama Mevlut Mert Altintas, seorang anggota Polisi Kota Ankara berusia 22 tahun.

Dia menembak Andrey Karlov (66) hingga tewas dengan beberapa kali tembakan di bagian dada. Saat itu Karlov sedang menghadiri pembukaan pameran fotografi di Ibu Kota Turki, Ankara, Senin (19/12/2016). Karlov sempat berpidato sebelum ditembak oleh Altintas yang berada tepat di belakangnya.

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Penembak Teriakkan Takbir dan Aleppo Usai Tewaskan Dubes Rusia

Dikutip Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dari Daily Mail, Altintas berteriak histeris sambil mengangkat tangan kiri dan mengacungkan jari telunjuk usai melumpuhkan Karlov.?

“Allahu Akbar! (God is Great). We die in Aleppo, you die here! (Allahu Akbar! Kami mati di Aleppo, kamu mati di sini),” teriak Altintas dilansir Daily Mail, Senin (19/12).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Allahu Akbar! Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Syiria! Hanya kematian yang dapat menyingkirkanku dari sini. Semua orang ambil bagian dalam penindasan ini harus membayarnya," teriaknya lagi.

Kantor berita setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12) menyatakan, penyerang langsung dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Pasukan khusus Turki saat itu telah mengepung gedung tempat peristiwa terjadi.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Daily Mail menyebut, Altintas berhasil dilumpuhkan dalam waktu 15 menit setelah melancarkan aksinya. Ia tewas setelah baku tembak dengan petugas Kepolisian Turki. Tiga orang lainnya dikabarkan juga terluka akibat kejadian ini. Seorang saksi mengatakan suara tembakan muncul selama beberapa waktu setelah serangan.

Sebelumnya, Jurnalis Surat Kabar Hurriyet seperti dikutip Reuters mengatakan, penyerang meneriakkan slogan-slogan Islam saat melakukan aksinya.



Pada sebuah foto yang viral di Twitter, terlihat gambar seorang pria memakai setelan resmi tengah memegang pistol. Ia berdiri dekat dengan podium di galeri yang banyak tergantung gambar di dindingnya. Terlihat juga empat orang, termasuk Dubes Rusia, tergeletak di lantai.

Serangan terhadap Karlov disebut-sebut muncul terkait konflik Suriah di Turki. Hubungan Rusia dan Turki telah lama penuh konflik karena kedua negara itu mendukung sisi yang berlawanan.

Wali Kota Ankara menegaskan, penembakan Karlov dilakukan untuk merusak hubungan Turki-Rusia. Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul pasukan Suriah yang didukung Rusia tengah berusaha menguasai bagian timur Kota Aleppo. Hal tersebut memicu aliran pengungsi.?

Tak begitu jelas siapa yang melakukan serangan, namun ISIS diketahui telah aktif di Turki dan beberapa kali mengakui telah melakukan sejumlah serangan bom. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Nahdlatul Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 11 Februari 2018

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Bojonegoro, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pasca Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur KH Misbah Syakur wafat, posisinya kosong sebelum diadakan pelantikan. Namun setelah diadakan rapat tertutup pengurus harian Syuriyah PCNU Bojonegoro di Kantor PCNU, jalan Ahmad Yani Bojonegoro, Sabtu (14/9), KH Maimun SyafiI terpilih sebagai Rais Syuriyah 2013-2018.

Usai rapat Katib PCNU BOjonegoro sekaligus pemimpin rapat dan notulensi KH Moh Shofiyullah menerangkan pertemuan di sore itu terkait dengan pengisian posisi kosong, yakni Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro sepeninggal KH Misbah Syakur yang wafat beberapa waktu lalu. Rapat terbatas itu menghadirkan Wakil Rais Syuriyah KH Makmur Soelaiman, KH Munaamul Khoir, KH M Saifuddin Zuhri, KH Abdul Muhaimin Rifai, KH Masyhuri, KH Asfiror Ridlwan, KH M Ghufron Umar, dan Kiai Muhammad Harsono. 

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Dari Katib Syuriyah, mereka yang hadir Wakil Katib Kiai Asyrofi, KH M Jauharul Maarif, Agus Sholahuddin, KH Muhammadun, KH Famudji, KH M Zuhri, H Syaroni, dan H Habrun Hasan. Rapat ini juga dihadiri Ketua Tanfidziyah terpilih 2013-2018 H Cholid Ubed.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Setelah ditawarkan proses pemilihan yang dilakukan secara demokrasi, berdasarkan AD/ART organisasi NU, disepakati voting tertutup. "Hasil kesepakatan rapat yang sesuai AD/ART ini terpilih KH Maimun Syafi sebagai Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro 2013-2018, yang sebelumnya menduduki Mustasyar," ujar KH Shofiyullah kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Dander Bojonegoro itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan, mengajukan permohonan Surat Keputusan (SK) dan sekaligus membahas persiapan pelantikan.

Pasalnya pembahasan terkait pelantikan akan dibahas bersama dan tentunya membentuk kepanitiaan. "Rencananya pelantikan akan dilaksanakan setelah musim haji," terangnya. Namun kegiatan akan berjalan sesuai bidangnya masing-masing seperti halnya Aswaja Center yang terus mengadakan kegiatan.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Cholid Ubed mengatakan jika pertemuan itu merupakan wilayah syuriyah untuk memilih rais pengganti. "Siapapun yang terpilih sebagai Rais Syuriyah atau Owner PCNU Bojonegoro, kita mengikuti," jelasnya.

Terpilihnya KH. Maimun Syafii sudah sesuai AD/ART dan sesuai kesepakatan seluruh pengurus yang mengikuti rapat. "Langkah selanjutnya keputusan ini akan dikirim ke PWNU Jatim untuk dilantik," ungkapnya.

Setelah pelantikan nanti, seluruh pengurus PCNU akan segera melaksanakan agenda program kerja yang dibuat dan kegiatan-kegiatan lainnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Tim verifikasi pengawasan dana desa yang dibentuk oleh Camat Blambangan Umpu, Hamdani M.Zen, dikritik Ketua LPPNU Kabupaten Way Kanan Yoni Aliestiadi. Menurut Yoni, Camat Blambangan Umpu tidak mematuhi Permendagri No. 114/2014 tentang Pembangunan Desa dalam membentuk tim verifikasi alokasi dana desa.

Kritik yang dilakukan LPPNU Way Kanan tersebut sebagai upaya pengawasan terrhadap penggunaan dana desa dan juga mensukseskan program Kementrian Perdesaan Dan Transmigrasi.

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Yoni Aliestiadi menambahkan tim verifikasi bertugas memeriksa berkas kelengkapan penggunaan dana desa di 25 kampung se-Kecamatan Blambangan Umpu dengan anggaran sebesar Rp 15.859.190.340 yang dicairkan melalui dua tahap.Tahap pertama 60% dan tahap kedua 40% dialokasikan untuk 70% kegiatan infrastruktur pembangunan desa serta 30% untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Seharusnya camat cermat membuat tim dengan berpedoman pada Peraturan Mendagri Nomor 114 tahun 2014. Lazimnya anggota tim verifikasi tidak semuanya Pegawai Negeri Sipil, ada utusan masyarakat atau pendamping desa profesional,” kata Yoni, Selasa (21/6).

Menurut Yoni, dua anggota tim juga PNS yang saat menjabat sebagai Pj kepala kampung. Yakni, Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) yang kini menjabat juga Pj Kepala Kampung Panca Negeri dan Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan) yang saat ini menjabat Pj Kepala Kampung Negeri Bumi Putra,” kata Yoni.

Susunan tim verifikasi dana desa terebut, kata Yoni, ibarat jeruk makan jeruk.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Masa tim memeriksa dirinya sendiri?” ujarnya.

Yoni berharap Bupati Waykanan dapat menggantikan PJ kepala kampung atau anggota tim verifikasi penggunaan dana desa supaya tim bisa benar-benar bekerja maksimal dan profesional.

“Kami sangat berharap dana desa digunakan untuk kegiatan yang telah direncanakan, tanpa ada yang dimintai setoran ataupun potongan dana yang mengatasnamakan bupati atau pejabat Pemda kabupaten Way Kanan,” tandasYoni Aliestiadi.

Camat Hamdani saat hendak dimintai konfirmasi, Selasa (21/6) tidak ada di kantornya. Ruangan kantornya terkunci. Sekretaris Kecamatan Blambangan Umpu, Sudarno, mengatakan tim verifikasi penggunaan dana desa telah terbentuk pada bulan Mei 2016 yang dibuat dan ditandatangani oleh Camat Handani.

“Tim diketuai oleh Sekretaris kecamatan, saya sendiri,” kata Sudarno.

Anggota tim, kata Sudardo, antara lain Damiri (Kasi Pembangunan), Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan), Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) , Suryantini (Kasi Pelayanan), dan Nasution (staf Kecamatan). (Heri Aminudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Nusantara, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock