Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperkuat misi kemanusiaan dan mitigasi bencana, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pusat menggelar forum diskusi bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Mereka mengundang sejumlah pejabat SKPD setempat beserta relawan dalam acara yang bertempat di RM Saung Bambu Wulung Ngembal Rejo Kudus, Kamis (26/01).

Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C. Penanggungan menyampaikan apresiasi kepada LPBI NU atas kepeduliannya terhadap persoalan bencana di Kudus. Hal ini tentu saja semakin mengukuhkan bahwa NU merupakan ormas Islam yang amat memperhatikan keselamatan umat.

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus

"Saya mengucapkan terima kasih kepada NU atas terlaksananya kegiatan ini. Artinya selama ini NU memang senantiasa care dengan masyarakat dan ini juga akan menjadi semangat lebih bagi kami," paparnya.

Dalam penanggulangan bencana, imbuh Bergas, memerlukan jalinan kerjasama dengan banyak pihak. Selain pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, sebagaimana dalam slogan, Ormas berfungsi sebagai pelopor penggerak para relawan untuk peduli dengan misi ini.

Sementara itu, Pengurus LPBI NU Pusat, Yayah Ruchyati mengemukakan kegiatan ini adalah langkah awal untuk menyiapkan segala hal terkait mitigasi bencana. Dalam forum ini membahas penyusunan metodologi kajian risiko bencana di Kabupaten Kudus ke depan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Agenda ini nantinya akan berlanjut pada sesi berikutnya yaitu pelatihan pengembangan risiko bencana," tuturnya.

Ruchyati mengharapkan agenda kegiatan ini bisa tuntas sehingga mampu ? menghasilkan kajian dan peta penanggulangan bencana untuk Kabupaten Kudus. "Kerjasama ini akan terus ia jalin agar Kudus mempunyai peta bencana tersendiri. Semoga agenda ini lancar dan terlaksana dengan baik," harapnya.

Kegiatan ini juga didukung oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus. Fajar Nugroho menuturkan bahwa kegiatan mitigasi bencana termasuk dalam perintah Islam. Ia memaparkan dua tujuan hidup manusia yang terdiri dari ibadah dan menciptakan kemakmuran di bumi.?

"Termasuk menolong sesama manusia itu juga menciptakan kemakmuran," katanya.

Bahkan, lanjut Fajar, Rasulullah Saw dalam peristiwa fathu makkah dan perang yang lain melarang pasukannya untuk menebang pohon. Dari peristiwa itu kita bisa belajar bahwa persoalan penanggulangan bencana ini menjadi amat penting.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kita diperintahkan untuk menjaga lingkungan dan menolong sesama sebagaimana seruan Rasul kala itu," pungkasnya. (Farid/Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta agar para lulusan pesantren dibekali keterampilan teknis, sehingga mereka bisa menjadi agen perubahan di masyarakat nantinya.

"Untuk itu, tradisi mandiri yang sudah ada di pondok pesantren perlu dikombinasikan dengan keterampilan teknis, agar lulusannya nanti mampu hidup mandiri dengan bekal keterampilan teknis yang dimilikinya," ujarnya, ketika berkunjung ke Pesantren Roudlotul Mudtadiin di Desa Balekambang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, di Jepara, Jateng, Sabtu.

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis

Ia mengakui, memiliki keinginan menggabungkan dan mengintegrasikan ilmu-ilmu yang berbasis keagamaan dengan ilmu pengetahuan umum. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal tersebut, kata dia, sekaligus untuk menepis kesan bahwa pesantren sangat tertutup, karena kenyataannya cukup terbuka dengan ide-ide baru.

Bahkan, lanjut dia, pengelolaan SMK dengan model pesantren juga memiliki lulusan terbaik.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Jika lulusan pesantren memiliki keterampilan teknis dan jiwa mandiri, diharapkan bisa menjadi agen perubahan di masyarakat dengan baik," ujarnya. 

Sebaliknya, kata dia, jika tidak dilengkapi dengan keterampilan teknis, dikhawatirkan akan menjadi beban masyarakat. 

"Karena nantinya diharapkan menjadi agen perubahan, maka mereka sendiri juga harus terbebas dari beban mereka sendiri," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan asosiasi SMK di pesantren, karena masing-masing bisa saling berbagi.

Artinya, kata dia, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing SMK bisa dievaluasi dan bisa diperbaiki dengan mencontoh SMK lain yang dinilai memiliki kelebihan pada bidang tertentu.

Mohammad Nuh juga menyampaikan apreasiasinya terhadap pemprakarsa terbentuknya asosiasi SMK pondok pesantren yang saat ini jumlahnya sudah mencapai ratusan sekolah.

Dengan terbentuknya asosiasi SMK yang dikelola pondok pesantren, dia berkeyakinan bisa terbentuk kekuatan yang hebat di dalam transformasi kesejahteraan, karena para alumni pondok pesantren nantinya juga hidup di masyarakat. 

Penggagas asosiasi SMK pesantren, merupakan Kepala SMK Roudlotul Mudtadiin, Miftahuddin yang mendapat dukungan ketua maupun pengasuh Ponpes Roudlotul Mudtadiin Balekambang, Kiai Mustamir Wildan dan Kiai Ma`mun Abdollah. 

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Aceh Samsul B Ibrahim mengecam pernyataan tak terpuji Perdana Menteri Australia Tony Abbot yang mengungkit bantuan kemanusiaan pascamusibah gempa dan tsunami pada 2004 silam. Samsul mendesak Tony Abbot meminta maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat Aceh dengan mengunjungi Serambi Mekkah.

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf

Samsul? mengatakan, pihaknya menghargai Australia yang meminta pembatalan hukuman gantung terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran karena kasus Narkoba. Bahkan, sikap enam mantan PM Australia yakni Malcolm Fraser, Bob Hawke, Paul Keating, John Howard, Kevin Rudd, dan Julia Gillard yang menyerukan hal serupa, menurut Samsul merupakan sebuah langkah wajar yang dilakukan tokoh-tokoh Australia terhadap warganya.

“Namun mengungkit bantuan kemanusiaan seperti pernyataan Abbot adalah dosa besar sekaligus mencoreng wajah warga Australia yang mungkin ikhlas membantu Aceh. Dia harus datang ke Aceh untuk meminta maaf secara langsung,” katanya dalam siaran pers, Ahad (22/2).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Samsul menambahkan, hukuman mati terhadap pelaku kriminalitas tertentu bukanlah hal baru dalam konteks hukuman internasional. Praktik hukuman mati sudah diterapkan di berbagai negara baik itu Malaysia, Iran, China, Libya, Suriah, hingga Amerika Serikat.

“Dalam hal vonis hukuman mati yang diputuskan terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di Indonesia, seharusnya Australia fokus mengumpulkan alat bukti tertentu yang mampu menghindari kesalahan vonis. Faktanya hingga vonis dijatuhkan, kesalahan pidana terkait peredaran Narkoba yang dialamatkan kepada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran tak bisa terbantahkan,” tuturnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena itu, Tony Abbot sebagai Perdana Menteri Australia harus menghargai putusan hukum tersebut. Kedaulatan hukum Indonesia merupakan komponen yang tak bisa diintervensi oleh siapapun. Lagipula, putusan hukum itu semata-mata dilakukan untuk memberikan peringatan keras terhadap peredaran Narkoba di Indonesia.

“Ini bicara soal hukum dan kedaulatan negara. Sebagai Pemuda Nahdliyin, apa yang diungkit oleh Abbot sungguh perilaku sangat tercela,” kecamnya.

Ancaman Investasi

Di lain hal, Samsul menyebutkan masyarakat Aceh sebenarnya merupakan masyarakat yang cukup bijak dalam menyambut warga manapun. Buktinya, selama ini perusahaan asal Australia sudah beroperasi di Aceh. Beberapa perusahaan asal Australia itu melakukan investasi di sektor energi, pertambangan, hingga perkebunan.

“Sejauh yang kami terlusuri demikian informasinya. Misalnya seperti Triangle Energy (Global) Limited yang mendapatkan hak pengelolaan blok minyak dan gas di Wilayah Pase. Tidak hanya itu, sekitar Desember 2014 lalu, GeRAK bahkan pernah membuat laporan tentang penjualan izin usaha pertambangan kepada perusahaan asing asal Australia baik di Aceh Selatan, maupun di Tamiang. Nah, gimana kalau hal itu kita lempar ke muka Abbot,” tegas Samsul.

Dia berharap, tokoh-tokoh dan seluruh warga Australia tidak membiarkan perilaku tercela Tony Abbot ini merusak hubungan diplomatis kedua negara. Apalagi selama ini, hubungan kedua negara ini selalu memberikan kontribusi yang terukur bagi kedua negara baik di sektor ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan hal-hal lainnya.

“Kami meminta tokoh-tokoh serta warga Australia untuk menyadarkan Tony Abbot. Mereka harus mendesak Abbot meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh di Aceh, bukan di Canberra. Dia harus berani meminta maaf. Kalau tidak, ini akan menjadi catatan sejarah betapa warga Australia rela dipimpin oleh sosok yang tidak bermoral seperti Abbot,” tutup Samsul. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, IMNU, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelaksanaan tarawih perdana di Masjid Agung Solo, Selasa (9/7) malam kemarin, mengakhiri dualisme seperti yang terjadi pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, shalat tarawih dilaksanakan terpisah dua kelompok dalam waktu yang bersamaan. Namun pada shalat tarawih semalam, terlihat semua jamaah berkumpul menjadi satu di ruang utama.

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi

“Kalau tahun-tahun sebelum memang ada dua salat tarawih di bagian utama masjid dan di serambi. Tapi untuk kali hanya akan ada satu salat tarawih saja, yaitu di ruang utama masjid,” terang Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta, Slamet Abi.

Ratusan jamaah yang mengikuti sholat dengan antusias mengikuti jumlah rakaat yang sudah ditetapkan, yakni 20 rakaat. Sang imam membaca al-Quran dari juz 1. “Ramadan tahun ini kami targetkan dalam shalat tarawih bisa mengkhatamkan Al Qur’an,” ungkap dia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tatkala sudah mencapai delapan rakaat, kemudian jamaah yang ingin 20 rakaat berhenti salat, sampai menunggu salat witir selesai dengan imam berbeda. Baru setelah itu dilanjutkan salat tarawih yang 20 rakaat dengan imam yang pertama.

“Memang agak bingung, tapi sebetulnya ini sudah pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya, jadi ini hanya mengembalikan dari awal,” imbuh Slamet.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menyinggung penyatuan sholat tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, Zaenal Arifin Adnan, menyebut bahwa perubahan itu merupakan sikap toleran terhadap perbedaan pendapat. "Meskipun, cara yang lama sebenarnya juga menunjukkan hal yang sama," terangnya.

Menurutnya, masjid sebesar Masjid Agung memang harus bisa mengakomodir semua kalangan yang memiliki perbedaan pendapat. "Masing-masing memiliki dasar dan dalil yang diyakini," kata Zaenal.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 21 Desember 2017

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sedikitnya 4.000 kader Muslimat NU Jawa Tengah dikerahkan untuk menyukseskan "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A kepada jutaan balita di provinsi ini selama 20 Februari-20 Maret 2007.

"Semua kader Muslimat NU di kabupaten/kota harus ikut berperan dalam peningkatan jumlah anak yang diimunisasi secara gratis dengan pencapaian target lebih dari 95 persen," kata Ketua PW Muslimat NU Jateng, Ismawati, di Semarang, Rabu.

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak

Seperti diberitakan sebanyak 5.614.871 balita usia 0-59 bulan di Jawa Tengah pada 20 Februari-20 Maret 2007 akan menjadi sasaran "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A.

Total sasaran "crash program" meliputi 2.955.195 balita umur 0-59 bulan menjadi sasaran polio, sedangkan 2.659.767 balita umur 6-59 bulan mendapat imunisasi campak dan pemberian vitamin A. "Crash program" merupakan kegiatan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh sasaran termasuk daerah di mana cakupan imunisasi rutin sangat rendah yang bertujuan untuk menghentikan penularan virus campak.

Ia mengatakan, setiap 20 menit satu anak meninggal karena komplikasi campak, sedangkan lebih dari satu juta anak Indonesia diperkirakan belum terimunisasi campak, sehingga bagi Muslimat NU "crash program" merupakan sebuah tantangan.

"Pimpinan Muslimat NU di semua tingkatan perlu terlibat dalam sosialisasi imunisasi campak dan polio. Pencapaian target imunisasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah," katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peran Muslimat NU dalam imunisasi antara lain menyebarkan informasi, penjelasan kepada warga NU, karena ketaatan kepada tokoh agama berbasis agama menjadikan penjelasan dari tokoh panutan bisa lebih dipercaya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Muslimat NU sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup sumber daya manusia di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, katanya.

Ia mengakui, kesadaran orang tua dan kalangan masyarakat yang memiliki balita mengenai manfaat imunisasi masih kurang. "Kalangan masyarakat kadang masih merasa trauma tentang kematian akibat imunisasi campak yang disiarkan media massa," katanya.

Meskipun anak telah mendapatkan imunisasi campak, sebaiknya tetap diimunisasi kembali selama "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A, karena dosis campak kedua menjamin perlindungan anak.

"Campak menyerang permukaan kulit dan sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan anak-anak meninggal akibat komplikasi diare, radang paru-paru, dan kerusakan otak. Campak juga dapat menyebabkan kematian," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Nahdlatul, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Seiring dengan momen peringatan haul ke-18 tokoh NU H Mahbub Djunaidi, Katib Aam PBNU KH Malik Madani menilai pentingnya mengapresiasi dan menimba teladan dari sastrawan Indonesia ini.

“Sudah sewajarnya generasi muda mempelajari biografi Mahbub Djunaidi agar kesinambungan pemikiran dan tradisi NU bisa berlanjut,” kata Menurut kiai asal Madura ini di Jakarta, Rabu (2/10).

Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi

Menurut Kiai Malik, keberlanjutan tradisi dan pemikiran dapat berlangsung dengan cara mendalami dan meneladani tokoh-tokoh terdahulu. “Saya mengenal Pak Mahbub sebagai wartawan, jurnalis, dan tokoh politik yagn sangat disegani di kalangan masyarakat,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dosen UIN Sunan Kalijaga kelahiran 1953 ini mengaku ketenaran Mahbub Djunaidi sudah ia rasakan sejak kecil, ketika pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut masih hidup. “Waktu itu saya masih usia belasan tahun,” tuturnya.

H. Mahbub Djunaidi lahir di Jakarta, 27 Juli 1933. Ia termasuk jurnalis, esais, sastrawan, penerjemah dan politikus tersohor. Selain menjadi salah satu aktivis yang membidani kelahiran PMII sekaligus ketua pertamanya, Mahbub pernah masuk di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mahbub juga sempat menjadi pengurus Gerakan Pemuda Ansor, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi NU), Pertanian Nahdlatul Ulama (Pertanu), dan salah seorang Ketua PBNU. Ia wafat pada 1 Oktober 1995. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 10 Desember 2017

Aspegnu Ajak Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Komite Garam PBNU, sebuah lembaga yang mengawasi Asosiasi Petani Garam Nuantara (Aspegnu) akan melakukan langkah-langkah tertentu untuk memperjuangkan nasib petani garam Indonesia.

Aspegnu Ajak Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)
Aspegnu Ajak Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)

Aspegnu Ajak Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian

Menurut Ketua Komite Garam PBNU, Prof Rokhmin Dahuri, di antara langkah-langkah itu adalah soal produksi.

“Kami akan mencoba terus dengan rekan-rekan perguruan tinggi, lembaga penelitian seperti LIPI, pihak swasta yang kira-kira punya teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani garam yang tergabung di Aspegnu.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal itu diungkapkan Rokhmin yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia masa Presiden Megawati pada konferensi pers tentang rencana kerjasama Komite Garam PBNU dengan PT Garuda Food dalam meningkatkan produksi garam rakyat, di Gedung PBNU, Kamis (22/11).

Kedua, sambung pria kelahiran Bogor 1963 tersebut, Komite Garam akan bergerak pada aspek marketing. “Contohnya dengan Garuda Food yang MoU-nya akan ditandangani di Pati 24 November nanti,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kita juga ingin mengolah garam konsumsi menjadi garam industri, dan kemasan sehingga garam yang akan dipasarkan sangat menarik.

Lebih jauh Rokhmin mengatakan, produksi garam Aspegnu, selain dipasarkan ke perusahaan, juga akan dipasarkan ke kalangan internal NU. Dalam hal ini akan dijalin dengan Muslimat NU. Sosialiasi kepada Mulimat sudah dilakukan di Jawa Tengah.

Ia berharap, semoga tujuan Komite Garam PBNU ini bisa tercapai dengan baik, dan mendapatkan dukungan berbagai pihak.

Komite Garam PBNU berfungsi melakukan pengawasan, pembukaan jaringan, membuatkonsep pemberdayaan petambak garam di Aspegnu.?

Apegnu adalah asosiasi petani garam hasil Kongres Garam Rakyat yang dibidani PBNU melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama, di Madura, 11-12 Juli lalu.

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock