Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Ansor Way Kanan Gelar PKD dan Diklatsar Pasca Pilkada

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan . Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Provinsi Lampung melalui Pimpinan Ranting Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, akan menggelar Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor IV dan Pendidikan serta Pelatihan Dasar (Diklatsar) IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pada 24 - 27 Desember 2015.

"Ansor adalah organisasi kader. Karenanya menjadi sangat omong kosong jika sahabat-sahabat di tingkat anak cabang dan ranting tidak diajak berpikir, diberi tanggung jawab melaksanakan kinerja organisasi," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Gatot Arifianto di Blambangan Umpu yang berada sekitar 220 km utara Kota Bandarlampung, Kamis (3/12).

Ansor Way Kanan Gelar PKD dan Diklatsar Pasca Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Gelar PKD dan Diklatsar Pasca Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Gelar PKD dan Diklatsar Pasca Pilkada

Gatot didampingi Kasatkorcab Banser Alex Almukmin menambahkan, pelaksanaan PKD dan Diklatsar akan digelar di lapangan Kampung Bumi Baru sehubungan di daerah tersebut pada permulaan berdirinya Kabupaten Way Kanan 15 tahun lalu menjadi tempat penyelenggaraan Diklatsar Banser.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Jadi untuk membangkitkan ghirah sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan para senior. Pelaksanaannya juga kami gelar pasca Pilkada 9 Desember 2015. Ini untuk menghindari fitnah tidak diinginkan dan penegasan tidak keberpihakan kami kepada pasangan calon kepala daerah tertentu," ujar alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) II PP GP Ansor itu lagi.

Kendati penyelenggaraan dilimpahkan kepada pimpinan ranting dan telah disepakati sahabat Nuryadin sebagai ketua panitia pelaksana, namun pimpinan cabang tidak lantas cuci tangan atas pelaksanaan kegiatan wajib organisasi tersebut. "Kami ingin menjadi fasilitator, mendorong sahabat-sahabat di tingkat ranting dan anak cabang berpartisipasi aktif," tutur Gatot.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kontribusi mengikuti kegiatan tersebut Rp100 ribu ditambah 2,5 kilogram beras. Peserta akan mendapatkan kaos, konsumsi selama pelatihan, wawasan kebangsaan, motivasi, sertifikat, kartu tanda anggota dan lain-lain yang jika dinominalkan melebihi biaya kontribusi. Informasi lengkap bisa menghubungi nomor Kasatkorcab Banser Way Kanan Alex Almukmin 085382935111 atau Ketua Ranting Ansor Bumi Baru Supriyadi 085366324369. (Heriyanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 20 Februari 2018

Kemnaker Tindak Lanjuti Laporan Saber Pungli

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Unit Pemberantasan Pungli ? (UPP) Kementerian Ketenagakerjaan telah menindak lanjuti seluruh laporan pengaduan pungli yang disampaikan oleh Satgas Saber Pungli ke kementerian ini. Menurut Ketua UPP Kemnaker yang juga Inspektur Jenderal Kemnaker, Sunarno, pihaknya tidak kompromi dengan praktik-praktik pungutan.

Kemnaker Tindak Lanjuti Laporan Saber Pungli (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Tindak Lanjuti Laporan Saber Pungli (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Tindak Lanjuti Laporan Saber Pungli

“Seluruh aduan sudah kami tangani. Ada beberapa yang hasilnya menunggu tim audit,” kata Sunarno dalam keterangan persnya, Senin (14/8). ?

Kecepatan tanggap atas aduan, lanjutnya, bagian dari upaya Kemnaker memberikan pelayanan ketenagakerjaan yang efekti, efisien, cepat, mudah, dan transparan. Perlakuan yang sa tak hanya kepada aduan dari Satgas Saber Pungli saja, tapi juga terhadap aduan masyarakat yang disampaikan langsung ke Kemnaker.

Berdasarkan data UPP Kemnaker, hingga Juli 2017, Kemnaker telah menerima ? 30 pengaduan limpahan dari Saber Pungli pusat. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya merupakan laporan yang sama (laporan dobel), delapan bukan kasus ketenagakerjaan dan telah dikembalikan ke Saber Pungli.

Dengan demikian, hanya 19 aduan yang ditindaklanjuti. Dari jumlah tersebut, ? 14 kasus telah diambil langkah melalui konfirmasi dan klarifikasi ke unit kerja Kemnaker yang terkait, baik di pusat maupun daerah. Hasilnya, aduan tersebut tidak bisa dibuktikan. Adapun lima kasus yang lain, saat ini sedang menunggu hasil audit.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Terhadap laporan yang tidak bisa dibuktikan, tentu tidak ada tindakan lanjutan. Sedangkan yang dalam proses audit, jika terbukti ada praktik pungli, tentu harus ada sanksi yang dijatuhkan,” tegas Sunarno.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dijelasknan pula, dalam ihtiyar menanggulangi praktik pungli, gratifikasi dan korupsi, Kemnaker telah melakukan pemetaan area potensi pungli pelayanan, membuka Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA), membangun regulasi di bidang pencegahan tipikor, pengendalian gratifikasi dan penanganan benturan kepentingan, serta deregulasi ketenagakerjaan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Layanan ketenagakerjaan di PTSA meliputi 17 pelayanan bidang Pelatihan dan Produktivitas, Binapenta dan perluasan kesempatan kerja, Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos, Pengawasan dan Keamanan, Keselamatan Kerja (K3), Perencanaan Pembangunan dan Kesekretariatan.?

Dibidang pelayanan pengaduan masyarakat, Kemnaker telah menyediakan sarana yaitu Whistleblowing System Kemnaker dan Call Center Kemnaker 15000133, Sistem Lapor (dikelola bersama Kemenpan RB), Po Box 555, Tromol Pos 5000 (dikelola bersama Kemenpan RB), Po Box 9949 (dikelola bersama Setneg).

Berdasarkan Hasil Survei Integritas KPK terkait pelayanan publik, Kemnaker mendapat nilai 76,40, secara umum Kemnaker mendapat respon positif. Untuk mencegah pungli dalam pelayanan publik, bentuk pelayanan disajikan dengan mekanisme online untuk menghindari kontak langsung dengan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ubudiyah, Cerita, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 18 Februari 2018

14.250 Warga Sumberasih Ikuti Pemotretan Kartanu

Probolinggo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelaksanaan pemotretan program Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) tiap-tiap ranting di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo berjalan dengan sukses dan lancar. Tidak tanggung-tanggung, tercatat sedikitnya 14.250 warga Nahdliyin turut serta dalam program yang digagas oleh PBNU tersebut.

14.250 Warga Sumberasih Ikuti Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
14.250 Warga Sumberasih Ikuti Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

14.250 Warga Sumberasih Ikuti Pemotretan Kartanu

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan program Kartanu yang digelar oleh MWCNU Kecamatan Sumberasih, Kamis (11/4) malam. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syafi’i, jumlah ini merupakan perolehan terbesar untuk program Kartanu di Kabupaten Probolinggo.

“Dari MWC-MWC yang sudah melaksanakan pemotretan Kartanu, jumlah warga Nahdliyin yang mengikuti Kartanu di Kecamatan Sumberasih merupakan yang terbesar se Kabupaten Probolinggo. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menyambut antusias program Kartanu ini,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Imam, keberhasilan dan kesuksesan pelaksanaan program Kartanu ini diraih berkat kerja sama seluruh pengurus NU, lembaga, lajnah dan badan otonom yang ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penting dan manfaatnya Kartanu sebagai database warga NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Alhamdulillah, semua warga Nahdliyin menyambut baik program Kartanu ini. Mereka datang ke lokasi pemotretan Kartanu sejak pagi untuk ikut antri dan mendapatkan Kartanu. Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Nahdliyin yang ikut memberikan database kepada pengurus NU,” jelasnya.

Dikatakan Imam, sebenarnya warga NU di MWCNU Sumberasih lebih dari 14.250 orang. Hanya saja sebagian besar dari mereka ada yang belum sempat mengikuti pemotretan Kartanu di waktu yang telah ditentukan.

“Selain karena keterbatasan waktu, sebagian besar masyarakat ada yang sedang bekerja ke luar kota sehingga tidak dapat mengikuti pemotretan Kartanu. Tetapi kami akan mengupayakan supaya bisa diadakan pemotretan Kartanu susulan kepada PCNU kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Imam mengungkapkan bahwa kesuksesan pendataan Kartanu ini tentunya membantu pengurus NU dalam mendapatkan data keanggotaan yang benar-benar valid dan akurat. ”Melalui keberadaan Kartanu ini kami berharap data keanggotaan warga Nahdlatul Ulama khususnya di Kecamatan Sumberasih benar-benar valid dan akurat. Sehingga bisa diketahui siapa saja masyarakat yang memang setia kepada NU,” tegasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 07 Februari 2018

Cetak Banser Militan, Ansor Bojong Adakan Diklatsar

Tegal, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal mencetak ratusan kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melalui kegiatan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser.

Cetak Banser Militan, Ansor Bojong Adakan Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Banser Militan, Ansor Bojong Adakan Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Banser Militan, Ansor Bojong Adakan Diklatsar

Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Pramuka "Martoloyo" Desa Suniarsih Kecamatan Bojong berlangsung selama 3 (tiga) hari, Jumat (17/11) sampai Ahad (19/11).

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tegal Didi Permana menegaskan, bagi kader Ansor yang ingin menjadi anggota Banser, wajib hukumnya mengikuti Diklatsar.

Menurutnya, tujuan dari Diklatsar adalah menyiapkan kader Ansor yang militan dan tangguh. "Diklatsar adalah pendidikan internal Ansor untuk membuat kader Banser yang militan, yang teguh dan berkomitmen untuk menjaga NKRI juga berprinsip Ahlussunah wal-Jamaah," tegas Didi saat membuka Diklatsar.

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Bojong, Nasrun Asadani menyebutkan, Diklatsar diikuti sebanyak 120 pemuda dari berbagai wilayah se-Kecamatan Bojong dan utusan sejumlah kecamatan lain.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Peserta Diklatsar bukan hanya dari Bojong, dari luar Bojong juga banyak yang ikut, di antaranya terdiri dari 2 peserta berasal dari Kecamatan Jatinegara, 2 peserta dari Kecamatan Dukuhturi, 3 peserta dari Kecamatan Adiwerna, 9 peserta dari Kecamatan Lebaksiu, dan 104 peserta berasal dari Kecamatan Bojong," bebernya.

Panitia Diklatsar Banser Satkoryon Bojong, Ahmad menambahkan, Diklatsar merupakan salah satu jenjang pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti setiap kader Ansor untuk menjadi Banser.

Dia menjelaskan, berbagai pembekalan diberikan peserta selama 3 hari itu. Mulai dari pelatihan fisik dan mental, seperti kemampuan beladiri, ilmu tenaga dalam, dan pendalaman ke-NU-an, keindonesiaan, bela negara, peraturan baris-berbaris, kelalu-lintasan dan kedaruratan bencana.

Usai Diklatsar masing-masing peserta akan memegang ke-NU-an dan ke Aswajaan. “Bahkan mereka harus siap menjadi garda terdepan menjaga ulama dan kebhnekaan," pungkasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadir dalam pembukaan Diklatsar, Camat Bojong Muhtarom, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bojong, Pengurua PC GP Ansor Kabupaten Tegal, serta Kepala desa Suniarsih. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 31 Januari 2018

Sampai Saat ini, Tujuh Puluh Persen Peserta Tiba di Lombok

Mataram, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kepala Sekretariat Kepanitian Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 Isfah Abidal Azis mengatakan, tujuh puluh persen peserta sudah tiba di Lombok untuk mengikuti acara pembukaan Munas dan Konbes NU besok siang hari.?

“Sampai saat ini peserta yang masuk sekitar tujuh puluh persen,” katanya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Rabu (22/11).

Peserta Konbes NU 2017 ini terdiri dari jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mustasyar, Syuriah, dan Tanfidziyah, Pengurus Lembaga, Badan Otonom, dan perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama.?

Sampai Saat ini, Tujuh Puluh Persen Peserta Tiba di Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampai Saat ini, Tujuh Puluh Persen Peserta Tiba di Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampai Saat ini, Tujuh Puluh Persen Peserta Tiba di Lombok

“Itu untuk konbesnya,” ucapnya.

Adapun peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama, lanjut Isfah, terdiri dari perwakilan pondok pesantren, alim ulama, dan utusan dari Pengurus Wilayah.?

Isfah menyebutkan, pejabat tinggi negara yang sudah konfirmasi hadir adalah presiden, menteri-menteri, pejabat setingkat menteri, panglima TNI, dan Kapolri.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Juga ada pimpinan ormas-ormas Islam, duta-duta besar. Banyak yang sudah memberikan konfirmasi akan hadir,” ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu menerangkan, kesiapan panitia dalam menyambut pembukaan dan acara Munas serta Konbes NU 2017 sudah pada presentase sembilan puluh persen. Ia juga mengaku timnya sudah bekerja secara maksimal terkait dengan kesekretariatan dan administrasi peserta.?

“Kita sudah siap sembilan puluh persen untuk pelaksanaan pembukaan besok,” katanya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Peserta yang sudah hadir bisa kita layani dengan cepat dan baik,” lanjutnya.

Acara pembukaan Munas dan Konbes NU 2017 akan dilaksanakan besok pukul satu siang. Dipastikan peserta akan terus berdatangan ke Lombok sampai esok siang. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ubudiyah, RMI NU, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 27 Januari 2018

Nahdliyin Berhadapan Dua Kutub Ekstrem Ideologis

Samarinda, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kalimantan Timur (Kaltim) Asman Azis mengatakan spirit Resolusi Jihad masih relevan untuk didengungkan karena saat ini Nahdliyin berhadapan dengan dua kutub ekstrem ideologis.

Nahdliyin Berhadapan Dua Kutub Ekstrem Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Berhadapan Dua Kutub Ekstrem Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Berhadapan Dua Kutub Ekstrem Ideologis

Pertama, kata dia, mengentalnya fundamentalisme agama dengan wajahnya islam radikal dan puritan. Kedua, lemahnya negara yang disusupi oleh ideologi ekonomi pro pasar bebas dan pro eksploitasi sumberdaya alam.  

“Di Kaltim, jelas dia, fundamentalisme pasar ini mengambil wujud masuknya investor dan tambang asing yang bercokol dan mengeksploitasi sumberdaya alam,” katanya pada seminar bertema Meneguhkan Kembali Resolusi Jihad, Mendayung diantara Arus Fundamentalisme Agama dan Pasar tersebut di Auditorium Kampus Universitas Mulawarman, Samarinda pada 10 November lalu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, investor asing tersebut meninggalkan kerusakan lingkungan seperti banjir, rusaknya hutan alam, lubang bekas tambang yang mencabut nyawa anak-anak dan pencemaran udara dan air.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Jadi dari segi ekonomi dan sumberdaya alam kita masih dijajah, maka jihad masih diperlukan,” pungkasnya pada kegiatan yang digelar Lakpesdam PW NU Kaltim tersebut.

Soal peringatan Hari Santri, Ketua PBNU KH Farid Wadjdy mengatakan peringatan yang disandingkan dengan hari Pahlawan ingin menegaskan peran santri dan kaum Nahdliyin dalam perjuangan bangsa ini merebut kebangsaan.

“Terbukti bahkan seorang Soekarno pun harus meminta pendapat ulama NU yang akhirnya melahirkan Resolusi Jihad,” ujar dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim.

Resolusi tersebut, kata dia, menjadi motivasi perjuangan di peristiwa perjuangan fisik 10 November di Surabaya saat itu.

Narasumber seminar adalah Pengasuh Ponpes Syechona Cholil Samarinda KH Buchori Noor dan Ketua Program S2 IAIN Samarinda Hj. Siti Muriah. Keduanya mengingatkan bahwa definisi dan kategori santri tidak hanya yang berada di Pondok Pesantren saja, akan tetapi menjadi kriteria moral dan integritas.

“Kalau ada santri bahkan kiai yang masih bisa disogok dan korup maka ia bukan santri,” ujar KH Buchori Noor Mengingatkan Hadirin dan Peserta Seminar.

Sementara Siti Muriah menjelaskan peran kaum perempuan pesantren dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Ia juga mengingatkan bahwa kaum santri jangan terlena hanya karena terbit Kepres (Keputusan Presiden) tentang hari santri.

“Jangan terjebak formalitas, percuma dapat hari santri jika hak-hak dan peran kaum santri secara hukum dan politik belum dipulihkan,” katanya.  

Kita semua tahu, lanjut dia, bahwa hingga saat ini penulisan sejarah masih belum direvisi, peran santri disembunyikan dari narasi ilmiah begitu juga ijazah alumnus pesantren dalam sistem pendidikan kita mestinya juga sudah setara.

“Kaum santri tak boleh dianggap sebagai warga negara kelas dua,” ujar guru besar ilmu pendidikan islam ini menutup presentasinya.

Pada kegiatan tersebut hadir ratusan warga Nahdliyin Kalimantan Timur yang terdiri dari santri, mahasiswa dan pengurus NU. [MJI/Abdullah Alawi]

   

     

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta agar para lulusan pesantren dibekali keterampilan teknis, sehingga mereka bisa menjadi agen perubahan di masyarakat nantinya.

"Untuk itu, tradisi mandiri yang sudah ada di pondok pesantren perlu dikombinasikan dengan keterampilan teknis, agar lulusannya nanti mampu hidup mandiri dengan bekal keterampilan teknis yang dimilikinya," ujarnya, ketika berkunjung ke Pesantren Roudlotul Mudtadiin di Desa Balekambang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, di Jepara, Jateng, Sabtu.

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis

Ia mengakui, memiliki keinginan menggabungkan dan mengintegrasikan ilmu-ilmu yang berbasis keagamaan dengan ilmu pengetahuan umum. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal tersebut, kata dia, sekaligus untuk menepis kesan bahwa pesantren sangat tertutup, karena kenyataannya cukup terbuka dengan ide-ide baru.

Bahkan, lanjut dia, pengelolaan SMK dengan model pesantren juga memiliki lulusan terbaik.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Jika lulusan pesantren memiliki keterampilan teknis dan jiwa mandiri, diharapkan bisa menjadi agen perubahan di masyarakat dengan baik," ujarnya. 

Sebaliknya, kata dia, jika tidak dilengkapi dengan keterampilan teknis, dikhawatirkan akan menjadi beban masyarakat. 

"Karena nantinya diharapkan menjadi agen perubahan, maka mereka sendiri juga harus terbebas dari beban mereka sendiri," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan asosiasi SMK di pesantren, karena masing-masing bisa saling berbagi.

Artinya, kata dia, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing SMK bisa dievaluasi dan bisa diperbaiki dengan mencontoh SMK lain yang dinilai memiliki kelebihan pada bidang tertentu.

Mohammad Nuh juga menyampaikan apreasiasinya terhadap pemprakarsa terbentuknya asosiasi SMK pondok pesantren yang saat ini jumlahnya sudah mencapai ratusan sekolah.

Dengan terbentuknya asosiasi SMK yang dikelola pondok pesantren, dia berkeyakinan bisa terbentuk kekuatan yang hebat di dalam transformasi kesejahteraan, karena para alumni pondok pesantren nantinya juga hidup di masyarakat. 

Penggagas asosiasi SMK pesantren, merupakan Kepala SMK Roudlotul Mudtadiin, Miftahuddin yang mendapat dukungan ketua maupun pengasuh Ponpes Roudlotul Mudtadiin Balekambang, Kiai Mustamir Wildan dan Kiai Ma`mun Abdollah. 

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock