Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat

Kulon Progo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) DI Yogyakarta memilih Nova Andriyanto sebagai ketua PW IPNU dan Aini Silvi Arofah sebagai ketua PW IPPNU. Keduanya ditetapkan melalui musyawarah mufakat.

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat

Konferwil IPNU-IPPNU DIY berlangsung pada 26-27 Desember 2015 di SMK Maarif 1 Kabupaten Kulon Progo, DIY. Sidang pemilihan ketua baru IPPNU DIY dipimpin langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Puti Hasni, sedangkan sidang pemilihan ketua baru IPNU DIY dipimpin Masyhuri dari PWNU DIY.

Nova Andriyanto dan Aini Silvi dipercaya memimpin organisasi pelajar NU DIY masa khidmah 2015-2018 secara aklamasi usai seluruh perwakilan Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU setempat mengajukan satu nama calon ketua Pimpinan Wilayah IPNU dan IPPNU DIY.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mekanisme pemilihan melalui musyawarah mufakat ini mendapat apresiasi dari PWNU DIY.? "Secara tidak langsung, sistem musyawarah mufakat ini sesuai dengan sistem Ahul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang diusulkan PBNU,"? kata Masyhuri mewakili PWNU DIY.

Apresiasi juga disampaikan Puti Hasni, ketua PP IPPNU. "Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh dari kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, semoga pimpinan wilayah IPNU-IPPNU dapat dijadikan percontohan bagi pimpinan wilayah yang lain," ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konferwil kali ini mengusung tema “Meneguhkan Spirit Kebersamaan Pelajar dalam Menghadapi Budaya Global Berbasis Kearifan Lokal”. Beberapa kegiatan pendukung juga digelar, di antaranya parade seni dan budaya yang diikuti pelajar NU se-DIY dan dilanjutkan dengan seminar kebudayaan.

Hadir dalam acara pembukaan perwakilan Pimpinan Cabang NU Kabupten Kulon Progo, Muslimat NU DIY, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, dan Pemerintah Provinsi DIY. Dalam kesempatan itu, salah seorang pejabat daerah mewakili Gubernur DIY menyampaikan pesan agar kader IPNU dan IPPNU? menanamkan jiwa kemimpinan sejak dini supaya kelak menjadi pemimpin berkelas dan berintegritas. "Karena karakter suatu bangsa ditentukan karakter pemimpin dan golongan mudanya, dalam hal ini adalah pelajar," pesan gubernur DIY. (Miqdam/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional, Cerita, Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 18 Februari 2018

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji

Niat dan usaha yang sungguh-sungguh akan mengantarkan seseorang pada sesuatu yang dicita-citakannya. Setidaknya inilah yang diyakini dan diamalkan oleh Karyati, seorang pemulung asal Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Meski secara logika pekerjaan yang dijalaninya merupakan pekerjaan rendahan, tetapi nenek yang berusia sekitar 69 tahun tersebut ternyata mampu mencapai cita-citanya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima naik haji ke tanah suci.

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Seorang Pemulung Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji

Namun demi bisa mencapai keinginannya tersebut, Karyati telah bekerja sangat keras. Bahkan selama 20 tahun lamanya, wanita paruh baya tersebut menyisihkan sebagian jerih payahnya sebagai pengais barang bekas plastik dan kertas.

Janda renta yang mempunyai 4 (empat) orang anak ini berkeyakinan bahwa suatu saat nanti dirinya bakal bisa naik haji ke tanah suci layaknya orang-orang lain yang berduit. Atas keyakinan tersebut, dirinya selalu menyisihkan hasil dari memulung untuk ditabung dan sebagian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Memang untuk mewujudkan impian naik haji ini penuh perjuangan. Karena saya harus menabung selama 20 tahun lamanya. Tetapi saya yakin Allah pasti mengabulkan doa saya untuk bisa melihat Ka’bah secara langsung,” ujar Karyati kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Rabu (18/9).

Menurut Karyati, cita-cita naik haji itu sudah lama terpendam semenjak 2002 lalu. Saat itu dirinya mengaku masih punya toko kelontong di desanya. Masa-masa sulit dilewatinya saat usaha kelontongnya bangkrut di pada tahun 2005. Namun untuk menyambung hidup, Karyati kemudian menjadi seorang pemulung. Meski pekerjaannya terbilang rendah, tetapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk bisa meraih cita-citanya untuk menunaikan ibadah haji.

Sekitar tahun 2004, Karyati mulai mendaftarkan diri sebagai haji Kabupaten Probolinggo. Pada waktu itu, tabungannya dari hasil menjadi pemulung sudah mencapai sekitar Rp. 20 juta. Selain dari hasil memulung, uang tersebut didapat dari beberapa sukarelawan.

“Pernah suatu ketika, tepatnya pada tahun 2010 saya pernah ditipu oleh seseorang yang mencoba menawarkan jasa. Namun tanpa disadari saya tertipu sebesar Rp. 10 juta dan uang tersebut tidak dikembalikan meskipun beberapa waktu kemudian akhirnya ditangkap oleh polisi,” jelasnya.

Dan selama mengejar impiannya, Karyati tidak mau kumpul atau tidur di rumah anak-anaknya. Bukannya tidak sayang kepada anak dan cucunya, namun nenek bercucu 12 orang ini tidak mau mengganggu atau menjadi beban hidup anak-anaknya. Dirinya lebih memilih tidur di toko usang miliknya. Terkadang pula tidur di masjid desanya. “Kalau pas bersih-bersih masjid ada orang kasih rejeki, saya tabung,” katanya.

Namun dengan tekad yang kuat, semua kejadian tersebut tidak mematahkan semangat Karyati untuk mewujudkan cita-citanya untuk dapat berangkat haji. “Saya hanya bisa pasrah namun saya tidak mau putus asa untuk tetap bisa berangkat haji ke tanah suci,” terangnya.

Bermodalkan sebuah sepeda buntut, Karyati keliling dari kampung ke kampung mengumpulkan barang bekas. Sebagian hasilnya digunakan untuk makan dan sebagian lain ditabung untuk bisa naik haji. “Dalam sehari, upah memungut barang bekas sebesar Rp. 10 ribu. Yang Rp. 5 ribu ditabung dan yang Rp. 5 ribu untuk makan,” akunya.

Usaha yang dilakukan Karyati tidak sia-sia. Semua hasil jerih payah dan keikhlasan hatinya membawa Karyati berangkat haji di tahun 2013 ini. Karyati direncanakan akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 29 September 2013 melalui kloter 43 Embarkasi Juanda, Surabaya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Makam, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan

Sumedang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kabupaten Sumedang memberikan penyuluhan hukum berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, HIV/AIDS, dan sosialisasi undang-undang tindak pidana ringan (tipiring). Mereka bertujuan untuk menggugah kesadaran hukum terutama di kalangan pelajar di Sumedang.

Acara yang bertempat di Gedung Islamic Center Sumedang ini dihadiri seribu pelajar yang mewakili sekolah-sekolah setingkat SMA yang ada di Sumedang.

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan

Ketua LPBHNU Sumedang Jandri Ginting sebagai penggagas kegiatan ini mengatakan bahwa penyuluhan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Harlah Ke-93 NU. Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah pelajar. Para pelajar biasanya ingin mencoba dan menikmati hal-hal baru.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Para pelajar sekarang dijadikan objek pemasaran narkoba. Sebab itu NU tertantang untuk mengingatkan bahaya narkoba kepada kaum pelajar dengan cara mengadakan kegiatan ini.

“Para pelajar sekarang banyak yang terjerat pidana ringan. Hal itu mungkin disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang undang-undang tindak pidana ringan (tipiring). Dalam kesempatan penyuluhan ini disosialisasikan juga tentang undang-undang tipiring,” tandas Jandri.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua NU Sumedang H Sadulloh dan Sekda Kabupaten Sumedang H Zaenal Alimin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

H Sadulloh mengatakan bahwa NU Sumedang siap memerangi narkoba. Ketika seseorang mengonsumsi narkoba, akan muncul kejahatan-kejahatan lain yang diakibatkan oleh narkoba tersebut.

“Gara-gara orang mengonsumsi narkoba, orang tersebut bisa membunuh, mencuri, memerkosa, dan berbuat kejahatan lainnya. Karena itu stop narkoba dari sekarang,” kata H Sadulloh.

Sementara Zainal Alimin berpesan agar berhati dengan pikiran karena pikiran bisa menjadikan perkataan. Perkatan bisa memunculkan perbuatan yang membuatnya menjadi terbiasa. “Mari berpikir positif dan jauhi narkoba supaya nasib kita menjadi orang-orang yang baik.” (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Hikmah, Ubudiyah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 24 Januari 2018

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh

Dhaka, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri luar negeri India Sushma Swaraj mengatakan, Myanmar harus memulangkan Muslim Rohingya yang ia nilai sebagai krisis terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa dasawarsa.

Pesan tersebut diungkap pemerintah Bangladesh dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina yang memerintahkan penjaga perbatasan dan pemerintahannya mengiznkan ratusan ribu Muslim Rohingya melintasi perbatasan dan berlindung di kamp-kamp darurat di distrik pesisir Coxs Bazar.

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh

Hampir 600.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dan tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus untuk menghindari apa yang PBB sebut sebagai pembersihan etnis oleh Myanmar.

"Myanmar harus memulangkan warga negara mereka... Ini adalah beban besar bagi Bangladesh. Berapa lama Bangladesh akan menanggungnya? Harus ada solusi permanen untuk krisis ini," jelas Swaraj seperti dilaporkan kantor berita Bangladesh dan dikutip AP.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri India dalam sebuah pertemuan dengan rekannya dari Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan negaranya mengkhawatirkan kekerasan tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kami telah mendesak agar situasi ditangani dengan menahan diri, mempertimbangkan kesejahteraan penduduk," katanya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, September lalu, Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh menyebut etnis Rohingya yang masuk ke India bukan sebagai pengungsi. Bahkan wacana mendeprotasi puluhan ribu Muslim Rohingya pun digulirkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

(Baca: Dianggap Membahayakan, India Akan Deportasi 40 Ribu Muslim Rohingya) 

Singh menilai, tidak seorang pun dari komunitas Rohingya telah mengajukan suaka. Dengan demikian, India tidak akan melanggar hukum internasional bila nanti mendeportasi mereka. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 12 Januari 2018

Ali Masykur Pimpin PKB kubu Gus Dur

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Terjawab sudah teka-teki siapa yang bakal menempati posisi Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kubu Ketua Umum Dewan Syura KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dia adalah Ali Masykur Moesa.



Ali Masykur Pimpin PKB kubu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur Pimpin PKB kubu Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur Pimpin PKB kubu Gus Dur

Ali Masykur yang sebelumnya merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Dewan Tanfidz menggantikan Muhaimin Iskandar, terpilih secara aklamasi. Ia ditunjuk oleh tim asistensi yang bertugas membantu Gus Dur menentukan ketua umum.

"Dengan ini tim asistensi yang membantu ketua dewan syuro sepakat menunjuk dan mengangkat saudara Ali Masykur Moesa sebagai Ketua Umum PKB," kata anggota tim asistensi yang juga Ketua DPW Kalimantan Selatan Rosehan N.B. saat membacakan hasil akhir rapat pleno tim formatur di arena Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB Gus Dur, di Parung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/5).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

 

Penunjukan Ali Masykur ini untuk mengisi jabatan lowong yang ditinggalkan Muhaimin. Ali Masykur akan menjabat posisi ketua umum PKB untuk masa jabatan 2008-2010.

Gus Dur menyatakan, penunjukan Ali Masykur sebagai ketua umum PKB untuk tidak mengurangi kekompakan DPP PKB kubunya. Diharapkan dengan perubahan yang tidak banyak mempermudah proses selanjutnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Setelah kami bersidang diputuskan susunan DPP PKB yang baru. Dan, sebenarnya hanya ada perubahan kecil saja agar tidak mengurangi kekompakan kita," kata Gus Dur.

Sebelumnya, sempat mengemuka tiga nama yang bakal mengisi posisi ketua umum Dewan Tanfidz. Di antaranya, Ali Masykur, Zanubah Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) dan Muamir Muin Syam. Namun, Yenny kemudia menolak dipilih sekaligus mendukung Ali Masykur.

Dalam pidatonya, Yenny Wahid menegaskan dirinya tidak bersedia maju dalam pemilihan Ketua Umum PKB. Menurut Yenny, langkah ini diambil untuk menghargai ayahnya Gus Dur, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB.

"Saya berharap keputusan ini membuat MLB PKB happy ending (berakhir bahagia)," ujar Yenny yang selanjutnya meminta peserta MLB mendukung Ali Masykur selaku ketua umum. (rif/mkf/dtc)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Tokoh, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU

Sumedang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang menggelar pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Banser NU di Pondok Pesantren Al-Mamun Tanjungkerta Sumedang. Diklatsar ini diikuti oleh 60 peserta dan akan dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/9).

Ketua GP Ansor Tanjungkerta Syarif Hidayatullah mengatakan, Diklatsar Banser merupakan salah satu jenjang pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti setiap kader Ansor yang ingin menjadi anggota Banser. Tujuannya adalah merapatkan barisan dalam membentengi para ulama dan menjaga NKRI dari berbagai rongrongan yang ingin memecah belah Indonesia.

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU

Para peserta Diklatsar akan dibekali berbagai ilmu dan pelatihan mulai dari berbagai bentuk pelatihan fisik, mental, kemampuan beladiri, ilmu tenaga dalam, pendalaman ke-NUan, ke-Indonesiaan, bela negara, peraturan baris berbaris, kelalulintasan, dan tanggap darurat bencana.

Sementara Sekretaris PCNU Sumedang Jujun Juhanda mengatakan, jangan pernah keder menjadi seorang Banser. Ada tugas mulia membentang di hadapan sahabat-sahabat karena posisi dan kedudukan Banser berada sebagai pengawal ulama. Tugas dan tanggung jawab Banser juga yaitu menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan juga mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semoga setelah Diklatsar ini selesai, masing-masing peserta bisa memegang teguh ke-NUan dan ke-aswajaan. Bahkan, mereka harus siap menjadi garda terdepan menjaga ulama dan NKRI, tutup Jujun. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Internasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

GP Ansor Way Kanan Ajak Pemuda “Bergerak”

Way Kanan - Lampung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengajak barisan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di daerah tersebut untuk berpikir dan bergerak demi mewujudkan kemandirian kader dan organisasi.

"Darah organisasi itu kader. Jika darah bagus, maka organisasi diumpamakan tubuh juga akan sehat dan kuat. GP Ansor Way Kanan mendorong tumbuhnya kader yang berani berpikir dan bertindak untuk membuat organisasi pemuda NU di Way Kanan ini menjadi organisasi energi, organisasi ibadah, organisasi gerakan yang memiliki bobot sebagaimana namanya, bukan organisasi mulut atau No Action Talk Only alias NATO," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (4/12).

GP Ansor Way Kanan Ajak Pemuda “Bergerak” (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Way Kanan Ajak Pemuda “Bergerak” (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Way Kanan Ajak Pemuda “Bergerak”

Gatot yang terpilih memimpin Ansor Way Kanan pada 7 Oktober 2014 itu menambahkan, sejumlah kegiatan sejak Oktober 2014 terus dilakukan di Way Kanan, dari menjaga sejumlah pengajian, pelatihan anti perdagangan orang bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM, menggelar acara untuk guru dari berbagai tingkatan, mengikuti pelatihan bela negara dihelat Kodim 0427. Termasuk meluncurkan usaha madu sebagai upaya melancarkan roda organisasi juga dilakukan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Terima kasih untuk energi, semangat, senyum, keringat yang diberikan seluruh sahabat Nahdliyin muda dan para benteng ulama untuk GP Ansor Way Kanan yang merupakan rumah bersama, rumah yang dipinjamkan kader, generasi Ansor mendatang kepada pengurus yang sekarang," tuturnya.

Namun demikian, ujar Gatot yang menggagas Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) di Way Kanan itu, pekerjaan rumah masih banyak. "Seluruh jajaran pengurus cabang GP Ansor Way Kanan mengajak kader untuk senantiasa merawat rumah bersama. Ghirah atau semangat harus selalu berkobar, kader Ansor jangan lungkrah. Bersama kita berpikir dan bergerak," kata Gatot yang memiliki? gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu pula.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berkaitan dengan itu, dalam waktu dekat, PC GP Ansor Way Kanan akan menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ke IX dan Pendidikan Kader Dasar (PKD) Ansor IV di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Way Kanan, yakni di Kecamatan Bahuga.

"Setelah ada kegiatan serupa di tiga kecamatan yang berada di Dapil II, yakni di Buay Bahuga, Bumi Agung dan Way Tuba, menjelang akhir Desember tahun ini giliran Bahuga supaya lengkap dan tahun depan bisa bergeser ke Dapil yang lain. Kepastian tempatnya masih dijajaki, tapi yang pasti berlangsung di areal pondok pesantren," kata Gatot menjelaskan.

Sejumlah Diklatsar dan PKD telah dilakukan PC GP Ansor Way Kanan sejak daerah itu berpisah dari Kabupaten Lampung Utara. Karena itu, sejumlah kelemahan akan ditutup dan konten tambahan positif yang mendorong tumbuhnya kader handal akan diberikan pada kegiatan tersebut. "Ada kata gerakan pada nama Ansor, hal itu harus menjadi inspirasi Nahdliyin muda untuk berpikir untuk bertindak. Jadikan organisasi pemuda NU ini sebagai kawah candradimuka bagi para calon pemimpin. Tapi jangan pernah jadikan Ansor organisasi mulut," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock