Dhaka, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri luar negeri India Sushma Swaraj mengatakan, Myanmar harus memulangkan Muslim Rohingya yang ia nilai sebagai krisis terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa dasawarsa.
Pesan tersebut diungkap pemerintah Bangladesh dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina yang memerintahkan penjaga perbatasan dan pemerintahannya mengiznkan ratusan ribu Muslim Rohingya melintasi perbatasan dan berlindung di kamp-kamp darurat di distrik pesisir Coxs Bazar.
| India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online) |
India Desak Myanmar Pulangkan Rohingya dari Bangladesh
Hampir 600.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dan tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus untuk menghindari apa yang PBB sebut sebagai pembersihan etnis oleh Myanmar."Myanmar harus memulangkan warga negara mereka... Ini adalah beban besar bagi Bangladesh. Berapa lama Bangladesh akan menanggungnya? Harus ada solusi permanen untuk krisis ini," jelas Swaraj seperti dilaporkan kantor berita Bangladesh dan dikutip AP.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri India dalam sebuah pertemuan dengan rekannya dari Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan negaranya mengkhawatirkan kekerasan tersebut.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
"Kami telah mendesak agar situasi ditangani dengan menahan diri, mempertimbangkan kesejahteraan penduduk," katanya dalam sebuah pernyataan.Sementara itu, September lalu, Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh menyebut etnis Rohingya yang masuk ke India bukan sebagai pengungsi. Bahkan wacana mendeprotasi puluhan ribu Muslim Rohingya pun digulirkan.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
(Baca: Dianggap Membahayakan, India Akan Deportasi 40 Ribu Muslim Rohingya)Singh menilai, tidak seorang pun dari komunitas Rohingya telah mengajukan suaka. Dengan demikian, India tidak akan melanggar hukum internasional bila nanti mendeportasi mereka. (Red: Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
