Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah!

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Tudingan kafir, bidah, syirik, dan sejenisnya, mesti direspon dengan kepala dingan. Jangan menyikapinya dengan tanggapan negatif pula. Namun, lawanlah dengan cara ilmiah.

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah!

Demikian ditegaskan KH Marzuki Mustamar saat menjadi pemateri Dauroh Aswaja di halaman kantor PCNU di Jalan R Abb Azis Pamekasan, Ahad (22/1). Selain digagas oleh PCNU Pamekasan, acara tersebut melibatkan Pengurus Aswaja Center dan Pengurus MWCNU dari 13 kecamatan.

"Tiap kali kita dituding dengan penilaian negatif, jangan sekali-kali kita diam. Sebab, itu akan membuat mereka kian besar diri. Mereka yang suka mengafirkan atau membidahkan itu, harus diberi pelajaran dengan dalil naqliyah dan dalil aqliyah," tegas Kiai Marzuki di hadapan ribuan warga nadhliyin.

Dari prinsip itu, Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang ini menelorkan gagasan yang diabadikan ke dalam karya monumentalnya, kitab Muhtashor al-Muqtathofat li Ahlilbidayat. Kitab ini dibagikan secara gratis kepada peserta Dauroh Aswaja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Semua amaliyah an-nahdliyah, diurai dalam kitab tersebut beserta dalil-dalilnya. Isinya tidak asal comot, tapi ada dasar autentiknya," tegas Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur ini.

Kitab tersebut menjadi salah satu rujukan utama dalam diskusi keagamaan di Indonesia. Bahkan, telah lama dikaji secara rutin di beberapa masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 bada shalat Isyak. Tidak hanya di satu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Ketika ditelusuri, kitab al-Muqtathofat menawarkan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syari. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indonesia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, beserta yang lainnya, tidak melenceng dari akidah.

"Bahkan, termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW," tukas Kiai Marzuki Mustamar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk diketahui, Dauroh Aswaja dihadiri para pengurus dan anggota lembaga, badan otonom, muslimat NU, para kiai dari ragam pesantren, pejabat, tokoh masyarakat, para pemuda, dan para pelajar se-Kabupaten Pamekasan. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 10 Februari 2018

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, AlaSantri, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 07 Februari 2018

Kehadiran New Media dan Dampaknya bagi Gerakan Radikalisme

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Saat ini new media merupakan kekuatan utama dalam mempercepat tren globalisasi di masyarakat. Dengan dorongan new media, tren global turut menciptakan jaringan-jaringan serta aktivitas sosial baru, mendifinisikan ulang aspek-aspek politik, ekonomi, serta geografi, memperluas relasi-relasi sosial, menguatkan serta mempercepat perubahan-perubahan sosial di masyarakat (Steger: 2009). 

Kehadiran New Media dan Dampaknya bagi Gerakan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kehadiran New Media dan Dampaknya bagi Gerakan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kehadiran New Media dan Dampaknya bagi Gerakan Radikalisme

Sedangkan radikalisme di media online, didefinisikan oleh Bermingham (2009) dengan pengertian sebuah proses yang menjadikan seseorang melalui interaksi online dan penjelajahan pada berbagai tipe konteks internet, yang membuat individu tersebut atau pelakunya berpandangan bahwa kekerasan sebagai sebuah metode yang sah untuk menyelesaikan konflik sosial dan politik.

Riset yang dilakukan lembaga Rand memperlihatkan peran internet dalam proses radikalisasi bagi pelaku ekstrimis keras (violent extremists) dan para teroris. Internet menjadi kunci informasi, komunikasi dan propaganda untuk menyampaikan keyakinan ekstrem. 

Dari itu kemudian muncul beberapa istilah yaitu puritanisme, fundamentalisme, ektrimisme, dan radikalisme.

Puritanisme adalah gerakan keagamaan yang sangat tekstualis dalam memahami nash kitab suci, semangat meniru perilaku nabi dan sahabat dalam urusan ibadah ritual, dan kehidupan sosial. Indikator puritanisme diantaranya kembali kepada ajaran kitab suci yang awal dan bersifat non politik (apolitis), kembali ke kitab suci (Quran-hadits), menolak TBC (Takhayul Bid’ah Churafat), mengedepankan simbol dan identitas keagamaan (jenggot, jidat,isbal).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Fundamentalisme, yaitu gerakan keagamaan menggunakan instrumen politik dan memiliki agenda politik untuk memperjuangkan cita-citanya; penegakkan syariat Islam dalam aturan Negara. Fundamentalisme ditandai dengan menolak sekulerisme, formalisme agama dalam negara, penggunaan instrumen politik dalam memperjuangkan cita cita ideologinya, anti barat dan anti non islam (Amerika, Yahudi, Zionis).

 

Radikalisme adalah gerakan keagamaan yang menolak keberadaan negara karena bukan negara islam, Menolak keberadaan negara (Non State). Ditandai dengan memiliki cita cita politik negara islam, takfiri (menganggap kafir mereka yang berbeda pemahaman keagamaan).

Ekstrimisme merupakan ajakan memerangi dengan cara teror dan kekerasan terhadap mereka yang berbeda pemahaman ideologi dan keagamaan. Indikatornya adalah ajakan perang secara terbuka dengan kekerasan, peledakan bom, perlawanan bersenjata. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tahun 2016, Balitbang Diklat Kemenag melakukan penelitian Wacana Ekstrimisme Keagamaan dalam Media Online. Penelitian dilakukan pada situs-situs Arrahmah.com, dakwatuna.com, panjimas.com, VOA Islam.com, Portalpiyungan.org, Hidayatullah.org, Islampos.com, Bersatulahdalamgerejakatolik.com, Majalahraditya.com

Untuk pendalaman data, pemilihan lokasi wawancara dilakukan berdasarkan kriteria wilayah-wilayah yang diasumsikan memiliki kerentanan persoalan keagamaan, baik berdasarkan populasi agama, konflik maupun maupun wilayah yag diasumsikan sebagai basis ormas-ormas berhaluan keras. Berdasarkan kriteria tersebut maka dipilih Pasuruan, Kota Solo, Ambon, Bandung, Medan, dan Bali sebagai lokasi penelitian.

Pengamatan terhadap situs Islam, memperlihatkan bahwa persoalan ‘kebijakan’ Israel khususnya terhadap Palestina masih menjadi pusat perhatian situs-situs Islam untuk diberitakan kepada masyarakat. Hal tersebut diindikasikan dari hasil identifikasi kata kunci yang dominan dalam observasi. Kata kunci “Israel” menempati posisi tertinggi sebagai isu terkait dengan berita Islam di dalam situs berita online yang berafiliasi kepada Islam.Selain isu “Israel”, kata kunci “Syiah” juga merupakan isu yang dominan dalam pemberitaan situs-situs berita Islam.  

(Baca juga: Di Balik Pemblokiran 24 Situs Ekstrem)

Secara umum, berdasarkan besaran persentase frekuensi kata kunci, terdapat 4 kata kunci dominan, yaitu Israel (22%), Syiah (18%),  Pelestina (11%), dan  Amerika Serikat (10%).  Selain 4 kata kunci tersebut,  juga terdapt “ISIS” (8%), “Tolikara/GIDI” (7%), “BNPT-DENSUS 88-BIN” (6%), “Intifadha” (5%),“Rezim Al-Sisi” (5%) dan LGBT (5%) menjadi kata kunci yang cukup tinggi sebagai isu didalam pemberitaan situs-situs Islam yang diobservasi. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni berharap pemberian tunjangan fungsional bagi guru honorer madrasah sebesar Rp 200 ribu per bulan untuk setiap guru dimasukkan dalam RAPBN 2007.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Komisi VIII DPR, Menteri Keuangan, Menneg PPN/Kepala Bappenas pada 3 November 2006. Namun, karena alasan pagu anggaran yang diterima Depag tahun 2007 terbatas, usulan tersebut urung terakomodasi dalam RAPBN 2007.

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007

"Kami sangat mengharap perhatian dan dukungan semua pihak untuk penambahan pagu anggaran, sehingga tidak ada lagi perlakuan diskriminatif bagi guru honorer di madrasah," harap Maftuh dalam raker dengan PAH III DPD, di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11).

Dijelaskan dia, berdasar UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen diamanatkan adanya peningkatan kesejahteraan guru dan dosen. Selain itu, langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, baik yang mengajar di madrasah negeri maupun swasta, yang selama ini bergaji minim di bawah UMR.

"Sesuai dengan usulan Depdiknas yang telah mengalokasikan tunjangan di APBN 2007 untuk guru honorer, Depag juga telah mengirim surat tanggal 3 November untuk memberi tunjangan fungsional sebesar Rp 200 ribu," kata mantan Dubes RI untuk Arab Saudi ini.

Saat ini, tambahnya, jumlah guru honorer swasta yang berada di Depag sebanyak 556.418 guru. Sementara, guru yang mengajar di madrasah negeri sebanyak 89.902 guru.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sesuai PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang Tenaga Honorer, Depag telah melakukan pendataan dan pemprosesan untuk pengangkatan guru honorer menjadi CPNS sebanyak 54.364 orang. Sementara sisanya masih belum terakomodasi.

Di tahun 2006 ini, Depag memperoleh formasi pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS per 1 Oktober 2006 sebanyak 19.529 orang, yang terdiri dari 12.907 guru, 271 dosen, dan 4.251 pegawai lainnya.

Sisanya sebanyak 41.457 guru honorer akan diangkat secara bertahap paling lambat 2009. (dtc/rif)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Hikmah, Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai

Lamongan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur merupakan perguruan tinggi yang lahir atas inisiatif para kiai. Sebagai kampus yang mulanya berdiri di lingkungan pesantren, Unisda bertanggung jawab tak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual tapi juga spiritual.

Demikian disampaikan Rektor Unisda M Afif Hasbullah dalam peringatan Dies Natalis XXVII dan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana 2013 di kampus setempat, di Jalan Airlangga 3 Sukodadi, Lamongan, Sabtu (14/12). Siang itu, Unisda mewisuda 580 mahasiswa dari berbagai fakultas.

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Unisda Lamongan Lahir dari Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai

Pendirian Unisda bermula dari gagasan KH Soefyan Abdul Wahab pada tahun 1970-an yang wafat sebelum merealisasikan idenya. Melalui menantunya, Masykuri Shodiq, cita-cita tersebut mulai terwujud dengan dibentuknya kelompok belajar mahasiswa Universitas Darul Ulum Jombang di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Karanggenang, Lamongan pada tahun 1985.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, para ulama lalu mendirikan Yayasan Universitas Islam Darul Ulum dengan akte notaris tertanggal 28 November 1986. Unisda lalu terus berkembang hingga sekarang memiliki tak kurang dari tujuh fakultas.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Afif menjelaskan, meski berdiri sejak 27 tahun silam, salah satu kampus unggulan NU ini baru mendapat pengakuan status pada 1990. “Adapun Unisda secara resmi menjadi universitas adalah pada tahun 1997. Sehingga dihitung dari sini, usia Unisda sebetulnya masih muda,” imbuhnya.

Unisda, kata Afif, akan terus meningkatkan mutu Unisda lewat pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, dan beberapa layanan lainnya. Dikatakan, Unisda kini tengah berusaha menambah sejumlah program studi yang belum tersedia.

Menurut dia, perguruan tinggi swasta masih sangat dibutuhkan di Indonesia. Dari sekitar 3.500 perguruan tinggi saat ini, hanya sekitar 1.500 yang berstatus negeri. “Semoga dengan ilmu yang dimiliki, semakin banyak bakti dan sumbangsih para lulusan untuk masyarakat,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

PMII Subang Peringati Harlah

Subang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang menggelar tasyakuran hari lahir yang ke 53 di Sekretariat PMII Subang, Jl. Rancasari, Pamanukan, Subang (Ahad/ 21/04).

Kendati dilakukan sederhana, puluhan anggota dan kader begitu khidmat melangsungkan acara tersebut sebagai refleksi hari lahir organisasi kebanggaannya.?

PMII Subang Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Peringati Harlah

Mereka terdiri dari beberapa kampus di Kabupaten Subang diantaranya dari STAI Miftahul Huda Pamanukan, Universitas Subang, STIE Miftahul Huda Pamanukan dan STKIP Subang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, hadir juga beberapa alumni dan tokoh PMII Subang, diantaranya Ketua GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinta, Akademisi, Samanhudi , dan Majelis Pembina Cabang, Zainal Abidin.

Menurut Ketua Umum PMII Subang, Ade Mahmudin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan refleksi terkait kelahiran organisasi yang mempunyai basis mahasiswa Nahdliyin tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Penguatan integritas kami maksudkan dalam refleksi hari lahir PMII ini sebagai sarana ukhuwah dan mempererat jalinan silaturrahmi antara semua elemen PMII lainnya baik antara anggota, kader, dan alumni. Dimana, sudah setengah abad lebih PMII berkiprah di dalam sejarah perjalanan bangsa ini namun selama itu pula PMII mengalamai beberapa fase perubahan dalam mengawal cita-cita kemerdekaan RI. untuk itu, dalam momentum ini, kami meminta kepada seluruh elemen PMII harus tetap solid dalam situasi dan kondisi apapun,” tegas Ade.

Di tempat terpisah, Korps PMII Putri menggelar aksi demonstrasi dan seruan moral dengan membagi-bagikan karangan bunga di fly over Pamanukan sebagai peringatan hari Kartini.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Hikmah, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan

Sumedang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kabupaten Sumedang memberikan penyuluhan hukum berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, HIV/AIDS, dan sosialisasi undang-undang tindak pidana ringan (tipiring). Mereka bertujuan untuk menggugah kesadaran hukum terutama di kalangan pelajar di Sumedang.

Acara yang bertempat di Gedung Islamic Center Sumedang ini dihadiri seribu pelajar yang mewakili sekolah-sekolah setingkat SMA yang ada di Sumedang.

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan

Ketua LPBHNU Sumedang Jandri Ginting sebagai penggagas kegiatan ini mengatakan bahwa penyuluhan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Harlah Ke-93 NU. Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah pelajar. Para pelajar biasanya ingin mencoba dan menikmati hal-hal baru.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Para pelajar sekarang dijadikan objek pemasaran narkoba. Sebab itu NU tertantang untuk mengingatkan bahaya narkoba kepada kaum pelajar dengan cara mengadakan kegiatan ini.

“Para pelajar sekarang banyak yang terjerat pidana ringan. Hal itu mungkin disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang undang-undang tindak pidana ringan (tipiring). Dalam kesempatan penyuluhan ini disosialisasikan juga tentang undang-undang tipiring,” tandas Jandri.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua NU Sumedang H Sadulloh dan Sekda Kabupaten Sumedang H Zaenal Alimin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

H Sadulloh mengatakan bahwa NU Sumedang siap memerangi narkoba. Ketika seseorang mengonsumsi narkoba, akan muncul kejahatan-kejahatan lain yang diakibatkan oleh narkoba tersebut.

“Gara-gara orang mengonsumsi narkoba, orang tersebut bisa membunuh, mencuri, memerkosa, dan berbuat kejahatan lainnya. Karena itu stop narkoba dari sekarang,” kata H Sadulloh.

Sementara Zainal Alimin berpesan agar berhati dengan pikiran karena pikiran bisa menjadikan perkataan. Perkatan bisa memunculkan perbuatan yang membuatnya menjadi terbiasa. “Mari berpikir positif dan jauhi narkoba supaya nasib kita menjadi orang-orang yang baik.” (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Hikmah, Ubudiyah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock