Jumat, 26 Januari 2018

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai

Lamongan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur merupakan perguruan tinggi yang lahir atas inisiatif para kiai. Sebagai kampus yang mulanya berdiri di lingkungan pesantren, Unisda bertanggung jawab tak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual tapi juga spiritual.

Demikian disampaikan Rektor Unisda M Afif Hasbullah dalam peringatan Dies Natalis XXVII dan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana 2013 di kampus setempat, di Jalan Airlangga 3 Sukodadi, Lamongan, Sabtu (14/12). Siang itu, Unisda mewisuda 580 mahasiswa dari berbagai fakultas.

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Unisda Lamongan Lahir dari Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai

Pendirian Unisda bermula dari gagasan KH Soefyan Abdul Wahab pada tahun 1970-an yang wafat sebelum merealisasikan idenya. Melalui menantunya, Masykuri Shodiq, cita-cita tersebut mulai terwujud dengan dibentuknya kelompok belajar mahasiswa Universitas Darul Ulum Jombang di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Karanggenang, Lamongan pada tahun 1985.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, para ulama lalu mendirikan Yayasan Universitas Islam Darul Ulum dengan akte notaris tertanggal 28 November 1986. Unisda lalu terus berkembang hingga sekarang memiliki tak kurang dari tujuh fakultas.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Afif menjelaskan, meski berdiri sejak 27 tahun silam, salah satu kampus unggulan NU ini baru mendapat pengakuan status pada 1990. “Adapun Unisda secara resmi menjadi universitas adalah pada tahun 1997. Sehingga dihitung dari sini, usia Unisda sebetulnya masih muda,” imbuhnya.

Unisda, kata Afif, akan terus meningkatkan mutu Unisda lewat pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, dan beberapa layanan lainnya. Dikatakan, Unisda kini tengah berusaha menambah sejumlah program studi yang belum tersedia.

Menurut dia, perguruan tinggi swasta masih sangat dibutuhkan di Indonesia. Dari sekitar 3.500 perguruan tinggi saat ini, hanya sekitar 1.500 yang berstatus negeri. “Semoga dengan ilmu yang dimiliki, semakin banyak bakti dan sumbangsih para lulusan untuk masyarakat,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock