Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari

Polewali Mandar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Liga Santri Nusantara (LSN) Zona Sulawesi Barat (Sulbar) dibuka secara resmi Jumat (18/9) sore. Pembukaan dilaksanakan di Lapangan Rajawali Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari

Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Kordinator LSN Sulbar, Indah Mayasari. "Santri yang menjunjung tinggi prinsip dalam sportivitas seperti kejujuran dan disiplin semoga mampu menjadi teladan bagi pelaku sepak di tengah carut marut sepakbola di Tanah Air," ungkap Indah yang juga merupakan mantan ketua Pengurus Cabang PMII Polman.

Pembukaan ditandai dengan kick off perdana oleh Wakil Bupati Polman Nasir Rahmat didampingi AGH Abdul Latif Busrah selaku pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, tuan rumah LSN Zona Sulbar. Laga perdana memepertemukan Pesantren Salafiyah Parappe dengan Pesantren Hasan Yamani. Sang tuan rumah menang 2-1 atas Pesantren Hasan Yamani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pertandingan berlangsung meriah yang disaksikan semua santri Pesantren Salafiyah dan masyarakat setempat. LSN Zona Sulbar berlangsung selama 6 hari terhitung dari tanggal 18-23 September 2015.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelumnya, Wakil Bupati Polman Nasir Rahmat memberikan semangat kepada para santri yang ikut bertanding. "Santri sudah diakui dalam persoalan keagamaan seperti baca kitab dan menjadi imam di masjid. Melalui momentum LSN ini, saatnya menunjukan prestasi olahraga dan menjunjung tinggi nilai sportifitas," ungkap Nasir. (Sudianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 27 Februari 2018

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 



Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah  Nahdlatul Ulama (RMINU) bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengadakan pelatihan, pendampingan, dan magang mekanik sepeda motor untuk santri Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor (Sumber Gambar : Nu Online)
24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor (Sumber Gambar : Nu Online)

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor

Sebanyak 24 santri mengikuti pelatihan itu selama kurang lebih 4 bulan ke depan. Mereka akan berlatih di dalam kelas dan praktik langsung di lapangan. 

Pelatihan ini memberikan pengetahuan pada santri agar mampu memperbaiki dan mengetahui perkembangan sepeda motor. Kebutuhan akan sepeda motor di pesantren tak kalah pentingnya dengan alat transportasi lain. 

Dengan adanya kemampuan baru ini, pesantren diharapkan memiliki tenaga ahli yang paham sepeda motor. YDBA sudah 37 tahun mendampingi masyarakat untuk berkontribusi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, ada Astra Motor dan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) yang ikut mendukung pelatihan ini. 

Ahmad Muhibbudin selaku wakil ketua YAHM menyatakan, perlu adanya transfer pengetahuan (knowledge) pada masyarakat luas, termasuk santri. Setelah mengikuti pelatihan ini; peluang untuk mengerjakan bidang terkait perbengkelan terbuka lebar. 

Sudah banyak pelatihan seperti ini yang memberikan manfaat pada peserta. Banyak dari mereka menjadi wirausahawan dengan membuka bengkel sendiri atau bekerja di jaringan perusahaan Astra.

"Setelah lulus untuk bisa menjadi wirausahawan," papar Rahmad Handoyo selaku mentor YDBA pada pembukaan pelatihan di kantor Astra Motor Center, Semarang, Selasa, (5/12).

Khoironi, perwakilan PP RMINU memotivasi peserta. Ia mengatakan bahwa pelatihan kali ini bisa jadi menjadi ilmu baru bagi santri. Untuk pesantren salaf; ini hal baru yang harus ditekuni agar mampu menguasainya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Abu Choir, tim pelaksana dari PW RMINU Jateng menambahkan bahwa pelatihan ini ke depan harus ditingkatkan tak hanya dalam pelatihan saja. Perlu adanya pendampingan untuk membuka bengkel di pesantren dengan supervisi dari Astra. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nasional, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 05 Januari 2018

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan? ?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj membimbing seorang pemuda asal Lampung Timur atas nama Panca Windu Sugara memeluk agama Islam. Kiai Said membimbing Panca membacakan dua kalimat syahadat di gedung PBNU, Jakarta, selepas maghrib, Selasa (10/10).?

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU

Menurut Kiai Said, memeluk agama Islam itu gampang dimulai dengan membaca syahadat, meyakini tiada tuhan selain Allah. Allah tidak ada bapak, tidak ada ibu, tidak punya anak dan diperanakkan. Serta Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Kemudian, pemeluk Islam harus belajar shalat dan puasa,? ?

Pada kesempatan itu, Kiai Said menjelaskan bahwa agama Islam memiliki kitab suci bernama Al-Qur’an. Kitab suci ini telah 15 abad tidak berubah satu titik pun.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Original hingga sekarang karena dihafal jutaan orang di seluruh dunia. Kalau ada kesalahan sedikit saja oleh percetakan, akan diketahui orang. Ketahuan walaupun satu huruf,” tegasnya.? ?

Al-Qur’an, menurut dia, bisa dihafal oleh orang mana pun. Orang Mesir, Indonesia, Amerika, Eropa, China, India. Itu keistimewaannya juga. Orang untuk menghafal selembar makalah bahasa Arab saja setengah mati susahnya, tapi Al-Qur’an dimudahkan Allah.

“Al-Qur’an bacanya ada aturannya, iramanya; tidak ada kitab suci seperti itu,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, Selatan itu.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panca mengaku, memeluk agama Islam tidak ada paksaan sama sekali. Dan ia mengaku ingin memeluk Islam di PBNU agar lebih mantap. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 22 Desember 2017

Enam Langkah Memakmurkan Masjid, Apa Saja Itu?

Gorontalo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Wakil Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) H Muiz Ali Murtadho menjelaskan, ada enam langkah untuk memakmurkan masjid. Pertama, niat. Seseorang yang ingin memakmurkan masjid  harus memiliki niat dan cita-cita yang kuat. 

“Sabda Rasulullah Innamal a’malu bin niyyat. Segala sesuatu itu tergantung pada niatnya,” Kata H Muiz pada acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Masjid Agung Baiturrahman Limboto Gorontalo, Senin (4/12).

Enam Langkah Memakmurkan Masjid, Apa Saja Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Langkah Memakmurkan Masjid, Apa Saja Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Langkah Memakmurkan Masjid, Apa Saja Itu?

Kedua, memiliki pengetahuan tentang masjid. Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang masjid akan susah untuk memakmurkan masjid. Di dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa segala sesuatu itu harus diserahkan kepada ahlinya.

"Kalau tidak ngerti masjid, bagaimana kita ngurusi masjid," tambahnya.

Ketiga, membuat program pemakmuran masjid. Keempat, selaraskan program tersebut dengan keinginan jamaah. Bagi H Muiz, program pemakmuran masjid yang baik adalah yang bisa menjawab keinginan dan kebutuhan daripada umat sehingga mereka menjadi sejahtera seperti kebutuhan umat akan agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lain sebagainya.

Kelima, laksanakan dengan ikhlas dan evaluasi. Setiap program yang sudah direncanakan dan ditulis harus dilakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan dari manusia. Semuanya harus ditujukan kepada Allah. Selain itu, pelaksanaan program-program tersebut juga harus dievaluasi secara berkala untuk mendeteksi program mana yang jalan dan mana yang tidak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Terakhir, yakin. Jika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik dan benar, maka langkah terakhir yang harus dilakukan adalah yakin kepada Allah. Jika apa yang diperintahkan Allah dilakukan, maka Allah akan memberikan hasilnya. Memakmurkan masjid adalah perintah Allah, maka dari itu Allah akan menjamin orang yang memakmurkannya.  

“Allah tidak pernah khianat, kita yang sering mengkhianati Allah,” tutup dia. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 20 Desember 2017

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes bakal mengagendekan isu pemekaran wilayah Brebes Selatan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX 2012. Isu tersebut bakal dibicarakan pada Komisi C yang membahas tentang Rekomendasi.

“Isu pemekaran, masuk dalam bahasan komisi C tentang rekomendasi,” ujar Sekretaris Panitia Konfercab Bayu Rohmawan saat ditemui di Gedung NU Brebes Jumat (28/12).

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU

Dimunculkannya isu pemekaran tersebut, kata Bayu, untuk lebih meringankan mobilitas dan penyebaran dakwah. Sehingga terjadi pemfokusan garapan pembinaan.

“Luasnya wilayah dengan medan yang berat, menjadi kendala tersendiri dalam penggarapan IPNU di Brebes sehingga persoalan pemekaran menjadi isu yang akan digelindingkan pada konfercab ini,” kata Bayu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam konfercab yang digelar 29-30 Desember, lanjutnya, juga akan di bahas berbagai persoalan yang  mengemuka dalam dunia pelajar. Namun pada intinya, dalam konfercab ini akan bagi dalam tiga komisi yakni komisi A tentang organisasi, komisi B tentang Program Kerja dan komisi C tentang rekomendasi. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konfercab bakal berlangsung di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dijadwalkan akan membuka konferensi pada Sabtu (29/12) pukul 14.00 WIB.  Konferensi bakal diikuti 700 pelajar perutusan dari Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten brebes.

Sebanyak 6 kandidat dijagokan bakal merebut kursi kepemimpinan pelajar NU di kabupaten Brebes itu. Tersiar kabar dengan santer mulai muncul sebagai kandidat  untuk Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bayu Rohmawan (Wanasari), Zaki Al Aman (songgom), Muryanto (Larangan). Sedangkan untuk Pimpinan Cabang IPPNU santer dibicarakan Istiqomah (wanasari), Anisatul Kholisoh (Brebes), Tsarini (Larangan).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek rupanya masih memiliki area pertanian cukup luas. Menempuh setengah jam dari pusat kota ke arah selatan, kita akan menemui luas hektaran sawah yang tampak membentang.

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Penampang sawah inilah yang selalu mengiringi perjalanan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus tiap menghadiri agenda Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan, seperti saat mendatangi kegiatan Buka Bersama, Kamis kemarin (10/7).

Luas wilayah Kabupaten Kudus memang kecil dalam peta Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, jarak antarkecamatan pun mestinya cukup berdekatan. Namun jika dibanding dengan wilayah kecamatan lain di Kudus, letak Kecamatan Undaan tergolong cukup jauh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jalanan pun akan berubah total setelah masuk gang menuju pemukiman. Beda dengan jalan utama, kali ini jalanan yang membelah persawahan warga ini sungguh bergelombang tak rata, berdebu, panas, dan karenanya perjalanan menjadi lamban.

Kecamatan Undaan merupakan daerah paling selatan di Kudus, berbatasan dengan Purwodadi, Pati dan Demak. Namun kondisi geografis Kecamatan Undaan yang seperti ini tak lantas membuat kader malas berpartisipasi dalam wadah IPNU-IPPNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semangat para pelajar NU tersebut mendapat dukungan dari senior setempat. Anshori, salah satu alumni yang kini membina Ranting Kutuk sekaligus PAC Undaan, mengaku senang dapat berkontribusi dalam kegiatan. Ia pun meminta agar para kader mengabari alumni setiap mengadakan agenda. Lebih dari itu, kesiapan bantuan logistik juga ia ungkapkan.

“Baik pengurus Ranting hingga Cabang, kalau ada kegiatan, senior tetap dikabari. Semuanya harus tetap berumpun, jadi sering-seringlah sharing. Kalau perlu kami didatangi dan minta apa saja yang kalian butuhkan, insyaAllah bisa membantu. Butuh dana, beras, sekwintal juga boleh, datangi saja, tidak perlu sungkan, biar kami juga bisa ikut berjuang bersama. Kegiatan rutin yang diterima masyarakat itu harus tetap dilanjutkan,” ujar Anshori di depan peserta buka bersama.

Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus terpilih, menyatakan kebanggaannya terhadap semangat para kader Undaan. “Kudus, dalam wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten yang sempit. Nah, ini justru menjadi peluang kita agar semakin bersemangat berjuang di IPNU-IPPNU,” katanya saat sambutan.

“Dibandingkan Jepara, misalnya, Kudus lebih enak karena jarak masing-masing PAC dekat. Tapi antara Undaan dengan PAC lain di Kudus, lebih enak di PAC lain karena kondisi wilayahnya. Inilah yang membuat saya bangga dengan PAC Undaan, ternyata kadernya tetap bersemangat!” imbuh Joni.

Sambil mengenalkan para pengurus PC. IPNU yang juga hadir, Joni semakin mengungkapkan rasa bangganya kepada kader Undaan.

“Saya dengar, di desa Kutuk ada malam takbiran yang terbesar di Kudus. Jadi saya yakin, insyaallah pergaulan di daerah ini masih terjaga, dan karenanya bisa menjadi trendsetter (percontohan) IPNU-IPPNU di Kudus,” papar Joni melihat semangat yang indah di desa Kutuk.

PAC Undaan sendiri telah memiliki kader-kader unggulan yang juga aktif di kepengurusan baru PC.? Mereka adalah Mira Agustina (Bandahara Umum) dan Fauzul Khusnia (Waka IV bidang perekonomian) dari IPPNU, serta Ahmad Said (Waka IV bidang perekonomian) dan Abu Hasan Asy’ari (Komandan CBP) yang juga memimpin keredaksian majalah Pilar terbitan PC IPNU-IPPNU Kudus.

Acara ini merupakan pertemuan antara alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) bersama alumni Diklatama CBP dan KPP DKAC PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan. Sebelum berbuka, Anshori yang juga mengajar di madrasah memberikan ceramah ihwal keistimewaan bulan Ramadlan. Pertemuan ini dilaksanakan di rumah Arif Rahmat, alumni Lakmud delegasi dari Ranting Kutuk. Pada lebaran nanti juga direncanakan silaturrahim ke dewan pembina dan alumni di Kecamatan Undaan. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Sejarah, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Buku yang berjudul Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja ini merupakan buku tentang cara memahami akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mudah. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dan satu yang masuk surga yaitu golongan Ahlussunnah wal Jamaah, terus bagaimanakah Ahlussunnah wal Jamaah itu? buku ini akan membahasnya dengan mendetail namun singkat dan padat akan makna.

Buku ini terbagi atas tiga bagian, dan setiap bagian terbagi atas empat bab. yaitu pada bagian pertama yang menjelaskan tentang Ilahiyah. Didalamnya terbagi atas tiga bab yaitu Mengenal Allah, Mengenal Sifat-sifat Allah, Sifat Jaiz Allah, dan Kesalahan Pembagian Tauhid menjadi tiga bagian. Bagian kedua adalah Nubuwah yang juga terbagi atas empat bab yaitu ? Mengenal Para Nabi dan Rasul, Mengenal Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul, Mengenal Nama-nama Nabi dan Rasul, Mengenal Kitab-kitab Suci Para Nabi. dan bagian yang terakhir adalah Samiyyat yang juga terbagi atas empat bab yaitu Mengenal Samiyyat, Mengenal Malaikat-malaikat Allah, Mengenal Samiyat secara Umum dan Penutup. dan ditambah lagi dengan Munajat, Daftar Pustaka, dan Tentang Penulis.

Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Pola penulisan yang digunakan sangat baik dan bagus sehingga mudah dipahami oleh pembaca baik yang sudah paham tentang akidah, maupun yang baru dan ingin memahami akidah Islam. karena menggunakan bahasa yang dekat dengan pembaca dan disertai dengan bukti yang nyata dalam kehidupan serta dengan adanya dalil aqli dan dalil naqli sebagai penguat. tak terlupa harga yang ditawarkan tidak terlalu merogoh dompet dalam dalam, hanya 30 ribu rupiah saja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Meskipun banyak terdapat kelebihan, buku ini juga ada kekurangan yaitu penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang belum baik karena masih terdapat tata bahasa yang kurang tepat dengan kaidah yang telah ditentukan. Hal ini sangat lumrah karena penulis buku ini berlatar belakang pesantren sehingga tata bahasa yang digunakan dalam buku ini mirip dengan tata bahasa yang digunakan dalam pesantren tepatnya dalam kitab salaf atau kitab kuning.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Data buku

Judul Buku : Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Penulis : Dhiya H. Mahameru

Penerbit : Absolute Media

Cetakan : 1, Maret 2015

Tebal : vii + 170 halaman

ISBN : 978-602-1083-06-2

Harga : 30.000

Peresensi :Ahmad Syofiyullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Meme Islam, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock