Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari

Polewali Mandar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Liga Santri Nusantara (LSN) Zona Sulawesi Barat (Sulbar) dibuka secara resmi Jumat (18/9) sore. Pembukaan dilaksanakan di Lapangan Rajawali Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari

Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Kordinator LSN Sulbar, Indah Mayasari. "Santri yang menjunjung tinggi prinsip dalam sportivitas seperti kejujuran dan disiplin semoga mampu menjadi teladan bagi pelaku sepak di tengah carut marut sepakbola di Tanah Air," ungkap Indah yang juga merupakan mantan ketua Pengurus Cabang PMII Polman.

Pembukaan ditandai dengan kick off perdana oleh Wakil Bupati Polman Nasir Rahmat didampingi AGH Abdul Latif Busrah selaku pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, tuan rumah LSN Zona Sulbar. Laga perdana memepertemukan Pesantren Salafiyah Parappe dengan Pesantren Hasan Yamani. Sang tuan rumah menang 2-1 atas Pesantren Hasan Yamani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pertandingan berlangsung meriah yang disaksikan semua santri Pesantren Salafiyah dan masyarakat setempat. LSN Zona Sulbar berlangsung selama 6 hari terhitung dari tanggal 18-23 September 2015.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelumnya, Wakil Bupati Polman Nasir Rahmat memberikan semangat kepada para santri yang ikut bertanding. "Santri sudah diakui dalam persoalan keagamaan seperti baca kitab dan menjadi imam di masjid. Melalui momentum LSN ini, saatnya menunjukan prestasi olahraga dan menjunjung tinggi nilai sportifitas," ungkap Nasir. (Sudianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 14 Februari 2018

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat

Judul: Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at 

Penulis: KH. Ahsin Sakho Muhammad

Penerbit: IIQ Jakarta

Cetakan: I, September 2012

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat

Jilid: I

Tebal: 182 halaman

Peresensi: A. Khoirul Anam*

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Masyarakat umum mungkin mengenal adanya perbedaan bacaan Al-Qur’an dari para qori’. H. Mu’ammar ZA misalnya sering memperdengarkan ayat-ayat dalam surat-surat pendek yang dihafal masyarakat dengan logat yang berbeda.

Misalnya, kata “maliki” dalam surat al-Fatihah, “ma” yang biasa dibaca panjang, oleh para qari’ dibaca pendek. “Kufuwan” dalam surat al-Ihlas, dibaca “kufa” atau “kufwa”. “Waddluha” dalam surat adl-Dluha dibaca “wadluhe”, dan masih banyak lagi yang sering diperdengarkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adanya ragam bacaan al-Qur’an yang dikenal dengan istilah qira’at sab’ah itu menunjukkan betapa Nabi Muhammad SAW bisa menerima perbedaan. Al-Qur’an memang diturunkan dalam bahasa Arab. Namun seperti suku-suku besar lain di dunia, di kalangan masyarakat Arab terdapat banyak sekali logat yang berbeda. Dan perbedaan itu diakomodir semua.

Jika boleh berandai-andai; Andaikan Nabi Muhammad mendengarkan orang Indonesia yang terdiri dari banyak suku ini melafadzkan Al-Qur’an dengan logat yang sedikit berbeda dengan orang Arab, mungkin belia pun maklum. Sungguhpun demikian, membaca al-Qur’an dengan logat yang paling dekat dengan orang Arab, atau tepatnya melalui riwayat yang paling sahih tetaplah yang paling utama. 

Ihwal qira’at sab’ah ini, menurut pakar ilmu al-Qur’an yang juga Rektor Institut Ilmu al-Qur’an Jakarta (IIQ) Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA dalam satu wawancara, masyarakat Arab pada saat turunnya Al-Qur’an terbagi ke dalam kabilah-kabilah. Masyarakat Arab yang nomaden tersebut menyebar ke berbagai tempat dan mempunyai cara bertutur kata atau dialek masing-masing. Maka kemudian dikenal ada qira’at tujuh itu.

Adalah Abu Bakar Ibnu Mujahid Ahmad bin Musa (w.324 H) yang berinisiatif untuk menetapkan bacaan tujuh itu karena bacaan yang beredar di masyarakat terlalu banyak dan membingungkan. Banyak imam atau guru besar al-Qur’an dengan yang dengan bacaan yang berbeda. Maka ia mengambil tujuh imam yang representatif. Dari negeri Syam diambil satu dari ulama yang paling sahih riwayat qiraatnya, yaitu Abdullah Ibnu Amr Asy’ari. Dari negeri Makkah, diambil dari Abdullah Ibnu Katsir Almakki. Dari Madinah, Nafi’ Ibnu Abi Nu’aim Al-Asfahani. Dari Basra, Muammar Al-Basri. Dari Kuffah, diambil tiga orang, yaitu Asyim, Hamzah, dan Qisai. Menjadilah qira’at sab’ah.

Untuk memasyarakatkan qira’at sab’ah, KH Ahsin Sakho, menawarkan metode praktis pengajaran qira’at sab’ah dengan satu buku panduan bertajuk “Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at” (Sumber berkah dalam tujuh bacaan Al-Qur’an). Buku panduan yang ditulis dalam bahasa Arab ini lebih terlihat seperti kitab kuning.

Penulisnya mengatakan, buku ini sebenarnya dipersiapkan untuk mahasiswi IIQ Jakarta, khusus untuk mengajarkan seputar qira’at sab’ah. Namun karena sifat dari ilmu-ilmu al-Qur’an adalah terbuka untuk semua yang ingin belajar, maka tentunya buku ini tidak hanya khusus untuk kalangan tertentu. 

Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at disusun seperti karya tafsir tahlili, yang diulas dari ayat perayat, berurutan dari juz ke-1hingga 30. Pertama-tama, satu ayat dituliskan lengkap. Kemudian beberapa lafadz atau kata yang mempunyai banyak versi bacaan dicetak dengan tinta merah, lalu dalam pembahasan berikutnya, lafadz-lafadz yang tercetak dengan tinta merah dijelaskan dalam beberapa versi bacaan dan menurut banyak imam. Kadang-kadang perbedaan bacaan menyebabkan perbedaan pemaknaan dan ini diulas juga.

Saat ini Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at baru terbit satu juz, atau juz pertama Al-Quran yang dimulai dari surat al-Fatihah sampai ayat 141 surat al-Baqarah, dan rencananya akan diterbitkan dalam 30 juz lengkap. Paling tidak, buku ini ingin menunjukkan bahwa ihwal qira’ah sab’ah itu bukan pengetahuan yang sulit untuk dipelajari oleh para pecinta al-Qur’an. Semoga benar-benar berkah!

* Peresensi adalah redaktur Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Olahraga, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

Doa Takziyah Untuk Keluarga Si Mayit

Kalimat “Inna lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un” mesti melompat lebih dulu sebelum bertanya apa sebab tetangga wafat. Kalimat itu seperti melekat pada kabar kematian. Tidak masalah diucapkan begitu saja. Gerakan spontan mulut ini terbilang baik.

Setelah itu, lazimlah mendatangi kenalan, tetangga, kerabat yang tengah berduka cita. Ungkapan belasungkawa dengan tatap muka, via telepon, pesan singkat, atau sekadar kirim karangan bunga, terbilang mudah dan ringan. Kendati hanya basa-basi, setengah sungguhan asal “hadir!”, atau memang sungguhan, semua itu memiliki arti penting bagi keluarga korban.

Doa Takziyah Untuk Keluarga Si Mayit (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Takziyah Untuk Keluarga Si Mayit (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Takziyah Untuk Keluarga Si Mayit

Ungkapan belasungkawa boleh dengan bahasa apa saja. Yang penting, bisa dimengerti ahli mayit. Ditambah dengan doa cukup afdhol. Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa untuk keluarga yang sedang tertimpa musibah. Demikian disebutkan Habib Utsman bin Yahya dalam karyanya, Maslakul Akhyar.

? ? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Artinya, “Semoga Allah besarkan imbalan pahalamu, memperbaiki duka citamu, dan mengampuni jenazah yang meninggalkanmu.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Baiknya doa ini dibaca dengan suara yang perlahan di hadapan ahli mayit. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyatakan prihatin mendalam atas penganiayaan lebih dari sepuluh orang yang berakhir pada wafatnya Salim alias Kancil, seorang petani kecil di Lumajang. Masyarakat, kata Kang Said, akan terus mengikuti proses usut-tuntas pihak kepolisian terhadap penganiayaan kejam yang merusak rasa kemanusiaan mereka.

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil

“Saya meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Pelaku harus diproses secara hukum,” kata Kang Said di Jakarta, Selasa (29/9) malam.

Ia mengajak semua pihak untuk taat aturan termasuk aktivitas pertambangan. Pertambangan harus memiliki payung hukum yang didasarkan pada kemaslahatan rakyat. “Tidak boleh ada aktivitas pertambangan illegal,” kata Kang Said.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kang Said juga mendukung peran para agamawan setempat untuk tetap menanamkan nilai-nilai akhlak dan moral. Menurut Kang Said, mereka harus mengajarkan akhlak dan moral kepada masyarakatnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini menyatakan, “Para kiai di sana perlu memberikan bimbingan lebih ekstra kepada warga untuk melakukan pendekatan hukum. Gerakan penyadaran ini yang sangat diperlukan. Tidak main hakim sendiri.”

Lebih dari sepuluh orang mengeroyok Salim dan Tosan. Bahkan mereka menelantarkan jenazah Salim begitu saja di jalanan setelah sebelumnya disiksa. “Kalau sudah sampai begini, bukan lagi tugas para agamawan, tetapi sudah tugas polisi,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Mensos Tegaskan 100 Persen Penerima Bansos Dilakukan secara Non-Tunai

Sleman, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pada bulan Juni ? 2017 sebanyak 6 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) akan menerima bantuan sosial secara non-tunai.?

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat memantau proses pencairan tahap pertama PKH Non Tunai untuk Sleman di Pendopo Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (22/4).

Mensos Tegaskan 100 Persen Penerima Bansos Dilakukan secara Non-Tunai (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Tegaskan 100 Persen Penerima Bansos Dilakukan secara Non-Tunai (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Tegaskan 100 Persen Penerima Bansos Dilakukan secara Non-Tunai

"Pada awal 2017 sebanyak 3 juta KPM sudah menerima bansos non tunai, sisanya 3 juta KPM akan menerima non tunai mulai bulan Juni ? sehingga 100 persen penerima PKH sudah bisa mengambil uang bansos menggunakan buku tabugan atau ? Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di agen bank dan e-warong," kata Mensos.

Mensos mengungkapkan, metode pencairan bansos non-tunai menggunakan buku tabungan serta KKS adalah upaya mengajak masyarakat untuk berkenalan dengan perbankan. ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Melalui sistem penyaluran nontunai dengan menggunakan KKS, bansos dan subsidi akan langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat.

"KKS ini dilengkapi dengan fitur saving account dan e-wallet dimana satu kartu dapat digunakan untuk berbagai program bansos dan subsidi. Seperti PKH, Bantuan Pangan, elpiji , listrik dan sebagainya," papar Mensos.?

Selanjutnya, penerima manfaat dapat bertransaksi dan mencairkan bansos di jaringan E-Warong KUBE PKH dan agen perbankan yang dikelola oleh masing-masing bank anggota HIMBARA (BNI 46, BTN, BRI, Bank Mandiri).?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada Juni, lanjut Mensos, juga akan mulai dicairkan bansos PKH tahap kedua. Besarannya masih sama dengan tahap pertama yakni Rp500.000.?

"Bansos tahap kedua ini cair menjelang lebaran. Tapi saya minta uang PKH bukan untuk beli baju lebaran ya bu. Untuk keperluan sekolah dan beli makanan bergizi. Supaya anak-anak sehat dan cerdas," kata Mensos.?

Bantuan sosial untuk Sleman totalnya mencapai Rp188.080.914.400. Rinciannya untuk PKH non tunai Rp95.240.880.000 untuk 50.392 keluarga.?

Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp91.258.034.400 untuk 66.534 keluarga. Bantuan Sosial Disabilitas sebesar Rp702.000.000 untuk 234 jiwa, dan Bantuan Sosial Lanjut Usia sebesar Rp880.000.000 untuk 440 jiwa.?

Sehari sebelumnya, Jumat (21/4), Mensos juga membagikan bansos PKH Non-Tunai di Kabupaten Rembang.

Bantuan Sosial untuk Kabupaten Rembang Tahun 2017 total sebesar Rp134.952.566.400. Jumlah tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai sebesar Rp38.964.240.000 untuk 20.616 keluarga. Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp95.880.326.400 untuk 69.904 keluarga. Bantuan Sosial Disabilitas sebesar Rp108.000.000 untuk 36 jiwa.?

"Tahun depan (2018) kita akan memasuki era dimana bansos PKH ? diberikan kepada 10 juta keluarga ? penerima manfaat. Untuk Rastra, akan diberikan secara non-tunai atau dialihkan ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 10 juta penerima manfaat. Jadi penerima PKH juga akan menerima BPNT," demikian Mensos. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Aswaja, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

HUT Ke-72, TNI Gandeng UNU Sidoarjo Gelar Lomba Hafal Al-Quran

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Dalam rangka memperingati HUT ke-72 TNI, Korem 084 Bhaskara Jaya bersama Kodim 0816 Sidoarjo berkerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Musabaqah Hafidzil Quran (MHQ) tingkat Mahasiswa 2017.

Acara yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo ini diikuti sedikitnya 18 peserta putra-putri dari perwakikan 9 Kodim di bawah naungan Korem Bhaskara Jaya.

HUT Ke-72, TNI Gandeng UNU Sidoarjo Gelar Lomba Hafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT Ke-72, TNI Gandeng UNU Sidoarjo Gelar Lomba Hafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT Ke-72, TNI Gandeng UNU Sidoarjo Gelar Lomba Hafal Al-Quran

Salah satu panitia lokal dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Muhammad Najib Arjamy mengatakan, peringatan ini dilaksanakan di Gresik dan Sidoarjo selama 2? hari mulai tanggal 6-7 Juni 2017.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Lomba ini diikuti perwakilan dari Kodim-kodim. Yang menjadi juara 1 di tingkat Korem akan diikutkan di tingkat Kodam," kata Muhammad Najib Arjamy, Rabu (7/6).

Ia menambahkan, selain Musabaqah Hafizhil Quran (MHQ), peringatan ini juga diramaikan dengan lomba hadrah dan paduan suara yang bertempat di Bangkalan dan Surabaya pada tanggal 8-9 mendatang. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

MTs Ma’arif Fajaresuk Raih 3 Piala Drumben

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Belum genap 1 tahun terbentuk, Grup drumben Gema Bahana MTs Maarif Fajaresuk Pringsewu sudah menunjukkan prestasi yang membanggakan. Pada lomba drumben pelajar Pringsewu Open 2015, Gema Bahana MTs Maarif berhasil menyisihkan sejumlah grup drumben pelajar sekabupaten Pringsewu dengan meraih 3 piala sekaligus.

MTs Ma’arif Fajaresuk Raih 3 Piala Drumben (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ma’arif Fajaresuk Raih 3 Piala Drumben (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Ma’arif Fajaresuk Raih 3 Piala Drumben

Dalam ajang yang dilaksanakan di lapangan pendopo kabupaten Pringsewu, ? Kamis (14/5), Gema Bahana berhasil meraih Juara II Paramanandi, Juara II Gita Pati, dan Juara III Display. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Pringsewu.

Menurut Kepala MTs Maarif Fajaresuk H Auladi Rosyad, semua ini merupakan perjuangan dan kerja keras semua pihak dari siswa-siswi, pelatih, pembina dan seluruh civitas akademika MTs Maarif Fajaresuk. Rosyad berharap prestasi ini akan memicu perhatian dari segenap pihak baik pemerintah, ? masyarakat akan keberadaan MTs Maarif yang baru tahun ini akan meluluskan siswa-siswinya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Gema Bahana MTs Maarif Fajaresuk siap tampil baik dalam even lomba maupun kegiatan seremonial yang digelar oleh instansi, organisasi, dan lain lainnya,” kata Rosyad.

Ke depannya, ? Rosyad berharap ada peningkatan kualitas penampilan dari anak-anak drumben binaannya. Selain peningkatan kualitas, ? peningkatan kuantitas dari peralatan-peralatan juga yang dibutuhkan diharapkan terealisasi sehingga hasil dari penampilan akan memuaskan. (M Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Humor Islam, PonPes Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock