Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet

Jember, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menyatakan mendukung penuh dilakukannya pengusutan tuntas terhadap kasus pembunuhan dukun santet yang terjadi sekitar tahun 1998.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember, H. Misbahus Salam saat menerima kunjungan Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Pembunuhan terkait Isu Dukun Santet tahun 1998-1999 di kantor PCNU Jember, Jumat (23/9).

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Dukung Usut Tuntas Pembunuhan Dukun Santet

Menurut H. Misbah, penuntasan kasus tersebut untuk memberikan kepastian hukum dalam kasus yang telah merenggut puluhan nyawa itu. “Juga untuk memberikan rasa aman bagi warga. Sebab, bisa jadi yang terbunuh bukan tukang santet beneran atau mereka telah insyaf,” ucapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia mengaku ngeri membayangkan saat-saat yang mencekam ketika peristiwa itu terjadi. Sebab, banyak warga yang gelisah, khususnya yang diopinikan punya ilmu hitam. Ketika itu, harga nyawa seolah begitu murah. Dikatakannya, banyak terduga dukun santet yang sudah insyaf puluhan tahun tapi tiba-tiba hilang dan pulang tanpa nyawa. “Sebaliknya, penyedidikan ini juga berguna untuk memastikan siapa otak di balik peristiwa itu.Yang juga penting adalah rehabilitasi bagi anggota keluarga korban terbunuh,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Pembunuhan terkait Isu Dukun Santet tahun 1998-1999, Muhamamd Nurkhoiron menegaskan bahwa berdasarkan data dari PWNU Jawa Timur, Banyuwangi menempati urutan pertama terbanyak dalam korban pembunuhan isu dukun santet, yaitu 150 orang. Sedangkan Jember hanya 53 orang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kita kesulitan mengkroscek data di lapangan karena tak sedikit anggota keluarga korban yang sudah pindah rumah. Karena itu, kami sangat bertirima kasih atas bantuan NU Jember,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya cuma mencari tahu segala sesuatu yang terkait dengan pembunuhan dukun santet sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi guna ditindaklanjuti dalam ranah hhkum. “Kita hanya menyeldiiki ada tidaknya pelanggaran HAM berat dalam peristiwa tersebut. Kalau ada nanti kita rekomendasikan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” urainya.

Selain H.Misbah, hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Sekretars NU Jember, Pujiono Abd. Hamid, Wakil Bendahara NU Jember, Taufiq Hidayat, Koordinator Advokasi LDNU Jember, Moh. Kholili. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat

Judul: Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at 

Penulis: KH. Ahsin Sakho Muhammad

Penerbit: IIQ Jakarta

Cetakan: I, September 2012

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat

Jilid: I

Tebal: 182 halaman

Peresensi: A. Khoirul Anam*

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Masyarakat umum mungkin mengenal adanya perbedaan bacaan Al-Qur’an dari para qori’. H. Mu’ammar ZA misalnya sering memperdengarkan ayat-ayat dalam surat-surat pendek yang dihafal masyarakat dengan logat yang berbeda.

Misalnya, kata “maliki” dalam surat al-Fatihah, “ma” yang biasa dibaca panjang, oleh para qari’ dibaca pendek. “Kufuwan” dalam surat al-Ihlas, dibaca “kufa” atau “kufwa”. “Waddluha” dalam surat adl-Dluha dibaca “wadluhe”, dan masih banyak lagi yang sering diperdengarkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adanya ragam bacaan al-Qur’an yang dikenal dengan istilah qira’at sab’ah itu menunjukkan betapa Nabi Muhammad SAW bisa menerima perbedaan. Al-Qur’an memang diturunkan dalam bahasa Arab. Namun seperti suku-suku besar lain di dunia, di kalangan masyarakat Arab terdapat banyak sekali logat yang berbeda. Dan perbedaan itu diakomodir semua.

Jika boleh berandai-andai; Andaikan Nabi Muhammad mendengarkan orang Indonesia yang terdiri dari banyak suku ini melafadzkan Al-Qur’an dengan logat yang sedikit berbeda dengan orang Arab, mungkin belia pun maklum. Sungguhpun demikian, membaca al-Qur’an dengan logat yang paling dekat dengan orang Arab, atau tepatnya melalui riwayat yang paling sahih tetaplah yang paling utama. 

Ihwal qira’at sab’ah ini, menurut pakar ilmu al-Qur’an yang juga Rektor Institut Ilmu al-Qur’an Jakarta (IIQ) Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA dalam satu wawancara, masyarakat Arab pada saat turunnya Al-Qur’an terbagi ke dalam kabilah-kabilah. Masyarakat Arab yang nomaden tersebut menyebar ke berbagai tempat dan mempunyai cara bertutur kata atau dialek masing-masing. Maka kemudian dikenal ada qira’at tujuh itu.

Adalah Abu Bakar Ibnu Mujahid Ahmad bin Musa (w.324 H) yang berinisiatif untuk menetapkan bacaan tujuh itu karena bacaan yang beredar di masyarakat terlalu banyak dan membingungkan. Banyak imam atau guru besar al-Qur’an dengan yang dengan bacaan yang berbeda. Maka ia mengambil tujuh imam yang representatif. Dari negeri Syam diambil satu dari ulama yang paling sahih riwayat qiraatnya, yaitu Abdullah Ibnu Amr Asy’ari. Dari negeri Makkah, diambil dari Abdullah Ibnu Katsir Almakki. Dari Madinah, Nafi’ Ibnu Abi Nu’aim Al-Asfahani. Dari Basra, Muammar Al-Basri. Dari Kuffah, diambil tiga orang, yaitu Asyim, Hamzah, dan Qisai. Menjadilah qira’at sab’ah.

Untuk memasyarakatkan qira’at sab’ah, KH Ahsin Sakho, menawarkan metode praktis pengajaran qira’at sab’ah dengan satu buku panduan bertajuk “Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at” (Sumber berkah dalam tujuh bacaan Al-Qur’an). Buku panduan yang ditulis dalam bahasa Arab ini lebih terlihat seperti kitab kuning.

Penulisnya mengatakan, buku ini sebenarnya dipersiapkan untuk mahasiswi IIQ Jakarta, khusus untuk mengajarkan seputar qira’at sab’ah. Namun karena sifat dari ilmu-ilmu al-Qur’an adalah terbuka untuk semua yang ingin belajar, maka tentunya buku ini tidak hanya khusus untuk kalangan tertentu. 

Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at disusun seperti karya tafsir tahlili, yang diulas dari ayat perayat, berurutan dari juz ke-1hingga 30. Pertama-tama, satu ayat dituliskan lengkap. Kemudian beberapa lafadz atau kata yang mempunyai banyak versi bacaan dicetak dengan tinta merah, lalu dalam pembahasan berikutnya, lafadz-lafadz yang tercetak dengan tinta merah dijelaskan dalam beberapa versi bacaan dan menurut banyak imam. Kadang-kadang perbedaan bacaan menyebabkan perbedaan pemaknaan dan ini diulas juga.

Saat ini Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at baru terbit satu juz, atau juz pertama Al-Quran yang dimulai dari surat al-Fatihah sampai ayat 141 surat al-Baqarah, dan rencananya akan diterbitkan dalam 30 juz lengkap. Paling tidak, buku ini ingin menunjukkan bahwa ihwal qira’ah sab’ah itu bukan pengetahuan yang sulit untuk dipelajari oleh para pecinta al-Qur’an. Semoga benar-benar berkah!

* Peresensi adalah redaktur Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Olahraga, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 06 Februari 2018

Anggota DPRD Kota Banjar Motivasi PMII Profesional di Segela Bidang

Banjar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Anggota DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad berharap besar kader Pergerakan Mahasiswa Isam Indonesia (PMII) menjadi manusia yang profesional dalam segala bidang. Menurutnya, sehebat apapun pemikiran kader PMII ketika tidak diimbangi profesionalitas, maka lunturlah apa yang diharapkan.

“Kata kunci menjadi kader yang profesional adalah disiplin dalam berbagai kondisi apapun. Saya yakin, kader yang berhasil tidak lepas dari profesionalitas serta kedisiplinan dalam menekuni bidang yang ditekuni. Sang pendekar pena, Mahbub Djunaidi, contoh inspiratif yang perlu dipelajari seutuhnya oleh kader PMII, beliau mengubah bangsa lewat pena,” ujar mantan aktivis PMII ini.

Anggota DPRD Kota Banjar Motivasi PMII Profesional di Segela Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPRD Kota Banjar Motivasi PMII Profesional di Segela Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPRD Kota Banjar Motivasi PMII Profesional di Segela Bidang

Gun Gun Gunawan menyampaikan hal itu seiring usia PMII yang menginjak ke-56 tahun dalam acara peringatan hari lahir PMII yang digelar Pengurus Komisariat PMII Sangkuriang Sekolah Tinggi Agama Islam Mifatahul Huda Al Azhar (STAIMA) Kota Banjar.

Peringatan harlah yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Ahad (24/4) tersebut diisi berbagai kreasi seni tari dan unjuk kebolehan bahasa Inggris. Kegiatan betajuk “Membuka Kembali Sejarah PMII Kota Banjar dan Memperkokoh Organisasi” itu berlangsung meriah dengan kehadiran para alumni dan pendiri PMII Kota Banjar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua PK PMII Sangkuriang STAIMA Kota Banjar Sirojul Muntaha menuturkan, kegiatan harlah kali ini merupakan ajang kader PMII merefleksikan kreativitasnya. Selain membuka kembali sejarah pergulatan PMII dari masa ke masa baik ditingkat nasional maupun di lokal Kota Banjar, juga membuka ruang kader menatap arah PMII ke depan.

“Kaderisasi tetap harus menjadi prioritas utama sebagai senjata dalam organisasi PMII. Adapun kreativitas yang berasal dari minat dan bakat kader perlu diwadahi dalam setiap kegiatan PMII maupun di luar sebagai wujud pengabdian kader PMII terhadap masyarakat. Misalnya penggunaan bahasa inggris adalah rutinan kader setiap minggunya, kita aplikasikan dalam sebuah acara,” ungkapnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di sela-sela kegiatan harlah. (Muhafid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Habib, Olahraga, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Detik-detik Kiai Wahab Chasbullah Nyaris Tertangkap PKI

Pemberontakan PKI di Madiun pada 18 September 1948 merupakan di antara tragedi yang sempat mengguncangkan stabilitas perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia yang tempo itu masih jatuh bangun. Beberapa literatur menyatakan, dalam aksi ini beberapa pejabat, perwira TNI, pimpinan partai, alim ulama, dan rakyat yang dianggap tidak sehaluan dengan PKI dibunuh secara kejam. Sebelumnya PKI telah melancarkan propaganda anti pemerintah, mengadakan demonstrasi-demonstrasi, menculik lawan-lawan politik, dan menggerakkan kerusuhan di berbagai tempat.

Terlalu banyak data yang menjadi bukti peristiwa di atas. Di antaranya Majalah Aula edisi Mei 2007, sedikit telah menyajikan fragmen-fragmen kekejaman PKI dan segenap simpatisannya seperti dimaksud. Tapi di sini kami hendak spesifik menyajikan fakta sejarah yang berhasil dicatat oleh sejarahwan NU, KH. Saifudin Zuhri tentang Kiai Abdul Wahab Chasbullah yang hampir saja tertangkap oleh simpatisan PKI andai saja beliau tidak bersiasat mengubah identitas penampilannya. Kisah itu diutarakan Kiai Saifudin Zuhri dalam buku "Guruku Orang-orang dari Pesantren". Berikut ini kesaksian mantan mentri agama di era presiden Sukarno tersebut:

Detik-detik Kiai Wahab Chasbullah Nyaris Tertangkap PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Kiai Wahab Chasbullah Nyaris Tertangkap PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Kiai Wahab Chasbullah Nyaris Tertangkap PKI

"Aku laporkan bahwa menjelang pemberontakan PKI di Madiun, KH. A. Wahab Hasbullah, mengadakan latihan ulama di Ngawi. Aku baru pulang dari Ngawi 3 hari sebelum pecah pemberontakan PKI.

Ketika latihan ulama dibubarkan karena sudah selesai, tidak ada yang mengerti bahwa PKI mengadakan pemberontakan di madiun. Padahal jarak Ngawi dan Madiun dekat sekali. Para peserta latihan pulang ke daerahnya maing-masing.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

KH Abdul Wahab Chasbullah pulang ke Jombang dengan naik kereta api. Perjalanan ke Jombang ini harus melewati Madiun. Ketika telah mendekati Madiun, beliau baru mengerti bahwa di Madiun ada pemberontakan PKI, tetapi beliau sudah terlanjur berada dekat stasiun Madiun. Agar orang tidak mudah mengenali siapa beliau, terpikir olehnya untuk menghilangkan identitasnya. Sorban dilipat dimasukkan ke dalam tasnya. KH Abdul Wahab Chasbullah berhasil berdiplomasi dengan salah seorang di stasiun untuk memperoleh peci hitamnya. Peci hitam pun ia kenakan. Dengan peci hitam ini, orang tidak mudah mengenali Kiai Wahab. Maka, selamatlah beliau hingga tiba di rumahnya, di Jombang. Jika saja PKI mengenali Kiai Wahab, pastilah beliau dijadikan tawanan golongan kakap, dan entah bagaimana nasib selanjutnya. Tetapi syukur alhamdulillah Tuhan tetap melindungi beliau.

Sebuah pesantren di Madiun, lanjut kiai Saifudin Zuhri, kalau tidak salah pesantren Takeran, adalah pesantren pertama yang dijadikan sasaran pengganyangan oleh PKI. Beberapa santri menjadi korban dan pesantren dibakar. Sudah bukan rahasia lagi bahwa sasaran utama PKI adalah orang-orang republikan, pegawai pemerintah, dan laskar-laskar Hizbullah-Sabilillah, barisan banteng, barisan pemberontakan, dan lain-lain yang pro pemerintah Yogya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Suasana kota Yogya diliputi oleh kemarahan rakyat terhadap PKI dan Belanda, yang belakangan ini terus-menerus melanggar gencatan senjata dan melakukan insiden-insiden di tapal batas. Korban banyak yang jatuh di kedua belah pihak. Yogya diliputi oleh awan gelap, penuh tanda tanya bagaimana keluar dari kegentingan yang mendalam ini. "Demikian fragmen cerita yang direkam KH. Saifudin Zuhri. (M Haromain)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Jadwal Kajian, Olahraga, Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 15 Januari 2018

Pramuka Maarif NU Keputran Borong 5 Piala di STKIP Muhammadiyah

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Madrasah Aliyah Maarif NU Keputran Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Lampung kembali menorehkan prestasi. Kali ini keberhasilan disumbangkan oleh kontingen Gudep 091-092 Madrasah tersebut setelah berhasil mengharumkan nama Madrasah dibidang kepramukaan melalui lomba yang mereka ikuti, Ahad (19/3).

Pramuka Maarif NU Keputran Borong 5 Piala di STKIP Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Maarif NU Keputran Borong 5 Piala di STKIP Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Maarif NU Keputran Borong 5 Piala di STKIP Muhammadiyah

Pada ajang Lomba level Provinsi Lampung yang digelar di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pringsewu, MA Maarif NU Keputran mampu menggondol 5 piala pada 5 lomba yang dipertandingkan. Lomba pramuka ini diperuntukkan untuk Pramuka penegak se-Kwarda Lampung yang diikuti oleh Siswa SLTA dan MA se-Provinsi Lampung.

Tangkai lomba yang diperlombakan meliputi Lomba Ketangkasan Baris Berbaris, Miniatur Pionering, Stand Up Comedy, Musabaqah Tilawatil Quran dan Joged Komando.

"Alhamdulillah, MA Maarif Keputran Menyabet 5 Penghargaan dalam Gelar Kreativitas Panca Lomba Pramuka Tingkat Penegak se-Kwarda Lampung di STKIP Muhammadiyah Pringsewu 2017," ujar Pendamping Lomba yang juga Pembina OSIS Madrasah tersebut, Zulian Tri Muhardi sesaat setelah pengumuman dan pembagian hadiah.

Lima trofi piala yang sekaligus menambah koleksi prestasi MA Maarif NU Keputran tersebut disumbangkan dari raihan Juara 1 Miniatur Pionering Putra, Juara 2 Miniatur Pionering Putri, Juara 2 Stand Up Comedy, Juara 3 Musabaqah Tilawatil Quran dan Juara 5 Lomba Joged Komando.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Zulian berharap Prestasi tersebut dapat menambah semangat siswa dan siswi untuk belajar, berkarya , bekerja keras dan disertai rasa tanggung jawab.

Zulian menambahkan bahwa prestasi yang diraih ini merupakan hasil kerja keras para anggota pramuka MA Maarif NU Keputran yang dengan maksimal ? menunjukkan kemampuan terbaik. Latihan intensif dan Soliditas Kontingen juga menjadi salah satu faktor diraihnya prestasi membanggakan ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ucapan selamatpun mengalir dari Keluarga Besar MA Maarif NU teutama dari para dewan Guru. "Alhamdulilah, luar biasa untuk Pembina Pak Zulian khususnya, untuk anak luar biasa sekali, kerja keras dan pengorbanan terbayar sudah, sekali lagi selamat God Job," kata salah seorang Guru Wawan Krisdiyanto. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pesantren, AlaSantri, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 14 Januari 2018

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul mengaku pasrah atas kembali mencuatnya isu perombakan kabinet (reshuffle) dan mengarah pada pergantian dirinya.

"Sekarang, saya serahkan ke pada Presiden. Biarkan Presiden yang menentukannya," kata Gus Ipul, seusai menghadiri acara peluncuran buku Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie berjudul "Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi", di Hotel Santika Jakarta, Selasa malam.

Gus Ipul mengaku, selama ini dirinya telah bekerja dengan baik dan maksimal. Namun, karena alasan kementeriannya tidak terkenal seperti kementerian yang lain, maka dirinya menyadari hal tersebut.

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden

Akibat belum familiarnya nama kementeriannya, menjadi salah satu faktor kinerja tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. "Tapi sampai sekarang, Presiden belum mengatakan soal reshuffle kepada saya," katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Komisi VI DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Cecep Syarifuddin mengatakan, reshuffle harus dilakukan. Namun, hal itu, kembali kepada hak prerogatif Presiden. Cecep menegaskan, PKB tidak akan mengusung menteri untuk ikut masuk dalam kancah isu reshuffle.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Disinggung mengenai nasib Gus Ipul, Cecep hanya mengatakan, hal itu yang menentukan adalah Presiden. "Presiden yang mempunyai penilaian mengenai hal itu," demikian Cecep.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mencopot Saifullah Yusuf dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), karena Saifullah Yusuf yang diakrab disapa Gus Ipul tersebut, sudah resmi duduk dalam struktur kepengurusan PPP sebagai wakil ketua Majelis Pertimbangan Partai.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, permintaan itu sudah menjadi sikap resmi PKB dan sudah disampaikan kepada Presiden. (ant/mad)



Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, AlaSantri, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 13 Januari 2018

Luncurkan Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Islam Damai

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?



Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Helmy Faisal Zaini meluncurkan buku karangannya berjudul "Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan" di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Luncurkan Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Islam Damai

Helmy dalam sambutannya menjelaskan, judul buku ini sengaja menggunakan kata miqat, berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti batas.?

Menurutnya, Miqat Kebinekaan ini menggabungkan antara miqat zamani (waktu) dan miqat makani (ruang). "Dimensi ruang dan waktu yang bertemu menjadi kebersamaan itulah yang disebut Miqat Kebinekaan, "katanya.?

Ia menerangkan, kehadiran buku ini ? untuk menjawab kegelisahan terhadap munculnya aliran-aliran yang jauh dari nilai-nilai keislaman. "Ada upaya-upaya yang memaksakan kehendak baik itu melalui gerakan politik maupun berbagai macam gerakan-gerakan yang seolah-olah ini mengatasnamakan Islam, "katanya dengan mencontohkan ISIS.?

Menurutnya, keberadaan ISIS yang di Philipina, sudah menunjukkan warning bagi bangsa Indonesia. "Kita harus waspada untuk bersama-sama menghadapi Terorisme global," ujarnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menuturkan, buku dengan tebal 149 halaman ini, mengandung banyak pandangan keagamaan khususnya Islam. Dalam buku itu dijelaskan bahwa Nabi Muhammad dalam berdakwah selalu memakai cara-cara dengan bijaksana. "Jadi bukan dengan teror, bukan dengan bom, bukan dengan cacian, bukan dengan hinaan, bukan dengan menebar kebencian, bukan dengan pembunuhan, bukan dengan cara-cara yang tentu tidak diajarkan oleh agama."

Melalui buku ini juga, ia ingin terus mengedepankan Islam rahmatan lil alamin. Islam perdamaian, yaitu Islam yang ramah bukan Islam yang marah, Islam yang merangkul bukan yang memukul. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock