Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Mantan imam besar Masjid Istiqlal, yang juga Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 ? KH Ali Mustafa Ya’qub meninggal dunia pagi ini,? di Rumah Sakit Hermina, Ciputat,? Kamis (28/4) pagi.

Pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini selama hidupnya telah menghasilkan puluhan karya tulis, dan yang paling banyak adalah di bidang ilmu hadits sesuai dengan keahliannya. Berikut ini daftarnya:

1. Memahami Hakikat Hukum Islam (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muh. Abdul Fattah al-Bayanuni, 1986)

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual

2. Nasihat Nabi kepada Para Pembaca dan Penghafal al-Quran (1990)

3. Imam al-Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadits (1991)

4. Hadits Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muhammad Mustafa Azami, 1994)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

5. Kritik Hadits (1995)

6. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat (Alih Bahasa dari Muhammad Jamil Zainu,1418 H).

7. Sejarah dan Metode Dakwah Nabi (1997)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

8. Peran Ilmu Hadits dalam Pembinaan Hukum Islam (1999)

9. Kerukunan Umat dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2000)

10. Islam Masa Kini (2001)

11. (? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (2010)

12. (? ? ? ? ? ? ? ? (2010?

13. Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafi’I (Alih Bahasa, Prof. Dr. Abdurrahman al-Khumayis, 2001)

14. Aqidah Imam Empat Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad (Alih Bahasa, Abdurrahman al-Khumayis, 2001)

15. Fatwa-fatwa Kontemporer (2002)

16. MM Azami Pembela Eksistensi Hadits (2002)

17. Pengajian Ramadhan Kiai Duladi (2003)

18. Hadits-hadits Bermasalah (2003)

19. Hadits-hadits Palsu Seputar Ramadhan (2003)

20. Nikah Beda Agama dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2005)

21. Imam Perempuan (2006)

22. Haji Pengabdi Setan (2006)

23. Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal (2007)

24. Ada Bawal Kok Pilih Tiram (2008)

25. Toleransi Antar Umat Beragama (Bahasa Arab–Indonesia 2008)

26. Islam di Amerika; Catatan Safari Ramadhan 1429 H Imam Besar Masjid Istiqlal (2009)

27. Kriteria Halal-Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika Menurut al-Quran dan Hadits (2009)

28. Mewaspadai Provokator Haji ? (2009)

29. Islam Between War and Peace (Pustaka Darus-Sunnah 2009)

30. Kiblat; Antara Bangunan & Arah Ka’bah (Bahasa Arab-Indonesia 2010)

31. 25 Menit Bersama Obama (Masjid Istiqlal Jakarta 2010)

32. Kiblat Menurut al-Quran dan Hadits; Kritik Atas Fatwa MUI No.5/2010 (2011).

33. Ramadhan Bersama Ali Mustafa Yaqub (2011)

34. Cerita dari Maroko (2012)

35. Makan Tak Pernah Kenyang (2012).

36. Ijtihad, Terorisme dan Liberalisme (Bahasa Arab-Indonesia 2012)

37. Panduan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Hisbah) (Bahasa Arab-Indonesia 2012)

(Red-Zunus Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 19 Februari 2018

Gus Dur: Saya Takut Aceh Lepas

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Ketua Umum Dewan Syuro PKB KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan ketidaksetujuannya atas perjanjian damai antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia mengaku takut hasil perundingan itu membuat Aceh lepas dari pangkuan Indonesia.

“Sikap saya tetap tidak setuju. Saya takut kalau Aceh lepas dari Indonesia. Apalagi ini Sulawesi Utara tambah. Yang mau lepas banyak, ya sudah,” kata Gus Dur di Kantor Pusat PBNU, Selasa (23/8) kemarin usai menyatakan desakan kepada pemerintah terkait pengruskan beberapa rumah ibadah di Bandung.

Bagi cucu pendiri NU ini, solusi penyelesaian soal Aceh adalah dengan berunding. Tapi, berunding untuk mencari penyelesaian, bukan berunding untuk menyerah, seperti yang saat ini dilakukan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. “Kita mulai dari awal lagi, tidak apa-apa,” ungkapnya.

Selain itu Gus Dur juga mensitir kekhawatirannya itu dengan merujuk orang-orang yang bertugas di Aceh Monitoring Mission (AMM) disebut pernah bertugas sebagai pasukan PBB di Timor Timur saat referendum. "Pieter Cornelis Feith (ketua AMM-red) itu pernah punya pengalaman di Balkan yang membuat semenanjung itu berantakan," tandasnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Gus Dur: Saya Takut Aceh Lepas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Saya Takut Aceh Lepas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Saya Takut Aceh Lepas

Kamis, 15 Februari 2018

PCNU Sumedang Serahkan Mobil Operasional ke Pengurus Lembaga

Sumedang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumedang memberikan mobil operasional kepada pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU setempat. Secara sombolis, kunci mobil diserahkan Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh kepada Ketua LP Maarif NU Sumedang Cucu Suhayat.

PCNU Sumedang Serahkan Mobil Operasional ke Pengurus Lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Serahkan Mobil Operasional ke Pengurus Lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Serahkan Mobil Operasional ke Pengurus Lembaga

Sadulloh mangatakan bahwa sampai saat ini sekolah-sekolah formal yang berada di bawah LP Maarif NU Sumedang sudah mencapai 50 sekolah. Sekolah-sekolah itu tersebar di seluruh pelosok Kabupaten Sumedang. “Sudah sewajarnya kami memberikan mobil operasional kepada LP Maarif untuk memantau sekolah-sekolah NU tersebut,” ujarnya.

Kedepan, imbuhnya, tidak hanya pengurus LP Maarif, pengurus lembaga lain pun boleh memakai mobil operasional ini. “Alhamdulillah sampai saat ini PCNU Sumedang sudah memiliki kendaraan operasional tiga buah mobil. Mudah-mudahan kedepannya masih bisa bertambah untuk kemajuan NU di Sumedang,” tuturnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penyerahan mobil operasional dilakukan dalam rangkaian acara pengukuhan pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU dan Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU (LWPNU) Kabupaten Sumedang. Kegiatan yang dirangkai dengan acara Maulid Nabi Muhammad itu berlangsung di halaman kantor PCNU Sumedang, Sabtu (16/1).

Selain acara pelantikan, kegiatan muludan di PCNU Sumedang juga diisi dengan kegiatan santunan beasiswa kepada anak berprestasi dan mauidhah hasanah. Sebanyak 20 santri terbaik  yang sedang menghafal Al-Quran diberikan beasiswa pendidikan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengisi tausyiah dalam kegiatan muludan kali ini adalah KH Asep Shoheh dari Indramayu. Tema yang dibahas yaitu peranan NU dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Humor Islam, Amalan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 07 Februari 2018

Hutang Negara Bukan Hutang Rakyat

Sampai saat ini negara kita masih belum bisa keluar dari krisis ekonomi. Untuk menutupi anggaran, terpaksa negara terus meminjam ke sana ke mari, sehingga sampai kini hutang negara telah mencapai kurang lebih 1.859,43 triliun atau 202,55 miliar dollar AS.

Artinya, jika hutang negara dibagi rata di antara penduduk, maka setiap kepala termasuk bayi yang baru lahir, harus menanggung beban hutang masing-masing sekitar 8-7 juta rupiah. Sementara kita tahu bahwa tidak sedikit di antara uang hutang tersebut dikorup oleh para pejabat.

Hutang Negara Bukan Hutang Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hutang Negara Bukan Hutang Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hutang Negara Bukan Hutang Rakyat

Pemerintah sebagai pelaksana wewenang negara adalah wakil kita, atau memegang mandat untuk mengurus keperluan rakyat dan melindungi hak-haknya. Kemaslahatan rakyat adalah acuan utama seluruh kebijakan dan kerja negara–pemerintah, sesuai kaidah fiqh “Tasarruful imam ‘alar raiyyah manuthun bil mashlahah.

Aturan main soal hutang piutang termaktub dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 282, hal ini sebagai indikator betapa seriusnya urusan hutang piutang tersebut, bukan sepanjang hidup di dunia saja, tapi sampai akherat kelak.

Berkaitan dengan beban hutang, beberapa hadits Nabi Muhammad SAW perlu diperhatikan; pertama  menerangkan bahwa beliau tidak berkenan menshalatkan jenazah yang masih mempunyai hutang (HR. Bukhari).

Kedua bahwasannya Pahala ahli kubur akan ditangguhkan sampai hutangnya dilunasi. (HR. Turmudzi).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketiga bahwa pada hari kiamat nanti hutang itu sudah dibayar dengan pahala kebaikan, jika pahalanya sudah habis sementara penagih masih antri, maka dosa piutang akan dipikul kepada yang mempunyai hutang (HR. Bukhari).

Keempat bahwa Allah Swt. akan membebaskan semua dosa orang yang mati syahid, kecuali masalah hutang (HR. Muslim, Riyadhush Shalihin, Kitab Jihad).

Dengan demikian, hubungannya dengan hutang negara apakah menjadi hutang pribadi warga? Lantas siapakah yang berkewajiban membayanya?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mengenai hal ini, apa yang dijelaskan oleh Izuddin bin Abdis Salam sekiranya dapat diambil dasar bahwa tanggungjawab ada pada negara, apa bila hutang itu digunakan untuk kemashlahatan rakyat banyak.

Namun terhadap hutang negara yang dikorup oleh para pejabat dan kroninya, maka negara membayarnya dengan dana yang ditarik kembali dari orang-orang yang mengkorupnya. Seperti diisyaratkan dalam al-Fatawa.

وَأَمَّا دَيْنُ الْمَيِّتِ فَإِنْ كَانَ مَعْذُوْرًا فِي تَأْخِيْرِهِ إِلَى مَا بَعْدَ الْمَوْتِ فَلاَ خِلاَفَ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ أَنَّهُ يَعْصِى وَلاَ يَأْثَمُ، فَإِنْ كَانَ عَاصِيًا فِي تَأْخِيْرِهِ فَإِنَّهُ يَأْثَمُ بِذَلِكَ، وَإِنِ اسْتَدَانَهُ لِمَعْصِيَةٍ كَانَ عَلَيْهِ وِزْرًا لِأَنَّهُ عَصَى مَعْصِيَتَيْنِ، وَإِنِ اقْتَرَضَ لِوَاجِبٍ أَوْ مُبَاحٍ وَلَمْ يُقْصِرْ فِي التَّأْخِيْرِ لَا إِثْمَ عَلَيْهِ، وَأَمَّا قَوْلُهُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ: نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ. فَالتَّعَلُّقُ ضَرْبَانِ: أَحَدُهُمَا أَنْ يَتَعَلَّقَ تَعَلُّقَ عِقَابٍ وَمُؤَاخَذَةٍ، فَهَذَا لَا تَجْرِي فِيْ حَقِّ أَحَدٍ مِنْ أَهْلِ اْلإِسْلاَمِ إِذَا لَمْ يَأْثَمْ بِاْلاقْتِرَاضِ وَلاَ بِالْمَطَالِ، وَهَذَا مُحَالٌ أَنْ يُوْجَدَ فِيْ حَقِّ النَّبِيِّ r، فَإِنَّهُ لَا يَقْتَرِضُ إِلاَّ فِيْ طَاعَةٍ أَوْ مُبَاحٍ. الثَّانِي أَنْ تَعَلَّقَ نَفْسُهُ بِدَيْنِهِ بِأَنْ تُؤْخَذَ مِنْ حَسَنَاتِهِ مَكَانَ مَا أَخَذَ مِنَ الدُّيُوْنِ الْمُبَاحَةِ، كَمَا بَاعَ فِي الدُّنْيَا مَسْكَنَهُ وَخَادِمَهُ مَعَ أَنَّهُ لَا إِثْمَ عَلَيْهِ. (Artinya) Adapun hutang seseorang yang meninggal dunia, jika yang bersangkutan memiliki udzur dalam menunda pelunasan hutangnya sampai meninggal dunia, maka tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama muslimin bahwa tidak maksiat dan tidak menanggung dosa.

Jika ia bermaksiat dalam menunda pelunasan hutangnya, maka ia berdosa dengan sebab penundaan tersebut. Jika ia berhutang untuk perbuatan maksiat, maka ia berdosa dengan dua maksiat, dan jika ia berhutang untuk sesuatu yang wajib atau mubah, dan ia tidak teledor dalam menunda (pembayaran) maka ia tidak berdosa.

Sabda Nabi SAW: “Diri seorang mukmin tergantung dengan hutangnya sampai dilunasi.” Pengertian tergantung itu mempunya dua macam makna.

Pertama, tergantung dengan hukuman dan siksaan. Yang demikian ini tidak berlaku pada seorang muslim pun, ketika ia tidak berdosa dengan hutang dan menunda pelunasannya. Yang seperti ini mustahil terjadi pada pribadi Nabi SAW, karena beliau tidak berhutang kecuali untuk ketaatan atau sesuatu yang mubah.

Kedua, dirinya tergantung dengan hutang tersebut. Dalam arti pahala-pahala amal kebaikannya diambil untuk mengganti hutang-hutangnya dalam hal-hal yang mubah, sebagaimana ketika di dunia ia menjual rumah untuk melunasi hutang, dan setelah itu dia tidak berdosa.

 





Disarikan dari Hasil Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama Di Asrama Haji Pondok Gede. Jakarta, 25-28 Juli 2002. (Redaktur: Ulil A. Hadrawy)

 

 





Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 27 Januari 2018

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Pati, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) kabupaten Pati bersama aktivis lingkungan di Pati meramaikan kegiatan “Jogo Kali”, Ahad (1/11). Mereka memunguti sampah di sepanjang tepi sungai Bendokaton sampai Sambiroto kecamatan Tayu Kabupaten Pati.

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari, (31/10-1/11) mereka juga memunguti sampah di dalam sungai untuk kemudian dikumpulkan di daur ulang.

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Mahasiswa IPMAFA Bersih-bersih Sungai Tayu

Kegiatan “jaga kali” dan “bersih kali” ini diharapkan mengispirasi warga dan mau bergotong royong dalam merawat lingkungan dan mau melestarikan, ungkap aktivis lingkungan setempat Shoimul Mubarok.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai malam hari berjalan dengan teratur dan mengundang simpati dari warga dan masyarakat setempat. Sedangkan beberapa Kepala Desa di sepanjang sungai Dokaton sampai Sambiroto ikut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Mereka sepakat agar ke depan masyarakat yang letak rumahnya berada di tepi sungai agar tidak sembarangan lagi dalam membuang sampah lebih-lebih di area sungai.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua BEM-Prodi PMI IPMAFA Zaky Fuad menjelaskan, “Respon masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa yang mengikuti kegiatan bersih sangat positif karena sungai mereka menjadi bersih dan elok.”

Sementara itu, Ketua Prodi PMI Faiz Aminuddin mengapresiasi kegiatan bersih kali ini. ? Menurutnya, sudah sewajarnya menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas berkutat dengan buku dan teori, tetapi program aksi untuk menjawab problematika sosial penting untuk mulai ditumbuhkan.

“Niat baik para mahasiswa PMI yang ikut terlibat langsung dalam bersih kali merupakan langkah awal yang baik, dan kalau bisa berkelanjutan, apalagi sebentar lagi musim hujan sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko banjir,” kata Alumnus Psikologi Sosial UGM ini. (Siswanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Eman Suryaman menginstruksikan kepada seluruh cabang-cabang NU di Jawa Barat agar jangan sampai terlibat dalam konflik sosial. Hal ini terkait berbagai aksi kekerasan agama yang kerapkali terjadi di wilayah Jawa Barat.

"NU adalah ormas Islam yang menghormati kebhinnekaan, artinya menerima pihak manapun dalam membangun negara yang maju, aman dan damai. NU juga harus menjaga netralitasnya dalam menghadapi segala konflik yang terjadi di Jawa Barat Khususnya dan Indonesia pada umumnya," tutur Eman.

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial

Eman juga mengatakan bahwa radikalesme harus segera dihentikan, karena Islam tidak mengajarkan kekerarasan, terlebih memaksakan orang lain untuk masuk ke ajaran manapun.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ditambahkan sebagai agama rahmatan lil alamin, seharusnya orang yang beragama Islam mampu memberikan pencerahan dengan cara-cara yang cantik. Para wali penyebar Islam di Nusantara pun sukses mengislamkan sebagian besar masyarakat Indonesia ? bukan dengan kekerasan, melainkan dengan mencontohkan ahlakul karimah dan uswatun hasanah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Ada cara-cara yang lebih baik untuk menghadapi beberapa kelompok yang menyimpangkan agama daripada menyikapinya dengan kekerasan. Para wali saja bisa mengajak masyarakat yang bukan beragama Islam, masa yang melencengkan agama masa tidak bisa diajak kembali kepada ajaran yang sebenarnya?” katanya.

Ditambahkan, untuk meluruskan ajaran yang menyimpang seperti Ahmadiyah jangan menggunakan kekerasan, bahkan sampai dibunuh atau dianiaya. Ada cara-cara lain yang bisa membuat mereka tertarik kepada ajaran yang sesungguhnya.

"Mereka juga tahu ketika mereka lahir dan dibesarkan, Al-Qur’an yang jadi pegangan mereka sama dengan kita," pungkasnya?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama, Humor Islam, Nahdlatul Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 20 Januari 2018

Puluhan Grup Qasidah Ramaikan Pagelaran Seni Budaya Islam Jabar

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Puluhan grup marawis dan qasidah mengikuti pagelaran seni budaya Islam se-Jawa Barat yang diadakan DPW Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Jabar di gedung student center UIN Bandung, Rabu-Jumat (29-31/10). Mereka yang datang dari 17 kabupaten di Jabar, mementaskan sejumlah keterampilan mulai dari Qasidah ibu-ibu, qasidah putra-putri, marawis, dan bintang vokal.

Puluhan Grup Qasidah Ramaikan Pagelaran Seni Budaya Islam Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Grup Qasidah Ramaikan Pagelaran Seni Budaya Islam Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Grup Qasidah Ramaikan Pagelaran Seni Budaya Islam Jabar

“Kalau kita lihat rencana awal bahwa diadakannya pagelaran seni budaya Islam ini untuk media silaturrahim, Alhamdulillah semua (undangan) bisa datang,” imbuh Ketua Panitia Esa Rizki Arman kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Kamis (30/10).

Tindak lanjut pagelaran ini, lanjutnya, seniman di Jabar memiliki persamaan dalam mengembangkan seni budaya Islam. “Kita mempunyai tujuan yang sama untuk mengembangkan seni budaya, maka kita melakukan langkah yang sama di setiap daerah,” terang Rizkiadi yang juga sebagai juri kategori marawis itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ke depannya, ia bersama pihak-pihak terkait akan terus menjalin silaturrahmi antargrup marawis maupun qasidah. Para juara dalam pagelaran ini akan dikirim ke perlombaan tingkat nasional di Sulteng November mendatang sebagai perwakilan Jawa Barat.

“Harapan saya bisa lebih kompak, kreatif, agar seni budaya Islam bisa berkembang lebih pesat lagi,” pungkasnya. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock