Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah

Milan merupakan kota yang ramai penduduknya. Kota itu terlihat rapi. Banyak pelajar Indonesia yang mengambil S2 dan S3 di sini. Dibandingkan dengan Roma, jumlah pelajar Indonesia di Milan lebih banyak, hampir 10 kali lipatnya. Menurut Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Anas, di Roma jumlah pelajar Indonesia ada dua puluh orang.

Sekilas tentang diaspora di Milan keadaannya kurang lebih sama seperti di Roma. Banyak yang pekerja informal; beberapa karena pernikahan campur dengan penduduk asli Italia. Rata-rata mereka tinggal di Milan sudah terhitung belasan sampai dengan 25 tahunan. Anak-anak mereka lahir dan besar di Milan, karenanya ada beberapa yang tidak lancar berbahasa Indonesia.

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah

Beberapa di antara diaspora ada yang sempat jauh dari menjalankan Islam. Sebagian sudah mendapat hidayah dan sering datang ke pengajian.

“Di Milan setiap minggu rutin pengajian keagamaan (diniyah). Dan pada jeda setiap 2 atau 3 bulan sekali ada kajian dengan mendatangkan ustadz, yang biasanya berdomisili di Belanda,” jelas Agie Priakbar, Ketua PPI untuk Italia.

Mahasiswa Indonesia di Milan rata-rata menyewa kos dengan harga 375 Euro per bulan. Itu sudah yang paling murah, karena untung-untungan juga mendapatkan kosan untuk mahasiswa. Jika mencari pakai website biasanya mahal. Tetapi kalau mencari langsung dapat murah, meskipun agak jauh. Masyarakat Indonesia di Milan juga berasal dari banyak suku, dengan suku Sunda menjadi jumlah terbanyak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hari Sabtu (17/6), saya beserta rombongan KBRI Roma dan Ibu Esti Andayani, Duta Besar Republik Indonesia—menuju Milan untuk mengikuti acara berbuka puasa bersama diaspora Indonesia. Perjalanan dari Roma ke Milan ditempuh sekitar tujuh jam. Diaspora Indonesia cukup banyak di sini, sekitar 300 orang. Mahasiswa yang tergabung dalam PPI sekitar 150 orang. Dari jumlah itu mahasiswa muslim sekitar 100 orang.

“Sebagian besar masyarakat Indonesia yang bekerja di Milan bekerja di bidang manufaktur. Ada juga yang usaha restoran pizza ala Italia,” kata Ahmad Basshofi, mahasiswa asal Bojonegoro ? yang sedang menempuh S3. Basshofi mengambil Jurusan Teknik Sipil di Politekniko Milano, Milan. Ia peraih beasiswa LPDP. Sebelum di Milan, Ahmad Basshofi sudah menyelesaikan S2 di Ecol Perancis. Sementara ijazah S1 ia raih di ITS Surabaya.

Buka puasa bersama diaspora dihadiri oleh seluruh diaspora dan mahasiswa. Komunitas Muslim Indonesia Milano (KMIM), sebagai penyelenggara mengundang seluruh diaspora yang ada di Milan beserta para tokoh agama dari gereja Mauseron dan organisasi Islam Eropa di Milan. Dubes Esti Andayani memberikan sambutan dan sangat mendukung acara tersebut.?

“Karena ini dapat memupuk persaudaraan dan keharmonisan, hablun minallah wa hablun minannas,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Acara berbuka puasa diaspora di Milan dihadiri lebih dari 200 orang. Hadirin tampak khidmat saat menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’.

Acara lalu diisi dengan pembacaan Al-Quran oleh Bu Mulyana dan saritilawah oleh Al-Khansah. Ia mebawakan Surat Al-Qadr dan Al-Baqarah ayat 185, sesuai dengan tema ‘Lailatul Qadar menjadikan pribadi terlahir kembali’.?

Pak Agung Pramudya sebagai pembina KMIM menyebutkan, Italia merupakan urutan ketujuh dengan penduduk Islam terbanyak di Eropa. Diaspora Indonesia di Milan multi etnis, ada yang melakukan perkawinan campur, bercampur dengan agama dan tetap menjalankan keyakinan masing-masing. Di sekolah kurang sekali pelajaran agama.

?

“Oleh karena itu, diaspora membentuk organisasi KMIM Al-Ikhlas. Dengan harapan ikhlas lillahi taala. Melakukan kebaikan tanpa pamrih. KMIM juga dijadikan sebagai sarana silaturrahmi, digiatkan TPQ pada minggu pertama dan minggu ketiga,” terang Pak Agung.

Termasuk dalam program KMIM adalah melakukan bimbingan dan pendampingan haji dan umroh. Tercatat sudah 15 diaspora Indonesia jamaah umroh berangkat bekerjasama dengan travel Magazi Tour.

?

Teguh Imam Burhanuddin menjelaskan cikal bakal terbentuknya KMIM yang baru diresmikan oleh August Parengkuan di Milan 17 Juli 2016. Acara ini juga dihadiri oleh Organisasi Koordinasi Muslim Eropa. Anggotanya berasal dari berbagai macam negara, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 100 ribu orang.

Kedatangan KBRI ke Milan menambah ramainya acara dengan warung konsuler. Biasanya dilakukan dua kali dalam setahun untuk mempermudah urusan diaspora Indonesia tentang perpanjang pasport dan lain-lain.

?

Sosialisasi kekonsuleran dilakukan pada tanggal 18 Juni 2017, mengupas tidak hanya masalah lapor diri dan pergantian pasport, tetapi juga legalisir dokumen, urusan SIM, perkawinan WNI dan WNA, tempat pembuatan affidavit bagi anak dari perkawinan campur WNI dan WNA, pembuatan surat bukti nikah kelahiran, rekomendasi nikah di Italia, WNI overstay atau documented, kehilangan status kewarganegaraan.

Acara yang digelar di Milan ini, disamping menambah akrab persatuan dan persaudaraan, jug mudah-mudahan dapat menjadi wahana menjaring lailatul qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena acara ini pun juga termasuk dari bagian ibadah, ini juga kebaikan. Amin.

Khumaini Rosadi, Dai Ambassador Cordofa 2017, anggota anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 31 Januari 2018

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebanyak 723 santri ? dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se Kabupaten Brebes mengikuti Wisuda Akbar ke-2 di Aula Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Ahad (21/5). Wisuda dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Imam Hidayat, ? disaksikan orang tua santri, dewan guru dan pejabat pemerintahan setempat.?

“Sebanyak 723 santri, mewakili madrasah masing-masing yang ada di Kabupaten Brebes,” ujar Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes H Sururi, di sela kegiatan.

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2

Dari 723 madrasah MDTA yang ada di Kabupaten Brebes, dikatakannya, telah meluluskan 9.563 santri. Dijadwalkan untuk tahun mendatang seluruh santri akan di hadirkan di alun-alun, jadi meriah. Kalau sekarang, tempatnya tidak muat jadi hanya perwakilan saja yang diajak ke Islamic Center.

Dari banyaknya madrasah diniyah di Brebes, lanjut Sururi, masih terjadi ketimpangan dengan kurangnya perhatian pemerintah. Terbukti hingga kini belum terlahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Madrasah. Diyakini Sururi, dengan madrasah, akhlakul karimah generasi muda bisa terjaga. Karena MDTA menjadi lembaga penjaga moral yang sangat penting yang harus dipertahankan.

“Tidak pernah tawuran ketika lulus madrasah, kalau sedari kecil sudah mengenyam pendidikan madrasah. Itu artinya memiliki akhlakul karimah, dan itu menjadi ukuran mutu dalam pendidikan,” ungkapnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kasubid Diniyah Formal dan Ma’had Ali, Kementerian Agama (Kemenag) RI Ahmad Jayadi mengakui kalau tantangan terhadap MDTA tidaklah ringan. Terakhir, adalah dengan pemberlakukan 5 hari masuk sekolah. Yang artinya, waktu milik MDTA akan tercerabut oleh kebijakan Mendiknas yang dikabarkan kebijakan itu akan tetap diberlakukan pada 2018 mendatang.?

“MDTA perlu mencari terobosan dan inovasi waktu dan system pembelajaran, agar MDTA tetap lestari dan makin maju,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk meningkatkan kualitas MDTA sepertinya perlu diterbitkan Perda Madrasah, kata Jayadi, harus dimulai dari diri sendiri. Artinya, madrasah itu dari, oleh dan untuk umat. Kalau umatnya berkehendak kuat, maka tidak mustahil Perda atau peraturan lainnya akan mudah dan cepat diterbitkan. “Pemerintah, pada dasarnya hanyalah fasilitator. Kemauan kuat justru berakar dari pengelola MDTA dan FKDT itu sendiri,” tandasnya.?

?

Kendala akibat kepentingan politik, menurutnya sudah biasa, untuk itu, seluruh komponen harus seiring sejalan dan harus berangkat bersama.

?

Jayadi menginformasikan, kalau saat ini tengah dirancang undang undang tentang Pendidikan Pesantren. “Mudah-mudahan madrasah bisa terakomodir didalamnya. Sehingga posisi pendidikan agama dan keagamaan setara dengan pendidikan yang lain,” tandasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Brebes, Imam Hidayat mengajak seluruh kepala MDTA untuk tidak patah arang dalam mengelola pendidikan Islam. “Kita harus optimis bahwa anak-anak yang lulus MDTA bisa melanjutkan ke Wustho. Pendidikan diniyah bukanlah sebagai pelengkap belaka, tetapi sudah menjadi kebutuhan yang urgen bagi masyarakat,” tandasnya.?

Agama lanjut Imam Hidayat, menjadi pemecah solusi tentang kemanusiaan dan kemasyarakatan. Bila agama sudah keluar dari karakter islam, maka pertanda islam hanya dijadikan alat politik belaka, seperti HTI yang menjadikan agama sebagai politik mendirikan khilafah. Lewat madrasah, anak-anak kita akan memiliki dasar akhlakul karimah yang sangat kuat.

? “Mendapatkan ilmu pengetahuan sangat mudah, tetapi menanamkan akhlakul karimah sangat sulit, untuk itu harus ditanamkan sejak dini,” kata Imam.?

Sementara itu, Kasubag Agama Bagian Kesra Pemkab Brebes, Harun menjelaskan, Pemkab Brebes telah memberikan dukungan yang banyak terhadap dunia pendidikan Islam. Diantaranya adalah, berupa pemberian bantuan hibah kepada para guru madrasah diniyah. “Tentang penerbitan Perda, tentu Pemkab sangat mendukung,” ucapnya. (Wasdiun / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Pesantren, Khutbah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Administrasi Jakarta Barat berkomitmen akan membedah kitab karya Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari. Karya pendiri NU ini di antaranya terhimpun dalam “Irsyâdus Sârî” yang berisi belasan kitab.

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh

Rais Syuriah PCNU KH Abdurrahman Shoheh menyatakan komitmen tersebut seusai dilantik Katib Aam PBNU KH Malik Madani pada akhir pecan lalu (16/5) di Pondok Pesantren Al Itqon, Jakarta. Ia mengagendakan, program bedah kitab kuning itu bakal digelar setiap malam Kamis untuk seluruh pengurus NU, badan otonom, serta masyarakat secara luas.

Dalam kepengurusan periode 2014-2019 ini, PCNU Jakbar juga bertekad melestarikan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), di samping terus bekerja untuk kemaslahatan orang banyak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Prosesi pengukuhan dirangkai dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj sekaligus Milad ke-23 Pesantren Al Itqon. Hadirin yang berseragam batik NU, baliho dan bendera NU, membuat acara terasa kian meriah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan tersebut, Katib Aam PBNU KH Malik Madani menyatakan bahwa NU tidak mengajarkan kekerasan, apalagi terorisme. Artinya selalu mengedepankan Islam rahmatan lil ‘alamin yang membawa kasih saying dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Ia juga mengingatkan kepada pengurus NU agar tidak terseret arus politik praktis. (Hazami/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sunnah, Kyai, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Cara Menghukum Begal

Dalam bahasa fiqih Begal dimaknai sebagai segerombolan orang yang saling tolong menolong dan bantu membantu dalam melaksanakan maksud mereka, mengganggu orang-orang di jalanan, merampas harta benda dan tidak segan-segan membunuh. Demikianlah definisi qutthout thariq dalam at-Tadzhib fi adillati matnil ghayah wat taqrib

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keberadaan begal yang sangat meresahkan masyarakat dan mengganggu ketentraman umat tidak dapat dimaafkan. Pembegalan, perampokan dan kekerasan semacamnya merupakan dosa besar yang harus dihukum. Dengan jelas al-Qur’an menerangkan hukuman bagi begal dalam al-Maidah 33:

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Cara Menghukum Begal (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Menghukum Begal (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Menghukum Begal

Ibnu Abbas sebagaimana diterangkan Imam Syafi’i dalam al-Umm berpendapat bahwa yang dimaksud dengan membuat kerusakan di bumi adalah berbuat sesuatu di muka bumi yang dapat merusakkan kehidupan, seperti membunuh jiwa dan merampok harta benda, atau menggaggu ketentraman masyarakat. Menurut ulama modern termasuk dalam kategori perampok dan begal adalah koruptor, pengemplang pajak negara dan juga pencuri kayu dihutan lindung. Karena posisi mereka yang merusak stabilitas ekonomi negara dan semakin menyengsarakan nasib bangsa.

Dalam rangka penerapan ayat al-Qur’an di atas, ulama fiqih mengklasifikasi pembegal dalam empat bagian, sebagaimana diterangkan Abi Suja dalam Ghayat wat Taqrib

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Pembegal itu ada empat macam 1) apa bila begal itu membunuh tanpa mengambil harta maka hukumannya dibunuh. 2) apabila begal itu membunuh dan mengambil harta, maka hukumannya di bunuh dan disalib . 3) apabila begal itu hanya mengambil harta (tidak membunuh) maka hukumannya dipotong tangan atau kaki secara bersilangan (tangan kanan dan kaki kiri untuk pembegalan pertama, dan tangan kiri kaki kanan untuk pembegalan kedua). Dan 4) apabila begal itu hanya menakut-nakuti orang yang lewat tidak mengambil harta dan membunuh maka hukumannya adalah dipenjara dan dita’zir.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Itulah beberapa macam hukuman untuk begal sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya. Oleh karenanya tidak dibenarkan menghukum bekal dengan cara membakar. Karena hal itu sangat menyiksa dan bertentengan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Hanya saja di Indonesia hukuman semacam ini hanya berlaku sebagai pengetahuan yang bersifat teoritis dan tidak boleh dipraktikkan, karena pemerintah sebagai pengatur kekuasaan memiliki undang-undang sendiri yang wajib dipatuhi oleh segenap individu yang merasa sebagai warga negara Indonesia. undang-undang yang mengatur tata kehidupan berbangsa demi kemaslahatan bersama lahir-batin dunia dan akhirat. Sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang berbunyi

?? ? ? ? ? ?

“Kebijakan pemimpin (pemerintah) terhadap rakyatnya harus terkait dengan kemaslahatan mereka”(ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 11 Januari 2018

Bupati Probolinggo Minta Muslimat Cegah Perkawinan Dini dan Hambat Peredaran Narkoba

Probolinggo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Bupati Probolinggo yang juga Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari meminta semua pengurus Muslimat NU untuk berintrospeksi. Kewajiban seorang pengurus Muslimat NU selain menjadi istri yang salehah juga harus mampu memberikan pengetahuan maupun inovasi dalam berbagai hal.

Permintaan ini disampaikan Tantri dalam peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Lahir (Harlah) Ke-71 Muslimat NU yang digelar pengurus harian Muslimat NU Kabupaten Probolinggo di halaman Kantor Kecamatan Lumbang, Sabtu (22/4) siang.

Bupati Probolinggo Minta Muslimat Cegah Perkawinan Dini dan Hambat Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo Minta Muslimat Cegah Perkawinan Dini dan Hambat Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo Minta Muslimat Cegah Perkawinan Dini dan Hambat Peredaran Narkoba

“Titip pesan kepada seluruh pengurus Muslimat NU untuk memberikan dorongan yang baik pada anak-anak untuk menempuh pendidikan di sekolah maupun di pondok pesantren,” katanya.

Ia meminta pengurus Muslimat NU agar menjaga anak-anaknya supaya tidak terpengaruh dengan perilaku yang tidak baik, terutama masalah pornografi dan terjerumus dengan obat-obatan terlarang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dengan pendidikan bagi anak-anak yang di mulai pada usia dini pada akhirnya nanti dapat mengubah kehidupan para generasi muda menjadi lebih baik dan dapat mengangkat derajatnya,” jelasnya.

Sementara Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan, gerakan yang dilakukan oleh Muslimat NU adalah upaya membantu Pemkab Probolinggo dalam menyukseskan pembangunan. Salah satunya adalah dalam bidang keagamaan membangun perilaku dan akhlak masyarakat khususnya generasi muda.

“Melalui organisasi, pengurus Muslimat NU harus memiliki peran penting serta harus mampu berkarya dan berinovasi dengan cara melaksanakan gerakan sosial kemasyarakatan. Serta berperan untuk pembentukan pondasi dan meningkatkan budaya yang bermoral bagi penerus bangsa,” katanya.

Sedangkan Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nur Ayati menyampaikan, pendidikan para pengurus Muslimat NU memang rendah, tapi Muslimat mampu untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan tugas kerja dengan baik dan lancar serta mampu menciptakan potensi usaha untuk kesejahteraan para pengurus Muslimat NU Kecamatan Lumbang pada khususnya.

“Perangi narkoba sebagai salah satu bentuk tugas terpenting yang dilakukan oleh para pengurus Muslimat NU. Serta galakkan pencanangan bersama seluruh organisasi di Kecamatan Lumbang untuk melaksanakan pencegahan perkawinan usia dini melalui setiap kegiatan keagamaan bersama para pengurus Muslimat NU,” harapnya.

Peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW dan Harlah Ke-71 Muslimat NU ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Syaifullah, Ketua MWCNU Kecamatan Lumbang Syaiful Arif, Camat Lumbang Bambang Heri Wahyudi, dan jajaran Forkopimka Lumbang serta para pengurus GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU dan tokoh agama di Kecamatan Lumbang.

Dalam kesempatan ini Tantri menyerahkan hadiah pemenang lomba bazar dan penghargaan kepada pengurus Muslimat NU yang memiliki dedikasi tinggi terhadap NU, serta penyerahan seragam untuk pengajar SMP Al-Haqiqi Kecamatan Lumbang. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menggugat iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di sejumlah media massa. Ia mengaku tak mengira bila seruan yang di dalamnya terdapat nama berikut tanda tangannya itu bakal diiklankan di media massa, apalagi juga menyebut dua nama konglomerat yang diduga tersangkut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).



Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

“Seharusnya seruan tersebut langsung diserahkan pada pihak yang berwenang agar segera dituntaskan. Tapi, ini malah diiklankan. Apalagi di situ ada nama Sjamsul Nursalim dan Antoni Salim. Kesannya jadi tidak obyektif,” ungkap Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (28/8)

Hasyim mengatakan sangat mendukung terhadap gerakan dan seruan moral yang mendesak kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus BLBI itu. Apalagi desakan itu tidak didukung dirinya saja, melainkan juga bersama pemimpin 14 organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia lainnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Saya menandatangani formulir (seruan “Jihad Melawan Koruptor BLBI”) itu dalam keadaan sadar, dan saya sangat mendukung, apalagi di situ ada nama Pak Din (Syamsuddin – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah), Tarmizi Taher (Mantan Menteri Agama), dan lain-lain. Itu kan gerakan moral. Tapi, waktu saya tanda tangan itu tidak ada nama orang yang disebut sebagai koruptor BLBI itu,” ungkap Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Selain itu, tambahnya, di dalam formulir yang ia tanda tangani tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika seruan tersebut akan diiklankan di media massa. Ia menyimpulkan bahwa ada pihak-pihak yang telah ‘memproses’ seruan tersebut untuk kepentingan tertentu dengan mengatasnamakan para pemimpin ormas Islam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Saya mengimbau kepada orang yang ‘memproses’ seruan itu untuk segera berhenti dan tidak lagi mengiklankan seruan tersebut, melainkan langsung diserahkan kepada pihak berwenang. Penyebutan nama-nama koruptor itu menimbulkan kesan tidak obyektif,” pungkasnya.

Seruan yang didukung 14 pemimpin ormas Islam di Indonesia itu ditandatangani di Jakarta, 2 Juli 2007. Media massa yang menampilkan seruan tersebut adalah majalah berita mingguan Tempo edisi Khusus Hari Kemerdekaan 13-19 Agustus 2007 pada halaman 147.

Ke-14 ormas itu adalah NU, Muhammadiyah, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indoensia (ICMI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al-Irsyad Al-Islamiyah, dan Dewan Masjid Indonesia. Lalu, Al-Wasliyah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Persatuan Islam (Persis).

Pengurus Pusat Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI), Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM) juga menyatakan mendukung seruan tersebut.

Dalam seruan itu, disebutkan BLBI, obligasi rekap dan program penyehatan perbankan yang diberikan pemerintah mencapai lebih dari Rp650 triliun. Padahal dana itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, jalan-jalan di pedesaan, ruang belajar, dan sekolah gratis, serta peningkatan kesejahteraan bagi rakyat miskin. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia

Pati, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat sedunia dengan 245 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang besar setelah China (1,4 miliar jiwa), India (700 juta jiwa), dan Amerika (350 juta jiwa), penduduk negara ini berpotensi menuai banyak perbedaan, utamanya dari berbagai sektor baik etnis, budaya, bahasa dan agama.

Sebab jumlah penduduk yang besar sama artinya menimbulkan intrik perbedaan yang tidak kalah kecil. Hal itu menjadi pokok perbincangan Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI dalam Suluk Maleman bertajuk Bhinneka Tunggale Ilang; Meruwat Perbedaan Merawat Nusantara di Rumah Adab Indonesia Mulia, Jalan Diponegoro 94 Pati, Sabtu (21/03/15) malam.

Perbedaan, katanya, adalah sunnatullah. “Kita harus pandai-pandai menyikapi perbedaan. Jangan sampai berobsesi untuk menyeragamkan perbedaan. Sebab itu melanggar sunnatullah,” jelasnya kepada ratusan hadirin.

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia

Putra tokoh NU KH Saifuddin Zuhri ini menekankan perbedaan sudah jelas tercantum dalam nashsuuba waqabaila”, Tuhan menciptakan manusia bersuku dan berbangsa-bangsa.

Di ayat lain, Tuhan bisa saja menjadikan umat manusia, ummatan wahidah, makhluk homogen. Tetapi maksud mulia dari Allah ialah agar umat manusia fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Wakil Ketua MPR RI 2009-2014 itu menambahkan, perbedaan perlu diunduh hikmahnya. “Agar satu sama lain mengisi, melengkapi, dan saling menyempurnakan,” lanjutnya.

Untuk menyikapi perbedaan ditempuh dengan kearifan dan kebijaksaan. Sebab perbedaan itu indah asal bisa mengambil sisi-sisi positif. “Salah satu cara merajut perbedaan yang dilakukan para pendahulu ialah dengan nilai-nilai agama,” imbuh lelaki 52 tahun ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam memahami nilai-nilai agama perlu ilmu pengetahuan dan wawasan luas. Dengan pengetahuan yang luas harapannya dalam memandang tidak mudah menyalahkan.

Politisi PPP itu menyontohkan angka 4 ialah hasil penambahan 2+2. Sehingga tak boleh menyalahkan orang yang bilang itu hasil dari 2 x 2, 10 - 6 maupun 100 - 96. Hal itu menurutnya sejalan dengan orang menjalani syariat dan tasawuf.

Orang setaraf syariat, sebut dia, dalam beribadah berorientasi pada pahala dan takut kepada neraka. Sehingga posisinya abid, hamba dan ma’bud, Tuhan berbeda. Sedangkan pelaku tasawuf antara manusia, asyiq dan masyhuq, Tuhan, setara.?

Kedua pelaku jalan menuju Tuhan itu mempunyai cara berbeda untuk menuju sang Khaliq namun dengan cara berbeda. Sehingga keduanya perlu disatukan agar mencapai kesempuraan.

Memanusiakan Manusia

Beragama, tegas Lukman, ialah untuk memanusiakan manusia. Karena tujuannya sama meski dengan jalan agama yang berbeda-beda: Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Hal itu sejalan dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Wali Songo, paparnya, dalam menebar Islam di Nusantara tidak dengan pertumpahan darah tetapi dengan kearifan tanpa mengubah tradisi yang berlangsung di Jawa.

Karenanya bangsa dengan penduduk besar juga berpotensi besar terpecah belah. “Solusinya dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta soliditas sebagai bangsa serta menghadapi beragam masalah dengan kearifan,” ungkap Lukman Hakim.

Kepada Anis Sholeh Baasyin, penggagas Suluk Maleman memberikan apresiasi sebab kegiatan merupakan upaya untuk mengedukasi generasi muda sebagai modal untuk menghadapi globalisasi agar keutuhan bangsa senantiasa terawat dengan baik. ?

Hadir juga dalam kesempatan itu Lily Wahid (Mantan Anggota DPR RI), Agus Sunyoto (sejarawan), KH Abdul Ghofur Maimoen (tokoh agama) serta Ilyas (akademisi). Juga dimeriahkan penampilan Sampak Gusuran pimpinan Anis Sholeh Baasyin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Sunnah, Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock