Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Semangat Mengaji Umat Muslim di Roma

Umat Muslim percaya momen Ramadhan perlu diisi dengan berbagai macam kegiatan kebaikan, termasuk juga pengajian. Begitu juga dengan warga Muslim di Roma. Itulah yang dikatakan Juniarti, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenlu kepada saya saat saya mengisi pengajian di KBRI Roma Ramadhan lalu.

Saat itu, saya mengisi pengajian di hari Sabtu. Sabtu dan Ahad memang hari libur di Roma. Tetapi meskipun libur, pengajian tetap dilakukan.

Semangat Mengaji Umat Muslim di Roma (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Mengaji Umat Muslim di Roma (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Mengaji Umat Muslim di Roma

Ramadhan juga bulan kebersamaan. Suasana itu terlihat di lingkungan KBRI Roma. Sapaan hangat dari RA Esti Andayani sebagai Duta Besar RI untuk Italia kepada seluruh staf. Tawa canda anak-anak kecil dengan temannya yang terkadang lalu lalang di depan para pejabat, menambah cerita lucu di saat berbuka puasa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

***

Tinggal jauh di negara sendiri terkadang ada sukanya juga ada dukanya. Sukanya salah satunya adalah, mungkin bisa banyak belajar budaya asing dan memperlancar bahasa negara lain, seperti kebanyakan saudara-saudara Muslim di Roma, Italia ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Anak-anak kecil keturunan Indonesia di sini sangat fasih dan lancar sekali dengan bahasa Italia. Saat bercanda dan bermain dengan teman-teman sebayanya, mereka asyik sekali mendengarkan orang mengucapkan kalimat-kalimat berbahasa Italia. Seperti kata “numero uno” dan sebagainya.

Tetapi ada yang menjadi kegelisahan para orangtua mereka, yaitu pembelajaran pengetahuan agama yang kurang maksimal, meskipun sudah disiapkan tempat belajar agama khusus di masjid besar khusus untuk orang-orang Indonesia. Tampaknya itu belum efektif.

Banyak yang bercerita kepada saya, tentang huruf-huruf Hijaiyah saja sudah lupa. Banyak dari anak-anak usia SMP dan SMA sudah lupa huruf-huruf Hijaiyah itu.

“Dulu saya sudah tahu itu, tetapi sekarang saya sudah lupa semua,” kata Faishal, anak Indonesia yang dari kecil sekolah di Roma, yang sekarang duduk di kelas 1 selevel SMA di Indonesia.

Faishal bercerita jenjang pendidikan di Roma agak berbeda dengan di Indonesia. Kalau di Roma jenjangnya 5+3+5. Lima tahun setingkat SD dilanjut 3 tahun setingkat SMP dilanjut 5 tahun setingkat SMA. Lima tahun di setingkat SMA itu sudah penjurusan sesuai minat masing-masing. Jika cerdas bisa selesai lebih cepat. Seperti akselerasi di Indonesia.

Untuk mengefektifkan pengetahuan agama tersebut, KBRI Roma dan Nadwah Ukhuwah Roma (NUR) bersepakat membuat jadwal dan tema kajian Ramadhan yang dibutuhkan masyarakat Muslim Indonesia di Roma. Dengan itu tugas saya sebagai Dai Ambassador Cordofa 2017 di Italia sangat terbantu.

Selama di Roma, jadwal pengajian yang telah disusun oleh NUR dan KBRI Roma adalah sebagai berikut. Kultum di setiap hari bada zuhur. Tema yang harus disampaikan adalah pentingnya shalat, keutamaan sedekah, manfaat membaca Al-Quran, akidah dan tauhid dalam Islam, sudahkah saya berzakat, perbedaan zakat dan infak.

Selain itu keutamaan istighfar, menghormati orangtua, persaudaraan dalam Islam, amar makruf nahi munkar, penyakit hati dan cara menghindarinya, keutamaan menuntut ilmu, kebersihan sebagian dari iman, keutamaan shalat dhuha, manfaat shalat dari segi kesehatan dan sosial, keutamaan shalat tahajud.

Selebihya adalah saya akan bahas tentang hukum-hukum fiqih dasar tentang thaharah dan hukum-hukum shalat seperti rukun dan sunat shalat.

“Karena ini saja banyak yang masih belum benar,” kata Adnan, salah satu staff dan ustad di KBRI Roma.

Setiap Rabu dan Jumat ada pengajian ibu-ibu. Saya tekankan pada cara membaca Al-Quran yang baik dan benar. Saya praktikkan makharijul huruf dan pemahaman ilmu tajwid, juga sentuhan anatomi Al-Quran yang sangat disukai oleh jamaah ibu-ibu istri para diplomat ini.

Pengajian ini dimulai pukul 14. 30-17.00 pada hari Rabu. Sedangkan pada hari Jumat dimulai pada pukul 18.00 sampai 20.00 atau menjelang berbuka puasa.

Setiap Jumaat sore dimulai pukul 15.00–17.30 adalah pengajian anak-anak dan remaja, yang saya isi dengan pengenalan huruf-huruf Hijaiyah, doa-doa harian, dan hafalan-hafalan surat pendek.

Setiap Jumat dan Sabtu juga diadakan acara berbuka puasa bersama di KBRI Roma, Milan, dan Vatikan secara bergantian. Jumat agenda untuk seluruh keluarga Home Staff dan Lokal Staff KBRI Roma. Sedangkan hari Sabtu diadakan untuk umum, untuk seluruh masyarakat Indonesia dan sekitarnya di Italia.

Semua itu untuk mempererat tali silaturrahmi dan menambah pengetahuan agama Islam di Italia yang memang minim sekali guru agama. Sekalipun ada, itu pun jauh dan mungkin terkendala masalah bahasa.

Saya berharap, peran saya yang tak seberapa selama di Italia, dapat meningkatkan semangat warga Muslim di sana dalam menambah ilmu agama. Masyarakat Indonesia di Italia umumnya dapat mempererat tali persaudaraan dan kepedulian mereka.

H Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dai dan Media Internasional (TIDIM) LDNU, dan Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma, Italia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 21 Desember 2017

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada

Ini adalah halaman muka dari naskah kitab Hasyiah Tasywiqul Khallan ‘ala Syarhil Ajurumiyyah karangan KH Muhammad Ma’shum ibn Salim al-Safuthani al-Samarani, seorang ulama Nusantara asal Seputon, Semarang (Jawa Tengah). Kitab ini dicetak dan diterbitkan oleh ‘Isa al-Babi al-Halabi di Mesir pada tahun 1303 H (1886 M). Naskah ini menjadi koleksi Robarts Library, University of Toronto, Kanada.



“Tasywiqul Khallan” merupakan hasyiah (komentar panjang) atas syarh (penjelasan) “Mukhtashar Jiddan” (karangan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, w. 1866 M) atas matan (teks) al-Ajurumiyyah, kitab monumental gramatika Arab (nahw) karangan Muhammad ibn Jurum al-Shanhaji, w. 1323 M.

Halaman muka kitab mengisyaratkan jika KH. Muhammad Ma’shum mengarang hasyiah ini saat ia masih berusia muda. Tertulis di sana: “Ta’lif al-syab an-najib wal-fadhil al-labib” (karangan seorang pemuda cendikia, pemilik keutamaan yang cerdas).

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada

Dalam kata pengantarnya, KH. Muhammad Ma’shum mengatakan jika ia mengarang kitab ini karena permintaan beberapa koleganya yang hendak memahami kitab al-Ajurumiyyah dan syarh-nya, Mukhtashar Jiddan, secara lebih mendalam. Para kolega itu meminta KH Muhammad Ma’shum untuk menuliskan komentar dan penjelasan panjang atas dua kitab (matan dan syarh) tersebut, agar lebih mudah difahami.

KH Muhammad Ma’shum mulai menulis hasyiah ini di Mekkah saat ia pergi haji dan merampungkanya di Semarang. Dalam menulis hasyiah ini, KH. Muhammad Ma’shum merujuk pada beberapa referensi utama, yaitu (1) Hasyiah al-Sanwani ‘ala Syarh al-Syaikh Khalid al-Azhari ‘ala Matn al-Ajurumiyyah, (2) Syarh al-Astarabadi ‘ala Kafiyah Ibn al-Hajib, dan (3) Mughni al-Labib karangan Ibn Hisyam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sayangnya, belum banyak informasi lebih terkait biografi KH. Muhammad Ma’shum beserta karya-karyanya. Dalam kata pengantarnya, beliau menyebutkan jika Syaikh Ahmad Zaini Dahlan adalah “syaikh syaikhi” (guru dari guruku).

Menimbang tahun kepengarangan kitab tersebut (1303 H/ 1886 M), maka bisa diperkirakan jika KH. Muhammad Ma’shum ini satu generasi dengan santri-santri Jawi yang belajar di Mekkah pada masa itu, seperti KH. Hasyim Asyari Jombang (w. 1366 H), KH. Mukhtar Atharid Betawi (w. 1349 H), KH. Abdul Karim ibn Ahmad Khatib Minang (w. 1357 H), KH. Abdul Rasyid Bugis (w. 1361 H), KH. Wahyuddin Abdul Ghani Palembang (w. 1360 H), KH. Jamaluddin Khaliq Patani (w. 1355 H), dan lain-lain.

Meski demikian, kitab Hasyiah Tasywiqul Khullan banyak dicetak ulang dan diterbitkan kembali oleh banyak penerbit, baik di Arab atau pun Nusantara, seperti Dar al-Kutub al-‘Arabiyyah al-Kubra (Kairo, 1326 H/ 1908 M), al-Maktabah al-‘Ilmiyyah (Kairo, 1358 H/ 1940 M), Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah (Beirut, 2003), dan Maktabah al-Hidayah (Surabaya).

Matn al-Ajurumiyyah terhitung sebagai kitab pegangan wajib bagi pelajaran gramatika Arab (nahw) tingkatan pemula di pesantren-pesantren tradisional (NU) di Indonesia. Matn (teks) tersebut sangat popuker dan banyak yang menulis pejelasan (syarh) atasnya, diantaranya adalah syarh yang ditulis oleh Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, mufti madzhab Syafi’i di Makkah al-Mukarromah sekaligus mahaguru bagi para santri dan ulama asal Nusantara di akhir abad ke-19 M. Maka tidaklah mengherankan jika kitab-kitab karangan beliau banyak diaji dan dikaji di dunia pesantren hingga sekarang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syaikh Ahmad Zaini Dahlan sezaman dan sejawat dengan Syaikh Nawawi Banten, yang juga mahaguru para santri dan ulama Nusantara di Makkah. Jika Syaikh Zaini Dahlan menulis Syarh Mukhtashar Jiddan atas teks al-Ajurumiyyah, maka Syaikh Nawawi menulis Kasyf al-Maruthiyyah yang merupakan syarh atas teks yang sama.

Pada bulan Ramadhan tahun 1999 dulu, saya khatam mengaji kitab Syarh Mukhtashar Jiddan karangan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan ini di pesantren HM Putra Lirboyo Kediri (Jawa Timur) dari bacaan (qira’ah) KH. Imam Yahya Mahrus. Di akhir pengajian, KH. Imam Yahya memberikan sanad (mata rantai keilmuan) kitab tersebut yang menyambung sampai pengarangnya: KH. Imam Yahya Mahrus, dari KH. Mahrus Ali, dari KH. Abdul Karim, dari KH. Kholil Bangkalan, dari Syaikh Nawawi al-Bantani, dari Syaikh Ahmad Zaini Dahlan. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 10 Desember 2017

GP Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Depan

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah akan menggelar konferensi wilayah (Konferwil) di Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo, Sabtu-Ahad (17-18/5) mendatang. Konferwil ini diikuti utusan resmi cabang dan anak cabang GP Ansor se-Jawa Tengah yang memenuhi ketentuan administratif.

GP Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Depan

Sekretaris GP Ansor Kudus Suwindi mengatakan, kepastian konferwil ini tertuang dalam edaran yang dikirim GP Ansor Jateng kepada seluruh cabang dan anak cabangnya.

“Persyaratannya sangat banyak; SK kepengurusan masih aktif, pernah mengadakan pelatihan kader dasar (PKD) pada 2013, menunjukkan bukti sertifikat dan daftar hadir kegiatan PKD minimal 40 peserta,” sebut Suwindi kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa (6/5).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Melihat persyaratan demikian, Suwindi memprediksi banyaknya anak cabang Ansor yang tidak bisa menjadi peserta. Sebab, meskipun SK kepengurusan masih aktif, sebagian anak cabang GP Ansor belum mengadakan PKD pada 2013.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Tetapi kita menunggu verifikasi dari pimpinan wilayah saja, PAC GP Ansor mana nanti yang lolos sebagai peserta resmi konferwil,” ujarnya.

Konferwil ? Ansor Jateng yang untuk kali pertama melibatkan unsur PAC sebagai peserta ini, akan mengagendakan berbagai pembahasan laporan pertanggungjawaban GP Ansor Jateng di bawah kepemimpinan Jabir Al-Faruqi , perumusan program kerja, dan pemilihan ketua baru GP Ansor Jateng.

Panitia penyelenggara rencananya memeriahkan konferwil dengan diskusi publik, pasar murah, dan pagelaran wayang kulit. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, Olahraga, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 29 November 2017

Hari Santri, Jangan Sekadar Seremoni

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Jamiyyatul Qurra wal Huffadz Nadlatul Ulama (JQH NU) Jawa Timur M Tohir menyatakan bahwa gebyar Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2015 cukup banyak mendapatkan respon dari masyarakat.

Pasalnya, geliat peringatan tersebut terlihat dari berbagai even mulai yang simbolik sampai kegiatan nyata. Mulai dari yang bersifat personal sampai dengan kegiatan-kegiatan instititusional. Pernyataan ini disampaikan oleh M Tohir melalui pesannya yang diterima Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa (27/10).

Hari Santri, Jangan Sekadar Seremoni (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, Jangan Sekadar Seremoni (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, Jangan Sekadar Seremoni

"Tentunya, acara demi acara dalam menyambut Hari Santri bukan menjadi rutinitas seremonial saja. Yang paling penting dengan hadirnya Hari Santri Nasional, adalah apa yang dapat disumbangkan oleh seorang untuk agama, negara dan bangsa," ucap Tohir.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Santri bukan lagi komunitas sosial pinggiran. Peringatan Hari Santri harus mampu memosisikan santri dalam peran-peran penting pembangunan. Jika demikian, maka para santri harus mampu istropeksi diri dan menata kembali SDMnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jika resolusi jihad telah mendorong ribuan santri merapat ke Surabaya sehingga yang menghancurkan mental tentara Inggris, rela berkorban nyawa dan berkalang tanah. "Lalu, apakah yang dapat diberikan oleh santri atau bagi yang baru belajar menjadi santri? Untuk itu, yang patut diperhitungkan adalah setelah selesai hari Santri Nasional ini, apa yang bisa dilakukan?," kata Tohir sembari bertanya.

Menurut Tohir, santri itu merupakan para intelektual religius, yang harus mampu bertarung dengan perubahan jaman dengan profesionalitasnya dan menjadikan akhlakul karimah sebagai baju kebesarannnya.

"Di sini, sekarang ini, saat kita berdiri, mungkin dulu ada seorang santri sedang terkapar, menjerit, berdarah-darah dan meregang nyawa (naza’) karena tertembus peluru. Lalu, apakah kita cuma diam saja. Apakah kita cuma mengenangnya dengan mengadakan acara-acara sebatas seremonial saja," tanya Tohir.

Tohir menjelaskan, fenomena antusiasme masyarakat Muslim umumnya, dan Nahdliyin khususnya ini patut dibanggakan, kendati ada beberapa penolakan dari tokoh ormas lain tentang ide Hari Santri. Namun, penolakan tersebut ternyata telah disikapi oleh para santri dengan tak terpancing untuk membalas dengan kasar atau kekerasan.

"Santri memang seharusnya mampu menjunjung kesantunan sebagai ekspresi sosialnya. Ingatlah Satlogi Santri, yaitu S: Santun, A: Ajeg/istiqomah, N: Nasehat, T: Tawakal, R: Ridhallah, dan I: Ikhlas," terang Tohir

"Terlalu murah nyawa dan jihad mereka jika kita bayar hanya dengan acara seremonial. Untuk itu, kita harusnya mampu mengaktualisasikan ‘resolusi jihad’ dalam kehidupan kekinian yang lebih nyata. Misalnya, bagaimana peran ‘jihad’ kita masalah asap dan problem-problem masyarakat lainnya," imbuh Tohir.

Tohir mengaku bahwa JQH NU Provinsi Jawa Timur sendiri menyambut Hari Santri Nasional yang pertama tahun ini dengan menghelat Khotmul Quran Bersama di Musholla PWNU Jawa Timur yang dihadiri oleh para Kiai dan Huffadz. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 25 November 2017

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Wakil Ketua PCNU Jepara, Hisyam Zamroni yang didaulat membuka kegiatan presentasi lomba menulis opini yang dihelat LTN PCNU Jepara, Rabu (23/3) lalu memantik 10 peserta terbaik tersebut.?

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis

“Kalian adalah salah satu penerus budaya tulis-menulis. Karena saat ini penulis masih sangat kurang jumlahnya,” tegas Hisyam saat membuka presentasi lomba yang berlangsung di gedung NU Jepara ini.?

Ia meyakinkan peserta jika tiada penerus Bukhari dan Muslim niscaya kelak akan hilang. Orang yang pintar tegasnya wajib menulis. Dulu, papar Kepala KUA Keling Jepara manusia ditradisikan dengan budaya lisan. Pidato maupun khutbah adalah misal tradisi lisan.?

Sehingga ada istilah tutur tinular merupakan gambaran dari tradisi lisan. Tradisi lisan menurut alumnus Pascasarjana UIN Walisongo Semarang ini dapat bernilai kebenaran sebagaimana Nabi Muhammad memberikan sabda kepada sahabat-sahabatnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tradisi menghafal al-Qur’an juga bagian dari bahasa tutur. Untuk itu, saat ini sudah saatnya pelajar dan santri sebagai penerus budaya tulis.?

“Jadikan menulis hal yang nikmat. Kegiatan yang sangat enjoy,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut merupakan awal bukan akhir. Kepada peserta dirinya juga meyakinkan bahwa orang bisa hidup lantaran menulis.?

Apa saja bisa ditulis. Tidak terkecuali potensi-potensi yang ada di kampung dengan versi masing-masing. “Ayo kita kembangkan budaya tulis kita,” ajaknya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lomba menulis opini bertema “Rahmat Kemajemukan Itu Nyata” merupakan agenda perdana LTN PCNU Jepara masa khidmah 2015-2020. Naskah yang masuk ke panitia yang berjumlah puluhan kemudian dikerucutkan menjadi 10 besar.?

Pemenang lomba yang mencakup isi dan tulisan kata Muhammadun Sanomae, Ketua LTN PCNU Jepara akan diumumkan di web nujepara.or.id dalam waktu dekat ini.?

“Profil juara I akan dipublikasikan di Suara Merdeka,” pungkas Kepala Biro Suara Muria (Suara Merdeka) ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 08 November 2017

Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Banjarnegara dan sekitarnya hingga saat ini telah menerjunkan 120 relawan dengan membawa sejumlah peralatan untuk membantu proses evakuasi korban.

Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan

Pengurus Pusat LPBI NU melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjarnegara juga telah mengirimkan bantuan awal untuk membeli peralatan evakuasi dan operasional Tim.

Selain itu, saat ini Tim Relawan NU dipandu oleh assessor dari PP LPBI NU juga sedang melakukan assessment terutama terkait kebutuhan pengungsi.? Setelah assessment nanti, LPBI NU bersama seluruh komponen NU di Banjarnegara akan mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan oleh pengungsi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

PCNU Banjarnegara juga telah mendirikan Posko Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Longsor Banjarnegara di salah satu rumah kader NU di Dusun Ngaliyan yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian atau di depan Pos Pengungsian Utama korban longsor yang berasal dari Dusun Jemblung. Posko ini selain sebagai pusat informasi juga tempat menerima bantuan kemanusiaan untuk didistribusikan kepada korban longsor di Banjarnegara.

Data LPBI NU yang diperoleh dari BNPB dan BPBD Banjarnegara menyebutkan bahwa hingga Senin (15/12) siang, korban meninggal akibat longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara adalah 39 orang, sementara 69 orang masih dalam pencarian. Sedangkan rumah yang tertimbun longsor sebanyak 38 rumah. Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan dari berbagai pihak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengumumkan status darurat bencana pada Sabtu, 13 Desember 2014. Jumlah pengungsi hingga Ahad, 14 Desember 2014 diperkirakan berjumlah 1.692 orang. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 02 November 2017

Sepurane Rek!

Menjelang pelaksanaan shalat idul fitri, seorang sesepuh yang ditunjuk sebagai imam dan khotib, menyampaikan beberapa penjelasan atau semacam tips terkait shalat id.

Saudara-saudara, pelaksanaan shalat id itu memiliki sedikit perbedaan dengan shalat pada umumnya. Pertama, pada rakaat awal, sebelum imam membaca fatihah, dilakukan takbir tujuh kali, dan diantara takbir satu dengan yang lain dibacakan tasbih. Kedua, pada rakaat kedua dilakukan hal yang sama tapi jumlahnya lima kali. Paham?"

Para jamaah pun serentak berucap, "Paham.."

Sepurane Rek! (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepurane Rek! (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepurane Rek!

Maka dilaksanakanlah shalat id. Ternyata sang imam sama sekali tidak melaksanakan takbir 7x dan 5x. Mungkin ia lupa.

Selesai salam, para jamaah pun kasak kusuk. Konsentrasi mereka terpecah karena teringat pesan sang imam, tapi justru ia tidak melaksanakannya.

Suasana khotbah pun tidak kondusif, karena sebagian jamaah masih terus membahas masalah takbir.

Begitu selesai khotbah, sebagian jamaah segera menuju ke sekitar mimbar guna bertanya tentang masalah takbir.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bertanyalah salah seorang jamaah: “Pak Kiai, tadi Bapak pesan supaya para jamaah ikut bertakbir 7x dan 5x. dlm shalat id. Lha kok Anda malah tidak melakukannya sama sekali.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia bertanya balik, "Lho, begitu yang terjadi tadi?" Serentak para jamaah menjawab, "Ya!!!!!"

"Begitulah saudara-saudara orang kalau sudah tua, barusan memberi pesan, lha kok malah lupa dengan pesannya sendiri. Yo sepurane rek.....! (Maafin yaaa)." (Muhammad Nuh)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 01 November 2017

Politik Dompleng Masjid

Oleh H A Djunaidi Sahal

Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan telah memberikan dampak bagi tatanan sosial, baik masyarakat kota maupun masyarakat di pedesaan. Hal ini juga berpengaruh pada paradigma masyarakat dalam memandang politik dan cara bertindak di dalam masyarakat. Disadari atau tidak, pola sebagian  masyarakat di Indonesia sudah bergeser ke arah yang rentan terhadap disintegrasi, akibat pengaruh kemajuan teknologi, di mana perkembangan teknologi sangat mudah digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menyebarkan provokasi negatif yang mengancam keutuhan negeri ini.

Isu tentang peranan agama terhadap pola hidup yang tentaram dan damai, sangat menarik untuk di perbincangkan ketika konflik-konflik horizontal masyarakat yang mengarah pada konflik SARA dilatarbelakangi oleh agama. Mencermati meluasnya wabah intoleransi dalam beberapa momentum terakhir, di mana banyak kelompok-kelompok intoleran memanfaatkan isu yang berkembang di masyarakat. Kita dapat melihat fenomena Pilkada DKI Jakarta, yang diwarnai dengan kasus penistaan agama sangat mencuat ke muka publik sehingga banyak kelompok intoleran yang mengambil kesempatan untuk tampil. Hal ini memperkuat eksistensi kelompok tersebut semakin berani untuk muncul di tengah-tengah masyarakat yang dapat memprovokasi masyarakat untuk apatis dengan Pancasila dan sistem hukum di Indonesia.

Politik Dompleng Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Dompleng Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Dompleng Masjid

Kondisi perpolitikan yang dilatarbelakangi oleh agama, masih menjadi isu sentral menjelang tahun politik 2018 dan 2019, kita bisa lihat apa yang terjadi di kota Jakarta yang notabene memiliki tingkat intelektual yang baik tetapi masyarakatnya masih terprovokasi dengan isu-isu agama. Gerakan politik yang memanfaatkan isu agama masih dipakai oleh beberapa kelompok untuk memprovokasi masyarakat, salah satunya Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS). Tentu pola ini masih sama dengan apa yang pernah dilakukan dalam pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, di mana banyak masjid ditarik dalam ranah pertarungan politik. Masjid juga dimanfaatkan untuk kampanye politik dan menolak pemimpin non-Muslim serta yang lebih ekstrem lagi label kafir untuk pendukung non-Muslim terjadi di mana-mana, bahkan menolak jenazah pendukung non-Muslim.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kita hidup di Indonesia tentu harus menyepakati Pancasila sebagai dasar negara. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama. Indonesia bukan negara sekuler, tetapi juga bukan negara agama. Setiap warga negara yang memenuhi persyaratan undang-undang, maka apapun latar belakangnya, warga negara Indonesia berhak memilih dan dipilih. Jika pandangan politik masyarakat Indonesia terprovokasi dengan isu-isu agama saja, hal ini sangat berpotensi pada tindakan intoleran. Dengan memutarbalikkan ajaran agama dan mengutip ayat-ayat Al-Quran, kelompok-kelompok intoleran akan memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan gerakan politiknya.

Masjid sebagai pusat dakwah, tentu harus bersih dari tindakan dan ajaran politik praktis serta dakwah yang bersifat SARA. Secara luas, politik yang membahas sisi keilmuan, kesejahteraan masyarakat bahkan kritik terhadap praktik penyelenggaraan negara tidak dilarang di dalam masjid. Tetapi ketika politik dimanfaatkan untuk kepentingan perebutan kekuasaan, di situlah potensi perpecahan terhadap umat Islam sangat mungkin terjadi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Isu agama dan politik identitas masih sangat kuat menjelang pertarungan politik tahun 2018 dan 2019, setelah sukses menjadikan masjid sebagai alat propaganda politik yang dibawa oleh kelompok-kelompok tertentu dalam pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, hal ini menjadi faktor penentu dinamika politik nasional ke depan. Agitasi serta provokasi GISS dan gerakan kelompok intoleran lainnya dikhawatirkan menjadi metode politik yang mendompleng kegiatan ibadah umat Muslim menjadi kegiatan politik dalam memperebutkan kekuasaan. Gerakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ini merupakan gerakan politik yang memobilisasi umat Islam untuk membatasi hak-hak lawan politik. Dalam konteks pemilu 2018 dan 2019 “politik masjid” sangat mungkin dijadikan basis gerakan oleh kelompok-kelompok intoleran dalam agenda merebut kekuasaan.

“Kejatuhan Ahok” oleh kasus penistaan agama merupakan serangkaian serangan politik yang ditujukan oleh lawan-lawan politiknya. Kelompok-kelompok intoleran tentu tidak hanya berhenti di situ. Target ke depannya adalah untuk menjatuhkan lawan-lawan politik lain, khususnya yang ada di pemerintahan Jokowi (Politik Bola Sodok). Jika kelompok ini berhasil mempengaruhi masjid sebagai pusat gerakan, maka masjid akan menjadi pusat pengumpulan umat Muslim untuk diajarkan bagaimana merebut kekuasaan dan menolak non-Muslim sebagai pemimpin serta Jakarta sebagai pilot project dalam mempengaruhi wilayah-wilayah lain yang ada di Indonesia.

Umat Islam Indonesia mempunyai tanggung jawab moral terhadap bangsa ini. Menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kewajiban setiap warga negara. Umat Islam di Indonesia harus tetap menjaga suasana dan situasi yang kondusif, serta menghargai sesama tanpa memandang latar belakang dan pilihan politik, agar ke depannya kita dapat menjaga keutuhan bangsa Indonesia dari ancaman-ancaman intoleransi.

*) Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta. Ia juga Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Bangsa (FSB).Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, PonPes, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 30 Oktober 2017

Ketua KPK: Korupsi Bagian dari Penistaan Agama

Serang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo sepakat bahwa korupsi adalah bagian dari penistaan agama. Menurutnya, banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi yang memberikan contoh bahwa korupsi betul-betul menzalimi masyarakat dan menyengsarakan.

"Korupsi tak hanya menzalimi masyarakat tapi juga menzalimi dan penistaan agama. Banyak ajaran berupa ayat atau hadits yang mengajarkan tentang larangan korupsi," ujar Agus pada acara bedah buku "Jihad NU Melawan Korupsi" dan training of trainer (TOT) kader penggerak antikorupsi yang digelar Lakpesdam PWNU Banten di Gedung PWNU Banten, Kota Serang, Sabtu (26/11).

Ketua KPK: Korupsi Bagian dari Penistaan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua KPK: Korupsi Bagian dari Penistaan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua KPK: Korupsi Bagian dari Penistaan Agama

Dalam kesempatan tersebut, Agus Raharjo juga mengajak masyarakat Nahdliyin untuk turun tangan langsung dalam hal pencegahan korupsi. KPK menurut Agus, terus berupaya dalam hal pemberantasan korupsi dan menaikkan indeks persepsi korupsi Indonesia. Walaupun masih di bawah negara seperti Singapura dan Malaysia, menurut Agus, indeks tersebut setiap tahun menunjukkan perbaikan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Yang terpenting adalah gerakan masyarakat dalam pencegahan. Untuk penindakan itu urusan aparat penegak hukum. Kita berupaya melakukan pemberantasan tapi perlu dukungan dari masyarakat," kata Agus.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama bersama berbagai komponen bangsa berkomitmen dalam hal pencegahan korupsi.

Menurut Rumadi, NU sudah memutuskan dan menyerukan bahwa tindak pidana korupsi merupakan musuh agama dan pada dasarnya seseorang yang melakukan korupsi adalah mereka yang juga menistakan agama.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Intinya dalam buku ini Nahdlatul Ulama sudah menyerukan bahwa korupsi bukan saja musuh bangsa tapi musuh agama. Pada dasarnya dia sudah menistakan agama," kata Rumadi menjelaskan isi buku “Jihad NU Melawan Korupsi dalam diskusi yang berlangsung hingga Ahad (28/11) itu.

(Klik di Sini untuk Mengunduh Buku “Jihad NU Melawan Korupsi”)



Menurutnya, seorang muslim semestinya harus tersinggung saat melihat Muslim lainnya korupsi karena ia juga sudah menistakan agama. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 20 Oktober 2017

Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebanyak 150 karyawan di unit lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan mengikuti mengikuti tes IVA, atau pemeriksaan leher rahim (serviks) sebagai langkah deteksi dini ada tidaknya kanker serviks. 



Kegiatan gratis ini digagas Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja serta Dharma Wanita Kemnaker.

Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA

"Dengan deteksi dini dimaksudkan untuk meminimalisir penderita kanker serviks. Juga mempermudah mengobatinya kepada penderita yang diketahui sejak stadium awal,” kata anggota pengurus OASE Marifah Hanif Dhakiri di Jakarta, Kamis (5/10)

Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan, OASE dan Kementerian Ketenagakerjaan sejak 2015 mengadakan pemeriksaan dini kanker serviks secara gratis kepada sekitar 10.000 orang pekerja perempuan. Program ini telah dicanangkan sebagai program nasional yang ditujukan untuk mengurangi angka kematian pada wanita akibat kanker dan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan yang tinggi melalui pelaksanaan hidup sehat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Marifah yang juga merupakan istri Menaker Hanif Dakhiri mengungkapkan salah satu bentuk kepedulian OASE dengan membantu pekerja perempuan untuk mengidentifikasi berbagai hal yang dapat mengancam kehidupan, kualitas kesehatan, dan menurunkan produktivitas kerja. Bentuk nyata dari upaya tersebut adalah melalui pemeriksaan IVA test sebagai upaya deteksi dini adanya kanker serviks atau kanker leher rahim pada wanita.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi bagian upaya promotif dan preventif pada masyarakat luas pada umumnya, dan pekerja wanita pada khususnya. Kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain sebagai bentuk kepedulian pada upaya pencegahan kanker serviks secara komprehensif dan berkesinambungan, “ ujar Marifah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kanker serviks adalah jenis kanker yang memiliki peringkat prevalensi kedua setelah kanker payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan Tahun 2015 menunjukkan bahwa rata-rata setiap jam, jumlah penderita kanker serviks bertambah 2,5 orang dan meninggal 1,1 orang. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat dalam kurun waktu 10 tahun mendatang jika tidak dilakukan tindakan upaya-upaya pencegahan.

Marifah mengatakan sejalan dengan gerakan yang bertemakan revolusi mental, OASE menyusun program-program yang dapat merubah pola pikir dan memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri, produktif, kreatif, dan berkarakter untuk mendorong tercapainya kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Marifah berharap kegiatan itu menjadi bentuk upaya penyadaran bagi masyarakat luas, agar mau secara sukarela melakukan deteksi dini adanya kanker leher rahim dengan menggunakan Pemeriksaan IVA test serta melaksanakan pola hidup yang sehat, baik dan seimbang.Marifah berharap kegiatan yang sama dapat terus digelorakan di semua lapisan masyarakat, sehingga dapat tercipta tenaga kerja yang sehat dan produktif. 

Menurutnya, penciptaan tenaga kerja yang produktif merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Pasalnya, produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

"Rendahnya status kesehatan tenaga kerja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja yang mengakibatkan terjadinya tingkat upah rendah," ujar Marifah Hanif. OASE Kabinet Kerja merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif pemerintahan yang dipimpin oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Organisasi ini memiliki serangkaian program untuk mendukung tercapainya nawacita Presiden Jokowi. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan News, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 12 Oktober 2017

Indonesia-Filipina Rundingkan Instrumen Perlindungan Pekerja Migran ASEAN

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja H.E. Silvestre H. Bello III untuk membicarakan Instrumen Perlindungan dan Promosi Hak-Hak Pekerja Migran ASEAN.

"Pertemuan hari ini kedua belah pihak membicarakan solusi guna menemukan instrumen yang dapat disepakati oleh semua anggota ASEAN terkait perlindungan hak-hak pekerja migran serta perlindungan untuk anggota keluarga pekerja migran, kata Menaker Hanif di Kantor Kemnaker Jakarta, Jumat (17/8).

Indonesia-Filipina Rundingkan Instrumen Perlindungan Pekerja Migran ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia-Filipina Rundingkan Instrumen Perlindungan Pekerja Migran ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia-Filipina Rundingkan Instrumen Perlindungan Pekerja Migran ASEAN

Sebelumnya, Instrumen Perlindungan dan Promosi Hak-Hak Pekerja Migran ASEAN dibahas pada acara Senior Labour Officials Meeting (SLOM) yang diselenggarakan di Manila, Filipina pada tanggal 20-21 Maret 2017.

Hanif mengatakan Indonesia dan Filipina sangat berkepentingan pada upaya perbaikan sistem perlindungan dan peningkatan keahlian buruh migran, karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah buruh migran yang besar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Indonesia dan Filipina yang banyak menempatkan tenaga kerjanya ke luar negeri (sending country), dan sejak awal sangat concern terhadap perlindungan hak-hak pekerja migran, termasuk anggota keluarganya," kata Hanif.

Menaker Hanif mengatakan pertemuan bilateral difokuskan pada pembahasan/diskusi mengenai isu status instrumen, perlindungan hak-hak pekerja migran serta perlindungan untuk anggota keluarga pekerja migran juga mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya yang harus ditempuh untuk penyelesaian penyusunan instrumen tersebut.  

"Di tingkat ASEAN kita mengusulkan peningkatan dialog negara pengirim dan penerima mengenai, sharing informasi pasar kerja, pemajuan pengakuan keahlian, dan pembentukan jejaring kerja antar pengawas ketenagakerjaan," katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hanif mengatakan pemerintah Indonesia telah mengusulkan pembahasan khusus mengenai kelompok pekerja migran rentan (vulnerable workers), khususnya pekerja domestik dalam konteks kerja sama ASEAN.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diangkat, seperti hak asasi tenaga kerja migran dan tenaga migran non prosedural juga memerlukan perhatian lebih serius," ungkap Hanif.

Menanggapi hal tersebut, Filipina sebagai tuan rumah sekaligus ketua penyelengaraan SLOM mengirim Menteri Tenaga Kerja H.E. Silvestre H. Bello III menyambut baik usulan dari Menaker Hanif terkait perlindungan pekerja migran.

"Kami sangat senang dan berterimakasih kepada Menteri Ketenagakerjaan Indonesia M. Hanif Dhakiri atas usulan dan idenya. Saya harap hasil kesepakatan instrumen ini akan lebih meningkatkan perlindungan tenaga kerja migran di kawasan ASEAN nantinya," kata Silvestre.

Pertemuan pembahasan Instrumen ASEAN tentang Perlindungan Hak-hak Pekerja Migran selanjutnya akan dibahas pada pertemuan Pejabat Senior Kementerian Tenaga Kerja ASEAN (ASEAN Senior Labour Officials Meeting/SLOM) Retreat yang akan diselenggarakan pada tanggal 25-26 Agustus 2017 di Pasay City, Manila, Filipina. 

Hasil Pertemuan Pejabat Senior Kementerian Tenaga Kerja ASEAN (ASEAN Senior Labour Officials Meeting/SLOM) Retreat akan dilaporkan kepada Menteri Tenaga Kerja ASEAN (ALMM) pada pertemuan ALMM on Occupational Safety and Health (OSH) yang akan diselenggarakan di Singapura pada tanggal 3 September 2017, di sela-sela pertemuan the XXI World Congress on Safety and Health at Work 2017. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Islam, Tegal, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 09 Oktober 2017

Pasujudan Sunan Bonang Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Rembang, Pasujudan Sunan Bonang yang terletak di Desa Bonang Kecamatan Lasem-Rembang pada lebaran tahun ini kembali ramai oleh pengunjung. Mereka memanfaatkan masa libur panjang 5 hingga 10 Juli 2016.

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Blora, Hadi, mengatakan, pasujudan merupakan destinasi wisata religi yang wajib di disinggahi saat melewati jalur pantura Lasem-Rembang.

Pasujudan Sunan Bonang Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasujudan Sunan Bonang Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasujudan Sunan Bonang Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran

"Saya memang sering mampir di pasujudan saat melakukan perjalanan ke Surabaya. Tapi jika berjalan melewati Rembang, rasanya belum plong (lega) jika belum berziarah ke makam Sunan Bonang yang ada di Desa Bonang Rembang ini, dan sekaligus menikmati pemandangan di area pasujudan yang tampak asri dan damai," katanya, Ahad (10/7).

Usai berziarah dan bersantai sejenak di atas pasujudan, ia selanjutnya meneruskan perjalanan ke Kota Suarabaya untuk berlebaran bersama keluarganya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, juru kunci Yayasan Sunan Bonang Abdul Wakhid menjelaskan, banyaknya pewisata religi setiap libur lebaran. Menurut Wakhid, di Desa Bonang banyak sekali tempat tujuan wisata religi yang dapat dikunjungi ketika libur panjang, di antaranya pasujudan Sunan Bonang sebagai tempat bermunajatnya Maulana Madum Ibrahim atau Sunan Bonang, Gunung Batu Layar, alat dakwah yang berupa bende becak, Masjid Sunan Bonang yang konon didirikan secara tiba-tiba tanpa sepengatehuan warga. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan PonPes, Pondok Pesantren, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 06 Oktober 2017

Habib Luthfi dan Menhan Resmi Buka Konferensi Ulama Internasional

Pekalongan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Konferensi Internasional Ulama Thariqah bertajuk Bela Negara resmi dibuka oleh Rais Aam Jam’iyah Alhith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Rabu (27/7) di Aula Gedung Djunaid Pekalongan, Jawa Tengah.?

Dalam sambutannya, Habib Luthfi mengatakan bahwa bela negara jangan diartikan mengangkat senjata, tetapi menjalin ukhuwah dengan para ulama dan TNI-Polri juga termasuk upaya bela negara. Aparat negara akan mempu menunjukkan kekuatan laur biasa jika duduk bersama dengan para ulama.?

Habib Luthfi dan Menhan Resmi Buka Konferensi Ulama Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi dan Menhan Resmi Buka Konferensi Ulama Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi dan Menhan Resmi Buka Konferensi Ulama Internasional

“Bangsa akan kuat karena terjalinnya ukhuwah antara ulama, tentara dan masyarakatnya. Bukan berarti menafikan orang lain, dalam melaksanakan kegiatan ini, kami ulama thariqah berusaha menciptakan kedamaian untuk dunia secara luas,” ujar Habib Luthfi.

Masyarakat Indonesia dan dunia dapat memperkuat negara dengan mengupayakan kebaikan dunia pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan bidang-bidang lain sehingga generasi muda sadar akan kecintaannya kepada negaranya yang penuh dengan kebaikan tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, Menteri Pertahanan Riyamizard Riyacudu yang diwakili oleh Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemenhan Marsekal Muda Muhammad Syauqi mengatakan bahwa kesadaran bela negara harus tertanam dalam diri setiap bangsa. Pemerintah bekerja sama dengan ulama mancanegara untuk mengokohkan pijakan akhlak mulia. Karena kesadaran bela negara dapat diterapkan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.

”Bela negara bukan wajib militer tetapi membangun kesadaran dalam diri setiap individu apapun pekerjaan dan profesinya untuk melakukan hal sebaiknya-baiknya. Kesadaran bela negara harus ditanamkan juga ke dunia internasional,” tegas Syauqi menyampaikan pesan Menhan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Konferensi Internasional ini, Kolonel Hasbiallah Ahmad menjelaskan, konferensi ini tadinya melibatkan ulama dan intelektual sebanyak 50 orang dari 40 negara, namun saat ini yang hadir 69 orang yang hadir.

Peran besar masyarakat Pekalongan juga antuasias dalam menyambut kegiatan ini. Mereka berharap terus dilibatkan dalam setiap kegiatan. Mereka juga menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut para tamu Allah dan orang-orang mulia.?

Kegiatan pembukaan ini diikuti oleh sekitar 5000 orang yang terdiri berbagai unsur organisasi Nahdlatul Ulama, TNI, Polri, para ulama thariqat nasional dan internasional, serta masyarakat sekitar yang memadati pelataran Komplek Gedung Djunaid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

69 ulama thariqah dari 40 negara tersebut juga secara khidmat mengikuti acara pembukaan kegiatan bertema Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam ini. Ulama-ulama ini duduk berjajar di bagian depan dengan memenuhi kursi dari ujung ke ujung. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, Pertandingan, Jadwal Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 September 2017

Tanpa Ilmu Perubahan Sulit Tercerahkan

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Untuk melahirkan perubahan yang mencerahkan, seseorang harus berbekal ilmu. Tanpa ilmu, semuanya hanya akan berujung pada keburaman.

Tanpa Ilmu Perubahan Sulit Tercerahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanpa Ilmu Perubahan Sulit Tercerahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanpa Ilmu Perubahan Sulit Tercerahkan

Demikian ditegaskan Guru Besar Universiti Utara Malaysia (UUM) Prof Dr Yahya Don saat mengisi kuliah umum Pascasarjana STAIN Pamekasan, Selasa (14/2). Kegiatan yang dihadiri Direktur Pascasarjana STAIN Dr Zainuddin Syarif tersebut diikuti oleh 40 mahasiswa baru.

Dalam kesempatan itu, Prof Yahya mengupas tema Meningkatkan kepemimpinan sekolah dan guru menyongsong Gen-Y. Menurutnya, hakikat kepemimpinan ialah terletak pada konsistensi membangun perubahan yang mencerahkan.

"Ubahlah sekitar kita, mulai dari anak, adik, tetangga, dan lainnya. Perubahan adalah karakter utama kepemimpinan. Tentu sekali lagi, ubah dengan ilmu," tegasnya.

Dalam konteks ilmu, tambahnya, manajemen kerap disalahartikan. Kepemimpinan adalah suatu proses untuk membangun perubahan. "Sementara manajemen lebih mengarah pada perencanaan dan aplikasinya," paparnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam konteks pendidikan, memberi semangat adalah kunci kepemimpinan. Memengaruhi secara positif menjadi kemestian tak terbantahkan.

"Usaha dan doa wajib kita lakukan. Di sinilah pentingnya perancangan atau perencanaan. Tanpa perancangan, berarti kita tidak berdoa. Kalau tidak berdoa, berarti sombong," paparnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Prof Yahya menambahkan, generasi Y (gen Y) merupakan kelompok anak muda yang juga disebut generasi milenium. Mereka yang berusia belasan tahun hingga awal tiga puluhan (lahir awal 1980 hingga awal 2000). (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 20 September 2017

NU Care LAZISNU Turut Santuni Yatim di SD Harapan Ibu

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Kesepuluh anak yang tengah mengantre itu segera bergerak begitu panitia menyilakan pemegang kartu bernomor 1-10 memasuki ruangan. Di dalam ruangan yang rupanya telah disulap menyerupai swalayan, kesepuluh anak itu mengambil satu pak alat tulis, roti dan biskuit, beras, dan pakaian. Khusus untuk pakaian, mereka bisa memilih sesuai ukuran, jenis kelamin, dan warna kesukaan. Selesai mengambil benda-benda itu mereka diarahkan keluar melalui pintu khusus. Di pintu keluar, mereka menerima uang tunai. Binar bahagia terlihat dari wajah mereka.

NU Care LAZISNU Turut Santuni Yatim di SD Harapan Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care LAZISNU Turut Santuni Yatim di SD Harapan Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care LAZISNU Turut Santuni Yatim di SD Harapan Ibu

Suasana itulah yang belangsung di SD Harapan Ibu, Jalan H Banan, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (30/3). Kesepuluh siswa itu ada bersama 550 siswa penerima santunan anak yatim dan dluafa.

SD Harapan Ibu menjadikan pemberian santunan kepada anak yatim dan dluafa sebagai agenda tahunan. Acara santunan dapat atas kerjasama pihak sekolah dan donator lainnya.

“Sekolah kami menghimpun infak siswa seminggu sekali. Untuk kegiatan ini kami menganggarkan sekitar 20 juta dari infak tersebut,” kata Kepala SD Harapan Ibu, Baharudin.

Dalam kegiatan tersebut, NU Care LAZISNU juga turut berpartisipasi dengan memberikan sumbangan berupa beras sebanyak 500 kilogram. Direktur NU Care LAZISNU, Samsul Huda mengungkapkan keterlibatan NU Care merupakan bagian program NU Care menjelang Ramadlan dalam bentuk kepedulian kepada yatim piatu dan dluafa.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kebetulan SD Harapan Ibu melakukan kegiatan santunan ini, sehingga dapat bersinergi dengan NU Care. Ini juga sebagai sosialisasi NU Care kepada masyarakat Jakarta Selatan dan sekitarnya,” ujar Samsul.

Samsul menambahkan dalam waktu ke depan ia berharap ada sinergi yang berlekanjutan antara NU Care dan SD Harapan Ibu. Pengumpulan dan penyaluran donasi dikelola SD Harapan Ibu. Adapun NU Care berfungsi memayungi pengumpulan dan penyaluran donasi tersebut sebagai bagian LAZNAS.

Lurah Pondok Pinang Hendi Novriandi yang turut hadir, mengungkapkan pemberian santunan sebagai bentuk saling mengasihi kepada warga di lingkungan sekitar. Ia memandang hal itu sebagai hal positif.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Saya berharap siswa-siswa yang hadir di sini untuk menciptakan inovasi dan prestasi yang akan menjadi bekal di masa depan,” pesannya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Tegal, Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 27 Agustus 2017

PBNU: Umat Islam dan Kristen ‘Konsumen’ Utama Provokasi Agama

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sejumlah kasus penodaan agama di beberapa daerah yang terjadi belakangan ini, bisa menjadi bukti bahwa umat Islam dan umat Kristen di Indonesia merupakan ‘konsumen’ atau sasaran utama provokasi agama yang dapat memicu konflik antar-umat beragama, kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi.

Hal tersebut dikatakan Hasyim saat hadir dalam Pertemuan Tokoh Lintas Agama di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (9/5). Hadir pula dalam acara itu Uskup Agung Gereja Katolik Indonesia Kardinal Julius Rijadi Darmaatmadja dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Andreas Anangguru Yewangoe.

Menurut Hasyim yang juga Presiden World Conference of Religions for Peace itu, fenomena maraknya kasus penodaan agama tersebut berarti mulai ada pihak-pihak tertentu yang berupaya mengganggu kerukunan antar-umat beragama. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan mengganggu pula keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PBNU: Umat Islam dan Kristen ‘Konsumen’ Utama Provokasi Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Umat Islam dan Kristen ‘Konsumen’ Utama Provokasi Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Umat Islam dan Kristen ‘Konsumen’ Utama Provokasi Agama

“Oleh karena itu perlu adanya kewaspadaan baru di antara umat beragama agar tindakan kriminal itu tidak merembet menjadi konflik yang semakin membesar, selain juga aparat keamanan harus menindak tegas para pelakunya,” ujar Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Hasyim meminta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, agar tidak mudah terhasut oleh kasus-kasus yang berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan antar-umat beragama itu. Pasalnya, ia menduga kuat bahwa kasus-kasus tersebut memang sengaja dirancang, bukan kejadian yang tidak disengaja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Seperti halnya dalam kasus penistaan agama Islam di Batu, Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan, bahwa kejadia tersebut sangat kuat unsur kesengajaannya.

“Dari 41 orang yang sudah menjadi tersangka, tidak ada satupun yang orang Batu atau Malang. Semuanya dari luar kota, ada yang dari Madiun, Solo, Nusa Tenggara Barat, dan lain. Hal itu berarti kasus ini bukan by accident (bukan kejadian yang tidak disengaja), tetapi by design (sudah dirancang sebelumnya),” ungkap Hasyim.

Seperti diketahui, Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) melakukan ritual yang diikuti ratusan massa dari berbagai daerah, termasuk Bali. Namun ritual itu melecehkan salah satu agama di Hotel Asida, Batu, akhir Desember 2006 lalu.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan tes keaslian dari hasil rekaman kegiatan yang dilakukan LPMI tersebut, Polwil Malang mendatangkan seorang pakar yakni Roy Suryo dan hasil penelitiannya, rekaman VCD tersebut benar-benar asli.

Begitu pula dalam kasus terkini, yakni ditemukannya Kitab Suci Al-Quran yang disisipi Injil, di Jombang, Jatim. Ia mengatakan, kejadian tersebut bukan yang pertama kali. Karena, sebelumnya juga pernah ditemukan kasus serupa di Padang, Sumatera Barat, pada 2004. “Di Padang itu penerbit Al-Quran-nya sama, yakni PT Makbul Jaya. Nah, itu berarti kuat diduga bahwa kasus tersebut adalah by design,” tandasnya. (rif)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Pendidikan, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kirab Resolusi Jihad Pulang ke Asalnya

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?



Rombongan Kirab Resolusi Jihad NU menengok gedung bersejarah yang kini menjadi kantor PCNU Surabaya. Romobongan tiba tepat pukul 07.30 Ahad (15/10) di Jalan Bubutan VI Surabaya. Rombongan dipimpin Ishafah Abidal Aziz meneliti mulai ornamen hingga bentuk bangunan yang dulu pernah menjadi kantor NU awal berdiri.

Sebelumnya, setiba di kantor tersebut, kirab disambut disambut dengan berbagai kesenian khas warga NU yaitu hadrah, pencak silat, jidor. Pada kesempatan tersebut Kapolrestabes Surabaya ? Kombes Pol Iman Sumantri.

Kirab Resolusi Jihad Pulang ke Asalnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Resolusi Jihad Pulang ke Asalnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Resolusi Jihad Pulang ke Asalnya

Ishfah yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU ini mengatakan, kantor tersebut merupakan awal perjuangan para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sehingga membuat para santri berani mati untuk tanah airnya.

Ketua PCNU Surabaya H A Muhibbin Zuhri mengatkan, di sinilah kantor pertama PBNU yang dikenal dengan sebutan Hoofd Bestuur Nahdatoel Oelama (HBNO). “Ini tempat pertemuan ulama dari konsul-konsul se-Jawa dan Madura kemudian mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad NU pada tanggal 22 Oktober 1945," katanya di hadapan puluhan peserta.

Ia menambahkan, kantor tersebut dengan istilah rumah kita. Dengna mendatangi ? tempat tersebut berarti pulang ke rumah. “Rumah ini, telah membesarkan bangsa Indonesia," lanjut Muhibbin.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Seperti tahun sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menggelar Kirab Resolusi Jihad NU sebagai peringatan Hari Santri yang diresmikan Presiden Joko Widodo.

Kirab ini akan menempuh jarak 2000 kilometer dan memakan waktu sepuluh hari, drbrlumnys telah berziarah ke makam Sunan Ampel selepas subuh. Dan agenda berikutnya silaturrahmi, berdialog dan bersosialisasi dengan warga NU di Surabaya.

Selepas Surabaya, kirab menuju kantor PWNU Jatim. Kemudian akan Mojokerto, Jombang dan bermalam di Pesantren Lirboyo, Kediri. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 24 Agustus 2017

Rela Antre Demi Mendapatkan Bubur Samin

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menjelang tiba waktu ashar di hari kelima Ramadhan 1437 H, Jumat (10/6), lalu lalang kendaraan di jalanan sekitar Kampung Jayengan Solo, Jawa Tengah, masih tampak sepi. Namun, tidak demikian bila Anda masuk pada sebuah gang, tepatnya di kompleks Masjid Darussalam.

Di sana, Anda akan menemukan kerumunan warga yang tengah antre untuk mendapatkan hidangan bubur samin, sebuah kuliner khas kampung tersebut, sebagai menu buka puasa mereka.

Rela Antre Demi Mendapatkan Bubur Samin (Sumber Gambar : Nu Online)
Rela Antre Demi Mendapatkan Bubur Samin (Sumber Gambar : Nu Online)

Rela Antre Demi Mendapatkan Bubur Samin

Ya, tiap warga yang antre tersebut membawa wadah masing-masing. Wadah yang dibawa pun beragam, mulai dari mangkuk, piring, rantang, bahkan ada pula yang membawa termos nasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Satu persatu, wadah tersebut mulai diisi dengan bubur yang masih panas, yang diambil langsung dari tempat panci besar pembuatan bubur. Penulis sendiri, karena lupa membawa wadah, pernah mencoba dengan menggunakan kantong plastik. Hasilnya, kantong ikut meleleh karena saking panasnya bubur tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bubur Samin sendiri merupakan makanan takjil khas Masjid Darussalam. Tradisi pembagian bubur ini sudah berlangsung sejak 50 tahun lebih.

“Sejak saya kecil bubur ini sudah ada. Dulu saya juga sering antre untuk mendapatkan bubur samin setiap kali menjelang berbuka puasa,” kata pengurus Takmir Masjid, H. Rosyidi Muchdlor.

Pembuatan bubur sudah dimulai sedari siang. Bubur sudah mulai dimasak di sebuah jimbeng (panci besar). Bahan-bahan seperti beras, daging sapi, aneka rempah dimasukkan satu per satu. Tak lupa minyak samin, inilah alasan kenapa dinamakan bubur samin, dicampurkan ke adonan bubur. Sekitar pukul 15.00 WIB, bubur sudah matang dan siap disajikan.

Seribu Porsi

Pada Ramadhan tahun ini, pihak takmir Masjid Darussalam Jayengan Solo, setiap hari menyediakan 45 kilogram atau 1000 porsi bubur samin. Seribu porsi tersebut, masing-masing 800 diperuntukkan untuk warga yang ingin membawa pulang ke rumah, sedangkan sisanya 200 porsi disantap untuk buka bersama di masjid. Lantaran tingginya animo warga yang ingin merasakan bubur khas warga Banjar itu, persediaan 1000 porsi masih belum dapat memenuhi permintaan warga.

“Awalnya kami menyediakan 800 bagi warga yang ingin membawa pulang bubur, tapi jumlah itu masih kurang. Akhirnya, porsi untuk takjil sebagian ada yang kami bagikan sebelum waktu buka,” terang Ilyas, salah satu takmir masjid, saat ditemui usai pembagian bubur.

Pembagian bubur samin di Masjid Darussalam ini akan berlangsung setiap hari selama bulan puasa. Selain bubur samin, aneka hidangan juga disediakan untuk takjil. Di antaranya kurma, kopi dan susu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ubudiyah, Tegal, Santri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 19 Agustus 2017

Dapatkah Manusia Melihat Malikat?

Diantara salah satu hal yang harus diimani seorang mukmin adalah keberadaan malaikat yang memiliki berbagai tugas dari Allah swt. Baik yang berhubungan langsung dengan manusia ataupun dengan makhluk lain.

Dalam kitabnya Al-Jawahir al-Kalamiyyah, Syaikh Thahir bin Shalih al-Jazairi menerangkan bahwa malaikat adalah :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Dapatkah Manusia Melihat Malikat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapatkah Manusia Melihat Malikat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapatkah Manusia Melihat Malikat?

Makhluk Allah swt yang tercipta dari cahaya dalam bentuk jisim halus, malaikat tidak makan dan tidak minum. Mereka adalah makhluk mulia yang taat kepada Allah dan tidak pernah melanggar apa yang diperintahkannya.

Sesama makhluk yang diciptakan oleh Allah swt, wajar saja jika manusia ingin mengetahui makhluk yang diceritakan penuh kemuliaan, makhluk yang pernah mengawal dan selalu setia menemani Rasulullah saw baik dalam suka maupun duka. Pertanyaannya kemudian mungkinkah manusia dapat berjumpa dengan malaikat?  Mengenai hal ini syaikh Thahir al-Jazairi melanjutkan keterangannya bahwa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Manusia tidak bisa melihat bentuk asli malaikat kecuali para nabi. Karena, sebagaimana diterangkan di atas malaikat tercipta dari jisim halus (jismin lathifin) seperti udara di dalam ruangan yang tidak dapat dilihat dengan mata (tetapi bisa dirasa kehadirannya). Namun apabila malaikat mewujudkan dirinya dalam bentuk  raga kasar (jismin katsifin) sebagaimana manusia maka semua orang bisa melihatnya. Adapun kemampuan para nabi melihat malaikat dalam bentuknya yang asli (jisim halus) tidak lain merupakan kekhusushan yang diberikan Allah swt kepada mereka guna menyelesaikan berbagai masalah keagamaan dan hukum-hukum syariah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Keterangan di atas sesuai dengan pengalaman Rasulullah saw ketika menerima wahyu dari Malaikat Jibril. Maka terjadilah komunikasi antar keduanya baik dalam penjelmaannya dalam bentuk manusia biasa maupun dalam bentuknya sebagai malaikat yang asli (jisim halus). Khusus untuk komunikasi bentuk terakhir ini Rasulullah saw harus berusaha memindhakan dirinya dari alam lahiriah yang kasar ini ke alam spiritual. Karena komunikasi hanya akan terjadi ketika kedua komunikator dalam frekwensi yang sama. (ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ubudiyah, Tegal, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 18 Agustus 2017

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?



Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Sosial H Athoillah Syatori mengajak kepada jamaah Calhaj Brebes untuk mematuhi segala petunjuk yang diberikan oleh para instruktur. Pasalnya, para pemberi materi telah berpengalaman dalam menjalani ritual ibadah haji. Termasuk petunjuk dokter dan tenaga medis, agar terjaga kesehatannya saat menjalani peribadatan.

“Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik dan psikis, untuk itu kesiapan lahir batin harus dimiliki para calhaj,” kata Athoillah saat membuka bimbingan manasik jamaah calon haji (calhaj) Kabupaten Brebes di Islamic center, jalan Yos Sudarso Brebes, Selasa (11/7).

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis

Para petugas haji, kata Athoillah, biasanya dipaido atau dirasani saat menjalani tugas. Hal ini karena para calhaj mengganggap para petugas haji sudah menguasai seluruh materi ibadah haji dan mampu melayani jamaah dengan sepenuh hati.

Athoillah berpesan, meskipun ada yang sudah menunaikan ibadah haji berkali-kali, namun perkembangan di tanah sangat pesat sehingga perlu mencari hal-hal baru. Alangkah bijaksananya bila seluruh jamaah calhaj mengikuti kegiatan manasik dengan penuh antusias. Bekal ilmu yang disampaikan para pembimbing, akan sangat berguna selama perjalanan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes menjelaskan, tahun haji 1438/2017 sebanyak 1.169 Jamaah Calon Haji (Calhaj) Kabupaten Brebes bakal diberangkatkan. Saat ini tengah menjalani bimbingan manasik haji massal tahap I berupa teori, di Aula Islamic Center Brebes sedangkan tahap II akan digelar pada 15 Juli mendatang berupa praktek.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumlah tersebut, termasuk para tim petugas haji daerah (TPHD) yang mendampingi para calhaj dari daerah asal, di tanah suci dan hingga kembali ke daerah.

Menurutnya, pada tahun 2015, jumlah kuota haji Brebes ?sebanyak 983 orang dan meningkat di tahun 2016 menjadi 1.248 orang. “Jumlah quota Brebes turun untuk tahun 2017 meskipun quota 20 persen dari Arab Saudi sudah dikembalikan yakni sebanyak 1.169 calhaj,” tandasnya.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Brebes Syauqi Wijaya menambahkan, Calhaj Brebes tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) yakni kloter 8, 51, 52, dan 53. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock