Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari

Polewali Mandar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Liga Santri Nusantara (LSN) Zona Sulawesi Barat (Sulbar) dibuka secara resmi Jumat (18/9) sore. Pembukaan dilaksanakan di Lapangan Rajawali Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari

Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Kordinator LSN Sulbar, Indah Mayasari. "Santri yang menjunjung tinggi prinsip dalam sportivitas seperti kejujuran dan disiplin semoga mampu menjadi teladan bagi pelaku sepak di tengah carut marut sepakbola di Tanah Air," ungkap Indah yang juga merupakan mantan ketua Pengurus Cabang PMII Polman.

Pembukaan ditandai dengan kick off perdana oleh Wakil Bupati Polman Nasir Rahmat didampingi AGH Abdul Latif Busrah selaku pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, tuan rumah LSN Zona Sulbar. Laga perdana memepertemukan Pesantren Salafiyah Parappe dengan Pesantren Hasan Yamani. Sang tuan rumah menang 2-1 atas Pesantren Hasan Yamani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pertandingan berlangsung meriah yang disaksikan semua santri Pesantren Salafiyah dan masyarakat setempat. LSN Zona Sulbar berlangsung selama 6 hari terhitung dari tanggal 18-23 September 2015.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelumnya, Wakil Bupati Polman Nasir Rahmat memberikan semangat kepada para santri yang ikut bertanding. "Santri sudah diakui dalam persoalan keagamaan seperti baca kitab dan menjadi imam di masjid. Melalui momentum LSN ini, saatnya menunjukan prestasi olahraga dan menjunjung tinggi nilai sportifitas," ungkap Nasir. (Sudianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 27 Februari 2018

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 



Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah  Nahdlatul Ulama (RMINU) bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengadakan pelatihan, pendampingan, dan magang mekanik sepeda motor untuk santri Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor (Sumber Gambar : Nu Online)
24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor (Sumber Gambar : Nu Online)

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor

Sebanyak 24 santri mengikuti pelatihan itu selama kurang lebih 4 bulan ke depan. Mereka akan berlatih di dalam kelas dan praktik langsung di lapangan. 

Pelatihan ini memberikan pengetahuan pada santri agar mampu memperbaiki dan mengetahui perkembangan sepeda motor. Kebutuhan akan sepeda motor di pesantren tak kalah pentingnya dengan alat transportasi lain. 

Dengan adanya kemampuan baru ini, pesantren diharapkan memiliki tenaga ahli yang paham sepeda motor. YDBA sudah 37 tahun mendampingi masyarakat untuk berkontribusi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, ada Astra Motor dan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) yang ikut mendukung pelatihan ini. 

Ahmad Muhibbudin selaku wakil ketua YAHM menyatakan, perlu adanya transfer pengetahuan (knowledge) pada masyarakat luas, termasuk santri. Setelah mengikuti pelatihan ini; peluang untuk mengerjakan bidang terkait perbengkelan terbuka lebar. 

Sudah banyak pelatihan seperti ini yang memberikan manfaat pada peserta. Banyak dari mereka menjadi wirausahawan dengan membuka bengkel sendiri atau bekerja di jaringan perusahaan Astra.

"Setelah lulus untuk bisa menjadi wirausahawan," papar Rahmad Handoyo selaku mentor YDBA pada pembukaan pelatihan di kantor Astra Motor Center, Semarang, Selasa, (5/12).

Khoironi, perwakilan PP RMINU memotivasi peserta. Ia mengatakan bahwa pelatihan kali ini bisa jadi menjadi ilmu baru bagi santri. Untuk pesantren salaf; ini hal baru yang harus ditekuni agar mampu menguasainya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Abu Choir, tim pelaksana dari PW RMINU Jateng menambahkan bahwa pelatihan ini ke depan harus ditingkatkan tak hanya dalam pelatihan saja. Perlu adanya pendampingan untuk membuka bengkel di pesantren dengan supervisi dari Astra. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nasional, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 05 Januari 2018

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan? ?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj membimbing seorang pemuda asal Lampung Timur atas nama Panca Windu Sugara memeluk agama Islam. Kiai Said membimbing Panca membacakan dua kalimat syahadat di gedung PBNU, Jakarta, selepas maghrib, Selasa (10/10).?

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Bimbing Pemuda Asal Lamtim Masuk Islam di PBNU

Menurut Kiai Said, memeluk agama Islam itu gampang dimulai dengan membaca syahadat, meyakini tiada tuhan selain Allah. Allah tidak ada bapak, tidak ada ibu, tidak punya anak dan diperanakkan. Serta Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Kemudian, pemeluk Islam harus belajar shalat dan puasa,? ?

Pada kesempatan itu, Kiai Said menjelaskan bahwa agama Islam memiliki kitab suci bernama Al-Qur’an. Kitab suci ini telah 15 abad tidak berubah satu titik pun.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Original hingga sekarang karena dihafal jutaan orang di seluruh dunia. Kalau ada kesalahan sedikit saja oleh percetakan, akan diketahui orang. Ketahuan walaupun satu huruf,” tegasnya.? ?

Al-Qur’an, menurut dia, bisa dihafal oleh orang mana pun. Orang Mesir, Indonesia, Amerika, Eropa, China, India. Itu keistimewaannya juga. Orang untuk menghafal selembar makalah bahasa Arab saja setengah mati susahnya, tapi Al-Qur’an dimudahkan Allah.

“Al-Qur’an bacanya ada aturannya, iramanya; tidak ada kitab suci seperti itu,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, Selatan itu.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panca mengaku, memeluk agama Islam tidak ada paksaan sama sekali. Dan ia mengaku ingin memeluk Islam di PBNU agar lebih mantap. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 22 Desember 2017

Enam Langkah Memakmurkan Masjid, Apa Saja Itu?

Gorontalo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Wakil Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) H Muiz Ali Murtadho menjelaskan, ada enam langkah untuk memakmurkan masjid. Pertama, niat. Seseorang yang ingin memakmurkan masjid  harus memiliki niat dan cita-cita yang kuat. 

“Sabda Rasulullah Innamal a’malu bin niyyat. Segala sesuatu itu tergantung pada niatnya,” Kata H Muiz pada acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Masjid Agung Baiturrahman Limboto Gorontalo, Senin (4/12).

Enam Langkah Memakmurkan Masjid, Apa Saja Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Langkah Memakmurkan Masjid, Apa Saja Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Langkah Memakmurkan Masjid, Apa Saja Itu?

Kedua, memiliki pengetahuan tentang masjid. Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang masjid akan susah untuk memakmurkan masjid. Di dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa segala sesuatu itu harus diserahkan kepada ahlinya.

"Kalau tidak ngerti masjid, bagaimana kita ngurusi masjid," tambahnya.

Ketiga, membuat program pemakmuran masjid. Keempat, selaraskan program tersebut dengan keinginan jamaah. Bagi H Muiz, program pemakmuran masjid yang baik adalah yang bisa menjawab keinginan dan kebutuhan daripada umat sehingga mereka menjadi sejahtera seperti kebutuhan umat akan agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lain sebagainya.

Kelima, laksanakan dengan ikhlas dan evaluasi. Setiap program yang sudah direncanakan dan ditulis harus dilakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan dari manusia. Semuanya harus ditujukan kepada Allah. Selain itu, pelaksanaan program-program tersebut juga harus dievaluasi secara berkala untuk mendeteksi program mana yang jalan dan mana yang tidak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Terakhir, yakin. Jika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik dan benar, maka langkah terakhir yang harus dilakukan adalah yakin kepada Allah. Jika apa yang diperintahkan Allah dilakukan, maka Allah akan memberikan hasilnya. Memakmurkan masjid adalah perintah Allah, maka dari itu Allah akan menjamin orang yang memakmurkannya.  

“Allah tidak pernah khianat, kita yang sering mengkhianati Allah,” tutup dia. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 20 Desember 2017

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes bakal mengagendekan isu pemekaran wilayah Brebes Selatan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX 2012. Isu tersebut bakal dibicarakan pada Komisi C yang membahas tentang Rekomendasi.

“Isu pemekaran, masuk dalam bahasan komisi C tentang rekomendasi,” ujar Sekretaris Panitia Konfercab Bayu Rohmawan saat ditemui di Gedung NU Brebes Jumat (28/12).

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU

Dimunculkannya isu pemekaran tersebut, kata Bayu, untuk lebih meringankan mobilitas dan penyebaran dakwah. Sehingga terjadi pemfokusan garapan pembinaan.

“Luasnya wilayah dengan medan yang berat, menjadi kendala tersendiri dalam penggarapan IPNU di Brebes sehingga persoalan pemekaran menjadi isu yang akan digelindingkan pada konfercab ini,” kata Bayu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam konfercab yang digelar 29-30 Desember, lanjutnya, juga akan di bahas berbagai persoalan yang  mengemuka dalam dunia pelajar. Namun pada intinya, dalam konfercab ini akan bagi dalam tiga komisi yakni komisi A tentang organisasi, komisi B tentang Program Kerja dan komisi C tentang rekomendasi. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konfercab bakal berlangsung di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dijadwalkan akan membuka konferensi pada Sabtu (29/12) pukul 14.00 WIB.  Konferensi bakal diikuti 700 pelajar perutusan dari Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten brebes.

Sebanyak 6 kandidat dijagokan bakal merebut kursi kepemimpinan pelajar NU di kabupaten Brebes itu. Tersiar kabar dengan santer mulai muncul sebagai kandidat  untuk Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bayu Rohmawan (Wanasari), Zaki Al Aman (songgom), Muryanto (Larangan). Sedangkan untuk Pimpinan Cabang IPPNU santer dibicarakan Istiqomah (wanasari), Anisatul Kholisoh (Brebes), Tsarini (Larangan).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek rupanya masih memiliki area pertanian cukup luas. Menempuh setengah jam dari pusat kota ke arah selatan, kita akan menemui luas hektaran sawah yang tampak membentang.

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Penampang sawah inilah yang selalu mengiringi perjalanan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus tiap menghadiri agenda Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan, seperti saat mendatangi kegiatan Buka Bersama, Kamis kemarin (10/7).

Luas wilayah Kabupaten Kudus memang kecil dalam peta Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, jarak antarkecamatan pun mestinya cukup berdekatan. Namun jika dibanding dengan wilayah kecamatan lain di Kudus, letak Kecamatan Undaan tergolong cukup jauh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jalanan pun akan berubah total setelah masuk gang menuju pemukiman. Beda dengan jalan utama, kali ini jalanan yang membelah persawahan warga ini sungguh bergelombang tak rata, berdebu, panas, dan karenanya perjalanan menjadi lamban.

Kecamatan Undaan merupakan daerah paling selatan di Kudus, berbatasan dengan Purwodadi, Pati dan Demak. Namun kondisi geografis Kecamatan Undaan yang seperti ini tak lantas membuat kader malas berpartisipasi dalam wadah IPNU-IPPNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semangat para pelajar NU tersebut mendapat dukungan dari senior setempat. Anshori, salah satu alumni yang kini membina Ranting Kutuk sekaligus PAC Undaan, mengaku senang dapat berkontribusi dalam kegiatan. Ia pun meminta agar para kader mengabari alumni setiap mengadakan agenda. Lebih dari itu, kesiapan bantuan logistik juga ia ungkapkan.

“Baik pengurus Ranting hingga Cabang, kalau ada kegiatan, senior tetap dikabari. Semuanya harus tetap berumpun, jadi sering-seringlah sharing. Kalau perlu kami didatangi dan minta apa saja yang kalian butuhkan, insyaAllah bisa membantu. Butuh dana, beras, sekwintal juga boleh, datangi saja, tidak perlu sungkan, biar kami juga bisa ikut berjuang bersama. Kegiatan rutin yang diterima masyarakat itu harus tetap dilanjutkan,” ujar Anshori di depan peserta buka bersama.

Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus terpilih, menyatakan kebanggaannya terhadap semangat para kader Undaan. “Kudus, dalam wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten yang sempit. Nah, ini justru menjadi peluang kita agar semakin bersemangat berjuang di IPNU-IPPNU,” katanya saat sambutan.

“Dibandingkan Jepara, misalnya, Kudus lebih enak karena jarak masing-masing PAC dekat. Tapi antara Undaan dengan PAC lain di Kudus, lebih enak di PAC lain karena kondisi wilayahnya. Inilah yang membuat saya bangga dengan PAC Undaan, ternyata kadernya tetap bersemangat!” imbuh Joni.

Sambil mengenalkan para pengurus PC. IPNU yang juga hadir, Joni semakin mengungkapkan rasa bangganya kepada kader Undaan.

“Saya dengar, di desa Kutuk ada malam takbiran yang terbesar di Kudus. Jadi saya yakin, insyaallah pergaulan di daerah ini masih terjaga, dan karenanya bisa menjadi trendsetter (percontohan) IPNU-IPPNU di Kudus,” papar Joni melihat semangat yang indah di desa Kutuk.

PAC Undaan sendiri telah memiliki kader-kader unggulan yang juga aktif di kepengurusan baru PC.? Mereka adalah Mira Agustina (Bandahara Umum) dan Fauzul Khusnia (Waka IV bidang perekonomian) dari IPPNU, serta Ahmad Said (Waka IV bidang perekonomian) dan Abu Hasan Asy’ari (Komandan CBP) yang juga memimpin keredaksian majalah Pilar terbitan PC IPNU-IPPNU Kudus.

Acara ini merupakan pertemuan antara alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) bersama alumni Diklatama CBP dan KPP DKAC PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan. Sebelum berbuka, Anshori yang juga mengajar di madrasah memberikan ceramah ihwal keistimewaan bulan Ramadlan. Pertemuan ini dilaksanakan di rumah Arif Rahmat, alumni Lakmud delegasi dari Ranting Kutuk. Pada lebaran nanti juga direncanakan silaturrahim ke dewan pembina dan alumni di Kecamatan Undaan. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Sejarah, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Buku yang berjudul Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja ini merupakan buku tentang cara memahami akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mudah. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dan satu yang masuk surga yaitu golongan Ahlussunnah wal Jamaah, terus bagaimanakah Ahlussunnah wal Jamaah itu? buku ini akan membahasnya dengan mendetail namun singkat dan padat akan makna.

Buku ini terbagi atas tiga bagian, dan setiap bagian terbagi atas empat bab. yaitu pada bagian pertama yang menjelaskan tentang Ilahiyah. Didalamnya terbagi atas tiga bab yaitu Mengenal Allah, Mengenal Sifat-sifat Allah, Sifat Jaiz Allah, dan Kesalahan Pembagian Tauhid menjadi tiga bagian. Bagian kedua adalah Nubuwah yang juga terbagi atas empat bab yaitu ? Mengenal Para Nabi dan Rasul, Mengenal Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul, Mengenal Nama-nama Nabi dan Rasul, Mengenal Kitab-kitab Suci Para Nabi. dan bagian yang terakhir adalah Samiyyat yang juga terbagi atas empat bab yaitu Mengenal Samiyyat, Mengenal Malaikat-malaikat Allah, Mengenal Samiyat secara Umum dan Penutup. dan ditambah lagi dengan Munajat, Daftar Pustaka, dan Tentang Penulis.

Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Pola penulisan yang digunakan sangat baik dan bagus sehingga mudah dipahami oleh pembaca baik yang sudah paham tentang akidah, maupun yang baru dan ingin memahami akidah Islam. karena menggunakan bahasa yang dekat dengan pembaca dan disertai dengan bukti yang nyata dalam kehidupan serta dengan adanya dalil aqli dan dalil naqli sebagai penguat. tak terlupa harga yang ditawarkan tidak terlalu merogoh dompet dalam dalam, hanya 30 ribu rupiah saja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Meskipun banyak terdapat kelebihan, buku ini juga ada kekurangan yaitu penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang belum baik karena masih terdapat tata bahasa yang kurang tepat dengan kaidah yang telah ditentukan. Hal ini sangat lumrah karena penulis buku ini berlatar belakang pesantren sehingga tata bahasa yang digunakan dalam buku ini mirip dengan tata bahasa yang digunakan dalam pesantren tepatnya dalam kitab salaf atau kitab kuning.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Data buku

Judul Buku : Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Penulis : Dhiya H. Mahameru

Penerbit : Absolute Media

Cetakan : 1, Maret 2015

Tebal : vii + 170 halaman

ISBN : 978-602-1083-06-2

Harga : 30.000

Peresensi :Ahmad Syofiyullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Meme Islam, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 09 Desember 2017

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

Di tengah pembicaraan kami mengenai riwayat hidup dan pengabdiannya bersama NU, Syaibani (79 tahun) sedikit mengenang masa mudanya, kala ia pernah terlibat bersama kawan-kawannya dalam sebuah kegiatan yang dikenal dengan nama “Missi Islam”.

“Missi Islam ini didirikan oleh Pak Idham (KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU tahun 1952-1984, red) sekitar tahun 1961,” kenang Syaibani, saat ditemui di rumahnya, di daerah Pucangan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

KH Idham Chalid, sebagai pendiri lembaga Missi Islam menjadi ketua, didampingi H Anshary Syams (Sekretaris I) dan Danial Tandjung (Sekretaris II).

Missi Islam ini, lanjut Syaibani merupakan sebuah lembaga yang pendiriannya bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader muda NU untuk dikirimkan berdakwah ke daerah-daerah transmigrasi atau daerah-daerah minus Islam.

“Ketika itu saya sebagai staf pribadi KH Fattah Yasin, ditunjuk untuk menjadi salah satu koordinator. Gemblengan banyak dilakukan di pusat (Jakarta),” kata dia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tambahan data yang penulis peroleh dari sumber lain, angkatan pertama Missi Islam dikirim ke Irian Jaya, menjelang Pepera (1961), sebanyak 8 orang. Angkatan selanjutnya menyebar ke Sorong, Merauke, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Gorontalo, NTT, Nias, dan sebagainya, dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

“Beberapa dari para kader bahkan ada yang sukses mendirikan pesantren dan menetap di tempat ia dikirimkan,” ungkap Syaibani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Banyak jasa yang berhasil ditorehkan lembaga ini. Di antara tokoh-tokoh NU yang pernah aktif di Lembaga Missi Islam adalah KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, Anshary Syams, H. Danial Tanjung, Mr Suparman, Djawahir, Hisyam Zaini, dr Fahmi D Saifuddin, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Nuril Huda, Slamet Effendy Yusuf, Abdullah Syarwani, dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Wawancara H Ahmad Syaibani Ilham (2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Berita, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 06 Desember 2017

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 24 November 2017

IPNU-IPPNU Lakmud di SMP Islam Masjid Raya Makassar

Makassar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) danI katan Pelajar Putri NahdlatulUlama (IPPNU) Kota Makassar bekerja sama dengan SMP Islam Masjid Raya Makassar mengadakan Latihan Kader Muda (LAKMUD).

Kegiatan berlangsung di aula SMP tersebut di kecamatan Bontoala Makassar, Sulawesi Selatanpada 20-23 November 2014. Sekitar 35 siswa dan siswi mengikuti kegiatan bertema? “Pelajar hari ini, pemimpin hari esok”.

IPNU-IPPNU Lakmud di SMP Islam Masjid Raya Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lakmud di SMP Islam Masjid Raya Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lakmud di SMP Islam Masjid Raya Makassar

Dalam sambutanya, Kepala SMP Islam Masjid Raya Siti Asmah menekankan pentingnya kegiatan seperti itu siswa-siswi. Karena, menurut dia, pada dasarnya setiap orang diciptakan untuk jadi pemimpin, baik dalam keluarga, kelas, atau komunitas tertentu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pelajar tidak akan berguna, kecuali mengaplikasikan apa yang telah dipelajari,” imbuh Pengurus Muslimat Makassar tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senada dengan dia, ketua IPNU Kota Makassar Muh Nur mengatakan, pelajar merupakan cikal-bakal pemimpin, sehingga kegiatan seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa-siswi untuk jadi pemimpin.

IPNU dan IPPNU, kata dia, sebagai garda terdepan proses kaderisasi di NU, akan terus berusaha secara massif untuk mengadakan proses pengkaderan baik secara formal maupun informal.

Hadir dalam kegiatan tersebut, beberapa pengajar di SMP Islam Masjid Raya, Ketua IPPNU Kota Makassar Azizah Dahlan, serta beberapa kader dan pengurus IPNU - IPPNU Sulawesi-Selatan. (Andy muhammad idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 23 November 2017

Kembangkan Ekonomi, Pesantren Al-Inshof Buka Minimarket

Karanganyar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pondok Pesantren Al Inshof Plesungan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mempunyai terobosan di bidang pengembangan ekonomi. Kini pesantren asuhan KH Abdullah Saad ini membuka minimarket.

Minimarket tersebut diberi nama “InshofMart” dan bertempat di Jalan Tentara Pelajar, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, tepatnya depan TNI Angkatan Udara.

Kembangkan Ekonomi, Pesantren Al-Inshof Buka Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Ekonomi, Pesantren Al-Inshof Buka Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Ekonomi, Pesantren Al-Inshof Buka Minimarket

Dalam pembukaan Inshofmart, Habib Muhammad bin Husein al-Habsyi menyampaikan tausiah tentang pentingnya menjalankan ekonomi sesuai dengan ajaran Islam. “Sungguh di akhir zaman, orang kaya yang bersyukur lebih utama daripada orang miskin yang bersabar.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Mau kaya dan bersyukur?” tambah Habib Muhammad, “Maka kembangkanlah ekonomi berbasis agama dan berbasis dzikrullah, sebagaimana yang di lakukan para salafuna al-shalih. Walisongo dan para habaib yang tersebar di seantero Nusantara ini.”

Peresmian Inshofmart dilaksanakan Jumat (3/7) yang  diawali dengan pembacaan shalawat dan pembacaan Ratib al-Haddad dan dihadiri oleh tokoh NU, para habaib dan unsur TNI AU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam merkenya, Inshofmart menyertakan tulisan berbahasa Jawa yang menjadi mottonya, “Angudi Berkahe Gusti, InshofMart Halalan Thoyyibah (mengharap berkah Allah, InshofMart halal dan baik, red). (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 14 November 2017

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Satkorcab Banser Kabupaten Rembang menurunkan 30 pasukan untuk membantu para korban puting beliung di Desa Beringin Warang Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Selasa (10/1) pagi. Mereka adalah tim terbaik Bagana yang dimiliki oleh Satkoryon Kecamatan Kaliori dan Sumber.

Kasatkoryon Banser Kaliori sebagai penanggung jawab pasukan menjelaskan, setidaknya ada 60 rumah rusak dan satu rumah roboh akibat terjangan angin. Pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tak ada korban jika akibat kejadian ini.

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung

"Pemilik rumah roboh atas nama Parmi (60) yang berada di RT 02, RW 01, Desa Beringin Wareng Kecamatan Winong Kabupaten Pati," jelasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah seorang anggota Banser asal Kecamatan Sumber Ahmad Rifai menjelaskan, ia bersama pasukan yang lain berangkat dari Rembang pada pukul 08.00 wib. Dengan anggota lainnya ia berhasil membantu membenahi dua rumah dan satu mushola, yang gentingnya diterbangkan oleh angin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kami berhasil membantu dua rumah warga yang porak-poranda diterbangkan angin. Selain itu satu mushola juga rusak, tapi kami sudah berhasil memperbaiki dan sudah bisa digunakan beraktivitas kembali," kata Rifai.

Angina puting beliung mengamuk di Desa Beringin Warang Kecamatan Winong pada Senin (9/1) pukul 15.30 wib. Data sementara menyebutkan, sebanyak 60 rumah mengalami kerusakan. Satu rumah roboh.

Pasukan Satkorcab Banser Rembang langsung mengadakan tanggap bencana membantu para korban yang mengalami musibah. Pada hari Selasa Satuan Bagana Satkoryon Kecamatan Sumber langsung berangkat Pukul 08.00 dan pulang pada pukul 15.00 wib. Selain dari relawan Banser Rembang, tampak para anggota Banser dan relawan bencana dari Kabupaten Pati. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, Sejarah, Amalan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 12 November 2017

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III)

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menceritakan tentang toleransi dalam Islam kepada para personel grup musik Wali yang bersilaturahim ke PBNU beberapa waktu lalu. Kiai Said mencontohkan toleransi pada zaman awal Islam dan dilakukan langsung Nabi Muhammad SAW sendiri. 

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III)

Menurut Kiai Said, Nabi Muhammad pernah berkata, pada suatu saat nanti agama Islam akan sampai ke Mesir dengan tangan Umar bin Khatab.

“Islam akan sampai ke Mesir berkat tanganmu, Umar, berkat perjuanganmu,” ceritanya kepada manajer Wali dan personelnya yaitu Apoy yang ditemani Farhan ZM atau Faank (vokalis), Ihsan Bustomi, dan Hamzah Shopi, serta manajemen Wali, di ruangan Kiai Said, lantai tiga gedung PBNU, Jakarta, Rabu sore (18/1).

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian I))

Namun, kata Kiai Said, Nabi Muhammad mengingatkan Umar agar menjaga kehormatannya Kristen Qibthi (sekarang disebut Koptik). Mereka jangan dimusuhi. Amanat Nabi Muhammad itu dijaga sampai sekarang oleh umat Islam Mesir. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Perang Salib pernah terjadi, tapi Kristen Koptik tidak diganggu,” lanjut kiai asal Cirebon, Jawa Barat tersebut. 

Pada peristiwa lain, Kiai Said menceritakan Nabi Muhammad ketika mendapatkan kemenangan, yaitu Fathu Mekkah. Ketika Nabi Muhammad masuk mekkah, sebagian sahabatnya ada yang menganggap bahwa hari itu adalah untuk membalas dendam kepada kafir Mekkah. Dendam itu dalam bentuk membunuh kepada orang yang telah melakukan pembunuhan kepada orang Muslim (qishas).

Namun, Nabi Muhammad tidak membenarkan anggapan sahabat tersebut. Hari itu, menurut Nabi adalah hari silaturahim umat Islam dengan penduduk Mekkah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Enggak, hari ini hari membangun silaturahim, semua penduduk Mekkah saya maafkan,” ungkap Kiai Said mengumpamakan perkataan Nabi Muhammad.

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II))



Sebelum kedatangan Nabi Muhammad ke Mekkah itu, lanjut Kiai Said, ada 15 penduduk Mekkah yang kabur karena ketakutan. Lima belas orang tersebut menyangka bahwa kaum Muslimin akan melakukan pembalasan. Di antara yang kabur tersebut Ikrimah, anaknya Abu Jahal. 

“Yang lari, dijemput, saya maafkan, saya maafkan,” lanjut Kiai Said, mengumpamakan ungkapan Nabi Muhammad.

Menurut Kiai Said, NU adalah Ahlussunah wal-Jama’ah. Prinsipnya moderat dan toleran, menjalin persaudaraan sesama uamt Islam, sesama warga bangsa, sesama manusia. 

“Jadi, NU Tidak ada celah untuk radikal, toleran, moderat. Cita-citanya membangun persaudaraan sebangsa setanah air. Jadi, radikal tidak akan hidup di NU,” tegas Kiai Said. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pagar Nusa: Pencak Silat Harus Go Internasional

Pertengahan bulan Agustus tahun ini, Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa sukses menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Festival pencak silat yang kedua kali di Padepokan Pencak Silat Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan tersebut diikuti 17 kontingen yang merupakan Pimpinan Wilayah Pagar Nusa di seluruh Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Jawa Timur kembali memboyong gelar juara umum. Kontingen Jawa Timur mendominasi di seluruh kelas, golongan, dan kategori. Jawa Timur memang layak juara karena mereka dinilai paling siap dan mengikuti seluruh pertandingan dan festival.

Pagar Nusa: Pencak Silat Harus Go Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa: Pencak Silat Harus Go Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa: Pencak Silat Harus Go Internasional

Bagaimana perkembangan kemampuan atlet Kejurnas dan Festival pencak silat di Pagar Nusa ini? Bagaimana kendalanya baik secara organisasi maupun pelatihan. Untuk mengetahui itu, Abdullah Alawi dari Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan mewawancarai Ketua Harian Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa Taufik CH. Berikut petikannya:? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebetulnya buat apa Pagar Nusa capek-capek menggelar Kejurnas dan festival pencak silat ini? ?

. Kejurnas dan Festival Silat Pagar Nusa ini digelar dengan bermaksud membangun sinergisitas generasi muda NU, khususnya yang tertampung di Pagar Nusa dalam satu suasana silaturahim yang penuh kekeluargaan, disamping sebagai ajang pembuktiaan dari proses latihan para atlet pencak silat Pagar Nusa. Karena dari masing-masing perguran di Pagar Nusa ini kan mereka aktif berlatih secara rutin.

Tapi kalau mereka tidak diberi ajang pembuktian, ajang aktualisasi diri, mereka akan menjadi malas dan lesu, dan mereka menjadi tidak memiliki target dalam proses latihan. Maka dengan Kejurnas ini dan festival di amping nuansa silaturahim sebagai tujuan utama, juga sebagai ajang pembuktian bahwa memang memiliki kader-kader sektor beladiri pencak silat ini yang mumpuni.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ada target lain?

. Lebih jauh target kita adalah membangkitkan khazanah budaya bangsa agar pencak silat mampu berbicara tak hanya di forum regional, nasional, tapi lebih jauh juga bicara forum internasional.

Nah ini, Pagar Nusa punya kepedulian, orang Jawa bilang kita menguri-uri (melestarikan) budaya adiluhung tinggalan para kiai, para sesepuh yang harus dipertahankan keberadaannya sampai di penghujung kehidupan. Kalau kita warga Indonesia di forum internasional, mau bicara apa kita? Bicara teknologi, kita jauh dari negara Jepang. Tapi kalau bicara budaya masa budaya juga kalah. Masa kita kalah di segala sektor. Terus mau apa kita sebagai bangsa.

Maka Pagar Nusa mempunya kepedulian untuk itu. Pencak silat sebagai beladiri khas Indonesia yang harus go internasional. Saat ini belum dipertandingkan di tingkat internasional. Baru Sea Games (tingkat ASEAN). Kalau masuk ke Olimpiade harus separuh negara peserta olimpiade harus memiliki atletnya dalam bidang pencak silat. Menteri Olahraga mempunyai kepedulian untuk mempopulerkan pencak silat di berbagai negara, harus kita dukung itu.

Dari sisi kualitas, berkaca dari Kejurnas 1 dan kali ini, skill atlet Pagar Nusa di tingkat nasional itu bagaimana?

. Atlet-atlet Pagar Nusa sudah cukup mewarnai, baik tingkat di nasional maunpun di forum internasional. Salah satu atlet Pagar Nusa dari Jawa Tengah, atlet kita, Pagar Nusa yang bernama Febria, itu juara I tingkat nasinal yang diselenggarakan IPSI. Sementara di tingkat internasional runner up di Malaysia. Terus ada juga yang laki-laki dari Banyumas runner up juga di Thailand.

Dari sisi partispasi peserta dan kontingen, dari Kejurnas pertama dibanding sekarang sekarang kan bertambah, apa faktornya?

. Pertama karena adannya konsolidasi organisasi. Jadi, kita membentuk cabang-cabang di setiap wilayah yang ada. Walaupun belum menyeluruh pengurus wilayah Indonesia ada Pagar Nusa, tapi sekurang-kurangnya ada 17 provinsi yang aktif. Ini mengalami peningkatan dari Kejurnas sebelumnya yang diikuti 14 provinsi.

Kendalanya apa sehingga dalam 5 tahun hanya bertambah 3 kontingen? ?

. Kendala utama di kita adalah miskinnya pelatih. Maka Pimpinan Pusat, beberapa bulan yang lalu, setengah tahun lalu, mengadakan training of trainers, latihan pelatih untuk menambah, memperkaya kuantitas atau memperkaya jumlah. Ini akan kita galakkan terus pelatihan pelatih, pelatih an wasit dan juri untuk memperkaya secara kualitatif di kalangan Pagar Nusa sesuai aturan IPSI.

Ini wasitnya dari Pagar Nusa semua atau IPSI?

. Separuh-separuh.

Lalu bagaimana Pagar Nusa di luar 17 provinsi tersebut?

. Ada kepengurusan. Jadi kadang-kadang kita mendahulukan organisasi atau pelatihannya. Maka kita kadang lebih banyak memilih pelatihan dulu. Baru setelah pelatihan ada, organisasinya. Sebetulnya sudah ada, tapi belum terbentuk organisasinya. Dan nyatanya apa, ketika ada event-event di tingkat nasonal, banyak provinsi-provinsi bukan dari Pagar Nusa, tapi ngontrak atlet Pagar Nusa. Ini contoh kasus. Periode ke depan, tugas kita adalah melengkapi cabang dan menggalakkan pelatihan. Tapi ini butuh proses karena tidak murah dan simpel.

Bisa diceritakan lebih khusus, bagaimana geliat Pagar Nusa di daerah?

. Ada contoh menarik di Jawa Tengah. Pagar Nusa di Jateng masuk sekolah dan pesantren. Caranya bagaimana, guru-guru olahraga Ma’arif, kita latih sebagai calon guru pencak silat. Ini dipayungi MoU Pagar Nusa dan Ma’arif pusat. Pagar Nusa melatih guru-gurunya terlebih dulu, lalu ke siswa-siwa. Di Jawa Tengah sudah berjalan nanti akan dikembangkan di Jawa Timur, Jawa Barat sehingga tidak terjadi sekolah NU, tapi belajar silat dari kelompok lain.

Lalu bagaimana minat siswa-siswinya itu?

. Minat sebetulnya cukup tinggi. Supaya mereka semakin tertarik kita akan dipergiat menggelar kejuaraan-kejuaraan Kejurda, mengikuti kejuaraan yang digelar IPSI atau organisasi lain. Tapi untuk Pagar Nusa dipatenkan satu periode sekali, 5 tahun sekali. Kejurda dua tahun sekali. Tapi untuk Kejurda belum semuanya mampu, yang ada baru Jateng, Jatim, Yogya, Riau. Jawa Barat pun belum bisa. ?

Apa harapan Pimpinan Pusat bagi atlet dan dan kontingen yang mengikuti Kejurnas dan Festival ini?

. Harapannya mereka mengambil pengalaman, pertama tata keorganisasian. Mereka harus segera menata dan melakukan konsolidasi internal, menyusun kelengkapan kepengurusan di tingkat kabupaten. Terus setelah itu, meningkat ke pelatihan. Kita punya pedoman pelatihan. Ini harus dikawal pelatih yang bersertifikat. Gairahkan para peserta ini dengan event-event itu sebab orang latihan terus tanpa kejuaraan, atlet akan malas, tidak ada prestasi. Meski sekadar dapat piala, itu kan ada kebanggaan, disamping jangan lupa bisa harus memberikan andil di tingkat daerah mengisi kekosongan IPSI di daerah, kita kontribusi ke sana.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 10 November 2017

Jokowi Dijadwalkan Hadiri Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten Malam Ini

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri peringatan Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten di Pesantren An-Nawawi Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Jumat (21/7) malam. Haul yang bertepatan dengan 28 Syawwal 1438 H ini akan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, rangkaian zikir tahlil, dan lantunan shalawat Badar.

“Saat ini kiai (Kiai Maruf Amin) masih menerima tamu. Malam nanti kiai akan sambutan pas Jokowi datang,” kata Faruq Hamdi, salah seorang staf MUI kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Jumat (21/7) siang.

Jokowi Dijadwalkan Hadiri Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Dijadwalkan Hadiri Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Dijadwalkan Hadiri Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten Malam Ini

Tiga pembicara dijadwalkan menyampaikan sambutan pada peringatan haul Syekh M Nawawi Banten pada malam ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mereka adalah Pengasuh Pesantren An-Nawawi Tanara KH Maruf Amin, Gubernur Provinsi Banten H Wahidin Halim, dan Presiden RI Jokowi. Sementara ustadz yang akan menyampaikan taushiyah adalah KH Cholil Nafis.

Jamaah mulai mendatangi lokasi haul. Mereka datang untuk memperingati jasa dan mendoakan guru para ulama Nusantara yang memiliki kapasitas keilmuan mendunia, almarhum Syekh M Nawawi Banten. Selain meninggalkan para murid yang menyebarkan ilmu agama, Syekh Nawawi Banten juga meninggalkan seratus lebih karya ilmiah yang hingga kini mayoritas dipelajari di pesantren-pesantren. (Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 01 November 2017

Politik Dompleng Masjid

Oleh H A Djunaidi Sahal

Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan telah memberikan dampak bagi tatanan sosial, baik masyarakat kota maupun masyarakat di pedesaan. Hal ini juga berpengaruh pada paradigma masyarakat dalam memandang politik dan cara bertindak di dalam masyarakat. Disadari atau tidak, pola sebagian  masyarakat di Indonesia sudah bergeser ke arah yang rentan terhadap disintegrasi, akibat pengaruh kemajuan teknologi, di mana perkembangan teknologi sangat mudah digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menyebarkan provokasi negatif yang mengancam keutuhan negeri ini.

Isu tentang peranan agama terhadap pola hidup yang tentaram dan damai, sangat menarik untuk di perbincangkan ketika konflik-konflik horizontal masyarakat yang mengarah pada konflik SARA dilatarbelakangi oleh agama. Mencermati meluasnya wabah intoleransi dalam beberapa momentum terakhir, di mana banyak kelompok-kelompok intoleran memanfaatkan isu yang berkembang di masyarakat. Kita dapat melihat fenomena Pilkada DKI Jakarta, yang diwarnai dengan kasus penistaan agama sangat mencuat ke muka publik sehingga banyak kelompok intoleran yang mengambil kesempatan untuk tampil. Hal ini memperkuat eksistensi kelompok tersebut semakin berani untuk muncul di tengah-tengah masyarakat yang dapat memprovokasi masyarakat untuk apatis dengan Pancasila dan sistem hukum di Indonesia.

Politik Dompleng Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Dompleng Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Dompleng Masjid

Kondisi perpolitikan yang dilatarbelakangi oleh agama, masih menjadi isu sentral menjelang tahun politik 2018 dan 2019, kita bisa lihat apa yang terjadi di kota Jakarta yang notabene memiliki tingkat intelektual yang baik tetapi masyarakatnya masih terprovokasi dengan isu-isu agama. Gerakan politik yang memanfaatkan isu agama masih dipakai oleh beberapa kelompok untuk memprovokasi masyarakat, salah satunya Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS). Tentu pola ini masih sama dengan apa yang pernah dilakukan dalam pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, di mana banyak masjid ditarik dalam ranah pertarungan politik. Masjid juga dimanfaatkan untuk kampanye politik dan menolak pemimpin non-Muslim serta yang lebih ekstrem lagi label kafir untuk pendukung non-Muslim terjadi di mana-mana, bahkan menolak jenazah pendukung non-Muslim.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kita hidup di Indonesia tentu harus menyepakati Pancasila sebagai dasar negara. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama. Indonesia bukan negara sekuler, tetapi juga bukan negara agama. Setiap warga negara yang memenuhi persyaratan undang-undang, maka apapun latar belakangnya, warga negara Indonesia berhak memilih dan dipilih. Jika pandangan politik masyarakat Indonesia terprovokasi dengan isu-isu agama saja, hal ini sangat berpotensi pada tindakan intoleran. Dengan memutarbalikkan ajaran agama dan mengutip ayat-ayat Al-Quran, kelompok-kelompok intoleran akan memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan gerakan politiknya.

Masjid sebagai pusat dakwah, tentu harus bersih dari tindakan dan ajaran politik praktis serta dakwah yang bersifat SARA. Secara luas, politik yang membahas sisi keilmuan, kesejahteraan masyarakat bahkan kritik terhadap praktik penyelenggaraan negara tidak dilarang di dalam masjid. Tetapi ketika politik dimanfaatkan untuk kepentingan perebutan kekuasaan, di situlah potensi perpecahan terhadap umat Islam sangat mungkin terjadi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Isu agama dan politik identitas masih sangat kuat menjelang pertarungan politik tahun 2018 dan 2019, setelah sukses menjadikan masjid sebagai alat propaganda politik yang dibawa oleh kelompok-kelompok tertentu dalam pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, hal ini menjadi faktor penentu dinamika politik nasional ke depan. Agitasi serta provokasi GISS dan gerakan kelompok intoleran lainnya dikhawatirkan menjadi metode politik yang mendompleng kegiatan ibadah umat Muslim menjadi kegiatan politik dalam memperebutkan kekuasaan. Gerakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ini merupakan gerakan politik yang memobilisasi umat Islam untuk membatasi hak-hak lawan politik. Dalam konteks pemilu 2018 dan 2019 “politik masjid” sangat mungkin dijadikan basis gerakan oleh kelompok-kelompok intoleran dalam agenda merebut kekuasaan.

“Kejatuhan Ahok” oleh kasus penistaan agama merupakan serangkaian serangan politik yang ditujukan oleh lawan-lawan politiknya. Kelompok-kelompok intoleran tentu tidak hanya berhenti di situ. Target ke depannya adalah untuk menjatuhkan lawan-lawan politik lain, khususnya yang ada di pemerintahan Jokowi (Politik Bola Sodok). Jika kelompok ini berhasil mempengaruhi masjid sebagai pusat gerakan, maka masjid akan menjadi pusat pengumpulan umat Muslim untuk diajarkan bagaimana merebut kekuasaan dan menolak non-Muslim sebagai pemimpin serta Jakarta sebagai pilot project dalam mempengaruhi wilayah-wilayah lain yang ada di Indonesia.

Umat Islam Indonesia mempunyai tanggung jawab moral terhadap bangsa ini. Menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kewajiban setiap warga negara. Umat Islam di Indonesia harus tetap menjaga suasana dan situasi yang kondusif, serta menghargai sesama tanpa memandang latar belakang dan pilihan politik, agar ke depannya kita dapat menjaga keutuhan bangsa Indonesia dari ancaman-ancaman intoleransi.

*) Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta. Ia juga Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Bangsa (FSB).Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, PonPes, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 23 Oktober 2017

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Banyumas, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Menggeliatnya karya sastra yang semakin banyak bertebaran di dunia maya, di facebook, blog atuau pun situs-situs web lainya, yang lebih banyak bercerita tentang hiruk pikuk perkotaan atau berlatar belakang urban dan lebih bersifat lebih universal mengakibatkan semakin sedikitnya karya-karya sastra yang bersetting kehidupan lokal. 

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Ahmadun Yosi Hervanda, Wartawan senior asal Jakarta mengungkapkan hal tersebut dalam acara Sarasehan dan Pertunjukan Sastra Banyumas Besar, Sabtu (29/7) malam di Rumah Makan Selera Roso Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut Ahmadun, dunia sastra kini merindukan sosok penulis sastra yang ber-setting lokal, atau bercerita tentang lokalitas. "Dunia sastra merindukan penulis sastra lokal, bukan hanya sastra yang bersifat urban," katanya. 

Lokalitas yang dikemas dengan teknik penulisan yang baik akan terlihat lebih menarik dan mempunyai daya tarik tersendiri, "Itu lebih mudah ditulis pada karya sastra cerpen ataupun novel yang bersifat cerita," lanjutnya. 

Tapi, imbuh Ahmadun, meskipun mengangkat tema lokalitas, kita tidak boleh mengabaikan Jakarta, Jakarta tetap menjadi bagian yang penting karena terkait dengan obsesi penulis agar mendunia atau menasional. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Apa cukup hanya menjadi penulis lokal," pangkasnnya. 

Acara sarasehan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Komunitas Sastra Getek Artinspiration Ajibarang tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagi komunitas sastra se-Kabupaten Banyumas. 

Tampak hadir Camat Ajibarang Eko Heru Surono, Wanto Tirta Persiden Geguritan Banyumas, Jarot C Setyoko, Riswo Mulyadi, Amin Rohman dan para penyair Banyumas lainya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Pahlawan, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Jihad dan Tawuran

Kalau sekadar memakai senjata tajam mulai dari ? parang, golok, anak panah, bambu runcing, senjata api, meriam dan sejenisnya, ini namanya bukan perang di jalan Allah, tetapi tawuran antardesa. Perang di jalan-Nya selain memerlukan itu semua, juga membutuhkan pikiran matang.

Perang di jalan Allah disebut jihad. Maksudnya perang akan disebut jihad sejauh praktik perang itu dimaksudkan untuk menegakkan agama Allah sebagai syiar. Perang seperti ini sangat dibutuhkan. Agama menganjurkan jihad. Karena, jihad merupakan ibadah.

Hanya saja seseorang yang maju ke medan perang memiliki pelbagai motif. Ada yang maju karena berani, jaga harga diri, atau karena riya. Lalu siapa di antara mereka yang masuk dalam kategori mujahid?

Jihad dan Tawuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad dan Tawuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad dan Tawuran

Ketika ditanya demikian, Rasulullah SAW menjawab dengan sabdanya seperti di bawah ini,

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ù…Ù? قاتل لتكوÙ? كلمة الله Ù‡Ù? العلÙ? ا فهو فÙ? سبÙ? Ù„ الله

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Siapa saja yang maju ke medan perang dengan niat agar agama Allah menjadi naik (syiar) maka ia telah berjuang di jalan Allah.”

Namun demikian, para ulama memberikan sejumlah catatan perihal peperangan, jihad, dan perjuangan di jalan Allah. Keputusan untuk perang di jalan Allah harus dilewati dengan sejumlah pertimbangan pikiran. Artinya ulama harus berkumpul terlebih dahulu untuk memutuskan bahwa umat Islam telah wajib untuk melakukan jihad di jalan Allah.

Salah satu contohnya ialah fatwa Resolusi Jihad NU pada November 1945. Fatwa Resolusi Jihad NU ini didasarkan pada pikiran matang ulama. Keputusan fatwa ini tidak didasarkan pada nafsu amarah.

Dalam kitab Dalilul Falihin (syarah Riyadlus Shalihin), M bin Alan Ash-shiddiqy menjelaskan hadis di atas sebagai berikut,

Ø£Ù? القتال فÙ? سبÙ? Ù„ الله قتال Ù…Ù? شؤه القوة العقلÙ? Ø© لا القوة الغضبÙ? Ø© أو الشهواÙ? Ù? Ø©

“Bahwa perang di jalan Allah adalah perang yang didasarkan pada kekuatan pikiran, bukan kekuatan amarah atau kekuatan nafsu.”

Dengan demikian umat Islam tidak boleh memutuskan sendiri perihal perang di jalan Allah. Mereka harus menunggu keputusan dan kebijaksanaan para kiai agar para kiai mengerahkan segala pikiran dan pertimbangannya atas kenyataan yang ada.

Selagi para kiai belum mengeluarkan fatwa jihad, umat Islam tidak boleh memutuskan bahwa dirinya akan maju ke medan perang. Karena, keputusannya didasarkan pada amarah dan nafsu belaka.

Kalau saja salah dalam mengambil keputusan, mereka justru mengamuk dan kalap di tengah masyarakat yang damai, seperti anak-anak yang sedang tawuran. Bukannya kalimat Allah (Islam) menjadi harum, mereka justru mencemarkan nama Islam dari dalam. Wallahu A‘lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 25 September 2017

Sang Pengayom itu Sudah Berpulang

Malang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Bulan Februari ini, Nahdlatul Ulama utamanya di Kabupaten Malang telah kehilangan seorang panutannya. RKH Muhammad Badruddin Anwar, pengasuh dan sesepuh Pondok Pesantren An Nur telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini Selasa (28/02), pukul 00.15 WIB dini hari bertepatan dengan 1 Jumadil Akhir 1438 H. Semoga segala amal baiknya diterima dan segala kesalahan dihapuskannya.

Di kalangan warga Malang Raya, khusunya bagi para pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang, Kiai Badruddin dikenal sebagai sosok pengayom masyarakat?. Ia dikenal ikhlas dan santun dalam berdakwah, serta fokus mendidik masyarakat dan para santri. Kiai yang pernah nyantri di Sidogiri, Ploso dan Lirboyo ini merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II al-Murtadlo.

Sang Pengayom itu Sudah Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sang Pengayom itu Sudah Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sang Pengayom itu Sudah Berpulang

Kiai Badruddin yang tutup usia pada umur 73 tahun telah memimpin pondok pesastrennya selama 37 tahun. Ia merupakan putra dari Kiai Anwar Nur dan Ibu Nyai Siti Aisyah. Kiai sesepuh tarekat ini dalam hidupnya memiliki tiga istri yaitu Hj. UmmiKultsum (Alm), Hj. BadiatusSholihah, dan Hj. Lathifah. Dari ketiga istrinya Kiai Badruddin dikarunia 15 putra dan putri. ?

Menurut kesaksian Ustadz Hizbillah, salah seorang santrinya, jauh-jauh hari Kiai Badrudin telah memanggil dan mengundang para santri dan alumninya untuk berkumpul di pesantren pada tanggal 28 Februari. Tujuannya adalah untuk melaksanakan tahlil akbar. Para santri dan alumni menjadi agak kaget dan tertegun setelah pada tanggal 28 Februari ini mendengar berita kewafatannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Subhanalloh, beliau, KH Badruddin, sudah mengundang jauh 2 hari kepada santrinya (alumni) bahwa tanggal 28 Februari akan ada tahlil akbar di ponpes Annur 2. Ternyata ini jawabannya Tahlil Akbar itu,” kata Hizbillah kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan melalui pesan WhatssApp.

Acara pemakaman dilaksanakan Selasam kemarin. Selamat Jalan sang guru, selamat jalan sang pengayom masyarakat. Allahummaghfir lahu war hamhu wa aafiihi wa’fu anhu. Alfatihah... (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, IMNU, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 18 Agustus 2017

Agar Shahih dan Berkah, Penting Miliki Sanad Keilmuan yang Jelas

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam mencari Ilmu, seseorang harus memperhatikan sumber ilmu yang didapatnya berupa silsilah keilmuan atau sanad. Hal ini sangat berperan penting dalam keshahihan dan keberkahan ilmu yang didapat.?

Hal ini disampaikan Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah KH Ahmad Chalwani Nawawi saat menyampaikan Mauidzotul Hasanah pada Wisuda Tahfidz Al Quran 30 Juz dan khotmil kutub pondok pesantren Pesantren Salafiyah Tahfidzul Quran Miftahus Salam Jatirejo Pringsewu.

Agar Shahih dan Berkah, Penting Miliki Sanad Keilmuan yang Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Shahih dan Berkah, Penting Miliki Sanad Keilmuan yang Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Shahih dan Berkah, Penting Miliki Sanad Keilmuan yang Jelas

"Sebagai Santri, kita harus ngaji pada kiai yang jelas gurunya siapa? Ilmunya sumbernya dari mana, harus jelas," tegas Kyai Chalwani yang Juga Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah ini dihadapan jamaah yang memenuhi halaman Pesantren setempat, Selasa (13/4).

Ia mengingatkan kepada jamaah untuk mengaji kepada kiai yang mempunyai sanad keilmuan yang jelas, yang alim serta dapat dirunut silsilah sumber ilmunya sampai pada Rasulullah SAW. Hal ini ditujukan agar terhindar dari maraknya aliran menyimpang yang belajar ilmu agama secara instan dari internet dengan sanad yang tidak jelas.

"Mari kita didik putra-putri kita di Pesantren, kita titipkan pada kiai. Kita gerakkan generasi kita untuk mondok," tegasnya. Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa pondok-pondok pesantren dibawah bimbingan para kiai dalam sejarahnya telah terbukti berkontribusi dalam mencetak ulama dan santri sekaligus menjadi benteng pertahanan keutuhan NKRI.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kalau tidak ada kiai dan pondok pesantren, maka patriotisme bangsa Indonesia sudah hancur berantakan," tegas Kiai Chalwani mengutip pernyataan Douwes Dekker, agen Belanda yang berbalik berpihak pada Indonesia di zaman pergerakan kemerdekaan.

Disamping kegiatan khotmil kutub, pada acara tersebut juga dilaksanakan pelantikan pengurus Idaroh Ghusniyah Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mutabaroh An Nhdliyyah (JATMAN) Kecamatan Pagelaran dan Ambarawa. Pelantikan tersebut dilakukan oleh Mudir Idaroh Wustho JATMAN Provinsi Lampung Habib Yahya Assegaf.

Hadir pada acara tersebut Bupati Pringsewu H Sujadi yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu, Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim, para kiai dan Pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Pringsewu serta Pengurus MWCNU Kecamatan Pagelaran. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Sejarah, Nahdlatul Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock