Senin, 23 Oktober 2017

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Banyumas, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Menggeliatnya karya sastra yang semakin banyak bertebaran di dunia maya, di facebook, blog atuau pun situs-situs web lainya, yang lebih banyak bercerita tentang hiruk pikuk perkotaan atau berlatar belakang urban dan lebih bersifat lebih universal mengakibatkan semakin sedikitnya karya-karya sastra yang bersetting kehidupan lokal. 

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Ahmadun Yosi Hervanda, Wartawan senior asal Jakarta mengungkapkan hal tersebut dalam acara Sarasehan dan Pertunjukan Sastra Banyumas Besar, Sabtu (29/7) malam di Rumah Makan Selera Roso Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut Ahmadun, dunia sastra kini merindukan sosok penulis sastra yang ber-setting lokal, atau bercerita tentang lokalitas. "Dunia sastra merindukan penulis sastra lokal, bukan hanya sastra yang bersifat urban," katanya. 

Lokalitas yang dikemas dengan teknik penulisan yang baik akan terlihat lebih menarik dan mempunyai daya tarik tersendiri, "Itu lebih mudah ditulis pada karya sastra cerpen ataupun novel yang bersifat cerita," lanjutnya. 

Tapi, imbuh Ahmadun, meskipun mengangkat tema lokalitas, kita tidak boleh mengabaikan Jakarta, Jakarta tetap menjadi bagian yang penting karena terkait dengan obsesi penulis agar mendunia atau menasional. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Apa cukup hanya menjadi penulis lokal," pangkasnnya. 

Acara sarasehan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Komunitas Sastra Getek Artinspiration Ajibarang tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagi komunitas sastra se-Kabupaten Banyumas. 

Tampak hadir Camat Ajibarang Eko Heru Surono, Wanto Tirta Persiden Geguritan Banyumas, Jarot C Setyoko, Riswo Mulyadi, Amin Rohman dan para penyair Banyumas lainya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Pahlawan, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock