Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Songsong Hari Kartini, Fatayat-IPPNU Tebar Inspirasi

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Biasanya, menjelang hari Kartini sebagian organisasi wanita sudah sibuk merencanakan kegiatan khusus kaum wanita seperti lomba masak ataupun busana tokoh pejuang zaman dahulu tersebut. Tetapi,sedikit berbeda yang dilakukan oleh PC Fatayat NU dan PC IPPNU Kudus. 

Songsong Hari Kartini, Fatayat-IPPNU Tebar Inspirasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Hari Kartini, Fatayat-IPPNU Tebar Inspirasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Hari Kartini, Fatayat-IPPNU Tebar Inspirasi

Sejak Selasa (17/4) kemarin, kedua badan otonom perempuan NU itu memasang puluhan spanduk berisi pesan moral yang inspiratif  pada tempat-tempat strategis di kota kretek ini. Dari spanduk yang dipasang bertema hari Kartini dengan dua tulisan berbeda. 

Pertama, "Kartini masa kini ; Sholih,Cerdas membangun negeri." dan satunya lagi berbunyi  "Semangat Kartini Semangat Perempuan Indonesia ; Belajar,Berilmu,Bertakwa, Penuh Kasih Sayang."

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut sekretaris PC Fatayat NU Kudus Silfia Alfiana, pemasangan spanduk dengan kata-kata inspiratif  ini dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April dan Harlah Fatayat ke-62 yang jatuh pada 24 April mendatang. 

"Program ini kita namai tebar inspirasi hari Kartini  guna memberi warna dan pencerahan bagi kaum wanita," katanya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, di Kantor PC Fatayat NU Kudus Jl. Pramuka 20, Rabu (17/4).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tujuan program ini,jelas dia, untuk mengapresiasi pahlawan wanita Indonesia, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa Pahlawannya.

"Kaum perempuan Indonesia mampu terinspirasi melanjutkan jejak perjuangan Kartini untuk membangun negeri ke arah yang lebih baik," tambah Silfia.

Dalam pandangannya, Kartini masa kini itu harus sholikhah, cerdas, selalu belajar, bertaqwa dan memiliki rasa penuh kasih saying antar sesama.

"Melalui pesan-pesan yang kita sampaikan, kaum wanita terutama kader Fatayat dan IPPNU mampu memaknai kembali Kartini masa kini yang sebenarnya," pungkasnya.

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 18 Februari 2018

Rayon Fisip PMII UIN Sunan Gunung Djati Terbentuk

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Simposium Pergerakan dan Rapat Pembentukan Rayon (RPR) Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kabupaten Bandung, Sabtu Malam (27/9), membuahkan hasil, yaitu terbentuknya Rayon PMII baru dengan ketua terpilih, Pahlawan Goal.

Menurut Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN SGD Bandung Pengkuh Bina menuturkan bahwa kehadiran Rayon Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) sangat dibutuhkan untuk menampung para kader yang kurang diakomodir.

Rayon Fisip PMII UIN Sunan Gunung Djati Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Rayon Fisip PMII UIN Sunan Gunung Djati Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Rayon Fisip PMII UIN Sunan Gunung Djati Terbentuk

Fakultas ilmu sosial dan Ilmu Politik secara resmi didirikan pada tahun 2012 sedangkan gedung perkuliahan diresmikan pada 2013 oleh Mentri Agama. Sehingga masing – masing jurusan yang sekarang berada di bawah naungan Fisip berasal dari fakultas yang berbeda-beda.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Jurusan Sosiologi berada di Fakultas Ushuluddin; Administrasi Negara dan Manajemen berada di Fakultas Syariah dan Hukum yang akhirnya para kader saling terpisah,” ujarnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Pengkuh berharap terbentuknya rayon fisip bisa menyatukan para kader PMII yang terpisah dan turut andil dalam semua kebijakan-kebijakan birokrasi kampus.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semoga Rayon FISIP bisa memberikan sebuah warna tersediri di kampus UIN Bandung, karena kampus UIN adalah milik bersama, dan juga bisa mensterilkan asumsi-asumsi buruk yang dilontarkan sebagian pihak kepada PMII, karena sebetulnya orang-orang seperti itu iri hati karena tidak bisa melakukan seperti PMII lakukan,” tegasnya.

Acara RPR ini berlangsung pukul 20.00 sampai 04.00 bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat, Jalan terusan Galunggung 6, Kota Bandung. Dalam waktu dekat Rayon PMII baru ini akan mengadakan Rapat Kerja. (Bakti Habibie Yasin/Mahbib)





Foto: Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN SGD Pengkuh Bina sedang menyampaikan kata sambutan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 17 Februari 2018

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperkuat misi kemanusiaan dan mitigasi bencana, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pusat menggelar forum diskusi bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Mereka mengundang sejumlah pejabat SKPD setempat beserta relawan dalam acara yang bertempat di RM Saung Bambu Wulung Ngembal Rejo Kudus, Kamis (26/01).

Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C. Penanggungan menyampaikan apresiasi kepada LPBI NU atas kepeduliannya terhadap persoalan bencana di Kudus. Hal ini tentu saja semakin mengukuhkan bahwa NU merupakan ormas Islam yang amat memperhatikan keselamatan umat.

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus

"Saya mengucapkan terima kasih kepada NU atas terlaksananya kegiatan ini. Artinya selama ini NU memang senantiasa care dengan masyarakat dan ini juga akan menjadi semangat lebih bagi kami," paparnya.

Dalam penanggulangan bencana, imbuh Bergas, memerlukan jalinan kerjasama dengan banyak pihak. Selain pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, sebagaimana dalam slogan, Ormas berfungsi sebagai pelopor penggerak para relawan untuk peduli dengan misi ini.

Sementara itu, Pengurus LPBI NU Pusat, Yayah Ruchyati mengemukakan kegiatan ini adalah langkah awal untuk menyiapkan segala hal terkait mitigasi bencana. Dalam forum ini membahas penyusunan metodologi kajian risiko bencana di Kabupaten Kudus ke depan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Agenda ini nantinya akan berlanjut pada sesi berikutnya yaitu pelatihan pengembangan risiko bencana," tuturnya.

Ruchyati mengharapkan agenda kegiatan ini bisa tuntas sehingga mampu ? menghasilkan kajian dan peta penanggulangan bencana untuk Kabupaten Kudus. "Kerjasama ini akan terus ia jalin agar Kudus mempunyai peta bencana tersendiri. Semoga agenda ini lancar dan terlaksana dengan baik," harapnya.

Kegiatan ini juga didukung oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus. Fajar Nugroho menuturkan bahwa kegiatan mitigasi bencana termasuk dalam perintah Islam. Ia memaparkan dua tujuan hidup manusia yang terdiri dari ibadah dan menciptakan kemakmuran di bumi.?

"Termasuk menolong sesama manusia itu juga menciptakan kemakmuran," katanya.

Bahkan, lanjut Fajar, Rasulullah Saw dalam peristiwa fathu makkah dan perang yang lain melarang pasukannya untuk menebang pohon. Dari peristiwa itu kita bisa belajar bahwa persoalan penanggulangan bencana ini menjadi amat penting.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kita diperintahkan untuk menjaga lingkungan dan menolong sesama sebagaimana seruan Rasul kala itu," pungkasnya. (Farid/Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku sangat menyesalkan insiden pembunuhan tiga orang Palestina sebagai akibat ketegangan yang meningkat setelah Israel memperketat penjagaan di kompleks al-Aqsa di Yerusalem.

Seperti dirilis laman Aljazeera, Guterres mengutuk pembunuhan tersebut dan menyerukan penyelidikan pada Sabtu pagi, beberapa jam setelah demonstrasi massa oleh rakyat Palestina di sekitar tempat suci itu.

Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman

Dia mendesak para pemimpin Israel dan Palestina untuk menahan diri dari tindakan yang dapat terus meningkatkan situasi yang mudah berubah di Kota Tua Yerusalem, dengan mengatakan bahwa situs keagamaan harus menjadi ruang untuk refleksi, bukan kekerasan.

Mengutip Guterres, juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan bahwa pihaknya memahami "masalah keamanan yang sah, namun di sisi lain penting bahwa status quo di lokasi tetap dipertahankan".

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pasukan keamanan Israel pada Jumat secara keras menghadang demonstrasi, memuntahkan amunisi, gas air mata dan peluru karet di kerumunan warga Palestina yang menentang kebijakan baru tersebut, yakni melarang laki-laki Muslim di bawah usia 50 tahun memasuki Masjid al-Aqsa dan melewati instalasi detektor logam yang dipasang Israel.

Israel kian memperkuat cengkeramannya di kompleks tersebut pada 14 Juli setelah dua petugas keamanan Israel tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh tiga warga Palestina. Tiga warga itu lantas dibunuh polisi Israel setelah terjadi kekerasan.

Korban berjatuhan

Dalam insiden fatal pertama seminggu kemudian pada hari Jumat, seorang pemukim Israel membunuh Muhammad Mahmoud Sharaf berusia 18 tahun di lingkungan Ras al-Amud di Yerusalem Timur yang diduduki.

Seorang warga Palestina berusia 20 tahun, Muhamad Hasan Abu Ghanam, terbunuh oleh tembakan langsung selama demonstrasi di Yerusalem. Dan pasukan Israel membunuh korban ketiga, Muhamad Mahmoud Khalaf, 17 tahun, dalam bentrokan di Tepi Barat.

Gerakan humanitarian Red Crescent menyebut ada 450 orang yang terluka oleh pasukan Israel selama demonstrasi di Yerusalem dan Tepi Barat, dengan jumlah sekurangnya 215 luka-luka akibat menghirup gas air mata.

Polisi mengatakan seorang penyerang Palestina juga membunuh tiga orang Israel di sebuah pemukiman di Tepi Barat.

Perkumpulan Tahanan Palestina mengatakan, setidaknya 21 orang Palestina ditangkap pada demonstrasi hari Jumat di Tepi Barat, termasuk setidaknya 10 dari Yerusalem.

Media Israel melaporkan bahwa empat petugas polisi Israel terluka dalam demonstrasi tersebut setelah orang-orang Palestina melemparkan batu dan api ke mereka. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Pertandingan, IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 20 Januari 2018

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah

Oleh Muhammad Syamsudin

Dewasa ini marak berkembang jasa-jasa produk perbankan syari’ah, seperti obligasi syariah, reksadana syariah, efek syari’ah, saham syari’ah, dan lain sebagainya. Semangat dari pendirian perbankan syariah di Indonesia ini adalah tidak luput dari karena adanya perhatian terhadap mayoritas penduduk Indonesia yang didominasi oleh umat Islam.

Hal ini berbuntut kepada kewajiban dari seorang presiden (imam) dan/atau yang mewakilinya untuk menjaga kualitas diri masyarakat yang dinaunginya dalam bingkai ajaran agamanya, sebagaimana hal ini disinggung dalam Pasal 29 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara melindungi dan menjamin pelaksanaan setiap pemeluk agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Dalam bingkai masyarakat yang terdiri atas umat Islam, menandakan bahwa kewajiban negara tersebut adalah mengupayakan agar perjalanan syariat agama khususnya dalam bidang muamalah yaumiyah warganya berlangsung sesuai dengan konsep ajarannya. 

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah

Terkait dengan masalah tersebut, maka dalam bidang keuangan dan sirkulasi muamalah warganya, negara berkewajiban menyediakan fasilitas yang bisa membebaskan warganya dari praktik-praktik yang dilarang oleh syariat. Suatu misal, adalah konsep riba. Dengan demikian, maka wujud tanggung jawab negara terkait dengan upaya membebaskan warganya dari praktik riba ini, maka ia harus menyediakan sebuah badan/jasa keuangan yang zero riba.

Inilah pangkal utama berdirinya perbankan syariah yang secara lahiriah bertolak belakang dari perbankan konvensional yang justru melegalisasi riba (bunga) namun dalam konstruk yang terukur. Semangat dari kedua model perbankan ini sebenarnya adalah sama, yaitu membawa kemaslahatan bagi warga negara Indonesia. Hanya saja, untuk perbankan syariah lebih mengerucut lagi yakni kemaslahatan umat Islam dan menyediakan jasa bebas riba (zero riba). Dengan demikian, bank/jasa keuangan syariah, dalam hal ini jelas meneguhkan standing point-nya sebagai antitesa dari bank konvensional. Ia merupakan kebalikan. Jika merupakan kebalikan, maka keduanya tentu ada pangsa saing. Daya saing mutlak harus dikembangkan selama tidak keluar dari rel utama kemaslahatan dan bingkai ajaran.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Permasalahan utama peningkatan daya saing lembaga dan produk jasa syariah ini sebenarnya adalah bagaimana ia melakukan upaya menghidupi lembaga/jasa syariah ini, padahal ia harus bebas bunga? Jika dalam bank konvensional, keberadaan bunga merupakan bagian dari upaya financing terhadap perbankan, sementara dalam bank syariah harus diambil darimana?

Tentu jawabnya adalah dari usaha yang dipandang legal oleh syariah. Hasil dari usaha tersebut bisa membawa kepada ribhun atau laba yang secara mutlak adalah sah dalam bingkai fiqih. Dengan demikian, ruang lingkup usaha lembaga ini pasti tidak jauh dari akad musyarakah, murabahah, mudlarabah, mudayanah (kredit), qardlu, ijarah, istishna’ (penciptaan lapangan usaha/padat karya) dan mubaya’ah (jual beli). Unsur akad lain sebagai penopang adalah dlaman, ju’alah, hiwalah, wakalah dan kafalah

Dari kesekian akad yang secara resmi mendapatkan legalitas syari’at tersebut, pihak perbankan syari’ah masih harus memilih lagi, yakni manakah di antara kesekian produk akad syariah yang memiliki sekuritas (jaminan usaha) yang aman bagi finansial dan funding perbankan. Mengapa? Sekali lagi adalah karena ia harus tetap berada dalam konteks zero riba, aman terhadap eksistensi lembaga, serta maslahah bagi pengguna (nasabah).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam konteks mudayanah (hutang piutang/kredit), misalnya. Jika dalam bank konvensional, pihak pihak bank langsung menentukan rasio bunga setiap bulannya kepada nasabahnya. Padahal jelas, konsep ini dilarang oleh syariat. Dengan demikian, pihak perbankan syariah harus memakai konsep apa untuk menggantikan rasio suku bunga ini (rate of interest) ini? Apakah dengan murabahah (bagi hasil)? Jika memaksakan diri dengan akad murabahah, berarti pihak bank memberi beban margin pembagian hasil usaha dengan pihak nasabah.

Jika demikian, apa bedanya dengan lembaga perbankan konvensional? Jika perbankan konvensional berbeban bunga, sementara perbankan syari’ah berbeban margin. Secara produk, jika memakai murabahah ini, tentu daya saing perbankan syari’ah akan dipandang kalah oleh nasabah, dan nasabah akan banyak lari ke perbankan konvensional, karena efek jumlah total akhir margin pembagian yang bisa melebihi suku bunga yang harus ditanggung nasabah dari perbankan konvensional. Inilah yang menyebabkan kemudian perbankan syariah tidak memperkenalkan akad mudayanah dan qardlu ke dalam bagian produk jasa syari’ahnya karena faktor risiko terhadap perbankan, khususnya dalam konteks bisnis (mu’awadah). 

Pelarian kepada akad mudlarabah dan musyarakah ternyata juga membawa masalah bagi pihak penyedia jasa syariah. Mengapa? Karena selama ini yang berlaku dalam perbankan konvensional adalah menjamin keamanan dan keuntungan terhadap dana nasabah. Jaminan keamanan ini dalam jurisprudensi fiqih seharusnya tidak ditemukan, karena dalam konteks mudlarabah, adanya untung rugi merupakan tanggung jawab bersama. Kenyataannya, apa mungkin hal tersebut diberlakukan pada nasabah? Ini juga menjadi bagian permasalahan dalam bank syariah, karena bank syariah dalam ajang kompetisinya dengan bank konvensional, ia juga harus menawarkan janji kepada nasabah sebagai yang akan selalu untung. Akibatnya, tidak mungkin bagi bank untuk berbagi kerugian dengan pemilik modal (nasabah). Ini konsep yang selain membuat beban bagi bank juga tidak ditemukan dalam konsep fiqih.

Dalam suatu akad musyarakah, pihak pemodal (shahibul mâl) umumnya adalah berasal dari kedua pihak antara ‘amil dan shahibul mâl. Realitas di lapangan, pihak perbankan hanya berlaku sebagai pihak wakil dari ‘amil. Ia hanya berperan dalam mengatur dan mengorganisasikan modal tersebut ke unit-unit usaha tempat investasi (menanamkan modal). Dalam konteks ini, akad yang berlaku antara bank dan shahibul mâl adalah wakalah. Efek berantainya, adalah terjadi dua akad atau lebih dalam satu transaksi antara perbankan dan nasabah. Ini juga yang membuat dilema bagi perbankan syariah.

Berbagai dilema ini akan senantiasa berkembang seiring perkembangan zaman. Jika perbankan syari’ah tidak bisa mencari solusi bagi permasalahannya tersebut dengan tetap menyesuaikan diri dengan iklim kompetisi dengan perbankan konvensional, maka lambat laun ia akan ditinggalkan oleh nasabah. Lantas di mana letak unsur kemaslahatannya bagi umat, yang padahal dalam konsep ajaran Islam, adalah: al-Islâmu ya’lu wa lâ yu’la ‘alaih, yang artinya Islam itu unggul dan tidak terkalahkan keunggulannya? Pemikiran semacam ini yang musti disadari oleh semua kalangan demi merawat konsepsi syari’ah yang sudah terlanjur digulirkan demi kemaslahatan umat Islam pada umumnya di Negara Indonesia tercinta ini. 

Walillaahu al-musta’an!

Penulis adalah pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 13 Januari 2018

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD

Amendemen UUD 1945 yang diketok palu MPR pada 2002 lalu menimbulkan sejumlah persoalan krusial. Bukan saja pada kenyataan bahwa UUD kita dengan mudahnya dirubah untuk memenuhi keinginan segelintir orang pintar, namun berbagai tata politik-ekonomi juga ikut berubah secara radikal. Satu sisi perubahan itu adalah bagian dari perjalanan bernegara Indonesia menuju sebuah kemakmuran sejati, namun perlu diperiksa ulang bukankah justru perubahan itu malah menyebabkan keterpurukan bangsa Indonesia semakin meradang saja. Berikut wawancara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi di Lt. 3 Kantor. PBNU, Jakarta, pada tanggal 3 dan 5 Agustus 2006 lalu.

NAHDLATUL ULAMA membuat Maklumat dalam Munas dan Konbes di Surabaya yang isinya bahwa NU meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya untuk mempertahankan dan mengembangkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). UUD 45 yang mana?

UUD 45 yang dimaksud adalah yang setelah amandemen.Tapi perlu direview apakah amandemen itu memang kebutuhan yang mendesak dan tidak terelakkan apakah baru merupakan kemauan-kemauan yang diakomodasi karena di setiap negera pasti dalam kurun tertentu ada perubahan, tapi sebatas kebutuhan yang mendesak, nah perlu direview apakah kebutuan mendesak atau lebih dri itu. Misalnya, UUD 45 dianggap terlalu ketat sehingga kekuasan utama berada berada di bawah eksekutif dimana yang lain-lain itu menjadi di bawah eksekutif kemudian menjadikan pemerintahan yang sentralistik, kemudian UUD 45 dikritisi.

Namun (amandemen itu) perlu direview sebenarnya kesalahan terletak pada UUD atau aturan per UU-an sebagai pelaksana dari UU. Sekarang contohnya begini, mengapa Pak Harto terpilih selama 6 kali itu apakah kerena UUD atau UU politiknya itu, dimana ketika itu DPR plus daerah adalah MPR, lembaga tertinggi, dimana terkooptasi oleh kekuatan eksekutif dengan masuknya tentara dan tentara ini kemudian bikin Golkar, nah kemudian bersatu dengan PNS (Korpri) baru masyarakat sebagai alat legalisasi.

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD (Sumber Gambar : Nu Online)
Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD (Sumber Gambar : Nu Online)

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD

Nah dalam kondisi semacam itu pasti deh presiden bisa semaunya sendiri, nah ini dulu sentralisme itu disebabkan karena UU atau UUD, karena dulu waktu Bung Karno ya tetep UUD 45 tapi jadinya revolusi, ada nasakom, lalu ganti pak harto yang menerapkan UUD secara murni dan konsekuen jadinya sentralisasi militerisasi dan sebagainya, ini sebenarnya kesalahannya dimana.

Itu mengenai masalah pemerintahan. Mengenai masalah HAM apakah ham ini kesalahan dari UUD ataukah aturan per-uu-an, kalau hanya aturan per-uu-an sebenarnya bisa dibuat oleh DPR.

Mungkin yang harus diamandemen adalah lembaga tertinggi, ini memang tencantum di dalam UUD 45 jadi bahwa lembaga tertinggi memilih presiden, masalahnya presiden bisa nggak mengkooptasi lembaga tertinggi, itu sangat tergantung pada UU pemilu dan UU politik. Itu kalau bicara tentang UUD 45 dan amandemen. Jadi kita tidak apriori menolak amandemen, tapi juga tidak apriori menyetujui semuanya. Jadi istilah saya perlu perenuangan kembali.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kuncinya dimana?

Apakah dengan amandemen itu sistem UU kita sekarang menjamin persatuan dan produktifiatas, kuncinya di situ. Apa tambah ruwet? Karena banyak lembaga ini anu; komisi ini komisi itu, sehingga tidak jelas. Kalau itu yang terjadi, sistem kita mengunci, sehingga kalau ada apa-apa tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

Nah negara yang sedang berkembang tidak cocok dengan stelsel semacam itu. Yang simpel mudah tapi punya leadership yang jujur, nah yang jujur itu tidak ada, karena yang tidak jujur lahirkan produk-produk peuuan yang hanya lahirkan justifikasi kekuasaaan. Yang saya ceritakan ini masa orba. Nah sekarang kakuasaan itu dibagi sekian banyak sehingga tidak jelas pintu mana penguasa itu sebetulnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sekarang sesuatu sudah diputuskan oleh DPR masih bisa direview oleh Mahkamah Konstitusi (MK), lalu ada Komisi Yudisial (KY, nah sementara ada KPK, nah posisi ini dilihat dari struktur koordinatif dengan Polri dengan Jaksa bagaimana, sekarang ada KPK yang menangkap orang tetapi tidak memutusi orang itu, yang memutisi adalah pengadilan, padahal dalam struktur pengadilan yang belum bersih tidak bisa untuk membawa misi KPK itu, sementara ini sudah terpisah dengan eksekutif, jadi ada pemisahan-pemisahan yang tidak bisa dikoordinasikan sekarang.

Nah pertanyaan selanjutnya yang dimaksud di sini perenungan kembali adalah apakah dengan sistim ini menjamin 1)persatuan bangsa, 2)kwalitas bangsa 3)produktifitas bangsa. Apakah kita akan mubazir terus dalam keterombang-ambingan.

Itu tadi yang sistem, nah kemudian sistem ini melahirkan kepemimpinan, nah kepemimpinan tentu tidak bisa pede jug

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Ulama, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 12 Januari 2018

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Diklatsar-IX Banser yang digelar Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan memasuki hari ketiga, Sabtu (24/12). Ratusan Banser tersebut berlatih keras di bebukitan dan sungai di daerah Pesantren Sekar Anyar, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Mereka digembleng langsung oleh Satkorwil Banser Jawa Timur, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, dan para tentara di lingkungan Makodim Pamekasan. Mereka menjalani frusik, flying fox dan merayap di atas tambang.

"Kami sangat bangga atas semangat mereka. Mereka adalah calon-calon Banser yang siap membentengi kedaulatan NKRI," tegas Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan Fathorrahman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, latihan berat tampak diikuti dengan baik oleh peserta. Meskipun menjalani agenda latihan yang cukup padat sejak Kamis (22/12) siang, peserta Diklatsar Banser tak satu pun yang mengeluh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Meski terlihat lelah, alhamdulillah semua peserta tidak kendor semangatnya. Mereka menjalani materi dan pelatihan yang cukup menguras tenaga dengan penuh kegembiraan dan keikhlasan," ungkap Fathorrahman.

Selain dibekali keterampilan militer, peserta Diklatsar Banser juga digembleng dengan materi berlalu lintas, baris berbaris, pencak silat, dan materi keagamaan berupa keAnsoran, ke-Nu-an, dan kebangsaan. Mereka juga diisi tenaga dalam oleh KH Mudastsir. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 23 Desember 2017

Kapolsek dan Baanar Kadur Kerja Sama Perangi Narkoba

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Kasus peredaran narkoba di Kecamatan Kadur, sejauh ini tampaknya kurang terekspos ke publik. Padahal, di daerah ujung timur Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur ini terindikasi menjadi bidikan penyebaran barang haram tersebut. Geng motor yang cukup merebak di dalamnya menjadi sasaran utama.

Kondisi itu membuat Barisan Ansor Anti-Narkoba (Baanar) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kadur mendatangi markas kepolisian sektor (mapolsek) setempat, Selasa (14/3). Turut menyertai pengurus PAC, Satkoryon Banser, MDS Rijalul Ansor, dan sebagian pengurus tingkat ranting.

Kapolsek dan Baanar Kadur Kerja Sama Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolsek dan Baanar Kadur Kerja Sama Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolsek dan Baanar Kadur Kerja Sama Perangi Narkoba

“Penggunaan narkoba di daerah Kadur cukup parah. Pesta sabu-sabu kurang begitu disikapi secara baik oleh pihak terkait. Kami berharap, Polsek Kadur bisa sigap menyikapinya,” terang Kepala Baanar GP Ansor Kadur, Lif Khodir.

Jebolan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan tersebut selanjutnya melakukan teken kontrak kerja sama dengan Polsek Kadur. Isinya, Polsek Kadur mendukung kegiatan Baanar Kadur terkait kampanye, sosialisasi, dan kegiatan lainnya yang menyangkut pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Kadur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kita harapkan Polsek Kadur berkenan memfasilitasi izin kepada pengurus Baanar Kecamatan dan Baanar Desa dalam melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan Kecamatan Kadur.  Sementara dari pihak Baanar nanti menyiapkan SDM-nya dalam melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba,” tambah Sekretaris PAC GP Ansor Kadur Fathorrahman.

Kehadiran aktivis GP Ansor disambut hangat oleh Kapolsek AKP Agus Susanto, S.Sos. Dia siap bersama GP Ansor Kadur memerangi narkoba dan menyikapi setiap hal yang mengganggu ketenteraman masyarakat di wilayah Kadur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelum teken kontrak, Kapolsek berbagi wawasan terkait perang candu di China. Menurutnya, itu salah satu strategi Inggris untuk menghancurkan China. Generasinya dibuat teler lewat narkoba, sehingga tidak berpikir untuk memajukan negara. Bisanya hanya berhalusinasi.

“Indonesia saat ini menghadapi itu. Kita mesti sadar, Indonesia punya musuh. Mereka pasti ada keinginan untuk lebih maju meski menggunakan cara yang tidak baik,” tegas Kapolsek AKP Agus Susanto.

Termasuk, tambahnya, hubungan dengan tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan lainnya. Adakalanya, tidak akur. Tidak menutup kemungkinan mereka hendak menghancurkan Indonesia melalui pelumpuhan kesehatan dan kecerdasan pemuda.

“Setelah lemah, mudah melakukan infiltrasi. Mudahnya narkoba datang dari China, Malaysia, dan lainnya perlu kita antisipasi bersama. Selain narkoba, ada upaya penghancuran lainnya seperti hilangnya anak kecil. Setelah ditelusuri, mereka ditemukan di tempat lokalisasi. Mereka akan dimanfaatkan buat seks pencandu narkoba,” ungkapnya.

Anak-anak di bawah 12 tahun, tambahnya, kini tidak bisa dihukum dalam Undang-Undang sekalipun bertindak pidana. Hanya pembinaan. Celah tersebut lantas dimanfaatkan sebagai pangsa pasar yang menggiurkan untuk tindak pidana, termasuk peredaran narkoba.

“Celah-celah hukum dimanfaatkan oleh bandar narkoba. Itu atensi peredaran narkoba di kalangan anak-anak. Kalau sebelumnya di kalangan remaja dan pemuda, kini anak SD pun jadi sasaran. Pengaruh narkoba pn sudah masuk ke tingkat desa,” paparnya.

Karenanya, kapolsek sangat bersyukur dengan proaktif Baanar GP Ansor Kadur. Pihaknya memohon informasi seandainya ada pelaku atau kegiatan-kegiatan penyalahgunaan narkoba di daerah Kadur. Informasi yang disampaikan GP Ansor akan segera disikapinya.

Untuk urusan narkoba, kata kapolsek, tidak ada toleransi. Pihaknya mengaku tidak pernah komunikasi dengan para bandar. Tidak ada kompromi.

“Manakala ada kompromi dengan saya, itu membahayakan terhadap saya. Termasuk terhadap karir saya beserta nama baik saya dan keluarga saya. Kami sudah komitmen tidak akan kompromi dengan para pelaku,” tegasnya.

Kapolsek juga mohon informasi seandainya ada pelaku atau kegiatan-kegiatan penyalahgunaan narkoba di daerah Kadur. Memang agak sulit mengusut tindak pidana lainnya.

“Misalnya dibandingkan dengan curanmor terjadi sekarang. Kita lakukan pnyelidikan dan ada barang bukti, kita langsung proses,” tegasnya.

Berbeda dengan narkoba, ungkap kapolsek, kalau kalah sedikit saja penanganan, pihaknya yang kena. Bandar dan pengguna narkoba sudah luar biasa licik dan pintar. Ketika ditangkap, barang bukti langsung dilempar.

“Pada saat persidangan, mereka bisa ngeles barang bukti tidak bersamanya. Mereka cukup pintar agar tidak terjerat hukum,” sesalnya.

Masyarakat juga banyak tidak tahu ketika anaknya terjerat narkoba. Sebab, anak biasanya terlihat bagus saat rumah. Tetapi, ada peluang jelek tatkala di luar rumah dan salah pergaulan. Ketika ditangkap polisi, orantua tidak terima.

“Karenanya, kami lebih mengedepankan sosialisasi pencegahan. Karena itu lebih efektif membentengi para generasi pemuda,” tukasnya. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Hikmah, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 02 Desember 2017

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengimbau warga NU untuk memanfaatkan teknologi informasi bagi kepentingan NU baik keorganisasian maupun kewargaan NU. Dengan itu, NU dan warganya diharapkan menjadi lebih solid.

Demikian dikatakan Kiai Hasyim di hadapan ratusan hadirin dalam peresmian kerja sama pelatihan informasi dan teknologi antara PCNU kota Surakarta dan PT Telkom di Hotel Lampion, Solo, Senin (17/3).

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU

Seiring peningkatan penggunaan teknologi informasi di kalangan warga NU, “Gerakan NU bisa lebih cepat dan terkoordinir,” kata Kiai Hasyim.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Disaksikan ratusan orang, kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara kedua pihak. Tampak hadir dalam peresmian ini KH Hasyim dan Komisaris Utama Telkom Indonesia Jusman Syafii Djamal.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pascaperesmian, pelatihan internet gratis dan bersertifikat untuk warga NU akan dimulai. Menurut Manager CS Telkom Area Solo Raharjo, pelatihan tersebut akan dilaksanakan di Kantor PCNU Solo, Jawa Tengah. “Peserta nantinya akan dikelompokkan menjadi 3 kelas,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 28 November 2017

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru

Mataram, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat menggelar lalilatul ijitma’ ke 40 di aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram pada Jumat malam (4/9).

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru

Kegiatan bulanan NU Wilayah NTB dimulai selepas shalat maghrib berjamaah dilanjutkan dengan istighotsah oleh santri Al-Manshuriah yang diikuti ratusan Nahdliyin. Tampak para mahasiswa baru UNU NTB sekitar 200 orang yang beberapa waktu lalu mengikuti OSPEK.

“Saat ini kita sudah miliki Universtitas (UNU) tersendiri di daerah. Sejauh ini memang banyak lembaga pendidikan yang dikelola oleh orang-orang NU,” kata TGH. Acmad Taqiuddin Mansur, Ketua PWNU NTB saat sambutan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tua Guru menyebut lembaga-lembaga itu seperti di Bagu (institute Qomarul Huda Bagu), di Bonder (institute Qomarul Huda Bagu II Bonder), di Lombok Timur (STAINU), dan di Bima juga ada. Namun demikian, itu semua masih bersifat Yayasan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Oleh karena itu, lanjutnya, Universitas Nahdlatul Ulama yang baru beberapa hari menggelar OSPEK menjadi harapan baru bagi generasi bangsa, khususnya warga nahdliyin karena membuka program study yang masih langka di NTB.

“Dari semua jurusan, hanya Ekonomi Islam (EI) yang berbasis agama. Selain itu, umum semua yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia di masa kini.”

Ia meminta persatuan dan kesatuan bagi warga nahdliyin karena UNU adalah simbol NU.

Sementra itu, Sekretaris PWNU NTB H. Lalu Winengan dalam pengantarnya meminta kepada pelaksana UNU agar mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk mengikuti lailatul ijitim’.

“Saya minta kepada birokrasi bagian akademik untuk mewajibkan semua mahasiswa UNU untuk mengikuti ijtima’,” katanya.

Menurut Winengan, lailatul ijitma’ penting diikuti oleh mahasiswa UNU agar mengenal para pengurus NU, mengenal siapa perintis NU dan juga mengenal semua tokoh-tokoh NU. “Jangan sampai mahasiswa UNU tidak mengenal siapa tokoh NU,” harapnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Tata Kota Lombok Barat ini nanti akan mengadakan Turnamen Futsal UNU Cup yang terbuka untuk umum.

“Insya Allah untuk juara satu kita berikan 5 juta. Dan setiap tahun UNU CUP harus diselenggarakan. Kepentingan kami yaitu UNU dikenal,” terangnya. (Hadi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 27 November 2017

Gus Ainun: Banjiri Sanad Keguruan NU di Internet

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sanad keguruan menjadi ciri khas kalangan nahdliyin dalam menerima ilmu agama. Selain keakuratan ilmu dan kesalehan guru, sanad sangat dibutuhkan. Karenanya, sanad keguruan ini perlu dibaca setiap kali pengajian. Kalau perlu, mata rantai keilmuan itu diunggah di media sosial, website, atau akun-akun pribadi lainnya.

Gus Ainun: Banjiri Sanad Keguruan NU di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ainun: Banjiri Sanad Keguruan NU di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ainun: Banjiri Sanad Keguruan NU di Internet

“Minta saja kepada para kiai kita. Lalu unggah di website atau blog. Ini sangat dibutuhkan,” kata Gus Ainun Najib yang belakangan namanya mencuat melalui website Kawal Pemilu di Jakarta, Selasa (16/6).

Ainun selama ini resah atas banjirnya ajaran-ajaran agama yang cenderung radikal dan ekstrem di internet. Sementara mereka tidak memiliki sanad yang menyambungkan paham yang mereka ajarkan hingga ke Rasulullah atau ulama yang menulis kitab-kitab rujukan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada forum Workshop Penguatan Jaringan Anti Radikalisme di Dunia Muda untuk Ulama Muda yang digagas Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Gus Ainun mengapresiasi tingginya pengguna internet di kalangan nahdliyin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dengan tingginya angka pengguna, maka sanad-sanad guru agama kita akan semakin tampak pohon besarnya. Mintalah usai mengaji dengan guru-guru kita. Mereka akan memberikannya. Sanad menjadi pertanggungjawaban keilmuan selain validitas ilmu dan kezuhudan guru yang bersangkutan,” kata Gus Ainun yang kini tinggal di Singapura sebagai konsultan teknologi dan informasi.

Menurut Ainun, ilmu agama berbeda dari ilmu pada umumnya. Sanad dibutuhkan antara lain untuk memastikan distorsi informasi keagaman antara penerima dan penyampai ilmu.

Sebagaimana diketahui bahwa ilmu dan orang berilmu pengetahuan mendapat tempat istimewa di kalangan nahdliyin. Kecuali itu, sanad keguruan yang menyambung penerima ilmu dan generasi sebelumnya sangat diperhatikan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Warta, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 26 November 2017

Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hari lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama diselenggarakan bersamaan dengan Harlah Ke-30 Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Sabtu (30/1/2016) malam di halaman Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta. Mengusung tema ‘Islam Nusantara Menjaga Aset Bangsa’, NU berkomitmen untuk senantiasa menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Komitmen ini terus digelorakan, karena NU melihat banyak gerakan dan paham yang cenderung mencerai-berai keutuhan bangsa yang sejak dahulu hingga kini terus dibangun oleh para ulama, khususnya ulama pesantren.

Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara

“Sinergi dan keselarasan antara agama nasionalisme hingga kini terjaga karena jasa dan perjuangan para ulama yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya.

Mbah Hasyim, lanjut Kang Said, beserta para ulama lain tidak mempunyai ambisi mendirikan khilafah seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama Timur Tengah hingga kini. Karena menurutnya, agama dan nasionalisme sangat bisa berjalan beriringan membangun bangsa yang satu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Tugas kita saat ini meneruskan perjuangan ulama-ulama NU dari rongrongan paham radikal berbaju agama yang justru ingin membuat Indonesia porak poranda seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah karena mengusung khilafah,” tegasnya.

Senada dengan Kang Said, Ketua PP PSNU Pagar Nusa KH Mimih Haeruman juga menegaskan, Pagar Nusa sebagai pagarnya ulama dan negara akan terus mengawal dan menjaga bangsa Indonesia dari berbagai ancaman. Ancaman yang dimaksud Ajengan Mimih, sapaan akrabnya, yakni dari tindakan terorisme dan paham radikal yang hingga kini terus membuat bangsa dunia menjadi resah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pagar Nusa yang berisi para pendekar berkomitmen selalu setia menjaga perdamaian bangsa Indonesia. Sebab itu, Pagar Nusa akan terus menerus bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan pengaderan para pendekar karena kami juga bagian dari NU,” tegasnya.

Peringatan harlah ini dimeriahkan oleh pagelaran wayang yang didalangi oleh Ki Enthus Susmono. Hadir dalam acara ini Kemendes PDTT Marwan Jafar, para pengurus PBNU, Marsudi Syuhud, Maksoem Mahfoedz, Ketua PP Fatayat NU Anggia Ermarini, Ketua LKKNU Idza Fauziyah, dan warga NU yang memadati halaman Gedung PBNU. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Pertandingan, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 16 November 2017

PP GP Ansor Siap Luncurkan Kursus Keaswajaan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Untuk penguatan kader, PP GP Ansor akan mengadakan Kursus Keaswajaan yang akan diluncurkan pukul 15.00, Kamis sore, 26 Juli 2012 di kantor PP GP Ansor, jalan Kramat Raya nomor 65.A, Jakarta Pusat. Kursus ini akan dibuka oleh KH Malik Madani, Katib Aam PBNU.

“Kursus Keaswajaan ini sedikitnya akan diikuti oleh enam puluh peserta. Selain kader PP GP. Ansor, para peserta terdiri dari jajaran Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Pengurus Anak Cabang GP Ansor DKI Jakarta, IPNU, dan PMII,” ungkap Hasan Sagala, panitia Kursus kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di aula lantai dasar kantor PP GP Ansor, jalan Kramat Raya nomor 65.A, Jakarta Pusat, Rabu (25/7) malam.

PP GP Ansor Siap Luncurkan Kursus Keaswajaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PP GP Ansor Siap Luncurkan Kursus Keaswajaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PP GP Ansor Siap Luncurkan Kursus Keaswajaan

Menurut Sagala, dari enam puluh peserta, panitia kursus akan membagi mereka menjadi dua; kelas A dan kelas B. Mereka akan mengikuti kursus tersebut selama enam kali pertemuan sesuai jadwal yang ditentukan panitia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam jadwal kursus, kepanitiaan menetapkan hari Senin dan Rabu bagi peserta kelas A. Sementara jadwal kursus bagi peserta kelas B adalah hari Selasa dan Kamis. Pembagian jadwal dan kelas seperti ini bertujuan untuk mengondisikan forum lebih efektif.

Para peserta akan menerima materi keaswaajaan baik dari pelbagai sisi, antara lain sejarah, tauhid, syariah, tasawuf, dan politik. Materi aswaja akan diuraikan secara komprehensif dari pelbagai aspek. Selain mengejar pembahasan komprehensif, panitia juga menyediakan pengisi materi yang mumpuni untuk memngupas materi secara mendalam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengisi materi antara lain adalah KH Malik Madani, KH Tolchah Hasan, KH Mashdar F. Mas’udi, dan KH Yahya C. Staquff. Uraian mendalam mereka diharapkan dapat membekali para peserta kursus dengan kematangan materi aswaja.

Penyelenggaraan kursus ini diadakan dalam rangka pelaksanaan PO baru yang diatur belakangan dalam Konbes di PP Alhamid, Cilangkap, Jakarta Timur, tambah Sagala. Selain itu, lewat kursus ini, GP Ansor bermaksud untuk memperkuat pemahaman aswaja di tingkat bawah. Karena, mereka berhadapan langsung dengan tantangan-tantangan dari luar.

Kata Sagala, pembekalan ini juga bisa dianggap sebagai matrikulasi bagi kader-kader GP. Ansor yang baru mengenal permukaan aswaja. Forum kursus ini dapat mengakomodir para peserta untuk bersama meningkatkan sinergi dalam sebuah gerakan yang berhaluan aswaja.

Kursus ini akan konsentrasi membahas hanya materi aswaja. Forum ini tidak menyinggung materi-materi lain yang tidak terkait aswaja, tandas Sagala. ? ? ?

?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 14 November 2017

Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Masjid Agung Jawa Tengah menjadi tempat ngaji rutinan Kitab Hidayaturrahman oleh Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (Kopisoda). HM. Inamuzzahidin membaca tafsir al-Baqarah ayat 1-5 selaku Ketua Kopisoda. Sebelum menjelaskan tafsir ayat Mbah Sholeh Darat, ia menerangkan faidah membaca surat al-Baqarah.?

“Siapa yang membaca surat al-Baqarah dalam rumah maka ia akan selamat godaan setan maupun bahaya sihir,” tuturnya.

Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali (Sumber Gambar : Nu Online)
Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali (Sumber Gambar : Nu Online)

Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali

Selain membaca Hidayaturrahman, Sekretaris Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir Program Pascasarjana UIN Walisongo Semarang ini meneruskan membaca kitab Lathaif al-Thaharah wa Asrar al-Shalah bab fadlilah bulan Syaban, yang menjelaskan fadlilah nisfu Syaban.?

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi tasawuf Mbah Sholeh Darat oleh H Sulaiman Al-Kumayi (Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo). Ia menyampaikan bahwa Mbah Sholeh termasuk penganut tasawuf amali, yang lebih mementingkan amal. Mbah Sholeh menolak ajaran tasawuf falsafi, sebagaimana yang tertulis dalam kitab Majmu al- Syariat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

H Sulaiman mengutip pasal 123 dalam Matnu al-Hikam, KH Sholeh Darat berkata: "Hendaknya engkau mengurangi sesuatu yang membuat hatimu bahagia, harta benda atau lainnya, sehingga sesuatu yang membuatmu sedih semakin berkurang, baik perkara dunia atau lainnya". Sulaiman menerangkan bahwa ketika kebahagiaan terhadap harta duniawi itu sedikit saja, maka kesedihanmu saat tidak mendapatkan harta dunia juga akan sedikit.

"Sesuatu yang ada di dunia ini pasti akan rusak, engkau akan bersedih ketika tidak bisa mendapatkannya," tambah Sulaiman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam ranah organisasi Kopisoda, Peneliti Mbah Sholeh Darat Muhammad Ichwan menjelaskan bahwa Kopisoda hadir untuk menampung pemikiran Mbah Sholeh dan kitab-kitabnya. Selain itu, warisan Ulama Nusantara dan nama besar ulama perlu untuk diangkat kembali. Dalam jangka panjang pengurus ingin menghidupkan kembali pesantren Sholeh Darat. (Mukhamad Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 12 November 2017

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan khusus terhadap kelompok ektremis atas nama agama atau politik. Negara, menurut Kiai Amin, tidak boleh bersikap abai terhadap mereka yang melanggar komitmen kebangsaan. Pasalnya, negara ini memiliki prinsip-prinsip dasar yang mesti dipatuhi setiap warga di Indonesia.

Kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (22/7), Kiai Ma’ruf menyebut tahapan sikap negara. Pertama, negara perlu kembali mengingatkan mereka bahwa kita menyepakati etika dan komitmen berbangsa.

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Negara antara lain mendorong dialog-dialog kebangsaan. Mereka, Kiai Ma’ruf melanjutkan, mesti diberi tahu bahwa di dalam negara ada etika dan konsensus bernegara yang harus dipenuhi. Kalau ada perbedaan pandangan sejauh itu di dalam koridor, saya kira tidak ada masalah. Tetapi kalau sudah di luar koridor, negara harus memperingatkan dan mengambil tindakan terhadap mereka.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Empat pilar ini konsensus kita bersama. Sejauh mereka berbeda dalam implementasi, kita bisa berdialog. Tetapi kalau sifatnya menggungat empat pilar, ini sudah pelanggaran konsensus. Negara berkewajiban untuk mengambil pendekatan tertentu,” tegas Kiai Ma’ruf.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kita mempunyai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI sebagai acuan hidup bersama di Indonesia. Kalau mereka melanggar komitmen itu, tentu negara harus menggunakan haknya, bertindak. Negara mesti tegas, tandas Kiai Ma’ruf. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Pertandingan, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 04 November 2017

Haul Pengarang Simtuddurar, 2 Ton Beras dan 260 Kambing Disiapkan

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ratusan ribu jamaah diperkirakan akan hadir dalam peringatan haul ke-105 penulis kitab maulid Simtuddurar, Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi, di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu-Jumat (18-20/1).

Untuk itu, panitia telah mempersiapkan hidangan khas haul, yakni nasi kabuli. Bagi pengunjung yang pernah datang ke acara haul, selain berkah yang diharapkan, juga pasti merindukan makan nasi kebuli bersama lima atau enam orang dalam satu nampan.

Haul Pengarang Simtuddurar, 2 Ton Beras dan 260 Kambing Disiapkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Pengarang Simtuddurar, 2 Ton Beras dan 260 Kambing Disiapkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Pengarang Simtuddurar, 2 Ton Beras dan 260 Kambing Disiapkan

Nah, bahan pokok nasi kebuli yakni beras dan daging kambing pun sudah disiapkan panitia. "Hampir sama dengan tahun lalu, yakni? sekitar 2 ton beras dan 260 ekor kambing," terang Husein, yang menjadi sukarelawan di bagian dapur umum, saat ditemui di lokasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumlah tersebut, nantinya akan dimasak dan disajikan pada nampan yang jumlahnya berkisar 3000 buah. "Sebagian ada yang dibungkus sekitar 4000 untuk jamaah putri," kata dia.

Husein menambahkan, jumlah ribuan nampan dan nasi bungkus tersebut, bahkan tidak cukup untuk memenuhi seluruh pengunjung.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sehari menjelang digelar puncak peringatan haul tersebut, Rabu (18/1), para tamu dari luar kota mulai berdatangan dan kompleks Masjid Riyadh, yang menjadi pusat acara, mulai ramai pengunjung.

Pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, pihak Pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub), bahkan sudah menutup Jalan Kapten Mulyadi sejak Rabu siang. Menurut informasi, jalanan yang berada tepat di depan Masjid Riyadh tersebut akan ditutup hingga berakhir acara, Jumat (20/1) pagi.

Salah satu tamu yang datang dari Sidogiri, Ali, mengaku sudah kesekian kalinya ia bersama rombongan lainnya dari Sidogiri datang ke Solo, untuk ikut memperingati Haul Habib Ali. "Biar dapat barokah Habib Ali," ujarnya singkat.

Rangkaian acara haul dibuka Rabu dengan kegiatan rouhah, dimulai setelah bakda Asar. Kemudian pada malam harinya, para pengunjung dapat menikmati sajian tarian zapin yang dipadu dengan musik gambus dan balasik. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Amalan, Ubudiyah, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 03 November 2017

Para Kandidat Ketua Umum Adu Visi Misi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sejumlah bakal calon ? Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) bersaing menyampaikan visi dan misi kepemimpinan di kantor Harian Duta Masyarakat, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Acara bertajuk “IPNU-IPPNU Mencari Pemimpin Baru” ini diselenggarakan untuk menghadapi Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Palembang, 30 November hingga 4 Desember nanti. Salah satu agenda kongres adalah suksesi kepemimpinan pusat IPNU dan IPPNU periode 2013-2015.

Para Kandidat Ketua Umum Adu Visi Misi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kandidat Ketua Umum Adu Visi Misi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kandidat Ketua Umum Adu Visi Misi

Mewakili penyelenggara, Ahmad Millah menyatakan, kegiatan debat kandidat semacam ini biasa dilakukan Duta Masyarakat. Selain IPNU-IPPNU, Badan Otonom NU lain, seperti Gerakan Pemuda Ansor, juga kerap diundang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kami ingin menjadi bagian dari sejarah kepemimpinan dan kebangkitan NU,” katanya.

Pemaparan visi dan misi dilakukan oleh dua bakal calon Ketua Umum IPNU, yaitu Muhammad Idris dan Abdurrahman S. Fauz, serta tiga bakal calon Ketua Umum IPPNU, yaitu Eka Fitri Rohmawati, Ni’matul Azizah, dan Farida Farihah. Sejumlah calon kandidat lain dinyatakan absen.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ajang yang rutin digelar Duta Masyarakat ini dipandu mantan aktivis IPNU dan PMII Andi Najmi Fuadi. Selama tujuh menit, semua calon kandidat dipersilakan mengulas visi dan misi, dan dilanjutkan dengan tanggapan dan pertanyaan audien.

Andi memberi pengantar, tantangan para pelajar sekarang sangat kompleks. Dengan perkembangan kultur dan gaya hidup yang baru, dinamika basis pergerakan IPNU-IPPNU ini hampir tak dapat dibatasi. Para pelajar, khususnya di kalangan NU, butuh pemimpin yang sensitive dengan persoalan ini.

“Saya kira, yang visionerlah yang akan sanggup menyelesaikannya,” ujarnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Olahraga, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 30 Oktober 2017

Humas Polri: Perilaku Radikal Itu Bukan Agama

Sleman, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam rangka mensosialisasikan upaya deradikalisasi Kapolres Sleman mengajak para santri Pesantren Sunan Pandanaran untuk mengenal lebih dekat gerakan radikal, Selasa (23/02) sore.?

Humas Polri: Perilaku Radikal Itu Bukan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Humas Polri: Perilaku Radikal Itu Bukan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Humas Polri: Perilaku Radikal Itu Bukan Agama

Acara yang bertajuk "Antiradikalisasi, Menuju Indonesia Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian" ini berlangsung di Pesantren setempat.

Acara ini dihadiri oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Suharsono. Kepada sedikitnya dua ratus santri yang hadir, Kombes Pol Suharsono mengatakan, pelajarilah agama secara utuh alias jangan sepotong-sepotong. Sebab, tidak ada di antara kita yang mendapat jaminan aman dari upaya radikalisasi. Karenanya sosialisasi ini bertujuan untuk memberi pemahaman tentang gerakan radikal supaya tidak serta merta terjerumus di dalamnya.

Ditanya soal kenapa pesantren, ia menuturkan, hal ini dilakukan untuk "membentengi" para santri dari gerakan radikal. Membentengi dalam arti, supaya para santri yang notabene adalah kader moral bangsa paham betul dengan berbagai fenomena radikalisme dan modus-modus yang digunakan. ?

"Sebab, perilaku radikal itu bukan agama. Sementara menumbuhkan masyarakat yang rukun dan waspada itulah benteng negara," pungkasnya saat ditemui di sela-sela acara.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

KH Jazilus Sakhok, mewakili Pesantren mengatakan, pada dasarnya pesantren itu antiradikal. Namun, acara ini juga penting bagi para generasi muda, terlebih para santri, supaya lebih paham apa itu gerakan radikal, aliansinya, dan berbagai modus yang digunakan untuk merekrut anggota.?

"Dan Pesantren Pandanaran siap mem-back up antiradikalisasi serta berupaya menyebarkan Islam yang ramah dan toleran," tegasnya.

Dalam acara ini, pihak Polres Sleman juga melibatkan salah satu mantan aktivis gerakan radikal untuk menjelaskan kepada para peserta terkait modus yang digunakan untuk merekrut anggota, dan orientasi gerakan radikal. (Anwar Kurniawan/Mukafi Niam)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 22 Oktober 2017

Pernyataan Sikap PCINU Belanda atas Perjuangan Rakyat Kendeng

Bismillahirrahmanirrahim

Seperti banyak diketahui, Pemprov Jateng tetap berkeras memberikan izin lingkungan penambangan meski telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 99 PK/TUN/2016 Tahun 2016. Izin baru inilah yang diprotes oleh Almarhumah Ibu Patmi dkk karena jelas eksploitasi tambang akan merusak lingkungan tanah kampungnya.

Pernyataan Sikap PCINU Belanda atas Perjuangan Rakyat Kendeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap PCINU Belanda atas Perjuangan Rakyat Kendeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap PCINU Belanda atas Perjuangan Rakyat Kendeng

Selain itu, putusan baru tentang izin lingkungan penambangan juga dinilai mengandung keharaman menurut keputusan Bahtsul Masail Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 tahun 2015 yang lalu. Keputusan Bahtsul Masail yang berasal dari pertanyaan ‘(1) bagaimana hukum melakukan eksploitasi kekayaan alam secara legal tetapi membahayakan lingkungan? Dan, (2) bagaimana hukum aparat pemerintah terkait memberi izin penambangan yang berdampak pada kerusakan alam?.’ Jawaban atas pertanyaan mendasar dan krusial diatas disepakati bahwa ‘(1) eksploitasi kekayaan alam yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan hukumnya adalah haram; dan (2) pemberian izin eksploitasi oleh aparat pemerintah yang berdampak pada kerusakan alam yang tidak bisa diperbaiki lagi maka hukumnya haram jika disengaja.’?

PCINU Belanda menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh Gubernur Jateng dengan menerbitkan kembali izin lingkungan penambangan pabrik semen di Kendeng (baca: SK Gubernur 660.1 Tahun 2007), tidaklah benar, baik dan tepat.?

PCINU Belanda juga memandang apa yang dilakukan oleh Ibu Patmi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan alam merupakan sikap amar ma’ruf nahi munkar. Oleh karenanya, PCINU Belanda menyampaikan rasa berkabung atas berpulangnya Ibu Patmi warga Kendeng, seorang yang berjihad yang berjuang menentang eksploitasi alam yang dilakukan oleh Korporasi Semen di Rembang. PCINU Belanda juga berpandangan bahwa izin baru (baca: SK Gubernur Jateng 660.1 Tahun 2017 tentang izin lingkungan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang Provinsi Jateng) telah menyeret Indonesia di ujung tanduk cara berhukum yang buruk. Izin ini jelas sudah memicu ketepurukan prinsip negara hukum yang makin kronis, nihilnya legitimasi sosial hak asasi mansia dan merobek-robek prinsip keadilan lingkungan.?

Pertama, kebijakan izin lingkungan penambangan yang baru telah mengkhianati prinsip negara hukum Indonesia. Lantang bunyi UUD 1945 bahwa ‘Negara Indonesia adalah negara hukum,’ namun perintah konsitusi ini dicampakan oleh cara berhukum Gubernur Jateng. Keluarnya kebijakan izin lingkungan penambangan yang baru, jelas membuktikan bahwa Gubernur tidak patuh pada putusan Mahkamah Agung (baca: Putusan MA Nomor 99 PK/ TUN/ 2016).?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syahdan, akal-akalan mentaati putusan MA, yang memerintahkan supaya mencabut izin lingkungan penambangan, Gubernur Jateng memang melakukannya dengan mencabut izin lingkungan yang lama (baca: SK Gubernur Jateng No 660.117 tahun 2012) melalui surat keputusan Gubernur sembari membuka sedikit peluang gelap (baca: SK Gubernur Nomor 660.1/4 tahun 2017) pada tanggal 16 Januari 2017. Dan, sebulan kemudian, publik pun kembali dibuatnya bersedih dengan keluarnya keputusan izin lingkungan penambangan (baca: SK Gubernur Jateng 660.1 Tahun 2017).?

Padahal majelis hakim dalam putusan MA memberikan pertimbangan hukum untuk melarang penambangan di Kendeng Rembang. Saat itu, hakim yakin betul bahwa daerah pegunungan Kendeng adalah daerah Cekungan Air Tanah (CAT) yang tidak boleh ditambang. Bahkan Majelis Hakim juga mencatat bahwa Kecamatan Gunem dan Kecamatan Bulu terbentang luas sumber mata air seluas 501 Ha.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu juga, tidak terlihat adanya niat baik dan solusi kongkret untuk kebutuhan warga, utamanya problem kekurangan air bersih dan kebutuhan pertanian.?

Dengan tegas juga, hakim menyatakan bahwa sosialisasi pendirian pabrik hanyalah formalitas saja, sementara diujung sana, rakyat berkumpul melakukan aksi massa dengan Sikap Penolakan Warga Rembang tertanggal 10 Desember 2014 yang ditandatangi oleh 2.501 warga. Majelis hakim menilai ‘pesan-pesan yang diharapkan belum sampai kepada sebagian masyarakat, sehingga persepsi positif yang diciptakan Tergugat II (PT Semen Indonesia) belum terwujud.’ Putusan MA tidak dipahami secara utuh oleh Gubernur Jateng dalam menyusun kebijakan yang berkeadilan sosial.?

Dengan demikian, terbitnya izin lingkungan penambangan yang baru dalam dunia hukum adalah noda hitam dilembar kertas putih dunia hukum kita. Jelas perumus Indonesia negara hukum dulu yang duduk di panitia hukum dasar BPUPKI 1945, seperti: Soepomo, Soebardjo, Latuharhary, Sartono, dan Wachid Hasyim akan bersedih, menyaksikan konsep negara hukum dicabik-cabik, seperti ini!

Kedua, kebijakan izin lingkungan penambangan yang baru ini menodai penghormatan pada hak asasi manusia. Kebijakan ini melanggar hak atas kepastian hukum yang adil (Pasal 28D ayat 1) setelah terbitnya SK Gubernur Jateng, hukum sepertinya dipermainkan. Sebuah mahkamah pengadilan yang berwibawa dengan kekuatan hukum yang mengikatnya dan final, dilangkahi dengan ‘kebijakan tipu-tipu.’ Kebijakan ini juga telah menabrak hak atas bebas dari perlakukan diskriminatif (Pasal 28I ayat 2). Harusnya pemerintah mengkreasikan ‘keadilan sosial,’ lantaran dengan terbitnya kebijakan ini, pemerintah dalam hal ini Gubernur Jateng malah membuahkan ‘keadilan korporasi.’ Gubernur Jateng telah berlaku diskriminatif dengan lebih memihak pada modal kapital ketimbang jeritan rakyatnya sendiri. Selain itu, kebijakan tersebut juga nyata-nyata membentur konsep hak untuk bertempat tinggal serta kehidupan yang layak (Pasal 40 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia), jika saban hari rakyat dihantui bahaya dampak lingkungan pabrik semen. Saat warga Kendeng yang menolak pabrik Semen pun terus tak didengar suaranya, kehadirannya pun tidak diakui dalam proses penyusunan kebijakan yang harusnya partisipatif, maka sekali lagi mereka juga kehilangan ‘hak untuk diakui di hadapan hukum’ (Pasal 16 UU No. 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights).?

Berdasarkan pertimbangan diatas maka PCINU Belanda menyatakan:

1. Bersimpati cukup mendalam terhadap perjuangan para warga Kendeng untuk mempertahankan kelestarian tanah kampungnya. Berjuang mulai dari mendirikan tenda perjuangan di Kendeng, mengajukan gugatan ke pengadilan, aksi dipasung semen jilid pertama, aksi payung di depan Gubernuran Jateng, sampai aksi dipasung semen jilid II. Kami juga memberikan dukungan sepenuhnya secara lahir dan batin terhadap perjuangan mereka;?

2. Menyampaikan duka terdalam kepada Bu Patmi, semoga khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kelapangan;

3. Menyayangkan sikap Gubernur Jateng yang telah melanggar putusan MA dan mempermainkan rakyatnya dengan menerbitkan kebijakan izin lingkungan yang baru;?

4. Mendorong supaya Presiden berani mengambil sikap tegas dalam membatalkan kebijakan izin lingkungan penambangan yang baru. Dan, mendorong keadilan kembali hadir diantara rakyat.?

Den Haag, 22 Maret 2017/24 Jumadi Tsani 1438H

Pengurus Tanfidziyah Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Belanda

Fachrizal Afandi (Ketua)

Syahril Siddik (Wakil Ketua)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan RMI NU, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 13 Oktober 2017

STAINU Jakarta Gelar Sanlat dan Santunan

Jakarta,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar pesantren kilat (Sanlat) Ramadhan dan santunan kepada anak yatim. Sanlat bertajuk Berkah Ramadhan Bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta ini digelar pada Sabtu, (28/7) dan akan berlangsung hingga Senin, (30/7), bertempat di gedung PBNU, Jakarta.

Peserta sanlat di hari pertama dikuti 90 anak di sekitar daerah Kenari dan Kramat Raya. Mereka dibagi ke dalam dua kelas. Anak-anak ? yang pendidikan formalnya kelas I-V digolongkan kelas 1, sementara kelas VI dan SLTP kelas dua.?

STAINU Jakarta Gelar Sanlat dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Sanlat dan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Sanlat dan Santunan

Materi yang disampaikan di hari pertama untuk kelas 1 adalah rukun iman dan doa-doa sehari-sehari. Sedangkan untuk kelas 2 adalah keutamaan bulan Ramadhan dan akhlak. Materi-materi tersebut disampaikan dengan santai oleh mahasiswa dan mahasiswi STAINU sendiri.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Ketua Panitia Pesnatren Kilat Riza Fauziyah, kegiatan ini bertujuan membantu peserta didik, terutatama anak yatim untuk menambah pendidikan agama di bulan Ramadhan ini.

“Kegiatan pesantren kilat ini diharapkan dapat mampu memperluas pengetahuan peserta didik tentang pendidikan Islam,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lebih lanjut Riza menambahkan, kegiatan ini sebagai pusat pengembangan dasar untuk mengetahui Islam, seperti membaca Al-Qur’an dengan fasih dan benar. ?

“Hal ini berdampak positif bagi peserta didik,” tambahnya.? Pesantren Kilat ini digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Jakarta bekerja sama dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAINU.

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock