Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Januari 2018

Dosa Pelaku Bunuh Diri, Apakah Kekal di Neraka? (1)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Di beberapa media, baik cetak maupun elektronik kita beberapa kali menemukan berita tentang orang-orang yang melakukan bunuh diri. Mereka melakukan bunuh diri karena biasanya ada masalah yang dirasa berat. Tindakan bunuh jelas merupakan perbuatan yang keliru dan termasuk dosa besar. Yang ingin kami tanyakan pertama adalah apakah pelaku bunuh diri kekal di neraka? Pertanyaan yang kedua, apakah orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati? Demikian pertanyaan yang kami ajukan, atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Ardan/Jakarta)

Dosa Pelaku Bunuh Diri, Apakah Kekal di Neraka? (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosa Pelaku Bunuh Diri, Apakah Kekal di Neraka? (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosa Pelaku Bunuh Diri, Apakah Kekal di Neraka? (1)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Ada dua pertanyaan diajukan kepada kami yang terkait dengan soal bunuh diri. Pertama mengenai apakah orang yang mati karena bunuh diri kelak di neraka apa tidak. Sedang yang kedua, apakah ia dishalati apa tidak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan ini kami akan mencoba untuk menjawab pertanyaan pertama terlebih dahulu. Sedang untuk pertanyaan kedua, insya Allah akan kami jawab dalam kesempatan lain.

Setiap orang yang hidup di dunia sudah barang tentu akan mengalami masalah dalam kehidupannya. Ada yang ringan ada pula yang berat. Yang menjadi persoalan adalah ketika manusia menghadapi suatu masalah yang dianggapnya berat sehingga acapkali merasa tidak kuat memikul beban tersebut. Akhirnya mengambil tindakan keliru dengan cara bunuh diri karena menganggap bunuh diri sebagai solusi terbaik untuk melepaskan impitan masalah yang menimpanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tindakan bunuh diri jelas tidak dengan serta merta menyelesaikan masalah. Dalam pandangan Islam tindakan tersebut adalah tindakan yang diharamkan dan masuk kategori dosa besar.

Logika sederhana pelarangan ini adalah bahwa nyawa adalah milik Allah sehingga kita tidak memiliki hak apapun atas nyawa kita. Sedangkan dosa orang yang melakukan bunuh diri lebih besar dibandingkan membunuh orang lain, sebagaimana yang kami pahami dari keterangan yang terdapat dalam kitab Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh orang yang melakukan bunuh diri dosanya lebih besar dibanding orang yang membunuh orang lain,” (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Darus Salasil, juz III, halaman 239).

Lantas jika dosa membunuh orang lain dikategorikan sebagai dosa besar, sedangkan dosa membunuh diri sendiri dianggap lebih besar lagi, apakah orang yang mati bunuh diri akan kekal di neraka? Untuk menjawab pertanyaan ini maka kami akan menyuguhkan salah satu hadits Nabi saw riwayat Muslim berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Barangsiapa yang bunuh diri dengan besi, maka besi yang tergenggam di tangannya akan selalu ia arahkan untuk menikam perutnya dalam neraka Jahanam secara terus-menerus dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara meminum racun maka ia akan selalu menghirupnya di neraka Jahannam dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka ia akan selalu terjun ke neraka Jahanam dan dia kekal di dalamnya,” (HR Muslim).

Secara tekstualis hadits di atas jelas menyatakan bahwa orang yang mati karena melakukan bunuh diri akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. Hal ini sebagai balasan atas tindakan bodohnya. Tetapi apakah maksud hadits ini sesuai dengan makna tersuratnya atau tekstualisnya?

Muhyiddin Syaraf An-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim-nya menghadirkan beberapa pandangan yang mencoba untuk menjelasakan maksud dari sabda Rasulullah SAW tentang kekekalan di neraka bagi orang mati karena bunuh diri.

Pertama, bahwa maksud dari ia (orang yang mati karena bunuh diri) kekal di dalam neraka adalah apabila ia menganggap bahwa melakukan tindakan bunuh diri tersebut adalah halal padahal ia tahu bahwa bunuh diri itu adalah haram. Karena itu maka tindakan menganggap halal bunuh diri menyebabkan ia menjadi kafir.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun sabda Rasulullah SAW; ‘maka ia kekal selama-lamanya di dalam neraka Jahanam’, maka dalam hal ini dikatakan ada beberapa pandangan. Pertama, sabda ini mesti dipahami dalam konteks orang yang mati karena bunuh diri dan menganggap bahwa tindakan bunuh diri adalah halal padahal ia tahu bahwa bunuh diri itu haram. Maka hal ini menjadikannya kafir dan kekal di dalam neraka sebagai siksaan baginya (karena melakukan tindakan bunuh diri, pent),” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya`it Turats Al-‘Arabiy, cet ke-2, 1392, juz II, halaman 125).

Kedua, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kekal di dalam neraka adalah ia menghuni neraka dalam waktu yang cukup lama dan panjang. Pandangan ini mengandaikan bahwa ia kekal di neraka bukan diartikan secara hakiki sebagai kekal selamanya di neraka, tetapi dalam pengertian yang bersifat majazi. Hal ini seperti pernyataan, ‘khalladallahu mulkas sulthan’, (Semoga Allah kekalkan kekuasaan sultan).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kedua, apa yang dimaksud dengan kekal di dalam neraka adalah durasi waktu menetap di dalam neraka, bukan kekal dalam arti sesungguhnya, sebagaimana dikatakan ‘khalladallahu mulkas sulthan’ (Semoga Allah kekalkan kekuasaan sultan),” (Lihat Muhyiddin Syaraf Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj, juz II, halaman 125).

Ketiga, menyatakan bahwa kekekalan di dalam neraka adalah sebagai balasan bagi orang yang mati karena bunuh diri, tetapi Allah SWT bermurah hati sehingga kemudian memberi tahu bahwa orang yang mati dalam keadaan sebagai Muslim tidak kekal di dalam neraka.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ketiga, bahwa kekekalan di dalam neraka adalah balasan atas perbuatannya, akan tetapi Allah SWT bermurah hati sehingga kemudian Dia mengabarkan bahwa sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan sebagai Muslim tidak kekal di dalam neraka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin Al-Hajjaj, juz II, halaman 125).

Dari ketiga pandangan tersebut, maka kesimpulan kami adalah selama orang yang bunuh diri tersebut masih sebagai orang Muslim maka ia tidak kekal di neraka, tetapi kendati demikian ia akan mendekam dalam neraka dalam waktu yang sangat panjang.

Lain halnya, apabila ia melakukan bunuh dirinya karena mengalalkannya padahal ia tahu bahwa hal itu diharamkan maka ia kekal di dalam neraka. Sebab, konsekuensi dari menghalalkan yang haram (bunuh diri) menyebabkan ia menjadi kafir sebagaimana yang kami pahami dari pandangan pertama yang dihadirkan oleh An-Nawawi di atas.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai FKPM Bahas Penyempurnaan PMA Pesantren

Pacitan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para kiai pengasuh pesantren yang tergabung dalam wadah FKPM (Forum Komunikasi Pesantren Muadalah) mengadakan acara silaturahmi dan rapat di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur, Jum’at (25/10) malam.

Mereka membahas tentang penyempurnaan formula PMA (Peraturan Menteri Agama) tentang penyetaraan (Mu’adalah) jenjang pendidikan pondok pesantren Salafiyah (Salaf) dan Ashriyah (Modren).

Kiai FKPM Bahas Penyempurnaan PMA Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai FKPM Bahas Penyempurnaan PMA Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai FKPM Bahas Penyempurnaan PMA Pesantren

Ketua FKPM KH Amal Fathullah Zarkasyi berharap agar formula yang dibahas pada rapat kali ini bisa diperbaharui sehingga menjadi bahan utama untuk diajukan kembali ke Kementerian Agama RI dan Departemen Pendidikan Nasional.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pembahasan pada rapat FKPM terkait dengan kurikulum Salafiyah dan Ashriyah, fungsi pesantren, status, jenis, syarat pendirian serta kelulusan, dan ijazah. Harapan besarnya, pembaharuan itu bisa menyetarakan status pondok pesantren Salafiyah dan Ashriyah termasuk alumni-alumninya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Tremas KH Luqman Harist Dimyathi menyampaikan, masih ada beberapa alumni pesantren yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena ? ijazah mereka belum diakui pemerintah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena itu, kata KH Luqman, FKPM berencana akan mengadakan MoU dengan para Gubernur dan para Rektor Se-Indonesia untuk menyosialisasikan status lulusan pesantren mu’adalah yang telah diakui Pemerintah sejak tahun 2006 silam.

Peserta PMA ialah para kiai perwakilan 30 pondok-pondok pesantren Salafiyah dan Ashriyah terkemuka di Indonesia. Di antaranya adalah Pondok Tremas Pacitan, Pondok Modren Gontor, Pesantren Tebuireng Jombang, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Mathali’ul Falah Kajen, Pati, Pesantren API Tegalrejo Magelang, Pesantren Al Amien Prenduan, Pesantren Lirboyo Kediri, Pesantren Ploso Kediri, Pesantren Al-Ikhlas Kuningan, Pesantren Darunnajah Jakarta, Pesantren Ta’mirul Islam Solo, dan Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Aswaja IT Developer (www.AswajaCenter.com) di bawah bimbingan Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus akan menggelar pelatihan Audio Video Streaming pada Ahad, 15 September 2013, pukul 09.00 WIB-selesai.

Dalam acara yang akan diselenggarakan di markas Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh tersebut, peserta akan dilatih cara menyiarkan majelis atau kajian Aswaja melalui radio atau tv internet.

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Untuk mengikuti pelatihan IT (information and Technology) ini, calon peserta tidak dipungut biaya. Calon peserta cukup mendaftarkan diri kepada panitia. Setelah mendaftar dan mendapatkan konfirmasi dari panitia, peserta dapat langsung menuju lokasi acara, 15 September nanti, di di Jalan Dewutan, No. 112 Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagaimana tertera dalam selebaran undangan terbuka, demi kelancaran pelatihan, panitia mengharapkan peserta membawa sejumlah perlengkapan sendiri, seperti alat tulis, laptop dan modem sehingga materi pelatihan dapat langsung diaplikasikan.

Untuk registrasi, calon peserta dapat menghubungi Mas Ozzy di 0881275799 atau Mas Seto di 081904546299. (Pekik Nursasongko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 13 Januari 2018

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD

Amendemen UUD 1945 yang diketok palu MPR pada 2002 lalu menimbulkan sejumlah persoalan krusial. Bukan saja pada kenyataan bahwa UUD kita dengan mudahnya dirubah untuk memenuhi keinginan segelintir orang pintar, namun berbagai tata politik-ekonomi juga ikut berubah secara radikal. Satu sisi perubahan itu adalah bagian dari perjalanan bernegara Indonesia menuju sebuah kemakmuran sejati, namun perlu diperiksa ulang bukankah justru perubahan itu malah menyebabkan keterpurukan bangsa Indonesia semakin meradang saja. Berikut wawancara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi di Lt. 3 Kantor. PBNU, Jakarta, pada tanggal 3 dan 5 Agustus 2006 lalu.

NAHDLATUL ULAMA membuat Maklumat dalam Munas dan Konbes di Surabaya yang isinya bahwa NU meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya untuk mempertahankan dan mengembangkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). UUD 45 yang mana?

UUD 45 yang dimaksud adalah yang setelah amandemen.Tapi perlu direview apakah amandemen itu memang kebutuhan yang mendesak dan tidak terelakkan apakah baru merupakan kemauan-kemauan yang diakomodasi karena di setiap negera pasti dalam kurun tertentu ada perubahan, tapi sebatas kebutuhan yang mendesak, nah perlu direview apakah kebutuan mendesak atau lebih dri itu. Misalnya, UUD 45 dianggap terlalu ketat sehingga kekuasan utama berada berada di bawah eksekutif dimana yang lain-lain itu menjadi di bawah eksekutif kemudian menjadikan pemerintahan yang sentralistik, kemudian UUD 45 dikritisi.

Namun (amandemen itu) perlu direview sebenarnya kesalahan terletak pada UUD atau aturan per UU-an sebagai pelaksana dari UU. Sekarang contohnya begini, mengapa Pak Harto terpilih selama 6 kali itu apakah kerena UUD atau UU politiknya itu, dimana ketika itu DPR plus daerah adalah MPR, lembaga tertinggi, dimana terkooptasi oleh kekuatan eksekutif dengan masuknya tentara dan tentara ini kemudian bikin Golkar, nah kemudian bersatu dengan PNS (Korpri) baru masyarakat sebagai alat legalisasi.

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD (Sumber Gambar : Nu Online)
Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD (Sumber Gambar : Nu Online)

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD

Nah dalam kondisi semacam itu pasti deh presiden bisa semaunya sendiri, nah ini dulu sentralisme itu disebabkan karena UU atau UUD, karena dulu waktu Bung Karno ya tetep UUD 45 tapi jadinya revolusi, ada nasakom, lalu ganti pak harto yang menerapkan UUD secara murni dan konsekuen jadinya sentralisasi militerisasi dan sebagainya, ini sebenarnya kesalahannya dimana.

Itu mengenai masalah pemerintahan. Mengenai masalah HAM apakah ham ini kesalahan dari UUD ataukah aturan per-uu-an, kalau hanya aturan per-uu-an sebenarnya bisa dibuat oleh DPR.

Mungkin yang harus diamandemen adalah lembaga tertinggi, ini memang tencantum di dalam UUD 45 jadi bahwa lembaga tertinggi memilih presiden, masalahnya presiden bisa nggak mengkooptasi lembaga tertinggi, itu sangat tergantung pada UU pemilu dan UU politik. Itu kalau bicara tentang UUD 45 dan amandemen. Jadi kita tidak apriori menolak amandemen, tapi juga tidak apriori menyetujui semuanya. Jadi istilah saya perlu perenuangan kembali.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kuncinya dimana?

Apakah dengan amandemen itu sistem UU kita sekarang menjamin persatuan dan produktifiatas, kuncinya di situ. Apa tambah ruwet? Karena banyak lembaga ini anu; komisi ini komisi itu, sehingga tidak jelas. Kalau itu yang terjadi, sistem kita mengunci, sehingga kalau ada apa-apa tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

Nah negara yang sedang berkembang tidak cocok dengan stelsel semacam itu. Yang simpel mudah tapi punya leadership yang jujur, nah yang jujur itu tidak ada, karena yang tidak jujur lahirkan produk-produk peuuan yang hanya lahirkan justifikasi kekuasaaan. Yang saya ceritakan ini masa orba. Nah sekarang kakuasaan itu dibagi sekian banyak sehingga tidak jelas pintu mana penguasa itu sebetulnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sekarang sesuatu sudah diputuskan oleh DPR masih bisa direview oleh Mahkamah Konstitusi (MK), lalu ada Komisi Yudisial (KY, nah sementara ada KPK, nah posisi ini dilihat dari struktur koordinatif dengan Polri dengan Jaksa bagaimana, sekarang ada KPK yang menangkap orang tetapi tidak memutusi orang itu, yang memutisi adalah pengadilan, padahal dalam struktur pengadilan yang belum bersih tidak bisa untuk membawa misi KPK itu, sementara ini sudah terpisah dengan eksekutif, jadi ada pemisahan-pemisahan yang tidak bisa dikoordinasikan sekarang.

Nah pertanyaan selanjutnya yang dimaksud di sini perenungan kembali adalah apakah dengan sistim ini menjamin 1)persatuan bangsa, 2)kwalitas bangsa 3)produktifitas bangsa. Apakah kita akan mubazir terus dalam keterombang-ambingan.

Itu tadi yang sistem, nah kemudian sistem ini melahirkan kepemimpinan, nah kepemimpinan tentu tidak bisa pede jug

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Ulama, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 12 Januari 2018

Kotak Amal Gus Dur untuk Bantu Daerah Kekeringan

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Infaq shodakoh dari kotak amal Gus Dur tidak hanya dinikmati warga sekitar PP Tebuireng Diwek. Kotak amal yang dikelola Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) mengalir hingga Desa Banyuasin Ngusikan.

Banyuasin merupakan daerah di Utara Brantas Jombang, kini sedang dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih untuk kebutuhan minum dan mandi.

Kotak Amal Gus Dur untuk Bantu Daerah Kekeringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kotak Amal Gus Dur untuk Bantu Daerah Kekeringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kotak Amal Gus Dur untuk Bantu Daerah Kekeringan

Dari kotak amal yang berada di areal makam Gus Dur ini, Rabu (26/9) kemarin LSPT mengirimkan sebanyak 4 tangki air bersih serta sekitar 1000 air mineral, untuk warga membantu kebutuhan warga.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kita juga menyalurkan bantuan uang sebesar Rp 5 juta dari donator LSPT untuk biaya pengeboran di sana. Karena mereka memang sangat membutuhkan, selama ini mengalamai kekeringan dan butuh air bersih," ujar Lukman Hakim Panitia Peringatan 1000 hari Wafatnya Gus Dur mengatakan.

Kegiatan pengiriman air bersih dan bantuan modal pengeboran ini merupakan rentetan kegiatan acara Peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur yang digelar PP Tebuireng Jombang. disamping pengajian yang menghadirkan KH Maimun Zubair, KH Tholhah Hasan, KH Nizam pelantun dan pencipta Syiir Tanpo Waton. Kegiatan lain yakni parade Barongsai dan bedah pemikiran Gus Dur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Warga yang mengetahui, ada bantuan air bersih langsung menyerbu berebut. Terlihat dengan berbekal timba dan jirigen perempuan, laki laki bahkan anak kecil berebut kiriman air dari tebuireng ini.?

"Alhamdulillah ada kiriman lagi, ini sangat membantu warga sini untuk kebutuhan masak dan minum," ujar supini yang mengaku sudah 3 bulan kondisi kekeringan dialami warga Banyuasin.

Tini warga Banyuasin Ngusikan mengatakan warga terpaksa berebut air bersih kiriman dari PP Tebuireng Jombang, khawatir tidak kebagian. Karena air bersih sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makan dan minum mandi.?

”Khawatir tidak kebagian, terpaksa harus berebut,” ujarnya mengatakan.

Selama ini, warga setempat mengandalkan sumber air sungai yang melintas di desanya. Namun sejak kemarau panjang, sumber air sungai sudah tidak layak lagi digunakan.?

”Mau bagaimana lagi, memang airnya kering, kita kekurangan air bersih terutama untuk minum dan masak,” tandas perempuan paruh baya ini mengatakan.

Sementara Camat Ngusikan, Muhdlor mengakui bahwa daerah Banyuasin memang mengalami kesulitan air bersih. Karena sumber air yang biasa digunakan telah mongering. ”Tepatnya di Dusun Kromong Desa Banyuasin, penduduknya sekitar 300 KK,” ujarnya dihubungi melalui telpon.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 09 Januari 2018

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan -

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau PC IPNU Kota Surabaya terus mengintensifkan kunjungan ke kepengurusan di bawahnya. Sabtu (23/12) ini, mereka menyapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kawasan Simokerto.

Kegiatan yang bertajuk Kader Care bertujuan mendiskusikan secara langsung kondisi kader IPNU yang ada di wilayah tersebut. Acara dilangsungkan di Aula Masjid Cungkup dan merupakan kegiatan kelima setelah acara serupa yang menyapa kawasan kampus serta PAC Gunung Anyar.

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader

Ketua IPNU Kota Surabaya, Achnaf al-Ashbahani mengemukakan aktifitas ini sebagai sarana melihat langsung kondisi terkini para kader yang ada di kecamatan. “Selanjutnya bisa didata secara langsung melalui database online yang telah dibuat,” katanya. 

Setelah ada kepastian terkait data anggota dan pengurus sekaligus potensi yang dimiliki, nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang mendukung data tersebut. “Ketika ada kegiatan entah itu di tingkat provinsi atau nasional, kita punya bukti kongkrit,” katanya di hadapan peserta.

Pendapat lain disampaikan Amirul Mukminin sebagai penanggungjawab bidang kaderisasi. "Saya dipasrahi bidang pengembangan organisasi untuk juga membahas tentang kondisi organisaai,” katanya. Diharapkan nantinya semua kader IPNU bisa beraktivitas di masjid sehingga secara perlahan bisa menggaet kader dari para remaja di sana, lanjutnya.

Menurutnya, kondisi di kawasan ini sangat potensial untuk dimasuki kader dan nahdliyin. Hal tersebut sangat penting dalam upaya kian memperkokoh akidah Aswaja di kalangan aktifis dan keluarga besar masjid. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPNU Kota Surabaya, Achnaf Al Ashbahani, Wakil Ketua II, Amirul Mukminin, bendahara yakni Abdul Mujib, serta wakil bendahara M Ichwanul Arifin. Selain itu hadir pula para kader PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Simokerto serta kader dari kepengurusan Ranting.

Kader care yang dimulai dengan pembacaan shalawat Nabi tersebut diakhiri diskusi dan perbincangan secara santai.  (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan ulama sepuh/senior KH Abdullah Faqih (pengasuh Pesantren Langitan, Tuban), mengumpulkan kiai di tempat yang berbeda.

"Gus Dur akan bertemu sekitar 17.000 ribu lebih kiai/ulama dan tokoh masyarakat dalam Majelis Silaturrahmi Ulama Rakyat (MaSURa) di Masjid Ampel Surabaya pada 1 April," ujar koordinator panitia MaSURa Jatim, M Mas’ud Adnan, di Surabaya, Jumat.

Sementara itu, kiai Faqih bersama 16 ulama/kiai sepuh lainnya, akan mendeklarasikan kelahiran Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di Pesantren Langitan, Tuban, pada 31 Maret.

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda

Menurut Mas’ud Adnan yang juga Wakil Ketua DPW PKB Jatim itu, pertemuan MaSURa itu akan bersifat sakral untuk mendoakan bangsa dan negara, terkait dengan bencana alam yang akhir-akhir melanda. Karena itu, acaranya diisi dengan sholat taubat, diba’ (pujian kepada Nabi Muhammad SAW), dan istighotsah.

"MaSURa akan dihadiri belasan ribu orang yang terdiri atas kiai pesantren, pengurus langgar/musholla, takmir masjid, ibu nyai, serta para simpatisan dan undangan. Ulama yang hadir antara lain KH Nawawi Pasuruan, KH Chotib Umar Jember, dan KH Miftahul Akhyar (Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim)," paparnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lain halnya dengan Ketua Panitia Nasional (Pannas) Deklarasi PKNU Chudry Sitompul SH MH. "Kami akan mengundang presiden, duta besar dari negara sahabat, tokoh nasional, dan tokoh partai politik (Parpol) untuk menghadiri deklarasi, termasuk Gus Dur (Ketua Dewan Syuro DPP PKB pro-Muktamar Semarang)," tegasnya.

Ke-17 ulama yang akan menjadi deklarator PKNU adalah;

01. KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban),

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

02. KH Ma`ruf Amin (Tanara, Banten),

03. KH Abdurrohman Chudlori (Magelang, Jateng),

04. KHA Sufyan Miftahul Arifin (Situbondo, Jatim),

05. KH Idris Marzuqi (Lirboyo, Kediri, Jatim),

06. KHA Warson Munawwir (Krapyak, Jogjakarta),

07. KH Muhaiminan Gunardo (Temanggung, Jateng),

08. KH Abdullah Schaal (Bangkalan, Jatim),

09. KH Sholeh Qosim (Sidoarjo, Jatim),

10. KH Nurul Huda Djazuli (Ploso, Kediri, Jatim),

11. KH Chasbullah Badawi (Cilacap, Jateng),

12. KHA Adzim Abdullah Suhaimi MA (Mampang Prapatan, Jakarta),

13. KH Mas Muhammad Subadar (Pasuruan, Jatim),

14. KHA Humaidi Dahlan Lc (Banjarmasin, Kalsel),

15. KHM Thahir Syarkawi (Pinrang, Sulsel),

16. Habib Hamid bin Hud Al-Atthos (Cililitan, Jakarta),

17. KH Aniq Muhammadun (Pati, Jateng).

"Deklarasi digelar di Tuban, karena dalam situasi bangsa yang akhir-akhir ini dilanda bencana, rasanya tidak elok bila ada acara politik di Jakarta," ucapnya. (ant/eko)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock