Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Makassar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelatiahan Kader Lanjutan yang digagas Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar mengundang antusias para peserta. Kegiatan yang berlangsung di gedung BLKI makassar Senin (26/9) dikemas dengan metode dialog tersebut menghasilkan kesepakatan antara peserta pelatihan.

Gagasan itu timbul saat salah satu mantan Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan Mulyadi Prayitno menyampaikan materi dengan tema advokasi dan pendampingan masyarakat. Pengalamannya yang luas mengenai pendampingan masyarakat saat memaparkan materinya membuat para peserta PKL terangsang untuk berdiskusi.

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Mulyadi menyampaikan, para kader PMII harus turun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan berbaur guna mengidentifikasi problematikan yang dihadapi bangsa ini. “Sebagai warga pergerakan wajib hukumnya untuk mengabdi kepada masyarakat untuk kemajuan negara Republik Indonesia,” imbau Direktur Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) pada PKL bertema "Mencetak kader ulul albab dalam menjawab tantangan globalisasi."

Ia meminta agar peserta pelatihan kader lanjutan PMII Makassar agar senantiasa mempertajam intelektual dan wawasannya. "Para kader PMII harus memiliki kecerdasan yang tinggi karena kalianlah yang akan menjadi intelektual bagi generasi penerus Nahdatul Ulama. Dan seperti kita ketahui bahwa NU merupakan salah satu ujung tombak negara kita, oleh kerana itu berkontribusi kepada NU sama dengan berkontribusi untuk Indonesia," tegas Mulyadi di depan para peserta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Para peserta yang terdiri 19 orang dari beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan termasuk peserta yang bersal dari Kutai Timur dan Kutai Kertanegara diminta untuk memaparkan problem yang dihadap dalam masyarakat tempat mereka masing-masing. Setalah itu Direktur YKPM memberikan sebuah kerangka gerakan dalam menyelasaikan persoalan tersebut.

Di akhir paparanya Mulyadi menyampaikan, pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan semua problematika bangsa ini. Perlu ada kerja sama dengan banyak pihak. Dan salah satu pihak wajib membantunya adalah para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan cara turun langsung di tengah-tengah masyarakat untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa," tutup ketua PKC PMII Sul-Sel 1995-1997.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Sonny Majid salah satu fasilitator kegiatan tersebut bahwa alumni PKL nantinya diharapkan dapat langsung mengaplikasikan ilmunya di dalam masyarakan mereka masing-masing.

“Seperti yang disampaikan Mulyadi, bahwa alumni PKL harus turun langsung dalam mengadvokasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama penduduk minoritas yang terkadang diinjak-injak haknya oleh kelompok mayoritas,” tutur alumni PMII Ekonomi UMI ini saat mengevaluasi peserta PKL. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 18 Februari 2018

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji

Niat dan usaha yang sungguh-sungguh akan mengantarkan seseorang pada sesuatu yang dicita-citakannya. Setidaknya inilah yang diyakini dan diamalkan oleh Karyati, seorang pemulung asal Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Meski secara logika pekerjaan yang dijalaninya merupakan pekerjaan rendahan, tetapi nenek yang berusia sekitar 69 tahun tersebut ternyata mampu mencapai cita-citanya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima naik haji ke tanah suci.

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Seorang Pemulung Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Seorang Pemulung Naik Haji

Namun demi bisa mencapai keinginannya tersebut, Karyati telah bekerja sangat keras. Bahkan selama 20 tahun lamanya, wanita paruh baya tersebut menyisihkan sebagian jerih payahnya sebagai pengais barang bekas plastik dan kertas.

Janda renta yang mempunyai 4 (empat) orang anak ini berkeyakinan bahwa suatu saat nanti dirinya bakal bisa naik haji ke tanah suci layaknya orang-orang lain yang berduit. Atas keyakinan tersebut, dirinya selalu menyisihkan hasil dari memulung untuk ditabung dan sebagian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Memang untuk mewujudkan impian naik haji ini penuh perjuangan. Karena saya harus menabung selama 20 tahun lamanya. Tetapi saya yakin Allah pasti mengabulkan doa saya untuk bisa melihat Ka’bah secara langsung,” ujar Karyati kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Rabu (18/9).

Menurut Karyati, cita-cita naik haji itu sudah lama terpendam semenjak 2002 lalu. Saat itu dirinya mengaku masih punya toko kelontong di desanya. Masa-masa sulit dilewatinya saat usaha kelontongnya bangkrut di pada tahun 2005. Namun untuk menyambung hidup, Karyati kemudian menjadi seorang pemulung. Meski pekerjaannya terbilang rendah, tetapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk bisa meraih cita-citanya untuk menunaikan ibadah haji.

Sekitar tahun 2004, Karyati mulai mendaftarkan diri sebagai haji Kabupaten Probolinggo. Pada waktu itu, tabungannya dari hasil menjadi pemulung sudah mencapai sekitar Rp. 20 juta. Selain dari hasil memulung, uang tersebut didapat dari beberapa sukarelawan.

“Pernah suatu ketika, tepatnya pada tahun 2010 saya pernah ditipu oleh seseorang yang mencoba menawarkan jasa. Namun tanpa disadari saya tertipu sebesar Rp. 10 juta dan uang tersebut tidak dikembalikan meskipun beberapa waktu kemudian akhirnya ditangkap oleh polisi,” jelasnya.

Dan selama mengejar impiannya, Karyati tidak mau kumpul atau tidur di rumah anak-anaknya. Bukannya tidak sayang kepada anak dan cucunya, namun nenek bercucu 12 orang ini tidak mau mengganggu atau menjadi beban hidup anak-anaknya. Dirinya lebih memilih tidur di toko usang miliknya. Terkadang pula tidur di masjid desanya. “Kalau pas bersih-bersih masjid ada orang kasih rejeki, saya tabung,” katanya.

Namun dengan tekad yang kuat, semua kejadian tersebut tidak mematahkan semangat Karyati untuk mewujudkan cita-citanya untuk dapat berangkat haji. “Saya hanya bisa pasrah namun saya tidak mau putus asa untuk tetap bisa berangkat haji ke tanah suci,” terangnya.

Bermodalkan sebuah sepeda buntut, Karyati keliling dari kampung ke kampung mengumpulkan barang bekas. Sebagian hasilnya digunakan untuk makan dan sebagian lain ditabung untuk bisa naik haji. “Dalam sehari, upah memungut barang bekas sebesar Rp. 10 ribu. Yang Rp. 5 ribu ditabung dan yang Rp. 5 ribu untuk makan,” akunya.

Usaha yang dilakukan Karyati tidak sia-sia. Semua hasil jerih payah dan keikhlasan hatinya membawa Karyati berangkat haji di tahun 2013 ini. Karyati direncanakan akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 29 September 2013 melalui kloter 43 Embarkasi Juanda, Surabaya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Makam, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang tinggal menghitung hari. Tidak sampai tiga pekan lagi, forum tertinggi di NU ini digelar. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk konsolidasi panitia dan persiapan lokasi acara.

Demikian terlihat di alun-alun Jombang sejak Rabu (8/7). Berbagai alat berat untuk mendirikan tenda besar sudah didatangkan. Alat-alat itu diangkut dengan menggunakan beberapa truk besar.

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

"Truk-truk itu sempat parkir di alun-alun Jombang," kata Mukani, guru SMAN 1 Jombang yang berlokasi di utara alun-alun Jombang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mulai Rabu (8/7) pagi, pendirian tenda besar berwarna putih dimulai oleh puluhan pekerja. Letaknya di sisi selatan alun-alun. Sedangkan di sisi timur dan utara, dimulai pada Kamis (9/7) hari ini.?

Menurut rencana, tenda-tenda itu akan digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan acara Muktamar NU ke-33. Sedangkan sidang komisi digelar di empat pondok pesantren, Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai sekolah yang berdekatan dengan lokasi Muktamar NU, SMAN 1 Jombang juga siap menyukseskan Muktamar kali ini. Baliho besar sudah dipasang di timur pintu gerbang sejak sepekan lalu. Baliho besar itu bertuliskan “Keluarga Besar SMAN 1 Jombang siap menyuksukseskan Muktamar NU Ke-33 di Jombang.”

Menurut rencana, SMAN 1 Jombang juga ditempati peserta muktamar. "Puluhan kran air sudah disediakan di tempat parkir sebelah barat. Renovasi mushalla juga dipercepat agar sudah bisa digunakan saat Muktamar nanti," ujar Mukani.

Demi kenyamanan peserta dalam beribadah di mushalla, arah kiblat pun sudah diukur ulang. "Selasa (7/7) kemarin kita mengundang Ketua Lajnah Falakiyah MWCNU Diwek ustadz Abdul Majid untuk mengukur ulang arah kiblat mushalla di sekolah ini," pungkasnya. (Abu Jauhar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hadits, Berita, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 Desember 2017

Inilah Ketua Termuda Pimpinan Cabang IPPNU

Pangandaran, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Muda, energik, ramah, dan mudah akrab. Itulah sosok Siti Mardiyah, ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pangandaran. Mardiyah memecahkan rekor sebagai ketua Pimpinan Cabang IPPNU termuda.

"Umur saya masih 17 tahun dan masih duduk di bangku kelas 11 SMK," kata Mardiyah usai pelantikan PC IPNU dan IPPNU, Ahad (1/4). Mardiyah kini menempuh pendidikan di SMK Asy-Syafiiyah, Pangandaran. Umumnya, PC IPPNU diketuai oleh kader berusia sekitar 20 tahun atau lebih.

Inilah Ketua Termuda Pimpinan Cabang IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ketua Termuda Pimpinan Cabang IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ketua Termuda Pimpinan Cabang IPPNU

Ia mengaku terkadang merasa malu saat harus bersanding dengan ketua pimpinan cabang atau kader IPPNU dan IPNU yang lebih dewasa darinya. "Kadang sih malu, tapi justru menurut saya karena kita muda kita bisa melangkah dua langkah sementara yang lebih dewasa cuma satu langkah," ujarnya tanpa bermaksud meremehkan kader senior lainnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berkat dukungan dari berbagai pihak, Mardiyah pun memberanikan diri untuk maju. Mulai dari rekan-rekannya hingga orang tuanya. "Alhamdulillah, kepala sekolah juga mendukung dan orangtua juga ngasih izin," ujarnya.

Dalam konferensi cabang, Mardiyah meraih suara unggul calon-calon lain yang lebih tua darinya. Semula dari empat bakal calon yang ada terpilih dua calon. Mardiyah pun mendapatkan dukungan dari pesaingnya. Kemudian, "Dia (pesaingnya) juga ngedukung. Ya udah, saya pikir kalau saya enggak maju siapa lagi, ini juga kan perdana PC Pangandaran terbentuk," katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mardiyah mengaku awalnya memang canggung memimpin rekan yang lebih tua darinya. Namun, berkat banyaknya dukungan, ia pun mulai profesional dan terbiasa. Terpilihnya Mardiyah juga mengaeali sejarah baru PC IPPNU Pangandaran.

PC IPPNU dilantik oleh ketua PW IPPNU Jawa Barat, Nunung Nurjanah. Pelantikan ini juga dihadiri oleh Kabag Kesra SDM kabupaten Pangandaran yang mewakili Bupati Pangandaran, Kesbangpol Pangandaran, Kemenag Pangandaran, Disdikbudpira, Polres Pangandaran, Komite Nasional Pemuda Indoneesia (KNPI) Pangandaran, Gerakan Pemuda Anshor, dan Barisan Patriot Bela Negara (BPBN). (Ridwan Alawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Makam, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 20 Desember 2017

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?

Sebagai basis kaderisasi Nahdhatul Ulama (NU) di tingkatan mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) konsisten menjadikan Aswaja sebagai manhajul fikr (metode berpikir) dalam gerakannya.

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang, Aziz Dwi Prasetyo saat acara pelantikan pengurus rayon (PR) PMII Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Komisariar Umar Tamim Unipdu Jombang masa khidmat 2016-2017, menegaskan bahwa Aswaja sebagai metode berpikir dan sejumlah ajaran lain di PMII adalah pola aktivis PMII mengabdi kepada bangsa dan negara.

"Dengan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah, Nilai Dasar Pergerakan, AD/ART, nilai-nilai, norma-norma, dan produk hukum PMII lainnya serta cinta tanah air dan bangsa, adalah cara aktivis PMII mencintai agama dan bangsa," ujarnya di hadapan seluruh tamu undangan yang memadati Balai Desa Peterongan, Jumat (13/01/2017) siang.

Dijelaskan, Aswaja sebagai manhajul fikr ini yang membedakan PMII sebagai mahasiswa NU yang tidak hanya meyakini dan melalukan (manhajul qaul), namun tetap adanya proses berpikir yang identik dengan kemahasiswaanya. Hal itu juga menjadi pembedahan antar organisasi PMII dengan organisasi lainnya.

Di saat yang sama, Aziz juga berpesan kepada seluruh jajaran pengurus rayon yang baru saja dilantik agar amanah dalam mengemban tanggung jawab organisasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Semoga Pengurus Rayon PMII FIK Umar Tamim Unipdu Jombang mampu mengemban amanah organisasi selama satu periode ke depan dengan baik dan benar," terangnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ketua Rayon FIK, Qiky Kai Khumaira mengajak seluruh anggota PMII khususnya yang baru dilantik itu untuk komitmen dalam berorganisasi. "Komitmen dan kebersamaan adalah kunci untuk aktif dalam menggerakkan anggota dan kader Fakultas Ilmu Kesehatan yang akademis dan organisatoris," tegas Kiki, sapaan akrabnya.

Acara ini juga dihadiri sekretaris umum PC PMII Jombang, sahabat Irham Ali, Komisariat dan Rayon se-Jombang, juga Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang baru saja terpilih beberapa hari yang lalu. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Makam, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj beserta beserta beberapa pengurus lainn berkunjung ke Tiongkok mulai Senin (18/4). Rencananya, rombongan tersebut akan berada di negara tirai bambu selama satu minggu ke depan.

Pada hari pertama, rombongan tersebut tiba di Provinsi Beijing dan langsung disambut hangat Kepala Direktori Urusan Agama Pemerintah Tiongkok, Wung Zuoan. ?

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok

Sekretaris pribadi Kiai Said, Muhammad Sofwan menuturkan ihwal lawatan PBNU ke Tiongkok tersebut yaitu untuk memenuhi undangan dari komunitas muslim Tionghoa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Agenda ini (kunjungan ke Tiongkok) dalam rangka memenuhi undangan dari komunitas Muslim Tionghoa,” jelas Sofwan.

Di dalam sambutannya, Kiai Said menjelaskan bahwa hubungan Islam Tiongkok dan Indonesia sudah terjalin sejak lama. Baginya, Tiongkok merupakan salah satu negara yang berhasil mewarnai dunia Islam di Indonesia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai yang akrab disapa Kang Said mengatakan, kontak Islam Tiongkok dan Indonesia diawali saat panglima Cheng Ho datang ke Indonesia dan membawa pasukan muslim. “Kemudian Cheng Ho membangun kota Semarang (sebagai pusat peradaban Islam),” jelas Kang Said di hadapan komunitas Muslim Tiongkok Beijing.

Pengasuh Pesantren As-Tsaqofah tersebut menilai bahwa Muslim Tiongkok memiliki peran yang sangat penting terhadap penyebaran Islam di Indonesia. “(Muslim) China sangat penting perannya bagi Indonesia,” tegasnya.

Kang Said mengatakan bahwa antara Indonesia dan Tiongkok memiliki pandangan yang sama tentang Islam adalah agama yang damai dan ia mendorong agar Islam berkembang pesat di negara tersebut. “Model Islam seperti inilah yang harus kita jaga,” terangnya.

Munculnya ekstrimisme, imbuh Kang Said, harus terus diwaspadai meskipun jumlahnya kecil. Menurutnya, cara yang efektif untuk menghalang ideologi-ideologi radikal adalah dengan jalan pendidikan.? ?

Ia menyampaikan rasa duka cita terhadap konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah yang tidak kunjung selesai. Maka dari itu, ia menilai bahwa saling bertukar pandangan antarsesama muslim adalah sesuatu yang penting untuk menyamakan persepsi dan mewujudkan Islam yang damai, moderat, dan toleran. ?

Turut serta dalam lawatan ke Tiongkok tersebut Nyai Hj. Nurhayati Said (istri Kang Said), H Bina Suhendra (Bendahara Umum PBNU), Eman Suryaman (Ketua PBNU), Muhammad Said Aqil (Wasekjen PBNU), dan Muhammad Sofwan (sekretaris pribadi Kang Said). (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Bahtsul Masail, Amalan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 05 Desember 2017

Indonesia Mestinya Berdaulat di Bidang Budidaya Laut

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia Rokhmin Dahuri didaulat sebagai pembicara kunci dalam Konferensi Akuakultur Dunia yang dihelat di Ho Chi Minh City, Vietnam, Jumat (10/10). Ia menyampaikan potensi besar kekayaan kandungan laut Indonesia pada pertemuan dunia ini.

Kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Menteri Kelautan dan Perikanan di masa Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati itu mengatakan, Indonesia harus banyak berbenah. Segala bentuk program pemerintahan mestia diarahkan pada kedaulatan di bidang akuakultur. Sebab di negeri maritim terbesar di dunia ini menyimpan potensi luar biasa.

Indonesia Mestinya Berdaulat di Bidang Budidaya Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Mestinya Berdaulat di Bidang Budidaya Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Mestinya Berdaulat di Bidang Budidaya Laut

“Ide besar saya, mengingat permintaan dunia terhadap berbagai produk akuakultur seperti ikan, udang, kekerangan, kepiting, bahan farmasi, kosmetik, biofuel, dan perhiasan/mutiara sangat tinggi. Sementara Indonesia punya potensi produksi akuakultur terbesar di dunia sekira 60 juta ton per tahun,” kata Rokhmin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Saya ingin Indonesia mampu menjadi negara besar yang maju, sejahtera, dan berdaulat berbasis pada sektor akuakultur, Rokhmin berharap.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam konferensi itu Rokhmin mengusung tema “Indonesias Aquaculture Landscape.” Konferensi ini dihadiri 500 peserta terdiri dari pengusaha, peneliti, dosen, dan perwakilan pemerintah dari seluruh dunia. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Pesantren, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 26 November 2017

1.400 Orang Ikut Mudik Gratis Bareng NU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Memasuki waktu pendaftaran Mudik Bareng NU 2015 hari ini, kantor PBNU Kramat Raya Jakarta dipadati para calon pemudik yang ingin mendaftarkan diri. Dengan membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluraga (KK), mereka antri hingga berjam-jam demi bisa mengikuti program PBNU yang dikelola LTMNU dari tahun 2010 ini.

1.400 Orang Ikut Mudik Gratis Bareng NU (Sumber Gambar : Nu Online)
1.400 Orang Ikut Mudik Gratis Bareng NU (Sumber Gambar : Nu Online)

1.400 Orang Ikut Mudik Gratis Bareng NU

“Ada sebanyak 1.400 orang yang akan ikut mudik bersama NU, mereka sudah mendapatkan formulir pendaftaran yang akan ditukarkan dengan tiket tanggal 6 Juli mendatang,” ujar Koordinator Mudik Gratis, Mujahidin di sela-sela kesibukannya melayani calon pemudik, Rabu (1/7) di Kantor LTMNU lantai 4 Gedung PBNU Jakarta.

Mujahidin juga menerangkan, bahwa posko mudik berbasis masjid juga telah disediakan oleh pihaknya dengan menggandeng para Muharrik masjid. Dia menambahkan, para pemudik nanti akan dilayani sepenuhnya oleh para pengurus dan remaja masjid di posko tersebut.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen menuturkan, program mudik gratis ini akan terus digulirkan setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan mudik para perantau di Jakarta dan sekitarnya yang sebagian besar dari mereka adalah warga NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sudah tugas kami untuk melayani dan menyapa umat. Selain itu, program ini juga untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi angka kecelakaan mudik dari pemotor yang semakin bertambah setiap tahun,” terangnya.

PBNU telah menyediakan 30 armada bus dengan 30 kota tujuan, termasuk 2 bus khusus untuk karyawan PBNU.?

Adapun rincian kota tujuannya yaitu, Jawa Timur terdiri dari 13 kota tujuan, yakni Banyuwangi via Situbondo, Banyuwangi via Jember, Probolinggo via Pasuruan, Sumenep via Suramadu, Sampang via Suramadu, Surabaya-Bungurasih, Malang via Kediri-Blitar, Mojokerto via Ngawi-Jombang, Pacitan via Madiun-Ponorogo, Gresik via Lamongan, Tuban via Rembang, Blitar via Tulungagung, Bojonegoro via Cepu.

Jawa Tengah terdiri dari 12 kota tujuan, yakni Wonogiri via Sukoharjo, Solo via Salatiga, Yogyakarta, Purworejo via Kebumen, Magelang via Temanggung, Wonosobo via Banjarnegara, Purwokerto via Bumiayu, Rembang via Kudus, Jepara via Demak, Semarang via Kendal, Batang via Pekalongan, Tegal via Tol Cipali.

Sedangkan Jawa Barat, yakni Cilacap via Banjar-Ciamis, Kuningan via Majalengka, dan Cirebon via Indramayu, dan 2 bus karyawan khusus PBNU yaitu tujuan Surabaya via Gresik serta jurusan Madiun via Magetan. (Fathoni)

?

Foto: Suasana antrian calon pemudik di depan kantor LTMNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hari lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama diselenggarakan bersamaan dengan Harlah Ke-30 Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Sabtu (30/1/2016) malam di halaman Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta. Mengusung tema ‘Islam Nusantara Menjaga Aset Bangsa’, NU berkomitmen untuk senantiasa menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Komitmen ini terus digelorakan, karena NU melihat banyak gerakan dan paham yang cenderung mencerai-berai keutuhan bangsa yang sejak dahulu hingga kini terus dibangun oleh para ulama, khususnya ulama pesantren.

Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara

“Sinergi dan keselarasan antara agama nasionalisme hingga kini terjaga karena jasa dan perjuangan para ulama yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya.

Mbah Hasyim, lanjut Kang Said, beserta para ulama lain tidak mempunyai ambisi mendirikan khilafah seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama Timur Tengah hingga kini. Karena menurutnya, agama dan nasionalisme sangat bisa berjalan beriringan membangun bangsa yang satu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Tugas kita saat ini meneruskan perjuangan ulama-ulama NU dari rongrongan paham radikal berbaju agama yang justru ingin membuat Indonesia porak poranda seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah karena mengusung khilafah,” tegasnya.

Senada dengan Kang Said, Ketua PP PSNU Pagar Nusa KH Mimih Haeruman juga menegaskan, Pagar Nusa sebagai pagarnya ulama dan negara akan terus mengawal dan menjaga bangsa Indonesia dari berbagai ancaman. Ancaman yang dimaksud Ajengan Mimih, sapaan akrabnya, yakni dari tindakan terorisme dan paham radikal yang hingga kini terus membuat bangsa dunia menjadi resah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pagar Nusa yang berisi para pendekar berkomitmen selalu setia menjaga perdamaian bangsa Indonesia. Sebab itu, Pagar Nusa akan terus menerus bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan pengaderan para pendekar karena kami juga bagian dari NU,” tegasnya.

Peringatan harlah ini dimeriahkan oleh pagelaran wayang yang didalangi oleh Ki Enthus Susmono. Hadir dalam acara ini Kemendes PDTT Marwan Jafar, para pengurus PBNU, Marsudi Syuhud, Maksoem Mahfoedz, Ketua PP Fatayat NU Anggia Ermarini, Ketua LKKNU Idza Fauziyah, dan warga NU yang memadati halaman Gedung PBNU. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Pertandingan, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 25 November 2017

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar

Karanganyar,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Banser Anak Ranting Sulurejo dan santriwan-santriwati Pesantren al-Inshof mengikuti upacara bendera Madrasah Ibtidaiyah Salamah di Sulurejo Kalurahan Plesungan Kabupaten Karanganyar, Ahad, 17 Agustus 2014 pukul? 07.00 WIB.

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar

Upacara peringatan Kemerdekaan RI ke- 69 ini bertindak sebagai inspektur upacara Pengasuh Pesantren al-Inshof KH Abdullah Sa’ad. Sementara pemimpin upacara adalah komandan Banser Jarot. Sedangkan petugas lain dilakukan guru MI tersebut.

Meski bukan madrasah milik Ma’arif NU, namun pelajaran ke-NU-an, seni pencak silat Pagar Nusa, hingga seragam Batik Ma’arif merupakan ciri khusus madrasah ini. Begitu pula di pesantren al-Inshof mengajarkan materi ke-NU-an dan Pagar Nusa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Motivasi kami sederhana, mudah-mudahan seluruh guru dan siswa kami di sini dilihat dan diperhatikan Mbah Hasyim Asy’ari, lebih-lebih diakui sebagai murid dan jamaah beliau,” kata Arif Amani, Kepala MI Salamah.

Dalam kesempatan tersebut KH. Abdullah Sa’ad menyampaikan pentingnya untuk mensyukuri dan menjaga kemerdekaan sebagai sarana wajib untuk beribadah kepada Allah SWT. “Tanpa kemerdekaan, kita tidak akan mampu beribadah dengan tenang dan khusuk,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kemerdekaan masuk dalam kategori kaidah fiqh, Ma La yutimmul wajib illa bihi fahuwa wajib. Untuk para santri dan murid, ia berpesan, “Syababul yaum rijalul ghad, hari ini kalian murid, namun di masa depan kalian adalah pemimpin,” ungkapnya.

Menurut kiai yang baru berusia 33 tahun ini, pendidikan adalah kemampuan seseorang meletakkan dirinya pada tempatnya, pada posisi terbaik. Maka, kita harus menjadi murid terbaik, dengan amal terbaik, agar dapat membanggakan para guru, para pendahulu, dan Rasulullah SAW.

Pada ujung amanat, ia mengisahkan seorang ulama besar KH Hasan Besari yang berjuang bersama Pangeran Diponegoro. Suatu hari, Pangeran Diponegoro berkirim surat kepada KH. Hasan Besari mengajak memerdekakan daerah Kedu dan sekitarnya dengan tujuan untuk menggelar dan menegakkan agama Allah dan Rasulullah.

“Jadi kita merdeka, bukan semata untuk menyelamatkan kekayaan alam kita dari kolonial. Bukan! Namun tujuan utama yang diajarkan para kiai adalah untuk menggelar agama Rasulullah saw.” tegasnya.

Di akhir upacara seluruh santri menyanyikan Lirik Cinta Tanah Air gubahan Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan diiringi rebana. “Merah putih melekat di dada. Disinari pancaran imannya. Di manapun Ia berada. Tetap cinta Indonesia .... Tetap Cinta Indonesia ...”.

Lantunan syair para santri dengan segala gerak-geriknya menjadi hal yang menarik bagi murid-murid MI Salamah. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Fragmen, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 18 November 2017

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro

Syahdan, setelah Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda, beberapa sisa pasukannya menyebar ke berbagai penjuru. Diantaranya ada yang mengungsi ke wilayah Holing (Bahasa Cina), dalam bahasa jawa disebut Keling-Kalong. Ratusan pasukan tersebut dipimpin oleh Ki Ageng Gombol.

“Mbah Gombol, nama aslinya KH Hambali,” terang Riza Baihaqi, salah satu warga setempat, Sabtu lalu (6/7).

Di papan besar yang dipasang di dekat makam, tertulis bahwa Mbah Gombol berasal dari Bagelan Purworejo. Dia adalah penasehat Pangeran Diponegoro dan ahli strategi perang gerilya. Bersama ratusan pasukannya ia berjuang melawan Belanda.

Ki Ageng Gombol yang dikejar oleh pasukan Kompeni Belanda, akhirnya sampai di wilayah Holing. Di tempat itu, mereka kemudian membuka sebuah padepokan. Daerah yang sebagian besar masih berupa rawa-rawa seluas + 2 hektar  itu kemudian dikeringkan.

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro

Selang beberapa bulan kemudian, tanah yang sudah kering dapat digunakan untuk membangun rumah dan berladang. Kemudian oleh Ki Ageng Gombol, tempat yang semula bernama Penatus itu diganti dengan nama Pekajangan, dinamakan seperti itu karena di daerah tersebut banyak ditumbuhi Pohon Kajang. Daerah ini sampai sekarang masuk dalam wilayah Kelurahan Pekajangan, Kedungwuni, Kab. Pekalongan.

Padepokan itu kemudian digunakan untuk tempat ibadah lima waktu dan ilmu kaweruh (santapan rohani) yang dipimpin oleh beberapa orang guru ngaji. Diantaranya ada yang dikenal dengan nama Raden Sitojoyo (Sutojoyo), Raden Gondang Winangun dan juga Raden Suryo Mentaram. Begitu pula dengan kesenian wayang kulit yang juga di uri-uri, juga ilmu silat dan ilmu kanuragan.

Tahun 1840 Masehi bulan Dzulhijah, Ki Ageng Gombol wafat. Beliau dimakamkan di dekat padepokan. Makamnya sempat terlupakan, karena seiring bergantinya generasi. Namun, setahun silam makam tersebut ditemukan kembali oleh tim dari Pesantren Nurul Huda Sragen. Makamnya kemudian dipindahkan di dekat makam lama, bersama dua pengikutnya, yakni Kiai Ageng Basyari (Mbah Sor Pring) dan Raden Mas Suryomentaram.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Setiap malam Jum’at Kliwon, biasanya di makam diadakan pengajian dan banyak peziarah datang” ungkap Baihaqi, yang mengaku masih termasuk keturunan Mbah Gombol itu. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pendidikan, Bahtsul Masail, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 16 November 2017

Akhir Desember, PWNU Jatim Bedah Buku Khazanah Aswaja

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur awal bulan Desember lalu menerbitkan buku berjudul Khazanah Aswaja. Buku ini akan menjadi pedoman warga NU. Sejak pertama terbit baru kali ini akan diadakan bedah buku oleh Aswaja NU Center PWNU Jatim pada 25 Desember 2016.

"Bedah buku nantinya akan dikonsep untuk umum dan gratis. Kami juga akan mengundang semua cabang Aswaja NU Center se-Jatim untuk rapat koordinasi setelah acara bedah buku," kata Ketua Panitia Bedah Buku Wahyu.

Akhir Desember, PWNU Jatim Bedah Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Desember, PWNU Jatim Bedah Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Desember, PWNU Jatim Bedah Buku Khazanah Aswaja

Acara akan dilaksanakan di ruang Kertoraharjo, Gedung PWNU Jatim di Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 9 Surabaya. Fasilitas yang diterima oleh peserta di antaranya snack dan soft drink. "Selain itu ada diskon khusus selama acara berlangsung," kata Wahyu saat ditemui setelah rapat koordinasi dengan seluruh panitia (20/12).

Buku ini menjelaskan secara lengkap ajaran Aswaja mulai dari Mafahim Aswaja, Aqidah Aswaja, fikih Aswaja, tasawuf Aswaja, dan kelompok aliran dalam sejarah umat Islam. "Buku kedua ini ditulis oleh tim yang diketuai KH Abdurrahman Navis," kata pria yang juga koordinator Uswah Aswaja Center PWNU Jatim ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bedah buku ini dilaksanakan agar warga NU kembali menguatkan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah. "Pemahaman tentang ke-Aswajaan akan disampaikan oleh KH Abdurrahman Navis dan pembanding dari bedah buku adalah Ketua LP Maarif NU Jatim Prof Abdul Haris," jelas Wahyu.

Pendaftaran sudah dibuka hingga hari H. Pendaftaran bisa dilakukan melalui http://s.id/aswajanucenter atau bisa menghubungi nomer 081553001926 atau 085768154629 (Wahyu). (Rof Maulana/Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Hikmah, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 13 November 2017

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Bekerja sama dengan LAZIS Nusantara, lembaga Sciena Madani menyalurkan santunan kepada anak yatim di aula masjid Itikaf Ar-Rasyid Banjardowo, Genuk, Semarang, Ahad (20/7) malam. Ustadz MH Humaidi memandu jalannya talk show dalam acara penyaluran santunan ini.

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim

Menurut pengasuh Sciena Madani Lukni Maulana, penyerahan santunan ini merupakan upaya kecil pendidikan rohani di bulan Ramadhan. Karena, Ramadhan merupakan waktu belajar paling baik akan nilai-nilai pendidikan.

“Ramadhan merupakan bulan kasih dan sayangnya, bulan pendidikan. Salah satu bentuknya, kita dituntut untuk saling berbagi,” tutur Lukni yang juga ketua pengurus masjid Iktikaf Ar-Rasyid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam talk show, MH Humaidi menegaskan pernyataan Lukni. Ramadhan menjelang akhir ini, Humaidi menekankan, waktunya untuk saling mengeluarkan dan memberi. Salah satunya mengeluarkan zakat mal, bukan mengeluarkan uang belanja ke mall.

“Kita dituntut tidak hanya sekadar berbagi tapi mamahami makna yang terkandung dalam berbagi itu. Seperti berbagi kepada anak yatim saat ini. Rasulullah SAW terlahir dalam kondisi yatim, karenanya ia sangat mencintai anak-anak yatim. Di situlah tumbuh rasa cinta dan sayang dalam hal berbagi,” jelasnya. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Makam, Internasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 05 November 2017

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Nyai Nur Hidayah Idris kembali terpilih untuk memimpin Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surakarta masa khidmah 2015-2020, setelah melalui tahap pemungutan suara pemilihan ketua pada acara Konfercab Muslimat NU Kota Surakarta di Hotel Aziza, Ahad (9/8).

Pada proses voting pemilihan ketua, Nyai Idris memperoleh 28 suara, unggul 1 suara dari calon ketua lainnya, Nyai Sehah Walafiah.

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo

Hasil ini berarti mengantarkan istri KH Idris Shofawi itu, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, dipercaya untuk memimpin para ibu Muslimat NU di Kota Bengawan tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Usai terpilih, Nyai Nur menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan akan bersama mengabdi dan berbakti untuk NU. “Jabatan tidaklah penting, yang penting kita bersama-sama tetap bisa memperbaiki diri, berbakti, dan mengabdi untuk NU,” ujarnya.

Pada kepengurusan sebelumnya, Muslimat NU di Kota Solo telah mengadakan berbagai kegiatan antara lain kegiatan rutin pengajian, pelatihan kursus menjahit, penyuluhan kesehatan dan lain sebagainya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kegiatan Konfercab kali ini, turut hadir beberapa perwakilan dari pengurus PC Muslimat NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Nahdlatul, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 04 November 2017

PBNU-OJK Teken MoU 3 Sektor Pengembangan Jasa Keuangan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengurus Besar nahdlatul Ulama (PBNU) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU), Senin (29/2/2016) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta terkait layanan jasa keuangan di tiga sektor. Tiga sektor tersebut antara lain pengembangan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi keuangan, dan pengembangan lembaga mikro syariah.

PBNU-OJK Teken MoU 3 Sektor Pengembangan Jasa Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU-OJK Teken MoU 3 Sektor Pengembangan Jasa Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU-OJK Teken MoU 3 Sektor Pengembangan Jasa Keuangan

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Haddad di hadapan para pengurus PBNU dan pejabat yang memadati ruang pertemuan.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat membantu pengambangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat untuk mencerdaskan keidupan bangsa melalui pengembangan tiga sektor tersebut.?

“Kerja sama ini juga untuk mengembangkan keuangan inklusif (financial inclusion) berbasis masjid, pondok pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan lain di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujar Muliaman D Haddad.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adapun ruang lingkup kerja sama dalam nota kesepahaman ini adalah pelaksanaan koordninasi teknis meliputi:

1. Sosialisasi dan literasi produk dan layanan keuangan;

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

2. Peningkatan akses dan distribusi produk-produk keuangan;

3. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor jasa keuangan;

4. Asistensi perizinan LKM syariah; dan

5. Pengembangan jasa keuangan syariah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, dan pengurus PBNU lain. Adapun dari OJK Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Haddad dan jajaran pejabat OJK lain. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 02 November 2017

Empat Pesantren akan Beradu Kuat di Semifinal LSN Jatim I

Ponorogo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Empat pesantren dari 8 tim yang berlaga pada babak Perempat Final Liga Santri Nusantara (LSN) dan Piala Bupati Ponorogo U-18, satu persatu harus pulang terlebih dahulu meninggalkan Kota Reog Ponorogo. Mereka harus puas hanya bermain di babak 8 besar.

Empat Pesantren akan Beradu Kuat di Semifinal LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Pesantren akan Beradu Kuat di Semifinal LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Pesantren akan Beradu Kuat di Semifinal LSN Jatim I

Keempat pesantren yang harus pulang itu adalah kesebelasan Al Basyariyah Madiun, kesebelasan Cokrokertopati Takeran Magetan, kesebelasan Arridwan Trenggalek, dan kesebelasan Al Basmalah Madiun.

Pada laga yang dihelat di hari keempat ini (28/8), tim tuan rumah yaitu skuat Darul Huda Mayak Ponorogo masih menjadi tim yang patut diperhitungkan setelah mengalahkan skuat Albasyariyah Madiun dengan skor akhir 2-1.?

Kesebelasan Cokrokertopati Takeran yang digadang-gadang mewakili Kabupaten Magetan lolos ke babak Semifinal ternyata harus tunduk pada kesebelasan Tarbiyatun Nasyiin Madiun dengan skor 0-2.

Kesebelasan Al Hidayah menjadi satu-satunya tim yang mewakili Kabupaten Ngawi lolos ke babak semifinal setelah berhasil mencukur habis kesebelasan Arridwan Trenggalek dengan skor 4-0 tanpa balas. Kesebelasan Wisma Wisnu harus memulangkan kesebelasan Al Basmalah, yang sama-sama berasal dari Madiun dengan skor akhir 3-0.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari hasil pertandingan babak Perempat Final LSN Jawa Timur I, praktis tinggal empat pesantren yang akan beradu kuat pada laga Semifinal yang akan dihelat Senin (29/8) pada pukul 15.00.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di Stadion Batoro Katong, akan berlaga antara kesebelasan Darul Huda Mayak Ponorogo kontra kesebelasan Tarbiyatun Nasyiin Madiun. Sementara di Lapangan Seblabur Setono akan mempertemukan skuat Al Hidayah Ngawi dengan skuat Wisma Wisnu Madiun.?

Joko, Sekretaris pertandingan LSN Jawa Timur I memprediksi pertandingan pada babak semifinal ini akan berlangsung ketat, sebab keempat tim akan memperebutkan tiket untuk berlaga di babak Final seri region.?

Kesebelasan Darul Huda Mayak Ponorogo, kata Joko, ? memiliki gengsi yang sangat besar, sebab mereka merupakan tim tuan rumah. Sementara kesebelasan Tarbiyatun Nasyiin juga memiliki rekam yang bagus dalam permainanya

“Al Hidayah Ngawi memiliki semangat tinggi sebab tahun lalu harus pulang di babak penyisihan, dan Wisma Wisnu Madiun juga memiliki kepercayaan diri yang besar untuk lolos ke babak final. Jadi pertandingan besok akan menarik sekali,” pungasnya. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 29 Oktober 2017

Khofifah Targetkan Tutup 100 Lokalisasi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menteri Sosial, Khofifah Parawansa, mengatakan, masih ada 100 titik lokalisasi yang akan ditutup, sehingga target pemerintah Indonesia bebas lokalisasi pada 2019.

Khofifah Targetkan Tutup 100 Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Targetkan Tutup 100 Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Targetkan Tutup 100 Lokalisasi

"Kementerian Sosial dengan berbagai pihak terkait, telah menutup 68 lokalisasi prostitusi dari jumlah 168 yang ada. Hingga 2019, pemerintah menargetkan seluruh Indonesia bebas dari lokalisasi prostitusi," kata dia, di sela peninjauan Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulya Jaya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin.

Lebih lanjut dia mengatakan, dia sudah mendapatkan surat dari wali kota Mojokerto yang sudah siap menutup lokalisasi.

"Satu-satunya lokalisasi yang tersisa di Jawa Timur adalah di Mojokerto, dan saat ini sudah ada persiapan untuk penutupan," ucapnya.

Saat ini jumlah lokalisasi terbanyak berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Yang paling terkini adalah persiapan penutupan lokalisasi Kalijodo, di Jakarta Utara. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Makam, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 19 Oktober 2017

Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia

Dalam kitab Irsyâdul Ibâd dikisahkan, suatu hari seorang laki-laki menjamu Sufyan ats-Tauri dan kawan-kawannya. Lantas ia berkata kepada istrinya, "Berikanlah hidangan padaku hidangan yang kamu bawa dari haji yang kedua, bukan haji yang pertama."

Orang yang cermat akan segera tahu, pesan apa di balik lelaki itu berkata demikian. Si lelaki di satu sisi sedang memerintahkan sang istri menyuguhkan hidangan, tapi di sisi lain sekaligus memamerkan ke orang-orang di sekitarnya bahwa ia telah berhaji dua kali.

Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia

Dalam ilmu balaghah, laki-laki ini memang sedang melontarkan kalam insya (thalabi), yakni berupa perintah kepada istrinya, namun di saat bersamaan terkandung maksud terselubung mengungkapkan kalam khabar (informasi) tentang prestasi ibadah kepada para tamunya. Secara tersurat memerintah, tapi secara tersirat memamerkan sebuah kebanggaan.

Lalu, apa respon Sufyan at-Tsauri terhadap lelaki yang pamer itu?

"Sungguh kasihan orang ini. Dengan perkataannya itu dia telah menghapus pahala dua hajinya. Semoga Allah menyelamatkan kita dari riya," kata ulama alim dan zuhud yang wafat pada 778 M ini.

Pernah suatu kali Rasulullah menerima pertanyaan dari seorang laki-laki yang datang kepada beliau, "Apa itu keselamatan pada hari esok (hari Kiamat)?"

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Ketika kamu tidak menipu Allah," jawab Rasulullah.

"Bagaimana kita menipu Allah?"

"Yaitu ketika kamu menunaikan perintah Allah dan rasul-Nya namun kamu bertujuan untuk selain ridha Allah. Berhati-hatilah dari riya karena sesungguhnya ia termasuk kategori syirik kepada Allah," balas Nabi lagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Demikian disampaikan dalam hadits riwayat Adz-Dzahabi. Hadits ini melanjutkan sabda Nabi bahwa kelak di hari Kiamat orang-orang riya dipanggil di hadapan orang banyak dengan empat nama: "wahai orang kafir", "wahai orang durhaka (fâjir)", "wahai orang cedera (ghâdir)", dan "wahai orang merugi (khâsir)".

Perbuatan orang riya tersebut, jelas Nabi, sesat dan pahalanya pun musnah, sehingga ia tak memiliki bagian apa-apa di hari Kiamat. Selanjutnya diseru kepadanya, "Ambillah pahala dari orang-orang yang menjadi tujuan amalmu, wahai penipu diri sendiri." 

Dalam kitab Irsyâdul ‘Ibâd pula diceritakan bahwa seorang imam ditanya tentang siapa orang yang disebut ikhlas. Ia jawab, "Orang yang merahasiakan kebaikannya sebagaimana menyimpan kejahatannya."

Wallahu alam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 07 Oktober 2017

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Bahasa adalah jembatan kompetisi. Demikian salah satu entri poin bagi SMK Ma’arif 5 Gombong, Kebumen, Jawa Tengah ketika menyiapkan peserta didiknya dalam memenangkan kompetisi global.?

Alasan itulah yang mendasari SMK Ma’arif 5 Gombong mengadakan Mastering Sistem, yakni pengajaran secara intensif materi pelajaran Bahasa Inggris untuk seluruh siswa SMK Ma’arif 5 Gombong.

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris

Hal tesebut diungkapkan Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong, Ahmad Sobirin, Selasa (1/11) siang di Kantor Redaksi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Jakarta.

“Kegiatan Mastering Sistem bekerjasama dengan tutor Bahasa Inggris dari Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan selama sebulan yaitu dari 27 Oktober sampai 23 November mendatang,” terang Sobirin.

Ia menambahkan ada empat orang tutor dari Kampung Inggris Pare yang diterjunkan melatih para siswa di sekolah yang terletak di pinggiran Kota Gombong, berjarak 22 kilometer dari pusat Kota Kebumen itu. Ada pun jumlah siswa adalah sebanyak 487 dari empat jurusan..

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“SMK Maarif 5 Gombong memiliki 4 program studi atau jurusan yaitu Akuntansi, Administrasi Perkantoran/Sekretaris, Teknik Kendaraan Ringan, dan Multimedia. Semua siswa jurusan itu kami libatkan. Kami ingin menambah skill mereka dalam berbahasa Inggris dengan metodologi yang berbeda, tidak sekadar teori, namun lebih ditekankan ke conversation,” kata aktivis NU yang juga menjabat Wakil Ketua MWCNU Gombong Bidang Pengkaderan.

Menurut Sobirin, dengan metode conversation, siswa diajak langsung berbicara dalam bahasa Inggris. Pemberian pengetahuan grammar dan kosa kata, dilakukan di sela-sela atau mengiringi saat metode conversation.

“Jadi metode tersebut akan menumbuhkan keberanian dan kepercaayaan diri para siswa dalam berahasa Inggris,” tutur Sobirin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kegiatan Mastering Sistem terbagi dalam beberapa waktu. Untuk siang hari, pelatihan diberikan dari pukul 13.00 hingga 17.00, terbagi dalam dua termin atau sesi. Sesi pertama pukul 13.00-15.00. Dan sesi kedua pukul 15.00-17.00.?

“Kami juga memiliki siswa yang mukim karena SMK Ma’arif 5 termasuk SMK berbasis komunitas pesantren. Jadi kami ada Pondok Pesantren Annahdiyah 5 Gombong. Untuk siswa yang mukim, pelatihan dan praktik Bahasa Inggris ditambahkan pada jam delapan sampai sepuluh malam. Juga ada sesi pagi yaitu dari jam empat sampai enam pagi,” kata Sobirin.

SMK Ma’arif 5 Gombong berdiri pada 17 Mei 1999. Terletak di Jalan Lingkar Selatan 32 Desa Patemon, SMK Ma’arif 5 Gombong memiliki akreditasi ISO 9001 2008. Sejak April 2016, sekolah ini menempati lokasi yang merupakan aset PBNU. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 06 Oktober 2017

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri no 8 dan no 9 tahun 2006 terkait dengan pendirian rumah ibadah layak direvisi mengingat usianya yang sudah lama dan munculnya berbagai persoalan di lapangan.

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

“Yang penting obyektif dan untuk kemaslahatan bersama dan untuk memperkuat bangsa ini, untuk membangun sebuah peradaban,” katanya di gedung PBNU, Rabu (21/10).

Soal revisi sebuah aturan hal ini menurutnya adalah sesuatu yang lumrah. “Fikih saja dinamis, satu imam saja ada koul kodim (pendapat terdahulu) dan koul jadid (pendapat belakangan),” paparnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa soal pembuatan aturan saja tidak cukup. Dalam hal ini pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sekecil apapun konfliknya, suku, agama, politik atau konflik yang lain, harus segera hadir di situ. Jangan kalau sudah terjadi baru datang. Perlu ada pembinaan, pencerahan, ada upaya senyap, bukan setelah kejadian baru ramai,” tandasnya.?

Ia mencontohkan, seperti kejadian di Singkil, gejala sudah ada, tetapi aparat keamanan tidak tanggap sampai akhirnya meletus dan menjadi problem sosial.?

Bagi para tokoh agama, ia berharap ? agar umat diberi pencerahan tentang pentingnya penghormatan terhadap agama lain sehingga saling menghormati dan menghargai yang akhirnya akan menghasilkan kedamaian dalam masyarakat. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Pesantren, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock