Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur, Slamet Budiono mengimbau kepada warga Nahdliyin yang ada di Sidoarjo khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk senantiasa berkoordinasi dengan Banser dalam menjaga keamanan selama mudik lebaran.

"Warga Nahdlatul Ulama silahkan meminta bantuan atau kerjasama dengan Banser untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan selama Hari Raya Idul Fitri 1437 H," himbau Slamet, Sabtu (2/7).

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan

Slamet mengemukakan, selama lebaran hingga H+3, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur, mendirikan posko yang diberi nama posko Banser. Posko tersebut berada di setiap 18 PAC/Satkoryon se-Sidoarjo.

Tak hanya lebaran saja, sambung Slamet, posko tersebut sebetulnya sudah ada sejak bulan Ramadhan dan dibuka setelah sholat Tarawih hingga saat sahur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Di dalam posko itu ada sekitar 50-100 personil yang bertugas secara bergantian. Selain di posko, anggota juga ikut patroli bersama Polisi dan Satpol PP ke tempat-tempat yang dianggap rawan," kata Slamet.

Sementara itu menurut Sekretaris PC GP Ansor Sidoarjo, H Riza Ali Faizin, selama melakukan mudik ke kampung halaman, warga Nahdliyin diminta untuk tetap berhati-hati.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Semoga selamat sampai ke tempat tujuan," pesan H Riza. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 16 Februari 2018

Ajarkan Kemandirian, Ansor Latih Kader Tanam Buah Naga

Penajam, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. PP GP Ansor bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja kembali melakukan pelatihan pada pemuda di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, 27-31 Maret bertempat di Balai Pelatihan Pertanian Penajam Paser Utara.?

Kali ini fokus pada pelatihan pengembangan budidaya tanaman buah naga yang memang menjadi tanaman andalan Kabupaten Penajam Paser Utara selain perkebunan sawit dan tambang. Demikian rilis yang dikirimkan oleh panitia kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.?

Ajarkan Kemandirian, Ansor Latih Kader Tanam Buah Naga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Kemandirian, Ansor Latih Kader Tanam Buah Naga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Kemandirian, Ansor Latih Kader Tanam Buah Naga

Potensi pertanian yang begitu besar di Kalimantan Timur sementara ini belum tergarap maksimal, Dan hal ini yang melandasi PP GP Ansor dan Kementerian Tenaga Kerja untuk fokus melakukan pelatihan-pelatihan pada pemuda di semua sektor guna menciptakan wirausahawan-wirausahawan muda yang mandiri seperti yang diharapkan oleh pemerintah.

?

Demikia dikatakan ketua Bidang Pertanian, Kedaulatan Pangan dan ESDM, PP GP Ansor, H Adhe Musa Said,

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pelatihan ini diikuti oleh 100 lebih kader GP Ansor se-Kalimantan Timur selama 4 Hari, dari mulai menanam sampai praktek pengolahan buah naga hingga menjadi makanan siap saji, seperti puding buah naga dan brownies buah naga. “Kita akan kembangkan terus potensi yang ada di kalangan pemuda se-Indonesia khususnya GP Ansor,” kata Adhe.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal senada juga dikatakan oleh Fajri Al Farobi sebagai ketua PW GP Ansor Kalimantan Timur.

Pelatihan ini juga di Hadiri oleh H ? Risman S Manik dari Balai Besar Peningkatan Produktivitas BBPP Kementerian Tenaga Kerja.

“Kita berharap kerjasama dengan GP Ansor bisa berjalan terus-menerus untuk bersama-sama membangun wirausahawan-wirausahawan muda yang mandiri di seluruh Indonesia. Saatnya para pemuda menjadi pengusaha dalam sektor apapun. Saatnya kita bangkit bersama melalui usaha-usaha yang dibangun dari rakyat,” kata Risman. ?

Adhe Musa Said menegaskan bahwa agenda pelatihan ini akan terus dipantau dan dikontrol sampai terbangun kelompok-kelompok usaha yang mandiri di kalangan pemuda yang menjadi binaan GP Ansor sesuai dengan visi misi GP Ansor dan arahan Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas untuk terus membangun kemandirian ekonomi kader sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pesantren, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 14 Februari 2018

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi

Oleh: KH  Imam Jazuli MA*

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya! Begitu kata Bung Karno, pada pidatonya di hari pahlawan 10 November 1961.

Dan, mengenang riwayat perjuangan anak bangsa, terutama saat-saat peran pemuda begitu dominan dan sentral untuk sebuah nasionalisme; merebut atau mempertahankan kemerdekaan dengan caranya sendiri dan demi nilai agama sekaligus. 

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi

Maka, kita tentu tak boleh lupa atau alpa pada riwayat apa dan bagaimana Ansor, sebagai barisan pemuda pesantren-islam tradisional itu berdiri dan lahir, dan pada masanya sangat dibutuhkan ketika republik yang kita cintai ini  baru merangkak dan belajar berdiri. 

Ansor yang sering disebut sebagai anak rahim dari NU (Nahdlatul Ulama) bahkan secara de jure sudah terlahir lebih dulu sebelum NU berdiri. Tahun 1924, ketika organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, Jong Celebes mencuat, anak-anak muda yang terdiri dari santri pesantren dan langgar atau masjid mendirikan organisasi kepemudaan bernama: Syubbanul Wathan yang berarti Pemuda Tanah Air yang berdiri di bawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah dan dipimpin oleh Abdullah Ubaid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Perkembangan selanjutnya Subbanul Wathan semakin banyak diminati dan mendapatkan tempat di hati pemuda, saat itulah situasi konflik internal terjadi; antara tokoh-muda tradisional (KH. Abdul Wahab Hasbullah) dan tokoh muda-modernis (KH. Mas Mansyur) yang sama sama berada di tubuh Nahdlatul Wathan. Perbedaan itu muncul dalam cita-cita yang sama-sama mulia, yaitu bagaimana sebaiknya membina kader mubalig dan kemana idiologi mereka arahkan?. Perbedaan ini akhirnya melahirkan arus gerakan yang berbeda dalam mendirikan organisasi kepemudaan. KH. Wahab membawa gerbong cikal bakal Ansor, sementara Mas Mansyur kemudian kelak dikenal sebagai pioner dari Pandu Hisbul Wathan (Muhammadiyah). 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari gagasan KH. Wahab tersebut, secara kongkrit dilanjutkan oleh kader Abdullah Ubaid dan Thohir Bakri pada tahun 1930 dengan nama Nahdlatus Subban (Kebangkitan Pemuda), yang dipimpin oleh Umar Burhan. Abdullah Ubaid kemudian mendirikan organisasi pemuda yang lebih luas yaitu persatuan pemuda Nahdlatul Oelama (PPNO) dan tahun 1934 namanya disempurnakan menjadi Ansor Nahdlotul Oelama (ANO), sebagai bagian dari NU pada Muktamar ke 9 di bayuwangi 21-26 April 1934. Selanjutnya, melalui kongres I tahun 1936, Kongres II Tahun 1937 dan Kongres III tahun 1938 memutuskan ANO mengadakan barisan berseragam yang diberi nama Banoe (Barisan Nahdlatul Oelama). Dari perkembangan-perkembangan yang terjadi inilah maka ANO kemudian menjadi Gerakan Pemuda Ansor dan Banoe menjadi Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat dengan Banser.

Peran Kongkrit Membela Negara

Meski kedua prototipe gerakan tersebut (Subbanul Wathan dan Pandu Hizbul Wathan) sering berbeda haluan, namun menurut catatan Prof. Anthony Ried, ada saat-saat yang mengharukan, dimana kedua gerakan pemuda itu dalam satu barisan, yaitu ketika  KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1944 berfatwa, untuk antara lain mengharamkan pribumi yang muslim menyanyikan lagu kebangsaan “Kimigayo”, dan mengibarkan bendera Hinomaru serta segala bentuk Niponisasi (serba Jepang). Hari berikutnya, dua gerakan pemuda itu, tidak sekedar mengikuti fatwa Kiyai Hasyim, tetapi saling bahu-membahu memerangi kolonialisme Jepang yang sangat kejam. KH. Hasyim bersama KH. Wahab Hasbullah kemudian secara sembunyi-sembunyi mencoba menyatukan dua gerakan anak muda itu dalam kelompok Laskar Hizbullah yang dikomandani Mahfudz Shidiq dan untuk yang tua-tua dalam barisan Laskar Sabilillah yang diketuai oleh KH. Abdul Kholik (Putra KH. Hasyim Asyari). (Anthony Ried. 1974. The Indonesian National Revolution, 1945-1950, Connectitud: GrPenwood Press)

Menariknya, meskipun pada akhirnya jumlah Pandu Hizbul Wathan (Muhammadiyah) tak begitu signifikan yang masuk dalam barisan pasukan Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah ini, tetapi usaha menyatukan sudah dicoba dilakukan dengan arif oleh KH. Hasyim Asyari, dan secara mengagetkan, segera saja, pasukan dari kalangan Islam tradisionalis ini jauh lebih banyak daripada pasukan resmi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Bahkan untuk menghadapi Perang Pasifik, kalangan Nasionalis dalam Hokokai pada bulan Agustus 1944, di seluruh Nusantara baru mempunyai anggota sekitar 80.000 pemuda di dalam unit para militernya dengan nama barisan Pelopor dengan komando Soekarno dan Hatta, dan organisasi PETA punya barisan perang dengan jumlah yang sama dengan Pelopor, yaitu sekitar 80.000 pemuda yang terdiri dari tentara dan kaum buruh tani, dengan komando Jenderal Sudirman dan Jenderal A. H. Nasution.

Sedangkan Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah yang anggotanya terdiri dari para santri, kaum muslim tradisionalis pedesaan di berbagai wilayah dan daerah dengan anggota di setiap wilayah sekitar 50.000 yang terpencar di kepulauan Nusantara, semuanya mencapai sekitar 500.0000. Jumlah tersebut tiap hari kian meledak, pemuda-pemuda desa  yang berumur sekitar delapan belas tahun sampai duapuluh tahun dengan antusias tergabung, dan  mengikuti pelatihan pusat di Malang. Dari semangat anak muda inilah, kelak kemerdekaan benar-benar terwujud. 

Setelah revolusi fisik (1945-1949) mereda. Tokoh Laskar Hizbullah dari barisan ANO Surabaya Moh. Chusaini Tiway, melegalkan ANO dengan Bansernya secara formal setelah sempat dibekukan oleh pihak Jepang. Ide tersebut mendapat sambutan positif dari KH. wahid Hasyim Menteri agama RIS kala itu, maka pada tanggal 19 desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO, dan secara de facto diakui dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor). 

Tentang Sepenggal Nama

Ansor Nahdlatul Oelama (ANO), adalah nama atas saran KH. Abdul Wahab. Nama ini menurutnya diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad Saw. kepada penduduk Madinah (kaum Ansorin) yang telah berjasa dalam membela dan ikut serta dalam perjuangan dan menegakan agama kaum muhajirin (Islam). Pengorbanan lahir maupun batin, mereka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membentengi perjuangan Islam. Kaum Ansor, berarti kaum asli pribumi, yang tak boleh meninggalkan karakter dan tradisi-tradisi arifnya, tetapi juga harus mau merima yang baik dari luar, yaitu dari kaum muhajirin (Makkah). Diktum ini kemudian dikenal luas oleh Nahdliyin dengan al-muhafadzah ala qadim as-shalih wal-akhdzu bil jadid al-ashlah (menjaga tradisi yang baik, dan mengambil baru yang baik). 

Dengan demikian ANO diharapkan dapat mengambil hikmahnya serta tauladan terhadap sikap, prilaku dan semangat perjuangan serta kiprah sahabat nabi dan yang dapat predikat Ansor tersebut. Yakni sebagai penolong perjuangan dan bahkan pelopor dalam menyiapkan gebrakan dan pembentengan kekuatan islam. Inilah komitmen yang sejak awal diperlihatkan anggota ANO (GP. Ansor), misalnya dalam kasus G. 30 SPKI, dan lain sebagainya.

GP. Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikian rupa, bahkan mungkin menjadi organisasi kemasyarakatan yang berbasis pemuda terbesar di Indonesia, dan memiliki watak mecintai tradisi dan bervisi keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 cabang (tingkat kabupaten/kota) di bawah koordinasi 32 pengurus wilayah (tingkat provinsi ). Ditambah dengan kemampuan pengelola keanggotaan khusus BANSER (barisan Ansor serbaguna) yang memiliki kemampuan dan kualitas kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Barangkali tantangan GP. Ansor yang paling kongkrit saat ini dan ke depan adalah ’berperang’ menyelamatkan negeri dengan cara ”meneguhkan kebinekaan dan mengentaskan kemiskinan” dari jarahan para koruptor yang semakin membudaya di kalangan  birokrat! Selamat ultah Ansor yang ke 78, yang saat ini dirayakan di Solo (dengan rencana dibuka oleh Presiden RI), mulai tanggal 13-18 Juli 2012. Semoga terus eksis dalam setiap episode sejarah perjuangan bangsa dan tetap menepati posisi dan peran yang strategis dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional. Amin

Jakarta, 10  Juli 2012

* Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabitah Maahid Islamiyah -Asosiasi Pesantren se-Indonesia- (PP RMI)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Setelah merebut juara pertama pada Lomba Kompetisi Kepala Madrasah Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 18 hingga 21 Agustus 2016 lalu, akhirnya Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maslakul Huda Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil melaju ke tingkat nasional.

"Alhamdulillah, lomba tingkat provinsi yang diselenggarakan di Hotel Grand Wahid Salatiga pada Agustus kemarin saya keluar sebagai juara pertama. Ini membuka harapan bagi saya untuk mewakili warga NU, Kabupaten Rembang, dan Provinsi Jawa Tengah di ajang nasional," terang Sumardi yang merupakan Wakil Sekretaris NU Cabang Lasem tersebut.

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional

Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini sebagai upaya memacu tingkat pengembangan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di tingkat Madrasah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sumardi yang juga merupakan Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Cabang Lasem ini berharap, nantinya dalam tingkat nasional dapat memberikan yang terbaik bagi warga NU, dapat mengangkat Kabupaten Rembang dan Provinsi Jawa Tengah di tingkat nasional.

"Tentunya semua itu dapat terwujud atas restu para kiai, doa dari para saudara, dan dukungan dari semua pihak, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi," terangnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Senin (5/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk saat ini, ia mempersiapan pengumpulan data portofolio dan karya ilmiah. Selain itu juga selalu giat dalam belajar tentang dunia pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan presentasi nanti dalam lomba tingkat nasional. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, Khutbah, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengasuh Pondok Pesantren Chusnaini desa Klopo Sepuluh Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, KH Abdi Manaf wafat. Kiai Manaf menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.45 WIB di rumah sakit Darmo Surabaya, Kamis (9/7) dini hari.

Kiai kharismatik itu meninggalkan 4 putra, dua laki-laki dan dua perempuan. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo periode 1983 hingga 1998 ini telah disemayamkan di pemakaman umum desa setempat sekitar pukul 09.30 WIB.

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang

Ribuan pentakziah dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Dinas, instansi dan masyarakat sekitar Sidoarjo memenuhi kediaman almarhum yang pernah menjabat sebagai ketua PCNU Sidoarjo tiga periode itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Wakil Bupati Sidoarjo H MG Hadi Sutjipto mengatakan, Kiai Manaf merupakan tokoh dan ulama yang mempunyai peran besar di Kabupaten Sidoarjo.

"Tentunya kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum merupakan Ulama dan Kiai panutan masyarakat. Beliau sangat dekat dengan masyarakat dan Nahdliyin," katanya usai pemakaman almarhum.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, menurut mantan Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Musa menuturkan, bahwa Gus Manaf semasa hidupnya memang berjuang terutama untuk kepentingan Nahdlatul Ulama dan umat.

"Almarhum merupakan sosok Ulama yang mudah menolong orang. Sulit mencari sosok orang lain yang seperti almarhum," tandas Kiai Ali Maschan Musa. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Garut, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menggelar keramasan di Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III) Sukaresmi-Garut, Selasa (23/5).

Keramasan yang digelar oleh PCNU Garut yang dihadiri oleh Rais Syuriyah KH Amin Muhyiddin, Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sekretaris PCNU Garut Deni Ranggajaya, pengurus lembaga NU, pengurus banom, pengurus MWCNU Se-Kabupaten Garut, dan ribuan warga NU Kecamatan Sukaresmi.

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Kiai Abdul Wahid berpesan kepada seluruh jajaran pengurus, lembaga, dan banom NU untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan serta saling memaafkan agar jalinan ukhuwah islamiyah tetap terjaga dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kiai Amin Muhyiddin berpesan agar warga NU senantiasa menjaga dan meningkatkan amal ibadah serta menjaga keyakinan terhadap kiai NU dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Salah satunya kita harus yakin bahwa shalat tarawih itu 23 rakaat beserta witir, kebiasaan kita sebelum atau sesudah bulan Ramadhan kita terbiasa untuk berziarah kubur, memperbanyak ssedekah, dan amalan-amalan lainnya.” (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 09 Januari 2018

PW GP Ansor Sumatera Barat Agendakan PKD di Tiga Kota

Padang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sukses melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) awal Mei 2015, PW GP Ansor Sumatera Barat kembali menggelar serangkaian PKD sejumlah cabang di Sumbar. Setidaknya akan digelar empat kali PKD menjelang akhir bulan Mei ini yang akan dihadiri Sekjen PP GP Ansor M Aqil Irham dan instruktur nasional Ansor.

Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rusli Intan Sati mengungkapkan hal itu pada rapat gabungan PW GP Ansor Sumbar dengan sejumlah PC GP Ansor Kabupaten/Kota, Sabtu (9/5/2015) di Padang.?

PW GP Ansor Sumatera Barat Agendakan PKD di Tiga Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Sumatera Barat Agendakan PKD di Tiga Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Sumatera Barat Agendakan PKD di Tiga Kota

Menurut Rusli, tiga cabang sudah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan PKD Ansor, yakni cabang Padang, Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Khusus Kabupaten Padangpariaman yang akan dilaksanakan di INS Kayutanam pelaksanaan PKD dilanjutkan dengan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Serbaguna (Banser) 29-31 Mei 2015.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Rangkaian PKD tersebut, diawali dengan pelaksanaan PKD oleh PW Ansor Sumbar angkatan II. Angkatan pertama dilaksanakan 1-3 Mei lalu. Pada angkatan kedua ini pesertanya difokuskan dari Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Sijunjung dan Kota Padangpanjang. Sedangkan tiga cabang yang melaksanakan PKD, juga akan menampung peserta dari kabupaten/kota lain yang belum melaksanakan PKD," kata Rusli Intan Sati.

Menurut Rusli, pelaksanaan PKD ini dimaksudkan untuk lebih memantapkan nilai-nilai perjuangan dan gerakan Ansor sebagai bagian dari organisasi kepemudaan yang bercirikan kebangsaan dan keagamaan.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Ansor prihatin melihat kondisi bangsa dan kepemudaan Indonesia akhir-akhir ini, seperti persoalan narkoba dan paham-paham radikal yang memang sasaran utamanya generasi muda,” terangnya.

Dari berbagai kondisi itu, kata Rusli, Ansor Sumbar merasa perlu membekali generasi muda Islam untuk memahami berbagai tantangan yang tengah dihadapi. Kita tidak ingin generasi muda, generasi masa depan dirusak oleh kepentingan-kepentingan yang ingin menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.?

“Bagi Ansor, NKRI ini sudah bentuk final dari Indonesia. Empat pilar kebangsaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 harus terus disosialisasikan, dipertahankan dan dijaga dari serangan pihak manapun. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock