Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah

KH Muhammad Manshur, adalah pendiri Pondok Pesantren Popongan, Dusun Popongan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kiai Manshur adalah putera Syaikh Muhammad Abdul Hadi Giri Kusumo, seorang mursyid Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah di Giri Kusumo Mranggen Demak.

Berdasarkan cerita yang berkembang. pada prosesi pemakaman Mbah Hadi, terjadi sebuah fenomena khariqul “addah (aneh, luar biasa), yakni ada batu besar yang berada dekat calon makam Mbah Hadi. Seluruh pelayat tidak mampu menyingkirkan batu tersebut. Setelah Mbah Kiai Manshur datang, maka batu tersebut diangkatnya sendiri.

Mbah Manshur belajar agama kepada orang tuanya sendiri, yaitu Syaikh Muhammad Hadi Girikusumo. Ketika remaja, ia belajar Islam dan nyantri di Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta yang diasuh oleh Kiai Idris, sebuah pesantren tua yang pendiriannya dipelopori oleh Kraton Kasunanan Surakarta. Manshur muda kemudian mendirikan pesantren di Dusun Popongan Klaten, 20 KM dari Jamsaren Surakarta.

Kedatangan Mbah Manshur di Popongan bukan sebuah kebetulan. Sebelum ke Popongan, Klaten, Mbah Manshur sengaja dikirim oleh Mbah Hadi untuk belajar di Jamsaren, dan dalam perkembangannya menemukan Popongan sebagai tempat dakwah, pendidikan, dan pengembangan Islam, khususnya

Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah

Para santri dan sesepuh Dusun Popongan menceritakan bahwa kedatangan Mbah Manshur di Popongan bermula ketika Manshur muda di ambil menantu oleh seorang petani kaya di Popongan yang bernama Haji Fadlil. Manshur muda dinikahkan dengan Nyai Maryam (Nyai Kamilah) bintu Fadlil pada tahun 1918. Karena Manshur merupakan alumni pondok pesantren, maka Haji Fadhil memintanya mengajarkan agama di Popongan. Dari pernikahan itu melahirkan Masjfufah, Imro’ah, Muyassaroh, Muhibbin, dan Muqarrabin, dan Irfan. Dari putrinya Nyai Masjfufah binti Manshur yang dinikah Haji Mukri, lahirlah Salman Dahlawi, yang kelak meneruskan estafet keemimpinan pesantren dan Tarekat Naqsyabandiyah.

Sebelum didirikan pondok pesantren, Mbah Manshur mengajar ngaji masyarakat Popongan. Para santri awal Mbah Manshur sangat sedikit, dan hanya membentuk halaqah kecil. Setelah beberapa tahun kemudian santri yang dating mulai banyak dan dari berbagai daerah sehingga Haji Fadlil berinisiatif untuk mendirikan bangunan yang layak untuk pemondokan dan masjid.

Pembangunan pondok pesantren dan masjid dilakukan secara swasembada dan gotong royong. Batu fondasi diperoleh oleh para santri dari Sungai Jebol, sebuah sungai yang terletak di sebelah selatan Dusun Popongan. Adapun pasir diambil dari Sungai tegalgondo, sebelah utara Dusun Popongan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai tokoh yang kaya, Haji Fadhil sendiri yang banyak menyumbang pendirian pesantren yang kelak diasuh oleh menantunya tersebut. Mbah Kiai Muslimin, menceritakan bahwa pembangunan pesantren dilakukan secara gotong royong, sebagian memang mengambil tukang profesional. Pondok Pesantren Popongan resmi didirikan oleh Mbah Manshur pada tahun 1926. Pada tahun yang sama, Mbah Manshur membangun Masjid Popongan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pondok Pesantren Popongan, pada masa kepemimpinan cucunya, Kiai Salman Dahlawi, tanggal 21 Juni 1980, namanya diubah menjadi Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan. Dusun Popongan kemudian menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam, di samping menjadi pusat suluk Tarekat Naqsyabandiyah.

Jaringan Tarekat Mbah Manshur dikembangkan dari Mbah Hadi dengan silsilah sebagai berikut: Kiai Manshur, dari Syekh Muhammad Hadi Bin Muhammad Thohir, dari Syaikh Sulaiman Zuhdi, dari Syaikh Ismail Al Barusi, dari Syaikh Sulaiman Al Quraini, dari dari Syaikh Ad Dahlawi, dari Syaikh Habibullah, dari Syaikh Nur Muhammad Al Badwani, dari Syaikh Syaifudin, dari Syaikh Muhammad Ma’sum, dari Syaikh Ahmad Al Faruqi, dari Syaikh Ahmad Al Baqi’ Billah, dari Syaikh Muhammad Al Khawaliji, dari Syaikh Darwisy Muhammad, dari Syaikh Muhammad Az Zuhdi, dari Syaikh Ya’kub Al Jarkhi, dari Syaikh Muhammad Bin Alaudin Al Athour, dari Syaikh Muhammad Bahaudin An Naqsabandy, dari Syaikh Amir Khulal, dari Syaikh Muhammad Baba As-Syamsi, dari Syaikh Ali Ar Rumaitini, dari Syaikh Mahmud Al Injiri Faqhnawi, dari Syaikh Arif Riwikari, dari Syaikh Abdul kholiq al Ghajwani, dari Syaikh Yusuf Al Hamadani, dari Syaikh Abi Ali Fadhal, dari Syaikh Abu Hasan Al Kharwani, dari Syaikh Abu Yazid Thaifur Al Busthoni, dari Syaikh Ja’far Shodiq, dari Syaikh Qosim Muhammad, dari Syaikh Sayyid Salman al Farisi, dari Abu Bakar Ash-Shidiq, dari Nabi Muhammad

Mbah Hadi mengangkat Kiai Manshur dan Kiai Zahid sebagai mursyid tarekat Dari Kiai Zahid, tarekat berkembang di Pantai Utara Jawa, diteruskan oleh Kiai Zuhri, dilanjutkan oleh Kiai Munif. Adapun Mbah Manshur menyebarkan tarekat melalui para badal, di antaranya ada yang sudah menjadi mursyid, yaitu Kiai Arwani (Kudus), Kiai Salman Popongan (Klaten) yang dilanjutkan oleh Gus Multazam, dan Kiai Abdul Mi’raj (Candisari Demak) yang dilanjutkan oleh Kiai Khalil.

Selain dikembangkan oleh para mursyid yang menjadi murid Mbah Manshur, Tarekat Naqsyabandiyah juga dikembangkan di Kauman Surakarta oleh seorang murid perempuan Mbah Manshur, yaitu Nyai Muharromah (Nyai Soelomo Resoatmodjo). Selain di Popongan, Mbah Manshur juga mendirikan pusat latihan spiritual Tarekat Naqsyabandiyah di Kauman Surakarta. Sejak Mbah Manshur memiliki rumah di Kauman Surakarta, maka tarekat Naqsyabandiyah juga berkembang di kota santri tersebut. Rumah Mbah Manshur di Kauman tersebut dibangun oleh muridnya yang bernama Muslimin dan dibantu oleh Salman muda, cucu kesayangan Mbah Manshur. Mbah Muslimin inilah yang sejak awal sudah menjadi penderek (pengikut) Mbah Manshur, dan menjadi teman karib Kiai Salman, sejak kecil sampai meninggalnya.

Di Popongan sendiri, estafet kepemimpinan pondok pesantren dan Tarekat Naqsyabandiyah dipegang oleh Kiai Salman, cucunya Para putera-puteri Mbah Manshur tidak ada yang melanjutkan estafet kepemimpinan tarekat, tetapi lebih suka menekuni dunia perdagangan, mengikuti jejak kakeknya, Mbah Haji Fadhil.

Dalam mengembangkan jaringan Tarekat Naqsyabandiyah, Mbah Manshur dibantu oleh Kiai Arwani Kudus dan Kiai Abdul Mi’raj (Candisari Semarang). Di Popongan, Mbah Manshur dibantu oleh banyak santri dan jama’ahnya dalam mengembangkan Islam dan jaringan Tarekat Naqsyabandiyah.

Mbah Manshur termasuk Kiai sepuh yang disegani, bukan saja oleh para santri dan jama’ahnya, tetapi juga oleh masyarakat umum, bahkan oleh para sejawatnya dari kalangan Kiai. Setelah pondok pesantren berdiri, Mbah Manshur bukan saja kedatangan tamu yang mau mengaji saja, tetapi juga tamu-tamu umum yang bermaksud bersilaturrahmi dan ngalap berkah. Karisma Mbah Mansur pun semakin meningkat dan menjadi Kiai popular di kalangan masyarakat Klaten, Surakarta, Semarang, Jawa Tengah pada umumnya, dan Yogyakarta.

Kiai Munawwir, pendiri Pondok Pesantren Krayak Yogyakarta, adalah termasuk murid Mbah Manshur di Yogyakarta. Walaupun tidak menjadi mursyid tarekat, Kiai Munawwir menjadi bagian penting dalam perjuangan Mbah Manshur. Ketika Kiai Munawwir meninggal tahun 1942, Mbah Manshur menghadiri acara ta’ziyah dan menjadi imam shalat jenazah.

Mbah Manshur juga menjalin hubungan baik dengan Mbah Siroj, Panularan Surakarta, dan Mbah Ahmad Umar bin Abdul Mannan Mangkuyudan Surakarta. Kedekatan dengan Kiai Ahmad Umar ditunjukkan dengan pembertian nama Al-Muayyad oleh Mbah Manshur untuk nama pondok pesantren di Mangkuyudan yang dirintis Mbah Kiai Abdul Mannan pada tahun 1930. Al-Muayyad berarti yang dikuatkan, artinya bahwa pondok pesantren tersebut dikuatkan oleh kaum muslimin di Surakarta dan sekitarnya.

Mbah Manshur wafat tahun 1955. Setiap tahun Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan dan Baqni Manshur mengadakan acara haul yang dihadiri oleh ribuan orang. Pada tahun 2013 ini, haul Mbah Manshur sudah sampai yang ke 58. Setelah Mbah Manshur wafat, estafet kepemimpinan pesantren dan tarekat dipegang oleh cucunya, Kiai Salman, dan mulai tahun 2013, kepemimpinan dipegang oleh Gus Multazam bin Salman Dahlawi.

Menurut informasi dari banyak sumber, Mbah Manshur menyusun lafaz do’a bagi para santri sebelum membaca Al-Qur’an. Lafaz do’a itu dipasang di Madrasah (sebutan salah satu gedung pengajian di Pondok Pesantren Al-Manshur, tepat di depan Ndalem yang ditinggali Mbah Manshur). Lafaz doa tersebut menjadi kharakter khas bacaan bagi santri-santri Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan sampai deweasa ini.

Lafaz tersebut berbunyi:

Allahumma bil haqqi anzaltahu wa bil haqqi nazal

Allahumma Adzdzim rughbatii fiih

Waj’alhu nuuran li bashorii

Wasyifaa’an li shodrii

Wadzahaban lihammii wa huznii

Allahumma zayyin bihii lisaanii

Wajammil bihii wajhii

Waqawwi bihii jasadii Watsaqqil bihii miizaani

Waqawwinii ‘alaa thaa’atika wa athraafan nahaar

Setiap santri Al-Manshur Popongan mesti hafal do’a tersebut, karena doa karya Mbah Manshur itu selalu dibaca sebelum mengaji Al-Qur’an, baik pengajian AL-Qur’an setelah maghrib, setelah subuh, maupun setelah dhuhur.

Selain itu, beberapa sumber menyebutkan bahwa Syi’ir Tanpo Waton yang dipopulerkan Gus Dur diambil dari Pondok Sepuh di Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan. Tetapi dalam pengalaman penulis yang 3 tahun nyantri di Popongan, belum pernah mendengar puji-pujian syi’ir terserbut, khususnya lafaz yang berbahasa jawa Adapun lafaz dengan bahasa Arab merupakan lafaz yang popular dan banyak dipahami masyarakat di berbagai daerah.

?

Syamsul Bakri, Ketua Lakpesdam-NU Klaten, Pengasuh Pesantren Darul Afkar Klaten, dan Dosen IAIN Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Jadwal Kajian, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Setelah merebut juara pertama pada Lomba Kompetisi Kepala Madrasah Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 18 hingga 21 Agustus 2016 lalu, akhirnya Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maslakul Huda Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil melaju ke tingkat nasional.

"Alhamdulillah, lomba tingkat provinsi yang diselenggarakan di Hotel Grand Wahid Salatiga pada Agustus kemarin saya keluar sebagai juara pertama. Ini membuka harapan bagi saya untuk mewakili warga NU, Kabupaten Rembang, dan Provinsi Jawa Tengah di ajang nasional," terang Sumardi yang merupakan Wakil Sekretaris NU Cabang Lasem tersebut.

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional

Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini sebagai upaya memacu tingkat pengembangan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di tingkat Madrasah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sumardi yang juga merupakan Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Cabang Lasem ini berharap, nantinya dalam tingkat nasional dapat memberikan yang terbaik bagi warga NU, dapat mengangkat Kabupaten Rembang dan Provinsi Jawa Tengah di tingkat nasional.

"Tentunya semua itu dapat terwujud atas restu para kiai, doa dari para saudara, dan dukungan dari semua pihak, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi," terangnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Senin (5/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk saat ini, ia mempersiapan pengumpulan data portofolio dan karya ilmiah. Selain itu juga selalu giat dalam belajar tentang dunia pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan presentasi nanti dalam lomba tingkat nasional. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, Khutbah, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 10 Januari 2018

Menag Malaysia Kunjungi PBNU, Tanyakan Soal Ahmadiyah

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Agama Malaysia Dato Sri Dr Ahmad Zahid Hamidi melakukan kunjungan ke PBNU, Kamis (3/7). Salah satu materi yang dibicarakan dengan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi adalah sikap NU terhadap aliran Ahmadiyah.



Menag Malaysia Kunjungi PBNU, Tanyakan Soal Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Malaysia Kunjungi PBNU, Tanyakan Soal Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Malaysia Kunjungi PBNU, Tanyakan Soal Ahmadiyah

Hasyim menjelaskan, persoalan Ahmadiyah di Indonesia memang cukup pelik karena adanya kelompok yang pro dan kontra terhadap keberadaan Ahmadiyah di Indonesia. Kelompok Islam garis keras menginginkan aliran tersebut dibubarkan sedangkan kelompok sekuler mendesak agar pemerintah tetap menghargai keberadaan Ahmadiyah sebagai bagian dari kebebasan berkeyakinan.

“NU menganggap aliran Ahmadiyah bagian dari penodaan agama, bukan kebebasan beragama. Kalau mereka mengaku sebagai agama tersendiri malah gampang. Lho ini ngaku Islam tapi nabinya lain,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia yakin, pendapat PBNU ini merupakan cerminan dari sebagian besar pemikiran umat Islam yang ada di Indonesia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Presiden World Conference of Religions for Peace ini menjelaskan polemik Ahmadiyah di Indonesia ini juga sudah melibatkan jaringan internasional mereka. Ia mengaku sempat didatangi oleh seorang pejabat tinggi dari sebuah negara di Eropa yang mendorong agar Ahmadiyah bisa tetap beraktifitas di Indonesia.

“Ya saya jawab, boleh saja, asal jangan ngaku Islam,” katanya.

Saat ini, yang paling penting menurut Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang ini adalah mendakwahi para pengikut Ahmadiyah agar kembali pada ajaran Islam. Ia juga berharap kerjasama Islam moderat di Indonesia dan Malaysia, yang dikenal dengan istilah Islam Hadari terus dikembangkan.

Ahmadiyah Dilarang di Malaysia

Zahid Hamidi menjelaskan pemerintah Malaysia juga melarang keberadaan Ahmadiyah karena meyakini adanya nabi baru setelah Nabi Muhammad Saw.

“Ini bukan soal dholalah (kesesatan.red), tapi kalau sudah mengenai dua nabi, itu sudah agama lain,” katanya.

Untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan umat beragama pemerintah Malaysia mendirikan Darul Iftah. Aliran yang dianggap menyimpang diputuskan oleh Majelis Fatwa Kebangsaan. “Namun sebelumnya kita usahakan dulu melalui dakwah bil hikmah wal mauidotil hasanah,” tandasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 08 Januari 2018

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru

Nasruddin Latif, Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatus Syubban ini awalnya hanya sekedar menyalurkan hobi berselancar di dunia maya via. Namun kemudian blog yang dibuatnya dirujuk banyak orang. Khususnya sesama guru MI di berbgai daerah.

MI Raudlatus Syubban berada di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, cukup jauh dari pusat kota, sekitar 35 Km. Nasruddin Latif (36), mengaku saat pertama kali bertugas di MI Wegil pada 2006 ia menempuh perjalanan 40 menit dengan kendaraan roda dua dari kampung halamannya di Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Nasruddin prihatin saat awal bertugas di MI Wegil. Letak geografisnya jauh sekali dari kota kecamatan. “Informasi pun sering kali lebih banyak terlambatnya. Mungkin karena akses dan banyak hal lain,” ujar Nasruddin.

Ia mencontohkan, tiap tahun ajaran baru para guru harus merencanakan program madrasah ke depan. Senjata utamanya pakai kalender pendidikan (kaldik). Sementara jika kaldik tersebut tidak segera sampai ke madrasah, tentu menjadi persoalan tersendiri. Dari Kemenag tingkat provinsi, Kaldik turun ke kabupaten/kota, baru ke pengawas kecamatan, diteruskan ke KKM. “Terakhir para kepala madrasah diundang. Nah, baru masuk ke madrasah sini. Zaman dulu begitu,” ungkap Nasruddin.

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru

Karena panjangnya birokrasi yang musti melewati beberapa pintu, belum lagi jika ada keterlambatan di salah satu pintu tersebut, kata dia, dapat dibayangkan bisa jadi sebulan kemudian pihaknya baru mempunyai kaldik.

“Padahal Juli sudah mulai kegiatan. Itu cuman sekedar salah satunya. Belum lagi informasi yang lain, misalnya tentang peraturan. Kan perlu kami ketahui juga agar selalu up to date,” ujarnya.

Karena merasa informasi di tempatnya mengajar sering terlambat, maka Nasruddin mencoba mencari alternatif informasi lain. Yakni menggunakan media online. Kurang lebih dua tahun ia berlangganan informasi melalui e-mail dari salah satu blog yang senantiasa memberikan informasi tentang pendidikan. Blog tersebut dikelola oleh seorang Guru Sekolah Dasar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dari blog tersebut saya senantiasa mendapatkan informasi tentang pendidikan yang banyak saya butuhkan. Meski demikian, saya masih merasa kurang karena blog tersebut yang mengelola adalah seorang guru SD. Jadi, informasi-informasi yang diberikan proporsinya lebih banyak informasi yang dibutuhkan para guru SD. Padahal saya guru MI,” ujarnya.

Sebagai guru MI, Nasruddin tidak hanya membutuhkan informasi terkait pendidikan yang bersifat umum melainkan juga yang khusus berhubungan dengan madrasah. “Kalau ada pendataan yang online kadang-kadang saya kerjakan di rumah. Karena di sekolah kan nggak mungkin. Sebab sinyal internet susah sekali di sini,” kata Nasruddin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari kondisi yang ia alami, ia kemudian berfikir, bisa jadi ada sebagian atau bahkan banyak juga rekan guru madrasah yang bernasib seperti dirinya yang butuh informasi up to date tentang pendidikan. Dalam rangka menunjang tugas-tugas sebagai guru madrasah, info terkini pendidikan menjadi hal penting. Nasruddin lalu membuat akun Facebook. Harapannya dapat berbagi informasi lewat update status di media sosial karya Mark Zukernberg ini.

“Saya bahkan sampai membuat sebuah laman Fanspage Facebook yang saya beri nama Mutiara Pendidikan hingga beberapa waktu. Melalui Fanspage Mutiara Pendidikan ini saya berbagi info dan terkadang berbagi tautan tentang pendidikan,” ungkap sarjana pendidikan Islam lulusan Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.

Seiring berjalannya waktu, Nasruddin merasa berbagi informasi melalui Fandpage Facebook masih kurang efektif. Pasalnya, sulit mencari arsip-arsip informasi yang pernah di-update. Selain itu, ia juga berfikir mungkin akan lebih baik jika dia tidak hanya berbagi tautan web atau blog orang lain melainkan dapat berbagi tautan dari web/blog miliknya sendiri.

Mulailah ia belajar membuat blog secara otodidak dengan mengandalkan informasi dari hasil pencarian di google. Membuat blog ternyata tidak sesulit yang ia bayangkan. Hanya dengan modal gmail dan petunjuk cara membuat blog dari hasil pencarian google, ia pun punya blog. Nasruddin makin keranjingan blogging sehingga dalam sepekan ia betah hingga dua jam di warnet sepulang mengajar. Ia lalu belajar mengganti template blog, posting artikel, memasang wedget, dan lain sebagainya.

“Sampai di sini saya masih belum berani untuk share. Karena ini baru blog percobaan. Setelah sekitar empat blog saya buat hanya sekedar latihan. Lalu, sekiranya kemampuan dasar blog sudah lumayan terkuasai, maka mulailah saya buat blog yang nantinya siap dipublikasikan,” ujar Nasruddin.

Menurut dia, menentukan nama blog ternyata lebih sulit ketimbang membuat blog itu sendiri. Awalnya karena ia sudah memiliki Fanspage Mutiara Pendidikan, ia pun ingin menggunakan nama yang sama. “Tetapi sebagai guru madrasah, saya ingin memperlihatkan kemadrasahan saya. Lalu, muncul ide nama blog Guru Madrasah. Ternyata sudah ada. Blog Guru Madrasah Ibtidaiyah juga sudah ada meski blog-blog tersebut jarang posting,” paparnya.

Di tengah kegalauan tersebut, terbersit dalam benak adanya kata “Abdi Negara”, dan “Abdi Masyarakat”. Akhirnya, ia memilih nama “Abdi Madrasah” yang disingkat “Abdima”. Hal yang lebih menguatkan Nasruddin memilih nama tersebut lantaran adanya kesadaran betapa pentingnya peran madrasah dalam kehidupan dirinya.

“Sebab, dari madrasah lah saya mulai dikenalkan dengan huruf dan angka. Dari madrasah lah saya belajar membaca, menulis, dan berhitung. Yakni di MI kemudian melanjutkan ke MTs, terakhir di MA. Jadi, karena merasa dicetak oleh madrasah, maka sedikit banyak ingin bermanfaat bagi madrasah. Tentu, sebatas kapasitas dan kemampuan yang saya miliki,” ujarnya merendah.

Tanpa menunggu lama, pada 19 Desember 2012 secara resmi Nasruddin memiliki blog bernama “Abdi Madrasah” yang beralamat di http://abdima.blogspot.com/. Setelah beberapa hari melengkapi blog dengan berbagai tulisan termasuk wedget dan lain sebagainya, terpublishlah posting perdana pada 31 Desember 2012.

Sejak ia mempunyai blog, baik Mutiara Pendidikan maupun Abdi Madrasah, ia mulai mem-posting tulisan pada 30 Desember 2012. “Otomatis fanspage saya di Facebook saya ubah menjadi Abdi Madrasah karena menyesuaikan blog tadi itu,” kata dia.

Ia berprinsip hanya ingin berbagi tanpa orang lain mengetahui jati dirinya. Ia berharap bisa berbagi tanpa diiringi rasa sombong. “Saya pernah dengar, kalau bisa tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Yang penting tujuan saya main blog itu kan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya mantap.

Nasruddin menuturkan, dalam blognya tertulis ‘membagi informasi kepada para sahabat agar hidup ini lebih bermanfaat.’ Makanya, dalam admin itu ia tidak menuliskan database-nya. “Saya hanya menulis sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah yang mulai mengenal huruf dan angka dari madrasah. Oleh karena itu, harus berbuat yang terbaik untuk madrasah,” tegasnya.

Sebagai guru saya ia butuh informasi terbaru, jadi sederhananya Butuh Cari Dapat Bagi (BCDB). Jika ia butuh info, maka ia pun segera mencarinya. Setelah mendapatkannya, lalu ia membagikannya kepada siapa saja. Pada saat Facebook-an, Nasruddin mengaku seringkali melihat sebagian temannya membagikan berita tentang madrasah.

“Saya pun ikut nge-share. Tapi sebelumnya saya buat postingannya. Yang penting di google itu kan nggak boleh copas. Kalau sekedar mengulas kan boleh. Meski ada juga yang copas, tapi saya cantumkan sumber dan link-nya. Misal, dari website direktorat madrasah tentang prestasi atau program apa gitu,” akunya.

Menurut Nasruddin, website Abdima banyak dikunjungi orang lantaran mereka mendapatkan berbagai informasi mengenai madrasah. (Ali Musthofa Asrori)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Kajian Sunnah, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 24 Desember 2017

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014

NU merupakan jamiyyah diniyyah ijtimaiyyah, organisasi masyarakat keagamaan. Sejak awal didirikan oleh para Kyai, NU mengemban tugas besar menjaga, merawat, dan mengembangkan ajaran Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah di bumi Nusantara.

Karenanya sudah teramat jelas bahwa NU tidak bertujuan meraih kekuasaan politik. Kalaupun harus menyebut istilah politik, maka politik NU adalah politik kebangsaan dan politik kerakyatan. NU menunjukkan bahwa jalan menuju kemaslahatan individual dan kolektif terbentang begitu banyak dan luas. Sementara kekuasaan politik praktis hanya sebagian saja dari berbagai jalan yang ada.

Hingga sekarang dan kelak, NU secara tegas dan teguh memegang komitmen terhadap Khittah 1926 ini. Salah satu pelajaran penting dari Khittah 1926 ialah NU keluar dari batas-batas partai politik. NU meluaskan pandangan dan pengertian terhadap politik. Perluasan pandangan itu beranjak dari sebatas tukar guling kekuasaan meluas menjadi perjuangan kemaslahatan.

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014

 

Sejak mengemban amanah Ketua Umum PBNU, saya dengan sadar dan sengaja berusaha meneruskan komitmen Khittah 1926. NU bukan bagian dari partai politik apapun. Bukan bagian dari PDIP, GOLKAR, PD, GERINDRA, PKB, PPP, dan seterusnya. Bagi saya, Karena NU jauh lebih besar dari partai, justru di partai-partai itulah tersebar kader-kader NU.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Indonesia pasca-reformasi yang antara lain ditandai dengan semangat desentralisasi atau otonomi daerah dibajak oleh penumpang gelap demokrasi. Pembajakan demokrasi di era otonomi itu membuat kekuasaan politik tersebar secara luas dan menyeret masyarakat sipil dalam godaan dan iming-iming duniawi yang tidak mudah dikendalikan.

 

Dalam pusaran semacam itu, unsur-unsur dalam NU kerap diseret-seret untuk terlibat dalam arus kekuasaan politik praktis. Dari level nasional hingga daerah, kecenderungan ini terjadi secara sporadis. Kita tahu bahwa jumlah Nahdliyin, merujuk sejumlah survei akademik, survey pemerintah, dan survey intelijen, memang besar sekali secara demografis. Tidak heran jika Agenda semacam pemilihan kepala daerah, seringkali membuat Nahdliyyin dihitung sebatas sebagai penyumbang suara. Padahal, ini yang kerap dilupakan, besarnya jumlah warga Nahdliyyin merupakan akibat dari perjuangan keaswajaan yang berangkat dari kesadaran, bukan semata akibat dari politik praktis yang berangkat dari hasrat kekuasaan.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hari-hari ini, kita menyaksikan, proses menuju Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 begitu menyita perhatian. Sulit dipungkiri, NU kembali diseret-seret dalam proses tersebut. NU sebagai organisasi tidak layak diperalat untuk menjadi sekadar tim sukses. Yang didukung NU bukan sekadar kandidat, melainkan proses penyelenggaran pemilihan yang jujur, adil, dan bermartabat.

 

Sikap PBNU jelas dan tegas, tidak berpolitik praktis. Tak satupun yang akan mendapat stempel NU. Kalaupun ada pihak-pihak yang membawa-bawa NU untuk dijadikan komoditas politik, sudah pasti itu tidak lebih dari sekadar klaim.

 

Saya menghimbau warga NU untuk memilih pemimpin yang mampu menjadi solusi bagi Indonesia. Warga NU harus menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Tanggung jawab itu terus berlangsung hingga setidaknya lima tahun mendatang. Baik buruknya bangsa ini, ada di tangan kita sendiri.

 

Karena pemilihan presiden hanya merupakan satu tahap saja dari rangkaian pembangunan Indonesia,  jauh lebih penting bagi PBNU untuk mengawal dan mengawasi pemerintahan terpilih. Saya akan berdiri di depan dan pasang badan jika presiden dan wakil presiden terpilih nanti tidak bekerja untuk kedaulatan rakyat. Jadi, tidak hanya 9 Juli yang penting, jauh lebih penting adalah hari-hari panjang sesudahnya.

 

Jakarta, 1 Juni 2014

 

 

DR KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Kajian Sunnah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 20 Desember 2017

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes bakal mengagendekan isu pemekaran wilayah Brebes Selatan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX 2012. Isu tersebut bakal dibicarakan pada Komisi C yang membahas tentang Rekomendasi.

“Isu pemekaran, masuk dalam bahasan komisi C tentang rekomendasi,” ujar Sekretaris Panitia Konfercab Bayu Rohmawan saat ditemui di Gedung NU Brebes Jumat (28/12).

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Isu Pemekaran Wilayah Masuk Agenda Pembahasan Konfercab IPNU-IPPNU

Dimunculkannya isu pemekaran tersebut, kata Bayu, untuk lebih meringankan mobilitas dan penyebaran dakwah. Sehingga terjadi pemfokusan garapan pembinaan.

“Luasnya wilayah dengan medan yang berat, menjadi kendala tersendiri dalam penggarapan IPNU di Brebes sehingga persoalan pemekaran menjadi isu yang akan digelindingkan pada konfercab ini,” kata Bayu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam konfercab yang digelar 29-30 Desember, lanjutnya, juga akan di bahas berbagai persoalan yang  mengemuka dalam dunia pelajar. Namun pada intinya, dalam konfercab ini akan bagi dalam tiga komisi yakni komisi A tentang organisasi, komisi B tentang Program Kerja dan komisi C tentang rekomendasi. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konfercab bakal berlangsung di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dijadwalkan akan membuka konferensi pada Sabtu (29/12) pukul 14.00 WIB.  Konferensi bakal diikuti 700 pelajar perutusan dari Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten brebes.

Sebanyak 6 kandidat dijagokan bakal merebut kursi kepemimpinan pelajar NU di kabupaten Brebes itu. Tersiar kabar dengan santer mulai muncul sebagai kandidat  untuk Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bayu Rohmawan (Wanasari), Zaki Al Aman (songgom), Muryanto (Larangan). Sedangkan untuk Pimpinan Cabang IPPNU santer dibicarakan Istiqomah (wanasari), Anisatul Kholisoh (Brebes), Tsarini (Larangan).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Ragam Kegiatan Meriahkan Harlah Ke-67 Fatayat NU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama menyelenggarakan Tasyakuran Harlah Fatayat NU Ke-67 di Gedung Serbaguna RJA DPR RI Jakarta, Jumat (28/4) sore. Acara tersebut bertemakan Memperteguh Islam Nusantara Melalui Penguatan Organisasi Perempuan.?

Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini menuturkan, ada berbagai rentetan kegiatan yang sudah dilakukan untuk menyambut dan memeriahkan Hari Lahir organisasi perempuan NU tersebut.?

Ragam Kegiatan Meriahkan Harlah Ke-67 Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Kegiatan Meriahkan Harlah Ke-67 Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Kegiatan Meriahkan Harlah Ke-67 Fatayat NU

Anggia menjelaskan, Fatayat sudah menyelenggarakan acara Ayo Bershalawat dan membentuk Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) NU pada 21 April lalu di Bandung. “Itu adalah bagian dari rangkaian Harlah kita,” ucapnya.

Adapun hari ini, lanjut Anggia, Fatayat menyelenggarakan berbagai macam agenda seperti pasar murah, lomba tumbeng Fatayat NU se-Jabodetabek, seminar, lomba mewarnai dan paduan suara untuk anak-anak sekolah tingkatan TK dan SD, dan lomba antar pengurus bidang PP Fatayat untuk menyanyikan lagu mars Fatayat dan lagu syubbanul wathon.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dengan mengadakan lomba-lomba, kita kenalkan anak-anak sejak usia dini dengan lambang-lambang NU dan Fatayat. Kita kenalkan agar mereka mencintai NU dan Fatayat,” terangnya.

Ia menceritakan, dari berbagai kegiatan itu yang paling seru adalah lomba antar pengurus bidang untuk menyanyikan lagu mars Fatayat dan lagu syubbanul wathan. Menurutnya, lomba ini bertujuan untuk memastikan agar mereka bisa menyanyikan mars Fatayat dan syubbanul wathon.?

“Ada yang sampai menangis karena ada yang belum hafal,” jelasnya.

Anggia mengungkapkan, salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Fatayat NU adalah kegiatan menjual barang bekas yang masih bagus dengan harga yang murah. Baginya, ini adalah salah satu cara untuk membangun kemandirian organisasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sahabat-sahabat yang memiliki barang-barang bekas yang masih layak dijual murah. Dan lumayan laris manis,” katanya.

Ia menyatakan, puncak dari Harlah Fatayat NU akan diselenggarakan berbarengan dengan Rakernas Fatayat pada 4 Mei di Palangkaraya.?

Di usianya yang ke-67 ini, Anggia berharap Fatayat NU bisa menjadi yang diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun di tingkat global.?

Saat ini, Fatayat NU memiliki 34 pengurus wilayah, 480 pengurus cabang, 2 ribu pengurus anak cabang, dan 20 ribu pengurus ranting. pengurus anak cabang, dan 20 ribu pengurus ranting. pengurus anak cabang, dan 20 ribu pengurus ranting. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, Habib Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Film “Sang Kiai” dipandang sebagai tontonan yang memiliki banyak pesan moral kepada semua kalangan. Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan film ini adalah tentang kemandirian pesantren. 

Demikian disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di kediamannya, dalem kasepuhan Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (13/6).

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

“Kita sepakat bahwa jangan sampai pesantren di tanah air membebani biaya terlalu tinggi kepada para santri,” terang Gus Solah.

Namun demikian untuk jaman seperti ini, beban biaya yang harus ditanggung orang tua atau wali santri sangatlah relatif. “Bisa saja ada yang menganggap biaya pondok terlalu tinggi, atau dapat juga jumlah tersebut diangap sebagai sebuah hal yang wajar,” tandasnya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena dalam kesehariannya, para santri harus makan dengan menu yang memenuhi standar kesehatan. Demikian juga mereka harus dibimbing masalah agama oleh pengurus asrama, keperluan listrik, air, kebersihan lingkungan, keperluan kesehatan dan sejenisnya.

“Pesantren mampu menyediakan kebutuhan dasar para santri dengan biaya yang relatif terjangkau,” ungkap ayah tiga anak ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pesan yang juga sangat penting dari film ini adalah soal jihad. “Bahwa jihad tidaklah sedangkal yang dipersepsikan sebagian kalangan dengan melakukan pengerusakan dan penghilangan nyawa,” terangnya.

Bagi alumnus ITB ini, jihad dapat dilakukan dengan diplomasi. “Bagaimana menghadapi penjajah Jepang dengan tanpa menanggalkan aqidah seperti pada film, sungguh sangat elegan,” ungkapnya. Karena itu, Gus Solah sangat sepakat dengan Presiden SBY usai menonton film ini yang menyatakan bahwa Mbah Hasyim adalah sosok yang kaya strategi. 

Karena demikian dalam pesan dari film ini, maka Gus Solah mengajak untuk berbondong-bondong menonoton. Karena bila biaya pembuatan film “Sang Kiai” bisa balik modal, maka sudah akan dibuatkan episode yang lebih panjang dan mendalam. 

“Sang sutradara sudah mempersiapkan bagaimana kisah awal pendirian Nahdlatul Ulama,“ katanya. Demikian juga Gus Solah sudah mendengarkan rencana pembuatan film kiprah para pendiri bangsa ini saat awal kemerdekaan.

“Ini film penting untuk mendekatkan generasi muda dengan para pahlawan besar di jamannya,” katanya. Karena itu, hal mendesak yang harus dilakukan adalah menonton film ini secara berjamaah sehingga akan muncul film selanjutnya dengan tema yang lebih fokus dan mendalam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Kajian Sunnah, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 10 Desember 2017

BNP2 TKI Harapkan Jadi TKI Bukan Pilihan Pertama

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kepala Biro Humas Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Servulus Bobo Riti berharap, jamaah majelis taklim bisa membantu menjadi agen informasi kepada masyarakat terkait TKI seperti tentang prosedur dan mekanisme menjadi TKI.





BNP2 TKI Harapkan Jadi TKI Bukan Pilihan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
BNP2 TKI Harapkan Jadi TKI Bukan Pilihan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

BNP2 TKI Harapkan Jadi TKI Bukan Pilihan Pertama

Hal itu disampaikan di depan jamaah Majelis Ashabul Kahfi dalam kegiatan rutin bulanan Kajian Kitab Kuning dan Zikir Tarekat Syadziliah di masjid An-Nahdhah, di kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jalan Kramat Raya No. 164, Sabtu (19/11).

"TKI non prosedural sering menjadi masalah. Ini perlu diselesaikan secara bersama-sama," katanya, 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada kesempatan tersebut, mantan ketua KNPI ini juga menyatakan, agar bekerja menjadi TKI di luar negeri bukanlah pilihan pertama.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pilihan pertamanya adalah bekerja di dalam negeri. Menurutnya, lebih baik bekerja di dalam negeri karena bisa membangun negeri sendiri.

"Bagi yang masih menganggur silahkan bekerja di luar negeri tapi itu hanya pilihan ke dua, pilihan pertama tetap bekerja di dalam negeri. Saya lebih senang agar bisa bekerja di dalam negeri menjadi pilihan pertama," papar Servulus.

Dewan guru Mejelis Ashabul Kahfi yang juga Ketua Umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly mengatakan, agar para santri memiliki tekad yang teguh dalam meraih pendidikan formal.

Dikatakan, tidak ada orang mati kelaparan karena kerja untuk menimba ilmu, untuk sekolah setinggi-tingginya. Pendidikan formal membantu membentuk karakter santri lebih tangguh dalam membimbing masyarakat.

"Pesan saya tidak banyak, pendidikan, pendidikan, pendidikan," tegasnya.

Dalam acara tersebut diisi lantunan shalawat yang diiringi hadrah, ceramah umum, kajian kitab Minahus Saniah, dan zikir bersama Tarekat Syadziliah.

Hadir di dalamnya juga di antaranya Kiai Rahmat dari Bekasi, Pengasuh Pesantren Bintang Mazaya Kiai Lukman Nursalim, dan jamaah majlis Ashabul Kahfi yang berada di Jakarta. (Lukman Hakim/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Kajian Sunnah, Santri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 09 Desember 2017

Kemah Kerja Pergerakan ala PMII UIN Bandung

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung Rayon Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan acara Kemah Kerja Pergerakan (KKP) di Desa Cileunyi Kulon Kampung Galumpit Kabupaten Bandung.

Kemah Kerja Pergerakan ala PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemah Kerja Pergerakan ala PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemah Kerja Pergerakan ala PMII UIN Bandung

Layaknya Kuliah Kerja Nyata (KKN), dalam KKP ini para kader PMII belajar mengabdi langsung terhadap masyarakat. Demikian disampaikan Adi maja, Ketua PMII Rayon Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung ketika ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di lokasi KKP, Kamis (24/10)

“Kegiatan ini di ikuti sekitar 25 Mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung, selama 1 bulan dari tanggal 7 Oktober sampai dengan 7 November,” ucapnya

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurutnya, Kemah Kerja Pergerakan (KKP) ini adalah sebuah implementasi dari nilai-nilai tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kebetulan kami dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang notabenenya belajar pendidikan dan pengajaran maka dari itu inilah aksi nyata kami mempraktekan apa yang telah didapat dari kampus” tambah Adi, yang juga mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam kegiatan ini, setidaknya ada 7 program, antara lain, ? pertama, Bakti Sosial (Baksos) yang meliputi kerja bakti, tadabur alam, pengajian, pendataan warga masyarakat, dan acara keagamaan; kedua, Penyuluhan Kewirausahaan dan Kepemudaan melalui seminar kewirausahaan bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK).

Ketiga, Penyuluhan dalam Keluarga; keempat, Pengajian Pemuda yang bekerja sama dengan karang taruna Desa Galumpit; kelima, Pelatihan Seni, yaitu melatih masyarakat khususnya pemuda-pemudi untuk berkreasi dan mengembangkan bidangnya masing masing; keenam, Pelatihan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ); dan ketujuh, Bimbingan Belajar.

Tak hanya itu, PC PMII Bandung pun andil dalam pembentukan karang taruna. Trio Hamdoni, ketua pelaksana KKP, mengatakan, sebelumnya terjadi dualisme kepemimpinan pada karang taruna antara RW 16 dan RW 17. Tetapi sekarang bersatu dan sejumlah program yang digagas PMII pun diterima mereka.

Karang taruna di desa tersebut mendapat pelatihan dari PMII tentang cara berorganisasi, cara menumbuhkan bakat kewirausahaan, dan lainnya. KKP PMII diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.?

Neni, salah seorang warga Galumpit, mengungkapkan bahwa penerimaan tersebut tak lepas kepedulian PMII terhadap masyarakat dan lingkungannya. “Baik sangat membantu warga disini, sosialisasinya bagus dengan warga dengan karang taruna dan dengan tokoh masyarakat,” tukas ketua Rukun Warga (RW) 16 ini. (Bakti Habibi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan PonPes, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 05 Desember 2017

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi

Klaten, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Beragam acara digelar Nahdliyin di berbagai daerah selama bulan Maulid tahun ini, tak terkecuali di Kabupaten Klaten. Salah satu acara yang dihelat warga NU ialah Dzikir Shalawat dan Pengajian Akbar yang diadakan di Desa Krajan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah.

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi

Taushiyah dalam pengajian akbar ini diisi oleh KH Abdullah Saad. Kiai Saad merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inshof, Plesungan, Karanganyar. Salah satu murid dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya ini cukup dikenal oleh masyarakat Klaten. Beberapa waktu lalu, dia juga memberi taushiyah dalam Pengajian Akbar yang digelar di Masjid Agung Al Aqsho, Klaten.

Diiringi tabuhan rebana dan sholawat nabi, KH Abdullah Saad hadir di tengah-tengah jamaah. Di awal ceramah, KH Abdullah Saad mengajak jamaah untuk bersyukur karena hadir di majelis yang dicintai oleh Rosululloh SAW.

KH Abdullah Saad juga bercerita jika beberapa waktu lalu beliau mengikuti manakib dan maulid di Bangka Belitung. Di sana masyarakat sangat antusias menghadiri acara. Tak hanya itu, panitia setempat juga menyiapkan snack dan tempatnya yang istimewa untuk 5.000-an jamaah atas perintah guru di sana.?

Kemudian, dia menjelaskan keutamaan maulid menurut beberapa ulama. Salah satunya dari ulama Al-Azhar yang menghukumi maulid sebagai wajib karena bisa menandingi acara-acara yang negatif.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Disebutkan KH Abdullah Saad, Imam Maliki ra menyebutkan sebuah nasihat. “Jika mau memperbaiki umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW di akhir zaman, maka konsepnya harus sama dengan konsep di awal umat Muhammad,” jelas Kiai Saad.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konsep dimaksud ialah mahabbah kepada Rosululloh yang disebut Kiai Abdullah Saad mulai luntur. Dia kemudian bercerita tentang beberapa sahabat, salah satunya mengenai seorang badui yang bertanya kepada Rosululloh tentang kapan kiamat tiba. Juga tentang cintanya sahabat kepada Rosululloh.

Di hadapan jamaah, KH Abdullah Saad juga mengajak hadirin untuk menghormati KH Said Aqil Siroj yang merupakan pimpinan jamiyah (organisasi) Nahdlatul Ulama. Termasuk saat mengeluarkan hukum tentang jamaah sholat Jumat di jalan pada saat aksi 212 beberapa waktu lalu.

KH Abdullah Saad juga menjelaskan tentang bakti kepada orang tua yang semakin menua. Salah satunya dengan membahagiakan orang tua, memanjakan orang tua. Bukan sebaliknya justru membebani orang tua dengan berbagai tanggungan.

Mengapa banyak anak yang tidak berbakti? Dijelaskan KH Abdullah Saad, hal itu karena tidak adanya mahabbah si anak kepada Rosululloh. Selain itu, dalam acara ini akan digelar pelantikan Pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Desa Krajan. Yang dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Klaten, KH Mujiburrohman.

Usai melantik, KH Mujiburrohman dalam sambutannya berpesan agar segenap Pengurus NU Ranting Desa Krajan bersyukur telah dipilih Allah untuk mengurusi jami’yah Nahdlatul Ulama. Dia juga mengingatkan jika orang-orang yang ngurusi NU dianggap sebagai santri KH Hasyim Asy’ari. Sang pendiri NU juga disebut KH Mujiburrohman telah mendoakan orang yang mau ngurusi NU dengan doa khusnul khotimah. (Pekik Nursasongko/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Islam, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 21 November 2017

Rezeki Seret, Istighfar Biar Banyak

Aliran rezeki mengenal seret. Jalan apapun kalau sudah seret begini, maka diperlukan dorongan atau pelicin. Demi ketertiban dan kelancaran rezeki, lafal istighfar yang bisa dibaca sambil apa saja tanpa syarat sangatlah menolong. Artinya, tidak perlu repot mencari tips aneh-aneh apalagi datang ke siapa.

Demikian Syekh Abdul Wahhab As-Sya’roni dalam kitab Al-Minahus Saniyyah mengutip hadis Rasulullah SAW. Berikut kutipannya.

Rezeki Seret, Istighfar Biar Banyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Rezeki Seret, Istighfar Biar Banyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Rezeki Seret, Istighfar Biar Banyak

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Memang istighfar bukan untuk kelancaran rezeki semata. Permohonan ampunan Allah itu sangat dianjurkan ketika manusia dalam keadaan tidak berdosa dan terlebih lagi kalau melakukan dosa. Mohon ampun usai berdosa, ini mestinya agar azab Allah tidak turun seperti bunyi firman-Nya.

? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dan Allah SWT tidak akan mengazab mereka selagi mereka memohon ampunan-Nya.”

Tetapi istighfar kalau tidak berdosa, lebih didasarkan pada tindakan yang dicontohkan Rasulullah. Kendati mendapat jaminan ampunan dosa masa lalu dan masa depan, Nabi Muhammad SAW tetap saja beristighfar paling kurang 70 kali sehari. 

Namun demikian, istighfar sangat dituntut di pagi hari, petang, permulaan malam, dan malam tua. Tentunya tanpa harus menimbang rezeki seret atau tidak, terpeleset dalam dosa atau pun tidak.

Selain itu, istighfar perlu dibaca untuk meredam tinggi hati seseorang tiap kali selesai beramal saleh. Masih menurut Syekh Abdul Wahhab As-Sya’roni.

?? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.

“Arifun menyepakati anjuran istighfar usai beramal saleh. Dalam riwayat, para sahabat bercerita bahwa Rasulullah SAW beristighfar 3 kali tiap selepas sembahyang wajib. Maksudnya, menetapkan syariat istighfar usai beramal bagi umatnya sekaligus mengingatkan akan ketidaksempurnaan ibadah mereka.” Wallahu A’lam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 04 Oktober 2017

Pagar Nusa Siap Bantu Penuntasan Penyerangan LP

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa, salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama, menilai aksi penyerangan kelompok bersenjata di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, sebagai tindakan yang tidak menghormati supremasi hukum. Pagar Nusa siap memberikan bantuan untuk penuntasan pasca penyerangan tersebut.?

Ketua Umum PP Pagar Nusa H Aizzudin Abdurrahman, mengatakan ke empat korban tewas akibat penyerangan di LP Cebongan, sejatinya sudah menjalani proses hukum atas perbuatannya melakukan pengeroyokan terhadap anggota Kopassus Sertu Santoso.?

Pagar Nusa Siap Bantu Penuntasan Penyerangan LP (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Siap Bantu Penuntasan Penyerangan LP (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Siap Bantu Penuntasan Penyerangan LP

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Terlepas dari hukum kita yang selama ini hasilnya terkadang belum memuaskan, semua pihak harusnya menghormati proses hukum itu sendiri," tegas Aizzudin di Jakarta, Selasa (26/3/2013). ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Gus Aiz, demikian Aizzudin disapa, menambahkan tindakan tidak menghormati proses hukum tersebut dikhawatirkan menimbulkan ketakutan bagi masyarakat. Untuk menghindari kondisi tersebut, aparatur negara diminta bisa bertindak bijak untuk menenangkan masyarakat.?

"Kejadian di Cebongan eksesnya sangat luas, dan apabila ini dibiarkan bukan tidak mungkin masyarakat secara luas yang akan menjadi korbannya, masyarakat bisa semakin ketakutan. Kami dari Pagar Nusa mengimbau agar seluruh aparatur negara bisa menahan diri atas segala gejolak sosial di tengah masyarakat, sehingga tidak meresahkan," urai cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari tersebut.?

Untuk mengembalikan kondusifitas di tengah masyarakat, Gus Aiz juga meminta pelaku penyerangan segera ditangkap dan diproses hingga tuntas.?

"Polisi dan TNI harus bersinergi dengan baik. Segera tuntaskan permasalahan ini, dengan tidak meninggalkan trauma bagi masyarakat," ujarnya.?

Sementara untuk mengobati trauma yang dikabarkan menghinggapi sipir dan warga binaan di LP Cebongan, Pagar Nusa siap memberikan bantuannya. Pagar Nusa diakui oleh Gus Aiz memiliki kapabilitas di bidang tersebut.?

"Pagar Nusa tidak hanya konsen di olah fisik dan kanuragan, tapi juga ketabiban. Jika memang dibutuhkan kami siap kirimkan tabib-tabib terbaik untuk menyembuhkan trauma, baik kepada sipir atau warga binaan di LP Cebongan," tuntas Gus Aiz.?

LP Cebongan di Sleman diserang oleh belasan orang bersenjata, hingga menewaskan 4 tersangka kasus pengeroyokan titipan Polda DI Yogyakarta.?

Muncul dugaan pelaku penyerangan adalah Kopassus yang melakukan aksi balas dendam atas kematian rekannya akibat dikeroyok 4 orang tersangka titipan Polda tersebut, meski hal ini sudah dibantah oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jenderal Hardiono Saroso.

?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, Cerita, Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 12 September 2017

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kelompok radikal perongrong NKRI selama ini memulai gerakannya melalui forum-forum kajian keagamaan di masjid.

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

Karena itu, Khofifah mengajak para ibu Muslimat untuk memakmurkan masjid dan mushalla dengan berbagai kegiatan, baik keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Sehingga, dua rumah ibadah umat Islam itu tidak dikuasai oleh kelompok radikal tersebut.

"Mereka bergerak atau memulai gerakannya melalui masjid-masjid. Mari kita jaga masjid dan musalla. Harus terus-menerus melakukan aktivitas dari masjid ke masjid," ujarnya saat menghadiri peringatan Harlah Muslimat NU ke 71 dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diadakan PC Muslimat NU Sidoarjo, di GOR Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (23/4/2017).

Diakui Khofifah, saat ini banyak kegiatan yang mengajak antitahlil, manaqib, dan amaliyah NU lainnya serta kegiatan yang mengancam keutuhan NKRI. "Ibu-ibu Muslimat NU harus selalu istikamah menjalankan amaliyah yang diajarkan oleh para kiai NU," tegasnya.

Khofifah juga mengingatkan bahwa sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan. Ia pun mewanti-wanti agar kader NU menyiapkan para penceramah saat Tarawih dan setelah shalat Subuh, yang pesannya membawa keteduhan yang bisa membangun ukhuwah islamiyah berseiring dengan ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Dari masjid ke masjid kita tunjukkan cinta damai, kita tunjukkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah demi keutuhan NKRI. Inilah yang menjadi basis nilai persaudaraan yang diajarkan Nahdlatul Ulama," tegasnya. (Abdul Hady JM/Mukafi Niam)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 12 Agustus 2017

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Berbagai acara pawai atau parade kerap kali digelar di Kota Solo, baik yang bertema budaya maupun kebangsaan. Namun pada Kamis (6/6), diadakan acara yang berkonsep agak berbeda, yakni memadukan unsur antara budaya dan Religi. Acara tahunan ini diagendakan bertepatan dengan hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab.

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo

Dalam acara yang bertajuk "Parade Hadrah; Solo Bershalawat 2013" tersebut ratusan ribuan peserta yang terbagi dalam berbagai grup hadrah tumpah ruah di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan untuk kelima kalinya diadakan. Sejak tahun 2009 sampai sekarang, jumlah pesertanya juga terus meningkat. KH Idris Shofawi, mewakili panitia mengatakan, sudah ada 145 grup hadrah yang mendaftar. Tapi jumlah tersebut akan terus bertambah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Banyak yang mendaftar pas hari-H. Para peserta datang dari berbagai daerah se Solo Raya,” tuturnya, Rabu (5/6).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dia menambahkan tujuan acara ini yakni untuk mensyiarkan sholawat di Kota Solo. Juga untuk memperingati Isra’ Mi’raj.

“Kita ingin mengajak masyarakat agar giat bersholawat. Daripada untuk kegiatan yang tidak bermanfaat lebih baik banyak bershalawat,” tutur pemimpin Jamuro itu.

Saat pelaksanaan acara, terdengar lantunan sholawat pujian kepada Nabi Muhammad saw dengan diiringi irama rebana, begitu membahana di pusat Kota Solo. Rombongan parade itu berjalan dari Lapangan Kota Barat dan berakhir sampai pada Balai Kota Solo. Mereka ada yang berjalan kaki, namun ada pula yang naik mobil. Acara diakhiri dengan pembacaan mahalul qiyam dan doa bersama di lapangan depan Pendhapi Balai Kota.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, RMI NU, IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 06 Agustus 2017

LP Ma’arif NU Probolinggo Gelar Lomba Mewarnai Tingkat RA

Probolinggo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo menggelar lomba mewarnai di aula kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Sabtu (6/5). Kegiatan ini diikuti oleh 400 siswa Raudlatul Athfal (RA) se-Kecamatan Leces.

Lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini dibuka secara resmi oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri.

LP Ma’arif NU Probolinggo Gelar Lomba Mewarnai Tingkat RA (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Probolinggo Gelar Lomba Mewarnai Tingkat RA (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Probolinggo Gelar Lomba Mewarnai Tingkat RA

Hadir pula Pengurus LP Ma’arif NU, Pengawas RA/madrasah Kecamatan Leces, Kepala dan guru RA untuk mendampingi siswa-siswinya. Bahkan para wali murid juga hadir untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak mereka.

Kiai Jamaluddin Al-Hariri mengapresiasi LP Ma’arif NU yang mampu membangun kerja sama dengan lembaga pendidikan Islam walau sekelas Raudlatul Athfal (RA).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semoga ke depannya bisa bekerja sama dengan madrasah dan lembaga di atasnya. Dimana tujuannya tiada lain untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam mengembangkan bakat anak,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Kiai Jamal, tanpa dikembangkan maka bakat dan kreativitas anak didik akan stagnan, sangat disayangkan kalau generasi keemasan mereka tidak kita kembangkan. “Anak-anak harus kita pupuk sejak dini agar potensi yang dimilikinya berkembang sesuai fitrahnya. Merekalah generasi bangsa era mendatang yang harus siap dan matang,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Pengawas RA/Madrasah Salma. Melalui kegiatan ini pihaknya akan berupaya mengasah bakat dan minat anak sejak usia dini. “Sebab melalui pendidikan mereka akan mampu mewujudkan bakat, minat sesuai potensi dan kreatifnya,” ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Yuli menyampaikan terima kasih kepada pengurus PCNU dan semua panitia. Menurutnya, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama dan dukungan dari semua pihak.

“PCNU telah memberikan dukungannya terhadap Pimpinan Cabang LP Maarif NU baik moril maupun materiil. Semoga kedepan kita bisa melaksanakan kegiatan yang lebih baik lagi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, IMNU, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 21 Juli 2017

Lazisnu Jateng Targetkan 1.000 Kotak ZIS untuk Hamba Allah

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shadaqah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (Lazisnu Jateng) tahun 2016 ini menargetkan bisa menambah 1.000 kotak dalam program fundraising (penghimpunan dana) melalui metode manual. Kotak ZIS yang didesain khusus dari bahan acrylic tranparan, itu akan disebar di Kota Semarang dan sekitarnya sebagai sarana syiar sekaligus menghimpun dana dari masyarakat.

Sampai Februari ini sudah ada 500 kotak ZIS yang disebar dalam program uji coba sejak 2015 lalu. Sekretaris? Lazisnu Jateng Zainuddin Zein mengatakan, penghimpunan dana melalui transfer rekening sudah berjalan sukses, dan akan terus ditingkatkan target penerimaannya. Para donatur melalui jalur rekening ini tercatat nama dan alamatnya dan bisa diketahui jumlah setorannya.

Lazisnu Jateng Targetkan 1.000 Kotak ZIS untuk Hamba Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazisnu Jateng Targetkan 1.000 Kotak ZIS untuk Hamba Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazisnu Jateng Targetkan 1.000 Kotak ZIS untuk Hamba Allah

Sedangkan masyarakat banyak yang ingin zakat atau beramal tanpa tercatat. Mereka menyumbang tanpa memberitahu identitasnya. Baik orang NU sendiri, orang yang simpati pada NU, atau orang yang percaya kepada NU dan menitipkan uangnya. Keberadaan kotak Lazisnu menjadi penting dan harus terus ditingkatkan jumlah dan persebarannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Menghimpun zakat, infaq dan shadaqah melalui kotak itu penting dan harus ditingkatkan. Karena kotak itu untuk syiar dan menampung dana dari orang yang ingin menyumbang tanpa diketahui identitasnya," tuturnya saat mengisi Diklat Kaderisasi Amil Zakat yang digelar lembaganya di gedung PWNU Jateng, Jl Dr Cipto Mangunkusumo 180 Semarang, Ahad (14/2).

Diklat diikuti 20 orang yang telah lolos seleksi, dari 25 pendaftar, terutama dari para mahasiswa. Dalam acara yang dibuka Ketua PWNU Jateng Abu Hapsin dan diberi pengarahkan oleh Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh tersebut, Ketua Lazisnu Jateng H Muhammad Mahsun menjelaskan, peserta diklat akan dijadikan duta zakat untuk menyukseskan program penyebaran seribu kotak ZIS tersebut. Hasilnya akan dievaluasi dalam dua bulan setelah program dijalankan.

"Anda adalah Duta Zakat Jawa Tengah. Tenaga-tenaga muda yang masih fresh seperti Anda, akan langsung terjun action di lapangan. Targetnya adalah mendistribusikan 1000 kotak dan mengontrolnya di tahun ini," paparnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Panitia Diklat M Kholidul Adib menambahkan, diklat tersebut berisi materi yang sifatnya praktis, untuk langsung dilaksanakan di lapangan. Tugas pertama untuk mereka adalah menjemput zakat di tempat para muzaki baik muzaki individu maupun kelembagaan.

Abu Hapsin mengharapkan Lazisnu mengelola dengan serius untuk menghimpun dana dari masyarakat, khususnya dari warga NU untuk disalurkan kepada para mustahiq. Tujuannya jelas, membantu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah. (Ichwan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, Meme Islam, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 21 Juni 2017

Ramadhan Menjadi Pelajaran Berharga bagi Anak-anak

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Momentum bulan Ramadhan bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam rangka menanamkan nilai-nilai ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah bagi anak-anak. Demikian dalam akhir kegiatan Pesantren Ramadhan di SD Semai Jepara, Jawa Tengah.

Ramadhan Menjadi Pelajaran Berharga bagi Anak-anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Menjadi Pelajaran Berharga bagi Anak-anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Menjadi Pelajaran Berharga bagi Anak-anak

Kegiatan Pesantren Ramadhan ini bertajuk “Jelajah Tradisi Aswaja" telah selesai dilaksanakan pada Kamis-Jum’at (9-10/7) kemarin.

Kegiatan yang diikuti 53 anak kelas IV-VI meliputi berbagai kegiatan; gebyar shalawat, memahami penyebaran Islam di Jawa melalui Walisongo seperti lagu Gundul-gundul Pacul, Lir-Ilir serta movie learning Walisongo dan menerapkan ajaran Islam Rahmatan lil Alamin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian siswa. “Kegiatan untuk memberikan kesan kepada siswa bahwa mondok itu happy, menyenangkan,” tambah ketua panitia, Hidayatun Nikmah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu lanjut Nikmah untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan siswa kepada Allah SWT. Salah satu peserta, Amel, mengaku senang sekali dengan kegiatan tersebut. “Karena bisa kumpul-kumpul dengan teman, sahur dan tarawih bareng serta bisa lebih mandiri,” aku siswi kelas 4 SD.

Kepala SD Semai Jepara, Ismawati berharap melalui kegiatan ini anak-anak sejak dini memahami penyebaran Islam yang ditebarkan oleh para Wali. “Juga dalam rangka memahami ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Pahlawan, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Mei 2017

Ansor Pringsewu Fasilitasi Aksi Keliling Donor Darah Santri

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu mengagendakan beberapa kegiatan. Direncanakan, secara beruntun kegiatan akan dimulai pada hari Kamis-Senin (22-26 Oktober 2015).

Ansor Pringsewu Fasilitasi Aksi Keliling Donor Darah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pringsewu Fasilitasi Aksi Keliling Donor Darah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pringsewu Fasilitasi Aksi Keliling Donor Darah Santri

Saat memimpin Rapat Koordinasi Jelang Hari Santri Nasional di kediamannya Senin sore (19/10), M. Sofyan, Ketua PC GP Ansor Pringsewu menjelaskan, "Ada beberapa kegiatan yang akan kita agendakan dalam rangka memperingati hari santri besok, diantaranya santunan anak yatim, donor darah santri, pelantikan Rijalul Ansor yang diisi dengan seminar ‘Kiswah’, pembacaan Rotibul Kubro dan Maulid Al Habsy."

"Khusus untuk santunan anak yatim dan donor darah santri, kita akan melakukan roadshow ke beberapa pesantren yang ada di Kabupaten Pringsewu, pesantren di Kecamatan Gadingrejo hari Kamis, Pardasuka hari Jumat, Ambarawa hari Sabtu, Sukoharjo hari Minggu, dan Banyumas hari Senin," jelasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, untuk puncak kegiatannya yaitu pelantikan pengurus Rijalul Ansor Kabupaten Pringsewu akan dipusatkan di Gedung NU Pringsewu.

M. Dariyanto, Sekretaris PC GP Ansor Pringsewu yang juga ketua “Roadshow Donor Darah Santri” ini menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya akan menggandeng Dinas Kesehatan Pringsewu. “Mereka (Dinas Kesehatan) nanti yang akan bertugas mengambil darah para santri di pesantren lokasi donor, gagasan ini dari dr. Rahmat Sukoco (Klinik Welas Asih, Ambarawa) dan beliau bersedia untuk mengkomunikasikannya dengan Dinas Kesehatan."

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Untuk kepastian jadwal dan lokasi donor, besok akan saya komunikasikan dengan pengurus PAC Ansor di masing-masing kecamatan supaya mereka dapat berkoordinasi dengan pesantren yang akan dijadikan lokasi donor," jelasnya. (Henudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, Nusantara, Ubudiyah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 09 Mei 2017

Aswaja Youth Camp untuk Anggota Baru KMNU IPB

Bogor, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) IPB menyelenggarakan Aswaja Youth Camp (AYC) untuk para anggota baru di kampus Institut Pertanian Bogor. AYC merupakan salah satu acara inti dari rangkaian Isti’laul Qudrah (IQ) atau pengembangan diri dalam misi pengaderan KMNU IPB.

Peserta terdiri dari mahasiswa baru IPB angkatan 52 dan mahasiswa IPB angkatan 51 yang belum mengikuti IQ tahun lalu. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di ruang kuliah Fakultas Kedokteran Hewan, akhir pekan (27/9) itu. Penampilan hadrah KMNU menambah semarak acara tersebut.

Aswaja Youth Camp untuk Anggota Baru KMNU IPB (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Youth Camp untuk Anggota Baru KMNU IPB (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Youth Camp untuk Anggota Baru KMNU IPB

Acara antara lain diisi dengan pemilihan ketua angkatan 52 KMNU IPB yang dimoderatori oleh ketua pelaksana yaitu Nurudin Zanki. Melalui musyawarah mufakat, terpilihlah Tajudin (putra) dan Ima (putri) sebagai ketua angkatan baru.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Materi ke-NU-an menutup serangkaian acara Aswaja Youth Camp. M  Zimamul Adli sebagai pengisi materi tersebut memaparkan sejarah NU, makna lambang NU, sejarah KMNU Pusat, dan sejarah KMNU IPB.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Saya dibesarkan di NU, tidak boleh ingin menjadi apa-apa, tapi harus siap menjadi apapun,” ujar Zimam dalam penyampaian materinya mengutip pesan dari Gus Dur. Acara ditutup dengan do’a dan sholawat dengan memohon keberkahan dalam setiap langkah perjuangan KMNU IPB.

Sebelumnya anak-anak binaan tim pengabdian KMNU IPB menampilkan pentas seni dengan menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” diiringi dengan pembacaan puisi. (Iqbal Muzakki/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock