Minggu, 10 Desember 2017

BNP2 TKI Harapkan Jadi TKI Bukan Pilihan Pertama

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kepala Biro Humas Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Servulus Bobo Riti berharap, jamaah majelis taklim bisa membantu menjadi agen informasi kepada masyarakat terkait TKI seperti tentang prosedur dan mekanisme menjadi TKI.





BNP2 TKI Harapkan Jadi TKI Bukan Pilihan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
BNP2 TKI Harapkan Jadi TKI Bukan Pilihan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

BNP2 TKI Harapkan Jadi TKI Bukan Pilihan Pertama

Hal itu disampaikan di depan jamaah Majelis Ashabul Kahfi dalam kegiatan rutin bulanan Kajian Kitab Kuning dan Zikir Tarekat Syadziliah di masjid An-Nahdhah, di kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jalan Kramat Raya No. 164, Sabtu (19/11).

"TKI non prosedural sering menjadi masalah. Ini perlu diselesaikan secara bersama-sama," katanya, 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada kesempatan tersebut, mantan ketua KNPI ini juga menyatakan, agar bekerja menjadi TKI di luar negeri bukanlah pilihan pertama.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pilihan pertamanya adalah bekerja di dalam negeri. Menurutnya, lebih baik bekerja di dalam negeri karena bisa membangun negeri sendiri.

"Bagi yang masih menganggur silahkan bekerja di luar negeri tapi itu hanya pilihan ke dua, pilihan pertama tetap bekerja di dalam negeri. Saya lebih senang agar bisa bekerja di dalam negeri menjadi pilihan pertama," papar Servulus.

Dewan guru Mejelis Ashabul Kahfi yang juga Ketua Umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly mengatakan, agar para santri memiliki tekad yang teguh dalam meraih pendidikan formal.

Dikatakan, tidak ada orang mati kelaparan karena kerja untuk menimba ilmu, untuk sekolah setinggi-tingginya. Pendidikan formal membantu membentuk karakter santri lebih tangguh dalam membimbing masyarakat.

"Pesan saya tidak banyak, pendidikan, pendidikan, pendidikan," tegasnya.

Dalam acara tersebut diisi lantunan shalawat yang diiringi hadrah, ceramah umum, kajian kitab Minahus Saniah, dan zikir bersama Tarekat Syadziliah.

Hadir di dalamnya juga di antaranya Kiai Rahmat dari Bekasi, Pengasuh Pesantren Bintang Mazaya Kiai Lukman Nursalim, dan jamaah majlis Ashabul Kahfi yang berada di Jakarta. (Lukman Hakim/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Kajian Sunnah, Santri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock