Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Yogyakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-17, Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta menggelar acara Festival Hadrah Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di halaman pesantren, Jumat (10/2).?

Festival hadrah se-DIY yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut menghadirkan tiga dewan juri, yakni Ustadz Ahmad Roni juri vokal, Ustadz Anas Fahrudin juri adab, dan Ustadz Yazid Bustomi juri pakaian.?

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Pengasuh Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta, KH Naimul Wain dalam sambutannya mengatakan bahwa festival tersebut diadakan untuk menjalin ukhuwah antar-pesantren.?

“Syukur-syukur, bukan hanya ukhuwah pesantren, bukan hanya saling kenal tapi juga bisa ada tindak lanjutnya. Awalnya kenal, tapi akhirnya ada tindak lanjutnya,” ujar Kiai Naim yang disambut sorak-sorai para santri putra dan putri.?

Selain itu, lanjut Kiai Naim, acara ini merupakan upaya kita untuk membangun muhibbin, cinta kepada Rasulullah SAW.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semakin aktif kita menyelenggarakan acara seperti ini, akan bermunculan para pecinta-pecinta yang mengagungkan cinta kepada Allah SWT, dan Rasulullah SAW,” tegas Kiai Naim yang merupakan suami dari Nyai Hj Siti Chamnah.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Acara festival hadroh tersebut diramaikan oleh 19 grup hadroh dari berbagai pesantren, kampus, sekolah dan majelis taklim yang ada di DIY.?

19 grup hadroh yang ikut di antaranya adalah Ihwanul Qolbi, Azkiyya (Pesantren Nurul Ummah), Fi Hubbil Jalil (Majelis Ta’lim Al-Hidayah, Prambanan), Kasyiful Quroob (MAN 1 Yogyakarta), Al-Jauhar (Pesantren Al-Jauhar Gunung Kidul), Sunan Pandanaran Pi & Sunan Pandanaran Pa (MTs Sunan Pandanaran), al-Mahalli Junior & al-Mahalli Senior (Pesantren al-Mahalli, Bantul).

Taufiqurrahman, As-Sa’adah (Jamaah Masjid Anas bin Malik Sleman), Darul Muslihin (Pesantren Darul Muslihin, Bantul), El-Tsuroyya (Pesantren Muntasyirul Ulum), Darul Adzkiyya’ (MTsN 1 Yogyakarta), Nurani Insani (Pesantren Nurani Insani, Gamping), Tsamrotul Muna (Pesantren al-Munawwir Komplek Q), Syauqol Mujtaba (Pesantren an-Nur Ngrukem), Alba Nada (Pesantren al-Barakah), Al-Layyinah (UIN Sunan Kalijaga). (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan

Depok, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pendirian Pesantren Mahasiswa Al Hikam II yang lokasinya berdampingan dengan Kampus UI Depok kini tinggal selangkah lagi. Masjid sebagai pusat kegiatan sebentar lagi akan dipakai dan rumah miliki KH Hasyim Muzadi telah ditempati dengan menggelar syukuran bersama tetangga sekitar, Minggu (15/4).

Kiai Hasyim dalam sambutannya mengungkapkan mengapa dirinya ingin mendirikan pesantren mahasiswa? Karena memang pernah diminta oleh salah satu kiainya untuk mendidik anak sekolahan atau para mahasiswa yang pintar tapi kurang memahami agama.

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan

“Dulu saya diberi tahu sama kiai saya, kamu besok ngatur anak-anak sekolah saja.  Karena tidak semua kiai sabar ngajar anak mahasiswa yang nakal-nakal. Kalau kamu kan pengalaman nakal sehingga tahu bagaimana liku-liku kenakalan itu,” tuturnya

Dijelaskannya sangat penting untuk membuka wawasan keagamaan bagi kaum intelektual yang cerdas, tapi kurang tahu masalah ketuhanan. “Bagaimana yang wawasannya luas tapi tidak ngerti tuhan itu diajari tentang tuhan. Orang dulu banyak yang bener sekalipun tidak pinter, kalau sekarang banyak yang pinter tetapi tidak bener,” tuturnya.

Sebelumnya ia telah mendirikan Pesantren Mahasiswa Al Hikam I di Malang pada tahun 1991. Saat ini terdapat sekitar 200 mahasiswa dari berbagai universitas di Malang yang nyantri. Kini pesantren ini juga telah memiliki Ma’had Aly yang dimaksudkan untuk mencetak para kiai.

“Kalau itu diperuntukkan bagi lulusan pesantren yang mau jadi kiai. Supaya tidak nanggung, sebab kalau orang hampir kiai, itu berbahaya, nantinya marah-marah terus dan kalahan,” katanya menjelaskan tentang program Ma’had Aly.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kepindahannya ke Jakarta pada tahun 1999 karena terpilih sebagai ketua umum PBNU membuatnya harus bolak-balik Malang-Jakarta tiap minggu. Pada hari Senin sampai Kamis ia akan berada di Jakarta dan Jum’at sampai Minggu di Malang untuk mengajar ngaji. Kondisi ini menginspirasinya untuk membuat pesantren serupa di Jakarta.

Akhirnya, ia bertemu dengan Ibu Meilani, penganut Katolik yang bersedia menjual tanahnya di samping kampus UI dengan hanya sangat murah, hanya 225 ribu rupiah per meter persegi dan boleh dicicil. Kini harga tanah dilokasi itu berkisar 1.5 jutaan

Tanah yang dibeli seluas 1.7 hektar di area tersebut akan dibuat masjid, asrama santri, 5 rumah bagi para ustadz dan lapangan olah raga. Kompleks bangunan masjid yang kini hampir jadi juga dilengkapi dengan poliklinik, supermarket, dan perpustakaan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semenatar itu untuk rumah pribadinya, ia membeli tanah seluas 1100 meter persegi. Sebelumnya, saat berada di Jakarta, Ia selalu menginap di penginapan di gedung PBNU. “Rumah saya dibikin cukup luas agar bisa dipakai untuk pengajian ibu-ibu. Mengapa pengajian tidak, karena karena tidak semua mereka suci,” paparnya.

Masjidnya sendiri akan difungsikan sebulan lagi setelah bagian dalam dicat dan dipasang sound system. “Saya kan mengajar di masjid situ. Nanti kalau orang sudah ngumpul banyak baru bicara bagaimana pesantren ini didirikan,” tandasnya.

Dikatakannya pesantren merupakan bayang-bayang masjid, bukan masjid yang bayang-bayang pesantren. “Dimulai dari ibadah, munuju ke ilmu kemudian ke dunia, kemudian berputar ke dunia lagi yang selanjutnya kembali ke Allah,” tambahnya.

Dijelaskannya Pesantren didirikan pelan-pelan setelah masjidnya jalan karena pesantren harus ada orangnya dulu baru bangunannya. Ini berbeda dengan sekolahan atau real esteate yang dibangun dulu semua fasilitasnya.

“Kalau pesantren dibangun dulu baru cari santri, nantinya malah tak ada santrinya karena pesantren itu membangun perguruan, bukan hanya membangun keilmuan. yang paling sukar bukan mengajar ilmu, tetapi membangun akhlak. Kalau ilmu pasti pinter kalau diajari, tapi membangun karakter kehidupan seseorang itu tidak mungkin tanpa hidayah Allah,” jelasnya.

Kiai Hasyim tak lupa meminta dukungan dari masyarakat sekitar terhadap keberadaan pesantren dan masjid tersebut. “Saya tidak bisa menyulapnya sendiri. kehadiran pesantren harus bisa memberi manfaat kepada masyarakat dan agama,” katanya.

Beberapa fasilitas seperti lapangan olah raga, supermarket dan klinik nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai bentuk hubungan kemanfaatan dan kerohanian. “Kalau ada sesautu yang perlu dibantu, sepanjang saya bisa, insyaallah saya akan membantu,” katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Doa Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

Demo 2 Desember Sarat Kepentingan Politik

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Seluruh elemen bangsa hendaknya dapat menahan diri terhadap permasalahan di negeri ini. Jangan sampai ada pihak yang ingin menekan aparat dengan maksud terselubung. Termasuk rencana demo yang akan dilakukan 2 Desember 2016 mendatang.

Demo 2 Desember Sarat Kepentingan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo 2 Desember Sarat Kepentingan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo 2 Desember Sarat Kepentingan Politik

Penegasan ini disampaikan Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur, H Ahmad Tamim setelah mendapatkan informasi yang menyebutkan akan ada rencana demo oleh beberapa elemen di Jakarta, Jumat (2/12) mendatang. "Semua elemen bangsa semestinya tidak mempertaruhkan nilai-nilai dasar kebhinekaan Indonesia hanya dengan tujuan yang tidak beralasan," katanya, Sabtu (19/11).

Mantan Ketua PC GP Ansor Blitar ini berpendapat bahwa tuntutan sebagian umat Islam yang menuntut penanganan kasus yang diduga menistakan agama oleh Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) telah ditindak lanjuti pemerintah.?

"Polisi telah melakukan tindakan hukum, bahkan terlihat melakukan langkah yang sangat cepat dalam penanganan kasus ini," ungkap Gus Tamim, sapaan akrabnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Umat Islam dianggap sudah tidak relevan lagi menekan polisi untuk melakukan tindakan hukum sebagaimana yang diinginkan. "Polisi terlihat cukup serius dan tidak main-main dalam penanganan kasus ini, bahkan telah berjanji untuk secepatnya membawa kasus ke pengadilan," sergah anggota DPRD Jatim tersebut.

Dalam pandangan Gus Tamim, yang disampaikan oleh Kapolri sangat jelas. "Masyarakat semestinya harus sabar menunggu, apalagi umat Islam juga sudah diwakili beberapa pihak dan ikut dalam gelar perkara," terangnya. Hal tersebut, lanjutnya, tentu saja memperjelas substansi masalah untuk dikaji dan dianalisis hingga dapat dijadikan rujukan oleh anggota tim penyelidik kepolisian.

Justru Gus Tamim curiga bahwa aksi 2 Desember mendatang sudah tidak murni lagi sebagai gerakan dalam dimensi membela Islam, tetapi sudah mulai ditunggangi kepentingan lain (politis, red). "Ya, karena sudah hilang relevansi tuntututannya," tandasnya.

Terhadap rencana tersebut, negara harus berani tegas dan tidak didikte kepentingan segelintir orang. "Semua anggota masyarakat harus membela tindakan negara bila ada sekelompok orang yang sudah mulai mengancam keselamatan, terutama dalam eksistensi pengakuan kebhinekaan," tegasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai bagian tidak terpisahkan dari bangsa ini, jutaan anggota Ansor Jawa Timur akan siap membela bila negara diganggu dan diancam kepentingan yang merusak. "Ansor akan menjadi garda terdepan membela kebhinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya

Langsa, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan di camp pengungsi Rohinya di Aceh sejak Senin 23 Juni 2015. Aksi bertema "Rohingya Emergency Relief, Ramadhan 2015" ini dilakukan dengan memberikan paket buka puasa disertai doa bersama dengan 500 pengungsi Rohingya di Kota Langsa.

LPBI NU menggandeng Islamic Help, LSM internasional asal Inggris yang pernah melakukan aksi kemanusiaan bersama NU? dalam Tsunami Aceh dan Gempa Yogyakarta di masa lalu. Aksi kemanusiaan ini juga melibatkan PW LPBI NU Aceh, PCNU Kota Langsa dan Dayah (Pesantren) di Kota Langsa.

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya

Ketua PP LPBI NU, Avianto Muhtadi mengatakan bahwa saat ini kondisi pengungsi cukup terjamin. Ini berkat masyarakat Aceh yang sangat membantu dan ikhlas. Namun, tambah Avianto, saat menyiapkan paket buka puasa selalu saja ada yang kurang padahal paket dibuat lebih.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari pengamatannya langsung dengan para pengungsi, Avianto menilai ada potensi kericuhan, apalagi mereka berbeda etnis, akibat tak meratannya bantuan yang diterima pengungsi. Sebagian pengungsi mengambil jatah lebih banyak dari yang lain.

“Di camp, pemenuhan kebutuhan terpenuhi dengan baik namun menuai kecemburuan sosial dan kesenjangan antara penduduk setempat dengan mereka yang mendapat bantuan berlimpah,” imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bagi Avianto, bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak perlu dikelola dalam satu koordinasi agar tidak berdampak pada benturan kepentingan, di samping agar jelas akuntabilitas dan transparasinya. Ia juga berpendapat, Pemerintah perlu mendesak PBB agar melakukan mengambil alih bila negara asal pengungsi tidak menerima mereka kembali. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Lomba, Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 02 Januari 2018

PBNU: TKI di Negara non-Muslim Lebih Dihargai

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, turut menyikapi terjadinya penembakan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Terjadi ironi dalam kejadian tersebut, dimana TKI di negara non-Muslim dinilainya mendapatkan perlakuan yang lebih baik dibandingkan negara berpenduduk mayoritas Islam.

PBNU: TKI di Negara non-Muslim Lebih Dihargai (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: TKI di Negara non-Muslim Lebih Dihargai (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: TKI di Negara non-Muslim Lebih Dihargai

"Dengan berat hati saya sampaikan, bahwa TKI kita di negara non-Muslim justru mendapatkan perlakuan yang lebih baik. TKI di Hongkong dan Taiwan tidak pernah ada cerita ditembaki atau diperjualbelikan organ tubuhnya," ungkap Kiai Said di Jakarta, Selasa (24/4). 

Aksi penembakan terhadap TKI yang dilakukan polisi Diraja Malaysia juga dinilai oleh Kiai Said sebagai tindakan yang biadab, apapun latar belakang yang mendasarinya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kalaupun salah janganlah ditembaki. Salah memang harus ada hukumannya, tapi tidak harus ditembaki," tegas Kiai Said. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dikemukakan juga oleh Kiai Said, PBNU mendesak polisi Diraja Malaysia untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan penembakan tersebut. Tindakan tegas berupa   hukuman wajib diberikan tidak hanya untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, melainkan menjaga kredibilitas institusi kepolisian Malaysia tersebut. 

"Harus dihukum pelakunya. Ini bukan hanya untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, tapi juga untuk nama baik Malaysia sendiri di forum internasional,"  tandas Kiai bergelar doktor lulusan Universitas Ummur Qura Mekkah tersebut. 

PBNU juga mendesak pemerintah Indonesia menyampaikan protes keras terhadap Malaysia, untuk menekan kemungkinan terulangnya kejadian yang sama di waktu mendatang. 

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 01 Januari 2018

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) ternyata tidak hanya memberikan hewan kurban kepada yang masih hidup, tetapi juga menghadiahkan hewan tersebut kepada para pendiri Muslimat NU yang telah wafat. Inisiatif ini dilakukan setiap tahun pada momen Idul Adha.

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua II PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj saat melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban, Ahad (3/9) di Kantor PP Muslimat NU Pengadegan, Jakarta Selatan.?

“Setiap tahun, kami meng-idhohiq-kan atau menghadiahkan hewan kurban kepada para pendiri Muslimat NU,” jelas Nurhayati.

Menurut istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, dengan melakukan inisiatif menghadiahkan hewan kurban kepada yang sudah meninggal menunjukkan bahwa kegiatan berkurban tidak hanya menjadi sarana silaturrahim para pengurus yang masih hidup, tetapi juga dengan yang sudah meninggal.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kegiatan kurban Muslimat NU mempunyai tiga tujuan, pertama silatul ‘amal, kedua silaturrahim para pengurus, ketiga silaturruh dengan para pendiri Muslimat yang sudah meninggal dunia,” terangnya.

Ia menjelaskan, silaturrahim bermuwajahah sesama pengurus. Silatul amal, persamaan persepsi atau kerja sama yang baik. Sedangkan silaturruh hubungan batin antara pengurus Muslimat NU yang masih hidup dengan yang sudah wafat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Idul Adha 1438 H tahun 2017 ini, PP Muslimat NU berkurban 16 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah sapi dan kambing tersebut terkumpul atas kontribusi sejumlah pihak.

Nurhayati menerangkan, sapi dan kambing tersebut berasal dari keluarga Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, keluarga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, keluarga Anna Muawanah, keluarga Bapak Tasrif, ibu-ibu Muslimat NU, dan keluarga besar Kementerian Sosial RI.

Ia berharap, semoga hewan kurban di tahun depan makin bertambah banyak sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Melalui ribuan kupon, kami membagikan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga di sekitar Kantor Muslimat,” ujar Nurhayati.

Kegiatan pemotongan hewan dan pembagian daging kurban ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Muslimat NU di tingkat pimpinan pusat dengan melibatkan sejumlah pemotong hewan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 31 Desember 2017

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Tegal, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ribuan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Tegal berkumpul di halaman Pendopo Amangkurat, Jumat (18/12). Mereka menghadiri deklarasi "Santri Mitra Kamtibmas". Deklarasi ini berhasil memecahkan rekor Muri.

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Deklarasi yang digagas oleh Polres Tegal, Pemkab Tegal, dan GP Ansor Tegal ini diikuti santri yang mayoritas adalah pelajar dan pemuda Tegal. Mereka datang berjalan kaki, menggunakan sepeda, sepeda motor, dan truk sejak pukul 06.00.

Acara  dihadiri Kapolda, Bupati, Kapolres, Dandim dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tegal. Acara ini dikawal ratusan personel TNI dan Polri lengkap dengan kendaraan taktisnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Deklarasi ini penting untuk membantu ketenteraman dan ketertiban di Tegal," kata Bupati Tegal Ki Enthus Susmono.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berdasarkan pantuan di lapangan ribuan santri dan ratusan petugas kepolisian yang memadati halaman pendopo Amangkurat ini terlihat menikmati hiburan hadroh yang ditampilkan.

Dengan memakai busana muslim lengkap dengan peci, mereka tampak antusias dan mengikuti lantunan dan gerakan dari lagu yang dinyanyikan oleh anggota grup musik hadroh. (Abdul Wahab/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Pondok Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock