Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Yogyakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-17, Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta menggelar acara Festival Hadrah Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di halaman pesantren, Jumat (10/2).?

Festival hadrah se-DIY yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut menghadirkan tiga dewan juri, yakni Ustadz Ahmad Roni juri vokal, Ustadz Anas Fahrudin juri adab, dan Ustadz Yazid Bustomi juri pakaian.?

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Pengasuh Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta, KH Naimul Wain dalam sambutannya mengatakan bahwa festival tersebut diadakan untuk menjalin ukhuwah antar-pesantren.?

“Syukur-syukur, bukan hanya ukhuwah pesantren, bukan hanya saling kenal tapi juga bisa ada tindak lanjutnya. Awalnya kenal, tapi akhirnya ada tindak lanjutnya,” ujar Kiai Naim yang disambut sorak-sorai para santri putra dan putri.?

Selain itu, lanjut Kiai Naim, acara ini merupakan upaya kita untuk membangun muhibbin, cinta kepada Rasulullah SAW.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semakin aktif kita menyelenggarakan acara seperti ini, akan bermunculan para pecinta-pecinta yang mengagungkan cinta kepada Allah SWT, dan Rasulullah SAW,” tegas Kiai Naim yang merupakan suami dari Nyai Hj Siti Chamnah.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Acara festival hadroh tersebut diramaikan oleh 19 grup hadroh dari berbagai pesantren, kampus, sekolah dan majelis taklim yang ada di DIY.?

19 grup hadroh yang ikut di antaranya adalah Ihwanul Qolbi, Azkiyya (Pesantren Nurul Ummah), Fi Hubbil Jalil (Majelis Ta’lim Al-Hidayah, Prambanan), Kasyiful Quroob (MAN 1 Yogyakarta), Al-Jauhar (Pesantren Al-Jauhar Gunung Kidul), Sunan Pandanaran Pi & Sunan Pandanaran Pa (MTs Sunan Pandanaran), al-Mahalli Junior & al-Mahalli Senior (Pesantren al-Mahalli, Bantul).

Taufiqurrahman, As-Sa’adah (Jamaah Masjid Anas bin Malik Sleman), Darul Muslihin (Pesantren Darul Muslihin, Bantul), El-Tsuroyya (Pesantren Muntasyirul Ulum), Darul Adzkiyya’ (MTsN 1 Yogyakarta), Nurani Insani (Pesantren Nurani Insani, Gamping), Tsamrotul Muna (Pesantren al-Munawwir Komplek Q), Syauqol Mujtaba (Pesantren an-Nur Ngrukem), Alba Nada (Pesantren al-Barakah), Al-Layyinah (UIN Sunan Kalijaga). (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 22 Februari 2018

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat

Kulon Progo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) DI Yogyakarta memilih Nova Andriyanto sebagai ketua PW IPNU dan Aini Silvi Arofah sebagai ketua PW IPPNU. Keduanya ditetapkan melalui musyawarah mufakat.

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru IPNU-IPPNU DIY Terpilih lewat Musyawarah Mufakat

Konferwil IPNU-IPPNU DIY berlangsung pada 26-27 Desember 2015 di SMK Maarif 1 Kabupaten Kulon Progo, DIY. Sidang pemilihan ketua baru IPPNU DIY dipimpin langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Puti Hasni, sedangkan sidang pemilihan ketua baru IPNU DIY dipimpin Masyhuri dari PWNU DIY.

Nova Andriyanto dan Aini Silvi dipercaya memimpin organisasi pelajar NU DIY masa khidmah 2015-2018 secara aklamasi usai seluruh perwakilan Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU setempat mengajukan satu nama calon ketua Pimpinan Wilayah IPNU dan IPPNU DIY.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mekanisme pemilihan melalui musyawarah mufakat ini mendapat apresiasi dari PWNU DIY.? "Secara tidak langsung, sistem musyawarah mufakat ini sesuai dengan sistem Ahul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang diusulkan PBNU,"? kata Masyhuri mewakili PWNU DIY.

Apresiasi juga disampaikan Puti Hasni, ketua PP IPPNU. "Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh dari kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, semoga pimpinan wilayah IPNU-IPPNU dapat dijadikan percontohan bagi pimpinan wilayah yang lain," ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konferwil kali ini mengusung tema “Meneguhkan Spirit Kebersamaan Pelajar dalam Menghadapi Budaya Global Berbasis Kearifan Lokal”. Beberapa kegiatan pendukung juga digelar, di antaranya parade seni dan budaya yang diikuti pelajar NU se-DIY dan dilanjutkan dengan seminar kebudayaan.

Hadir dalam acara pembukaan perwakilan Pimpinan Cabang NU Kabupten Kulon Progo, Muslimat NU DIY, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, dan Pemerintah Provinsi DIY. Dalam kesempatan itu, salah seorang pejabat daerah mewakili Gubernur DIY menyampaikan pesan agar kader IPNU dan IPPNU? menanamkan jiwa kemimpinan sejak dini supaya kelak menjadi pemimpin berkelas dan berintegritas. "Karena karakter suatu bangsa ditentukan karakter pemimpin dan golongan mudanya, dalam hal ini adalah pelajar," pesan gubernur DIY. (Miqdam/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional, Cerita, Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 20 Februari 2018

Kemnaker Tindak Lanjuti Laporan Saber Pungli

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Unit Pemberantasan Pungli ? (UPP) Kementerian Ketenagakerjaan telah menindak lanjuti seluruh laporan pengaduan pungli yang disampaikan oleh Satgas Saber Pungli ke kementerian ini. Menurut Ketua UPP Kemnaker yang juga Inspektur Jenderal Kemnaker, Sunarno, pihaknya tidak kompromi dengan praktik-praktik pungutan.

Kemnaker Tindak Lanjuti Laporan Saber Pungli (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Tindak Lanjuti Laporan Saber Pungli (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Tindak Lanjuti Laporan Saber Pungli

“Seluruh aduan sudah kami tangani. Ada beberapa yang hasilnya menunggu tim audit,” kata Sunarno dalam keterangan persnya, Senin (14/8). ?

Kecepatan tanggap atas aduan, lanjutnya, bagian dari upaya Kemnaker memberikan pelayanan ketenagakerjaan yang efekti, efisien, cepat, mudah, dan transparan. Perlakuan yang sa tak hanya kepada aduan dari Satgas Saber Pungli saja, tapi juga terhadap aduan masyarakat yang disampaikan langsung ke Kemnaker.

Berdasarkan data UPP Kemnaker, hingga Juli 2017, Kemnaker telah menerima ? 30 pengaduan limpahan dari Saber Pungli pusat. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya merupakan laporan yang sama (laporan dobel), delapan bukan kasus ketenagakerjaan dan telah dikembalikan ke Saber Pungli.

Dengan demikian, hanya 19 aduan yang ditindaklanjuti. Dari jumlah tersebut, ? 14 kasus telah diambil langkah melalui konfirmasi dan klarifikasi ke unit kerja Kemnaker yang terkait, baik di pusat maupun daerah. Hasilnya, aduan tersebut tidak bisa dibuktikan. Adapun lima kasus yang lain, saat ini sedang menunggu hasil audit.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Terhadap laporan yang tidak bisa dibuktikan, tentu tidak ada tindakan lanjutan. Sedangkan yang dalam proses audit, jika terbukti ada praktik pungli, tentu harus ada sanksi yang dijatuhkan,” tegas Sunarno.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dijelasknan pula, dalam ihtiyar menanggulangi praktik pungli, gratifikasi dan korupsi, Kemnaker telah melakukan pemetaan area potensi pungli pelayanan, membuka Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA), membangun regulasi di bidang pencegahan tipikor, pengendalian gratifikasi dan penanganan benturan kepentingan, serta deregulasi ketenagakerjaan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Layanan ketenagakerjaan di PTSA meliputi 17 pelayanan bidang Pelatihan dan Produktivitas, Binapenta dan perluasan kesempatan kerja, Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos, Pengawasan dan Keamanan, Keselamatan Kerja (K3), Perencanaan Pembangunan dan Kesekretariatan.?

Dibidang pelayanan pengaduan masyarakat, Kemnaker telah menyediakan sarana yaitu Whistleblowing System Kemnaker dan Call Center Kemnaker 15000133, Sistem Lapor (dikelola bersama Kemenpan RB), Po Box 555, Tromol Pos 5000 (dikelola bersama Kemenpan RB), Po Box 9949 (dikelola bersama Setneg).

Berdasarkan Hasil Survei Integritas KPK terkait pelayanan publik, Kemnaker mendapat nilai 76,40, secara umum Kemnaker mendapat respon positif. Untuk mencegah pungli dalam pelayanan publik, bentuk pelayanan disajikan dengan mekanisme online untuk menghindari kontak langsung dengan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ubudiyah, Cerita, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 04 Februari 2018

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram

Oleh KH Zakky Mubarak

Masa kebangkitan, keemasan, dan kehancuran suatu umat terjadi silih berganti, dari satu generasi ke generasi yang lain, dari suatu abad ke abad yang lainnya. Peristiwa-peristiwa itu terus bergulir dengan pasti, sesuai dengan sunnatullah. Semua peristiwa tersebut merupakan pelajaran yang amat berharga bagi kita dan bagi generasi yang akan datang, untuk memilih mana yang baik yang harus diikuti dan mana yang buruk yang harus dihindari.

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Peristiwa Penting Para Nabi pada 10 Muharram

Hari sepuluh Muharram atau hari Asyura merupakan hari bersejarah. Menurut beberapa riwayat disebutkan, banyak peristiwa penting terjadi di hari itu pada masa yang lalu, di antaranya disebutkan sebagai berikut: (1) Nabi Adam alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya. (2) Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. (3) Selamatnya Nabi Ibrahim alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar. (4) Nabi Yusuf alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah. (5) Nabi Yunus alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu. (6) Nabi Ayyub alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan. (7) Nabi Musa alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka. Banyak lagi peristiwa lain yang terjadi pada hari sepuluh Muharram itu, yang menunjukkan sebagai hari yang bersejarah, yang penuh kenangan dan pelajaran yang berharga.

Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu alaihi wassalam menyatakan bahwa hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya. Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan, Nabi s.a.w. menetapkan:

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya." (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)

Ibnu Abbas seorang sahabat, saudara sepupu Nabi yang dikenal sangat ahli dalam tafsir al-Qur’an meriwayatkan bahwa saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di sana mengerjakan puasa Asyura. Nabi pum bertanya tentang alasan mereka berpuasa. Mereka menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah”. Nabi bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka." Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga." (HR. Bukhari; No: 1865  & Muslim, No: 1910)

Abu Musa al-Asy’ari mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu." (H.R. Bukhari, No: 1866; Muslim, No: 1912)

Dari uraian di atas nyatalah bagi kita, bahwa hari Asyura merupakan hari bersejarah yang diagungkan dari masa ke masa. Kita hendaknya menyambut hari itu dengan banyak mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu. Kita menyambutnya sesuai dengan tuntunan Rasulullah, agar senantiasa berada dalam bimbingannya, yaitu dengan jalan:

Pertama, mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa pada hari ini diantaranya disebutkan dalam hadits Nabi:

? ? ? ? ? ?: ? ? ? 

"Nabi shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, No: 1977) 

Dalam hadits yang lain, Rasulullah menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram." (HR. Nasa’i, No: 1614)

Kedua, mengerjakan puasa Tasu’a atau puasa sunnah hari kesembilan di bulan Muharram. Mengenai puasa ini Ibnu Abbas meriwayatkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?)

“Pada waktu Rasulullah dan para sahabatnya mengerjakan puasa Asyura, para sahabat menginformasikan kepada Nabi shallallahu alaihi wassalam bahwa hari Asyura diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Nabi bersabda : “Tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa juga pada hari kesembilan”. kata Ibnu Abbas, akan tetapi sebelum mencapai tahun depan Rasulullah s.a.w. wafat”. (H.R. Muslim, No: 1916, Abu Daud, No: 2089).

Dengan demikian, kita melakukan puasa Asyura dengan menambah satu hari sebelumnya yaitu hari Tasu’a, atau tanggal 9 di bulan Muharram. Kita disunnahkan berpuasa selama 2 hari, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram.

Ketiga, memperbanyak sedekah. Dalam menyambut bulan Muharram diperintahkan agar memperbanyak pengeluran dari belanja kita sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim, membantu keluarga, kaum kerabat, orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Semua itu hendaknya dilakukan dengan tidak memberatkan diri sendiri dan disertai keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah.

Mengenai hal ini Rasulullah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya.” (HR Baihaqi, No: 3795)

Dengan memperingati hari Asyura, kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu. Misi mereka pada dasarnya adalah sama menegakkan aqidah Islamiyah, meyakini ke-Esaan Allah subhanahu wataala yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Peristiwa masa lalu merupakan cermin bagi kita untuk berusaha memisahkan kebenaran dan kebathilan, memisahkan yang baik dan buruk, agar dapat meratakan jalan bagi kita untuk menjangkau masa depan. Semua peristiwa dan kejadian-kejadian yang ada dalam alam semesta ini merupakan pelajaran yang bermanfaat bagi orang-orang yang mempergunakan akalnya. Pergantian siang dan malam, pergantian musim dan pada segala sesuatu di alam ini terdapat tanda, bahwa sesungguhnya Allah itu adalah Maha Esa dan Maha Kuasa.





Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD

Palu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tengah, Adha Nadjemuddin meminta kepada seluruh kader organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama di wilayahnya untuk membacakan doa tahlil kepada para korban jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat di Poso, Ahad petang.

"Saya meminta kepada Ansor di kabupaten/kota melaksanakan tahlil bersama. Mari kita doakan mereka," kata Adha Nadjemuddin di Palu, Ahad malam, menanggapi tragedi jatuhnya helikopter jenis Helly Bell 412 EP dengan nomor penerbangan HA-5171 yang menewaskan 13 prajurit TNI tersebut.

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD

Menurut Adha, mereka yang tewas dalam kecelakaan helikopter tersebut adalah pahlawan yang gugur demi NKRI.?

"Kita pantas mendoakan mereka," katanya.?

Adha mengatakan bahwa TNI adalah barisan terdepan pertahanan negara yang harus diberikan penghargaan dan penghormatan, apalagi para korban sedang melaksanakan tugas negara dalam menumpas kelompok sipil bersenjata di Poso.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Mereka telah berjuang secara fisik untuk NKRI. Sementara Ansor berjuang melalui penguatan ideologi. Tujuan kita sama-sama untuk penguatan NKRI," katanya jurnalis LKBN Antara itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adha mengatakan GP Ansor bersama organisasi semi otonomnya Banser sebelumnya telah berencana berdialog dengan Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar tentang penguatan NKRI bersama Banser, namun karena Saiful Anwar lebih banyak berkantor di Poso sehingga dialog tersebut tidak kunjung dilaksanakan.

"TNI dan Polri adalah mitra dari Banser. Mereka banyak membantu pelatihan dan pendidikan kepada Banser," katanya.

Menurut Adha, institusi TNI, Polri dan Banser adalah institusi yang masuk dalam daftar sasaran kelompok sipil bersenjata, teroris.

Adha mengatakan dirinya bertemu terakhir kali bersama Danrem 132 Tadulako saat apel siaga kedatangan Wakil Presiden ke Palu dalam rangka gerhana matahari total.

"Di situ saya bangga dengan beliau, karena tidak kompromi dengan kelompok yang mencoba mengacaukan NKRI," katanya.

Danrem 132/Tadulako Kol Inf Saiful Anwar gugur dalam tragedi jatuhnya heli yang ia tumpangi dari Napu menuju Poso usai memantau Operasi Tinombala menumpas teroris di daerah itu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 15 Januari 2018

Antusias, Kartanu di Pesantren Bahrul Ulum Sampai Jam 9 Malam

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pesantren yang terletak di Tambakberas Jombang ini menjadi kebanggaan bagi pelaksanaan Kartanu. Bahkan untuk kali ketiga, pesantren menjadi saksi sejarah antuasias para santri dan penduduk setempat.

Antusias, Kartanu di Pesantren Bahrul Ulum Sampai Jam 9 Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Antusias, Kartanu di Pesantren Bahrul Ulum Sampai Jam 9 Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Antusias, Kartanu di Pesantren Bahrul Ulum Sampai Jam 9 Malam

Sejak pagi hingga jam sembilan malam, para petugas Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) harus siap di Gedung Serba Guna KH Chasbulloh Sa’id area Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Ini sebenarnya pengalam kali ketiga bagi panitia untuk melakukan pemotretan Kartanu.?

“Yang pertama pada saat launching Kartanu, kemudian pada pemotretan kedua serta hari ini untuk ketiga kalinya,” kata Affandi. Sebenarnya jadual pemotretan harusnya di MWC Kesamben.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Namun karena pengurus di kecamatan tersebut belum siap, akhirnya dialihkan ke sini,” tandasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bukan semata pengalihan jadual, namun panitia bekerja secara total. “Seluruh alat Kartanu yang berjumlah empat unit dihadirkan di pesantren ini,” katanya. Padahal untuk satu unit, dibutuhkan empat operator.?

Hal ini dilakukan karena setidaknya ada dua ribu lembar yang akan diproses. ? “Karenanya kami turun full team,” kata pria asli Baweaan Gresik ini.?

Diluar itu semua, panitia merasa salut dengan kiprah pengurus khususnya Ketua MWC NU Jombang, KH Asharun Nur.?

“Pak Asharun selalu hadir di setiap kegiatan pemotretan,” katanya. Hal itu tentu saja membuat warga yang sempat didatangi merasa puas dan bangga lantaran pimpinannya juga terlihat sibuk dan menyapa mereka.

Untuk pemotretan kali ini, setidaknya telah siap diproses sekitar seribu lima ratus lembar Kartanu. Sedangkan untuk periode kedua saat susulan kemarin berjumlah sekitar seribu lima ratus buah.?

“Jombang kota memang beda dengan MWC lain,” katanya.

Dengan sejumlah pesantren besar yang dimiliki, sebenarnya sukses Kartanu di MWC NU Jombang dapat menginspirasi wilayah lain untuk melakukan hal yang sama. Sejumlah MWC memiliki sejumlah pesantren di wilayahnya.?

“Ini sangat bergantung kepada para pimpinan NU setempat untuk silaturahim kepada pengasuh pesantren setempat,” katanya.?

“Kalau di Jombang kota saja bisa, pastinya di tempat lain juga bisa kan?” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor:Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Habib Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 08 Januari 2018

Ini Pandangan GP Ansor Sumbar Terkait Pembakaran Mapolres Dharmasraya

Padang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat mengecam keras aksi pembakaran Mapolres Dharmasraya Ahad (12/11) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB. Apapun alasannya aksi pembakaran tersebut merupakan tindakan biadab dan jelas merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal disampaikan Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman, Senin (13/11) di Padang menanggapi aksi pembakaran Mapolres Dharmasraya. Menurut Rahmat, aksi ini merupakan tindakan keji dan mengancam stabilitas dan keamanan di daerah Sumatera Barat.

Ini Pandangan GP Ansor Sumbar Terkait Pembakaran Mapolres Dharmasraya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pandangan GP Ansor Sumbar Terkait Pembakaran Mapolres Dharmasraya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pandangan GP Ansor Sumbar Terkait Pembakaran Mapolres Dharmasraya

"Pembakaran Mapolres sebagai simbol lembaga keamanan di negara ini merupakan ancaman yang sangat serius dan perlu pengusutan tuntas. Bayangkan, simbol keamanan negara ini saja dimusnahkannya. Apalagi yang lain?" kata Rahmat kandidat doktor ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

GP Ansor Sumbar mendorong dan minta Kapolda bersama jajarannya untuk mengusut tuntas motif pelakunya sehingga peristiwa ini jangan sampai terulang lagi di Sumatera Barat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Dari informasi yang sudah dipublis media, pelakunya merupakan generasi muda yang sudah berani melakukan pemboman dan pembakaran institusi negara. Mereka masuk dari luar Sumatera Barat," kata Rahmat.

Dari peristiwa ini, kata Rahmat, menunjukkan ancaman radikalisme itu sudah di depan mata. Generasi muda yang didoktrin dengan paham radikal akan melakukan apapun yang dianggapnya benar, termasuk melakukan kekerasan, pembunuhan, pemboman dan pembakaran terhadap institusi pemerintah. Ironisnya, paham radikal ini dengan mudah didapatkan seseorang melalui media sosial, jaringan internet maupun komunikasi jarak jauh.

Rahmat mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak dan generasi mudanya agar jangan sampai terpengaruh paham radikal tersebut. Pembinaan generasi muda melalui kegiatan-kegiatan positif dan jauh dari paham radikal perlu semakin ditingkatkan. Terutama organisasi pemuda yang mengajarkan paham Islam rahmatan lil alamin terus didorong untuk berperan aktif dalam berbagai program pembangunan. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Amalan, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 28 Desember 2017

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) menjalin kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia yang menjadi produsen susu Hilo Soleha. Perseroan terbatas yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta itu bermaksud mengadakan program donasi bertajuk "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu."

Surat perjanjian kerjasama ditandatangani di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/2), oleh Prof Dr KH Fathurrahman Rauf selaku Ketua PP LAZIS NU dan Nina Agustriana yang bertindak sebagai Brand Manager Divisi Tropicana Slim yang selanjutnya disebut Nutrifood.

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Dalam surat perjanjian disebutkan, Nutrifood berhak menggunakan logo LAZIS untuk keperluan promosi program dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan LAZIS di seluruh Indonesia meliputi kegiatan edukasi, direct selling dan pemberian free sampling.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara dalam program "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu" itu LAZIS akan mengelola sumbangan sebesar Rp 500,- dari setiap penjualan 1 dus Hilo Soleha selama periode program.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kerjasama itu PP LAZIS NU dengan PT Nutrifood Indonesia itu berlaku efektif mulai 10 Januari hingga 10 April 2008 mendatang.

Ketua PP LAZIS NU Fathurrahman Rauf usai penandatangan mengatakan, kerjasama bisa diteruskan bahkan diperluas untuk produk-produk Tropicana Slim yang lainnya. "Ini akan menjadi kerjasama yang baik untuk kebaikan bersama," katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Nusantara, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 Desember 2017

Pesantren Tempat Mendidik Manusia, Bukan Tempat Makan Enak

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Staf Ahli Bupati Way Kanan Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Gino Vanollie meyakini pesantren sebagai lembaga yang serius mengembangkan intelektualitas peserta didiknya. Pesantren berhasil menyadarkan para santri perihal tujuan utama mereka datang ke pesantren, menuntut ilmu.

Demikian disampaikan Gino Vanollie di Gunung Labuhan, Way Kanan, Senin (2/5).

Pesantren Tempat Mendidik Manusia, Bukan Tempat Makan Enak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tempat Mendidik Manusia, Bukan Tempat Makan Enak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tempat Mendidik Manusia, Bukan Tempat Makan Enak

"Keunggulan pesantren dari sekolah umum salah satunya adalah menanamkan karakter. Teman saya memondokkan anaknya di salah satu pesantren di Jawa Timur. Sekitar dua bulan ia tengok anaknya dan menangis karena iba melihat apa yang dimakan anaknya, berbeda jauh dengan di rumah," kata Gino.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun, anak temannya dengan cerdas memberikan jawaban yang membuat ayahnya diam. "Yah, di sini itu untuk mengisi ini (sambil menunjuk kepalanya), bukan mengisi ini (sambil menunjuk perutnya). Itulah kehebatan pesantren, mampu menumbuhkan karakter kuat dalam diri seseorang," ujar Gino yang juga Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia (FGII) itu.

Karena itu, imbuh Gino, para peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 yang digelar GP Ansor Way Kanan sangat beruntung bisa tinggal di pesantren kendati hanya satu bulan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Pesantren Assiddiqiyah XI asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi menggelar upacara yang diikuti santri dan peserta BPUN.

"Banyak perubahan kami dapatkan selama tinggal di pesantren seperti diajarkan mandiri, disiplin waktu, hingga kebersamaan," ujar pelajar SMA Pangastuti Samsul Bahri yang menjadi peserta BPUN Way Kanan 2016.

Para peserta BPUN tak ragu menyatakan bahwa pelaksanaan program utama Yayasan Mata Air itu merupakan cara Ansor Way Kanan yang dipimpin Gatot Arifianto mengisi Hardiknas dengan perbuatan, bukan sekedar seremoni. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Cerita, Habib Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 24 Desember 2017

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Syahdan, itik tidak mampu menyerap dengan baik “hasil rapat” dengan bebek dan angsa terkait kesinambungan anak-cucunya. Akibatnya, itik hingga kini sembarangan dalam bertelur.

"Para kader Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh meniru karakter itik yang ketinggalan informasi cara bertelur yang baik dan benar," ujar Kiai Jaman saat memberi pengarahan di sela-sela kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan, Jumat (14/1) malam.

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Salah satu Dewan Penasehat GP Ansor Kadur tersebut menambahkan, agar tidak seperti karakter itik, kader GP Ansor mesti banyak belajar pada sejarah. Utamanya bagaimana sepak terjang para ulama pendiri NU.

"Kalau sampai ada kader GP Ansor yang karakter dan sikapnya keluar dari rel organisasi, berarti dia tidak jauh beda dengan itik," tegas Dosen STAI Al-Khairat itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karenanya, Kiai Jaman mengetengahkan pemahaman betapa kader GP Ansor harus selalu belajar dalam banyak hal. Kepada yang lebih tua dan pengalaman, jangan sungkan untuk minta nasihat yang bermanfaat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Manusia tidak bisa tahu tanpa peran orang lain," tegasnya.

Kiai Jaman juga mengimbau agar kader GP Ansor tidak seperti siput linu atau lemar; matanya melotot dan penuh semangat, tetapi tersenggol sedikit langsung kerdil.

"Karenanya, jangan jadikan jabatan sebagai andalan. Jangan berlebih-lebihan. Kita punya kelebihan dan kelemahan. Hidup bagai roda berputar," tegas Kepala SMA Islam Yaspimu Pamekasan tersebut.

Saat ini marak fitnah di dunia nyata maupun maya. Kader GP Ansor, tegas Kiai Jaman, jangan sampai termakan isu-isu negatif. Teman dengan teman di internal pengurus, mudah terjadi fitnah.

"Jika ada potensi fitnah di internal kepengurusan maupun keanggotaan, cepat tangani. Jangan seperti membiarkan tambak yang bocor. Kalau dibiarkan, akan makin besar dan membahayakan. Segeralah koordinasi," paparnya.

Alumnus Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini menambahkan, sukses itu hanya sekali seumur hidup. Siapa pun orangnya. Selebihnya karena dipertahankan.

"Dari nol sampai puncak kesuksesan berpotensi menurun. GP Ansor jangan sampai menurun. Sukses banyak hambatan. Ketika hampir sukses, akan muncul masalah yang lain. Bagaikan bulunya badan; dicukur bulunya kumis, bulu hidung lebat. Bulu hidung dicukur, bulu kumis tumbuh," katanya penuh analogi.

Penempatan pengurus dalam organisasi harus disesuaikan dengan porsi jabatan yang diemban. "Selaku ketua, tentu harus belajar ada rambut kepala; melebihi rambut yang lain tanpa ada arogansi. Lihai dan lentur sangat perlu dalam memimpin organisasi," tegas Kiai Jaman.

Persatuan pengurus juga penting. Jika ada persoalan, segera koordinasi. Selain itu, Kiai Jaman juga mengarahkan tiap kali GP Ansor menyelenggarakan acara, mesti undang tokoh masyarakat. Karena itu bisa memperkuat sistem organisasi.

Target kegiatan apa untuk masyarakat banyak, imbuhnya, juga perlu diperjelas oleh GP Ansor. Apa sebatas hanya berkumpul, bekerja di balik meja, tapi tidak merembet ke masyarakat, atau bagaimana? Jangan jadi raksasa tidur yang hanya besar tapi nihil peran.

"Kita juga mesti apental syahadat, asapok iman, apajung Allah. Sisa hidup kita gunakan untuk berjuang. Karena suatu saat, kita akan meninggalkan kesan setelah meninggalkan alam fana ini," tandasnya. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Cerita, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014

NU merupakan jamiyyah diniyyah ijtimaiyyah, organisasi masyarakat keagamaan. Sejak awal didirikan oleh para Kyai, NU mengemban tugas besar menjaga, merawat, dan mengembangkan ajaran Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah di bumi Nusantara.

Karenanya sudah teramat jelas bahwa NU tidak bertujuan meraih kekuasaan politik. Kalaupun harus menyebut istilah politik, maka politik NU adalah politik kebangsaan dan politik kerakyatan. NU menunjukkan bahwa jalan menuju kemaslahatan individual dan kolektif terbentang begitu banyak dan luas. Sementara kekuasaan politik praktis hanya sebagian saja dari berbagai jalan yang ada.

Hingga sekarang dan kelak, NU secara tegas dan teguh memegang komitmen terhadap Khittah 1926 ini. Salah satu pelajaran penting dari Khittah 1926 ialah NU keluar dari batas-batas partai politik. NU meluaskan pandangan dan pengertian terhadap politik. Perluasan pandangan itu beranjak dari sebatas tukar guling kekuasaan meluas menjadi perjuangan kemaslahatan.

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014

 

Sejak mengemban amanah Ketua Umum PBNU, saya dengan sadar dan sengaja berusaha meneruskan komitmen Khittah 1926. NU bukan bagian dari partai politik apapun. Bukan bagian dari PDIP, GOLKAR, PD, GERINDRA, PKB, PPP, dan seterusnya. Bagi saya, Karena NU jauh lebih besar dari partai, justru di partai-partai itulah tersebar kader-kader NU.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Indonesia pasca-reformasi yang antara lain ditandai dengan semangat desentralisasi atau otonomi daerah dibajak oleh penumpang gelap demokrasi. Pembajakan demokrasi di era otonomi itu membuat kekuasaan politik tersebar secara luas dan menyeret masyarakat sipil dalam godaan dan iming-iming duniawi yang tidak mudah dikendalikan.

 

Dalam pusaran semacam itu, unsur-unsur dalam NU kerap diseret-seret untuk terlibat dalam arus kekuasaan politik praktis. Dari level nasional hingga daerah, kecenderungan ini terjadi secara sporadis. Kita tahu bahwa jumlah Nahdliyin, merujuk sejumlah survei akademik, survey pemerintah, dan survey intelijen, memang besar sekali secara demografis. Tidak heran jika Agenda semacam pemilihan kepala daerah, seringkali membuat Nahdliyyin dihitung sebatas sebagai penyumbang suara. Padahal, ini yang kerap dilupakan, besarnya jumlah warga Nahdliyyin merupakan akibat dari perjuangan keaswajaan yang berangkat dari kesadaran, bukan semata akibat dari politik praktis yang berangkat dari hasrat kekuasaan.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hari-hari ini, kita menyaksikan, proses menuju Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 begitu menyita perhatian. Sulit dipungkiri, NU kembali diseret-seret dalam proses tersebut. NU sebagai organisasi tidak layak diperalat untuk menjadi sekadar tim sukses. Yang didukung NU bukan sekadar kandidat, melainkan proses penyelenggaran pemilihan yang jujur, adil, dan bermartabat.

 

Sikap PBNU jelas dan tegas, tidak berpolitik praktis. Tak satupun yang akan mendapat stempel NU. Kalaupun ada pihak-pihak yang membawa-bawa NU untuk dijadikan komoditas politik, sudah pasti itu tidak lebih dari sekadar klaim.

 

Saya menghimbau warga NU untuk memilih pemimpin yang mampu menjadi solusi bagi Indonesia. Warga NU harus menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Tanggung jawab itu terus berlangsung hingga setidaknya lima tahun mendatang. Baik buruknya bangsa ini, ada di tangan kita sendiri.

 

Karena pemilihan presiden hanya merupakan satu tahap saja dari rangkaian pembangunan Indonesia,  jauh lebih penting bagi PBNU untuk mengawal dan mengawasi pemerintahan terpilih. Saya akan berdiri di depan dan pasang badan jika presiden dan wakil presiden terpilih nanti tidak bekerja untuk kedaulatan rakyat. Jadi, tidak hanya 9 Juli yang penting, jauh lebih penting adalah hari-hari panjang sesudahnya.

 

Jakarta, 1 Juni 2014

 

 

DR KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Kajian Sunnah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 21 Desember 2017

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada

Ini adalah halaman muka dari naskah kitab Hasyiah Tasywiqul Khallan ‘ala Syarhil Ajurumiyyah karangan KH Muhammad Ma’shum ibn Salim al-Safuthani al-Samarani, seorang ulama Nusantara asal Seputon, Semarang (Jawa Tengah). Kitab ini dicetak dan diterbitkan oleh ‘Isa al-Babi al-Halabi di Mesir pada tahun 1303 H (1886 M). Naskah ini menjadi koleksi Robarts Library, University of Toronto, Kanada.



“Tasywiqul Khallan” merupakan hasyiah (komentar panjang) atas syarh (penjelasan) “Mukhtashar Jiddan” (karangan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, w. 1866 M) atas matan (teks) al-Ajurumiyyah, kitab monumental gramatika Arab (nahw) karangan Muhammad ibn Jurum al-Shanhaji, w. 1323 M.

Halaman muka kitab mengisyaratkan jika KH. Muhammad Ma’shum mengarang hasyiah ini saat ia masih berusia muda. Tertulis di sana: “Ta’lif al-syab an-najib wal-fadhil al-labib” (karangan seorang pemuda cendikia, pemilik keutamaan yang cerdas).

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada

Dalam kata pengantarnya, KH. Muhammad Ma’shum mengatakan jika ia mengarang kitab ini karena permintaan beberapa koleganya yang hendak memahami kitab al-Ajurumiyyah dan syarh-nya, Mukhtashar Jiddan, secara lebih mendalam. Para kolega itu meminta KH Muhammad Ma’shum untuk menuliskan komentar dan penjelasan panjang atas dua kitab (matan dan syarh) tersebut, agar lebih mudah difahami.

KH Muhammad Ma’shum mulai menulis hasyiah ini di Mekkah saat ia pergi haji dan merampungkanya di Semarang. Dalam menulis hasyiah ini, KH. Muhammad Ma’shum merujuk pada beberapa referensi utama, yaitu (1) Hasyiah al-Sanwani ‘ala Syarh al-Syaikh Khalid al-Azhari ‘ala Matn al-Ajurumiyyah, (2) Syarh al-Astarabadi ‘ala Kafiyah Ibn al-Hajib, dan (3) Mughni al-Labib karangan Ibn Hisyam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sayangnya, belum banyak informasi lebih terkait biografi KH. Muhammad Ma’shum beserta karya-karyanya. Dalam kata pengantarnya, beliau menyebutkan jika Syaikh Ahmad Zaini Dahlan adalah “syaikh syaikhi” (guru dari guruku).

Menimbang tahun kepengarangan kitab tersebut (1303 H/ 1886 M), maka bisa diperkirakan jika KH. Muhammad Ma’shum ini satu generasi dengan santri-santri Jawi yang belajar di Mekkah pada masa itu, seperti KH. Hasyim Asyari Jombang (w. 1366 H), KH. Mukhtar Atharid Betawi (w. 1349 H), KH. Abdul Karim ibn Ahmad Khatib Minang (w. 1357 H), KH. Abdul Rasyid Bugis (w. 1361 H), KH. Wahyuddin Abdul Ghani Palembang (w. 1360 H), KH. Jamaluddin Khaliq Patani (w. 1355 H), dan lain-lain.

Meski demikian, kitab Hasyiah Tasywiqul Khullan banyak dicetak ulang dan diterbitkan kembali oleh banyak penerbit, baik di Arab atau pun Nusantara, seperti Dar al-Kutub al-‘Arabiyyah al-Kubra (Kairo, 1326 H/ 1908 M), al-Maktabah al-‘Ilmiyyah (Kairo, 1358 H/ 1940 M), Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah (Beirut, 2003), dan Maktabah al-Hidayah (Surabaya).

Matn al-Ajurumiyyah terhitung sebagai kitab pegangan wajib bagi pelajaran gramatika Arab (nahw) tingkatan pemula di pesantren-pesantren tradisional (NU) di Indonesia. Matn (teks) tersebut sangat popuker dan banyak yang menulis pejelasan (syarh) atasnya, diantaranya adalah syarh yang ditulis oleh Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, mufti madzhab Syafi’i di Makkah al-Mukarromah sekaligus mahaguru bagi para santri dan ulama asal Nusantara di akhir abad ke-19 M. Maka tidaklah mengherankan jika kitab-kitab karangan beliau banyak diaji dan dikaji di dunia pesantren hingga sekarang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syaikh Ahmad Zaini Dahlan sezaman dan sejawat dengan Syaikh Nawawi Banten, yang juga mahaguru para santri dan ulama Nusantara di Makkah. Jika Syaikh Zaini Dahlan menulis Syarh Mukhtashar Jiddan atas teks al-Ajurumiyyah, maka Syaikh Nawawi menulis Kasyf al-Maruthiyyah yang merupakan syarh atas teks yang sama.

Pada bulan Ramadhan tahun 1999 dulu, saya khatam mengaji kitab Syarh Mukhtashar Jiddan karangan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan ini di pesantren HM Putra Lirboyo Kediri (Jawa Timur) dari bacaan (qira’ah) KH. Imam Yahya Mahrus. Di akhir pengajian, KH. Imam Yahya memberikan sanad (mata rantai keilmuan) kitab tersebut yang menyambung sampai pengarangnya: KH. Imam Yahya Mahrus, dari KH. Mahrus Ali, dari KH. Abdul Karim, dari KH. Kholil Bangkalan, dari Syaikh Nawawi al-Bantani, dari Syaikh Ahmad Zaini Dahlan. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. International Interfaith Youth Summit atau konferensi pemuda lintas agama internasional 2012 akan digelar di Bali, 5--7 Oktober 2012.

Konferensi yang digelar oleh Indonesia Youth Forum (IYF) bekerja sama dengan Global Peace Festival Indonesia Foundation (GPFIF) tersebut mengangkat tema "New Interfaith Paradigm for The 21st Century".

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali

"Tujuan acara ini adalah untuk membangun pemahaman bersama akan pentingnya kerukunan umat beragama dan ikut mengambil peran nyata dalam pembangunan perdamaian," kata Direktur Eksekutif IYF Achmad Syamsuddin dalam siaran pers yang dikirim ke media, Jumat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua GPFIF Chandra Setiawan mengatakan bahwa acara seperti itu patut didukung karena selain mengampanyekan kerukunan antarumat beragama, penggagasnya justru anak-anak muda. 

"Kami dari GPFIF menilai bahwa acara seperti ini sangatlah penting karena anak-anak muda terlibat aktif memikirkan perdamaian dunia. Saat ini saja mereka sudah mau untuk memberikan kontribusi nyata, bagaimana kelak ketika mereka akan menjadi pemimpin dunia, tentunya mereka akan senantiasa mengusung semangat mulia ini," kata Chandra.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rencananya, kurang lebih 200 orang pemimpin muda dunia dari berbagai negara akan hadir, diantaranya dari Pakistan, Philipina, Kamboja, Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Malaysia, Timor Leste, Inggris, Bangladesh, Bosnia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Myanmar, Uzbekistan, India, Bangladesh, Vietnam, Madagaskar, Gambia, Mesir, Zimbabwe, Laos, Somalia, dan Indonesia.

Direktur Program IY Muhammad Abdul Idris menjelaskan bahwa konferensi pemuda lintas agama kali ini adalah konferensi keempat yang digelar IYF.

"Ini adalah tahun keempat kami mengundang pemuda dari berbagai negara untuk duduk bersama membangun dialog saling pemahaman, menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya ikut ambil bagian dalam perdamaian dunia," kata Idris yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PP IPNU.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya konferensi tersebut, terutama pemerintah Indonesia dan perwakilan negara-negara sahabat yang ada di Jakarta.

"Juga ucapan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di luar negeri, yang membantu kelancaran proses kedatangan teman-teman dari berbagai belahan dunia ini," demikian Idris. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Fragmen, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Indonesia Harus Daulat Pangan, Tolak Impor Beras

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Indonesia harus berdaulat di? bidang pangan. Harus swasembada beras sebagai bahan makanan pokok. Tidak boleh ada impor beras, bawang atau produk pertanian lain yang bisa dicukupi di dalam negeri.? Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi penyangga pangan nasional menolak impor beras dan mendorong revitalisasi pertanian.

Demikian saripati pembahasan dalam Seminar Nasional Pemanfaatan Dana Desa, di Kampus Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) baru-baru ini.

Indonesia Harus Daulat Pangan, Tolak Impor Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Harus Daulat Pangan, Tolak Impor Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Harus Daulat Pangan, Tolak Impor Beras

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ahmad Muqowwam yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, pemerintah harus mengubah kalimat “ketahanan pangan” menjadi “kedaulatan pangan”. Menurutnya, kalau hanya ketahanan pangan, itu asal sudah ada bahan makanan, berarti sudah tahan, tiada kelaparan. Namun itu masih memungkinkan cara impor.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Yang benar adalah kedaulatan pangan. Berdaulat itu bermakna kekuatan sendiri. Tidak ada impor,” terang senator asal Jateng ini.

Secara khusus ia menyoroti anggaran desa yang saat ini besar sekali. Yaitu Rp128 triliun untuk 72.944 desa di Indonesia. Dana itu cukup untuk menata pertanian dan mengembangkan ekonomi desa agar tercapai kedaulatan pangan tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut mantan anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan ini, dana yang jika dibagi per desa bernilai hingga Rp 2 miliar itu sangat patut untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Melalui dana ini akan bisa diperbaiki sarana prasarana, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Selanjutnya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades) Provinsi Jateng Tavip Supriyanto menyatakan, Pemprov Jateng tegas menolak impor beras. Juga tidak setuju adanya impor bawang merah.

Ia menerangkan, Gubernur Jateng bertekad melindungi para petani bawang di Brebes dan petani padi di Jateng yang telah menjadi andalan pangan nasional. Dengan adanya impor, kata dia, akan merugikan petani dan merusak ekonomi pedesaan.

“Kita butuh revitalitasi pertanian. Jateng menolak impor beras,” ujarnya yang datang mewakili Gubernur Jateng.

Terkait dana desa, Tavip menyebutkan, di tahun 2015 ada kendala pemanfaatannya. Yaitu mayoritas masih fokus pada pembangunan fisik alias infrastruktur umum seperti jalan lingkungan dan sarana air bersih. Yang mestinya prioritas dibangun, kata dia, adalah infrastuktur yang mendukung produktivitas ekonomi desa. Seperti irigasi, pasar desa, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Hadir pula dalam seminar tersebut? Guru Besar Fakultas Pertanian UNS Prof Dr Suprapti Supardi dan kurang lebih 500 peserta yang mayoritas dari perguruan tinggi di Semarang.

Suprapti dalam paparannya menyoroti Nilai Tukar Petani (NTP) yang rendah.? Hal itu menurutnya disebabkan sempitnya lahan pertanian, rendahnya produksi, dan anjloknya harga saat panen.

Kucuran dana desa diharapkan mampu mendongkrak potensi desa yang jumlahnya mencapai puluhan ribu,” ujarnya. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Internasional, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 12 Desember 2017

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Usulan relokasi terhadap warga yang berkonflik di Sampang bukan jalan keluar yang baik. Pikiran tersebut hanya muncul dari orang yang pikirannya pendek, maunya jalan pintas.

Demikian diungkapkan Direktur Program The Wahid Institute Rumadi, menanggai usulan kepolisian RI yang disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR.

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI

"Gagasan relokasi harus ditolak karena bertentangan dengan Undang-undang di mana setiap warga negara berhak untuk memilih tempat tinggal di seluruh Indonesia," jelas Rumadi lewat suratnya yang dikirim ke Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan kemarin sore (5/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Alasan lainnya, kata Rumadi, warga Syiah di sampang adalah orang yang sudah turun-temurun tinggal di daerah itu. "Mereka punya keterikatan kuat dengan tanah tumpah darahnya," tegas Rumadi.

Dia menjelaskan, pola relokasi akan menjadi preseden buruk penyelesaian konflik sosial. "Kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu karena warganya yang bhineka, tapi bersedia hidup berdampingan, rukun, gotong royong. Kalau dipisah-pisah malah mengancam NKRI," ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kita mesti sabar, tekun dalam membangun bangsa ini. Bahaya sekali kalau ide relokasi dilaksanakan. Saya juga usul pada NU agar berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan konflik sosial. Ini penting buat NU sebagai penopang NKRI," pungkas Rumadi yang juga aktivis Lakpesdam NU.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 23 November 2017

IPNU Prihatin Publik Figur Terjerat Narkoba

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) prihatin kepada para publik figur yang tidak memberikan teladan kepada masyarakat. Terutama yang terjerat penyalahgunaan Narkoba dan sejenisnya.

Ketua Umum PP IPPNU Khairul Anam HS mengatakan, seharusnya mereka memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, apalagi publik figur yang sedang digandrungi anak muda, terutama kalangan pelajar.

IPNU Prihatin Publik Figur Terjerat Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Prihatin Publik Figur Terjerat Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Prihatin Publik Figur Terjerat Narkoba

“Khawatirnya, dan itu sangat mungkin, prilaku buruk publik figur ditiru fans-nya,” katanya di sekretariat PP IPNU, gedung PBNU, Jakarta, Rabu, (20/2).  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia juga menyoroti media massa yang memberitakan prilaku buruk publik figur tersebut. Meskipun tugas media massa demikian, tapi jika diberitakan terus-menerus, bisa menjadi hal yang lumrah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Media seharusnya memberikan pesan moral dengan melakukan kanalisasi berita, supaya jangan tidak mempengaruhi prilaku fans-nya.”

Khairul Anam juga menyesalkan publik figur lain yang tidak memberikan contoh yang baik bagi kalangan pelajar seperti politikus, aktivis, agamawan dan lain-lain.

Sebagai  sebuah organisasi penyiapan kader penerus bangsa yang memusuhi Narkoba, IPNU membentuk relawan Satria Anti-Narkoba di Gumiarti Camp, Bogor, pada tanggal 20 Mei 2012 lalu. Angkatan pertama berasal dari Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Untuk memantapkan pemahaman dan seluk-beluk Narkoba, IPNU bekerjasama Badan Narkotika Nasional, mengumpulkan mereka di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (20/2) dan Kamis (21/2). Mereka mendapat pengetahuan “Sosialisasi pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba,” dan “Peran teman sebaya dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba”. Juga pengetahuan tes urine, strategi penyuluhan.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Bahtsul Masail, Doa Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 18 November 2017

Pentingnya Menjaga Peninggalan Mbah Sholeh

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Tak ketingggalan, sumur peninggalan Mbah Sholeh Darat yang lama ditelantarkan sehingga tidak terlihat karena rata tanah dan ditutup seng, kini ramai lagi diambil airnya oleh masyarakat.?

Pentingnya Menjaga Peninggalan Mbah Sholeh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Menjaga Peninggalan Mbah Sholeh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Menjaga Peninggalan Mbah Sholeh

Gus Bakoh, salah satu pendekar Pagar Nusa Kota Semarang usai puas meminum air dan wudhu dengan air sumur tersebut mengaku takjub dengan rasa airnya yang netral, tidak berasa asin atau lainnya.?

Padahal di wilayah tersebut semua sumur pasti berasa asin dan bahkan tidak layak minum karena tercemar limbah. Memang di sekitar masjid Mbah Sholeh Darat banyak berdiri pabrik dan kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara, lokasi masjid itu, adalah daerah rob. Limpahan air laut dan selokan yang menggenang dengan air kotor busuk adalah hal biasa.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sungguh ajaib. Sumur peninggalan Mbah Sholeh Darat ini tidak asin, tidak pula berasa timbal atau logam berat seperti air di tempat wudhu masjidnya. Rasanya enak seperti zam-zam. Subhanallah,” tuturnya diiyakan semua orang yang telah minum di situ.?

“Betul, saya yakin ini karena karomah yang diberikan Gusti Allah kepada walinya, kekasihnya. Sehingga saya yakin air ini membawa barokah jika kita ambil untuk kebaikan,” sahut Zainal Maarif, guru madrasah asal Rembang yang datang berombongan dengan para gus dan kiai muda Jawa Timur.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua PC Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Kota Semarang Hendro Syufaat mengatakan, yang perlu dijaga dan dilestarikan bukan hanya masjid dan kitab-kita Kiai Sholeh Darat. Namun juga semua peninggalan beliau. Termasuk sumur, kenthongan, dan pusaka atau baju-baju beliau jika masih ada.?

“Semua peninggalan Kiai Sholeh Darat perlu kita jaga. Sumur, kenthongan dan semua benda yang terkait beliau perlu kita museumkan. Ini untuk menjaga sejarah, agar jadi inspirasi bagi generasi mendatang. Kata Gus In’am tadi, dulu belum ada komputer saja mbah Sholeh menulis banyak kitab, kita sekarang mestinya juga bisa,” ujarnya usai acara pengajian.?

Pendekar berambut gondrong yang pernah jadi murid almarhum Gus Ma’shum Jauhari Lirboyo ini menyayangkan langgar kayu dan tempat wudhu peninggalan mbah Soleh Darat telah dirobohkan tanpa sisa.?

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Semarang H Anasom bersama Kepala Satkorcab Banser Kota Semarang Margono mengatakan, tahun depan NU akan lebih banyak lagi membantu kepanitiaan haul. NU juga akan tenanan ngopeni masjid Mbah Sholeh Darat tersebut agar makmur dan dicintai masyarakat seperti dulu.?

“Keluarga besar NU harus memberikan dukungan lebih banyak lagi di haul tahun depan. Masjid peninggalan Mbah Sholeh Darat ini harus kita openi dan makmurkan,” tutur keduanya saling melengkapi.?

Tentang dorongan berbagai pihak agar pesantren Kiai Sholeh Darat dihidupkan lagi, Anasom mengatakan akan membantu sekuat tenaga dan semaksimalnya. Dengan mengerahkan semua potensi dan jaringan yang dimiliki ulama.?

Termasuk pencarian/pelacakan kitab-kitab karangan Kiai Sholeh Darat yang belum ditemukan. Yakni baru 14 dari 40 kitab yang pernah ditulis sang maha guru ulama nusantara tersebut.?

“Kita juga harus mengupayakan penerbitan kembali kitab-kitab Kiai Sholeh Darat yang tidak lagi published. Pesantren yang pernah dipakai mondok pendiri NU perlu dihidupkan lagi,” tandasnya.?

Digitalisasi Kitab

Khusus untuk kitab karangan Kiai Sholeh Darat yang tebal dan tidak lagi ada cetakannya, yaitu Tafsir Faidhur Rohman dan Terjemah Al-Hikam, Anasom telah membuat kitabnya dalam versi digital. Dikerjakan bersama aktivis muda NU Mohammad Ichwan.?

Naskah digital yang dikemas dalam keping DVD dan CD itu dijual dengan harga Rp 50 ribu untuk Tafsir Faidhur Rohman (tebal 576 halaman), dan Rp 25 ribu untuk Terjemah Al-Hikam (tebal 254 hlm).?

“Kitab digital yang kami buat adalah hasil pemotretan naskah asli tulisan tangan Mbah Kiai Sholeh Darat. Monggo beli dan pesan. Hubungi nomor 085229953111. Untuk luar Semarang ditambah ongkos kirim,” jelas Anasom yang memakai software khusus untuk digitalisasi naskah ini.?

?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 12 November 2017

Rektor UIM Wakili Indonesia Presentasi Pertanian di Rusia

Makassar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Universitas Islam Makassar (UIM), salah satu perguruan tinggi NU, melalui rektornya, Andi Majdah M Zain, mewakili Indonesia untuk memprsentasikan produk pertanian dalam negeri dalam forum "Investment Opportunities in Agribusiness of Horticulture and Food Crops" pada 28-30 Oktober di Moskow, Rusia.

Rektor UIM Wakili Indonesia Presentasi Pertanian di Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UIM Wakili Indonesia Presentasi Pertanian di Rusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor UIM Wakili Indonesia Presentasi Pertanian di Rusia

Doktor ilmu pertanian itu berbicara tema “Potensi Investasi Pertanian 2014 di Indonesia” di hadapan peserta pertemuan yang berasal dari berbagai negara di Eropa, Asia, dan Amerika. Menurutnya, peluang investasi agribisnis khususnya tanaman pangan dan hortikultura cukup besar dalam mendatangkan keuntungan.

“Pihak investor Rusia tertarik untuk investasi di bidang perberasan di Indonesia,” ungkapnya. Investor tersebut berminat mendirikan pabrik pengolahan sekam dan teknologi peningkatan  kualitas beras, seperti dengan menambah kandungan vitamin pada beras.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun, pihak investor meminta kemudahan investasi, kesiapan lahan untuk pabrik, dan meminta Indonesia memberi pembinaan kepada petani. Mereka juga tahu rata-rata petani di Indonesia berlahan sempit.

“Namun saya cukup bangga, alhamdulillah pucuk dicinta ulam pun tiba kebetulan penelitian saya yang lolos untuk MP3I itu adalah tentang peningkatan daya saing beras dengan pendekatan kelompok tani, sehingga hal ini mudah untuk kita wujudkan bersama, demi kemajuan pertanian dan nasib para petani kita di Indonesia,” ungkap Majdah. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 08 November 2017

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Universitas Islam Nusantara (Uninus) menyelenggarakan seleksi tertulis untuk program Beasiswa S2/S3 bekerja sama dengan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat. Seleksi akan diselenggarakan pada Rabu (1/2) besok di Aula Pascarjana Uninus Bandung Jalan Soekarno-Hatta No 530 Kota Bandung, Jawa Barat.

Para peserta berjumlah 133 guru yang merupakan utusan dari 19 Pimpinan Cabang Pergunu di Jawa Barat. Seleksi tertulis ini meliputi tes potensi akademik, bahasa Arab, bahasa Inggris dan psikotes.

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3

Menurut Rektor Uninus Suhendra Yusuf, program beasiswa yang ditawarkan menyediakan tiga? pilihan program studi, yaitu Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (S2) dengan akriditasi B, Magister Manajemen Pendidikan (S2)dengan akriditasi A,? dan Prodi Doktoral Ilmu Pendidikan (S3) dengan akriditasi B.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh berharap semua peserta calon penerima beasiswa S2 dan S3 kerja sama Uninus dengan Pergunu Jawa Barat bisa mengikuti seleksi tersebut dengan sebaik-baiknya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Hakikatnya seleksi tersebut merupakan alat ukur kemampuan awal dari semua calon penerima beasiswa S2 dan S3," tutur Saepuloh

Lebih lanjut Saepuloh mengatakan utuk para peserta yang lulus seleksi beasiswa S2 dan S3, akan memulai kegiatan perkuluah matrikulasi pada minggu kedua bulan Februari. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Cerita, Internasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 07 November 2017

Jangan Tergiur dengan Aliran Agamis Materialistis

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Saat menyampaikan materi pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (16/10), Ketua PCNU Kabupaten Bogor Jawa Barat KH. Romdhon mengatakan bahwa saat ini banyak terjadi kemiskinan aqidah ditengah masyarakat.

Kang Doni, begitu Ia biasa disapa mengatakan bahwa fenomena semakin banyaknya orang yang memiliki sifat hedonis dan materialistis merupakan tanda sudah terjadinya kerapuhan mental spiritual.

Jangan Tergiur dengan Aliran Agamis Materialistis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Tergiur dengan Aliran Agamis Materialistis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Tergiur dengan Aliran Agamis Materialistis

Menurut Alumni Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan Ciganjur Jakarta ini, banyak orang tergiur dengan iming-iming materi yang berkedok padepokan, Majelis taklim dan sejenisnya. Orang yang tergiur saat ini juga sudah tidak memandang lagi status sosial dan status pendidikan.

"Banyak sekarang yang berpendidikan sampai dengan S3 baik dalam maupun luar negeri yang ikut-ikut dalam aliran yang lebih mengarah kepada kecintaan pada dunia," ungkapnya.

Oleh karenanya, ini merupakan tugas yang berat bagi NU untuk memberikan pencerahan agar warga NU tidak ikut terbawa arus dengan aliran-aliran Agamis Materialistis tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kedatangan Kang Doni ke PCNU Pringsewu ini dalam rangka Silaturahmi dan lebih menambah ukhuwah antar PCNU Bogor dan Pringsewu. "Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini kita dipanjangkan umur dan murah rezeki," harap kang doni.

Silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi yang juga Bupati Pringsewu dan hadir pada kegiatan Jihad Pagi tersebut. Ditemui setelah kegiatan Jihad Pagi, Kang Doni mengatakan bahwa saat ini terjadi kelangkaan seorang ulama yang juga umara.

Padahal menurutnya, sejarah mencatat dimasa lalu banyak sekali para ulama yang juga menjadi pemimpin pemerintahan dan membawa kemaslahatan bagi warganya.

"Kemiskinan struktural jika terjadi umara tidak bisa mengelola pemerintahan. Ketika Ulama menjadi pemimpin Insyaallah kemaslahatan dunia dan akhirat dapat diraih," katanya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock