Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Usulan relokasi terhadap warga yang berkonflik di Sampang bukan jalan keluar yang baik. Pikiran tersebut hanya muncul dari orang yang pikirannya pendek, maunya jalan pintas.
Demikian diungkapkan Direktur Program The Wahid Institute Rumadi, menanggai usulan kepolisian RI yang disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR.
| Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI (Sumber Gambar : Nu Online) |
Relokasi Warga Konflik Ancam NKRI
"Gagasan relokasi harus ditolak karena bertentangan dengan Undang-undang di mana setiap warga negara berhak untuk memilih tempat tinggal di seluruh Indonesia," jelas Rumadi lewat suratnya yang dikirim ke Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan kemarin sore (5/9).Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Alasan lainnya, kata Rumadi, warga Syiah di sampang adalah orang yang sudah turun-temurun tinggal di daerah itu. "Mereka punya keterikatan kuat dengan tanah tumpah darahnya," tegas Rumadi.Dia menjelaskan, pola relokasi akan menjadi preseden buruk penyelesaian konflik sosial. "Kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu karena warganya yang bhineka, tapi bersedia hidup berdampingan, rukun, gotong royong. Kalau dipisah-pisah malah mengancam NKRI," ungkapnya.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
"Kita mesti sabar, tekun dalam membangun bangsa ini. Bahaya sekali kalau ide relokasi dilaksanakan. Saya juga usul pada NU agar berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan konflik sosial. Ini penting buat NU sebagai penopang NKRI," pungkas Rumadi yang juga aktivis Lakpesdam NU.Penulis: Hamzah Sahal
Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
