Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperkuat misi kemanusiaan dan mitigasi bencana, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pusat menggelar forum diskusi bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Mereka mengundang sejumlah pejabat SKPD setempat beserta relawan dalam acara yang bertempat di RM Saung Bambu Wulung Ngembal Rejo Kudus, Kamis (26/01).

Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C. Penanggungan menyampaikan apresiasi kepada LPBI NU atas kepeduliannya terhadap persoalan bencana di Kudus. Hal ini tentu saja semakin mengukuhkan bahwa NU merupakan ormas Islam yang amat memperhatikan keselamatan umat.

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Petakan Mitigasi Bencana di Kudus

"Saya mengucapkan terima kasih kepada NU atas terlaksananya kegiatan ini. Artinya selama ini NU memang senantiasa care dengan masyarakat dan ini juga akan menjadi semangat lebih bagi kami," paparnya.

Dalam penanggulangan bencana, imbuh Bergas, memerlukan jalinan kerjasama dengan banyak pihak. Selain pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, sebagaimana dalam slogan, Ormas berfungsi sebagai pelopor penggerak para relawan untuk peduli dengan misi ini.

Sementara itu, Pengurus LPBI NU Pusat, Yayah Ruchyati mengemukakan kegiatan ini adalah langkah awal untuk menyiapkan segala hal terkait mitigasi bencana. Dalam forum ini membahas penyusunan metodologi kajian risiko bencana di Kabupaten Kudus ke depan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Agenda ini nantinya akan berlanjut pada sesi berikutnya yaitu pelatihan pengembangan risiko bencana," tuturnya.

Ruchyati mengharapkan agenda kegiatan ini bisa tuntas sehingga mampu ? menghasilkan kajian dan peta penanggulangan bencana untuk Kabupaten Kudus. "Kerjasama ini akan terus ia jalin agar Kudus mempunyai peta bencana tersendiri. Semoga agenda ini lancar dan terlaksana dengan baik," harapnya.

Kegiatan ini juga didukung oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus. Fajar Nugroho menuturkan bahwa kegiatan mitigasi bencana termasuk dalam perintah Islam. Ia memaparkan dua tujuan hidup manusia yang terdiri dari ibadah dan menciptakan kemakmuran di bumi.?

"Termasuk menolong sesama manusia itu juga menciptakan kemakmuran," katanya.

Bahkan, lanjut Fajar, Rasulullah Saw dalam peristiwa fathu makkah dan perang yang lain melarang pasukannya untuk menebang pohon. Dari peristiwa itu kita bisa belajar bahwa persoalan penanggulangan bencana ini menjadi amat penting.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kita diperintahkan untuk menjaga lingkungan dan menolong sesama sebagaimana seruan Rasul kala itu," pungkasnya. (Farid/Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta agar para lulusan pesantren dibekali keterampilan teknis, sehingga mereka bisa menjadi agen perubahan di masyarakat nantinya.

"Untuk itu, tradisi mandiri yang sudah ada di pondok pesantren perlu dikombinasikan dengan keterampilan teknis, agar lulusannya nanti mampu hidup mandiri dengan bekal keterampilan teknis yang dimilikinya," ujarnya, ketika berkunjung ke Pesantren Roudlotul Mudtadiin di Desa Balekambang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, di Jepara, Jateng, Sabtu.

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Minta Lulusan Pesantren Dibekali Keterampilan Teknis

Ia mengakui, memiliki keinginan menggabungkan dan mengintegrasikan ilmu-ilmu yang berbasis keagamaan dengan ilmu pengetahuan umum. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal tersebut, kata dia, sekaligus untuk menepis kesan bahwa pesantren sangat tertutup, karena kenyataannya cukup terbuka dengan ide-ide baru.

Bahkan, lanjut dia, pengelolaan SMK dengan model pesantren juga memiliki lulusan terbaik.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Jika lulusan pesantren memiliki keterampilan teknis dan jiwa mandiri, diharapkan bisa menjadi agen perubahan di masyarakat dengan baik," ujarnya. 

Sebaliknya, kata dia, jika tidak dilengkapi dengan keterampilan teknis, dikhawatirkan akan menjadi beban masyarakat. 

"Karena nantinya diharapkan menjadi agen perubahan, maka mereka sendiri juga harus terbebas dari beban mereka sendiri," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan asosiasi SMK di pesantren, karena masing-masing bisa saling berbagi.

Artinya, kata dia, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing SMK bisa dievaluasi dan bisa diperbaiki dengan mencontoh SMK lain yang dinilai memiliki kelebihan pada bidang tertentu.

Mohammad Nuh juga menyampaikan apreasiasinya terhadap pemprakarsa terbentuknya asosiasi SMK pondok pesantren yang saat ini jumlahnya sudah mencapai ratusan sekolah.

Dengan terbentuknya asosiasi SMK yang dikelola pondok pesantren, dia berkeyakinan bisa terbentuk kekuatan yang hebat di dalam transformasi kesejahteraan, karena para alumni pondok pesantren nantinya juga hidup di masyarakat. 

Penggagas asosiasi SMK pesantren, merupakan Kepala SMK Roudlotul Mudtadiin, Miftahuddin yang mendapat dukungan ketua maupun pengasuh Ponpes Roudlotul Mudtadiin Balekambang, Kiai Mustamir Wildan dan Kiai Ma`mun Abdollah. 

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Aceh Samsul B Ibrahim mengecam pernyataan tak terpuji Perdana Menteri Australia Tony Abbot yang mengungkit bantuan kemanusiaan pascamusibah gempa dan tsunami pada 2004 silam. Samsul mendesak Tony Abbot meminta maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat Aceh dengan mengunjungi Serambi Mekkah.

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf

Samsul? mengatakan, pihaknya menghargai Australia yang meminta pembatalan hukuman gantung terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran karena kasus Narkoba. Bahkan, sikap enam mantan PM Australia yakni Malcolm Fraser, Bob Hawke, Paul Keating, John Howard, Kevin Rudd, dan Julia Gillard yang menyerukan hal serupa, menurut Samsul merupakan sebuah langkah wajar yang dilakukan tokoh-tokoh Australia terhadap warganya.

“Namun mengungkit bantuan kemanusiaan seperti pernyataan Abbot adalah dosa besar sekaligus mencoreng wajah warga Australia yang mungkin ikhlas membantu Aceh. Dia harus datang ke Aceh untuk meminta maaf secara langsung,” katanya dalam siaran pers, Ahad (22/2).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Samsul menambahkan, hukuman mati terhadap pelaku kriminalitas tertentu bukanlah hal baru dalam konteks hukuman internasional. Praktik hukuman mati sudah diterapkan di berbagai negara baik itu Malaysia, Iran, China, Libya, Suriah, hingga Amerika Serikat.

“Dalam hal vonis hukuman mati yang diputuskan terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di Indonesia, seharusnya Australia fokus mengumpulkan alat bukti tertentu yang mampu menghindari kesalahan vonis. Faktanya hingga vonis dijatuhkan, kesalahan pidana terkait peredaran Narkoba yang dialamatkan kepada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran tak bisa terbantahkan,” tuturnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena itu, Tony Abbot sebagai Perdana Menteri Australia harus menghargai putusan hukum tersebut. Kedaulatan hukum Indonesia merupakan komponen yang tak bisa diintervensi oleh siapapun. Lagipula, putusan hukum itu semata-mata dilakukan untuk memberikan peringatan keras terhadap peredaran Narkoba di Indonesia.

“Ini bicara soal hukum dan kedaulatan negara. Sebagai Pemuda Nahdliyin, apa yang diungkit oleh Abbot sungguh perilaku sangat tercela,” kecamnya.

Ancaman Investasi

Di lain hal, Samsul menyebutkan masyarakat Aceh sebenarnya merupakan masyarakat yang cukup bijak dalam menyambut warga manapun. Buktinya, selama ini perusahaan asal Australia sudah beroperasi di Aceh. Beberapa perusahaan asal Australia itu melakukan investasi di sektor energi, pertambangan, hingga perkebunan.

“Sejauh yang kami terlusuri demikian informasinya. Misalnya seperti Triangle Energy (Global) Limited yang mendapatkan hak pengelolaan blok minyak dan gas di Wilayah Pase. Tidak hanya itu, sekitar Desember 2014 lalu, GeRAK bahkan pernah membuat laporan tentang penjualan izin usaha pertambangan kepada perusahaan asing asal Australia baik di Aceh Selatan, maupun di Tamiang. Nah, gimana kalau hal itu kita lempar ke muka Abbot,” tegas Samsul.

Dia berharap, tokoh-tokoh dan seluruh warga Australia tidak membiarkan perilaku tercela Tony Abbot ini merusak hubungan diplomatis kedua negara. Apalagi selama ini, hubungan kedua negara ini selalu memberikan kontribusi yang terukur bagi kedua negara baik di sektor ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan hal-hal lainnya.

“Kami meminta tokoh-tokoh serta warga Australia untuk menyadarkan Tony Abbot. Mereka harus mendesak Abbot meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh di Aceh, bukan di Canberra. Dia harus berani meminta maaf. Kalau tidak, ini akan menjadi catatan sejarah betapa warga Australia rela dipimpin oleh sosok yang tidak bermoral seperti Abbot,” tutup Samsul. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, IMNU, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelaksanaan tarawih perdana di Masjid Agung Solo, Selasa (9/7) malam kemarin, mengakhiri dualisme seperti yang terjadi pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, shalat tarawih dilaksanakan terpisah dua kelompok dalam waktu yang bersamaan. Namun pada shalat tarawih semalam, terlihat semua jamaah berkumpul menjadi satu di ruang utama.

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi

“Kalau tahun-tahun sebelum memang ada dua salat tarawih di bagian utama masjid dan di serambi. Tapi untuk kali hanya akan ada satu salat tarawih saja, yaitu di ruang utama masjid,” terang Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta, Slamet Abi.

Ratusan jamaah yang mengikuti sholat dengan antusias mengikuti jumlah rakaat yang sudah ditetapkan, yakni 20 rakaat. Sang imam membaca al-Quran dari juz 1. “Ramadan tahun ini kami targetkan dalam shalat tarawih bisa mengkhatamkan Al Qur’an,” ungkap dia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tatkala sudah mencapai delapan rakaat, kemudian jamaah yang ingin 20 rakaat berhenti salat, sampai menunggu salat witir selesai dengan imam berbeda. Baru setelah itu dilanjutkan salat tarawih yang 20 rakaat dengan imam yang pertama.

“Memang agak bingung, tapi sebetulnya ini sudah pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya, jadi ini hanya mengembalikan dari awal,” imbuh Slamet.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menyinggung penyatuan sholat tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, Zaenal Arifin Adnan, menyebut bahwa perubahan itu merupakan sikap toleran terhadap perbedaan pendapat. "Meskipun, cara yang lama sebenarnya juga menunjukkan hal yang sama," terangnya.

Menurutnya, masjid sebesar Masjid Agung memang harus bisa mengakomodir semua kalangan yang memiliki perbedaan pendapat. "Masing-masing memiliki dasar dan dalil yang diyakini," kata Zaenal.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 21 Desember 2017

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sedikitnya 4.000 kader Muslimat NU Jawa Tengah dikerahkan untuk menyukseskan "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A kepada jutaan balita di provinsi ini selama 20 Februari-20 Maret 2007.

"Semua kader Muslimat NU di kabupaten/kota harus ikut berperan dalam peningkatan jumlah anak yang diimunisasi secara gratis dengan pencapaian target lebih dari 95 persen," kata Ketua PW Muslimat NU Jateng, Ismawati, di Semarang, Rabu.

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak

Seperti diberitakan sebanyak 5.614.871 balita usia 0-59 bulan di Jawa Tengah pada 20 Februari-20 Maret 2007 akan menjadi sasaran "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A.

Total sasaran "crash program" meliputi 2.955.195 balita umur 0-59 bulan menjadi sasaran polio, sedangkan 2.659.767 balita umur 6-59 bulan mendapat imunisasi campak dan pemberian vitamin A. "Crash program" merupakan kegiatan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh sasaran termasuk daerah di mana cakupan imunisasi rutin sangat rendah yang bertujuan untuk menghentikan penularan virus campak.

Ia mengatakan, setiap 20 menit satu anak meninggal karena komplikasi campak, sedangkan lebih dari satu juta anak Indonesia diperkirakan belum terimunisasi campak, sehingga bagi Muslimat NU "crash program" merupakan sebuah tantangan.

"Pimpinan Muslimat NU di semua tingkatan perlu terlibat dalam sosialisasi imunisasi campak dan polio. Pencapaian target imunisasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah," katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peran Muslimat NU dalam imunisasi antara lain menyebarkan informasi, penjelasan kepada warga NU, karena ketaatan kepada tokoh agama berbasis agama menjadikan penjelasan dari tokoh panutan bisa lebih dipercaya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Muslimat NU sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup sumber daya manusia di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, katanya.

Ia mengakui, kesadaran orang tua dan kalangan masyarakat yang memiliki balita mengenai manfaat imunisasi masih kurang. "Kalangan masyarakat kadang masih merasa trauma tentang kematian akibat imunisasi campak yang disiarkan media massa," katanya.

Meskipun anak telah mendapatkan imunisasi campak, sebaiknya tetap diimunisasi kembali selama "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A, karena dosis campak kedua menjamin perlindungan anak.

"Campak menyerang permukaan kulit dan sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan anak-anak meninggal akibat komplikasi diare, radang paru-paru, dan kerusakan otak. Campak juga dapat menyebabkan kematian," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Nahdlatul, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Seiring dengan momen peringatan haul ke-18 tokoh NU H Mahbub Djunaidi, Katib Aam PBNU KH Malik Madani menilai pentingnya mengapresiasi dan menimba teladan dari sastrawan Indonesia ini.

“Sudah sewajarnya generasi muda mempelajari biografi Mahbub Djunaidi agar kesinambungan pemikiran dan tradisi NU bisa berlanjut,” kata Menurut kiai asal Madura ini di Jakarta, Rabu (2/10).

Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi

Menurut Kiai Malik, keberlanjutan tradisi dan pemikiran dapat berlangsung dengan cara mendalami dan meneladani tokoh-tokoh terdahulu. “Saya mengenal Pak Mahbub sebagai wartawan, jurnalis, dan tokoh politik yagn sangat disegani di kalangan masyarakat,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dosen UIN Sunan Kalijaga kelahiran 1953 ini mengaku ketenaran Mahbub Djunaidi sudah ia rasakan sejak kecil, ketika pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut masih hidup. “Waktu itu saya masih usia belasan tahun,” tuturnya.

H. Mahbub Djunaidi lahir di Jakarta, 27 Juli 1933. Ia termasuk jurnalis, esais, sastrawan, penerjemah dan politikus tersohor. Selain menjadi salah satu aktivis yang membidani kelahiran PMII sekaligus ketua pertamanya, Mahbub pernah masuk di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mahbub juga sempat menjadi pengurus Gerakan Pemuda Ansor, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi NU), Pertanian Nahdlatul Ulama (Pertanu), dan salah seorang Ketua PBNU. Ia wafat pada 1 Oktober 1995. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 10 Desember 2017

Aspegnu Ajak Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Komite Garam PBNU, sebuah lembaga yang mengawasi Asosiasi Petani Garam Nuantara (Aspegnu) akan melakukan langkah-langkah tertentu untuk memperjuangkan nasib petani garam Indonesia.

Aspegnu Ajak Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)
Aspegnu Ajak Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)

Aspegnu Ajak Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian

Menurut Ketua Komite Garam PBNU, Prof Rokhmin Dahuri, di antara langkah-langkah itu adalah soal produksi.

“Kami akan mencoba terus dengan rekan-rekan perguruan tinggi, lembaga penelitian seperti LIPI, pihak swasta yang kira-kira punya teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani garam yang tergabung di Aspegnu.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal itu diungkapkan Rokhmin yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia masa Presiden Megawati pada konferensi pers tentang rencana kerjasama Komite Garam PBNU dengan PT Garuda Food dalam meningkatkan produksi garam rakyat, di Gedung PBNU, Kamis (22/11).

Kedua, sambung pria kelahiran Bogor 1963 tersebut, Komite Garam akan bergerak pada aspek marketing. “Contohnya dengan Garuda Food yang MoU-nya akan ditandangani di Pati 24 November nanti,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kita juga ingin mengolah garam konsumsi menjadi garam industri, dan kemasan sehingga garam yang akan dipasarkan sangat menarik.

Lebih jauh Rokhmin mengatakan, produksi garam Aspegnu, selain dipasarkan ke perusahaan, juga akan dipasarkan ke kalangan internal NU. Dalam hal ini akan dijalin dengan Muslimat NU. Sosialiasi kepada Mulimat sudah dilakukan di Jawa Tengah.

Ia berharap, semoga tujuan Komite Garam PBNU ini bisa tercapai dengan baik, dan mendapatkan dukungan berbagai pihak.

Komite Garam PBNU berfungsi melakukan pengawasan, pembukaan jaringan, membuatkonsep pemberdayaan petambak garam di Aspegnu.?

Apegnu adalah asosiasi petani garam hasil Kongres Garam Rakyat yang dibidani PBNU melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama, di Madura, 11-12 Juli lalu.

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 06 Desember 2017

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 24 November 2017

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Afifatur Rohmania bersama rekan-rekannya dari IPNU-IPPNU mengunjungi kantor redaksi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Senin (9/6) siang.

Kunjungan ini dalam rangka silaturrahim sekaligus mohon doa restu bagi Fifi yang akan mengikuti kontes Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang segera tayang di sebuah stasiun televisi nasional.

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i

Fifi (17), panggilan akrabnya, akan turut memeriahkan program yang dihelat tiap tahun sekali ini. Gadis yang baru lima bulan dilantik sebagai Ketua PAC IPPNU Kecamatan Kalibagor periode 2014-2016 ini merasa terpanggil untuk turut serta dalam kontes da’i tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Motivasi saya ingin mensyiarkan agama melalui mimbar ceramah yang tayang di TV. Kegiatan AKSI periode II ini akan tayang tanggal 15 Juni live di Indosiar,” ujar Fifi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dua tahun silam, Fifi pernah tercatat sebagai Dai Pilihan di ANTV. Namun, karena baru berumur 15 tahun, dirinya disarankan untuk mengikuti kembali. “Akhirnya, saya dapat golden tiket untuk ikut kontes lagi. Saya pun langsung datang ke Jakarta untuk mendaftar,” terang Fifi.

Selain diantar keluarga, kedatangan Fifi di kantor PBNU untuk menghadap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Wakil Ketua PAC Anshor Sokaraja Asyik Gesang Sugiarto (40) yang juga menjabat Kepala Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Banyumas.

Fifi menceritakan, suatu ketika di desanya digelar pengajian dalam rangka halal bi halal.? Fifi, naik mimbar gara-gara pembicara asal Kebumen yang sedianya diminta berceramah di forum itu terlambat lama hingga membuat gusar para jamaah. Fifi masih ingat waktu itu dia kelas III SD pada tahun 2003.

“Saya gemes karena lama banget nunggu kiainya. Lalu saya nekat naik mimbar untuk menggantikannya ceramah. Saya sejak kecil memang mengidolakan Kiai Ma’ruf Islamudin. Saya bahkan hafal materi-materi ceramahnya. Dengan bekal tersebut saya lalu berceramah,” ujarnya bangga.

Ia menambahkan, dewan juri pada AKSI periode dua besok, lanjutnya, antara lain Mama Dedeh, Ustadz Wijayanto, Ustadz Maulana, dan Ustadz Ahmad al-Habsy. “Mohon doanya bagi seluruh kaum Nahdliyin, semoga kader muda NU ini memenangi kontes da’i besok,” harapnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 08 Oktober 2017

Ansor Luncurkan Grup Shalawat Modern Ansorun Nada

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Genuk meluncurkan group sholawat modern yang diberi nama Ansorun Nada, Sabtu (20/7). 

Peresmian grup Ansorun Nada ini diluncurkan pertama kali dan dipimpin langsung Ketua Ansor Genuk pada saat acara Munajat Ramadhan Bersama Habiburrahman El-Shirazy.

Ansor Luncurkan Grup Shalawat Modern Ansorun Nada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Luncurkan Grup Shalawat Modern Ansorun Nada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Luncurkan Grup Shalawat Modern Ansorun Nada

Kini setiap tiga hari sekali Ansorun Nada mengadakan latihan rutin yang diberi nama Lesehan Ansor yang didalamnya bukan hanya menyanyikan sholawat nabi akan tetapi berbagai macam kesenian musik seperti musikalisasi puisi, pembacaan gurindam maupun musik modern. Hal ini sebagai wujud aspresiasi anak muda yang berkeinginan untuk menyajikan kembali unsur kebudayaan di tubuh gerakan pemuda.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ansorun Nada dikomandani langsung oleh Muhammad Shohim, pada latihan rutin ini diadakan setiap selesai shalat tarawih dan tadarus al-Qur’an. Ansorun Nada akan menyambut kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa pada tanggal 4 Agustus 2013.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dihadiri langsung oleh ketua Ansor Muhammad Sodri, ia mengatakan Ansorun Nada sebagai wadah bagi anak muda yang gemar pada kesenian khususnya seni musik modern.

Alhamdulillah, semenjak launching sudah ada 2 kali tawaran manggung pada bulan puasa ini. Maka kami tetap rutin mengadakan latihan, sebagai wujud memaksimalkan kekompakan antar personil,” tutur Shohim

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 25 September 2017

Politik Isi

Oleh M. Kholid Syeirazi



Saya sebenarnya lebih suka membicarakan politik dari segi isinya, bukan wadahnya. Merdeka lebih dari 70 tahun, semestinya kita sudah bergerak jauh meninggalkan polemik tentang politik bungkus, tetapi mempertajam diskursus politik isi. Negara-bangsa atau Khilafah itu bungkusnya, isinya adalah kesejahteraan lahir batin sebagaimana dilukiskan Al-Qur’an sebagai ? ? ? ? ?. Bungkus itu hanya wadah untuk mengantarkan isi. Bungkus bisa dinamai apa saja, dicat warna apa saja, yang penting isinya.

Politik Isi (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Isi (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Isi

KH Wahab Chasbullah, pendiri dan penggerak NU, pernah bilang, “jika disuruh memilih, kita lebih memilih minyak samin cap babi daripada minyak babi cap onta.” Sekarang kenyataannya kita masih belum beranjak ke mana-mana. Kita masih sibuk melayani narasi politik bungkus. Karena penganut politik bungkusmakin banyak, terpaksa kita harus bergerak mundur sedikit ke belakang. Kita terpaksa memperkuat argumen tentang perlunya mengedepankan politik isi ketimbang politik bungkus.

Apa isi politik itu? Perjuangan untuk mewujudkan kebajikan umum! Bahasa Arabnya: ? ?.? Kebajikan umum banyak disuarakan dalam teori politik Barat dan Islam. Saya hanya ingin menyebutkan dua indikator saja dari kebajikan umum. Indikator itu saya ambil dari al-Qur’an, Surat Quraisy (105: 4). Kekuasaan apa pun yang mampu mewujudkan ini, dalam pandangan saya, sudah Qur’ani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam QS. Quraisy, Allah menyebut aktivitas safari dagang orang Quraisy di musim panas dan dingin. Secara tersirat, Allah mengingatkan mereka untuk bersyukur karena diberi rizeki oleh Allah melalui kegiatan niaga dan melindungi aktivitas mereka dari ancaman bahaya. Dalam ayat terakhir Surat Quraisy, Allah memerintahkan mereka untuk menyembah Dzat yang memberi mereka makan dan membebaskan mereka dari rasa lapar (? ? ?) serta melindungi mereka dari rasa takut (? ? ?). Konsep pertama (? ? ?) adalah narasi ekonomi, konsep kedua (? ? ?) adalah narasi politik, pertahanan, dan keamanan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Manusia diturunkan ke muka bumi sebagai abdullâh dan khalîfatullâh. Dalam peran pertama, manusia disuruh tunduk, mematuhi Allah dengan semangat kepasrahan total, tanpa tanya. Disuruh shalat dan puasa, misalnya, kita jalani dengan semangat ta’abbud, tanpa tanya apa gunanya untuk kita. Ranah ini disebut sebagai ibâdah mahdhah. Sifatnya tetap dan universal (tsâbit kully). Dalam peran kedua, manusia disuruh mematuhi Allah dengan semangat kreatif. Di dalam ranah ini ada ruang inovasi dan improvisasi. Kita disuruh Allah ‘mewakili’ beroperasinya sunnatullâh melalui campur tangan dan kreativitas manusia. Ranah ini disebut dengan ibâdah mu’âmalah. Politik, dalam hemat saya, masuk ranah kedua ini. Bentuk politik adalah wilayah ijtihad yang berubah dan bersifat temporal-partikular (mutaghayyir juz’i). Sifatnya tidak baku. Yang dipentingkan adalah tujuannya (ghâyah), bukan instrumennya (wasîlah).

Ghâyah dari politik Qur’ani, menurut QS. Quraisy, sudah tertampung dalam tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Mukaddimah UUD 1945 yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan berimpitan dengan kesejahteraan. Orang terdidik punya kemampuan mamartabatkan dirinya, termasuk dalam ekonomi. Dua tujuan ini tercakup dalam kualifikasi ? ? ?. Tujuan berikutnya adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam dunia global, keamanan suatu negara terhubung dengan negara lain, karena itu partisipasi dalam upaya perdamaian dunia merupakan tujuan lain negara. Dua tujuan ini dapat dikelompokkkan dalam kualifikasi ? ? ?. Konsep keamanan ‘transnasional’ dalam istilah sekarang, juga diisyaratkan al-Qur’an:? Allah melindungi Quraisy dalam jalur perniagaan ke Suriah di musim panas dan Yaman di musim dingin.

Kekuasaan politik yang sanggup menyejahterakan rakyat sebesar-sebesarnya, mendistibusikan kue ekonomi secara adil dan merata serta melindungi warga negara dari ancaman rasa takut, baik yang bersumber dari dalam maupun luar negeri, sudah merupakan kekuasaan Qur’ani yang harus didukung dan dibela.

Sekarang mari kita lihat faktanya. Negara mana yang paling sejahtera dan bahagia? Apakah negara-negara Islam di Timur Tengah, Afrika, atau Asia? Penelitian yang dilakukan oleh dua orang Guru Besar George Washington University, Scheherazade S. Rehman dan Hossein Askari, berkata lain. Riset yang kemudian dimuat dalam GlobalEconomyJournal, Vol. 10, Issue 3, 2010 menunjukkan, tidak ada negara-negara Islam dengan kualifikasi berpopulasi Muslim dalam jumlah besar, dipimpin seorang Muslim, atau secara formal menegaskan diri sebagai negara Islam yang menempati pertingkat 30 besar. Dengan menggunakan 113 variabel, Top 10 negara-negara dengan pembangunan? ekonomi yang paling Islami justru ditempati oleh “negara-negara kafir,” berturut-turut adalah Irlandia, Denmark, Luxemburg, Swedia, UK, New Zealand, Singapore, Finlandia, Norwegia, dan Belgia.

Peringkat tertinggi ‘negara Islam’ yang paling Islami dalam pembangunan ekonominya hanya Malaysia, ranking 33. Arab Saudi, yang Rajanya baru berkunjung ke Indonesia, menempati peringkat ke-91. Turki, yang Presidennya mulai banyak penggemar di Indonesia, menempati ranking ke-71. Indonesia, negeri populasi Muslim terbesar dengan pendukung ‘politik bungkus’ yang makin meningkat, berada di urutan ke-104. Data bisa diunduh di: http://hossein-askari.com/wordpress/wp-content/uploads/islamicity-index.pdf.

Dari tolok ukur keamanan, negara mana yang paling aman? Apakah negara-negara Timur Tengah, Afrika, dan Asia Barat yang mayoritas Muslim? Mari kita lihat faktanya. Sejak meletus Arab Spring di Tunisia dan menjalar ke negara-negara Arab, Timur Tengah dan Afrika poranda. Sejak 2011-2015, di Yaman ada 5,6 juta nyawa melayang oleh konflik berdarah sesama ahlul qiblat, di Libya ada 4,3 juta, di Iraq 3,2 juta, di Mesir 1,7 juta, di Suriah 320 ribu nyawa musnah, dan ribuan lainnya di negeri-negeri rumpun Arab. Sejak 2011, ada sekitar 4,3 juta penduduk Suriah yang mengungsi dan minta suaka ke negara-negara lain, terutama ke Turki dan Eropa. Begitu juga arus keluar terus berlangsung dari Libya, Irak, dan Yaman ke sejumlah negara yang lebih aman. Mereka mencari kehidupan baru karena di negeri asalnya, jarak kehidupan dengan kematian seukuran senti. Di negara-negara ini, pekik takbir bergema di antara desingan senjata. ISIS ingin menegakkan Khilafah, dengan menumpahkan banyak darah.

Apakah kita rela memperjuangkan bungkus kekuasaan dengan harga kematian? Saya rasa tidak! Jihad kita adalah mengisi NKRI agar semakin bersemangat Qur’ani, yaitu meningkatnya kesejahteraan umum dan terjaminnya ketenteraman publik. Kekuasaan apa saja, pada pokoknya isinya hanya dua hal itu. Siapa sanggup mewujudkannya, dia akan menjadi baldah thayyibah. Di negeri Muslim, plus wa rabbun ghafûr.

Penulis adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Cerita, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 12 September 2017

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para petani kerap dilanda masalah klasik. Mereka tidak memiliki kekuatan. Ketidaktersediaan micro finance yang menopang mereka mulai dari proses penanaman hingga paska panen, adalah alasan utama. Ketidakberdayaan mereka dimanfaatkan oleh para pengijon dan rentenir yang meraup keuntungan dari keringat para petani.

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat

“ISNU mencoba memotong mata rantai pengijon dan para lintah darat itu tadi,” ungkap Ali Masykur Musa, Ketua Umum ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, seusai acara penanaman perdana padi di Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (20/4) lalu.

Desa Ragas Masigit, Kec. Carenang adalah salah satu areal GP3K, (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi) yang diprogramkan BUMN untuk pengembangan dunia pertanian. Kec. Carenang adalah wilayah kantong pertanian terbesar di Kota dan Kabupaten Serang, Banten, tambah Camat Carenang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Problem klasik, petani biasanya tidak memiliki modal awal untuk penanaman. Celah ini membuka masuknya para pengijon dan rentenir untuk menjerat para petani. Pada sisi yang lain, kelangkaan pupuk menjadikan harga pupuk meningkat tajam. Serangan hama pun menjadi ancaman tersendiri. Lepas panen, harga padi anjlok.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Acara penanaman padi perdana di areal GP3K oleh ISNU diadakan persis di tengah sawah dengan bernaung tenda sederhana. Lebih 200 warga yang mayoritas petani, memadati tempat yang ada. Mereka tampak antusias mengingat acara ini berhubungan erat dengan nasib mereka.

Pertunjukan silat Cimande Cabang Carenang dan tabuhan rebana Permas (Persatuan Remaja Masjid) turut menghibur hati para hadirin. Atraksi Debus khas Banten antara lain bermain-main dengan senjata tajam tanpa luka sedikit pun, tak mau ketinggalan menyambut rombongan ISNU. Suguhan berupa penganan lokal, singkong, dan kacang rebus, keluar sebagai hidangan khas pedesaan.

ISNU bersama PT. Shang Hyang Seri, turun tangan untuk membina dan memproteksi para petani mulai dari proses penanaman hingga pemasaran paska panen. Uluran tangan semacam ini sangat dibutuhkan oleh para petani Indonesia. Mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi kendala-kendala dalam pertanian.

Self organizing, kemampuan mengorganisir diri sendiri bagi petani adalah target utama ISNU. Kemampuan mengatur diri sendiri adalah bekal dasar petani untuk menghapus ketergantungan mereka dari para pengijon dan lintah darat. Sementara, PT. Shang Hyang Seri siap meminjamkan 5 juta rupiah untuk tiap hektarenya.

Sedangkan pembayarannya menggunakan sistem ‘Yarnen’, pengembalian modal di masa panen. Pengembalian modal saat panen dibayar oleh petani tanpa bunga. Sistem Yarnen ini sangat efektif untuk memutus mata rantai pengijon dan lintah darat, tandas Ali Masykur Musa.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Pahlawan, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 11 Juni 2017

Cara Nahdliyin Lembah Sumbing Selopampang Cintai Negara

Temanggung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?

Wujud membela dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa diekspresikan dengan berbagai cara. Nahdliyin di Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mencintai negara melaluia kegiatan rutin selapanan.?

Cara Nahdliyin Lembah Sumbing Selopampang Cintai Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Nahdliyin Lembah Sumbing Selopampang Cintai Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Nahdliyin Lembah Sumbing Selopampang Cintai Negara

Kegiatan yang dilakukan 35 hari sekali itu selalu dipadati Nahdliyin, mulai dari IPNU-IPPNU yang beranggotakan 500 pelajar dan remaja, Banser, Ansor, Fatayat yang beranggotakan 2000 orang, serta Muslimat yang beranggotakan lebih dari 2500 yang tersebar di seluruh desa di Kecamatan Selopampang.?

Selapanan rutin pada 2 April 2017 atau Ahad Pahing 5 Rajab 1438 H diawali bahtsul masail membahas tentang persoalan yang berkembang di masyarakat baik lokal maupun persoalan nasional.

Kemudian acara dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, wujud cinta tanah air dan bangsa, pembacaan ayat suci Al-Quran untuk menambah keimanan dan ketaqwaan, serta membaca shalawat, sebuah ekspresi rasa cinta pada nabi agung Muhamad SAW.

Kemudian dilanjutkan pembacaan tahlil sebagai rasa bakti mendoakan para ulama dan pahlawan bangsa pendiri NKRI, sebuah tradisi yang melekat dan menjadi ruh perjuangan Nahdliyin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selanjutnya, nahdliyin menyimak nasihat yang disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Temanggung KH Muhamad Furqon. Ia memotivasi semangat kebangsaan, menggugah rasa patriotisme untuk mencintai NKRI dan mengawal ajaran Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah. (Yunan/Abdullah Alawi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Daerah, Doa Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 14 April 2017

Kurang dari 1 Jam, Operasi Pasar NU-Polres Langsung Ludes

Cirebon, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Operasi Pasar Ramadhan (OPR) 2017 kerjasama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon dan Polres Cirebon digelar pada Sabtu siang (3/6). Tak dinyana, penjualan sejumlah kebutuhan pokok yang digelar di depan balai Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang itu sudah ludes hanya dalam waktu satu jam.

Kurang dari 1 Jam, Operasi Pasar NU-Polres Langsung Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurang dari 1 Jam, Operasi Pasar NU-Polres Langsung Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurang dari 1 Jam, Operasi Pasar NU-Polres Langsung Ludes

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi mengaku tak menyangka warga, yang mayoritas kalangan ibu rumah tangga, antusias membeli aneka produk di stand OPR. Tak sampai satu jam lebih dari 600 paket produk kemasan terjual habis.

"Kami memang menjual kebutuhan pokok eceran dengan harga grosir, artinya harga lebih murah dari harga pasar yang akan terus terkerek naik hingga Lebaran nanti. Mungkin alasan kenapa masyarakat ramai-ramai mendatangi stand kami," papar pria yang akrab disapa Kang Aziz itu kepada wartawan.

Menurutnya, program ini murni sosial, karena tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari penjualan sejumlah produk. Bahkan sebaliknya, pengurus PCNU secara gotong royong menyisihkan untuk menutupi berbagai kebutuhan operasional.

Operasi pasar, sambungnya, sangat dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi tingginya harga berbagai kebutuhan pokok selama Ramadhan. Kecenderungan harga yang terus naik di pasaran menjelang Lebaran, harus dikendalikan, sehingga masyarakat, terutama ekonomi menengah ke bawah, bisa membeli dengan harga yang terjangkau.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Seharusnya, operasi pasar menjadi gerakan bersama berbagai elemen untuk membantu masyarakat, terutama yang mampu menyubsidi harga, sehingga jauh di bawah harga pasaran. Misalnya pemerintah daerah, BUMN, perbankan, organisasi-organisasi, termasuk partai politik," kata Kang Aziz seraya mengatakan, pihak kepolisian juga berperan aktif terutama dalam mengawasi permainan curang spekulan untuk menaikkan harga.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra melalui Wakapolres Kompol Wadi Sabani mengatakan, operasi pasar juga merupakan instruksi dan program Polda Jawa Barat. Motivasinya, untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan.

Dikatakan, selama bulan Ramadhan, terutama menjelang Lebaran harga-harga kebutuhan pokok naik. Kondisi ini menjadi peluang bagi para pengusaha nakal untuk menimbun barang dan mempermainkan harga di pasaran.

"Langkah hukum telah dan sedang dilakukan. Spekulan yang menimbun sudah ditindak dan kami berantas. Operasi pasar adalah upaya lain untuk menekan harga pasar," ujar Wakapolres Wadi.

Operasi pasar, lanjut dia, akan terus dilanjutkan di kecamatan-kecamatan yang menjadi wilayah hukum Polres Cirebon.

Diakui, selisih harganya tidak jauh dari harga pasar, tetapi lumayan lebih murah beberapa ribu dari harga di tempat lain. Jika ingin murah, maka harus ada peran pemerintah untuk menyubsidi.

"Mudah-mudahan ke depan pemerintah daerah ikut menyubsidi kegiatan seperti ini, sehingga harganya bisa jauh dari harga pasar. Pengusaha juga diharapkan tidak menentukan harga seenaknya," pinta dia.

Acara peluncuran OPR 2017 sendiri dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin, para pengurus PCNU, sejumlah perwira Polres Cirebon, Kapolsek Dukupuntang dan jajaran, kepala Desa Sindangjawa dan jajaran, serta ulama dan tokoh masyarakat setempat. (Kalil Sadewo/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Pemurnian Aqidah, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 12 November 2016

LKNU Cianjur Beri Stimulan 10 Pesantren

Cianjur, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten  Cianjur, Jawa Barat, memberikan stimulan kepada sepuluh pesantren yang telah mengikuti pelatihan tentang perilaku hidup bersih di kabupaten setempat. Ke-10 pesantren tersebut masing-masing mendapatkan stimulan sebesar Rp 5 juta.

Sekretaris PC LKNU Kabupaten Cianjur Elis Lisnawati mengatakan, dana stimulan tersebut merupakan program LKNU pusat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perilaku hidup bersih di setiap pondok pesantren.

LKNU Cianjur Beri Stimulan 10 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Cianjur Beri Stimulan 10 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Cianjur Beri Stimulan 10 Pesantren

"Perilaku hidup bersih ini salah satu program LKNU. Kita berharap dengan adanya stimulan, setiap pesantren bisa membudayakan prilaku hidup bersih," katanya seusai memberikan stimulan kepada 10 pondok pesantren di  gedung PCNU Cianjur, Jalan Perintis Kemerdekaan Jebrod, Cianjur, Kamis (10/7).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua PCNU Cianjur KH Choirul Anam menambahkan, program yang telah dilakukan LKNU salah satunya adalah pelatihan kader perilaku hidup bersih. Program ini menurutnya sangat penting untuk mewujudkan pondok pesantren yanga bersih dan sehat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Semoga program ini tidak hanya sampai di sini, melainkan terus berkelanjutan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Dinas Kesehatan Cianjur Ratna menyambut baik  program LKNU tersebut.  Ratna beralasan, sosialisasi hidup bersih ke lingkungan pesantren merupakan salah satu indikator yang dimiliki Dinkes. "Kami sangat berterima kasih kepada LKNU, kita akan menindaklanjuti program tersebut,” imbuhnya. (Deni Abdul Kholik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 10 Oktober 2016

Dua Rakaat Sebelum Subuh Mengalahkan Dunia Seisinya

Dua rakaat sebelum shalat subuh sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Nilai dua rakaat (sebelum subuh) ini, sebagaimana pesan Rasulullah saw lebih baik dari pada jagad seisinya.

? ? ? ? ? ? ?

Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia seisinya.

Dua Rakaat Sebelum Subuh Mengalahkan Dunia Seisinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Rakaat Sebelum Subuh Mengalahkan Dunia Seisinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Rakaat Sebelum Subuh Mengalahkan Dunia Seisinya

Banyak sekali istilah yang digunakan untuk menunjukan dua rakaat sebelum shubuh. Dari redaksi hadits tersebut sebagian ulama mengatakannya shalat sunnah fajar. Adapula yang menamainya sebagai shalat sunnah subuh karena dilakukan sesebelum shalat subun. Ada pula yang mengatakan shalat sunnah barad mungkin karena dilaksanakan ketika hari masih dingin. Ada pula yang menamakan shalat sunnah ghadat yaitu shalat sunnah yang dilakukan pagi-pagi sekali.

Oleh karena itu dalam Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi memperbolehkan niat shalat dua rakaat subuh ini dengan berbagai macam istilah tersebut. Misalkan ushalli sunnatal fajri rok’ataini ada’an lillahi ta’ala. Atau boleh juga ushalli sunnatal barodi rok’ataini ada’an lillahi ta’ala  sunnatas  subhi, dan seterusnya. Atau boleh juga yang lebih lengkap adalah

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?? ? ? ? ? ? ? ? ?

Usholli sunnatas shubhi rokataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi taaala.                                                  

Di samping itu yang harus diperhatikan adalah anjuran untuk tidak berlama-lama dalam shalat, mengingat predikat shalat ini adalah shalat sunnah. Walaupun nilainya lebih berharga daripada dunia seisinya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu alasan kebergegasan dua rakaat ini adalah mengikuti Rasulullah saw (liitba’I sunnatir rasul) yang cukup membaca surat al-Kafirun dalam rakaat pertama (setelah al-fatihah) dan al-Ikhlash (setelah al-fatihah)pada rakaat kedua. Atau membaca Alam Nasyrakh (surat al-Insyirakh) pada rakaat pertama dan Alam Taro (Surah al-Fiil) pada rakaat ke dua.

Secara praktis, tersebut pula dalam Nihayatuz zain  anjuran untuk membaca wirid khusus setelah dua rakaat sambil menunggu shalat subuh. Bacaan itu adalah (1) Ya Hayyu Ya Qayyum La Ilaha Illa anta, 40 kali. (2) Surat Al-Ikhlas, 11 kali (3) Surat Al-Falaq, 1 kali (4) Surat An-Nas, 1 kali dan (5) Subhanallah wa Bihamdihi, Subhanallahil Adhim, Asytaghfirullah, 100 kali.  

 Demikianlah keterangan dua rakaat sebelum shalat subuh yang menurut sebagian ulama dikategorikan sebagai rawatib (sebagaimana shalat qabliyah lainnya) yang dilaksanakan sebelum shalat subuh.

 

Red. Ulil Hadrawy. Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 31 Januari 2016

Salim Hanya Dituntut Hukuman Percobaan 10 Bulan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Salim Muhammad (75) terdakwa dalam kasus penggelapan asset tanah milik Yayasan Waqfiyah NU dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Teguh Suhendra hanya hukuman percobaan selama 10 bulan dengan hukuman 5 bulan penjara.

Jaksa berpendapat Salim, terbukti bersalah melakukan penggelapan asset milik Yayasan Waqfiyah NU yang didirikan oleh PBNU. Namun demikian, menurut JPU, nilai asset yang terbukti digelapkan hanya sebesar 94 juta dari 27 Milyar hasil penjualan tanah.

Salim Hanya Dituntut Hukuman Percobaan 10 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Salim Hanya Dituntut Hukuman Percobaan 10 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Salim Hanya Dituntut Hukuman Percobaan 10 Bulan

Salim yang juga seorang pengacara dan kini sedang membela Tommy Soeharto dalam kasus perceraiannya dengan Tata dalam perjanjian penjualan tanah tersebut mendapatkan 20 persen. Sebelumnya, Salim telah mendapatkan tanah 1/3 bagian untuk mengurusi berbagai masalah hukum yang menyangkut asset milik NU pada kepemimpinan Gus Dur.

Sebelumnya, Wakil Ketua Lembaga Pelayanan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Fickar Hadjar menjelaskan bahwa tuntutan pidana kepada Salim, meskipun sudah berumur 75 tahun menargetkan agar asset milik PBNU tersebut bisa kembali.

Kasus penjualan tanah tersebut bermula ketika Yayasan Waqfiyah yang berlokasi di Jl. Piere Tendean mendapatkan surat dari Pemda DKI Jakarta bahwa lokasi tersebut bukan untuk pendidikan. Selanjutnya Salim menjual tanah tersebut kepada PT Pacific Buana Internasional dengan komisaris Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Dua sertifikat tanah yang dijual tersebut merupakan SHGB No 257 berlokasi di Kuningan Barat dengan luas 3.438 m2 dan SHGB No 273 berlokasi di Kuningan Barat dengan luas 3.439 m2 atas nama Yayasan Waqfiyah Nahdlatul Ulama.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sempat pula terjadi perebutan lokasi tersebut yang melibatkan banser-banser NU. Plang nama yang menunjukkan tanah ini milik PBNU dirobohkan sampai akhirnya dengan tanah itu harus lepas dari PBNU.(mkf)

Proses persidangan kasus ini yang sudah berlangsung sejak November 2006 dengan berbagai penundaan seperti menunaikan ibadah haji dan beberapa kali sakit. Sidang akan dilanjutkan 18 Juni dengan agenda mendengarkan pleidoi atau pembelaan dari Salim. (mkf)



Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 13 Juni 2015

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin”

Padang Pariaman, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua yayasan pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan H Idarussalam memberikan gelar “Tuanku Imam Nahdliyin” untuk Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi di pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Padang Pariaman, Ahad (18/1). Pemberian gelar kehormatan ini merupakan kali pertama dilakukan pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan.

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi Kini Bergelar “Tuanku Imam Nahdliyin”

Pemberian gelar ini berlangsung saat tabligh akbar maulud Nabi Muhammad SAW. Kiai Hasyim sendiri hadir sebagai penyampai taushiyah pada tabligh akbar tersebut.

Menurut H Idarussalam, pemberian gelar merupakan kesepakatan pimpinan dan majelis guru pesantren Nurul Yaqin. "Kami menilai kehadiran Kiai Hasyim ke pesantren Ringan-Ringan patut diberikan penghargaan. Walaupun banyak tokoh yang sudah pernah hadir di pesantren ini, namun kehadiran Kiai Hasyim mampu mengangkat harkat pesantren Nurul Yaqin," kata H Idarussalam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Yang lebih penting lagi, kata H Idarussalam, Kiai Hasyim merupakan tokoh kiai kaliber nasional yang memahami kitab-kitab yang diajarkan di pesantren Ringan-Ringan. Kiai Hasyim merupakan tokoh ulama, bukan sekadar ulama. Paham keagamaannya Aswaja seperti yang diajarkan di pesantren Nurul Yaqin ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Gelar Tuanku Imam Nahdliyin disematkan karena Kiai Hasyim memang imamnya orang NU yang disebutkan warga nahdliyin. Sebagai pesantren yang melahirkan ulama dengan gelar “Tuanku” dan diakui oleh Pemkab Padang Pariaman, kita patut memberikan gelar tersebut," kata H Idarussalam.

Pesantren Nurul Yaqin selama ini terbuka terhadap kultur masing-masing santri dalam memberikan sebuah gelar. Sehingga gelar dari tamatan pesantren Nurul Yaqin pun beragam. Ada yang berbau Padang Pariaman seperti Tuanku Sidi, Bagindo, Sutan. Ada pula yang berbau Arab, Indonesia, dan juga ada yang menyesuaikan dengan daerah masing-masing di luar Padang Pariaman.

"Kita serahkan kepada masing-masing keluarga santri siapa gelar “Tuanku” yang diberikan kepada anaknya," tambah H Idarussalam. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Kyai, Internasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 17 Mei 2013

1.282 Calon Jamaah Haji asal Jombang Diimbau Patuhi Jadwal Pemberangkatan

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Kasi Pelayanan Haji dan Umroh Kemenag Jombang, Emy Chulaimi mengimbau seluruh calon jamaah haji (CJH) agar mematuhi jadwal pemberangkatan yang sudah diedarkan sebelumnya. Jumlah total keseluruhan CJH asal Jombang yang dipastikan berangkat diketahui sebanyak 1.282 jamaah.

Imbauan ini didasarkan pada persoalan yang kerap terjadi setiap pemberangkatan CJH. Mereka kebanyakan terlambat mendatangi lokasi pemberangkatan yang telah ditentukan panitia sehingga jadwal pemberangkatan CJH harus molor.

1.282 Calon Jamaah Haji asal Jombang Diimbau Patuhi Jadwal Pemberangkatan (Sumber Gambar : Nu Online)
1.282 Calon Jamaah Haji asal Jombang Diimbau Patuhi Jadwal Pemberangkatan (Sumber Gambar : Nu Online)

1.282 Calon Jamaah Haji asal Jombang Diimbau Patuhi Jadwal Pemberangkatan

"Yang kita pesankan kepada calon jamaah haji, tolong jadwal yang sudah kita sampaikan kepada masing-masing KBIH dan jamaah yang secara mandiri jangan sampai terlambat ketika masuk ke Pendopo (tempat pemberangkatan)," katanya, Senin (21/8).

Ketentuan jadwal pemberangkatan CJH di sejumlah daerah sebelumnya sudah melalui koordinasi dengan sejumlah pihak yang berkaitan, termasuk pihak yang mengatur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebagai tempat istirahat CJH sebelum penerbangan ke tanah suci.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Karena harus sampai di Asrama Haji Sukolilo Surabaya harus tepat waktu," jelasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bahkan, imbauan agar berangkat tepat waktu ini juga telah melalui surat resmi yang dikeluarkan Kemenag Jombang kepada setiap KBIH juga masing-masing jamaah yang proses pemberangkatannya secara mandiri.

"Kita akan pantau dan wanti-wanti rerus, kita juga sudah edarkan surat kepada mereka," katanya.

Sesuai jadwal pemberangkatan, ribuan calon jamaah haji ini akan diberangkatkan pada Rabu, 23 Agustus di Pendopo Jombang. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 24 Maret 2012

Kiai Sahal: Waspadai Pihak yang Pecah Belah Umat Islam

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh mengimbau umat Islam, khususnya warga NU, agar menjaga ukhuwah islamiyah. Banyak pihak yang tidak ingin umat Islam di Indonesia bersatu.

“Kita harus waspada. Ada pihak-pihak yang ingin memecah-belah umat Islam. Karena kalau umat Islam bersatu akan menjadi kekuatan besar,” katanya saat memberikan pengantar dalam rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (7/11).

Kiai Sahal: Waspadai Pihak yang Pecah Belah Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal: Waspadai Pihak yang Pecah Belah Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal: Waspadai Pihak yang Pecah Belah Umat Islam

Kepada pengurus lengkap syuriyah dan tanfidziyah PBNU, Kiai Sahal juga berpesan agar semua menjaga kesatuan organisasi NU. Jangan sampai NU terpancing dengan berbagai  isu yang dihembuskan untuk memecah belah ukhuwah nahdliyah. “Bisa dari luar, atau dari dalam NU sendiri,” kata Kiai Sahal. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rapat gabungan antara lain membahas tindak lanjut dari pelaksanaan Munas-Konbes NU 2012 di Cirebon beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu Kiai Sahal menyampaikan terimakasih kepada para pengurus dan pihak-pihak yang telah bekerja mensukseskan pelaksanaan Munas-Konbes.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock