Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Secara formal, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) telah berubah dari organisasi pemuda menjadi organisasi pelajar sejak tahun 2003, akan tetapi upaya mengembalikan ruh yang sebenarnya butuh waktu yang cukup panjang.



IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar

Awalnya, IPPNU memang organisasi pelajar yang masuk ke sekolah, madrasah dan pesantren, tetapi kebijakan Orde Baru yang hanya mengizinkan OSIS di sekolah-sekolah telah menyebabkan IPPNU merubah dirinya menjadi organisasi pemuda.

Perubahan juga meluaskan lingkup cakupan garapan sampai pada tingkat mahasiswi, bahkan segmen pelajar tidak tersentuh. Segmen pemuda menjadikan usia juga meluas menjadi 12-30 tahun. Struktur baru yang diakibatkan oleh kebijakan Orde Baru ini tidak bisa dengan gampang dirubah, diantarnya usia para pengurus yang umumnya bukan lagi para pelajar, banyak diantaranya yang sudah bergelar S2.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua IPPNU Margareth Aliyatul Maemunah menuturkan, sejumlah upaya dilakukan sebagai tahapan untuk menjadi organisasi pelajar yang sebenarnya.

“Kita tak kepingin terbelenggu seperti dalam pola lama terus. Setiap kegiatan sekarang segementasi kita ya pelajar. Ngadain kemah ya dengan pelajar, sahur on the road juga pelajar. Pra rapimnas sekarang, kita ngadain debat berbahasa Inggris untuk pelajar, lomba karya tulis ilmiah dan penulisan novel untuk pelajar dan santri,” terangnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Upaya lain adalah penurunan usia para pengurus yang terus dilakukan secara bertahap. Jika pada periode lalu, usia maksimal dibatasi 30 tahun, maka pada Rakernas IPPNU beberapa waktu lalu, disepakati usia maksimal 27 tahun. Ia menjelaskan, PBNU sendiri bahkan telah mendesak usia diturunkan menjadi 25 tahun, tetapi untuk itu dibutuhkan waktu untuk mempersiapkan para kadernya.

“Menyiapkan orang tak semudah yang dibayangkan, yang jelas kita sudah sepakat usia maksimal 27 tahun,” jelasnya.

Beberapa kegiatan yang mengambil segmen pelajar yang sedang digarap diantaranya Lembaga Korps Kepanduan Putri, Pecinta Alam, Palang Merah Ramaja, pendirian lembaga konseling bagi remaja putri dan lainnya.

Ia mengakui, ada diantara segmen-segmen lembaga untuk menangani para pelajar yang dibentuk tersebut yang belum berjalan maksimal karena minimnya sumberdaya, tetapi ia yakin, ini merupakan sebuah proses transformasi yang harus dijalani.

Dalam Rapimnas yang akan digelar Desember mendatang, ia juga akan menggandeng Maarif NU dan Rabithah Maahid Islamiyah untuk bersinergi dengan IPPNU dalam membentuk pelajar yang memiliki akidah ahlusunnah wal jamaah ala NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Ahlussunnah, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 12 Februari 2018

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Phnom Penh,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hampir dua tahun ini, Ustadz Amir mendirikan pesantren Al-Qur’an yang bernama Jami’ul Muslimin. Imam Masjid Al-Jamee’ Al-Islami itu dibantu oleh Nashirin Syamsuddin, yakni pemuda yang pernah mondok selama 5 tahun di pesantren Sabilul Mukhlasin Magelang, pada 2009 hingga 2014 lalu.

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Berbeda dengan di Indonesia, istilah pondok pesantren di Kamboja lebih dikenal dengan sebutan “madrasah”. Adapun istilah santri dalam bahasa Khmer (bahasa lokal Kamboja) dinamakan konsah, sedangkan untuk istilah kiai atau ustadz disebut sebagai "tun" atau "kru", namun istilah kru maknanya lebih luas, seperti guru-guru di sekolah umum.

Pesantren Jamiul Muslimin didirikan sebagai tempat untuk fokus menghafalkan Al-Quran. Tujuan pendirian pesantren ini untuk ‘menghidupkan’ lingkungan tengah kota Phnom Penh yang masyarakatnya mayoritas beragama Buddha. Santri-santri di pesantren ini hanya berjumlah 20 orang dimana rata-rata berusia di bawah 17 tahun.Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Kamboja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nashirin mengatakan, dengan bahasa Melayu yang lumayan fasih, rencananya kelak setelah khatam hafal Al-Qur’an,santri-santri remaja didikannya itu akan dikirim ke berbagai daerah Kamboja untuk menjadi ustadz. Sebenarnya banyak muslim Kamboja yang mencari lembaga pendidikan Islam semacam pesantren. Hanya saja akses serta jumlah pesantren di sana memang masih sedikit.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, Nashirin yang juga sebagai pembina pesantren Jamiul Muslimin itu mengaku berani menerima 100 santri, namun masalahnya tempatsekarang digunakan tidak mendukung.Di samping itu  tempat tinggal santri juga saat ini masih dalam kompleks masjid. Untuk kegiatan santri selain menghafal Al-Quran, mereka juga mendapatkan jadwal untuk menjadi imam shalat Hajat, bersih lingkungan masjid, dan sebagainya. Beberapa santri ada mempunyai kebiasaan berpuasa sunnah Senin dan Kamis.

Perkembangan Hubungan Keagamaan

Dalam topik lain,Ustadz Amir menambahkan bahwa sekitar sepuluh tahun ini sudah masuk paham Wahabi di kalangan muslim Kamboja, namunjumlah mereka tidak banyak serta tidak berani melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh mayoritas muslim Kamboja yang mayoritas bermazhab Syafiiyah. Situasinya mungkin tak separah paham Wahabi di Indonesia yang sering kali meresahkan masyarakat muslim yang gemar menjalankan tradisi serta ajaran ulama Aswaja dan Wali Songo.

Saya sendiri sebenarnya penasaran tentang keberadaan makam ulama atau wali yang ada di kawasan ibu kota Phnom Penh Kamboja, namun Ustadz Amir tidak mengetahui secara pasti hal yang saya tanyakan itu.

Ia hanya menceritakan bahwa dahulu pernah hidup seorang alim yang bernama Haji Muhammad Kacik Shagid. Tokoh ini dikenal sebagai ulama yang bisa mengetahui artikicauan-kicauan burung.

Dikisahkan dahulu burung-burung biasanya memberikan informasi tertentu yang hendak disampaikan ke penduduk, dan hanya Haji Muhammad Kacik Shagid yang bisa memahami  kicauan burung. Sayangnya,ulama ini tersebut termasuk di antaranya ulama yang dibunuh oleh rezim Pol Pot. Sayangnya lagi, sosok yang punya karomah tersebut makamnya tidak ditemukan sampai sekarang.

Lebih jauh, dalam pandangan ustadz Amir hubungan muslim dengan umat Buddha di Kamboja sampai hari ini tetap terjalin dengan baik. Semenjak berakhir perang saudara yang dahulu pernah terjadi di Kamboja sebab kudeta yang terjadi beberap kali, hingga saat ini tidak ada pergesekan atau konflik antara kedua agama tersebut.

Apalagi Perdana Menteri Kamboja Han Sen juga membebaskan Muslim Kamboja untuk mendirikan masjid dan melaksanakan kegiatan keislaman, termasuk juga sekarang membolehkan anak perempuan memakai jilbab ke sekolah.

Dalam kesempatan selanjutnya, saya hendak mengunjungi kawasan KM. 7, Chrang Chromres, Phnom Penh, dimana kawasan mayoritas tersebut dihuni oleh muslim. Sebagaimana informasi dari dari Ustadz Amir, banyak jejak Islam dan aktivitas muslim Kamboja yang bisa digali lebih banyak di kawasan tersebut. (M. Zidni Nafi’, santri asal Qudsiyyah Kudus, peserta Program Pemuda Magang Luar Negeri 2017 dari Kemenpora RI)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sunnah, Nusantara, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 11 Februari 2018

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Tim verifikasi pengawasan dana desa yang dibentuk oleh Camat Blambangan Umpu, Hamdani M.Zen, dikritik Ketua LPPNU Kabupaten Way Kanan Yoni Aliestiadi. Menurut Yoni, Camat Blambangan Umpu tidak mematuhi Permendagri No. 114/2014 tentang Pembangunan Desa dalam membentuk tim verifikasi alokasi dana desa.

Kritik yang dilakukan LPPNU Way Kanan tersebut sebagai upaya pengawasan terrhadap penggunaan dana desa dan juga mensukseskan program Kementrian Perdesaan Dan Transmigrasi.

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Yoni Aliestiadi menambahkan tim verifikasi bertugas memeriksa berkas kelengkapan penggunaan dana desa di 25 kampung se-Kecamatan Blambangan Umpu dengan anggaran sebesar Rp 15.859.190.340 yang dicairkan melalui dua tahap.Tahap pertama 60% dan tahap kedua 40% dialokasikan untuk 70% kegiatan infrastruktur pembangunan desa serta 30% untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Seharusnya camat cermat membuat tim dengan berpedoman pada Peraturan Mendagri Nomor 114 tahun 2014. Lazimnya anggota tim verifikasi tidak semuanya Pegawai Negeri Sipil, ada utusan masyarakat atau pendamping desa profesional,” kata Yoni, Selasa (21/6).

Menurut Yoni, dua anggota tim juga PNS yang saat menjabat sebagai Pj kepala kampung. Yakni, Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) yang kini menjabat juga Pj Kepala Kampung Panca Negeri dan Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan) yang saat ini menjabat Pj Kepala Kampung Negeri Bumi Putra,” kata Yoni.

Susunan tim verifikasi dana desa terebut, kata Yoni, ibarat jeruk makan jeruk.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Masa tim memeriksa dirinya sendiri?” ujarnya.

Yoni berharap Bupati Waykanan dapat menggantikan PJ kepala kampung atau anggota tim verifikasi penggunaan dana desa supaya tim bisa benar-benar bekerja maksimal dan profesional.

“Kami sangat berharap dana desa digunakan untuk kegiatan yang telah direncanakan, tanpa ada yang dimintai setoran ataupun potongan dana yang mengatasnamakan bupati atau pejabat Pemda kabupaten Way Kanan,” tandasYoni Aliestiadi.

Camat Hamdani saat hendak dimintai konfirmasi, Selasa (21/6) tidak ada di kantornya. Ruangan kantornya terkunci. Sekretaris Kecamatan Blambangan Umpu, Sudarno, mengatakan tim verifikasi penggunaan dana desa telah terbentuk pada bulan Mei 2016 yang dibuat dan ditandatangani oleh Camat Handani.

“Tim diketuai oleh Sekretaris kecamatan, saya sendiri,” kata Sudarno.

Anggota tim, kata Sudardo, antara lain Damiri (Kasi Pembangunan), Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan), Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) , Suryantini (Kasi Pelayanan), dan Nasution (staf Kecamatan). (Heri Aminudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Nusantara, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 06 Februari 2018

PCINU Mesir Sukses Terima Anggota Baru 2015

Kairo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir sukses menggelar orientasi penerimaan anggota baru (Opaba) 2015, Sabtu 14 Februari 2015, di aula Griya Jawa Tengah, Distrik 10, Nasr City, Kairo, Mesir, mulai pukul 10.00 hingga 23.30 waktu setempat.

Program tahunan LKNU (Lembaga Kaderisasi Nahdlatul Ulama) PCINU Mesir ini dihadiri sekitar 120 anggota baru yang merupakan mahasiswa baru  tahun kedatangan 2014, serta puluhan jajaran pengurus tanfidziyyah dan badan otonom PCINU Mesir. Gelaran Opaba tahun ini mengusung tema "Melahirkan Tunas Baru yang Dinamis, Kritis dan Loyalis".

PCINU Mesir Sukses Terima Anggota Baru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir Sukses Terima Anggota Baru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir Sukses Terima Anggota Baru 2015

"Nahdlatul Ulama selamanya akan selalu wasathi (berada di tengah), tidak timpang kanan maupun kiri. Bukan radikal juga liberal. Sebuah manhaj yang selaras dengan al-Azhar sebagai corong keilmuan Islam," tutur Rais Syuriah PCINU Mesir KH Muhlason Jalaluddin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Beragam informasi mengenai paham Ahlussunnah wal Jamaah diwartakan kepada peserta, dengan menghadirkan Syeikh Ala Musthafa Naimah dari Iskandaria untuk memberikan tausiah dah taujih kepada para nahdliyyin.

"Semoga dengan hadirnya Syekh Ala bisa semakin mempererat hubungan antara PCINU Mesir dengan masyayikh al-Azhar," terang Ketua PCINU Mesir HM Nurul Ahsan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ahsan menambahkan, "Dengan adanya orientasi penerimaan anggota baru, diharapkan anggota baru bisa lebih mengenal PCINU Mesir dan lembaga serta lajnahnya, badan otonom FATAYAT, Said Aqil Siradj Center (SASC), dan Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH)". (M Minanulloh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaksi al-Qalam pesantren Darul Falah Be-Songo menggelar pelatihan jurnalistik bersama kontributor Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan M Zulfa. Bertempat di qoah pesantren Be-Songo agenda ini merupakan kegiatan pascaliburan untuk mengisi kegiatan menjelang semester baru. Pelatihan ini sekaligus sebagai evaluasi atas terbitnya buletin edisi kedua Februari 2016.?

Materi yang disampaikan berupa manajemen keredaksian, teknik wawancara dan menulis di era teknologi. Santriwan-santriwati pesantren Be-Songo yang mayoritas mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo ini dibekali dengan ketrampilan untuk menghasilkan santri yang tidak hanya menyandang gelar kesarjanaan saja. Soft skill menjadi nilai lebih dari mahasiswa yang tidak tinggal di pesantren.?

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Nilai-nilai pesantren yang tumbuh di pesantren ini tak hilang sebagaimana pesantren pada umumnya, masih ada ngaji dan kajian fiqih rutin, khitobah dan sederet nilai-nilai khas pesantren seperti kemandirian, kekeluargaan, sopan santun, dan lain-lain. Akhlak karimah seperti ini yang harus terus digaungkan melalui media massa baik berupa cetak atau online.?

"Penguatan soft skill untuk santriwan-santriwati ini menjadi bekal di masa yang akan datang setelah mereka kembali ke masing-masing daerah asal mereka," ungkap pengasuh pesantren KH Imam Taufiq.?

Selain itu, kegiatan pascaliburan ini ada pelatihan resolusi konflik, kewirausahaan, peningkatan kepemimpinan, AMT, fashion style, fiqih perempuan dan pelatihan bercocok tanam. Pesantren yang bervisi menjadikan santri berakhlak mulia dengan kompetensi keagamaan dan kecakapan hidup yang handal ini bisa buka di be-songo.or.id. Red: Mukafi Niam?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Nusantara, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Aceh Samsul B Ibrahim mengecam pernyataan tak terpuji Perdana Menteri Australia Tony Abbot yang mengungkit bantuan kemanusiaan pascamusibah gempa dan tsunami pada 2004 silam. Samsul mendesak Tony Abbot meminta maaf secara langsung kepada seluruh masyarakat Aceh dengan mengunjungi Serambi Mekkah.

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Tony Abbot Harus Datang ke Aceh Minta Maaf

Samsul? mengatakan, pihaknya menghargai Australia yang meminta pembatalan hukuman gantung terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran karena kasus Narkoba. Bahkan, sikap enam mantan PM Australia yakni Malcolm Fraser, Bob Hawke, Paul Keating, John Howard, Kevin Rudd, dan Julia Gillard yang menyerukan hal serupa, menurut Samsul merupakan sebuah langkah wajar yang dilakukan tokoh-tokoh Australia terhadap warganya.

“Namun mengungkit bantuan kemanusiaan seperti pernyataan Abbot adalah dosa besar sekaligus mencoreng wajah warga Australia yang mungkin ikhlas membantu Aceh. Dia harus datang ke Aceh untuk meminta maaf secara langsung,” katanya dalam siaran pers, Ahad (22/2).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Samsul menambahkan, hukuman mati terhadap pelaku kriminalitas tertentu bukanlah hal baru dalam konteks hukuman internasional. Praktik hukuman mati sudah diterapkan di berbagai negara baik itu Malaysia, Iran, China, Libya, Suriah, hingga Amerika Serikat.

“Dalam hal vonis hukuman mati yang diputuskan terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di Indonesia, seharusnya Australia fokus mengumpulkan alat bukti tertentu yang mampu menghindari kesalahan vonis. Faktanya hingga vonis dijatuhkan, kesalahan pidana terkait peredaran Narkoba yang dialamatkan kepada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran tak bisa terbantahkan,” tuturnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena itu, Tony Abbot sebagai Perdana Menteri Australia harus menghargai putusan hukum tersebut. Kedaulatan hukum Indonesia merupakan komponen yang tak bisa diintervensi oleh siapapun. Lagipula, putusan hukum itu semata-mata dilakukan untuk memberikan peringatan keras terhadap peredaran Narkoba di Indonesia.

“Ini bicara soal hukum dan kedaulatan negara. Sebagai Pemuda Nahdliyin, apa yang diungkit oleh Abbot sungguh perilaku sangat tercela,” kecamnya.

Ancaman Investasi

Di lain hal, Samsul menyebutkan masyarakat Aceh sebenarnya merupakan masyarakat yang cukup bijak dalam menyambut warga manapun. Buktinya, selama ini perusahaan asal Australia sudah beroperasi di Aceh. Beberapa perusahaan asal Australia itu melakukan investasi di sektor energi, pertambangan, hingga perkebunan.

“Sejauh yang kami terlusuri demikian informasinya. Misalnya seperti Triangle Energy (Global) Limited yang mendapatkan hak pengelolaan blok minyak dan gas di Wilayah Pase. Tidak hanya itu, sekitar Desember 2014 lalu, GeRAK bahkan pernah membuat laporan tentang penjualan izin usaha pertambangan kepada perusahaan asing asal Australia baik di Aceh Selatan, maupun di Tamiang. Nah, gimana kalau hal itu kita lempar ke muka Abbot,” tegas Samsul.

Dia berharap, tokoh-tokoh dan seluruh warga Australia tidak membiarkan perilaku tercela Tony Abbot ini merusak hubungan diplomatis kedua negara. Apalagi selama ini, hubungan kedua negara ini selalu memberikan kontribusi yang terukur bagi kedua negara baik di sektor ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan hal-hal lainnya.

“Kami meminta tokoh-tokoh serta warga Australia untuk menyadarkan Tony Abbot. Mereka harus mendesak Abbot meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh di Aceh, bukan di Canberra. Dia harus berani meminta maaf. Kalau tidak, ini akan menjadi catatan sejarah betapa warga Australia rela dipimpin oleh sosok yang tidak bermoral seperti Abbot,” tutup Samsul. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, IMNU, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 16 Januari 2018

Jamaah Berbagai Negara Berzikir di Banda Aceh

Banda Aceh, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ratusan jamaah zikir dari berbagai negara antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, India, Pakistan, Syiria, Mesir, Libya dan Yaman akan menghadiri acara peringatan 10 tahun tsunami dan Haul Sultan Iskandar Muda ke 378 tahun, yang dikemas dalam kegiatan “Zikir Akbar dan Malam ASEAN Bershalawat Untukmu Ya Rasulullah” di Banda Aceh.

Jamaah Berbagai Negara Berzikir di Banda Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Berbagai Negara Berzikir di Banda Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Berbagai Negara Berzikir di Banda Aceh

Rangkaian berbagai kegiatan yang digagas oleh sejumlah mejelis zikir di Aceh bekerjasama dengan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Pemerintah Aceh akan dimulai sejak 23 hingga 28 Desember mendatang.

“Selasa 23 Desember sejumlah tamu akan tiba di Banda Aceh,” kata Tgk Muhammad Balia dari panitia penyambutan. Selain tamu dari luar negeri, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Palembang juga akan ikut ambil bagian dalam jamaah tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan antaralain, ziarah makam-makam tsunami di Banda Aceh pada 24 Desember, zikir di Masjid Raya pada 25 Desember, upacara peringatan 10 tahun tsunami di Blangpadang pada 26 Desember, upacara adat dan Haul Sultan Iskandar Muda di komplek Makam Sultan Iskandar Muda pada 27 Desember, dan malam kesenian Asean Bershalawat di Blang Pada pada 27 Desember.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Puncak kegiatannya adalah Zikir Akbar dan Asean Bershalawat 10 Tahun Tsunami di Asrama Haji Banda Aceh pada Jumat malam 26 Desember,” kata Tgk Balia. Sejumlah kegiatan yang melibatkan ulama-ulama dari beberapa negara Asean dan beberapa negara lainnya pada peringatan 10 tahun tsunami ini kata Tgk Balia bertujuan untuk menguatkan silaturrahmi antara ulama-ulama dari masing negara dengan ulama-ulama di Aceh, Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh pada umumnya.

“Beberapa dari mereka (tamu yang hadir) sudah tidak asing lagi dengan Aceh. Ketika Aceh dianda tsunami mereka ikut menggalang bantuan dan menyalurkannya langsung ke Aceh,” kata Tgk Balia.

Setiap acara yang akan digelar pada peringatan kali ini terbuka untuk masyarakat umum. Panitia mengundang masyarakat untuk ikut hadir, berzikir dan bershalawat bersama ulama-ulama dan jamaah dari berbagai negara.

Syech DR Ismail Kassim salah seorang ulama berkewarnegaraan Malaysia yang akan hadir pada kegiatan ini merupakan ulama internasional yang kerap datang ke Aceh untuk berbagai keperluan. September lalu ia menyempatkan diri berkunjung ke sejumlah kabupaten di Aceh, mulai dari Birueuen, Pidie Jaya, Labuhan Haji dan Kota Sabang.

“Misi kami di 10 tahun tsunami ini untuk silaturrahmi diantara dua buah negara yang sudah sedia terjalin dari dahulu lagi,” kata Syech Ismail. Pada kedatangan di akhir tahun ini, Ia rencanya juga akan menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim dan pasantren-pasantren dimana bantuan itu juga akan berlanjut hingga di masa mendatang.

“Menanamkan iman dan tauhid melalui kalimah Lailahaillallah supaya masyarakat Aceh tidak goyang dengan apa sahaja musibah yang telah berlaku,” kata Syech Ismail menjelaskan misi kedatangannya bersama sejumlah ulama dari negara-negara lain. Menurutnya, kedatangan sejumlam tamu dari berbagai negara pada peringatan 10 tahun tsunami ini juga menandakan kepedulian berbagai pihak terhadap Aceh. “Kami peduli dan merasakan keperihan rakyat Aceh untuk bangun semula.”

Tamu-tamu yang akan hadir antaralain, Profesor DR. Shahul Hameed dari India, Muhammad Naveed dari Pakistan, Habib Ibrahim al Ahdal dari Yaman, Syech Abd Razak dari Mesir, DR Farad Abdul Karim dan Saed Bukofa dari Libya, Imam Ustaz Muhammad dari Brunei Darussalam, Dato Pangeran Seri Amar Diraja Che Ku Mohd Sahidi Denang, serta Dato Paduka Che Wan Ibrahim Che Wan Ahmad dari Malaysia. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 08 Januari 2018

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Jakarta,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Puluhan anak muda pengagum dan pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gusdurian) berkumpul di beranda gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, selepas magrib Ahad (1/2). Mereka berdoa dengan membacakan Hizb Nashar dan istigotsah.  

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Hizb dan istigotsah itu merupakan doa yang dikeluarkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PBNU. Hal itu terlihat pada logo tiap lembar HVS yang dibaca tiap peserta.

Menurut salah seorang Gusdurian, Abdul Moqsith Ghazali, hal itu dilakukan untuk mendoakan supaya KPK selamat dari upaya kalangan tertentu yang akan melemahkan lembaga pemberantas korupsi tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sengaja, kata dia, para Gusdurian berdoa dengan panjang karena tidak tahu bagian mana yang akan dikabulkan Allah. Tapi yakin, di antara doa itu ada yang dikabulkan. Berbeda dengan wali  yang berdoa dengan pendek karena sudah tahu doa mana yang akan diterima.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, para pengagum dan pecinta Gus Dur tersebut adalah para santri yang tinggal di Jakarta. Jangan diragukan lagi bahwa mereka orang-orang yang fanatik cinta tanah air. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 05 Januari 2018

Harlah Kota Ke-13, PMII Kumpulkan Para Tokoh Kota Banjar

Banjar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Alunan lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan ratusan peserta kegiatan Ke-13 Tahun Refleksi dan Evaluasi Kota Banjar di Graha Banjar Idaman Kota Banjar, Jawa Barat berjalan khidmat. Acara yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Kamis (17/3) dalam momen ulang tahun Ke-13 Kota Banjar.?

Dalam kurun waktu 13 tahun, Kota Banjar mengalami kemajuan pesat bila dilihat dari segi infrastruktur. Hal itu disampaikan salah satu Presidium pemekaran Kota Banjar, R Bahtiar Hamara. Dia salah satu tokoh yang memperjuangkan pemekaran Kota Banjar dari Kabupaten Ciamis.

Harlah Kota Ke-13, PMII Kumpulkan Para Tokoh Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Kota Ke-13, PMII Kumpulkan Para Tokoh Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Kota Ke-13, PMII Kumpulkan Para Tokoh Kota Banjar

"Dulu saya punya angan-angan bahwa suatu saat Banjar akan menjadi suatu kota yang Caang (terang). Selain itu, infrastruktur juga bagus, jalannya mulus. Nah, ketika Banjar pada umur yang 10 tahun, sudah tercapai," ungkapnya dihadapan peserta Refleksi.

Dia membeberkan perjuangan menaikkan status dari Kota Administratif (Kotif) Banjar menjadi Kota Banjar tidak semudah membalikan tangan. "Ada proses panjang yang kita lalui, khususnya dengan para pemuda yang menjadi motor penggeraknya, yakni Forum Peningkatan Status Kota Banjar (FPSKB)," imbuhnya.

Sementara itu, hadir juga Presidium dari kalangan agamawan KH Muin Abdurrohim yang juga sekarang Rais Syuriah PCNU Kota Banjar. Dia sangat bersyukur PMII Kota Banjar telah membuat gagasan cerdas dalam menyampaikan keinginannya mengetahui sejarah dan tokoh yang ada di Kota Banjar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"PMII datang kepada saya, mereka berniat mengumpulkan semua tokoh yang ada di Banjar. Mulai eksekutif, legislatif serta yudikatif. Dan Alhamdulillah terlaksana. Kami selaku presidium merasa senang dengan niat baik PMII,” paparnya.

Kiai Muin menyampaikan kegelisahannya dalam memandang Kota Banjar hari ini. Dia mengatakan pelayanan publik di Kota Banjar perlu ditingkatkan. Sebab, Rasulullah SAW mengajarkan demikian kepada umatnya. "Pemerintah yang baik adalah yang bisa melayani masyarakatnya dengan baik," pungkasnya.

Ditempat yang sama, ketua penyelenggara, Wahidan, mengatakan bahwa kegiatan yang diprakarsai PMII adalah bentuk "demo" yang lebih elegan. Pasalnya, konotasi aksi jalanan menurutnya perlu diperbaiki citranya di masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kalau kita duduk bareng dengan semua pejabat, terus kita juga libatkan semua ormas, OKP, LSM, dan kelompok lainnya untuk memberikan masukan kepada pemerintah melalui jalan diskusi itu kan lebih elegan toh,” ucap Wahidan. (Muhafid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Kajian Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 28 Desember 2017

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) menjalin kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia yang menjadi produsen susu Hilo Soleha. Perseroan terbatas yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta itu bermaksud mengadakan program donasi bertajuk "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu."

Surat perjanjian kerjasama ditandatangani di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/2), oleh Prof Dr KH Fathurrahman Rauf selaku Ketua PP LAZIS NU dan Nina Agustriana yang bertindak sebagai Brand Manager Divisi Tropicana Slim yang selanjutnya disebut Nutrifood.

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Dalam surat perjanjian disebutkan, Nutrifood berhak menggunakan logo LAZIS untuk keperluan promosi program dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan LAZIS di seluruh Indonesia meliputi kegiatan edukasi, direct selling dan pemberian free sampling.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara dalam program "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu" itu LAZIS akan mengelola sumbangan sebesar Rp 500,- dari setiap penjualan 1 dus Hilo Soleha selama periode program.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kerjasama itu PP LAZIS NU dengan PT Nutrifood Indonesia itu berlaku efektif mulai 10 Januari hingga 10 April 2008 mendatang.

Ketua PP LAZIS NU Fathurrahman Rauf usai penandatangan mengatakan, kerjasama bisa diteruskan bahkan diperluas untuk produk-produk Tropicana Slim yang lainnya. "Ini akan menjadi kerjasama yang baik untuk kebaikan bersama," katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Nusantara, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 Desember 2017

Panji Banser Berkibar di Konferensi Ilmuan Antarbangsa di Jepang

Tokyo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Bendera Banser berkibar di tengah-tengah penyelenggaraan "International Conference on Asian Studies" di International Christian University (ICU) of Tokyo, Jepang yang digelar Sabtu-Ahad 2-3 Juli 2016.?

?

Panji Banser Berkibar di Konferensi Ilmuan Antarbangsa di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Panji Banser Berkibar di Konferensi Ilmuan Antarbangsa di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Panji Banser Berkibar di Konferensi Ilmuan Antarbangsa di Jepang

Bendera Banser dikibarkan bersama oleh Hasyim Asyari, PhD (Diponegoro University, Indonesia, yang juga Kasatkorwil Banser Jawa Tengah); Prof Joseph M. Fernando, PhD (University of Malaya, Malaysia); Prof Tsuboi Yuji, PhD (Tokyo University for Foreign Studies, Japan); dan Saimin Ginsari, PhD (University of Malaya, Malaysia), Sabtu (2/7).?

?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?Konferensi internasional ini diikuti oleh 234 pembicara dan terbagi ke dalam 47 sessi selama dua hari. Pembicara berasal dari kampus-kampus terkemuka di berbagai belahan benua, yang memiliki konsentrasi kajian tentang issu-issu strategis seputar kawasan Asia (Asian Studies).

?

?"Ketika kami Nahdlatul Ulama memiliki organisasi kepemudaan Ansor Banser para ilmuwan antar bangsa itu sangat antusias mendengarkan. Mengapresiasi bahwa keberadaan keorganisasi kepemudaan yang memiliki visi kemanusiaan dan menciptakan perdamaian dunia, kata Hasyim Asari. ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

?Dikatakannya, sebagian besar mereka kenal NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia. Namun baru kali ini mengetahui bahwa NU memiliki organisasi kepemudaan yg bergerak di bidang relawan kemanusiaan, yaitu Banser.

?

Hasyim akan tampil dalam seminar tersebut, pada Ahad (3/6) mempresentasikan makalah "Constitutional Change and Redesigning the State: ?Towards Strengthening the Presidential System in Indonesia" dalam? panel "Constitutionalism in Asia".?

"Semoga tambah berkah dan semakin mendunia Ansor Banser dan NU mampu didialogkan di forum-forum ilmuan antar bangsa, tambahnya. (Sholahuddin al-Ahmed/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Pesan Bung Karno kepada Rombongan Misi Haji Pertama

Pada tulisan sebelumnya telah dikisahkan mengenai awal keberangkatan rombongan Misi Haji I Republik Indonesia. Rombongan terdiri dari KHR. Mohammad Adnan sebagai ketua misi, Saleh Su’ady (Sekretaris), H Syamsir Sutan Rajo Ameh (Bendahara), dan Ismail Banda (Anggota).

Sebelum berangkat, terlebih dahulu mereka menemui Presiden dan Wakil Presiden RI, Soekarno-Hatta. Bagi bangsa Indonesia, perjalanan Misi Haji ini memang tidak hanya sekedar perjalanan haji belaka, melainkan mengandung misi untuk merangkul dukungan diplomatik dari berbagai negara.

Pesan Bung Karno kepada Rombongan Misi Haji Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Bung Karno kepada Rombongan Misi Haji Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Bung Karno kepada Rombongan Misi Haji Pertama

Presiden Seokarno sembari memberikan sebilah keris berhulu emas kepada Adnan sang ketua rombongan, untuk dihadiahkan kepada Raja Saudi. Ia juga memberikan pesan.

“Beri penerangan yang betul kepada warga Indonesia di sana dan sampaikan rasa terima kasih rakyat dan pemerintah Indonesia kepada rakyat dan pemerintah Arab Saudi,” kata Bung Karno.

Sedangkan Bung Hatta juga menitipkan pesannya. “Kita harus meningkatkan perjuangan diplomatik ke negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi karena negara-negara itu kita anggap penting. Dalam perjuangan kita, berdoalah kepada Allah agar perjuangan kita menang.” (Abdul Basit Adnan, 1977)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Akhirnya, berbekal uang Rp3500 per orang, perjalanan tim misi haji tersebut dimulai pada tanggal 26 September 1948 pukul 02.00 WIB, berangkat dari Pelabuhan Udara Maguwo Yogyakarta menuju ke Bangkok dengan menggunakan pesawat carteran milik Pacific Overseas Airlines Service (POAS).

Dari Bangkok, mereka berganti pesawat KLM menuju ke barat, ke Kalkuta (India) dan Karachi (Pakistan) sebelum turun di Kairo (Mesir). Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, pada tanggal 6 Oktober, sampailah rombongan di Pelabuhan Udara Farouk Kairo.

Setibanya di Mesir, mereka dijemput sejumlah pegawai Perwakilan Indonesia di sana. Di Kairo, rombongan hanya singgah semalam untuk kemudian meneruskan perjalanan ke Arab Saudi. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 02 November 2017

Peringati Harlah, IPNU dan IPPNU Magetan Gelar Barzanjian

Magetan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para pengurus IPNU dan IPPNU kabupaten Magetan mengawali syukuran harlah dengan melantunkan sholawat Barzanji. Syukuran sederhana ini dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng di kantor PCNU jalan MT Haryono nomor 9 Magetan, Ahad (2/3).

“Tahun ini kami memang tidak mempunyai agenda besar untuk memperingati harlah ke-60 IPNU dan ke-59 IPPNU. Namun, setidaknya tumpengan ini dapat mengingatkan kembali kepada semangat juang para pendahulu,” kata Sekretaris PC IPNU Magetan Thoha saat dihubungi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Senin (3/3).

Peringati Harlah, IPNU dan IPPNU Magetan Gelar Barzanjian (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, IPNU dan IPPNU Magetan Gelar Barzanjian (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, IPNU dan IPPNU Magetan Gelar Barzanjian

Pembacaan Barzanji dan tumpengan itu, sambung Thoha, merupakan wujud syukur kami atas lahirnya IPNU dan IPPNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Upacara sederhana dengan makan bersama nasi tumpeng menambah semangat dan kekompakan jajaran pengurus pelajar NU. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, AlaNu, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 23 Oktober 2017

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Banyumas, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Menggeliatnya karya sastra yang semakin banyak bertebaran di dunia maya, di facebook, blog atuau pun situs-situs web lainya, yang lebih banyak bercerita tentang hiruk pikuk perkotaan atau berlatar belakang urban dan lebih bersifat lebih universal mengakibatkan semakin sedikitnya karya-karya sastra yang bersetting kehidupan lokal. 

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Ahmadun Yosi Hervanda, Wartawan senior asal Jakarta mengungkapkan hal tersebut dalam acara Sarasehan dan Pertunjukan Sastra Banyumas Besar, Sabtu (29/7) malam di Rumah Makan Selera Roso Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut Ahmadun, dunia sastra kini merindukan sosok penulis sastra yang ber-setting lokal, atau bercerita tentang lokalitas. "Dunia sastra merindukan penulis sastra lokal, bukan hanya sastra yang bersifat urban," katanya. 

Lokalitas yang dikemas dengan teknik penulisan yang baik akan terlihat lebih menarik dan mempunyai daya tarik tersendiri, "Itu lebih mudah ditulis pada karya sastra cerpen ataupun novel yang bersifat cerita," lanjutnya. 

Tapi, imbuh Ahmadun, meskipun mengangkat tema lokalitas, kita tidak boleh mengabaikan Jakarta, Jakarta tetap menjadi bagian yang penting karena terkait dengan obsesi penulis agar mendunia atau menasional. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Apa cukup hanya menjadi penulis lokal," pangkasnnya. 

Acara sarasehan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Komunitas Sastra Getek Artinspiration Ajibarang tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagi komunitas sastra se-Kabupaten Banyumas. 

Tampak hadir Camat Ajibarang Eko Heru Surono, Wanto Tirta Persiden Geguritan Banyumas, Jarot C Setyoko, Riswo Mulyadi, Amin Rohman dan para penyair Banyumas lainya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Pahlawan, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 18 Agustus 2017

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?



Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Sosial H Athoillah Syatori mengajak kepada jamaah Calhaj Brebes untuk mematuhi segala petunjuk yang diberikan oleh para instruktur. Pasalnya, para pemberi materi telah berpengalaman dalam menjalani ritual ibadah haji. Termasuk petunjuk dokter dan tenaga medis, agar terjaga kesehatannya saat menjalani peribadatan.

“Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik dan psikis, untuk itu kesiapan lahir batin harus dimiliki para calhaj,” kata Athoillah saat membuka bimbingan manasik jamaah calon haji (calhaj) Kabupaten Brebes di Islamic center, jalan Yos Sudarso Brebes, Selasa (11/7).

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Butuh Kekuatan Fisik dan Psikis

Para petugas haji, kata Athoillah, biasanya dipaido atau dirasani saat menjalani tugas. Hal ini karena para calhaj mengganggap para petugas haji sudah menguasai seluruh materi ibadah haji dan mampu melayani jamaah dengan sepenuh hati.

Athoillah berpesan, meskipun ada yang sudah menunaikan ibadah haji berkali-kali, namun perkembangan di tanah sangat pesat sehingga perlu mencari hal-hal baru. Alangkah bijaksananya bila seluruh jamaah calhaj mengikuti kegiatan manasik dengan penuh antusias. Bekal ilmu yang disampaikan para pembimbing, akan sangat berguna selama perjalanan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes menjelaskan, tahun haji 1438/2017 sebanyak 1.169 Jamaah Calon Haji (Calhaj) Kabupaten Brebes bakal diberangkatkan. Saat ini tengah menjalani bimbingan manasik haji massal tahap I berupa teori, di Aula Islamic Center Brebes sedangkan tahap II akan digelar pada 15 Juli mendatang berupa praktek.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumlah tersebut, termasuk para tim petugas haji daerah (TPHD) yang mendampingi para calhaj dari daerah asal, di tanah suci dan hingga kembali ke daerah.

Menurutnya, pada tahun 2015, jumlah kuota haji Brebes ?sebanyak 983 orang dan meningkat di tahun 2016 menjadi 1.248 orang. “Jumlah quota Brebes turun untuk tahun 2017 meskipun quota 20 persen dari Arab Saudi sudah dikembalikan yakni sebanyak 1.169 calhaj,” tandasnya.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Brebes Syauqi Wijaya menambahkan, Calhaj Brebes tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) yakni kloter 8, 51, 52, dan 53. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 18 Juli 2017

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD, Sidoarjo, Kamis (12/1). Mereka menuntut pemerintah daerah agar bisa menekan pemerintah pusat dalam menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.

Ketua PMII Sidoarjo Muhammad Mahmuda menyatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok sangat meresahkan masyarakat kecil. Untuk itu, PMII Sidoarjo menuntut kepada pemerintah pusat agar segera menurunkan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) dan mencabut PP 60 tahun 2016 serta mencabut subsidi listrik 900 volt.

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

"Kami mendesak kepada pemerintah daerah untuk selalu menjaga ekonomi kerakyatan, selalu berperan aktif dalam transparasi dan sosialisasi segala kebijakan pemerintah," katanya.

Dengan adanya kenaikan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat, mahasiswa menilai peran pemerintah masih kurang karena dinilai belum melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui hal tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Aksi yang dilakukan PMII Sidoarjo ini akhirnya diterima oleh anggota dewan di ruang komisi B. Mahasiswa meminta anggota dewan untuk melakukan tanda tangan di atas kertas tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa untuk mendukung dan mengawal tuntutan mereka. (Moh Kholidun/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Mei 2017

Ansor Pringsewu Fasilitasi Aksi Keliling Donor Darah Santri

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu mengagendakan beberapa kegiatan. Direncanakan, secara beruntun kegiatan akan dimulai pada hari Kamis-Senin (22-26 Oktober 2015).

Ansor Pringsewu Fasilitasi Aksi Keliling Donor Darah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pringsewu Fasilitasi Aksi Keliling Donor Darah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pringsewu Fasilitasi Aksi Keliling Donor Darah Santri

Saat memimpin Rapat Koordinasi Jelang Hari Santri Nasional di kediamannya Senin sore (19/10), M. Sofyan, Ketua PC GP Ansor Pringsewu menjelaskan, "Ada beberapa kegiatan yang akan kita agendakan dalam rangka memperingati hari santri besok, diantaranya santunan anak yatim, donor darah santri, pelantikan Rijalul Ansor yang diisi dengan seminar ‘Kiswah’, pembacaan Rotibul Kubro dan Maulid Al Habsy."

"Khusus untuk santunan anak yatim dan donor darah santri, kita akan melakukan roadshow ke beberapa pesantren yang ada di Kabupaten Pringsewu, pesantren di Kecamatan Gadingrejo hari Kamis, Pardasuka hari Jumat, Ambarawa hari Sabtu, Sukoharjo hari Minggu, dan Banyumas hari Senin," jelasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, untuk puncak kegiatannya yaitu pelantikan pengurus Rijalul Ansor Kabupaten Pringsewu akan dipusatkan di Gedung NU Pringsewu.

M. Dariyanto, Sekretaris PC GP Ansor Pringsewu yang juga ketua “Roadshow Donor Darah Santri” ini menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya akan menggandeng Dinas Kesehatan Pringsewu. “Mereka (Dinas Kesehatan) nanti yang akan bertugas mengambil darah para santri di pesantren lokasi donor, gagasan ini dari dr. Rahmat Sukoco (Klinik Welas Asih, Ambarawa) dan beliau bersedia untuk mengkomunikasikannya dengan Dinas Kesehatan."

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Untuk kepastian jadwal dan lokasi donor, besok akan saya komunikasikan dengan pengurus PAC Ansor di masing-masing kecamatan supaya mereka dapat berkoordinasi dengan pesantren yang akan dijadikan lokasi donor," jelasnya. (Henudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, Nusantara, Ubudiyah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 26 Maret 2017

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Mr Xie Feng bersama istri menyambangi PBNU, Senin (6/7). Acara yang berlangsung di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta ini bertajuk buka puasa dan santunan anak yatim piatu dan dihadiri segenap jajaran Kedutaan Besar RRT.

Xie Feng, mewakili pemerintah Tiongkok menyampaikan salam dan selamat menjalankan puasa untuk muslim Indonesia. Dia, istri, dan jajaran Kedubes RRT merasa senang sekali bisa berkunjung ke ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia. Xie mengatakan, sebagaimana besarnya agama Islam, NU selalu mendorong perdamaian umat muslim di dunia.

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia

“Di daerah otonomi Xinjiang, umat muslim mencapai 20 juta, sedangkan masjid sebanyak 20 ribu,” ujarnya di hadapan hadirin yang memadati aula lantai 8 Gedung PBNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Xie mengaku, bahwa umat muslim di Tiongkok menghargai keberagaman menurut UU. Dia menerangkan, bahwa muslim di Tiongkok juga memiliki kedudukan yang sama dengan bangsa lain di negaranya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dia juga menjelaskan, bahwa kerja sama RI-Tiongkok juga berjalan dengan baik. Kerja sama nyata dalam menyinergikan jalan sutera dan poros maritim sedang dibangun oleh pemerintah RI dan Tiongkok. “Saya yakin kerja sama ini akan berhasil, mengingat kita mempunyai pertalian sejarah yang panjang lewat Laksamana Cheng Ho,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan kekagumannya terhadap bangsa Tiongkok karena Nabi Muhammad pun menyebut mereka dalam sebuah sabdanya. “Hadis yang sangat terkenal yaitu Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China (Tiongkok),” jelas Kiai Said.

Kang Said juga menerangkan ketika dirinya berkunjung ke Beijing tahun 2000 silam. Dia menjelaskan bahwa kini bangsa Tiongkok mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang.

Dia berharap muslim di sana selalu dapat beribadah dengan tenang. Untuk itu menurutnya, muslim yang ada di Tiongkok untuk tidak turut campur ke dalam urusan politik. Hal ini agar stabilitas politik di RRT juga terjaga dengan baik, tidak menimbulkan sentimen agama sehingga kehidupan muslim pun dapat berjalan dengan tenang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 08 Januari 2016

Students Peace Camp Mata Air Perkuat Nasionalisme Pelajar Jakarta

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Mata Air Foundation? meluncurkan Students Peace Camp (SPC) sebagai forum pengembangan kapasitas kepemimpinan dan kreativitas pelajar DKI Jakata.

Students Peace Camp Mata Air Perkuat Nasionalisme Pelajar Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Students Peace Camp Mata Air Perkuat Nasionalisme Pelajar Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Students Peace Camp Mata Air Perkuat Nasionalisme Pelajar Jakarta

Program pendampingan pelajar ini dikhususkan untuk menyambut libur panjang setelah ujian akhir sekolah yang akan dilaksanakan 7-10 Desember mendatang. Kali ini Students Peace Camp (SPC) akan mengajak aktivis OSIS untuk terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Direktur Program Muhammad A Idris mengatakan, SPC ini akan menjadi inspirasi sekaligus bimbingan bagi pelajar dalam melatih jiwa kepemimpinan sekaligus? kreativitas yang? menunjang prestasi disekolah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Liburan tidak melulu sebagai waktu kongkow di mall saja melainkan diisi dengan kursus-kursus kebangsaan sebagai bentuk pengembangan wawasan nasionalisme yang didapatkan di sekolah,” ujarnya di kantor MataAir Plasa Asia lt.15 Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Jumat (14/11).

Ia menuturkan, MataAir akan serius mengembangkan filantropi pendidikan baik bimbingan belajar gratis untuk pelajar miskin dan berprestasi, maupun pengembangan keterampilan pelajar untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan rasa nasionalisme yang tinggi. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 27 Maret 2015

NU Yaman Bedah Konsep “Mafhum Mukholafah” sebagai Dalil dalam Syariat

Yaman, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

PCINU Yaman kembali menggelar diskusi ‘Ushul Fiqih Studies’ untuk yang ketiga kalinya. Kajian reguler yang dicanangkan akan terlaksana setiap dua pekanan ini, bertempat di mushalla apartemen mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas al-Ahgaff.

Pada diskusi sebelumnya dengan pemateri Muhammad Anas, dia mengkaji seputar pembahasan tentang ‘Eksistensi Dalil’ (islamic argument), mengungkap betapa variatifnya interpretasi dan cara mengekspresikan dalil versi para filsosof, ahli teologi, dan mayoritas teorisi hukum Islam (Ushuliyyun).

NU Yaman Bedah Konsep “Mafhum Mukholafah” sebagai Dalil dalam Syariat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Yaman Bedah Konsep “Mafhum Mukholafah” sebagai Dalil dalam Syariat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Yaman Bedah Konsep “Mafhum Mukholafah” sebagai Dalil dalam Syariat

Dan pada kesempatan ketiga ini, setelah melewati proses rembuk dengan beberapa pihak, pada kali ini pemateri menjadikan kitab Bulughul Mamul salah satu karya monumental dari Dr Amjad Rosyied, Kepala Departemen ? Fiqh dan Ushul Fiqh Universitas al-Ahgaff sebagai materi primer dan obyek diskusi.

Dalam diskusi yang berlokasi di mushalla lantai I apartemen Sakan Dakhiley itu tampil sebagai pemateri Hidayatul Fadhli, mahasiswa tingkat II Fakultas Syariah, Universitas al-Ahgaff asal Lombok. Sedangkan moderator dipercayakan kepada M Luqman Chakiem, mahasiswa tingkat II Fakultas Syariah asal Wonosobo.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hidayatul Fadli memulai pembahasannya dengan mendefinisikan 3 poin utama dalam diskusi kali ini yaitu manthuq, mafhum muwafaqoh dan mafhum mukholafah. Baik secara etimologi maupun secara terminologi. Kalimat demi kalimat ia definisi dan deskripsikan dengan logat khas Lombok-nya yang berhasil membuat suasana tegang mushalla menjadi lebih santai dan berwarna.

Kemudian ia pun mengemukakan pembahasan tentang khilaf yang terjadi antara sekian banyak sarjana Ushul Fiqh dalam menentukan bahwa apakah Dalalah terhadap mafhum muwafaqoh adalah mafhumiyyah, qiyasiyyah atau lafzhiyyah? Sebagaimana diamini oleh banyak sarjana Ushul Fiqh sebelumnya termasuk SYIZAN yaitu Syeikh Zakariya al-Anshorie, yang menyatakan bahwa Dalalah terhadap mafhum muwafaqoh adalah mafhumiyyah, yaitu dengan cara memahami teks yang ada hingga muncullah sebuah hukum yang tersirat dari teks tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia juga mengangkat satu pembahasan lain yang tidak kalah menarik untuk dibidik, yaitu tentang khilaf yang terjadi di dalam pelegalan konsep mafhum mukholafah sebagai dalil dalam syariat Islam.

Singkat kata ia menyimpulkan bahwa konsep mafhum mukholafah dapat dijadikan sebagai dalil dan hujjah dalam istinbath sebuah hukum dengan beberapa syarat yang harus terpenuhi.

Diskusi berlanjut, termin pertanyaan pun dilanjutkan. Adalah Abdul Qodir Assegaf, mahasiswa tingkat II jurusan Syariah asal Jakarta meminta penegasan tentang titik tajam perbedaan antara dalalah mafhumiyyah dan dalalah qiyasiyyah terhadap sebuah mafhum muwafaqoh.

Dengan merever ke beberapa kitab klasik dan kontemporer, Abdul Qodir mengambil kesimpulan bahwa khilaf yang terjadi pada kasus ini adalah khilaf manawi. Karena, apabila kita mengambil pendapat yang pertama, dalalah mafhumiyyah, maka konsep mafhum muwafaqoh akan memunculkan sebuah hukum yang sangat kuat. Beda halnya dengan pendapat kedua, dalalah qiyasiyyah, maka hukum yang dimunculkan pun lebih lemah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Warta, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock