Minggu, 26 Maret 2017

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Mr Xie Feng bersama istri menyambangi PBNU, Senin (6/7). Acara yang berlangsung di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta ini bertajuk buka puasa dan santunan anak yatim piatu dan dihadiri segenap jajaran Kedutaan Besar RRT.

Xie Feng, mewakili pemerintah Tiongkok menyampaikan salam dan selamat menjalankan puasa untuk muslim Indonesia. Dia, istri, dan jajaran Kedubes RRT merasa senang sekali bisa berkunjung ke ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia. Xie mengatakan, sebagaimana besarnya agama Islam, NU selalu mendorong perdamaian umat muslim di dunia.

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Tiongkok: NU Selalu Mendorong Perdamaian Muslim Dunia

“Di daerah otonomi Xinjiang, umat muslim mencapai 20 juta, sedangkan masjid sebanyak 20 ribu,” ujarnya di hadapan hadirin yang memadati aula lantai 8 Gedung PBNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Xie mengaku, bahwa umat muslim di Tiongkok menghargai keberagaman menurut UU. Dia menerangkan, bahwa muslim di Tiongkok juga memiliki kedudukan yang sama dengan bangsa lain di negaranya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dia juga menjelaskan, bahwa kerja sama RI-Tiongkok juga berjalan dengan baik. Kerja sama nyata dalam menyinergikan jalan sutera dan poros maritim sedang dibangun oleh pemerintah RI dan Tiongkok. “Saya yakin kerja sama ini akan berhasil, mengingat kita mempunyai pertalian sejarah yang panjang lewat Laksamana Cheng Ho,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan kekagumannya terhadap bangsa Tiongkok karena Nabi Muhammad pun menyebut mereka dalam sebuah sabdanya. “Hadis yang sangat terkenal yaitu Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China (Tiongkok),” jelas Kiai Said.

Kang Said juga menerangkan ketika dirinya berkunjung ke Beijing tahun 2000 silam. Dia menjelaskan bahwa kini bangsa Tiongkok mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang.

Dia berharap muslim di sana selalu dapat beribadah dengan tenang. Untuk itu menurutnya, muslim yang ada di Tiongkok untuk tidak turut campur ke dalam urusan politik. Hal ini agar stabilitas politik di RRT juga terjaga dengan baik, tidak menimbulkan sentimen agama sehingga kehidupan muslim pun dapat berjalan dengan tenang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock