Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan -

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta terus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan yang mereka miliki. Setelah berhasil dengan 6 program sarjana dan satu pascasarjana, kini UNU Surakarta berencana untuk membuka dua program baru, yakni S1 Teknik dan program doktor (S3) Islam Nusantara.

Hal tersebut disampaikan Rektor UNU Surakarta Mufrod Teguh Mulyo dalam rapat senat terbuka pada Wisuda XIX Program Sarjana dan Magister di Kampus UNU Mojosongo, Jebres, Surakarta, Sabtu (25/2).

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Target Buka Program Doktor Islam Nusantara

“Kami optimis tahun depan dua program itu dibuka. Keduanya sudah diajukan ke Kementerian Agama dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan,” papar Mufrod.

Dijelaskan Mufrod, untuk Program Pascasarjana yang sudah ada, yakni Studi Magister (S2) PAI telah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT.

Saat ini, imbuh Mufrod, UNU juga telah mengadakan berbagai kerja sama dengan beberapa pihak, untuk mengenalkan UNU di tingkat Internasional. Salah satunya dengan mengadakan pertukaran dosen, dengan Universitas Malaysia dan Universitas of Kuala Lumpur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan tersebut, Mufrod juga memberikan pesan kepada para wisudawan agar dapat menjaga nama baik UNU dan mampu bersaing dengan universitas lainnya.

Sebanyak 227 mahasiswa mengikuti proses wisuda. Para wisudawan tersebut berasal dari enam program studi yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen, Hukum, Teknik, Hukum Keluarga (Ahwal Sakhsiyah), dan Magister PAI. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 10 Februari 2018

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, AlaSantri, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 03 Februari 2018

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menjelang pemilihan legislatif 2014, warga NU diimbau untuk tetap menjaga kerukunan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz dalam peringatan haul Syaikh Rozzak Saifullah dan Syaikh Absdul Rahman bin Ali Imron di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (14/2) sore.

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan

Menurut dia, jelang Pileg, pertikaian antarwarga rentan terjadi karena berbeda pilihan politik. Abdul Hafidz juga mengajak, masyarakat tetap menentukan pilihan meski tidak menerima uang saku saat hendak mencoblos.

Hafidz juga mengajak masyarakat untuk menghindari politik uang, untuk menentukan pemimpin agar lebih netral. Jika tidak bisa, Hafidz menganjurkan mereka bisa saja merima uang tetapi pilihan tetap sesuai hati nurani. Pasalnya, memberikan amanah kepada pemimpin yang tidak amanah, kata pengurus Nahdlatul Ulama itu, merupakan perbuatan dosa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Alangkah lebih mulianya masyarakat jika tidak mau menerima money politic, yang sering menggoyangkan pilihan di saat pemilihan legeslatif,” kata Hafidz.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di sela pengajian yang dihadiri ribuan warga Mojorembun dan sekitarnya itu, wakil bupati rembang juga mengaku prihatin atas rusaknya jalan sepanjang Kaliori hingga menuju arah Kecamatan Sumber, Rembang.

Hafidz ikut merasakan kerusakan jalan yang sudah terjadi sejak tahun 2013 lalu itu, hingga kini belum ada penanganan lagi. Tetapi, hafidz dihadapan para hadirin berjanji akan membangun jalan yang rusak, akhir bulan Juli, jalan yang rusak di Kaliori sudah terselesaikan. Pihaknya telah menyiapkan anggaran tujuh miliar untuk mengatasi hal ini. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Kiai, Jadwal Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 24 Januari 2018

Saat Ruh Boleh Memilih Negara

Sebelum turun ke bumi, ruh diberi kebebasan memilih Negara. Silakan mau turun dimana? Ini kesempatan baik. Saat jadi jabang bayi nanti, nasibnya harus sejahtera. Jadi bagian negeri terhormat, nggak cemen melindungi warga negaranya.

Lirikan paling awal, ruh itu ke negri Amerika. Negeri terbeken di dunia. Dunia gemerlapnya x-tra vagansa, militernya kuat. Pokonya nyeleb abis dah! Land of the brave, industri film dan musiknya mendunia. Jadi bayi Amerika tentunya membanggakan. Siapa tahu kelak jadi artis Hollywood kaya luar biasa dan bisa membeli tanah luas di negeri lain. Moga-moga!

Saat Ruh Boleh Memilih Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Ruh Boleh Memilih Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Ruh Boleh Memilih Negara

Untung ruh itu sempat melihat sisi gelapnya! Ia kurang sreg pada sikap Amerika yang doyan campur tangan ke negeri lain lewat dalih polisi internasional. Ia juga melihat sisi lain dunia kapitalistik Amerika, yang miskin luar biasa melarat, kelaparan di jalan-jalan, jadi gelandangan di skid row, kampung kumuh yang mengerikan. Apalagi belakangan diterjang angin dingin, suhunya minus 20 derajat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ah, nggak deh!

Bagaimana dengan Cina? Tunggu dulu, warganya sudah kelewat banyak, apalagi pernah ada kasus, anak kecil tergilas mobil tanpa ditolong. Sebuah negeri yang nggak ideal buat bayi, anak kecil sampai dewasa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lantas ia memilih Australia. Di sana, pengangguran dapat tunjangan pemerintah. Tak kerja apapun, warga negara bisa mengumpulkan tunjangan dan pergi pelesir ke Bali dan bersenang-senang di pantai Kuta. Apalagi punya kerja! Wah, makin digdaya. Kelak bisa berkeluarga boleh punya anak banyak malah makin banyak anak tunjangan makin gede. Pilihan yang menjanjikan.

Baru saja ia mau menetapkan pilihan, ia dapat info: negeri ini kejam nian, para pencari suaka dibuang ke kembali ke laut negeri lain, terkatung-katung meregang nyawa. Tak cuma itu, alam Australia juga ganas, panasnya udara membumi hanguskan lahan. Sang ruh mengurungkan niatnya.

Indonesia jadi pilihan selanjutnya. Negeri ini kaya nian. Punya sejarah panjang, nenek moyang bangsa ini pernah invasi sampai jauh, warisan kerajaan yang gegap gempita. Walau ada di tubrukan lempengan yang rawan gempa dan penuh gunung api aktif, kekayaan alamnya melimpah.

Ayo apa yang nggak ada di sini? Mulai minyak bumi sampai tambah emasnya banyak nian. “Jika aku turun di sini, pastilah sejahtera. Negeri yang gemah ripah loh jinawi, hijo roro-royo..!” Kelewat gembira, ia memantapkan niat, turun menjadi bayi Indonesia.

Lahirlah ia di propinsi Banten. Semua keluarga bersyukur pada Allah atas kelahirannya. Ia pun tumbuh besar dalam kesederhanaan.

Saat sekolah, ia harus belajar di tempat reyot malah hampir ambruk. Untuk ke sekolah, ia pun wajib menyebrangi jembatan rusak. Bareng teman-temannya ia bergelayutan demi pendidikan yang memadai. Sudah banyak teman bermainnya yang jatuh dan tewas, ya be inilah nasib! Bagaimana dengan pejabatnya?, Pejabatnya sedang terkena kasus korupsi, meringkuk di KPK bersama beberapa anggota keluarga yang sedang tertimpa musibah yang sama.

Tapi ia nggak kehilangan harapan. Toh Indonesia terbilang kaya. Penghasil minyak misalnya? Betul penghasil minyak tapi apa ada gunanya? Masalahnya kita cuma punya minyak mentah yang cuma mampu membuat kita belepotan jika tersiram. Minyak itu diambil pihak luar diolah dan saat berguna harus kita beli dengan harga mahal. Indonesia perlu sediakan kocek 150 juta US$ dollar per hari. Bayangkan!

Dengar apa yang dibilang Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo. Katanya Indonesia sangat tergantung pada ekspor BBM dari Singapura dan Malaysia. Makin bikin miris, seandaianya dua negara itu menyetop ekspor BBM ke Indonesia, lima hari kemudian Indonesia akan tewas dengan sukses. Ia bilang begitu di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/2/2014).

“Bukannya Singapura nggak punya minyak, Pak?”

Ia bertanya pada bapaknya, buruh tani yang kadang jadi kuli angkut.”Terus pak, bukannya cadangan minyak Malaysia masih kalah dengan kita?” ia terus mencecar pertanyaan.

Sayang bapak nggak sempat menjawab karena lelah seharian kerja.

Sang anak yang dulu ruh itupun bimbang. “Ah seandainya aku lebih jeli memilih… kenapa tidak New Zealand aja ya? Kemarin mampu sewa warnet. Sebelum main game, buka goggle, kabarnya di sana aman sejahtera, kriminalitas hampir nol persen dan alamnya dipakai shooting film Lord Of The ring…”

Iapun tertidur untuk berjuang esok harinya. Melintasi jembatan nyaris ambruk dan belajar di sekolah reot….

ISFANDIARI MAHBUB DJUNAIDI, warga NU, pegiat club motor, penulis sosial budaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 23 Januari 2018

Cara Harun Ar-Rasyid Mendidik Anaknya

Di bawah kepemimpinan Harun Ar-Rasyid (786-809 M), Khalifah kelima Dinasti Abbasyiyah, umat Islam mengalami masa keemasannya. Seluruh penerjemah Muslim, Yahudi dan Kristen berkumpul di Baghdad untuk mengalihbahasakan naskah-naskah ilmu pengetahuan dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab.

Pusat-pusat kajian digalakkan oleh pemerintah sementara para ulama dan intelektual rajin menulis karya-karya mereka. Baghdad menjadi tujuan belajar dan detak jantung peradaban dunia. Di masa ini ilmu sangat dihargai dan para ilmuan mendapatkan perlakuan yang istimewa oleh masyarakat bahkan oleh Khalifah Abbasyiah sendiri.

Cara Harun Ar-Rasyid Mendidik Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Harun Ar-Rasyid Mendidik Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Harun Ar-Rasyid Mendidik Anaknya

Khalifah dan para Wazir menyerahkan anak-anak mereka kepada para ulama dan ilmuwan Islam untuk diasah akal dan moralnya. Di hadapan para ulama dan imuwan muslim, tidak ada perlakuan khusus bagi anak-anak pejabat negara. Sebaliknya, para anak pejabat tersebut diharuskan menunjukkan sikap hormat yang tinggi terhadap guru mereka sebagai bukti penghargaan mereka terhadap ilmu pengetehuan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Suatu ketika Harun Ar-Rasyid mengirimkan anaknya kepada Imam al-Asma`i untuk belajar ilmu dan budi pekerti. Kemudian di suatu hari Harun Ar-Rasyid melihat anaknya menyiramkan air ke kedua kaki gurunya itu untuk berwudhu, sementara sang guru membasuh dan membersihkan kakinya sendiri.

Melihat hal ini, Harun Ar-Rasyid merasa tidak senang. Kemudian ia berkata kepada Imam Ashma`i: "Aku mengirimkan anakku kepada anda untuk diajarkan ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Mengapa anda tidak menyuruhnya menyiramkan air dengan salah satu tangannya dan membasuh dan membersihkan kaki anda dengan tangannya yang lain?"

Demikianlah tradisi yang berlaku dalam dunia Islam di masa itu. Sebuah masa yang telah berhasil mengantarkan umat Islam mencapai puncak kemajuannya dan berhasil menyumbangkan khazanah ilmu pengetahuan bagi masyarakat dunia.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di masa ini pula sebagian besar naskah-naskah klasik Islam di berbagai bidang ilmu pengetahuan ditulis, baik ilmu yang berkenaan dengan disiplin agama maupun ilmu-ilmu yang berkaitan dengan sains dan teknologi. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 14 Januari 2018

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS

Pontianak, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dua program kerja madrasah bergulir di MTs Aswaja Pontianak, Kalimantan Barat, dalam rangka pembinaan potensi siswa. Jika sebelumnya para pelajar di madrasah tsanawiyah ini dikenalkan dengan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, Club Puisi, Ekstra Tari dan Qasidah, maka untuk semester ini dua aktivitas ekstra lain melengkapinya, yakni PKS dan UKS.

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS

PKS dalam hal ini adalah singkatan dari Patroli Keamanan Sekolah, sedangkan UKS merupakan kependekan dari Usaha Kesehatan Sekolah. Kedua kegiatan ekstrakurikuler tersebut telah berjalan sejak Januari 2015 dan terus mematangkan diri.

PKS aktif di bawah bimbingan Waka Kesiswaan MTs Aswaja Dasta Hariansyah. Sesuai dengan kepanjangannya, PKS bertugas membantu keamanan lalu lintas siswa MTs Aswaja dan pengguna jalan lainnya saat jam masuk sekolah di depan madrasah setempat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan pada jam shalat dhuhur dan pulang sekolah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Siswa yang tergabung dalam PKS ini adalah beberapa siswa yang pernah mengikuti kegiatan Polmas (Polisi Masyarakat) Pelajar yang diadakan Poltabes Kota Pontianak beberapa waktu lalu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara untuk UKS, di bawah koordinator Amriana beberapa kali mengadakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dalam hal ini Puskesmas Pal Lima. Di antara kegiatan yang dilakukan dalam kerja sama ini adalah pengukuran tinggi badan, pengecekan kesehatan gigi, penyuluhan dan sebagainya.

“PKS dan UKS ini sangat besar artinya dalam proses pembelajaran warga madrasah. Dan tentunya memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa. Dan yang pasti adalah adanya ekskul ini akan semakin memperkuat database sebagai penilaian madrasah atau akreditasi ke depan. Jaya PKS, Jaya UKS, Jaya Aswaja,” ujar Kepala MTs Aswaja, Sholihin HZ, Kamis (26/2). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Aswaja, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 01 Januari 2018

STAINU Jakarta Kerja Sama dengan Persaudaraan Maroko-Indonesia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Organisasi Persaudaraan Maroko-Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (13/11) malam.

STAINU Jakarta Kerja Sama dengan Persaudaraan Maroko-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Kerja Sama dengan Persaudaraan Maroko-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Kerja Sama dengan Persaudaraan Maroko-Indonesia

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Qulyubi dan Ketua Organisasi Persadaraan Maroko-Indonesia Prof Dr Mariam Ait Ahmed usai kuliah umum “ad-Dirasah al-Islamiyah, Mafhumuha wa Majaluha”.

Isi kesepakatan di antaranya adalah pertukaran pengenalan budaya dan kunjungan ilmiah di kalangan ulama dan budayawan Indonesia-Maroko. Keduanya juga berkomitmen melaksanakan proyek pengembangan disiplin, pemikiran, dan ekonomi Islam, serta bahasa Arab dan penerjemahan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Menerjemahkan kitab-kitab dari bahasa Indonesia ke Arab dan dari Arab ke Indonesia,” bunyi salah satu butir dalam lembar nota kesepahaman (MoU) berbahasa Arab tersebut.

Prof Mariam mengaku senang dapat menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Secara hisotris, hubungan sudah dipraktikan sejak kakeknya Ibnu Batutah pada abad keenam hijriyah. Presiden Sukarno juga merupakan pendorong kuat kemerdekaan Maroko dari penjajah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Hubungan saya dengan Indoensia lebih dari sekadar nasionalitas, yaitu rasa cinta,” kata guru besar perbandingan agama Universitas Ibnu Thufail Maroko ini.

Mujib menyampaikan terimakasih atas perhatian dan kerja sama pihak Maroko selama ini. Menurut dia, Prof Mariam banyak berjasa melancarkan kegiatan para pelajar NU di Maroko, termasuk mahasiswa STAINU Jakarta yang belajar di Universitas Ibnu Thufail.

“Beliau (Prof Mariam, red.) ini menjadi ibu bagi para mahasiswa kita yang ada di sana. Kontribusi beliau tak diragukan lagi,” pujinya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Khutbah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 Desember 2017

Syekh Azis Maroko dan Habib Luthfy Jelaskan Konsep Bela Negara

Pekalongan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syech Azis Al-Kubaithi Idrisi berpendapat, jika ingin membangun negara yang kuat dan beradab harus dimulai dengan membangun manusianya. Kenapa memulai pembentukan Negara dari jiwa warga negara yang sehat secara personal? Karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mengubahnya. Untuk mengubah suatu kaum memang harus memulainya dari jiwa masing-masing pembentuk kaum itu.

Syekh Azis Maroko dan Habib Luthfy Jelaskan Konsep Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Azis Maroko dan Habib Luthfy Jelaskan Konsep Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Azis Maroko dan Habib Luthfy Jelaskan Konsep Bela Negara

Dikatakan Syech Azis, jika yang sehat adalah jiwa yang memulai dari kesehatan hati (kalbu). Nabi bersabda: "Jika seorang melakukan maksiat, akan muncul satu titik hitam di hati. "Makin banyak maksiat yang ia lakukan, makin hitam pula kalbunya. Apa bahayanya? Jika kalbu makin hitam, maka ia kalbu maridl (sakit) yang sudah gelap dari cahaya kebenaran. Ia kesulitan menerima maupun melakukan amal.?

Hal tersebut dikatakan Syech dari Moroko ini dihadapan ratusan peserta Konferensi Ulama Thariqah yang diselenggarakan Kanzus Shalawat Pekalongan, Jumat (15/1) dengan tema "Bela Negara, Konsep dan Urgensinya Menurut Islam".

Lebih lanjut Syech Azis mengatakan, jika akal terlalu sering dipakai untuk melakukan hal-hal buruk, maka ia akan kian hitam dan gelap. Semakin ia gelap, maka semakin sulit seseorang untuk berpikir waras atau mengontrol dirinya. Jika akal sudah dipenuhi syahwat, dan sulit berpikir waras, seluruh anggota badan akan tunduk dan melakukan keinginan akal. “Tidak hanya itu, akal yang sudah tenggelam dalam gelimang maksiat, maka akan sulit menerima saran, apalagi Nur Illahi,”ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syech Azis berpesan, apa yang harus dilakukan ketika akal sudah jauh dalam kegelapan seperti ini? Lawan prangka buruk dan meminta perlindungan melalui tadabbur. Dimulai dari husnudzon kepada sesama muslim, kemudian seluruh umat manusia; lantas bertadabbur akan dirinya sendiri. Lalu akal dipakai untuk tadabbur tentang Allah dan sunnatullah. Langkah ini akan memulai pembersihan akal dari kegelapan. Hasilnya adalah akal yang thahir (bersih), yaitu akal yang fana di dalam kesaksian dan hadir dalam kebersamaan.

Beberapa nara sumber lain yang turut memberikan kontribusi pemikiran ialah Syech Adnan Al Afiyuni (Mufti Syafi’yyah Syria), Syech ? Aziz al Idrisi dari Maroko, Syech Aziz Abidin dari Amerika Serikat, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Yaman, dan Syech Aun al Qaddumi dari Yordania. Kemudian Syech Umar Hadhrah (Sudan), dan Syech Fadhil (Turki). ?

Bela negara bukan soal militer

Sementara itu, Habib Luthfy bin Yahya dalam penutupan konferensi mengatakan, bela negara bukan soal militer, ini salah persepsi yang terjadi selama ini. Tapi Hanggarbeni (rasa memiliki), mencintai negara, penguatan negara, inilah bela negara.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kenapa Konferensi Thariqah diselenggarakan? Tidak lain adalah Indonesia biar menjadi contoh dalam hal mencintai negara. Masyarakat Suriah mencintai negaranya, masyarakat Maroko mencintai negaranya, masyarakat Lebanon mencintai negaranya," ujar Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) ini.?

Dikatakannya, bela negara tidak hanya di militer, namun ada juga pada mencetak ilmuan, saintis, lewat pendidikan, dan lain lain agar tercipta kedamaian dunia. Kita tahu peta Indonesia. Tapi kita hanya tahu negara ini makmur, subur, tapi tak sedikitpun melihatnya sebagai negara strategis. Kita dari kecil kurang diberi pengertian tentang negaranya sendiri, oleh karenanya semangat membelanya kurang.

Menurut Habib Luthfy, tentara bukanlah instansi terpisah dari masyarakat. Mereka adalah bagian dari warga ini juga. Allah berfirman, kita diciptakan untuk saling mengenal. Tapi tidak sekadar mengenal, melainkan mengenal hingga mengikat satu kesatuan. Satu kesatuan yang membentuk semangat persatuan dalam bangsa, dan mengikat persatuan antar negara di dunia. Semoga keputusan Konferensi Thariqah menelurkan cinta negara adalah wajib, bela negara pun wajib. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Warta, Pendidikan, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek rupanya masih memiliki area pertanian cukup luas. Menempuh setengah jam dari pusat kota ke arah selatan, kita akan menemui luas hektaran sawah yang tampak membentang.

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Penampang sawah inilah yang selalu mengiringi perjalanan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus tiap menghadiri agenda Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan, seperti saat mendatangi kegiatan Buka Bersama, Kamis kemarin (10/7).

Luas wilayah Kabupaten Kudus memang kecil dalam peta Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, jarak antarkecamatan pun mestinya cukup berdekatan. Namun jika dibanding dengan wilayah kecamatan lain di Kudus, letak Kecamatan Undaan tergolong cukup jauh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jalanan pun akan berubah total setelah masuk gang menuju pemukiman. Beda dengan jalan utama, kali ini jalanan yang membelah persawahan warga ini sungguh bergelombang tak rata, berdebu, panas, dan karenanya perjalanan menjadi lamban.

Kecamatan Undaan merupakan daerah paling selatan di Kudus, berbatasan dengan Purwodadi, Pati dan Demak. Namun kondisi geografis Kecamatan Undaan yang seperti ini tak lantas membuat kader malas berpartisipasi dalam wadah IPNU-IPPNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semangat para pelajar NU tersebut mendapat dukungan dari senior setempat. Anshori, salah satu alumni yang kini membina Ranting Kutuk sekaligus PAC Undaan, mengaku senang dapat berkontribusi dalam kegiatan. Ia pun meminta agar para kader mengabari alumni setiap mengadakan agenda. Lebih dari itu, kesiapan bantuan logistik juga ia ungkapkan.

“Baik pengurus Ranting hingga Cabang, kalau ada kegiatan, senior tetap dikabari. Semuanya harus tetap berumpun, jadi sering-seringlah sharing. Kalau perlu kami didatangi dan minta apa saja yang kalian butuhkan, insyaAllah bisa membantu. Butuh dana, beras, sekwintal juga boleh, datangi saja, tidak perlu sungkan, biar kami juga bisa ikut berjuang bersama. Kegiatan rutin yang diterima masyarakat itu harus tetap dilanjutkan,” ujar Anshori di depan peserta buka bersama.

Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus terpilih, menyatakan kebanggaannya terhadap semangat para kader Undaan. “Kudus, dalam wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten yang sempit. Nah, ini justru menjadi peluang kita agar semakin bersemangat berjuang di IPNU-IPPNU,” katanya saat sambutan.

“Dibandingkan Jepara, misalnya, Kudus lebih enak karena jarak masing-masing PAC dekat. Tapi antara Undaan dengan PAC lain di Kudus, lebih enak di PAC lain karena kondisi wilayahnya. Inilah yang membuat saya bangga dengan PAC Undaan, ternyata kadernya tetap bersemangat!” imbuh Joni.

Sambil mengenalkan para pengurus PC. IPNU yang juga hadir, Joni semakin mengungkapkan rasa bangganya kepada kader Undaan.

“Saya dengar, di desa Kutuk ada malam takbiran yang terbesar di Kudus. Jadi saya yakin, insyaallah pergaulan di daerah ini masih terjaga, dan karenanya bisa menjadi trendsetter (percontohan) IPNU-IPPNU di Kudus,” papar Joni melihat semangat yang indah di desa Kutuk.

PAC Undaan sendiri telah memiliki kader-kader unggulan yang juga aktif di kepengurusan baru PC.? Mereka adalah Mira Agustina (Bandahara Umum) dan Fauzul Khusnia (Waka IV bidang perekonomian) dari IPPNU, serta Ahmad Said (Waka IV bidang perekonomian) dan Abu Hasan Asy’ari (Komandan CBP) yang juga memimpin keredaksian majalah Pilar terbitan PC IPNU-IPPNU Kudus.

Acara ini merupakan pertemuan antara alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) bersama alumni Diklatama CBP dan KPP DKAC PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan. Sebelum berbuka, Anshori yang juga mengajar di madrasah memberikan ceramah ihwal keistimewaan bulan Ramadlan. Pertemuan ini dilaksanakan di rumah Arif Rahmat, alumni Lakmud delegasi dari Ranting Kutuk. Pada lebaran nanti juga direncanakan silaturrahim ke dewan pembina dan alumni di Kecamatan Undaan. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Sejarah, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya

Hadits adalah setiap perkataan, perbuataan, atau ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam bahasa lain, hadits ialah setiap informasi yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Misalnya, ketika kita mengatakan “Rasulullah SAW pernah berkata” atau “Rasulullah SAW pernah melakukan..”, secara tidak langsung pernyataan tersebut sudah bisa dikatakan hadits.

Namun persoalannya, apakah pernyataan tersebut benar-benar kata Rasulullah atau tidak? Karena belum tentu setiap informasi yang mengatasnamakan Rasulullah benar-benar valid dan banyak juga berita tentang Rasulullah dipalsukan untuk kepentingan tertentu. Sebab itu, mengetahui kebenaran sebuah informasi yang mengatasnamakan Rasulullah (hadits) sangatlah penting.

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya

Para ulama hadits membagi hadits berdasarkan kualitasnya dalam tiga kategori, yaitu hadits shahih, hadits hasan, hadits dhaif. Urainnya sebagai berikut:

Hadits Shahih

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadits shahih ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat. Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalahil Hadits menjelaskan hadits shahih adalah:

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.”

Hadits Hasan

Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, yaitu hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit, tidak terdapat syadz dan ‘illah. Namun perbedaannya adalah kualitas hafalan perawi hadits hasan tidak sekuat hadits shahih.

Ulama hadits sebenarnya berbeda-beda dalam mendefenisikan hadits hasan. Menurut Mahmud Thahhan, defenisi yang mendekati kebenaran adalah defenisi yang dibuat Ibnu Hajar. Menurut beliau hadits hasan ialah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi adil, namun kualitas hafalannya tidak seperti hadits shahih, tidak terdapat syadz dan ‘illah.”

Hadits Dhaif

Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits shahih dan hadits hasan. Dalam Mandzumah Bayquni disebutkan hadits hasan adalah:

? ? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap hadits yang kualitasnya lebih rendah dari hadits hasan adalah dhaif dan hadits dhaif memiliki banyak ragam.”

Dilihat dari defenisinya, dapat dipahami bahwa hadits shahih adalah hadits yang kualitasnya lebih tinggi. Kemudian di bawahnya adalah hadits hasan. Para ulama sepakat bahwa hadits shahih dan hasan dapat dijadikan sebagai sumber hukum.

Sementara hadits dhaif ialah hadits yang lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai sumber hukum. Namun dalam beberapa kasus, menurut ulama hadits, hadits dhaif boleh diamalkan selama tidak terlalu lemah dan untuk fadhail amal. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Berita, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Pesantren Al-Anwar Sarang Siap Sambut Alim Ulama Nusantara

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sepekan lagi helatan akbar pertemuan kiai-kiai sepuh nusantara bakal diadakan di Pondok Pesantren Al-Anwar Pusat, Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, 16 Maret 2017.

Acara yang bakal menyedot perhatian publik ini dimotori oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan dalam sebuah video yang beredar di media sosial bahwa PBNU merencanakan adanya pertemuan para sesepuh di Sarang, Rembang.

Pesantren Al-Anwar Sarang Siap Sambut Alim Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Anwar Sarang Siap Sambut Alim Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Anwar Sarang Siap Sambut Alim Ulama Nusantara

Dalam video pendek tersebut, Kiai Said sapaan akrabnya, juga mengungkapkan terkait tujuan acara, yakni mengharap nasihat, irsyadat (arahan), taujihad (petunjuk) dari para sesepuh, agar NU kedepan semakin bermanfaat.

Basit, Ketua Pondok Pesantren Al-Anwar Pusat membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, informasi tentang diadakannya acara tersebut sudah sampai kepada para Pengurus Pondok Pesantrean pada awal Maret.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Sudah dua kali pihak PBNU melakukan survei ke sini (Pesantren Al-Anwar). Rencana awal di Ponpes Al-Anwar 3, tetapi Mbah Yai (KH Maimoen Zubair) dawuhan di pusat saja," jelasnya saat ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Pondok Al-Anwar Sarang, Rabu (8/3) pagi.

Pihaknya juga telah melakukan beberapa persiapan, termasuk percepatan penyelesaian pembangunan gedung baru yang rencananya akan dipakai acara. Selain itu pembentukan kepanitiaan juga sudah diproses.

Diantara kiai sepuh yang datang dalam acara ini antara lain, KH Miftahul Akhyar, KH Said Aqil Siroj, KH Maimoen Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, KH A Mustofa Bisri, KH Maruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Munif Zuhri, TGH Turmudzi Badaruddin, KH Abuya Muhtadi, KH M Sanusi Baco, KH M Buya Letter, KH A Nawawi Abd Djalil, KH Dimyathi Rois, KH Ali Masyhuri, serta Tuan Guru A Zuhdiannoor. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 05 Desember 2017

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lantunan Syiir Tanpo Waton yang dikumandangkan KH Nizom Asshofa menghipnotis puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Tebuireng Jombang, Kamis malam (27/8).

Syiir tanpo waton menutup kegiatan pengajian yang dihelat di areal makam Gus Dur yang menghadirkan mantan Menteri Agama Prof Tholhah Hasan, dan KH Maimun Zubair yang dihadiri sekitar 20 hingga 25 ribu jamaah.

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Suara Gus Nizom yang memang terdengar sangat mirip dengan suara Al Marhum Gus Dur seakan sosok cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang dikenal dekat dengan beragai kalangan dan masyarakat kecil ini turut hadir ditengah tengah jamaah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

”Suaranya memang sangat mirip dengan Gus Dur, padahal beliau masih sangat muda,” kata Yusuf salah satu wartawan yang tepat di depan podium.

Gus Nizom, tampil dengan didampingi sekitar 20 pengikutnya dengan berpakain hitam dan berambut gondrong. Sementara para jamaah larut dengan lantunan lantunan syiir yang dikenal dengan Syiir Gus Dur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peringatan 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4, kemarin terlihat sangat meriah, sejaka siang ribuan jamaah sudah terlihat memasuki kawasan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Kondisi ini semakin padat ketika dimulai acara tahlil. 

Setidaknya 20 ribu orang memadati Pesantren Tebuireng. Membludaknya jamaah membuat banyak pengunjung tak bisa masuk ke areal pondok dan tertahan diluar pagar. 

"Panitia hanya memperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu orang, tapi melihat seperti ini bisa lebih 20 ribu orang,’’ kata Lukman Hakim ketua panitia pelaksana.

Saking padatnya pengunjung, jalan raya yang berada di depan pondok sampai harus ditutup. Sementara arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. Pengunjung memang mulai berdatangan dengan berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, mengendarai motor, mobil, bus serta kereta kelinci. Tak heran ketika jelang Magrib area parkir sudah penuh dengan kendaraan. Padahal acara baru dimulai setelah salat Isya.

Pukul 19.00, WIB jarak satu kilometer dari Tebuireng, jalan raya sudah padat merayap. Di kanan kiri jalan berderet mobil parkir. Nah, begitu memasuki gerbang Tebuireng, pengunjung sudah berdesak-desakan. Bahkan, di pintu gerbang utara, sejumlah petugas keamanan terpaksa menghalau para pengunjung. Pasalnya, area di sekitar makam Gus Dur sudah sesak pengunjung. 

"Maaf jangan masuk ke area makam. Karena pengunjung sudah penuh sesak. Sekali lagi, harap kembali lagi,’’ kata Djamaludin Karim Wakil Komandan Satkorcab Banser Jombang yang mengatur di pintu masuk gerbang pondok pesantren.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 04 Desember 2017

Alissa Wahid Ungkap Sumbu Spiritual Kehidupan Gus Dur

Tangerang Selatan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Mahasiswa Ciputat lintas organisasi menyelenggarakan Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bertempat di Hall Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (29/12). Acara tersebut menghadirkan Alissa Wahid, Romo Sandyawan Sumardi, dan Priyo Sambadha.

Putri sulung Gus Dur Alissa Wahid menyampaikan satu di antara sembilan nilai utama Gus Dur yang dirumuskan oleh 100 orang sahabat dan muridnya. Di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri, Mohamad Sobary, dan Pendeta Phil Erari dari Papua.

Alissa Wahid Ungkap Sumbu Spiritual Kehidupan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Ungkap Sumbu Spiritual Kehidupan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Ungkap Sumbu Spiritual Kehidupan Gus Dur

Mengutip hasil diskusi itu, Alissa mengatakan bahwa nilai paling utama seorang KH Abdurrahman Wahid adalah keyakinan spiritualnya, yakni menegakkan Islam rahmatan lil alamin. Delapan nilai lainnya adalah turunan dari nilai utama tersebut.

“Menurut beliau-beliau itu, bukan menurut Alissa ini ya, sumbu kehidupannya adalah keyakinan spiritual beliau, bahwa tugasnya di dunia ini sebagai seorang muslim adalah menegakkan Islam rahmatan lil alamin,” katanya.

Sementara itu, Priyo Sambadha menyatakan, saat putra pertama KH Abdul Wahid Hasyim itu menjabat sebagai presiden, istana benar-benar milik rakyat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu buktinya adalah saat Gus Dur mengadakan open house Idul Fitri untuk pertama kalinya sepanjang sejarah istana. Masyarakat dengan berbagai latar belakang dan berbagai macam penampilan dipersilakan bersalaman dengan presiden dan keluarganya tanpa terkecuali.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semua orang boleh masuk pokoknya. Tidak ada terkecuali. Pakaian seperti apa silakan masuk,” kata staf Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Adapun Romo Sandyawan menyampaikan satu pesan Gus Dur untuknya pada saat dia bertemu dengan Gus Dur guna membicarakan peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli). Pesannya adalah tentang tujuan manusia itu diciptakan.

“Tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk meluhur-muliakan Allah dan kemanusiaan, beserta alam semestanya,” ujarnya. Terakhir, Alissa Wahid berpesan kepada seluruh hadirin, “Gus Dur yang meneladankan, kita yang melanjutkan.”

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Yusron Rozak. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa hampir tidak ada satu kata yang dapat menggambarkan seorang Gus Dur. “Jika kita sebut beliau Bapak Humanisme, dia lebih luas dari itu,” ujarnya.

Saking luasnya pandangan dan gagasannya, Yusron Rozak menyatakan kata cukup terbatas untuk mendeskripsikan Gus Dur.

Acara dengan tagline “Om Toleran Om” itu juga menggalang 1000 tanda tangan sebagai bentuk kepedulian dan toleransi. Selain itu, acara tersebut juga menggalang dana untuk Gempa Aceh. Panitia menjual kaos dengan berbagai tulisan nasihat Sang Guru Bangsa itu. Panitia juga melelang lukisan Gus Dur yang akhirnya terjual dengan harga dua juta rupiah. (Syakir NF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 03 Desember 2017

Lukman Edy Gantikan Saifullah, Mbah Idris Keberatan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy bakal menggantikan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. Pencopotan Saifullah Yusuf itu terkait kepindahannya ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Lukman Edy memenuhi panggilan Presiden Yudhoyono pada Sabtu malam (5/5) di kediaman di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jabar. Tokoh kelahiran Teluk Pinang itu bakal menjadi menteri termuda di usia 37 tahun. Presiden memintanya untuk memperkuat Kabinet Indonesia Bersatu.

Lukman Edy Gantikan Saifullah, Mbah Idris Keberatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lukman Edy Gantikan Saifullah, Mbah Idris Keberatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lukman Edy Gantikan Saifullah, Mbah Idris Keberatan

"Pak Presiden bercerita tentang visi beliau soal pembangunan dan kerakyatan. Oleh sebab itu saya menyatakan bahwa saya satu visi dengan Presiden dan siap untuk membantu bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan pembangunan di sektor rakyat," katanya usai bertemu presiden.

Dikatakannya, selain masalah pembangunan nasional, presiden juga membahas perkembangan di tubuh PKB dan Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Idris Marzuqi yang juga salah satu ketua syuriah Pengurus Besar (PB) NU, Ahad (6/5), mengungkapkan keberatannya atas pencopotan Saifullah Yusuf yang menurutnya sangat dekat dengan kalangan ulama dan pondok pesantren.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dikatakan, Lukman Edy yang bakal menggantikan Syaifullah bukan merupakan representasi dari Nahdlatul Ulama, namun lebih mewakili PKB.

Bahkan Mbah Idris, panggilan kehormatan KH Idris Marzuqi, meminta Presiden Yudhoyono mendengarkan aspirasinya dengan mempertimbangkan kembali penggantian Gus Ipul. ”Bila ingin tetap mendapatkan dukungan dari NU dan pondok pesantren,” katanya.

Saifullah Yusuf sendiri mengaku merasa legawa bila ia digantikan oleh orang lain, sebagai konsekuensi kepindahannya dari PKB ke PPP.(ant/nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Syariah, Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 02 Desember 2017

PMII Ciamis Kutuk Tindakan Represif Oknum Kepolisian Majalengka

Ciamis, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ciamis berunjuk rasa di depan Makopolres Ciamis, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (27/10/2016).

PMII Ciamis Kutuk Tindakan Represif Oknum Kepolisian Majalengka (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ciamis Kutuk Tindakan Represif Oknum Kepolisian Majalengka (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ciamis Kutuk Tindakan Represif Oknum Kepolisian Majalengka

Mereka meminta Kepolisian Resort Ciamis turut mengutuk represivitas oknum polisi dari Polres Majalengka terhadap PMII Majalengka pada 21 Oktober lalu.

Aksi pun dipimpin langsung Ketua PC PMII Kabupaten Ciamis, Aep Saefulah yang bergerak dari Sekretariat PMII Ciamis, Jalan Yos Sudarson menuju Mapolres dengan menaiki motor.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Aep, aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan soliditas organisasi atas apa yang menimpa salah satu kader PMII Kabupaten Majalengka.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu oknum anggota kepolisian di Majalengka telah melakukan telah mencoreng Korps Polri karena berbuat di luar aturan terhadap PMII Majalengka.

"Maka Polres Ciamis harus bisa mengutuk perbuatan tersebut dan menyampaikannya pada Polda Jabar. Kalau tidak, akan ada gelombang aksi lebih besar ke seluruh Kepolisian di Jawa Barat," ujarnya.

Aksi tidak berlangsung lama setelah pihak Polres Ciamis menyepakati akan menindaklanjuti aspirasi PMII Ciamis tersebut. (Nurjani/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ubudiyah, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 21 November 2017

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansah dan Universitas Islam Malang (Unisma) sepakat melakukan kerja sama peningkatan kapasitas, kuantitas dan kualitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dibina Muslimat NU.

Khofifah berharap kerjasama itu menjadi pemacu program ekonomi Muslimat yang saat ini telah dimiliki 131 koperasi primer berbadan hukum dan induk koperasi, serta 6 ribu kelompok usaha bersama dan 84 kelompok kecakapan hidup yang mengedepankan life skill.

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM

“Saat ini untuk pemasarannya, sudah dimediasi oleh PT UKM Indonesia. Sedangkan, Unisma nantinya diarahkan pada penelitian produk, manajemen dan penataan produk yang harus dikembangkan. Misalnya, dengan mengantongi izin dari BP POM,” katanya di Surabaya,? Rabu (27/6).

Untuk menunjang kerjasama ini, Khofifah mengaku kini telah menyiapkan 22 outlet yang bergerak untuk pengembangan UKM Muslimat NU yang bergerak untuk pemasaran program disektor agro.

“Jadi tidak hanya produk milik muslimat yang akan dikembangkan tapi ada produk lain yang nantinya diharapkan bisa mebantu pengembangkan outlet ini,” ungkap Khofifah yang mengaku di Jatim sudah ada lima daerah rintisan yang nantinya akan mengembangkan program ini. (Duta)



Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 12 November 2017

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan khusus terhadap kelompok ektremis atas nama agama atau politik. Negara, menurut Kiai Amin, tidak boleh bersikap abai terhadap mereka yang melanggar komitmen kebangsaan. Pasalnya, negara ini memiliki prinsip-prinsip dasar yang mesti dipatuhi setiap warga di Indonesia.

Kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (22/7), Kiai Ma’ruf menyebut tahapan sikap negara. Pertama, negara perlu kembali mengingatkan mereka bahwa kita menyepakati etika dan komitmen berbangsa.

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Negara antara lain mendorong dialog-dialog kebangsaan. Mereka, Kiai Ma’ruf melanjutkan, mesti diberi tahu bahwa di dalam negara ada etika dan konsensus bernegara yang harus dipenuhi. Kalau ada perbedaan pandangan sejauh itu di dalam koridor, saya kira tidak ada masalah. Tetapi kalau sudah di luar koridor, negara harus memperingatkan dan mengambil tindakan terhadap mereka.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Empat pilar ini konsensus kita bersama. Sejauh mereka berbeda dalam implementasi, kita bisa berdialog. Tetapi kalau sifatnya menggungat empat pilar, ini sudah pelanggaran konsensus. Negara berkewajiban untuk mengambil pendekatan tertentu,” tegas Kiai Ma’ruf.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kita mempunyai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI sebagai acuan hidup bersama di Indonesia. Kalau mereka melanggar komitmen itu, tentu negara harus menggunakan haknya, bertindak. Negara mesti tegas, tandas Kiai Ma’ruf. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Pertandingan, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 03 November 2017

Banser Blitar: Allahu Akbar, Pancasila Jaya, NKRI Harga Mati!

Blitar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Baser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten dan Kota Blitar, Jawa Timur, berunjuk rasa dengan memadati jalan-jalan protokol di Blitar. Mereka meneriakkan penolakan terhadap bangkitnya komunis gaya baru (KGB), salah satunya ditandai dengan mendesak pemerintah meminta maaf atas tragedi 1965 lalu.

Aksi yang dijaga polisi dan TNI itu dilakukan bertepatan dengan momentum peristiwa pemberontakan G30S PKI. Akibat aksi tersebut, jalan protokol Sudanco Supriyadi Kota Blitar lumpuh total.

Banser Blitar: Allahu Akbar, Pancasila Jaya, NKRI Harga Mati! (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Blitar: Allahu Akbar, Pancasila Jaya, NKRI Harga Mati! (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Blitar: Allahu Akbar, Pancasila Jaya, NKRI Harga Mati!

"Allahu Akbar. Pancasila Jaya, NKRI harga mati. Mereka yang melakukan kudeta dan melakukan kerusuhan kok pemerintah diminta minta maaf," pekik massa bersahut sahutan. Lagu Gugur Bunga dan Maju Tak Gentar diputar bergantian, Rabu (30/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Banser menduga KGB sudah ada dimana mana, berusaha menyusup ke semua lini sosial dan pemerintahan. Bahkan, kata Satkorcab Banser Kabupaten Blitar Imron Rosadi, tak terkecuali di TNI dan kepolisian.

"Kalau pemerintah diam saja, ini akan meletus menjadi perang sipil seperti peristiwa 1965 dan 1968," ucap Imron.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Banser NU mencurigai masuknya pekerja asal Negeri Tiongkok ke Indonesia sebagai upaya membangkitkan paham komunisme di Indonesia. “Kami akan bahu membahu bersama masyarakat lain untuk mengantisipasi terus masalah ini,” tambahnya.

Menurutnya, agakn terjadi gejolak jika Presiden Joko Widodo sampai memaafkan orang-orang eks PKI, kelompok yang dianggap pernah berupaya menggulingkan negara. "Presiden tidak layak memberi maaf kepada para pemberontak (PKI) negeri ini," tuturnya.

Dalam aksi yang melumpuhkan jalur lalu lintas, Banser secara simbolis membakar bendera merah palu dan arit (PKI). Dari Kantor Pemkab Blitar massa melakukan aksi jalan jauh ke kantor DPRD Kota Blitar dan Pemkot Blitar.(Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Habib, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 29 Oktober 2017

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Bogor, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pemuda, sesungguhnya bukan sekadar bagian dari lapisan sosial dalam masyarakat, sebab mereka memainkan peranan penting dalam perubahan sosial. Jauh daripada itu, pemuda merupakan konsepsi yang menerobos definisi pelapisan sosial tersebut, terutama terkait konsepsi nilai-nilai.

Demikianlah salah satu poin penting yang mengemuka pada diskusi Mengokohkan Kemanusiaan Indonesia  yang Adil dan Beradab, di Kedai Aer Mantjoer, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10).

Pemuda harus dapat memberikan pemaknaan yang nyata dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban dalam hidup berbangsa dan bernegara yang bermuara pada peningkatan kualitas kemanusiaan Indonesia yang Berketuhanan yang Maha Esa (Pancasilais).

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Pemuda juga harus mampu meneguhkan nilai-nilai spiritualitas Nusantara sebagai nilai-nilai luhur bangsa serta rasa cinta tanah air dan kemanusiaan untuk saling berbagi serta sikap saling welas-asih; meningkatkan semangat nasionalisme atas asas kekeluargaan, kebudayaan, dan kebangsaan; serta menumbuhkembangkan kembali sikap menghargai kemajemukan serta menghindari setiap upaya pengingkaran terhadap pluralitas bangsa Indonesia yang setiap saat dapat saja muncul ke permukaan. 

Pada acara yang digelar dalam rangka Refleksi 89 Tahun Soempah Pemoeda , juga ditegaskan pemuda hendaknya dapat menghilangkan rasa prejudise atas barrier of psicology (batas psikologis/prasangka) terhadap sesama anak bangsa yang multi etnis, ras, suku, budaya, bahasa dan agama, terhadap sesama anak bangsa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pemuda atau generasi muda adalah konsep-konsep yang sering mewujud pada nilai-nilai herois-nasionalisme. Hal ini disebabkan keduanya bukanlah semata-mata istilah ilmiah, tetapi lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural.

“Pemuda harapan bangsa,” “Pemuda pemilik masa depan bangsa,” dan sebagainya, betapa mensyaratkan nilai yang melekat pada kata “pemuda”. Pernyataan ini, dalam konteks Indonesia sebagai bangsa, menemukan jejaknya. Sebab, berbicara sosok pemuda memang identik dengan nilai-nilai dan peran kesejarahan yang selalu melekat padanya. Sosok pemuda selalu terkait dengan peran sosial-politik dan kebangsaan. Ini dapat dipahami mengingat hakikat perubahan sosial-politik yang selalu tercitrakan pada sosok pemuda. Citra pemuda Indonesia tidak lepas dari catatan sejarah yang telah diukirnya sendiri. 

Betapa peristiwa-peristiwa besar di negeri ini dilalui dan digerakkan oleh pemuda. Sejarah mencatat bahwa Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, merupakan rekayasa sosial-politik para pemuda Indonesia dalam menggerakkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia melawan penjajah kolonial. 

Tonggak penting itu direkatkan lagi oleh Ikrar/Sumpah Pemuda, yang menegaskan kesatuan niat, kebualatan tekad dan semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa nasional Indonesia, pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Lalu, semangat nasionalisme tersebut mengkristal dan menemukan momentumnya saat diproklamirkannya Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarano dan Hatta.   

Tidak mengherankan jika kemerdekaan Indonesia tak lepas dari gerakan “revolusi kaum muda.” Prestasi dan citra kaum muda Indonesia begitu menyejarah sepanjang berdirinya Republik Indonesia. Pergantian rezim ke rezim di Indonesia juga melibatkan pemuda. Sedemikian melekatnya nilai-nilai kepeloporan dan semangat kebangsaannya, tentu saja ini menjadi beban  sekaligus tanggungjawab moral sosial pemuda Indonesia ke depan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Diskusi tersebut juga  merupakan agenda pre-launching buku  Indonesia Rumah Kita karya Abdul Ghopur & Rizky Afriono. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 27 Oktober 2017

Gelar Apel Bela Negara, Warga NU Pacitan Komit Jaga Keutuhan NKRI

Pacitan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semarak hari lahir (harlah) ke-90 Nahdlatul Ulama masih terasa di beberapa daerah di Indonesia. Di Pacitan, Jawa Timur, ribuan warga NU memeringati harlah NU dengan melakukan Kirab dan Apel Bela Negara yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-271, Kamis siang (18/2).

Gelar Apel Bela Negara, Warga NU Pacitan Komit Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Apel Bela Negara, Warga NU Pacitan Komit Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Apel Bela Negara, Warga NU Pacitan Komit Jaga Keutuhan NKRI

Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud menjelaskan, Apel Bela Negara dilakukan untuk? memberikan kesadaran kepada warga Nahdliyin atas perjuangan dan jasa para ulama yang berperan aktif dalam rangka menegakkan NKRI, baik sebelum kemerdekaan, pasca-kemerdekaan, hingga dalam mengisi kemerdekaan.

“Dengan bertambahnya usia NU ini, semoga warga NU semakin besar rasa cintanya terhadap bangsa Indonesia dan bersama-sama membesarkan dan mempertahankan NKRI, dengan berdasar Pancasila dan UUD 1945,” jelas dosen STAI NU Pacitan itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Warga NU, lanjut Kiai Mahmud, berkomitmen membangun Pacitan menjadi daerah yang aman, damai dan bebas dari paham radikalisme. “Warga NU Pacitan sepakat melawan segala bentuk gangguan yang mengancam NKRI,” pungkasnya kepada para pewarta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pelepasan kirab dilakukan di Lapangan Manggala Sakti, depan gedung PCNU Pacitan. Rombongan kirab dilepas oleh Rais Syuriah PCNU Pacitan KH Imam Faqih, disaksikan oleh Katib Syuriyah PBNU KH Luqman Harits dan jajaran pengurus tanfidziyah NU.

Rombongan kirab melewati jalan protokol menuju alun-alun Pacitan. Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan badan otonom NU lainnya dengan semangat melantunkan shalawat dan sesekali meneriakkan yel-yel, seperti “NKRI harga mati’, “Nusantara; NU, santri, tentara”, dan “Pancasila Jaya”. Mereka juga membawa spanduk berisi ajakan agar tidak takut dengan segala bentuk terorisme.

Personel keamanan Polres Pacitan dibantu anggota Banser terpaksa melakukan sistem buka tutup kendaraan, pada jalur yang dilalui peserta kirab. Sepanjang jalan yang dilalui peserta kirab, masyarakat Pacitan tampak antusias menyambutnya hingga rombongan sampai alun-alun kota 1001 goa ini.

Kirab diakhiri dengan kegiatan apel yang dipimpin oleh Komandan Kodim 0801 Pacitan. Ketua PCNU KH Mahmud secara simbolis menyerahkan Panji-panji Merah Putih dan Bendera NU kepada Dandim 0801 Pacitan sebagai bentuk komitmen NU bersama TNI untuk turut mengawal kedaulatan NKRI. Acara dipungkasi dengan penampilan pencak silat dari Pagar Nusa Pacitan. (Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock