Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Kominfo Dukung Dakwah Islam Ramah di Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia berkepentingan untuk memastikan dunia maya dipenuhi dengan konten-konten positif. Dalam bidang keagamaan, di satu sisi, Kominfo mendukung situs yang memuat konten-konten Islam ramah. Di sisi lain, melakukan blok pada situs yang negatif dan pemecah belah persatuan. ? ?

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hal itu dilakukan harus dilakukan agar dunia maya ini tidak disalahgunakan dengan hal-hal yang negatif. Acuannya UU ITE yang sudah direvisi tahun 2016 yang lalu.?

Kominfo Dukung Dakwah Islam Ramah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kominfo Dukung Dakwah Islam Ramah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kominfo Dukung Dakwah Islam Ramah di Dunia Maya

Untuk lebih mengetahui apa dan bagaimana dukungan Kominfo terhadap konten positif, Abdullah Alawi dari Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan mewawancarai Menteri Rudiantara di gedung PBNU, Jakarta, Senin (22/5). Berikut petikannya:?

Bagaimana dukungan Keminfo kepada dakwah Islam ramah?

Ini sangat relevan terutama dengan situasi sekarang ini. Artinya inkusivisme Islam, sebagai agama yang dianut masyarakat di Indonesia, tentu harus banyak menyampaikan pesan-pesan damai, inklusif (terbuka), rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam), bukan yang sifatnya eksklusif (tertutup). Bagaimanapun para pendiri NU juga dulunya dengan Muhammadiyah yang menjadi motor pendiri bangsa ini. Jadi, kita tidak akan bisa keluar dari koridor NKRI. Dan saya yakin banyak konten, sumber daya manusia dari NU yang bisa memberikan kontribusi. Nanti dari PBNU menyediakan konten-kontennya, Kominfo membantu mendistribusikannya sehingga menjadi diterima, dinikmati oleh masyarakat luas.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kalau ada media baik tv, radio, atau online yang dakwahnya tidak inklusif itu bagaimana?

Begini, kategorinya apa, kalau media online tentu ada aturan juga, bukan hanya UU ITE, tetapi kita juga bisa mengacu kepada UU Pers dan kami sangat dekat hubungannya dengan Dewan Pers; dan di sana disyaratkan, di Dewan Pers juga sedang mendorong program verifikasi namanya. Artinya sebagai media, sekarang kan tidak perlu mendapatkan izin lagi dari pemerintah. Tapi ada beberapa hal yang harus dipenuhi, contohnya kejelasan dimana dia alamatnya. Kemudian penanggung jawab dari news roomnya. Artinya redakturnya siapa. Nah, kalau tidak ada dua itu, tidak bisa dianggap masuk kategori produk pers. Kalau tidak produk pers berarti bisa UU ITE. Kalau sudah itu acuannya, kalau bertentangan dengan UU ITE Pasal 27, 28, 29, ya kita akan melakukan sesuai aturannya. Dalam hal ini bertentangan, bisa diblok, bisa ditindaklanjuti proses hukum bahkan ya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sampai pada tahap diblok, berdasarkan UU tersebut, apakah harus ada pihak yang mengadukan terlebih dahulu?

Tidak perlu. Yang penting kan ada peraturan, ada UU-nya, ada dasarnya, ada legislasinya. Kalau berdasarkan ada pengaduan dulu, kita terlambat dong.?

Apa pentingnya pemerintah melakukan hal itu?

Untuk melakukan pembatasan akses. Harus. Karena biar bagaimanapun kita harus menjaga yang namanya dunia maya ini tidak disalahgunakan dengan hal-hal yang negatif. Acuannya kembali ke UU ITE yang sudah direvisi tahun 2016 yang lalu.?

Isinya bagaimana?

Perbedaannya dengan UU ITE sebelum direvisi adalah pasal 27 ayat 3 khususnya, yaitu kalau sebelumnya ancamannya sampai dengan 6 tahun, di atas 5 tahun. Jadi, aparat penegak hukum bisa menangkap yang bersangkutan dahulu. Kalau sekarang di bawah 5 tahun. Jadi, harus ada, delik aduan, megadunya kepada pihak aparat penegak hukum karena di bawah 4 tahun. Itu yang pertama. Tapi kontennya, subtansinya tidak perlu menunggu aduan selama itu dianggap bertentangan dengan UU, misalnya mengadu-domba masyarakat, provokasi, agitasi, atau juga bertentangan dengan SARA.?

Kalau di media sosial bagaimana seperti Facebook, Twitter?

Ada dua, satu ranah publik, satu ranah privat. Kalau ranah publik, karena sifatnya publik, ya kita kita masuk cepat. Kalau ranah privat, pada umumnya, apakah bertentangan dengan penegakkan hukum tidak. Kalau bermasalah dengan penegakkan hukum, otomatis kita akan masuk dengan fungsi pada umumnya. Kalau memang dinyatakan oleh penegak hukum, misalkan itu bertentangan dengan aturan yang ada, kami akan masuk.?

Kominfo sebagai pihak yang mendukung dakwah islam yang ramah, bagaimana proses sampai memblokir sebuah situs dan akun medsos yang bertentangan dengan hal itu?

Begini, memblokir itu salah satu upaya, tapi memblokir itu adalah upaya yang cape. Kita harus mengimbanginya. Karena apa? Membelokir itu sama dengan menyembuhkan orang sakit, harus ? disuntik, kasih obat, dan lain sebagainya, tapi kita harus fokus, pada bagaimana membuat orang sehat, yaitu dikasih makanan yang empat sehat lima sempurna, olahraga teratur. Nah, kita mengarah ke sana. Dengan cara apa? Dengan cara edukasi, dengan cara kita mengajak NU, Muhammadiyah dan yang lainnya, untuk mengimbangi konten negatif ini. Kalau ada namanya black list, kita juga harus ada white list. Saya datang ke sini (ke PBNU) juga adalah koordinasi untuk meminta bantuan NU bagaimaana menyediakan konten-konten positif karena kan NU banyak manyrakatnya dan kapasitas kompetensinya luar biasa.?





Amatan Pak Menteri kenapa dakwah radikal lebih agresif. Apakah ada pihak yang mendesain atau alamiah?

Didesain bisa saja. Tapi pihak intelejen lebih memahami. Tapi dari kami memang ini adalah keterbuakaan teknologi. Teknologi ini ibarat pedang bermata dua. Bisa positif dan bisa negatif. Nah, kita memitigasi dampak negatifnya, yang dicari dampak positifnya. Hari ini yang akan dilakukan dengan NU banyak yang positifnya, antara lain dengan inklusi keuangan. Banyak warga Nahdliyin yang bisa masuk di situ. Bahkan kalau perlu, bisa membuat semacam subsistem dari NU untuk segera bisa berpartisipasi dalam program inklusivisme keuangan. Kemudian dalam konteks seperti saya katakan tadi, saya yakin banyak gus-gus yang senior, maupun gus-gus muda, yang bagus dalam tulisannya ini, banyak, nanti kami yang akan bawakan ke kanal-kanalnya. Kemudian dalam rangka bulan Ramadhan, kan di televisi ada ceramah, di RRI, di TVRI. Tadi saya ajak Dirut RRI, Dirut TVRI, lembaga penyiaran publik tadi, kalau dalam hal agama kan bukan bidangnya, tetapi kita akan sampaikan kepada masyarakat bulan puasa ini ceramah agama. Coba aja lihat di TVRI, kita perlu 210 pembicara, 210 paket untuk direkam disyiarkan, dari mana? Ya, kalau kita mencari air kan ke sumbernya, kalau kita bicara agama, agama Islam yang paling besar NU, ya kita datang ke NU.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 02 Februari 2018

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an

Bandar Lampung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menjelang ujian akhir semester (UAS), puluhan mahasiswa Nahdliyyin Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mengadakan acara khatmil qur’an di Masjid Almannar Gang Senen, Bandar Lampung.

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UAS, Mahasiswa NU Polinela Gelar Khatmil Qur’an

Khataman Al-Qur’an dipimpin Ustadz Beni Hidayat, pembina KMNU Polinela, Sabtu (31/12). Acara dimulai dengan shalat dhuha bersama, pembacaan shalawat, lalu pembacaan Al-Qur’an.

Ketua Umum KMNU Polinela Muhammad Ajid MD menyampaikan, khatmil qur’an ini merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap bulan. “Insyaallah akan jadi agenda rutin, ini perdananya,” imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mahasiswa Mekanisasi Pertanian ’14 ini berharap, dengan khatmil qur’an ini mahasiswa Polinela akan lebih mencintai Al-Qur’an. “Daripada akhir tahun diisi dengan maksiat, lebih baik kan begini bisa dekat-dekat dengan Al-Quran,” tuturnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Hasyim Asy’ari mengatakan, acara berjalan sesuai yang ditargetkan panitia. “Alhamdulilah acara berjalan lancar tanpa kendala, beberapa mahasiswa lintas organisasi di Politeknik Negeri Lampung juga hadir dalam acara ini,” kata mahasiswa Perikanan angkatan 15 ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurutnya, antusiasme masyarakat sekitar juga baik. “Ada yang memberikan air mineral beberapa dus. Kami berharap dengan barokah khatmil quran ini UAS kami dimudahkan serta memberikan hasil yang memuaskan,” pungkas Hasyim.

Acara diakhiri dengan makan bersama ala santri serta pembacaan shalawat oleh grup Permata Shalawat Polinela. (Nuril/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Hadits, Kajian Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Direktur Ekskutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai peningkatan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hampir 100 persen pada pemilu legislatif 2014 merupakan efek dari dukungan Nahdlatul Ulama.

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

"Peningkatan suara PKB, bukan karena efek Rhoma Irama, tapi efek dukungan NU. Karena, hasil survei, elektabilitas Rhoma itu rendah," kata Muhammad Qodari ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis.

Menurut Qodari, peningkatan suara PKB dari sekitar lima persen pada pemilu legislatif 2009 menjadi 9,5 persen berdasarkan hasil hitung cepat pada pemilu legislatif 2014, menunjukkan berkumpulnya kembali kaum nahdliyin ke partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Qodari menegaskan, NU berperan penting penting pada PKB, karena NU yang melahirkan PKB, pada era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"NU adalah organisasi keagamaan sangat besar. Karena, sekitar 30 persen penduduk muslim Indonesia adalah warga NU," katanya.

Qodari menilai, berkumpulnya aspirasi politik warga NU di PKB hingga perolehan suaranya meningkat hampir 100 persen, berkat orkestrasi Muhaimin yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang ada.

Menurut dia, Muhaimin mau mengalah dan memberi tempat besar pada sosok seperti Rhoma Irama dan Ahmad Dani pada kampanye-kampanye, memberikan tempat kepada pemilik sebuah maskapai penerbangan Rusdi Kirana dengan dukungan sumber dayanya, serta ketokohan Mahfud MD dan Jusuf Kalla yang banyak menjadi sumber pemberitaan.

"PKB juga memanfaatkan potensi ketokohan Said Aqil Siroj (Ketua PBNU) yang ditampilkan dalam iklan-iklan resmi PKB," katanya.

Merujuk dari hasil analisa perolehan suara partai politik dari Exit Poll Kompas, faktor Nahdhiyin memang begitu dominan dalam kontribusi peningkatan perolehan suara PKB. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, Pahlawan, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 07 Januari 2018

Warga NU Jeddah Ngaji Perdana Kitab "Nashoihul Ibad"

Jeddah, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama dan pengurus Masjid Indonesia Jeddah mengadakan pengajian rutin setiap Jumat pagi hingga menjelang Jumatan. Pengajian dengan pembacaan kitab "Nashoihul Ibad" ini diasuh tokoh NU di Jeddah Ustadz H Arsyad Hidayat, Jumat (14/11).

Ustadz H Arsyad Hidayat mengupas muqaddimah kitab Nashoíhul Ibad. Ia juga menyampaikan kepada para jamaah agar tidak memberikan sisa-sisa untuk Islam.?

Warga NU Jeddah Ngaji Perdana Kitab Nashoihul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Jeddah Ngaji Perdana Kitab Nashoihul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Jeddah Ngaji Perdana Kitab "Nashoihul Ibad"

“Ketika ada kepentingan sesuatu, Islam dibawa-bawa. Kalau kepentingan sudah dicapai, Islam ditinggalkan. Inilah tujuan mengaji agar tetap istiqomah memakmurkan dan mempererat tali silaturahmi sesama WNI TKI di luar negeri,” kata Ustadz Arsyad.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua PCINU Arab Saudi Ir Ahmad Fuad merespon dan mengajak seluruh jamaah untuk datang lagi pada Jumát depan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ketua pengajian masjid Indonesia Jeddah Shaleh Maryono mengimbau agar jamaah mengajak sanak famili dan handai taulan untuk mengaji serta mencari ridha Allah dengan mendatangi majelis taklim yang diagendakan rutin Jumat pagi. (Ahmad Thabib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 03 Januari 2018

An Nur FC Blora Melenggang ke Final Region 1 Grup B Jateng

Blora, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam babak semifinal pada Hari Ahad (17/9) Sirbin FC harus mengakui kehebatan tuan rumah, An Nur FC Blora dengan menanggung kekalahan 1-0.

An Nur FC Blora Melenggang ke Final Region 1 Grup B Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
An Nur FC Blora Melenggang ke Final Region 1 Grup B Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

An Nur FC Blora Melenggang ke Final Region 1 Grup B Jateng

Pada laga pertama semifinal yang digelar di Stadion Kridosono, Kota Blora, itu Sirbin FC mengawai permainannya dengan cukup tangguh. Terbukti dalam paruh pertama, Sirbin FC mampu menahan skor 0-0.

Namun pada babak kedua, An Nur FC terlihat bermain lebih solid. Lewat serangan-serangan balik mereka mencoba membobol gawang pihak lawan. Namun, hantaman bola darinya masih mampu ditepis secara apik oleh kiper Sirbin FC, Muhammad Agung Nur Faiz.

Baru pada menit ke-50, An Nur FC lewat sundulan umpan pojok pemain bernomor punggung 16, An Nur FC mampu menjebol pertahanan dari Sirbin FC. Menurut kapten kesebelasan Sirbin FC, Kiki Fatki Indriawan, hal tersebut terjadi karena kelengahan dari pemain belakang dari timnya.

“Hal itu juga karena stamina pemian kami mulai menurun, sehingga mempengaruhi konsentrasi kami,” imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dengan kemenangannya, An Nur FC Blora berhasil melaju pada babak final Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Grup B Jawa Tengah melawan tim asal Rembang, Robin FC. Rencananya, laga final akan dilakukan sore harinya dan akan dilanjutkan dengan prosesi penutupah LSN Region 1 Jateng dengan memperebutkan Piala Gus Yaqut Cup. (Ulin Nuha Karim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 24 Desember 2017

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Syahdan, itik tidak mampu menyerap dengan baik “hasil rapat” dengan bebek dan angsa terkait kesinambungan anak-cucunya. Akibatnya, itik hingga kini sembarangan dalam bertelur.

"Para kader Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh meniru karakter itik yang ketinggalan informasi cara bertelur yang baik dan benar," ujar Kiai Jaman saat memberi pengarahan di sela-sela kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan, Jumat (14/1) malam.

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Salah satu Dewan Penasehat GP Ansor Kadur tersebut menambahkan, agar tidak seperti karakter itik, kader GP Ansor mesti banyak belajar pada sejarah. Utamanya bagaimana sepak terjang para ulama pendiri NU.

"Kalau sampai ada kader GP Ansor yang karakter dan sikapnya keluar dari rel organisasi, berarti dia tidak jauh beda dengan itik," tegas Dosen STAI Al-Khairat itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karenanya, Kiai Jaman mengetengahkan pemahaman betapa kader GP Ansor harus selalu belajar dalam banyak hal. Kepada yang lebih tua dan pengalaman, jangan sungkan untuk minta nasihat yang bermanfaat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Manusia tidak bisa tahu tanpa peran orang lain," tegasnya.

Kiai Jaman juga mengimbau agar kader GP Ansor tidak seperti siput linu atau lemar; matanya melotot dan penuh semangat, tetapi tersenggol sedikit langsung kerdil.

"Karenanya, jangan jadikan jabatan sebagai andalan. Jangan berlebih-lebihan. Kita punya kelebihan dan kelemahan. Hidup bagai roda berputar," tegas Kepala SMA Islam Yaspimu Pamekasan tersebut.

Saat ini marak fitnah di dunia nyata maupun maya. Kader GP Ansor, tegas Kiai Jaman, jangan sampai termakan isu-isu negatif. Teman dengan teman di internal pengurus, mudah terjadi fitnah.

"Jika ada potensi fitnah di internal kepengurusan maupun keanggotaan, cepat tangani. Jangan seperti membiarkan tambak yang bocor. Kalau dibiarkan, akan makin besar dan membahayakan. Segeralah koordinasi," paparnya.

Alumnus Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini menambahkan, sukses itu hanya sekali seumur hidup. Siapa pun orangnya. Selebihnya karena dipertahankan.

"Dari nol sampai puncak kesuksesan berpotensi menurun. GP Ansor jangan sampai menurun. Sukses banyak hambatan. Ketika hampir sukses, akan muncul masalah yang lain. Bagaikan bulunya badan; dicukur bulunya kumis, bulu hidung lebat. Bulu hidung dicukur, bulu kumis tumbuh," katanya penuh analogi.

Penempatan pengurus dalam organisasi harus disesuaikan dengan porsi jabatan yang diemban. "Selaku ketua, tentu harus belajar ada rambut kepala; melebihi rambut yang lain tanpa ada arogansi. Lihai dan lentur sangat perlu dalam memimpin organisasi," tegas Kiai Jaman.

Persatuan pengurus juga penting. Jika ada persoalan, segera koordinasi. Selain itu, Kiai Jaman juga mengarahkan tiap kali GP Ansor menyelenggarakan acara, mesti undang tokoh masyarakat. Karena itu bisa memperkuat sistem organisasi.

Target kegiatan apa untuk masyarakat banyak, imbuhnya, juga perlu diperjelas oleh GP Ansor. Apa sebatas hanya berkumpul, bekerja di balik meja, tapi tidak merembet ke masyarakat, atau bagaimana? Jangan jadi raksasa tidur yang hanya besar tapi nihil peran.

"Kita juga mesti apental syahadat, asapok iman, apajung Allah. Sisa hidup kita gunakan untuk berjuang. Karena suatu saat, kita akan meninggalkan kesan setelah meninggalkan alam fana ini," tandasnya. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Cerita, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 22 Desember 2017

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar

Situbondo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Forum Pengasuh Pondok Pesantren dan tokoh NU mengingatkan agar muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang, Agustus 2015 menjadi momentum untuk menjaga organisasi itu dari pengaruh paham lain yang tidak sejalan.

"Muktamar yang merupakan lembaga permusyawaratan tertinggi di dalam organisasi NU harus bersikap tegas dan kritis terhadap paham-paham yang mempengaruhi NU yang pada akhirnya akan mengubah haluan sejati NU," kata KH Misbahus Salam yang membacakan rekomendasi Forum Pengasuh Pondok Pesantren dan Tokoh NU Jawa, Madura, Bali dan NTB di Situbono, Jawa Timur, Jumat.

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar

Sekretaris Pengurus Cabang NU Jember ini menjelaskan bahwa para pengasuh pondok pesantren dan tokoh NU se Jawa, Madura, Bali dan NTB berkumpul di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Kamis (21/5) untuk mengikuti sarasehan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari sarasehan bertema "Meneguhkan Qanun Asasi sebagai Prinsip Jamiyah Nahdlatul Ulama" yang menghadirkan pembicara Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Hasyim Muzadi, Katib PBNU KH Afifuddin Muhajir dan KH Hasan Basri itu kemudian melahirkan sejumlah rekomendasi.

Sebelumnya Hasyim Muzadi juga menengarai bahwa kini ada upaya untuk mengubah NU dari dalam dengan tujuan akhir adalah melemahkan, bahkan menghancurkan organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari tersebut. Padahal, kalau NU mundur, diyakini negara juga akan mundur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Tanpa NU, NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia) tidak ada jaminan. Bahkan kalau NU hancur, NKRI juga akan hancur. Yang made in Indonesia kan cuma NU dengan Muhammadiyah," ucapnya.

Sementara Misbahus Salam melanjutkan bahwa forum dan sarasehan ulama itu juga mengeluarkan rekomendasi lain, yakni anggaran dasar dan rumah tangga NU harus tetap merujuk kepada Qanun Asasi, terutama sistem bermazhab, baik dalam bidang akidah, fikih, dan tasawwuf.

"NU lahir dari para ulama pesantren, maka lembaga syuriyah yang merupakan reprensentasi dari ulama harus dikembalikan kepada visi awal pendirian NU, dan secara organisasi harus lebih kuat daripada tanfidziyah," tuturnya.

Dia mengatakan, rekomendasi itu juga mengingatkan bahwa NU harus selektif dalam menempatkan kader-kadernya di kepengurusan karena ada indikasi yang mengarah pada dugaan bahwa beberapa orang yang telah terpilih terbukti berafiliasi kepada kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan Qanun Asasi NU.

"NU dan pesantren dengan manhaj tasamuh (toleran) serta tawassuth (moderat) telah terbukti dapat mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman dan penuh toleransi. Oleh karena itu, muktamar NU bertanggung jawab untuk mempertahankan manhaj (jalan) ini dan menolak intervensi baik dari paham ekstrim kanan maupun kiri dan intervensi partai politik manapun," ujarnya.

Selain itu, forum juga meminta warga NU berkomitmen untuk mempertahankan eksistensi ahlussunnah wal jamaah di tempat berkhidmat masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang tertuang dalam Qanun Asasi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek rupanya masih memiliki area pertanian cukup luas. Menempuh setengah jam dari pusat kota ke arah selatan, kita akan menemui luas hektaran sawah yang tampak membentang.

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menggadang Undaan Jadi Percontohan IPNU-IPPNU Kudus

Penampang sawah inilah yang selalu mengiringi perjalanan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus tiap menghadiri agenda Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan, seperti saat mendatangi kegiatan Buka Bersama, Kamis kemarin (10/7).

Luas wilayah Kabupaten Kudus memang kecil dalam peta Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, jarak antarkecamatan pun mestinya cukup berdekatan. Namun jika dibanding dengan wilayah kecamatan lain di Kudus, letak Kecamatan Undaan tergolong cukup jauh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jalanan pun akan berubah total setelah masuk gang menuju pemukiman. Beda dengan jalan utama, kali ini jalanan yang membelah persawahan warga ini sungguh bergelombang tak rata, berdebu, panas, dan karenanya perjalanan menjadi lamban.

Kecamatan Undaan merupakan daerah paling selatan di Kudus, berbatasan dengan Purwodadi, Pati dan Demak. Namun kondisi geografis Kecamatan Undaan yang seperti ini tak lantas membuat kader malas berpartisipasi dalam wadah IPNU-IPPNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semangat para pelajar NU tersebut mendapat dukungan dari senior setempat. Anshori, salah satu alumni yang kini membina Ranting Kutuk sekaligus PAC Undaan, mengaku senang dapat berkontribusi dalam kegiatan. Ia pun meminta agar para kader mengabari alumni setiap mengadakan agenda. Lebih dari itu, kesiapan bantuan logistik juga ia ungkapkan.

“Baik pengurus Ranting hingga Cabang, kalau ada kegiatan, senior tetap dikabari. Semuanya harus tetap berumpun, jadi sering-seringlah sharing. Kalau perlu kami didatangi dan minta apa saja yang kalian butuhkan, insyaAllah bisa membantu. Butuh dana, beras, sekwintal juga boleh, datangi saja, tidak perlu sungkan, biar kami juga bisa ikut berjuang bersama. Kegiatan rutin yang diterima masyarakat itu harus tetap dilanjutkan,” ujar Anshori di depan peserta buka bersama.

Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus terpilih, menyatakan kebanggaannya terhadap semangat para kader Undaan. “Kudus, dalam wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten yang sempit. Nah, ini justru menjadi peluang kita agar semakin bersemangat berjuang di IPNU-IPPNU,” katanya saat sambutan.

“Dibandingkan Jepara, misalnya, Kudus lebih enak karena jarak masing-masing PAC dekat. Tapi antara Undaan dengan PAC lain di Kudus, lebih enak di PAC lain karena kondisi wilayahnya. Inilah yang membuat saya bangga dengan PAC Undaan, ternyata kadernya tetap bersemangat!” imbuh Joni.

Sambil mengenalkan para pengurus PC. IPNU yang juga hadir, Joni semakin mengungkapkan rasa bangganya kepada kader Undaan.

“Saya dengar, di desa Kutuk ada malam takbiran yang terbesar di Kudus. Jadi saya yakin, insyaallah pergaulan di daerah ini masih terjaga, dan karenanya bisa menjadi trendsetter (percontohan) IPNU-IPPNU di Kudus,” papar Joni melihat semangat yang indah di desa Kutuk.

PAC Undaan sendiri telah memiliki kader-kader unggulan yang juga aktif di kepengurusan baru PC.? Mereka adalah Mira Agustina (Bandahara Umum) dan Fauzul Khusnia (Waka IV bidang perekonomian) dari IPPNU, serta Ahmad Said (Waka IV bidang perekonomian) dan Abu Hasan Asy’ari (Komandan CBP) yang juga memimpin keredaksian majalah Pilar terbitan PC IPNU-IPPNU Kudus.

Acara ini merupakan pertemuan antara alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) bersama alumni Diklatama CBP dan KPP DKAC PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Undaan. Sebelum berbuka, Anshori yang juga mengajar di madrasah memberikan ceramah ihwal keistimewaan bulan Ramadlan. Pertemuan ini dilaksanakan di rumah Arif Rahmat, alumni Lakmud delegasi dari Ranting Kutuk. Pada lebaran nanti juga direncanakan silaturrahim ke dewan pembina dan alumni di Kecamatan Undaan. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Sejarah, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 17 Desember 2017

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Wakil Rais Aam PBNU KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus, menilai, pemerintah kepolisian, dan semua yang terkait dengan program pemberantasn korupsi, belum niat berantas korupsi.



Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

“Kejahatan korupsi jauh lebih dahsyat dari teror. Akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan bagi kemanusiaan. Kalau niat, pemerintah pasti segera membentuk Densus 99 Anti Teror,” sindir Gus Mus, usai berbicara dalam seminar seminar ”Revitalisasi Peran Agama dan Budaya sebagai Asas Pembangunan Karakter Bangsa” di Semarang, baru-baru ini.

“Nama Densus 99 hanya usulan saya agar mirip Densus 88 Antiteror. Lagi pula itu angka keramat bagi Umat Islam karena angka al-asmaul husna,” jelasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nilai strategis Densus tersebut, kata Gus Mus, untuk membuktikan kinerja Polri agar dipercaya masyarakat, juga mumpung Kapolrinya baru. Konsep dan aksinya tinggal meniru Densus 88 yang sukses.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

”Densus 99 tinggal meniru model Densus 88. Menangkap koruptor tanpa ampun. Jika perlu menembak di tempat seperti jika menggerebek terduga teroris. Masyarakat pasti akan mendukung Polri,” lanjutnya.

Jika ada yang mencibir Polri, atau meragukannya, kata Gus Mus, dibiarkan saja. Itu hal biasa yang pasti muncul setiap ada badan baru yang dibentuk Polri. Dulu ketika Densus 88 dibentuk, awalnya juga banyak yang mencibir. Tapi lama-lama orang percaya dan memuji.

Menurut kiai yang juga dikenal sebagai budayawan ini, persoalan korupsi sangat menggurita. Densus yang dia usulkan bertugas membantu KPK memerangi kejahatan yang tidak biasa tersebut. Menumpas hingga ke akar-akarnya. Agar Indonesia terbebas dari keburukan dan bencana nasional.

Usulan Kyai Musthofa nini sebenarnya telah mendapat dukungan Ketua Umum PP Muhamamdiyah Din Syamsudin. Agustus lalu di Jakarta, Din meminta Polri tegas terhadap koruptor sebagaimana terhadap teroris. (moi).Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 13 Desember 2017

Keterlibatan Masyarakat dalam Pemilu, Perkuat Fungsi Kontrol terhadap Pemerintah

Bandarlampung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid menjelaskan bahwa pemilu dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil rakyat yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi dan kepentingan bersama dan dapat dilakukan dengan beberapa alternatif metode yang diatur undang-undang.

Keterlibatan Masyarakat dalam Pemilu, Perkuat Fungsi Kontrol terhadap Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Keterlibatan Masyarakat dalam Pemilu, Perkuat Fungsi Kontrol terhadap Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Keterlibatan Masyarakat dalam Pemilu, Perkuat Fungsi Kontrol terhadap Pemerintah

Penjelasan ini disampaikan Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung ini saat menjadi pemateri pada Workshop Kampanye Setara dan Damai dengan tema Kajian Kritis Tentang Makna para Tokoh Menyatakan Sebagai Calon Gubernur Sebelum ada Penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018? yang dilaksanakan oleh KPU Lampung di Hotel Emersia Bandarlampung, Rabu (15/11).

"Pemilu secara langsung dalam penetapan kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan jika disepakati oleh rakyat, terjamin kemaslahatannya serta terhindar dari mafsadat," jelasnya.

Pemilukada lanjutnya merupakan salah satu pembelajaran demokrasi bagi masyarakat daerah? untuk mewujudkan hak esensial individu yaitu kesamaan hak politik, dan kesempatan bagi setiap orang dalam pemerintahan daerah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Pemilukada langsung dimaksudkan untuk melibatkan partisipasi masyarakat secara luas, sehingga akses dan kontrol masyarakat? terhadap arena dan aktor yang terlibat menjadi sangat kuat," jelasnya.

Ketua Umum MUI Lampung ini juga menegaskan bahwa memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban. Oleh karena itu menyelenggarakan proses terwujudnya pemimpin hukumnya juga wajib.

"Dalam satu kaidah ushul fiqh disebutkan al-Wasaaili hukmul maqoosidi? (hukum sarana adalah sebagaimana hukum maksud yang dituju). Dalam kaidah lain juga disebutkan Maala yatimmul waajibu illaa bihi fahuwa waajibun (sesuatu kewajiban yang hanya bisa sempurna dengan melakukan sesuatu hal, maka sesuatu itu hukumnya wajib,"? ujarnya.

Segala peraturan yang terkait dengan proses memilih pemimpin juga harus ditegakkan. Namun, kalaupun memang belum ada aturannya ia mengatakan harus dilakukan dengan cara yang baik.

"Al-Ashlu fil Asyyai al-Ibahah, hatta yadulla addaliilu alaa tahriimihaa. Pada dasarnya segala sesuatu boleh, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 10 Desember 2017

GP Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Depan

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah akan menggelar konferensi wilayah (Konferwil) di Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo, Sabtu-Ahad (17-18/5) mendatang. Konferwil ini diikuti utusan resmi cabang dan anak cabang GP Ansor se-Jawa Tengah yang memenuhi ketentuan administratif.

GP Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Gelar Konferwil Akhir Pekan Depan

Sekretaris GP Ansor Kudus Suwindi mengatakan, kepastian konferwil ini tertuang dalam edaran yang dikirim GP Ansor Jateng kepada seluruh cabang dan anak cabangnya.

“Persyaratannya sangat banyak; SK kepengurusan masih aktif, pernah mengadakan pelatihan kader dasar (PKD) pada 2013, menunjukkan bukti sertifikat dan daftar hadir kegiatan PKD minimal 40 peserta,” sebut Suwindi kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa (6/5).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Melihat persyaratan demikian, Suwindi memprediksi banyaknya anak cabang Ansor yang tidak bisa menjadi peserta. Sebab, meskipun SK kepengurusan masih aktif, sebagian anak cabang GP Ansor belum mengadakan PKD pada 2013.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Tetapi kita menunggu verifikasi dari pimpinan wilayah saja, PAC GP Ansor mana nanti yang lolos sebagai peserta resmi konferwil,” ujarnya.

Konferwil ? Ansor Jateng yang untuk kali pertama melibatkan unsur PAC sebagai peserta ini, akan mengagendakan berbagai pembahasan laporan pertanggungjawaban GP Ansor Jateng di bawah kepemimpinan Jabir Al-Faruqi , perumusan program kerja, dan pemilihan ketua baru GP Ansor Jateng.

Panitia penyelenggara rencananya memeriahkan konferwil dengan diskusi publik, pasar murah, dan pagelaran wayang kulit. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tegal, Olahraga, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 13 November 2017

Pengertian Malam lailatul Qadar

Berdasarkan keterangan al-Quran dan al-Sunnah, disebutkan bahwa dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam yang indah itu disebut Lailatul Qadar atau malam kemuliaan. Bila seorang muslim mengerjakan kebaikan-kebaikan di malam itu, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 83 ? 84 tahun.

Malam indah yang lebih baik dari seribu bulan itu adalah malam yang penuh berkah, malam yang mulia, dan memiliki keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Syaikh Muhammad Abduh memaknai kata "al-Qadar" dengan kata "takdir". Ia berpendapat demikian, karena Allah s.w.t, pada malam itu mentakdirkan agama-Nya dan menetapkan khittah untuk Nabi-Nya, dalam menyeru umat manusia ke jalan yang benar. Khittah yang dijalani itu, sekaligus melepaskan umat manusia dari kerusakan dan kehancuran yang waktu itu sedang membelenggu mereka. (hasbi Ash-Shiddieqy, 1996:247)

Kata "al-Qadar" diartikan juga "al-Syarf" yang artinya mulia (kemuliaan dan kebesaran). Maksudnya Allah s.w.t, telah mengangkat kedudukan Nabi-Nya pada malam Qadar itu dan memuliakannyadengan risalah dan membangkitkannya menjadi Rasul terakhir. Mengenai hal ini diisyaratkan dalam surat al-Qadar. Bahwa malam itu adalah malam yang mulia, malam diturunjannya al-quram sebagai kitab suci yang terakhir. Surat al-Qadar itu lengkapnya sebagai berikut:

Pengertian Malam lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian Malam lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian Malam lailatul Qadar



? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sesungguhnya aku telah menurunkan al-quran pada malam lailatul qadar, tahukah kamu "apa itu lailatul qadar?", lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh qudus (malaikat jibril) dengan idzin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Baqarah,97: 1-5)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari ayat tersebut, maka jelaslah lailatul qadar adalah malam yang memiliki keistimewaannya sediri disbanding dengan malam-malam yang selainnya. Dan apabila malam itu digunakan untuk ibadah kepada Allah SWT, maka ia akan mendapatkan pahala berlibat ganda satu berbanding seribu amal kebajikan (ibadah) yang dilakukan di selain malam lailatul qadar.

Sedangkan keagungan dan keistimewaan malam Qadar pada dasarnya terletak dalam dua kemuliaan, yaitu turunnya al-quran dan turunnya para malaikat dalam jumlah yang besar, termasuk di dalamnya malaikat Jibril. Para malaikat turun di malam itu dengan cahaya yang cemerlang penuh kedamaian dan kesejahteraan. Kedatangan mereka adalah untuk menyampaikam ucapan selamat kepada orang yang yang melaksanakan puasa Ramadhan dan melaksanakan ibadah lainnya. Kemuliaan turunnya al-quran, merupakan hari yang agung dan bersejarah, turunnya kitab suci itu merupakan titik awal dimulainya suatu kehidupan "Dunia Baru" yang terlepas dari kesesatan dan kedzaliman, menuju kebenaran yang hakiki. (Pen. H. Syaifullah Amin / Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 12 November 2017

17 Banser Kota Bandung Digembleng di Gunung Bongkok

Sumedang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung mengadakan pendidikan dan pelatihan khusus (Diklatsus) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Gunung Bongkok, Kecamatan Dayeuh Luhur, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Ahad (12/5). Sekitar 17 Banser digembleng pada Diklatsus tersebut.

17 Banser Kota Bandung Digembleng di Gunung Bongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
17 Banser Kota Bandung Digembleng di Gunung Bongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

17 Banser Kota Bandung Digembleng di Gunung Bongkok

Tujuh belas pasukan berjalan kaki sejauh 8 km menjelajah dan mendaki gunung sebagai bentuk napak tilas para raja dan pejuang kemerdekaan. Pada kesempatan tersebut mereka sempat menziarahi makam raja-raja Sumedang Larang dan Pajajaran. Makam yang diziarahi di antaranya, Prabu Geusan Ulun dan Maha Patih Jaya Perkasa.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Bandung Aa Abdul Rozak, memaknai 17 peserta sebagai tabaruk 17 rakaat melaksanakan shalat 5 waktu sehari semalam. “Dengan filosofi 17, pasukan itu meyakini membela ulama dan bangsa merupakan fardhu ain,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelumnya, kata Rozak, 17 pasukan tersebut telah ditempa latihan tenaga dalam selama 3 bulan, dilaksanakan seminggu 2x di kediaman sesepuh Banser Kota Bandung H Agus Syam. “Beliau termasuk pelaku sejarah Banser waktu membantu negara melawan para pemberontak,” terangnya.  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Rozak, pasukan 17 tersebut membentuk grup Korp Komando Pasukan Khusus Banser Kota Bandung. Mereka memilki tugas lebih dibanding Banser lain, yaitu siap kapan dan dimana pun ditugaskan organisasi untuk mengwal ulama dan negara. “Komando Pasukan Khusus Banser Kota Bandung menjadi pasukan siap lahir dan batin membela ulama dan bangsa kapanpun,” tegasnya.

Turut serta pada penggemblengan pasukan itu, Komandan Satkorcab Banser Kota Bandung, Mahmud dan sesepuh Banser Kota Bandung Ir.H.Agus Syam. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Humor Islam, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 11 November 2017

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa

Sumedang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengurus Jamiyyatul Qurro Wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang mengadakan sema’an Al-Quran dengan tokoh masyarakat, santri, kiai, umara di Madrasah Nurul Hidayah Desa Cinulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, Ahad (6/3). JQHNU Sumedang tengah menggalakan sema’an Al-Quran untuk memperkenalkan diri di tengah masyarakat.

Para peserta yang hadir berjumlah 70 orang yang berasal dari berbagai kalangan. Mereka semua sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa

Kegiatan tersebut digunakan juga sebagai sarana untuk sosialisasi dan konsolidasi banom JQH. Ketua JQHNU Sumedang Ahmad Jauharudin mengutarakan, "Masih banyak masyarakat di Sumedang yang belum kenal dengan banom JQH. Dengan adanya kegiatan semaan Al-Quran di daerah-daerah seperti ini mudah-mudahan masyarakat jadi mengetahui keberadaan dan fungsi JQHNU".

Kegiatan ini diadakan untuk mempersiapkan pembentukan pengurus PAC JQHNU di Kecamatan Cimanggung.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Banom JQHNU di Sumedang harus terus berkembang sampai ke tingkat daerah. Pembentukan pengurus PAC JQHNU merupakan bentuk pengembangan organisasi," tegas Jauharudin.

Kegiatan semaan Al-Quran ini diharapkan bisa menarik masyarakat untuk lebih mencintai Al-Quran. Selama ini pengurus JQHNU Sumedang masih terus concern membina para qari/qari’ah dan hafidz/hafidzah yang ada di Sumedang. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nasional, Pendidikan, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 06 November 2017

Lakpesdam Jombang Ajak Masyarakat Tanggap Bencana

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lakpesdam NU Jombang mengajak masyarakat untuk siap menghadapi bencana alam. Kabupaten Jombang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin putting beliung.

Lakpesdam Jombang Ajak Masyarakat Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Jombang Ajak Masyarakat Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Jombang Ajak Masyarakat Tanggap Bencana

“Kita harus bisa memetakan daerah yang berpotensi terjadi bencana baik bencana banjir, kekeringan atau karena angin putting beliung,”ujar Ketua Lakpesdam NU Jombang, Hasbiyallah Darajat saat menggelar Rembug warga memetakan potensi bencana membangun komitmen bersama di Hotel Yusro, Kamis (20/12).

Dalam kegiatan pemetaan potensi bencana kemarin, hadir Anggota DPRD, Solihin Rusli, Sudarmawan dari BPBD , Wicaksono SP dari Bappeda, Bambang Dwijo dari Dinas PU, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertamanan, Rene Picasso Manopo Manajer Program Penguruangan Bencana dan spesialis tanggap bencana serta perwakilan ormas dan relawan tanggap bencana di kabupaten Jombang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sudarmawan dari BPBD mengatakan, Pemetaan Wilayah Potensi Bencana Kabupaten Jombang;  menjadi sangat penting ketika kita hendak melakukan penanggulangan bencana. “Peta yang ada di kami adalah peta berdasarkan kasus yang telah terjadi, dan peta ini penting untuk melakukan tindakan,”ujarnya.

Senada  dikatakan Wicaksono, upaya penanganan dan pengurangan risiko bencana secara kompresensif menjadi hal yang urgen, dimana hal itu sangat membutuhkan Komitmen bersama semua pihak. ”Semuanya harus terlibat, bukan hanya pemerintah saja,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dikatakannya, dalam penanganan bencana ada pergeseran paradigma. Diantaranya adalah penanganan bencana tidak lagi berfokus pada aspek tanggap darurat, namun lebih pada keseluruhan manajemen risiko.

Perlindungan masyarakat dari ancaman bencana oleh pemerintah merupakan wujud pemenuhan hak azasi rakyat, namun bukan semata-mata kewajiban pemerintah. “Penanganan bencana bukan lagi menjadi tanggung jawab Pemerintah, namun menjadi urusan bersama masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Bambang Dwijo dari Dinas PU, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertamanan mengatakan, fenomena seringnya terjadi bencana, baik Longsor, Banjir, Gempa, tsunami, Putting beliung, jelas  menimbulkan kerugian yang besar seperti korban meninggal, hilangnya harta benda, kerusakan lingkungan permukiman beserta sarana prasarana penunjang kehidupan manusia dan aktivitasnya. 

“Ini menunjukkan adanya Indikasi kuat terjadinya ketidakselarasan dalam pemanfaatan ruang, yaitu antara  manusia dengan kepentingan ekonominya dan alam dengan kelestarian lingkungannya,” ujarnya.

Di kabupaten Jombang daerah yang rawan bencana dinataranya adalah, Bareng, Wonosalam, Mojowarno, Mojoagung, Sumobito, Kabuh, Kudu dan Plandaan daerah ini rawan bencana seperti erosi dan tanah longsor,  karena faktor kemampuan tanah, terutama kemiringan tanah, curah hujan dan penutup tanah.

Beberapa daerah juga rawan bencana banjir diantaranya wilayah Mojoagung karena wilayah ini menjadi pertemuan 3 sungai yakni sungai  Gunting, Catakgayam, Jiken.  Banjir juga sering terjadi di Kecamatan Kesamben, Tembelang, Megaluh, Peterongan, Jombang, Bandarkedungmulyo, Sumobito, Mojoagung, Gudo, Jogoroto, Mojowarno, dan Diwek. Luas kawasan rawan banjir 1.585,72 Ha. 

Disamping itu, wilayah utara sungai Brantas yang menjadi langganan  banjir akibat luapan sungai Marmoyo adalah di kecamatan Plandaan, Ngusikan, Kudu dan  Ploso.

Sedangkan wilayah rawan bencana akibat angin puting beliung adalah Kecamamatan Bandarkedungmulyo meliputi  Desa Mojokambang Dusun. Mojotengah, Kemendung, Krembung, Wonorejo. Kecamatan Perak meliputi Desa Plosogenuk,  Desa Kalangsemanding dan Desa Glagahan kemudian.  Kecamatan Ngoro diantaranya  Desa Genukwatu, Desa Ngoro Desa Sugihwaras, Desa Gajah, Kauman, Dusun. Genggeng, Desa. Rejoagung.. Sementara untuk Kecamatan Tembelang. bencana alam akibat angin ini ribut ini sering terjadi di Desa Gabusbanaran,. Sentul desa  Pesantren.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 05 November 2017

Syekh Amin Al-Jailani: Ada Malaikat Khusus Dengarkan Orang Bershalawat

Bogor, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syekh Amin Aduhaby Al Jailani, keturunan ke-22 Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, mengungkapkan bahwa kemerdekaan Indonesia yang ke-71 tahun ini bisa dicapai bangsa Indonesia salah satunya karena umat Islam selalu melakukan dzikir dan shalawat. Masyarakat Muslim Indonesia dekat dengan Allah, yang berdoa sejak masa-masa perjuangan sehingga mencapai kemerdekaan pada tahun 1945.

Syekh Amin Al-Jailani: Ada Malaikat Khusus Dengarkan Orang Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Amin Al-Jailani: Ada Malaikat Khusus Dengarkan Orang Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Amin Al-Jailani: Ada Malaikat Khusus Dengarkan Orang Bershalawat

“Saya berpesan, jagalah majelis dzikir dan majelis shalawat. Seringlah melakukan dzikir untuk mengingat Allah. Barangsiapa ingat Allah, Allah akan mengingatnya, Allah akan menolong dan membantu hambanya. Dengan dzikir, hati menjadi tenang, dan datang ke majelis ini akan menenangkan hati,” jelas Syekh Amin Aduhaby Al-Jailani ketika menyampaikan pidato di depan ribuan jamaah Pondok Pesantren Al Falak Bogor (21 Agustus 2016).

Ia mengajak umat Islam untuk selalu ingat kepada Allah di mana saja, ketika sadar maupun tidak. Karena ada sebuah hadits yang menyatakan, suatu ketika sahabat bertanya tentang shalawat, dan dijawab bahwa barangsiapa shalawat sekali Allah akan membalas 10 kali. “Ada malaikat yang khusus mendengarkan shalawat kemudian disampaikan pada Nabi Muhamamd. Ketika sampai pada Nabi, maka Nabi pun berdoa kepada Allah untuk mengampuni orang yang bershalawat tersebut. Orang yang membaca shalawat akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” ujar Syekh Amin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di awal pelaksanaan acara, para jamaah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti dengan shalawat dan dzikir bersama. Dalam kesempatan ini Syekh Amin memberikan ijazah berupa dzikir dan wirid kepada ustadz, kiai dan para hadirin yang hadir. Dzikir yang diberikan oleh Syekh Amin sebagai keturunan Syekh Abdul Qadir Jailani diterima oleh para hadirin dengan penerimaan yang baik.

Sementara itu putranya, Syekh Ibrahim Al Jailani, memimpin shalawat burdah yang diikuti oleh ribuan santri dengan penuh kehusyuan diiringi musik marawis dari Pesantren Al Falak. Sesekali Syekh Ibrahim memercikkan air ke para santri yang disambut dengan antusias dan teriakan “Allahu Akbar”.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syekh Ali Badri dari Jawa Timur yang hadir dalam acara ini sekaligus juga menjadi penterjemah khutbah Syekh Amin mengungkapkan bahwa awal kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari peran santri dan para ulama di Nusantara. Menurutnya, majelis malam ini adalah bagian dari upaya untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia, karena santri paling berhak untuk ikut serta mensyukuri kemerdekaan sebab perannya penting dan krusial dalam upaya kemerdekaan Indonesia.

KH Tubagus Agus Fauzan, Pimpinan Pesantren Al Falak Pagentongan memberikan ijazah dzikir kepada para jamaah yang hadir ketika melaksanakan dzikir bersama di dekat makam Mama Falak. Dzikir pesantren Al Falak ini bisa digunakan untuk berdoa tiap hari.

Acara ini digagas oleh KH Tubagus Agus Fauzan, Ketua Umum Yayasan Al Falak Pagentongan yang mendapat ijazah langsung dari Syekh Amin Al Jailani dan diberi hak untuk mengijazahkan dzikir Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah.

Sekretaris Yayasan Al Falak Achmad Ubaidillah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wasilah dari KH Agus Fauzan sebagai penerus Abah Falak sebagai Mursyid Tariqah Qadiriyah Naqsabandiyah sehingga bisa dipertemukan dengan Syekh Amin sehingga bisa bertemu untuk kedua kalinya.

Sebagai perwakilan dari Pesantren Al Falak, KH Ahmad Hasbullah menyampaikan terima kasih atas kedatangan Syekh Amin dan putranya dan pada ribuan hadirin yang mendhadiri acara Dizikir Akbar ini. Acara ini dihadiri oleh Acara ini dihadiri pula oleh Rois Suriah NU Kota Bogor KH Fuad Fikti, dan Ketua Pimpinan Cabang NU Bogor KH. Romdhoni, para jamaah dari sekitar Jabotabek, perwakilan pemerintah daerah, Kepolisian dan TNI, serta masyarakat sekitar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 23 Oktober 2017

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Banyumas, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Menggeliatnya karya sastra yang semakin banyak bertebaran di dunia maya, di facebook, blog atuau pun situs-situs web lainya, yang lebih banyak bercerita tentang hiruk pikuk perkotaan atau berlatar belakang urban dan lebih bersifat lebih universal mengakibatkan semakin sedikitnya karya-karya sastra yang bersetting kehidupan lokal. 

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Sastra Rindu Karya Sastra Lokal

Ahmadun Yosi Hervanda, Wartawan senior asal Jakarta mengungkapkan hal tersebut dalam acara Sarasehan dan Pertunjukan Sastra Banyumas Besar, Sabtu (29/7) malam di Rumah Makan Selera Roso Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut Ahmadun, dunia sastra kini merindukan sosok penulis sastra yang ber-setting lokal, atau bercerita tentang lokalitas. "Dunia sastra merindukan penulis sastra lokal, bukan hanya sastra yang bersifat urban," katanya. 

Lokalitas yang dikemas dengan teknik penulisan yang baik akan terlihat lebih menarik dan mempunyai daya tarik tersendiri, "Itu lebih mudah ditulis pada karya sastra cerpen ataupun novel yang bersifat cerita," lanjutnya. 

Tapi, imbuh Ahmadun, meskipun mengangkat tema lokalitas, kita tidak boleh mengabaikan Jakarta, Jakarta tetap menjadi bagian yang penting karena terkait dengan obsesi penulis agar mendunia atau menasional. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Apa cukup hanya menjadi penulis lokal," pangkasnnya. 

Acara sarasehan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Komunitas Sastra Getek Artinspiration Ajibarang tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagi komunitas sastra se-Kabupaten Banyumas. 

Tampak hadir Camat Ajibarang Eko Heru Surono, Wanto Tirta Persiden Geguritan Banyumas, Jarot C Setyoko, Riswo Mulyadi, Amin Rohman dan para penyair Banyumas lainya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Pahlawan, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 19 Oktober 2017

Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia

Dalam kitab Irsyâdul Ibâd dikisahkan, suatu hari seorang laki-laki menjamu Sufyan ats-Tauri dan kawan-kawannya. Lantas ia berkata kepada istrinya, "Berikanlah hidangan padaku hidangan yang kamu bawa dari haji yang kedua, bukan haji yang pertama."

Orang yang cermat akan segera tahu, pesan apa di balik lelaki itu berkata demikian. Si lelaki di satu sisi sedang memerintahkan sang istri menyuguhkan hidangan, tapi di sisi lain sekaligus memamerkan ke orang-orang di sekitarnya bahwa ia telah berhaji dua kali.

Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia

Dalam ilmu balaghah, laki-laki ini memang sedang melontarkan kalam insya (thalabi), yakni berupa perintah kepada istrinya, namun di saat bersamaan terkandung maksud terselubung mengungkapkan kalam khabar (informasi) tentang prestasi ibadah kepada para tamunya. Secara tersurat memerintah, tapi secara tersirat memamerkan sebuah kebanggaan.

Lalu, apa respon Sufyan at-Tsauri terhadap lelaki yang pamer itu?

"Sungguh kasihan orang ini. Dengan perkataannya itu dia telah menghapus pahala dua hajinya. Semoga Allah menyelamatkan kita dari riya," kata ulama alim dan zuhud yang wafat pada 778 M ini.

Pernah suatu kali Rasulullah menerima pertanyaan dari seorang laki-laki yang datang kepada beliau, "Apa itu keselamatan pada hari esok (hari Kiamat)?"

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Ketika kamu tidak menipu Allah," jawab Rasulullah.

"Bagaimana kita menipu Allah?"

"Yaitu ketika kamu menunaikan perintah Allah dan rasul-Nya namun kamu bertujuan untuk selain ridha Allah. Berhati-hatilah dari riya karena sesungguhnya ia termasuk kategori syirik kepada Allah," balas Nabi lagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Demikian disampaikan dalam hadits riwayat Adz-Dzahabi. Hadits ini melanjutkan sabda Nabi bahwa kelak di hari Kiamat orang-orang riya dipanggil di hadapan orang banyak dengan empat nama: "wahai orang kafir", "wahai orang durhaka (fâjir)", "wahai orang cedera (ghâdir)", dan "wahai orang merugi (khâsir)".

Perbuatan orang riya tersebut, jelas Nabi, sesat dan pahalanya pun musnah, sehingga ia tak memiliki bagian apa-apa di hari Kiamat. Selanjutnya diseru kepadanya, "Ambillah pahala dari orang-orang yang menjadi tujuan amalmu, wahai penipu diri sendiri." 

Dalam kitab Irsyâdul ‘Ibâd pula diceritakan bahwa seorang imam ditanya tentang siapa orang yang disebut ikhlas. Ia jawab, "Orang yang merahasiakan kebaikannya sebagaimana menyimpan kejahatannya."

Wallahu alam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 12 September 2017

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para petani kerap dilanda masalah klasik. Mereka tidak memiliki kekuatan. Ketidaktersediaan micro finance yang menopang mereka mulai dari proses penanaman hingga paska panen, adalah alasan utama. Ketidakberdayaan mereka dimanfaatkan oleh para pengijon dan rentenir yang meraup keuntungan dari keringat para petani.

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Ikut Selamatkan Petani dari Lintah Darat

“ISNU mencoba memotong mata rantai pengijon dan para lintah darat itu tadi,” ungkap Ali Masykur Musa, Ketua Umum ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, seusai acara penanaman perdana padi di Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (20/4) lalu.

Desa Ragas Masigit, Kec. Carenang adalah salah satu areal GP3K, (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi) yang diprogramkan BUMN untuk pengembangan dunia pertanian. Kec. Carenang adalah wilayah kantong pertanian terbesar di Kota dan Kabupaten Serang, Banten, tambah Camat Carenang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Problem klasik, petani biasanya tidak memiliki modal awal untuk penanaman. Celah ini membuka masuknya para pengijon dan rentenir untuk menjerat para petani. Pada sisi yang lain, kelangkaan pupuk menjadikan harga pupuk meningkat tajam. Serangan hama pun menjadi ancaman tersendiri. Lepas panen, harga padi anjlok.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Acara penanaman padi perdana di areal GP3K oleh ISNU diadakan persis di tengah sawah dengan bernaung tenda sederhana. Lebih 200 warga yang mayoritas petani, memadati tempat yang ada. Mereka tampak antusias mengingat acara ini berhubungan erat dengan nasib mereka.

Pertunjukan silat Cimande Cabang Carenang dan tabuhan rebana Permas (Persatuan Remaja Masjid) turut menghibur hati para hadirin. Atraksi Debus khas Banten antara lain bermain-main dengan senjata tajam tanpa luka sedikit pun, tak mau ketinggalan menyambut rombongan ISNU. Suguhan berupa penganan lokal, singkong, dan kacang rebus, keluar sebagai hidangan khas pedesaan.

ISNU bersama PT. Shang Hyang Seri, turun tangan untuk membina dan memproteksi para petani mulai dari proses penanaman hingga pemasaran paska panen. Uluran tangan semacam ini sangat dibutuhkan oleh para petani Indonesia. Mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi kendala-kendala dalam pertanian.

Self organizing, kemampuan mengorganisir diri sendiri bagi petani adalah target utama ISNU. Kemampuan mengatur diri sendiri adalah bekal dasar petani untuk menghapus ketergantungan mereka dari para pengijon dan lintah darat. Sementara, PT. Shang Hyang Seri siap meminjamkan 5 juta rupiah untuk tiap hektarenya.

Sedangkan pembayarannya menggunakan sistem ‘Yarnen’, pengembalian modal di masa panen. Pengembalian modal saat panen dibayar oleh petani tanpa bunga. Sistem Yarnen ini sangat efektif untuk memutus mata rantai pengijon dan lintah darat, tandas Ali Masykur Musa.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Pahlawan, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 11 September 2017

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Pekalongan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan menggelar buka puasa bersama anak anak yatim di Rumah Makan Selaras Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan, Kamis (1/8) kemarin.

Acara buka puasa sekaligus pemberian santunan kepada 50 anak yatim dihadiri jajaran Pengurus NU Kota Pekalongan dan puluhan tamu undangan berlangsung cukup khidmat.

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Ketua LAZISNU Kota Pekalongan Lukman Hakim Kamil kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan perdana Lazisnu sejak dibentuk enam bulan yang lalu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dikatakan, Sebagai lembaga baru yang dibentuk NU Kota Pekalongan, LAZISNU melakukan tugas utama di bidang penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah sekaligus menyalurkan kepada mereka yang berhak (mustahiq) dalam bentuk program NU Care berupa program tanggap darurat untuk kemanusiaan dan NU Smart berupa layanan beasiswa bagi para siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu.

Kegiatan santunan anak yatim yang digelar LAZISNU Kota Pekalongan merupakan bagian dari kegiatan Lazisnu Pusat yang menyantuni tidak kurang dari 5000 anak yatim di seluruh Indonesia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lebih lanjut dikatakan Lukman, di samping anak anak yatim yang diundang mendapatkan uang tunai, LAZISNU Kota Pekalongan juga memberikan bingkisan berupa paket sembako, sedangkan usai lebaran nanti pihaknya juga akan menyalurkan zakat dan infaq kepada anak anak sekolah yang tidak mampu dalam bentuk beasiswa.

Wajah wajah ceria dari anak anak yatim begitu nampak, bahkan sebelum buka puasa berlangsung, ustadz Hasan Suaidi yang memberikan tausiyah mengetes salah satu anak untuk mengucapkan do’a kepada otang tua, maka salah satu anak yang baru berusia 4 tahun dengan lancarnya melantunkan do’a yang diinginkan ustadz.

Usai buka puasa bersama, panitia bersama jajaran Pengurus NU Kota Pekalongan menyerahkan santunan dan bingkisan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Ahmad Rofiq yang hadir dalam acara santunan anak yatim mengatakan, kegiatan santunan yang digelar LAZISNU merupakan wujud nyata program NU peduli ummat. Meski belum banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya kepada Lazisnu, dirinya cukup optimis ke depan masyarakat yang menititipkan melalui Lazisnu akan terus bertambah.

PCNU beserta seluruh jajarannya akan secara terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang lembaga penghimpun dana umat LAZISNU, sehingga dana yang terhimpun dapat disalurkan lebih terarah, terprogram dan tepat sasaran. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pahlawan, Aswaja, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock