Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda

OKU Timur, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebanyak 150 aktivis PMII OKU Timur bersama BEM sejumlah kampus setempat turun di pertigaan Tugu Tani Martapura, Rabu (28/10) pagi. Mereka membagikan masker pelindung pernafasan kepada warga yang lalu lalang di jalan simpang tersebut.

Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Asap, PMII OKU Timur Berbagi Masker di Hari Sumpah Pemuda

Dalam aksi ini, tampak BEM Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP Nurul Huda), BEM STIT MU, dan BEM STIPER. Aksi ini diadakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Selain berbagi masker, mereka juga menggelar orasi ilmiah. Mereka menyampaikan keresahan mereka terkait kepemudaan dan situasi Indonesia saat ini terutama di sektor pendidikan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Semangat mahasiswa dan pemuda sangat luar biasa, namun perlu diingat bahwa perjuangan kita belum selesai. Masih banyak permasalahan yang perlu dituntaskan terutama akses pendidikan,” kata salah seorang aktivis PMII setempat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, kasus kabut asap ini benar-benar menjenuhkan dan membahayakan. Ia berharap pembagian masker ini dapat mencegah datangnya penyakit bagi masyarakat OKU Timur. (Nurul Huda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Samarinda, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hotel Bumi Senyiur Samarinda tampak ramai, Jumat (13/04) siang. Di dalamnya penuh dengan para aktivis NU dari berbagai daerah di Indonesia, berkisar 200-an orang. Mereka sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rembuk Nasional tentang Sumber Daya Alam yang ditangani oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Acara tersebut juga melibatkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBNNU) se-Indonesia.

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, pertemuan tersebut dimulai dengan pra-acara, yaitu penampilan Grup Habsyi Labaika Samarinda Sebrang. Puluhan Muslimat Samarinda tersebut mampu mencairkan suasana, melantunkan shalawat nabi dengan nada yang amat merdu. Tak sedikit hadirin yang tersihir olehnya, bahkan hadirin menyempatkan diri memotret sekaligus mengabadikan penampilan Grup Habsyi melalui video klip.

Penampilan Grup Habsyi cukup lama, berkisar sejam. Ketika jam menunjukkan pukul 14.30, MC membacakan susunan acara. Bersamaan dengan itu, ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj telah hadir di tengah-tengah hadirin. Tampak mendampingi kang Said beberapa pengurus PBNU, seperti Prof Maksum, H Marsudi Syuhud, dan ketua PWNU Kalsel HM Rasyid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaktur     : Mukafi Niam



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, News, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 24 Januari 2018

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hingga saat ini, pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan dan keagamaan yang berjasa besar dalam menanggulangi geliat sindikat narkoba. Sistem pembinaan dan kedisiplinan di dalamnya menjadi ruh untuk meredam serangan barang haram tersebut.

Demikian penegasan Sekjen Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Ra Ghufron saat sharing kenarkobaan di Depot Andayani, Pamekasan, Selasa malam (13/9). Dikatakan, dalam menanggulangi narkoba, pesantren harus jadi percontohan.

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan

"Sindikat narkoba sekarang bergerak kian bebas. Penegakan hukum kita masih lemah. Bahkan, aparat penegak hukum terindikasi menjadi bagian dari sindikat narkoba," terang Ra Ghufron.

Menurutnya, berbagai ruang kehidupan masyarakat dalam sasaran narkoba. Termasuk ruang lingkup lembaga pendidikan.

"Lembaga-lembaga pendidikan berpotensi besar jadi lumbung peredaran narkoba. Sehebat seperti apapun sistem pendidikannya, kalau tidak mengantisipasi serangan narkoba, itu sangat bahaya," ujar Ra Ghufron.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk hal itu, tambahnya, sekolah-sekolah bisa mencontoh pesantren yang betul-betul menyentuh kehidupan anak didik (santri) secara utuh. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama, Hikmah, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Direktur Ekskutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai peningkatan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hampir 100 persen pada pemilu legislatif 2014 merupakan efek dari dukungan Nahdlatul Ulama.

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat: Peningkatan Suara PKB karena “Efek NU”

"Peningkatan suara PKB, bukan karena efek Rhoma Irama, tapi efek dukungan NU. Karena, hasil survei, elektabilitas Rhoma itu rendah," kata Muhammad Qodari ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis.

Menurut Qodari, peningkatan suara PKB dari sekitar lima persen pada pemilu legislatif 2009 menjadi 9,5 persen berdasarkan hasil hitung cepat pada pemilu legislatif 2014, menunjukkan berkumpulnya kembali kaum nahdliyin ke partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Qodari menegaskan, NU berperan penting penting pada PKB, karena NU yang melahirkan PKB, pada era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"NU adalah organisasi keagamaan sangat besar. Karena, sekitar 30 persen penduduk muslim Indonesia adalah warga NU," katanya.

Qodari menilai, berkumpulnya aspirasi politik warga NU di PKB hingga perolehan suaranya meningkat hampir 100 persen, berkat orkestrasi Muhaimin yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang ada.

Menurut dia, Muhaimin mau mengalah dan memberi tempat besar pada sosok seperti Rhoma Irama dan Ahmad Dani pada kampanye-kampanye, memberikan tempat kepada pemilik sebuah maskapai penerbangan Rusdi Kirana dengan dukungan sumber dayanya, serta ketokohan Mahfud MD dan Jusuf Kalla yang banyak menjadi sumber pemberitaan.

"PKB juga memanfaatkan potensi ketokohan Said Aqil Siroj (Ketua PBNU) yang ditampilkan dalam iklan-iklan resmi PKB," katanya.

Merujuk dari hasil analisa perolehan suara partai politik dari Exit Poll Kompas, faktor Nahdhiyin memang begitu dominan dalam kontribusi peningkatan perolehan suara PKB. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, Pahlawan, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Nganjuk, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Perjalanan hari ketiga Kirab Resolusi Jihad NU 2016 memasuki Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/10). Pondok Pesantren Miftahul Ula Nglawak Kertosono didatangi Tim Kirab. Tim kirab tiba di pesantren yang didirikan KH Abdul Kodir Al-Fatah dan telah berusia 92 tahun itu sekira pukul 22.00.

Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wahid Badrus berkenan menyampaikan kata sambutan. Menurut Mustasyar PCNU Nganjuk ini, peringatan Hari Santri Nasional yang diisi salah satunya dengan Kirab Resolusi Jihad membuka mata pemerintah dan anak bangsa tentang semangat membela bangsa.

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Semangat yang melahirkan Resolusi Jihad pada dasarnya timbul karena suatu bangsa yang memasuki wilayah bangsa lain pasti menimbulkan kerusakan di wilayah negara yang dimasukinya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Wahid menyinggung hal tersebut seperti kisah Ratu Saba setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman, di mana Ratu Saba bersabda “Masuknya suatu bangsa ke sebuah negeri akan berbuat kerusakan di dalam negeri.”

Kiai Wahid memandang resolusi tidak saja relevan pada masa perjuangan tahun 1945, tetapi kiranya menjadi semangat motivasi dan inspirator untuk menjadi manusia yang cinta kepada Indonesia, setia NKRI dan komitmen yang telah diputuskan dalam UUD 1945.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di Indonesia ini ada satu buku karangan KH Saifudin Zuhri berjudul Orang-orang dari Pesantren. Dalam buku tersebut, digambarkan betapa para ulama mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap negara, saat terjadi cengkraman penjajahan dari Jepang dan Belanda. Dalam buku itu disebut pula peran para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Kiai Wahid memandang peringatan Hari Santri Nasional, pelaksanaannya perlu didukung oleh pemerintah pada waktu mendatang. Karena itu ia berpesan kepada PBNU untuk mendorong pemerintah agar setiap Pemda di Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Santri, bukan hanya NU yang bergerak sendiri.

Pesan kedua, pantas sekali bahwa para kiai dan ulama kebih dihargai oleh negara. Memang beberapa ulama telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Namun nyatanya masih banyak Kiai dan ulama yang dipandang sebelah mata oleh negara.

Kepada generasi muda dan santri, ia berpesan kepada mereka agar mempelajari sejarah. Sosok seperti Gus Dur atau KH Saifudin Zuhri dan tokoh lainnya dapat dijadikan inspirasi dan motivasi untuk berbuat bagi bangsa dan negara.

Selanjutnya generasi muda juga harus berjuang demi agama dan NU. Dalam rangka itu, NU struktural dan kultural harus bersatu.

"Melalui NU struktural kita rajut kerja sama dengan pemerintah. Melalui NU kultural kita rajut kerja sama dengan masyarakat. Mari kita rajut untuk kehidupan yang lebih baik," pungkas Kiai Wahid.

Mengakhiri upacara penyambutan, KH Jamaludin Abdullah memimpin doa sebelum akhirnya tim meneruskan perjalanan ke Pesantren Lirboyo Kediri. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Internasional, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 16 Desember 2017

Saran Lakpesdam PBNU soal Gejala Radikalisme di Instansi Negara

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad mengaku tidak kaget dengan munculnya gejala intoleransi dan radikalisme di kalangan profesional Indonesia, baik yang bekerja di sektor swasta maupun yang bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Saran Lakpesdam PBNU soal Gejala Radikalisme di Instansi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran Lakpesdam PBNU soal Gejala Radikalisme di Instansi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran Lakpesdam PBNU soal Gejala Radikalisme di Instansi Negara

“Saya tidak kaget soal ini,” kata Rumadi menanggapi hasil survei Alvara di Hotel Sari Pan Paific Jakarta, Senin (23/10).

Alvara melakukan survei terkait sikap dan pandangank kelas menangah dengan melibatkan 1200 responden profesional yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai BUMN, dan profesional swasta. Hasilnya, enam belas persen dari total responden yang menginginkan Indonesia menjadi negara Islam atau khilafah.

Menurut Dosen UIN Sayarif Hidayatullah Jakarta itu, merembesnya intoleransi di kalangan profesional disebabkan oleh keteledoran masyarakat Indonesia dalam mengawal ideologi Pancasila. 

“Rekrutemen aparatur sipil negara di kementerian-kementerian selama ini tidak memperhatikan ideologi kebangsaan (yang direkrut),” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menyesalkan, respon pemerintah terhadap intoleransi dan radikalisme yang berkembang di lingkungan instasni pemerintahan tersebut masih bersifat sporadis. Tidak ada upaya serius yang dilakukan pemerintah untuk menumpas pegawai yang memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Oleh karena itu, Rumadi berharap, pemerintah seharusnya merancang rencana strategis untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kemenag, Kemendikbud, Kemenristekdikti, dan BNPT semestinya bekerja bersama-sama untuk menyikapi persoalan tersebut.

“Sehingga terbentuk rencara startegis nasional dan peta besarnya,” ucapnya.

Mewaspadai media sosial

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rumadi menerangkan, media memiliki peran yang sangat penting dalam memasarkan ideologi, termasuk ideologi intoleransi dan radikalisme. Naasnya, media sosial adalah sumber utama bagi generasi milenial dalam mencari sebuah informasi.

Maka dari itu, Rumadi mengingatkan agar belajar agama kepada orang yang memiliki otoritas keilmuan, bukan dari orang yang tidak memiliki otoritas keilmuan atau bahkan dari internet. 

“Orang yang memiliki otoritas adalah orang yang memiliki sanad keilmuan,” tuturnya.

Selain itu, orang yang memiliki sanad keilmuan seharusnya lebih aktif dalam berdakwah sehingga orang yang mencari informasi seputar keagamaan benar-benar tercerahkan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Habib, News, Ubudiyah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur

Cianjur, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Nadir Muharam (25) memimpin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia terpilih setelah digelar Konferensi Cabang (Konfercab) XVII di Pondok Pesantren Al-Ittihad, pada Sabtu-Ahad, (16-17/2).

Nadir adalah santri Pesantren Al-Ittihad, juga lulusan STKIP Siliwangi Bandung. Ia aktif di IPNU di dua periode. Sebelumnya, ia adalah Wakil Ketua IPNU.

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur

Mantan Ketua IPNU Cianjur 2001-2012, Ujang Syahid Damanhury, berharap Nadir meneruskan kaderisasi yang sudah berjalan, serta mendirikan PAC-PAC di wilayah Selatan. “Itu PR Nadir. Ada sekitar 10 PAC yang belum terbentuk,” ujarnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa, (19/2).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari 30 kecamatan di Cianjur, kecamatan-kecamatan wilayah selatan yang jauhnya 60 km dari pusat kota, merupakan daerah yang susah diakses.

Syahid menambahkan, Nadir cukup mampu untuk memimpin IPNU Cianjur karena ia sudah berkecimpung di dalamnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konfercab yang dihadiri 300 pelajar dan santri tersebut dibuka Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, MM. Ia mengatakan, kader-kader IPNU agar lebih kuat dan konsisten dalam perjuangan Ahlu Sunnah wal-Jamaah,

Ia juga mengajak untuk menanamkan semangat perjuangan pelajar karena ke depan tantangan pelajar, remaja, pemuda yang cukup berat. Serta bekerjasama dengan pemerintah daerah demi tercapainya Cianjur yang cerdas dan berakhlaqul karimah.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PCNU dari tanfidziyah, syuriyah, lembaga, lajnah, banom, BKPRMI, KNPI, dan OKP.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Fatayat NU Mojogedang Bentuk Kepengurusan Baru

Karanganyar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Setelah beberapa tahun vakum dari berbagai aktivitas keorganisasian, Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, akhirnya membentuk kepengurusan baru guna menghidupkan kembali jalannya organisasi.

Sebanyak 33 perwakilan Pimpinan Ranting Fatayat dari masing-masing desa berkumpul di rumah seorang anggota Fatayat di Desa Ngobaran Pojok Mojogedang Karanganyar, Sabtu (21/11).

Fatayat NU Mojogedang Bentuk Kepengurusan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Mojogedang Bentuk Kepengurusan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Mojogedang Bentuk Kepengurusan Baru

Setelah melakukan pemilihan ketua berdasarkan voting, terpilihlah Fitri Rahmawati sebagai ketua didampingi Ririn Setyowati sebagai wakilnya. Sementara Aida dan Dwi Fatmawati menjadi sekertaris dan bendahara.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadir pula dalam kesempatan tersebut ketua PAC Muslimat Mojogedang Nyai Umi Kultsum beserta jajaran pengurus lain. Dalam sambutannya, Umi Kultsum mengaku kehadirannya ialah untuk mengantarkan kader-kader Fatayat dari desanya.

“Setelah kepengurusan terbentuk, sementara kegiatan Fatayat masih boleh bergabung dengan Muslimat hingga pengurus baru benar-benar siap melaksanakan program kerjanya,” ucapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Fitri selaku ketua terpilih menyatakan, sebelum pertemuan ini pihaknya memang sudah berkerja keras mengumpulkan kader Fatayat, selain mengedarkan undangan ke masing-masing desa, ia juga sowan kepada kiai dan tokoh masyarakat setempat guna meminta kedernya untuk dimasukkan Fatayat. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ubudiyah, Halaqoh, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 09 Desember 2017

Kapan Nyusul?

Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.

Ketika menyajikan makanan, ia bertemu dengan tetangganya Mbah Wiro dan bertanya, “Kar kapan nyusul nikah?”

Bakar menjawab, “Segera mbah”.

Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nyusul?

Keesokan harinya Bakar mendapat undangan pernikahan di tetangga kampungnya, dan saat ia hadir lagi-lagi bertemu Mbah Wiro dan bertanya, “Kapan nyusul?”

Bakar  menjawab, “Besok mbah.”

Usai pulang dari hajatan, Bakar pun pergi ke masjid dan bertemu teman-temannya yang sudah punya anak istri semua. Usai sholat Ashar, ia pun sejenak melepas lelah dan berkelakar dengan temannya, salah satu temannya bilang kalau adiknya yang masih SMA hendak menikah, tiba-tiba mbah Wiro datang dan menyeletuk, “Kapan nyusul Kar”?

Bakar pun hanya tersenyum sinis sembari mengambil sandal dan berjalan pulang dengan hati kesal.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tak beberapa lama, ada kabar duka bahwa Mbah Suryo tetangganya meninggal dunia, Bakar pun takziyah dan duduk disamping Mbah Wiro.

Bakar  yang kala itu masih kesal dengan Mbah Wiro berbisik pelan dan bertanya pada Mbah Wiro, “Mbah kapan nyusul?” (Ahmad Rosidi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 26 November 2017

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi

Medan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengungkapkan harapannya agar Pra-Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) Zona Sumatera yang akan digelar pada 17-18 Mei di Medan menghasilkan rekomendasi mambantu pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Gatot menyampaikan hal itu kepada Panitia Pelaksana Pra-Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera saat silaturahim di Rumah Dinas Guberur Sumut, Jalan Sudirman No 41, Medan, Jumat (8/5). Rombongan panitia dipimpin Ketua PWNU Sumut Afifuddin Lubis didampingi Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumut Imron Hasibuan dan Ketua Panitia Pra Muktamar Adlin Damanik.

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Sumut Berharap NU Bantu Pemerintah Bangun Ekonomi

Gubernur Sumut dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas kepercayaan yang diberikan kepada Medan, untuk menjadi lokasi pelaksanaan Pra-Muktamar, menyongsong perhelatan akbar Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk itu, Gatot berharap pelaksanaan Pra-Mukatamar menghasilkan sebuah rekomendasi untuk mengingatkan kembali pemerintah tentang kedaulatan dan pemerataan ekonomi sesuai tema yang diusung Pra-Muktamar ke-33 ini.

"Bahwa yang saya tahu amanah konsitusi bagaimana membangun ekonomi bangsa ini adalah dengan ekonomi kerakyatan, ekonomi gotong royong. Sebagaimana yang diamanahkan oleh konstitusi dan hari ini diamanahkan oleh Bapak Presiden dengan konsep gotong royongnya," ujar Gubernur Sumut.

Sementara itu Ketua PWNU Sumut Afifuddin Lubis mengatakan, tujuan kedatangan pihaknya adalah selain bersilaturahim juga ingin mengundang Gubernur Sumut untuk memberi sambutan dalam acara tersebut. "Kami mohon Pak Gubernur dapat hadir untuk memberi arahan dan sambutan," ujarnya.

Gubernur Sumut dalam kesempatan itu didampingi Asisten III Zulkarnain dan Kepala Biro Binkessos M Yusuf. Turut hadir pula Wakil Ketua PWNU Sumut M Hatta Siregar, Wakil Bendahara PWNU Baharuddin Berutu, Wakil Rais Syuriah Katimin, Sekretaris Panitia Abrar M Dawud Faza, Katua LDNU Sumut A Sori Monang, Wakil Ketua PWNU Enda Mora Lubis, Bendahara Panitia Pasiruddin Daulay, Wakil Sekretaris PWNU Sumut Khairuddin Hutasuhut, Wakil Sekretaris PWNU Upar Pulungan dan Wakil Keta PWNU Sumut Marahalim Harahap.

Sebelumnya, acara Pra-Muktamar ke-33 NU digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan materi pembahasan seputar konsep “Ahlul Halli wal Aqdi; serta di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mengusung tema tentang Islam Nusantara. Medan kali ini bakal menjadi tuan rumah bagi pembahasan ekonomi kerakyatan. (Suwardi Sinaga/Mahbib)

Foto: Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho foto bersama Panitia Pra Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan News, Khutbah, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ini Komitmen Sarbumusi NU Terhadap Buruh Indonesia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) merupakan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang menangani persoalan perburuhan. Didirikan pada 27 September 1955 di pabrik gula Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur dan pernah mengalami masa kejayaan dengan anggota mencapai 2 juta orang sehingga mampu menjadi pesaing kuat Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) organisasi buruh milik Partai Komunis Indonesia (PKI). Seperti apa komitmennya terhadap persoalan buruh hari ini?

Ini Komitmen Sarbumusi NU Terhadap Buruh Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Komitmen Sarbumusi NU Terhadap Buruh Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Komitmen Sarbumusi NU Terhadap Buruh Indonesia

? ? ?

"DPP Konfederasi Sarbumusi selalu mendorong terciptanya hubungan industrial yang kondusif ? dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia ini," ujar Ketua Umum Sarbumusi Syaiful Bahri Anshori didampingi Sekretaris Jendral Sukitman Sudjatmiko, di Jakarta, Jumat (5/2).

Syaiful menegaskan, DPP K Sarbumusi menyayangkan perusahaan multi nasional PT Chevron Pasific Indonesia yang sudah melakukan hubungan kerja sejak lama di Indonesia tapi seolah-olah tidak mengetahui kondisi peraturan dan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berdasarkan Undang-Undang 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan bahwa amanat konstitusi regulasi ini setiap persoalan dan dinamika dalam hubungan industrial di perusahaan harus dirundingkan dalam forum Lembaga Kerjasama (LKS) Bipartit.

Dalam undang-undang ini LKS Bipartit didefinisikan sebagai forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat buruh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Regulasi dimaksud dijabarkan lebih lanjut dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja bahwa LKS Bipartit mempunyai fungsi-fungsi sebagai forum komunikasi, konsultasi dan musyawarah antara pengusaha dan wakil serikat buruh pada perusahaan dalam konteks mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial atau PHK.

"Kami menyayangkan Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia yang merencanakan re-organisasi perusahaannya namun dengan arogan tidak pernah melakukan perundingan apapun secara Bipartit sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia tapi malah lebih mentaati peraturan korporatnya yang berada di negara asing tanpa mau mengindahkan aturan main ketenagakerjaan di Indonesia," ujar Syaiful.

Dalam kebijakan perusahaan tersebut, patut diduga bahwa persoalan kenaikan harga minyak dunia hanya sebagai alasan dan alibi yang menemukan momentum tepat untuk mengurangi karyawan dan melakukan re-organisasi.

"Ini dibuktikan dengan laporan dari kawan-kawan GB-Migas Sarbumusi PT Chevron Pasific Indonesia terhadap rencana re-organisasi tersebut yang mulai disosialisaikan oleh pihak manajemen mulai Mei 2015 hingga Januari 2016. Namun dalam rentang waktu itu, manajemen PT Chevron selalu menggunakan komunikasi satu arah untuk memaksakan kehendaknya atas re-organisasi perusahaan atau bahasa perusahaan adalah IBU Transformation project. Terhadap persoalan semacam itu, Sarbumusi dengan tegas menyerukan menolak berbagai bentuk penindasan buruh dengan cara memperkuat persatuan dan solidaritas di antara sesama buruh dan rakyat Indonesia" Syaiful Bahri Anshori. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Hadits, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 20 November 2017

Sukseskan Pemilu, Jatman Serukan Mursyid Beri Amalan Khusus

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Pusat (Idarah ‘Aliyah) Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) mengimbau kepada segenap para tokoh tarekat, ulama, serta bangsa Indonesia secara umum untuk berdoa dengan harapan pemilihan umum (Pemilu) 2014 berjalan aman dan damai.

Sukseskan Pemilu, Jatman Serukan Mursyid Beri Amalan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Pemilu, Jatman Serukan Mursyid Beri Amalan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Pemilu, Jatman Serukan Mursyid Beri Amalan Khusus

Seruan ini disampaikan Mudir Aam Idarah ‘Aliyah Jatman KH Abdul Mu’thy Nurhadi dalam siaran pers yang diterima Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Kamis (20/3).

Badan otonom NU yang beranggotakan jamaah tarekat ini berharap pemilu tahun ini dapat terhindar dari bencana perpecahan antarbangsa, sebagaimana kasus di Aceh dan daerah lain yang telah memakan korban.     

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

KH Abdul Mu’thy menginstruksikan kepada jajaran pengurus Jatman se-Indonesia dari tingkat wilayah, kota, dan kabupaten agar menggelar doa bersama. Ia juga meminta kepada mursyid tarekat untuk memberi amalan khusus kepada jamaahnya demi kedamian dan keamanan rakyat Tanah Air dalam menjalankan proses demokrasi.

KH Mu’thy mengingatkan bangsa Indonesia bahwa rasa aman dan damai lebih penting daripada pemilu itu sendiri. Dengan aman maka penyelenggaraan pemilu dapat berjalan dengan baik.  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri harus netral dan berkomitmen menjaga NKRI dengan serius agar tidak terjadi kerusuhan. Dia juga berpesan kepada partai politik (parpol) peserta pemilu untuk menjaga kader dan simpatisannya agar turut berperilaku tertib dan tidak melanggar aturan.

Menurutnya, kesuksesan pemilu kali ini menentukan hasil wakil dan pemimpin rakyat di masa mendatang. "Makanya semua harus berdoa agar pemilu berjalan adil dan aman, menghasilkan pemimpin yang amanah," ujar KH Mu’thy. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Olahraga, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Peluncuran buku kini sedang menjadi trend di lingkungan NU, ditengah hiruk pikuk perbincangan publik menjelang pembentukan pemerintahan baru. Kali ini, Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa meluncurkan delapan buku sekaligus di gedung PKB, Kamis (16/10).?

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku

Sebelumnya, dalam waktu yang tak terlalu lama mantan Katib Aam PBNU Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid juga telah meluncurkan buah pikirannya.

Delapan buku Ali Masykur yang diluncurkan tersebut adalah Konsistensi di Tengah, Mengukir Demokrasi, Audit Minerba, Audit Kehutanan, Uang Negara = Uang Rakyat, Membumikan Islam Nusantara dan Teropong Keuangan Negara.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pusaka abadi kita bukan kekayaan, tapi adalah karya tulis dan ini menjadi bagian dari legacy saya. Bahwa anak-anak saya akan mengenang, bapaknya pernah menulis. Sekarang sudah 18 buku,” katanya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, kata Ali Masykur yang baru saja menyelesaikan jabatannya sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), buku ini merupakan pertanggungjawaban sebagai pimpinan BPK. “Semoga bisa menjadi pegangan bagi para auditor, khususnya audit lingkungan, dimana sejak 2013, saya dipercaya ketua audit lingkungan sedunia.”

Buku Konsisten di Jalan Tengah berbicara tentang testimoni dari para koleganya dan mereka pada berkesimpulan. “Ada teman dan sahabat yang memotret saya. Kesimpulannya, saya dianggap orang jalan tengah,” ujarnya.

Sementara itu buku Mengukir Demokrasi ditulis dan dirumuskan ketika menjadi anggota konvensi partai Demokrat. “Kalau bicara arah pembangunan, disini dummynya.”

Mantan Ketua Umum PB PMII ini menyatakan, ia berencana membuat buku seri audit lingkungan. Pertama yang sudah jadi adalah buku Audit Minerba, yang membahas berbagai persoalan di sektor mineral dan batubara yang eksploitasinya tidak terkontrol. Buku Audit Kehutanan bercerita tentang deforestasi, kebakaran hutan dan persoalan terkait dan bagaimana strategi mengeremnya. Seri audit lingkungan yang belum selesai berkait dengan audit Tata Ruang dan Audit Pangan dan Audit Energi.?

Buku Teropong Keuangan Negara: Peta Jalan dan Cetak Biru BPK RI berbicara tentang negara, pertama etika keuangan negara dan bagaimana peran BPK dalam melakukan audit keuangan negara. Salah satu kemajuan yang dicapai saat ini adalah, pemeriksaan bisa dilakukan di tengah periode tahun anggaran, tidak hanya di akhir sebagaimana sebelumnya. Menurutnya, kalau diperiksa diakhir tahun anggaran, gampang disulap, sementara kalau di tengah, susah.

Buku Uang Negara = Uang Rakyat membahas tentang penerimaan negara dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan bagaimana regulasi-regulasi yang mengaturnya.

“Terakhir, sebagai orang NU, saya menulis bagaimana menangkal ISIS. Jadi kita membumikan Islam Nusantara, islam NU, Islam yang toleran,” tandasnya.

Sebelumnya mantan Katib Aam PBNU yang saat ini menjadi Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar meluncurkan lima buku pada (19/8/2014) yang berjudul "Ketika Fikih Membela Perempuan", "Menuai Fadhilah Dunia, Menuai Berkah Akhirat", "Mendekati Tuhan dengan Kualitas Feminim", "Deradikalisasi Pemahaman Al Quran dan Hadits" serta "Tasawuf Modern".

Lalu Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As’ad Said Ali meluncurkan buku keempatnya yang berjudul “Al Qaeda: Tinjuan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” pada Jumat (26/9).?

Yang paling akhir, sebelum Ali Masykur Musa adalah peluncuran buku Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid berjudul "Keuangan Inklusif: Membongkar Hegemoni Keuangan" pada Jumat (10/10). (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, News, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 07 November 2017

Ciri Aswaja: Tak Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan

Mojokerto, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Buku Khazanah Aswaja yang diterbitkan PWNU Jawa Timur bisa menjadi salah satu pegangan bagi siapa saja yang ingin mendalami ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, tak terkecuali bagi para mahasiswa.

Hal ini mencuat dalam acara bedah buku Khazanah Aswaja di kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Panitia mendatangkan dua anggota tim penulis buku itu, Ustadz Fathul Qadir dan Ustadz Yusuf Suharto, serta seorang pembanding dari Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (pergunu), Rudolf.

Ciri Aswaja: Tak Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciri Aswaja: Tak Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciri Aswaja: Tak Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan

Di hadapan peserta bedah buku yang terdiri dari mahasiwa IKHAC dan peserta umum itu, Yusuf Suharto yang tampil pertama menyatakan bahwa buku Khazanah Aswaja yang terdiri dari enam bab tersebut bisa menjadi buku pegangan para mahasiwa di perguruan tinggi NU maupun kampus berbasis pesantren.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Buku ini terdiri dari enam bab, dan ini seperti kebutuhan akan mata kuliah Aswaja yang di kampus NU dan juga di kampus IKHAC diterapkan selama enam semester," ujarnya, Ahad (22/1).

Menurutnya, buku ini memuat bab tentang aliran dan kelompok di luar NU. Aliran klasik yang bukan bagian dari Aswaja yang disebut di buku ini antara lain Mutazilah, Syiah, dan Khawarij. Disinggung pula kelompok yang berhaluan Aswaja namun bukan NU. Yusuf menegaskan bahwa di luar NU ada kelompok Aswaja dan non-Aswaja.

"Aswaja itu cirinya ya tidak mudah mengafirkan (memvonis kafir) dan tidak mudah membidahkan sesama umat Islam. Karena untuk mengkategorikan itu harus pakai kaedah-kaedah, tidak bisa serampangan," imbuh Ustadz Fathul Qodir, tim penulis yang kerap muncul di TV 9.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, sebagai pembanding Rudolf mengapresiasi buku ini. Baginya, buku ini enak dibaca. “Ini saya rekomendasikan agar dibaca. Kalau bisa jumlah oplah cetaknya diperbanyak, sehingga semakin banyak orang yang bisa membacanya. Namun saya memberi masukan, agar tim 8 ini ditambah satu lagi menjadi tim 9," ujar pria asal Jember ini.

Di akhir acara, Ustadz Fathul Qodir menyerukan kepada para peserta bedah buku untuk mantap dengan NU, sembari dikutipnya kata pengantar dari Rais Aam, KH. Maruf Amin di buku ini.

"Hadirnya buku Khazanah Aswaja yang mengulas seluruh aspek Aswaja, sejarah, akidah, fikih, tasawuf, dan implementasinya di lingkungan NU, secara konkret membuktikan konsistensi Aswaja NU Center PWNU Jatim dalam mengemban amanah ilmiah untuk menghadapi tantangan kekinian. Harapannya, kehadiran buku ini menjadi langkah strategis dan secara substantif dapat diserap oleh NU di seluruh level secara nasional, sesuai kondisi dan tantangan yang dihadapi," demikian kutipan sambutan Rais Aam. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, News, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 05 November 2017

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Nyai Nur Hidayah Idris kembali terpilih untuk memimpin Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surakarta masa khidmah 2015-2020, setelah melalui tahap pemungutan suara pemilihan ketua pada acara Konfercab Muslimat NU Kota Surakarta di Hotel Aziza, Ahad (9/8).

Pada proses voting pemilihan ketua, Nyai Idris memperoleh 28 suara, unggul 1 suara dari calon ketua lainnya, Nyai Sehah Walafiah.

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo

Hasil ini berarti mengantarkan istri KH Idris Shofawi itu, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, dipercaya untuk memimpin para ibu Muslimat NU di Kota Bengawan tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Usai terpilih, Nyai Nur menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan akan bersama mengabdi dan berbakti untuk NU. “Jabatan tidaklah penting, yang penting kita bersama-sama tetap bisa memperbaiki diri, berbakti, dan mengabdi untuk NU,” ujarnya.

Pada kepengurusan sebelumnya, Muslimat NU di Kota Solo telah mengadakan berbagai kegiatan antara lain kegiatan rutin pengajian, pelatihan kursus menjahit, penyuluhan kesehatan dan lain sebagainya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kegiatan Konfercab kali ini, turut hadir beberapa perwakilan dari pengurus PC Muslimat NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Nahdlatul, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 01 November 2017

Diskusi IPNU, Impor Beras Tidak Rasional

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Kebijakan pemerintah melakukan impor beras rupanya masih menjadi perdebatan, meski hak angket dan interpelasi oleh DPR-RI tidak berhasil disepakati. Buktinya, Jumat (17/2) siang Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengadakan diskusi yang bertajuk “Di Balik Kontroversi Pertarungan Beras Impor vs Beras Petani.”

Hadir sebagai pembicara pada diskusi yang digelar di Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat itu, Anggota DPR-RI dari F-PDIP Arya Bima dan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan-Departemen Pertanian RI, Tjuk Heri Eko.

Arya Bima dalam paparannya menyatakan bahwa impor beras yang dilakukan pemerintah merupakan kebijakan yang tidak rasional. “Sangat tidak rasional pemerintah mengimpor beras dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional yang kurang,” tegasnya. Saat ini, lanjut Arya, banyak daerah-daerah, terutama daerah yang terkenal penghasil beras, sedang mengalami surplus.

Kebijakan yang tidak populis tersebut, menurut Arya hanya memenuhi kepentingan ekonomis sejumlah elit tertentu. “Impor beras itu hanya untuk memenuhi kebutuhan para pemburu rente, bukan benar-benar demi kepentingan rakyat kecil,” terangnya.

Demikian juga dengan kisah tragis dengan gagalnya upaya parlemen untuk melakukan hak angket dan interpelasi kepada pemerintah. Menurut Arya, hal itu bisa dimaklumi, karena tidak sedikit dari para wakil rakyat tersebut berprofesi rangkap sebagai pemburu rente, sebagaimana ia sebut sebelumnya.

“Tidak sedikit dari anggota dewan yang punya jaringan dengan para pengusaha beras, bahkan juga dengan importir beras luar negeri. Kalau hak angket itu lolos berarti kan usahanya juga terancam,” terang Arya bersemangat.

Salah satu yang juga menjadi sasaran kritik Arya adalah Badan Urusan Logistik (Bulog), sebuah lembaga yang memiliki kewenangan dalam hal perberasan nasional. Menurutnya, sejak didirikannya 32 tahun silam, hingga saat ini, lembaga tersebut tidak pernah memberikan keuntungan kepada petani. Hal itu dikarenakan lembaga tersebut tidak pernah membeli secara langsung beras petani.

“Bulog tidak secara langsung membeli beras kepada petani. Ia selalu membeli beras lewat pedagang. Yang terjadi kemudian, selama 32 tahun (pemerintahan Soeharto, Red) dan sampai sekarang, lembaga ini tidak pernah menguntungkan petani,” tegas Arya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, RMI NU, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Diskusi IPNU, Impor Beras Tidak Rasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskusi IPNU, Impor Beras Tidak Rasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Diskusi IPNU, Impor Beras Tidak Rasional

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan warga NU dibebaskan memilih calon presiden dalam pemilu mendatang.

“Silakan pilih capres siapapun, bebas, karena semuanya datang ke sini,” katanya, dalam peringatan hari lahir ke-91 NU digedung PBNU, Jumat (16/5).

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas

Sejak khittah 1926, NU menjadi organisasi massa, tetapi sebagai organisasi besar, memiliki resonansi politik yang besar, yang digunakan untuk menjaga NKRI.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menegaskan, semua partai berhutang budi terhadap suara dari NU, belum lagi dalam pilpres, kontribusi NU dengan sendirinya akan sangat besar, dalam penentuan penentuan kemenangan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Tetapi sumbangan terbesar NU adalah menjaga stabilitas nasional,” tandasnya.  

Ditambahkannya, politik NU bukan untuk merebut kekuasaan, tetapi untuk menggerakkan. Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan seperti sistem politik yang masih rapuh, kesenjangan ekonomi, keadilan dan persoalan lainnya. 

Dalam waktu sembilan tahun lagi, NU berusia seabad, tetapi berusaha bisa berperan lebih besar lagi, di tataran masyarakat dan negara. Kehidupan sosial bisa terus dijaga sehingga terus harmonis, NU menjadi pusat pertemuan organisasi Islam. 

“Inilah bentuk politik kebangsaan NU, berpolitik untuk mengarahkan haluan negara, mengajukan konsep perubahan yang mengarahkan pada kemajuan, inilah kiprah yang ingin diwujudkan NU menyongsong usianya yang ke satu abad.”(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hadits, News, Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 24 Oktober 2017

NU Surabaya Kecam Penolakan Raperda Miras

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengecam keras ? penolakan hasil Panitia Khusus (Pansus) Rencana Peraturan Daerah Minuman Beralkohol (Raperda Mihol) atau miras oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Surabaya. NU Kota Surabaya mensinyalir penolakan tersebut adalah bagian dari proses permainan yang melibatkan pihak-pihak luar yang berkepentingan dalam peredaran mihol. ?

NU Surabaya Kecam Penolakan Raperda Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Kecam Penolakan Raperda Miras (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Kecam Penolakan Raperda Miras

Ketua PCNU Kota Surabaya KH Achmad Muhibbin Zuhri ? menilai anggota Banmus dan anggota DPRD yang tidak ingin menindaklanjuti keputusan pansus sebagai sikap politik Immoral, "Mereka kelihatannya melakukan apa saja untuk mengganjal lolosnya pelarangan peredaran Miras. Ini politik immoral, mengabaikan nilai-nilai moral dalam berpolitik," ujarnya, di Kantor NU Surabaya, Rabu (13/4)

Muhibbin menduga ada persekongkolan pihak-pihak ? yang berkepentingan terhadap peredaran miras dengan orang-orang dalam DPRD. "Jangan-jangan ada yang happy dengan peredaran miras di Surabaya dan semakin rusaknya moral generasi muda surabaya akibat peredaran miras," demikian lanjutnya.

Lebih lanjut ia menambahkan penjegalan raperda pelarangan total mihol ini sudah mulai kelihatan sejak pansus memutuskan tekad tersebut. Hal tersebut diketahui setelah kedatangan rombongan para ulama dari PCNU Kota Surabaya, pansus akhirnya mengubah arah pembahasan raperda mihol, dari yang semula pembatasan dan pengendalian mihol menjadi pelarangan.?

"6 orang dari 10 anggota pansus penyetujui pelarangan total peredaran mihol, sedangkan 4 diantaranya tidak bergeming pada pelarangan di supermarket dan hipermart saja. Akhirnya, pansus memutuskan pelarangan total," ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

NU Surabaya menilai keputusan pelarangan minuman beralkohol tersebut didasarkan pada komitmen bersama untuk mewujudkan Surabaya bebas narkoba dan mihol. "Namun kini nasib keputusan itu menjadi tidak jelas, setelah Banmus tidak menindaklanjuti hasil Pansus," tegasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk itu, PCNU Kota Surabaya akan menyerukan pemberian sanksi moral kepada para anggota DPRD yang dinilai pro-peredaran miras. "Kami akan menggerakkan pemberian sanksi moral kepada pihak2 yang tidak sensitif terhadap keinginan warga surabaya untuk membebaskan kotanya dari peredaran Narkoba dan Miras,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, NU Kota Surabaya sangat intens mengawal terwujudnya Perda larangan minuman beralkohol. Para pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya melakukan pertemuan dengan panitia khsusus (pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) minuman beralkohol (mihol) DPRD Surabaya guna menyampaikan aspirasi agar Surabaya terbebas dari peredaran minuman keras dan Narkoba.

Dalam pertemuan tersebut ? pansus menyepakati Hypermart dan Supermarket boleh menjual mihol golongan A. Namun, setelah hearing dengan PCNU Surabaya, perubahan ke arah pelarangan mulai tampak. Bahkan, nyaris semua pansus mengindikasikan melarang.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur menyambut baik usulan PCNU Surabaya. Permendag nomor 6 tahun 2015 mempersilahkan masing-masing daerah melarang atau memperbolehkan Hypermart dan Supermarket menjual mihol golongan A. Sehingga, daerah leluasa membuat perda sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Cerita, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 20 Oktober 2017

Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebanyak 150 karyawan di unit lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan mengikuti mengikuti tes IVA, atau pemeriksaan leher rahim (serviks) sebagai langkah deteksi dini ada tidaknya kanker serviks. 



Kegiatan gratis ini digagas Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja serta Dharma Wanita Kemnaker.

Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kanker Serviks, Kemnaker dan OASE Gelar Tes IVA

"Dengan deteksi dini dimaksudkan untuk meminimalisir penderita kanker serviks. Juga mempermudah mengobatinya kepada penderita yang diketahui sejak stadium awal,” kata anggota pengurus OASE Marifah Hanif Dhakiri di Jakarta, Kamis (5/10)

Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan, OASE dan Kementerian Ketenagakerjaan sejak 2015 mengadakan pemeriksaan dini kanker serviks secara gratis kepada sekitar 10.000 orang pekerja perempuan. Program ini telah dicanangkan sebagai program nasional yang ditujukan untuk mengurangi angka kematian pada wanita akibat kanker dan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan yang tinggi melalui pelaksanaan hidup sehat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Marifah yang juga merupakan istri Menaker Hanif Dakhiri mengungkapkan salah satu bentuk kepedulian OASE dengan membantu pekerja perempuan untuk mengidentifikasi berbagai hal yang dapat mengancam kehidupan, kualitas kesehatan, dan menurunkan produktivitas kerja. Bentuk nyata dari upaya tersebut adalah melalui pemeriksaan IVA test sebagai upaya deteksi dini adanya kanker serviks atau kanker leher rahim pada wanita.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi bagian upaya promotif dan preventif pada masyarakat luas pada umumnya, dan pekerja wanita pada khususnya. Kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain sebagai bentuk kepedulian pada upaya pencegahan kanker serviks secara komprehensif dan berkesinambungan, “ ujar Marifah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kanker serviks adalah jenis kanker yang memiliki peringkat prevalensi kedua setelah kanker payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan Tahun 2015 menunjukkan bahwa rata-rata setiap jam, jumlah penderita kanker serviks bertambah 2,5 orang dan meninggal 1,1 orang. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat dalam kurun waktu 10 tahun mendatang jika tidak dilakukan tindakan upaya-upaya pencegahan.

Marifah mengatakan sejalan dengan gerakan yang bertemakan revolusi mental, OASE menyusun program-program yang dapat merubah pola pikir dan memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri, produktif, kreatif, dan berkarakter untuk mendorong tercapainya kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Marifah berharap kegiatan itu menjadi bentuk upaya penyadaran bagi masyarakat luas, agar mau secara sukarela melakukan deteksi dini adanya kanker leher rahim dengan menggunakan Pemeriksaan IVA test serta melaksanakan pola hidup yang sehat, baik dan seimbang.Marifah berharap kegiatan yang sama dapat terus digelorakan di semua lapisan masyarakat, sehingga dapat tercipta tenaga kerja yang sehat dan produktif. 

Menurutnya, penciptaan tenaga kerja yang produktif merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Pasalnya, produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

"Rendahnya status kesehatan tenaga kerja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja yang mengakibatkan terjadinya tingkat upah rendah," ujar Marifah Hanif. OASE Kabinet Kerja merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif pemerintahan yang dipimpin oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Organisasi ini memiliki serangkaian program untuk mendukung tercapainya nawacita Presiden Jokowi. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan News, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sumedang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. PC GP Ansor Sumedang, Jawa Barat ikut serta melakukan evakuasi korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumedang, Rabu (21/9) malam. Musibah Longsor terjadi di beberapa daerah seperti Pasir Ucing, Dusun Singkup, Dusun Ciherang, Dusun Anjung samping Hotel Anjung, dan menelan korban jiwa, 3 orang tewas di Dusun Cimareme Kelurahan Pasanggrahan, Sumedang.

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sementara itu, musibah banjir terjadi di Lingkungan Panyingkiran dengan ketinggian air 50 cm, Regol ketinggian air 160 cm, dan Pangjeleran dengan ketinggian air 70 cm.

Musibah tersebut menyebabkan kemacetan dibeberapa titik, diantaranya kemacetan di Pasir Ucing, Ciherang, dan Cadaspangeran. Sementara kerugian materi menurut BPBD Sumedang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Posko Relawan Bencana BAGANA yang disediakan yaitu di PCNU Sumedang, Dusun Singkup, Ciherang, dan posko tambahan di PAC GP Ansor Wado.

Banser Satkoryon Wado mengerahkan 12 pasukannya ikut membantu penyisiran korban di Hilir sungai Cimanuk, mengevakuasi korban jiwa yang terbawa arus banjir di Garut. Hal dijelaskan oleh Ahmad Habibadin Ketua PAC Wado saat dihubungi via telepon.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Melihat kondisi tanah yang masih bergetar ditakutkan ada longsor susulan, dari tiap posko Banser secara bergiliran piket, termasuk semua Banser yang kemarin baru mengikuti Diklatsar,” tutur Hendra Hidayat, Sekretaris GP Ansor Sumedang.

Banser mendistribusikan sejumlah logistik dan obat-obatan kepada warga terdampak bencana di dua titik pengungsian, di Singkup dan Tajimalela. “Mudah mudahan korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah longsor dan banjir ini,” tambahnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Warta, Halaqoh, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock