Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari

Polewali Mandar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Liga Santri Nusantara (LSN) Zona Sulawesi Barat (Sulbar) dibuka secara resmi Jumat (18/9) sore. Pembukaan dilaksanakan di Lapangan Rajawali Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Zona Sulbar Digelar Enam Hari

Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Kordinator LSN Sulbar, Indah Mayasari. "Santri yang menjunjung tinggi prinsip dalam sportivitas seperti kejujuran dan disiplin semoga mampu menjadi teladan bagi pelaku sepak di tengah carut marut sepakbola di Tanah Air," ungkap Indah yang juga merupakan mantan ketua Pengurus Cabang PMII Polman.

Pembukaan ditandai dengan kick off perdana oleh Wakil Bupati Polman Nasir Rahmat didampingi AGH Abdul Latif Busrah selaku pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, tuan rumah LSN Zona Sulbar. Laga perdana memepertemukan Pesantren Salafiyah Parappe dengan Pesantren Hasan Yamani. Sang tuan rumah menang 2-1 atas Pesantren Hasan Yamani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pertandingan berlangsung meriah yang disaksikan semua santri Pesantren Salafiyah dan masyarakat setempat. LSN Zona Sulbar berlangsung selama 6 hari terhitung dari tanggal 18-23 September 2015.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelumnya, Wakil Bupati Polman Nasir Rahmat memberikan semangat kepada para santri yang ikut bertanding. "Santri sudah diakui dalam persoalan keagamaan seperti baca kitab dan menjadi imam di masjid. Melalui momentum LSN ini, saatnya menunjukan prestasi olahraga dan menjunjung tinggi nilai sportifitas," ungkap Nasir. (Sudianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 14 Februari 2018

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat

Judul: Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at 

Penulis: KH. Ahsin Sakho Muhammad

Penerbit: IIQ Jakarta

Cetakan: I, September 2012

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Berkah dalam Tujuh Qiraat

Jilid: I

Tebal: 182 halaman

Peresensi: A. Khoirul Anam*

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Masyarakat umum mungkin mengenal adanya perbedaan bacaan Al-Qur’an dari para qori’. H. Mu’ammar ZA misalnya sering memperdengarkan ayat-ayat dalam surat-surat pendek yang dihafal masyarakat dengan logat yang berbeda.

Misalnya, kata “maliki” dalam surat al-Fatihah, “ma” yang biasa dibaca panjang, oleh para qari’ dibaca pendek. “Kufuwan” dalam surat al-Ihlas, dibaca “kufa” atau “kufwa”. “Waddluha” dalam surat adl-Dluha dibaca “wadluhe”, dan masih banyak lagi yang sering diperdengarkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adanya ragam bacaan al-Qur’an yang dikenal dengan istilah qira’at sab’ah itu menunjukkan betapa Nabi Muhammad SAW bisa menerima perbedaan. Al-Qur’an memang diturunkan dalam bahasa Arab. Namun seperti suku-suku besar lain di dunia, di kalangan masyarakat Arab terdapat banyak sekali logat yang berbeda. Dan perbedaan itu diakomodir semua.

Jika boleh berandai-andai; Andaikan Nabi Muhammad mendengarkan orang Indonesia yang terdiri dari banyak suku ini melafadzkan Al-Qur’an dengan logat yang sedikit berbeda dengan orang Arab, mungkin belia pun maklum. Sungguhpun demikian, membaca al-Qur’an dengan logat yang paling dekat dengan orang Arab, atau tepatnya melalui riwayat yang paling sahih tetaplah yang paling utama. 

Ihwal qira’at sab’ah ini, menurut pakar ilmu al-Qur’an yang juga Rektor Institut Ilmu al-Qur’an Jakarta (IIQ) Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA dalam satu wawancara, masyarakat Arab pada saat turunnya Al-Qur’an terbagi ke dalam kabilah-kabilah. Masyarakat Arab yang nomaden tersebut menyebar ke berbagai tempat dan mempunyai cara bertutur kata atau dialek masing-masing. Maka kemudian dikenal ada qira’at tujuh itu.

Adalah Abu Bakar Ibnu Mujahid Ahmad bin Musa (w.324 H) yang berinisiatif untuk menetapkan bacaan tujuh itu karena bacaan yang beredar di masyarakat terlalu banyak dan membingungkan. Banyak imam atau guru besar al-Qur’an dengan yang dengan bacaan yang berbeda. Maka ia mengambil tujuh imam yang representatif. Dari negeri Syam diambil satu dari ulama yang paling sahih riwayat qiraatnya, yaitu Abdullah Ibnu Amr Asy’ari. Dari negeri Makkah, diambil dari Abdullah Ibnu Katsir Almakki. Dari Madinah, Nafi’ Ibnu Abi Nu’aim Al-Asfahani. Dari Basra, Muammar Al-Basri. Dari Kuffah, diambil tiga orang, yaitu Asyim, Hamzah, dan Qisai. Menjadilah qira’at sab’ah.

Untuk memasyarakatkan qira’at sab’ah, KH Ahsin Sakho, menawarkan metode praktis pengajaran qira’at sab’ah dengan satu buku panduan bertajuk “Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at” (Sumber berkah dalam tujuh bacaan Al-Qur’an). Buku panduan yang ditulis dalam bahasa Arab ini lebih terlihat seperti kitab kuning.

Penulisnya mengatakan, buku ini sebenarnya dipersiapkan untuk mahasiswi IIQ Jakarta, khusus untuk mengajarkan seputar qira’at sab’ah. Namun karena sifat dari ilmu-ilmu al-Qur’an adalah terbuka untuk semua yang ingin belajar, maka tentunya buku ini tidak hanya khusus untuk kalangan tertentu. 

Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at disusun seperti karya tafsir tahlili, yang diulas dari ayat perayat, berurutan dari juz ke-1hingga 30. Pertama-tama, satu ayat dituliskan lengkap. Kemudian beberapa lafadz atau kata yang mempunyai banyak versi bacaan dicetak dengan tinta merah, lalu dalam pembahasan berikutnya, lafadz-lafadz yang tercetak dengan tinta merah dijelaskan dalam beberapa versi bacaan dan menurut banyak imam. Kadang-kadang perbedaan bacaan menyebabkan perbedaan pemaknaan dan ini diulas juga.

Saat ini Mamba’ul Barakat fi Sab’il Qira’at baru terbit satu juz, atau juz pertama Al-Quran yang dimulai dari surat al-Fatihah sampai ayat 141 surat al-Baqarah, dan rencananya akan diterbitkan dalam 30 juz lengkap. Paling tidak, buku ini ingin menunjukkan bahwa ihwal qira’ah sab’ah itu bukan pengetahuan yang sulit untuk dipelajari oleh para pecinta al-Qur’an. Semoga benar-benar berkah!

* Peresensi adalah redaktur Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Olahraga, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

Doa Takziyah Untuk Keluarga Si Mayit

Kalimat “Inna lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un” mesti melompat lebih dulu sebelum bertanya apa sebab tetangga wafat. Kalimat itu seperti melekat pada kabar kematian. Tidak masalah diucapkan begitu saja. Gerakan spontan mulut ini terbilang baik.

Setelah itu, lazimlah mendatangi kenalan, tetangga, kerabat yang tengah berduka cita. Ungkapan belasungkawa dengan tatap muka, via telepon, pesan singkat, atau sekadar kirim karangan bunga, terbilang mudah dan ringan. Kendati hanya basa-basi, setengah sungguhan asal “hadir!”, atau memang sungguhan, semua itu memiliki arti penting bagi keluarga korban.

Doa Takziyah Untuk Keluarga Si Mayit (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Takziyah Untuk Keluarga Si Mayit (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Takziyah Untuk Keluarga Si Mayit

Ungkapan belasungkawa boleh dengan bahasa apa saja. Yang penting, bisa dimengerti ahli mayit. Ditambah dengan doa cukup afdhol. Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa untuk keluarga yang sedang tertimpa musibah. Demikian disebutkan Habib Utsman bin Yahya dalam karyanya, Maslakul Akhyar.

? ? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Artinya, “Semoga Allah besarkan imbalan pahalamu, memperbaiki duka citamu, dan mengampuni jenazah yang meninggalkanmu.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Baiknya doa ini dibaca dengan suara yang perlahan di hadapan ahli mayit. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyatakan prihatin mendalam atas penganiayaan lebih dari sepuluh orang yang berakhir pada wafatnya Salim alias Kancil, seorang petani kecil di Lumajang. Masyarakat, kata Kang Said, akan terus mengikuti proses usut-tuntas pihak kepolisian terhadap penganiayaan kejam yang merusak rasa kemanusiaan mereka.

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil

“Saya meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Pelaku harus diproses secara hukum,” kata Kang Said di Jakarta, Selasa (29/9) malam.

Ia mengajak semua pihak untuk taat aturan termasuk aktivitas pertambangan. Pertambangan harus memiliki payung hukum yang didasarkan pada kemaslahatan rakyat. “Tidak boleh ada aktivitas pertambangan illegal,” kata Kang Said.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kang Said juga mendukung peran para agamawan setempat untuk tetap menanamkan nilai-nilai akhlak dan moral. Menurut Kang Said, mereka harus mengajarkan akhlak dan moral kepada masyarakatnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini menyatakan, “Para kiai di sana perlu memberikan bimbingan lebih ekstra kepada warga untuk melakukan pendekatan hukum. Gerakan penyadaran ini yang sangat diperlukan. Tidak main hakim sendiri.”

Lebih dari sepuluh orang mengeroyok Salim dan Tosan. Bahkan mereka menelantarkan jenazah Salim begitu saja di jalanan setelah sebelumnya disiksa. “Kalau sudah sampai begini, bukan lagi tugas para agamawan, tetapi sudah tugas polisi,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Mensos Tegaskan 100 Persen Penerima Bansos Dilakukan secara Non-Tunai

Sleman, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pada bulan Juni ? 2017 sebanyak 6 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) akan menerima bantuan sosial secara non-tunai.?

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat memantau proses pencairan tahap pertama PKH Non Tunai untuk Sleman di Pendopo Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (22/4).

Mensos Tegaskan 100 Persen Penerima Bansos Dilakukan secara Non-Tunai (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Tegaskan 100 Persen Penerima Bansos Dilakukan secara Non-Tunai (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Tegaskan 100 Persen Penerima Bansos Dilakukan secara Non-Tunai

"Pada awal 2017 sebanyak 3 juta KPM sudah menerima bansos non tunai, sisanya 3 juta KPM akan menerima non tunai mulai bulan Juni ? sehingga 100 persen penerima PKH sudah bisa mengambil uang bansos menggunakan buku tabugan atau ? Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di agen bank dan e-warong," kata Mensos.

Mensos mengungkapkan, metode pencairan bansos non-tunai menggunakan buku tabungan serta KKS adalah upaya mengajak masyarakat untuk berkenalan dengan perbankan. ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Melalui sistem penyaluran nontunai dengan menggunakan KKS, bansos dan subsidi akan langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat.

"KKS ini dilengkapi dengan fitur saving account dan e-wallet dimana satu kartu dapat digunakan untuk berbagai program bansos dan subsidi. Seperti PKH, Bantuan Pangan, elpiji , listrik dan sebagainya," papar Mensos.?

Selanjutnya, penerima manfaat dapat bertransaksi dan mencairkan bansos di jaringan E-Warong KUBE PKH dan agen perbankan yang dikelola oleh masing-masing bank anggota HIMBARA (BNI 46, BTN, BRI, Bank Mandiri).?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada Juni, lanjut Mensos, juga akan mulai dicairkan bansos PKH tahap kedua. Besarannya masih sama dengan tahap pertama yakni Rp500.000.?

"Bansos tahap kedua ini cair menjelang lebaran. Tapi saya minta uang PKH bukan untuk beli baju lebaran ya bu. Untuk keperluan sekolah dan beli makanan bergizi. Supaya anak-anak sehat dan cerdas," kata Mensos.?

Bantuan sosial untuk Sleman totalnya mencapai Rp188.080.914.400. Rinciannya untuk PKH non tunai Rp95.240.880.000 untuk 50.392 keluarga.?

Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp91.258.034.400 untuk 66.534 keluarga. Bantuan Sosial Disabilitas sebesar Rp702.000.000 untuk 234 jiwa, dan Bantuan Sosial Lanjut Usia sebesar Rp880.000.000 untuk 440 jiwa.?

Sehari sebelumnya, Jumat (21/4), Mensos juga membagikan bansos PKH Non-Tunai di Kabupaten Rembang.

Bantuan Sosial untuk Kabupaten Rembang Tahun 2017 total sebesar Rp134.952.566.400. Jumlah tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai sebesar Rp38.964.240.000 untuk 20.616 keluarga. Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp95.880.326.400 untuk 69.904 keluarga. Bantuan Sosial Disabilitas sebesar Rp108.000.000 untuk 36 jiwa.?

"Tahun depan (2018) kita akan memasuki era dimana bansos PKH ? diberikan kepada 10 juta keluarga ? penerima manfaat. Untuk Rastra, akan diberikan secara non-tunai atau dialihkan ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 10 juta penerima manfaat. Jadi penerima PKH juga akan menerima BPNT," demikian Mensos. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Aswaja, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

HUT Ke-72, TNI Gandeng UNU Sidoarjo Gelar Lomba Hafal Al-Quran

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Dalam rangka memperingati HUT ke-72 TNI, Korem 084 Bhaskara Jaya bersama Kodim 0816 Sidoarjo berkerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Musabaqah Hafidzil Quran (MHQ) tingkat Mahasiswa 2017.

Acara yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo ini diikuti sedikitnya 18 peserta putra-putri dari perwakikan 9 Kodim di bawah naungan Korem Bhaskara Jaya.

HUT Ke-72, TNI Gandeng UNU Sidoarjo Gelar Lomba Hafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT Ke-72, TNI Gandeng UNU Sidoarjo Gelar Lomba Hafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT Ke-72, TNI Gandeng UNU Sidoarjo Gelar Lomba Hafal Al-Quran

Salah satu panitia lokal dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Muhammad Najib Arjamy mengatakan, peringatan ini dilaksanakan di Gresik dan Sidoarjo selama 2? hari mulai tanggal 6-7 Juni 2017.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Lomba ini diikuti perwakilan dari Kodim-kodim. Yang menjadi juara 1 di tingkat Korem akan diikutkan di tingkat Kodam," kata Muhammad Najib Arjamy, Rabu (7/6).

Ia menambahkan, selain Musabaqah Hafizhil Quran (MHQ), peringatan ini juga diramaikan dengan lomba hadrah dan paduan suara yang bertempat di Bangkalan dan Surabaya pada tanggal 8-9 mendatang. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

MTs Ma’arif Fajaresuk Raih 3 Piala Drumben

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Belum genap 1 tahun terbentuk, Grup drumben Gema Bahana MTs Maarif Fajaresuk Pringsewu sudah menunjukkan prestasi yang membanggakan. Pada lomba drumben pelajar Pringsewu Open 2015, Gema Bahana MTs Maarif berhasil menyisihkan sejumlah grup drumben pelajar sekabupaten Pringsewu dengan meraih 3 piala sekaligus.

MTs Ma’arif Fajaresuk Raih 3 Piala Drumben (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Ma’arif Fajaresuk Raih 3 Piala Drumben (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Ma’arif Fajaresuk Raih 3 Piala Drumben

Dalam ajang yang dilaksanakan di lapangan pendopo kabupaten Pringsewu, ? Kamis (14/5), Gema Bahana berhasil meraih Juara II Paramanandi, Juara II Gita Pati, dan Juara III Display. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Pringsewu.

Menurut Kepala MTs Maarif Fajaresuk H Auladi Rosyad, semua ini merupakan perjuangan dan kerja keras semua pihak dari siswa-siswi, pelatih, pembina dan seluruh civitas akademika MTs Maarif Fajaresuk. Rosyad berharap prestasi ini akan memicu perhatian dari segenap pihak baik pemerintah, ? masyarakat akan keberadaan MTs Maarif yang baru tahun ini akan meluluskan siswa-siswinya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Gema Bahana MTs Maarif Fajaresuk siap tampil baik dalam even lomba maupun kegiatan seremonial yang digelar oleh instansi, organisasi, dan lain lainnya,” kata Rosyad.

Ke depannya, ? Rosyad berharap ada peningkatan kualitas penampilan dari anak-anak drumben binaannya. Selain peningkatan kualitas, ? peningkatan kuantitas dari peralatan-peralatan juga yang dibutuhkan diharapkan terealisasi sehingga hasil dari penampilan akan memuaskan. (M Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Humor Islam, PonPes Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 06 Januari 2018

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diminta menjadi organisasi kader, tidak perlu menjadi organisasi massa apalagi menjadi organisasi politik praktis, cukup Ansor saja yang menjadi organisasi Massa.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Tanfidiyah PBNU, KH. Hasyim Muzadi dalam ceramah pembukaan, "Launching Buku Pedoman Pengkaderan IPNU", Pelatihan untuk Pelatih tingkat Nasional? dan Diskusi Panel Dialog Tiga Generasi, di gedung PBNU, Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Senin (11/4). Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, SH, ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, KH. Nuril Huda dan undangan dari beberapa Ormas pemuda.

Perlunya IPNU dan IPPNU sebagai organisasi kader, kata Hasyim untuk memfokuskan diri kepada pembentukan kader-kader di tingkat sekolah untuk membangun kualitas pemikiran, selain itu juga untuk mengurangi kecenderungan organisasi ini ke arah politik praktis. "Biarlah Ansor saja yang menjadi organisasi massa yang massanya banyak, dan IPNU dan IPPNU tetap menjadi organisai kader, karena organisasi massa itu hitung jumlah kepala, sedangkan organisasi kader itu menghitung isi kepala," ungkap mantan Cawapres PDIP ini.

Karena IPNU dan IPPNU, lanjut mantan Ketua PWNU Jatim ini adalah lembaga yang bertugas melakukan kaderisasi di tingkat pelajar, yang terdiri dari siswa dan santri. Pelajar adalah komponen penting bangsa yang harus mendapat pembinaan dan pemberdayaan yang optimal. Tidak adanya konsentrasi pada segmen ini -seperti yang terjadi pada waktu-waktu lalu- membuat organisasi pelajar NU ini tidak memiliki wadah. Implikasinya, banyak pelajar NU yang "membusuk". "Di sinilah IPNU berperan sebagai wadah yang tidak saja menghimpun, melainkan menjadi "rumah" bagi pengembangan kader pelajar NU," papar Hasyim.

Lalu hendak kemana kader IPNU dan IPPNU menuju ?, menjawab pertanyaan ini, Hasyim mengatakan IPNU dan IPPNU harus jadi orang Islam dulu.? "Saya minta IPNU jadi orang Islam dulu, jangan hanya Insya Allah Islam," katanya disambut tertawa puluhan peserta pelatihan yang terdiri dari pengurus wilayah dan cabang IPNU seluruh Indonesia yang selama empat hari kedepan akan mengadakan pelatihan di Puncak Bogor.

"Ini penting, karena pengamalan keagamaan bukan hanya sebagai tradisi rutinitas, yang tidak memiliki power dalam kehidupan keseharian tetapi nilai keagamaan yang sesuai dengan Ahlus sunnah wal jamaaah ini yang akan menjadi spirit dan ideologi perjuangan bagi setiap warga IPNU dalam pergaulan bermasyarakat dan berbangsa. Jadi komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan harus tetap dipegang dan harus menjadi ciri khas perjuangan IPNU." ujar Hasyim.

Selain itu, papar Hasyim, IPNU dan IPPNU harus menjadi orang Indonesia, menjadi pemimpin bagi diri sendiri, lingkungan dan jenjangnya sesuai dengan kemampuan masing-masing, kemudian menjadi profesional yang berdasarkan dimensi keilmuan, etos kerja dan ahlakul karimah dan terakhir menjadi solusi terhadap masalah yang terkait pada dirinya, masyarakat dan bangsanya.

"Ini tahapan yang harus diperhatikan oleh para kader IPNU dan IPPNU untuk menggagas serta mengembangkan kaderisasinya ke arah profesional, inovatif dan tetap berspiritkan landasan keagamaan. Kalau hal ini dilakukan ke depan baik IPNU maupun IPPNU bisa bersaing dan menempatkan kader terbaiknya di setiap lini dalam konteks berbangsa dan bernegara," papar pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ini. (cih)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader

Rabu, 03 Januari 2018

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang

Sukabumi, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH R. Abdul Basith mengatakan, rukun Islam yaitu syahadat, shalat, puasa, dan ibadah haji diajarkan kepada anak sejak kecil dan dihafal di sekolah. Namun, ada satu rukun Islam yang kadang lupa diperkenalkan untuk dipraktikkan, yaitu zakat.

“Padahal itu tiga aspek yang harus dimiliki masyarakat di antaranya zakat. Juga infak, dan sedekah,” katanya pada silaturahim PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan buka puasa bersama dengan Bupati Sukabumi H Marwan Hamami di Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug Senin (27/6)

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang

Di antara yang disebut Kiai Basith, pengambilan zakat telah ditetapkan dan diatur pemerintah melalui Baznas. Jika zakat khusus dilakukan untuk orang kaya (muzakki), tapi infak dan sedekah bisa dilakukan semua orang, termasuk orang miskin.

Ia mencontohkan apa yang telah dijalankan di Desa Nangerang, Cicurug, warga masyarakat yang kaya dan miskin mengeluarkan uang Rp 500 per hari. Hasilnya mencengangkan, dalam sebulan bisa mengumpulkn uang Rp 28 juta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Di Kecamatan Cicurug Sukabumi baru berjalan 8 desa dari 12 desa. Ini akan menjadi target pemerintah kecamatan pada tahun 2016 sudah berjalan di 12 desa se-Kecamatan Cicurug,” tambahnya pada kegiatan bertema "Merajut silaturahim antara ulama dan umaro dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri”.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Manfaat dari sedekah tersebut, menurut dia, yaitu dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk bidang kesehatan, beras miskin, penerangan jalan, membayar rekening listrik masjid, majelis ta’lim, mushola, sumbangan dana kematian dan kegiatan sosial lainnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi H. Agus Mulyadi, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH M.Komarudin, Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Hilmy Riva’i, Camat Cicurug Gunawan, dan lain-lain.

Pada kesempatan itu PCNU bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Sukabumi menyerahkan santunan kepada 150 paket sembako jompo dan fafkir miskin Desa Nanggerang. Secara simmbolis, santunan diserahkan Bupati Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Sholawat, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 02 Januari 2018

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan menggelar peringatan hari lahir atau Dies Natalis yang ke-13 pada Ahad, (3/5) di Kampus Jl Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta Pusat dengan mengangkat tema ‘Kita adalah Islam Nusantara’.

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara

“Dengan tema ini, STAINU Jakarta ingin menegaskan komitmennya sebagai kampus yang istiqomah memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam Nusantara,” tegas Pembantu Ketua (Puka) IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, MMPd saat dihubungi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa (28/4) di Jakarta.

Aris menambahkan, untuk itulah STAINU Jakarta ke depan akan membuka program studi dengan ciri khas Islam Nusantara seperti Tasawuf, Ilmu Falak, Pariwisata Haji dan Umroh, dan lain-lain.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sebelumnya, STAINU Jakarta juga konsisten dengan mata kuliah khas NU dan Islam Nusantara, yakni Arummanis (Aurod, Rawatib, Mawalid, Manaqib, dan Istighotsah),” imbuhnya.

Menurut keterangannya, acara puncak pada Ahad besok, akan digelar orasi ilmiah oleh Ketum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj dan Budayawan, Dr Radhar Panca Dahana tentang Islam dan Budaya Nusantara. Selain itu, rangkaian acara sebelumnya akan diadakan pembacaan manaqib, tahlil, shalawat, dan selayang pandang dari para pendiri STAINU Jakarta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kemudian, tambah Aris, STAINU Jakarta juga mengadakan rangkaian kegiatan seperti FGD Islam Nusantara, tanam 1300 pohon, Festival Islam Nusantara, Training Leader Campus, ToT Kerajinan Tangan, Baksos, dan Pengobatan gratis.

“STAINU juga akan meluncurkan kedai kopi Nusantara yang akan dipadukan dengan Taman Baca Masyarakat di sekitar Kampus,” pungkas Aris. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 Desember 2017

PKC PMII Kalbar Galang Dana bagi Korban Banjir

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Banjir di akhir tahun yang kerap melanda Kalimantan mendorong PKC PMII Kalimantan Barat dan DPD PPMI (Purna Karya Muda Indonesia) menggalang dana bagi korban. Korban banjir di sejumlah daerah di Kalbar masih membutuhkan uluran tangan semua pihak.

PKC PMII Kalbar Galang Dana bagi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
PKC PMII Kalbar Galang Dana bagi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

PKC PMII Kalbar Galang Dana bagi Korban Banjir

“Tahun ini terutama kabupaten Pontianak dan kabupaten Landak digenangi air. Karena, curah hujan yang tinggi belakangan ini,” ujar Ketua PKC PMII Kalbar Ali Fauzi dalam pers rilisnya, Kamis (12/12).

Ali Fauzi mengatakan, selain curah hujan tinggi banjir yang melanda juga disebabkan perusakan lingkungan yang selama ini berlangsung. Akibat kejahatan oknum itu, warga Kalbar terutama di dua kabupaten itu menanggung imbasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Banjir bahkan menelan korban jiwa di Landak karena korban kedinginan setelah mengevakuasi keluarganya,” tambah Ketua DPD PPMI Kalbar Umar faruq.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

DPD PPMI Kalbar telah menghimbau kepada pengurus cabang-cabang PPMI sekalimantan untuk ikut menggalang dana di daerahnya masing-masing.

Dana yang terkumpul akan disalurkan ke DPD untuk kemudian disalurkan ke korban bencana, tandas Umar Faruq. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pesantren Tempat Mendidik Manusia, Bukan Tempat Makan Enak

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Staf Ahli Bupati Way Kanan Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Gino Vanollie meyakini pesantren sebagai lembaga yang serius mengembangkan intelektualitas peserta didiknya. Pesantren berhasil menyadarkan para santri perihal tujuan utama mereka datang ke pesantren, menuntut ilmu.

Demikian disampaikan Gino Vanollie di Gunung Labuhan, Way Kanan, Senin (2/5).

Pesantren Tempat Mendidik Manusia, Bukan Tempat Makan Enak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tempat Mendidik Manusia, Bukan Tempat Makan Enak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tempat Mendidik Manusia, Bukan Tempat Makan Enak

"Keunggulan pesantren dari sekolah umum salah satunya adalah menanamkan karakter. Teman saya memondokkan anaknya di salah satu pesantren di Jawa Timur. Sekitar dua bulan ia tengok anaknya dan menangis karena iba melihat apa yang dimakan anaknya, berbeda jauh dengan di rumah," kata Gino.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun, anak temannya dengan cerdas memberikan jawaban yang membuat ayahnya diam. "Yah, di sini itu untuk mengisi ini (sambil menunjuk kepalanya), bukan mengisi ini (sambil menunjuk perutnya). Itulah kehebatan pesantren, mampu menumbuhkan karakter kuat dalam diri seseorang," ujar Gino yang juga Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia (FGII) itu.

Karena itu, imbuh Gino, para peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 yang digelar GP Ansor Way Kanan sangat beruntung bisa tinggal di pesantren kendati hanya satu bulan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Pesantren Assiddiqiyah XI asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi menggelar upacara yang diikuti santri dan peserta BPUN.

"Banyak perubahan kami dapatkan selama tinggal di pesantren seperti diajarkan mandiri, disiplin waktu, hingga kebersamaan," ujar pelajar SMA Pangastuti Samsul Bahri yang menjadi peserta BPUN Way Kanan 2016.

Para peserta BPUN tak ragu menyatakan bahwa pelaksanaan program utama Yayasan Mata Air itu merupakan cara Ansor Way Kanan yang dipimpin Gatot Arifianto mengisi Hardiknas dengan perbuatan, bukan sekedar seremoni. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Cerita, Habib Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 26 Desember 2017

Hari Ini Ketum PBNU Serahkan Bantuan Senilai Rp. 505 Juta Pascagempa Aceh

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dijadwalkan mengunjungi warga pengungsi terdampak gempa bumi di Pidie Aceh, hari ini, Rabu (14/12). Selain silaturahmi dan berdialog dengan warga, kunjungan Kang Said ini diadakan dalam rangka penyerahan bantuan NU senilai total Rp. 505.000.000,-.

Kang Said hadir bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zainy.

Hari Ini Ketum PBNU Serahkan Bantuan Senilai Rp. 505 Juta Pascagempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini Ketum PBNU Serahkan Bantuan Senilai Rp. 505 Juta Pascagempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini Ketum PBNU Serahkan Bantuan Senilai Rp. 505 Juta Pascagempa Aceh

Perolehan dana senilai itu adalah sumbangan warga NU dan masyarakat umum melalui NU Care Lazisnu. Rinciannya adalah Rp. 205.000.000,- berupa paket barang, obat-obatan, dan layanan kesehatan; serta bantuan perbaikan sarana masjid, sekolah, dan pondok pesantren yang terdampak bencana senilai dan Rp. 300.000.000,-.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bantuan ini berasal dari 398 donatur termasuk dari NU Care Lazisnu Taiwan senilai Rp. 34.091.000,-.

Ketua NU Care Lazisnu Syamsul Huda menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang menyalurkan bantuan melalui NU Care Lazisnu.

"NU Care Lazisnu berterima kasih kepada Kiai Said yang telah memotivasi seluruh pengurus NU untuk memberikan bantuan. Selain itu kepada masyarakat Indonesia di Taiwan, kami mengucapkan banyak terima kasih," kata Syamsul, Rabu (14/12) pagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ketua LKNU Hisyam Said Budairi mengatakan, NU dalam konteks penanggulangan bencana berperan untuk membantu meringankan warga terdampak. Dalam hal ini NU perlu menggerakkan semua potensi yang ada dalam tubuh organisasi.

"LKNU sebagai bagian dari NU, dengan senang hati membantu PBNU dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Ini merupakan bentuk hidmat LKNU kepada NU, dan khidmat NU untuk masyarakat," tutur Hisyam.

Senada dengan itu, Ketua LPBINU M Ali Yusuf menuturkan LPBINU bangga dan senang dapat terlibat dalam penanggulangan bencana gempa Aceh.

"Kerja sama LPBINU, LKNU, dan NU Care Lazisnu bukan pertama kali. Tentu ini sangat baik karena selama ini ada sebagian pihak yang beranggapan bahwa bantuan kemanusiaan bukan bagian ibadah mendasar yang diperjuangkan NU," ujar Ali. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya

Hadits adalah setiap perkataan, perbuataan, atau ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam bahasa lain, hadits ialah setiap informasi yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Misalnya, ketika kita mengatakan “Rasulullah SAW pernah berkata” atau “Rasulullah SAW pernah melakukan..”, secara tidak langsung pernyataan tersebut sudah bisa dikatakan hadits.

Namun persoalannya, apakah pernyataan tersebut benar-benar kata Rasulullah atau tidak? Karena belum tentu setiap informasi yang mengatasnamakan Rasulullah benar-benar valid dan banyak juga berita tentang Rasulullah dipalsukan untuk kepentingan tertentu. Sebab itu, mengetahui kebenaran sebuah informasi yang mengatasnamakan Rasulullah (hadits) sangatlah penting.

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya

Para ulama hadits membagi hadits berdasarkan kualitasnya dalam tiga kategori, yaitu hadits shahih, hadits hasan, hadits dhaif. Urainnya sebagai berikut:

Hadits Shahih

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadits shahih ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat. Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalahil Hadits menjelaskan hadits shahih adalah:

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.”

Hadits Hasan

Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, yaitu hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit, tidak terdapat syadz dan ‘illah. Namun perbedaannya adalah kualitas hafalan perawi hadits hasan tidak sekuat hadits shahih.

Ulama hadits sebenarnya berbeda-beda dalam mendefenisikan hadits hasan. Menurut Mahmud Thahhan, defenisi yang mendekati kebenaran adalah defenisi yang dibuat Ibnu Hajar. Menurut beliau hadits hasan ialah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi adil, namun kualitas hafalannya tidak seperti hadits shahih, tidak terdapat syadz dan ‘illah.”

Hadits Dhaif

Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits shahih dan hadits hasan. Dalam Mandzumah Bayquni disebutkan hadits hasan adalah:

? ? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap hadits yang kualitasnya lebih rendah dari hadits hasan adalah dhaif dan hadits dhaif memiliki banyak ragam.”

Dilihat dari defenisinya, dapat dipahami bahwa hadits shahih adalah hadits yang kualitasnya lebih tinggi. Kemudian di bawahnya adalah hadits hasan. Para ulama sepakat bahwa hadits shahih dan hasan dapat dijadikan sebagai sumber hukum.

Sementara hadits dhaif ialah hadits yang lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai sumber hukum. Namun dalam beberapa kasus, menurut ulama hadits, hadits dhaif boleh diamalkan selama tidak terlalu lemah dan untuk fadhail amal. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Berita, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Probolinggo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menyadari bahwa perkembangan zaman yang cukup pesat akan berpengaruh kepada masa depan pelajar.

Oleh karena itu dibutuhkan upaya nyata agar pelajar tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Menyadari hal tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonoasih menggelar kajian Aswaja bagi seluruh pengurus hingga pelajar se-Kecamatan Wonoasih.

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Ketua PAC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok mengungkapkan kajian Aswaja ini dilakukan untuk semakin mempererat tali silaturahim diantara sesama pelajar NU. Disamping untuk semakin menguatkan pemahaman Aswaja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kajian Aswaja ini sangat penting diberikan kepada para pelajar. Pasalnya, masih banyak pelajar NU yang belum mengenal dan bahkan belum memahami aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Jika tidak diberikan pemahaman maka dikhawatirkan pelajar mudah terpengaruh paham-paham lain di luar NU,” ungkapnya, Ahad (30/11).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hijjul mengharapkan melalui kajian Aswaja ini para pengurus IPNU-IPPNU dan pelajar NU menyadari bahwasanya sebagai warga NU harus paham dengan Aswaja yang merupakan ruh dari perjuangan ulama-ulama NU.

”Kajian Aswaja ini bertujuan supaya kader IPNU-IPPNU dapat memperkuat dan memperbaiki pemahaman tentang Aswaja sehingga mampu menghadapi paham-paham lain yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” jelasnya.

Dalam kajian Aswaja ini ada beberapa hal yang menjadi topik pembahasan. Meliputi masalah aqidah, fiqih dan tasawuf. Sehingga para pengurus IPNU-IPPNU serta pelajar NU memahami paham Aswaja.

“Mudah-mudahan pemahaman pelajar terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) semakin kuat sehingga tidak mudah terpengaruh paham lain di luar NU. Agar pemahamannya lebih mendalam, kajian Aswaja ini akan kami gelar secara istiqomah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats

Assalamu alaikum wr wb.

Selamat malam pak kiai, saya mau tanya tentang rambut yang rontok saat sedang haid, apakah wajib ikut disucikan saat selesai atau tidak? Terima kasih. Wassalamu alaikum wr wb. (Hamidah)

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah selalu menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Kami tim redaksi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan mencoba menjawab pertanyaan saudari. Pertama yang perlu diingat kembali adalah bahwa umat Islam diwajibkan bersuci dari hadats besar dan hadats kecil sesuai dengan sebab-sebab yang ditentukan di kitab-kitab fikih.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadats besar mewajibkan seseorang untuk bersuci sebelum beribadah dengan mandi, membasuh air secara merata ke seluruh bagian luar tubuh termasuk rambut, kuku, dan lipatan-lipatan tubuh. Artinya air harus sampai mengena ke kulit dan bagian-bagian luar tubuh tersebut tanpa satupun penghalang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara hadats kecil menuntut seseorang untuk membasuh bagian-bagian tubuh tertentu dalam bersuci seperti wajah, tangan, sebagian kulit kepala, kaki atau berwudhu. Kesucian ini dibutuhkan sebagai syarat keabsahan ibadah termasuk syarat kesucian bagi jenazah sebelum disembahyangkan.

Hukum mandi menurut syar‘i terbagi dua, wajib dan sunah. Sunah bilamana mandi itu diniatkan untuk menghadiri sembahyang Jum‘at, istisqa, sembahyang gerhana, usai memandikan jenazah, wukuf, thawaf, atau masuk kota Mekkah. Sementara mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang dalam keadaan junub karena keluar mani, sebab jimak atau lainnya, usai haid, atau nifas.

Baik mandi wajib atau sunah, seseorang harus niat mandi wajib atau mandi sunahnya di awal basuhan. Persoalan niat ini sebuah kewajiban. Berikutnya meratakan tubuh dengan air. Segala permukaan dan lipatan di tubuh mesti secara rata terbasuh air baik berbentuk bulu, kuku, maupun kulit.

Adapun sejumlah bagian itu terlepas seperti rambut rontok, kuku yang terpotong, amputasi beberapa bagian tubuh? Apakah bagian yang terlepas wajib dibasuh? Para ulama berbeda pendapat. Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Andaikan seseorang membasuh seluruh badannya kecuali sehelai atau beberapa helai rambut (bulu) kemudian ia mencabutnya, maka Imam Mawardi berpendapat, Jika air dapat sampai ke akar helai itu, maka memadailah. Tetapi jika tidak, maka ia wajib menyampaikan air ke dasar bulu itu. Sedangkan fatwa Ibnu Shobagh menyebutkan, Wajib membasuh bagian yang tampak saja. Pendapat ini lebih sahih. Sementara kitab Albayan menyebut dua pendapat. Pertama, wajib (membasuh bagian tubuh yang terlepas-pen). Kedua, tidak wajib. Karena, telah luput bagian yang wajib dibasuh. Ini sama halnya dengan orang yang berwudhu tetapi tidak membasuh kakinya, lalu diamputasi.” (Lihat Imam Nawawi, Raudlatut Thalibin wa Umdatul Muftiyin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz 1, halaman 125).

Adapun perataan air ini menjadi sebuah kewajiban. Karenanya sehelai rambut yang terlewat dapat membatalkan basuhan. Hanya saja madzhab Hanafi mengatakan bahwa basuhan tetap sah kendati sehelai rambut terlewat seperti disebutkan Imam Nawawi berikut ini dalam Al-Majemuk berikut ini.

?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Artinya, “Kesembilan, andai seseorang meninggalkan sehelai rambut kepalanya yang belum tersentuh air, maka tidak sah basuhannya. Sementara riwayat dari Imam Abu Hanifah menyebutkan, basuhan semacam itu tetap sah,” (Lihat Imam Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab, Kairo, Darut Taufiqiyah, tanpa tahun, juz 2, halaman 194).

Dengan mengikuti pendapat satunya, seseorang yang junub tidak perlu khawatir untuk menyisir rambut karena takut rontok, memotong kuku, atau membersihkan bulu lainnya. Ia pun tidak perlu mengumpulkan rambut rontok dan potongan kukunya untuk dimandikan wajib bersama.

Hanya saja kami menganjurkan agar seseorang menyisir atau memotong rambut, dan menggunting kuku setelah mandi wajib. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Aswaja Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 09 Desember 2017

NU Perlu Bentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU) KH Masduki Baidlowi mengatakan bahwa kita sedang menghadapi generasi yang berubah disebabkan perubahan teknologi yang tak bisa dihindari. 

Demikian dikatakan Masduki Baedowi pada kegiatan Training of Trainer yang diselenggarakan atas kerja sama PBNU dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Ia pun menyebut istilah baru sebagai dampak dari perubahan teknologi, yakni disruption. Disruption ialah gangguan akibat perubahan-perubahan yang diciptakan oleh teknologi. 

NU Perlu Bentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Perlu Bentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Perlu Bentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi

Ia mencontohkan berbagai perusahaan besar di tanah air yang terganggu dengan perkembangan teknologi. 

"Jadi banyak orang yang gagal dan gagap menyesuaikan dengan perubahan-perubahan teknologi," katanya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Belajar dari beberapa perusahaan besar yang terganggu dari perubahan teknologi, ia berharap agar NU dan warganya tidak menjadi korban dari disruption ini.

 "Jangan sampai kita menjadi korban disruption," jelasnya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

NU merupakan organisasi yang berlatar belakang budaya komunal dan berbasis di perdesaan, sementara kecenderungan Indonesia menjadi masyarakat urban. 

Ia pun melemparkan tantangan kondisi Indonesia tersebut dalam membawa NU ke depan. "Bagaimana agar kita ber-NU di dalam Masyarakat urban," katanya. 

Karena menurutnya, dari berbagai penelitian, urbanisasi akan terjadi secara masif antara lima, sepuluh, atau dua puluh tahun ke depan. 

Hadir pada acara tersebut Ketua PBNU KH M. Sulton Fatoni, Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (PP Lakpesdam NU) H Rumadi Ahmad, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) KH Abdul Moqsith Ghozali, Wasekjen PBNU H Andi Najmi Fuadi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, AlaNu, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 28 November 2017

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

Jember, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Organisasi massa (ormas) dan pondok pesantren mengadakn diskusi dan Deklarasi Resolusi Damai bertema “Eliminasi Kekerasan, Mengkonstruksi Perdamaian”. Kegiatan yang digagas Ikatan Alumni Pergerakan Mahasisa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Jember tersebut dilaksanakan pada 25 November 2016, bertepatan dengan peringatan hari anti-kekerasan terhadap perempuan Internasional.

Disksusi dihadiri perwakilan ormas dan komunitas pesantren di Jember, yakni Fatayat NU Jember, Kohati Cabang Jember, PMII Jember, Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono, Pondok Pesantren Nurul Jadid Al-Islami, Pondok Pesantren Al Jauhar, dan Pondok Pesantren Darul Hikam.

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

“Diskusi ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kepedulian komunitas-komunitas yang ada di Jember untuk bergerak bersama mewujudkan perdamaian dengan tidak mentoleransi kekerasan,” ungkap Agustina Dewi, Ketua Bidang Gerakan Perempuan IKAPMII.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Perdamaian, menurutnya, seharusnya dipahami bukan hanya tidak adanya kekerasan langsung, tetapi ketika struktur yang ada sudah mampu menjamin keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan warga masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, kekerasan terhadap perempuan perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat jumlah kekerasan terhadap perempuan terus meningkat, seperti data dari Komnas Perempuan yang tahun ini mencapai 321.752, meningkat dari 293220 tahun 2015.

Angka tersebut, kata dia, adalah jumlah kekerasan yang dilaporkan dan telah ditangani oleh pihak yang berwajib, padahal bisa jadi angka kekerasan yang tidak terlaporkan lebih banyak lagi.

“Lembaga pendidikan, termasuk pesantren-pesantren bisa mengambil peran penting dalam upaya menekan angka kekerasan dengan memasukkan materi anti-kekerasan dan perdamaian dalam kurikulum, sekaligus dalam proses pembelajaran yang dilakukannya,” ungkap Najmatul Millah dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami yang juga menaungi beberapa lembaga pendidikan.

Dalam diskusi ini telah terbangun komitmen diantara yang hadir, bahwa kekerasan dalam bentuk apapun harus dihilangkan, baik yang berupa kekerasan langsung maupun tidak langsung, kekerasan fisik maupun psikologis, di ruang publik maupun di ranah domestik.

“Kekerasan terhadap perempauan adalah masalah kemanusiaan, yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak karena sebenarnya terkait dengan penghargaan atas hak azasi Manusia,” demikian ditegaskan oleh Ketua IKAPMII Jember.

Resolusi Damai

Diskusi telah menyatukan persepsi dan? mendesain gerakan anti kekerasan untuk membangun perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.? Dalam rangka pencapaian tujuan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, diskusi ini menghasilkan resolusi dengan menimbang banyaknya kekerasan terhadap perempuan, baik di ranah publik maupun privat, kekerasan langsung maupun kekerasan kultural dan struktural, yang dilakukan baik oleh personal, komunitas, maupun oleh negara.

1. Perlunya semua pihak berkontribusi dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan tidak menjadi pelaku kekerasan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai kemanusiaan.

2. Menyerukan kepada masyarakat dan unsur-unsur didalamnya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan tidak mentoleransi adanya kekerasan tersebut.

3. Mengajak tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas pesantren untuk membangun budaya damai dengan mengedepankan penghargaan terhadap multikulturalisme.

4. Mendesak lembaga pendidikan untuk mengajarkan perdamaian sebagai bagian pembentukan karakter peserta didik.

5. Menghimbau kalangan media untuk berpegang pada prinsip jurnalisme damai yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, tidak provokatif, dan mengedepankan kepentingan publik.

6. Menuntut penyelenggara negara untuk membangun perdamaian dengan menghadirkan produk hukum dan kebijakan yang tidak toleran terhadap pelaku kekerasan.

Penggagas Resolusi Damai Jember 2016

1. IKAPMII

2. Fatayat NU Jember

3. KOHATI Cabang Jember

4. PMII Jember

5. Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono

6. Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami Sukowono

7. Pondok Pesantren Al Jauhar Jember

8. Pondok Pesantren Darul Hikam Jember (Linda Dwi Eriyanti/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Hadits, Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 24 November 2017

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Afifatur Rohmania bersama rekan-rekannya dari IPNU-IPPNU mengunjungi kantor redaksi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Senin (9/6) siang.

Kunjungan ini dalam rangka silaturrahim sekaligus mohon doa restu bagi Fifi yang akan mengikuti kontes Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang segera tayang di sebuah stasiun televisi nasional.

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i

Fifi (17), panggilan akrabnya, akan turut memeriahkan program yang dihelat tiap tahun sekali ini. Gadis yang baru lima bulan dilantik sebagai Ketua PAC IPPNU Kecamatan Kalibagor periode 2014-2016 ini merasa terpanggil untuk turut serta dalam kontes da’i tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Motivasi saya ingin mensyiarkan agama melalui mimbar ceramah yang tayang di TV. Kegiatan AKSI periode II ini akan tayang tanggal 15 Juni live di Indosiar,” ujar Fifi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dua tahun silam, Fifi pernah tercatat sebagai Dai Pilihan di ANTV. Namun, karena baru berumur 15 tahun, dirinya disarankan untuk mengikuti kembali. “Akhirnya, saya dapat golden tiket untuk ikut kontes lagi. Saya pun langsung datang ke Jakarta untuk mendaftar,” terang Fifi.

Selain diantar keluarga, kedatangan Fifi di kantor PBNU untuk menghadap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Wakil Ketua PAC Anshor Sokaraja Asyik Gesang Sugiarto (40) yang juga menjabat Kepala Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Banyumas.

Fifi menceritakan, suatu ketika di desanya digelar pengajian dalam rangka halal bi halal.? Fifi, naik mimbar gara-gara pembicara asal Kebumen yang sedianya diminta berceramah di forum itu terlambat lama hingga membuat gusar para jamaah. Fifi masih ingat waktu itu dia kelas III SD pada tahun 2003.

“Saya gemes karena lama banget nunggu kiainya. Lalu saya nekat naik mimbar untuk menggantikannya ceramah. Saya sejak kecil memang mengidolakan Kiai Ma’ruf Islamudin. Saya bahkan hafal materi-materi ceramahnya. Dengan bekal tersebut saya lalu berceramah,” ujarnya bangga.

Ia menambahkan, dewan juri pada AKSI periode dua besok, lanjutnya, antara lain Mama Dedeh, Ustadz Wijayanto, Ustadz Maulana, dan Ustadz Ahmad al-Habsy. “Mohon doanya bagi seluruh kaum Nahdliyin, semoga kader muda NU ini memenangi kontes da’i besok,” harapnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 14 November 2017

Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Masjid Agung Jawa Tengah menjadi tempat ngaji rutinan Kitab Hidayaturrahman oleh Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (Kopisoda). HM. Inamuzzahidin membaca tafsir al-Baqarah ayat 1-5 selaku Ketua Kopisoda. Sebelum menjelaskan tafsir ayat Mbah Sholeh Darat, ia menerangkan faidah membaca surat al-Baqarah.?

“Siapa yang membaca surat al-Baqarah dalam rumah maka ia akan selamat godaan setan maupun bahaya sihir,” tuturnya.

Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali (Sumber Gambar : Nu Online)
Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali (Sumber Gambar : Nu Online)

Akademisi: Mbah Sholeh Darat Penganut Tasawuf Amali

Selain membaca Hidayaturrahman, Sekretaris Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsir Program Pascasarjana UIN Walisongo Semarang ini meneruskan membaca kitab Lathaif al-Thaharah wa Asrar al-Shalah bab fadlilah bulan Syaban, yang menjelaskan fadlilah nisfu Syaban.?

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi tasawuf Mbah Sholeh Darat oleh H Sulaiman Al-Kumayi (Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo). Ia menyampaikan bahwa Mbah Sholeh termasuk penganut tasawuf amali, yang lebih mementingkan amal. Mbah Sholeh menolak ajaran tasawuf falsafi, sebagaimana yang tertulis dalam kitab Majmu al- Syariat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

H Sulaiman mengutip pasal 123 dalam Matnu al-Hikam, KH Sholeh Darat berkata: "Hendaknya engkau mengurangi sesuatu yang membuat hatimu bahagia, harta benda atau lainnya, sehingga sesuatu yang membuatmu sedih semakin berkurang, baik perkara dunia atau lainnya". Sulaiman menerangkan bahwa ketika kebahagiaan terhadap harta duniawi itu sedikit saja, maka kesedihanmu saat tidak mendapatkan harta dunia juga akan sedikit.

"Sesuatu yang ada di dunia ini pasti akan rusak, engkau akan bersedih ketika tidak bisa mendapatkannya," tambah Sulaiman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam ranah organisasi Kopisoda, Peneliti Mbah Sholeh Darat Muhammad Ichwan menjelaskan bahwa Kopisoda hadir untuk menampung pemikiran Mbah Sholeh dan kitab-kitabnya. Selain itu, warisan Ulama Nusantara dan nama besar ulama perlu untuk diangkat kembali. Dalam jangka panjang pengurus ingin menghidupkan kembali pesantren Sholeh Darat. (Mukhamad Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock