Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

Partai Komunitas Batu

Saat ini sepertinya keberadaan batu mulia dan batu akik sedang ada di puncak kejayaan. Pasalnya hampir sebagian besar wilayah di Indonesia seolah tak ada bosannya ketika membicarakan dan bermain dengan batu itu.

Salah satu tempat yang saat ini sering dijadikan tempat berinteraksi para pecinta batu akik adalah Kantor DPC PKB Subang, Jawa Barat.

"Sekarang itu di Kantor DPC PKB sedang ramai batu, jarang sekali membahas politik, kalau sudah kumpul, wah ada yang lagi gosok-gosok, nyenterin batu, ada juga yang ngetes, karena ada yang punya alatnya misalnya dites bunyi nit.nit.nit skala enam misalnya," kata Bambang Herlambang, salah seorang pengurus DPC PKB Subang.

Partai Komunitas Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Partai Komunitas Batu (Sumber Gambar : Nu Online)

Partai Komunitas Batu

Ternyata, kata Bambang, bukan hanya pengurus DPC PKB Subang saja yang jadi pecinta batu akik, dari DPC Partai lain pun banyak juga.

"Kalau sudah sore, kumpul temen-temen dari Gerindra, dari Hanura sampai malam, ya gitu aja, mainin batu aja," tambahnya.

Melihat fenomena di DPC PKB Subang itu, pecinta batu dari Partai Gerindra ada yang berseloroh mengenai akronim PKB.

"Kata yang dari Gerindra, wah ini mah PKB singkatannya Partai Komunitas Batu Kabupaten Subang," katanya. (Aiz Luthfi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 05 Februari 2018

Ajengan Ilyas Berkelit dari Golkar

Maret 1986 adalah bulan yang paling berat dalam hidup Ajengan Ilyas Ruhiat. Pemilu 1987 menjadi gara-garanya. Sampai saat itu sebagai pengasuh pesantren yang terbilang besar di Jawa Barat, ia belum menyatakan dukungan kepada Golkar secara eksplisit. Dan itu rupanya membuat gerah pihak Golkar.?

Golkarisasi di Jawa Barat sejak 1971, yang dikenal sebagai proyek buldozer, dianggap belum afdol tanpa bergabungnya Cipasung. Orang politik rupanya tak cukup puas dengan dukungan Ajengan Ilyas terhadap Konsep Kembali ke Khittah 1926 yang dideklarasikan dalam Munas NU 1983 di Situbondo, dan diperkuat dalam Muktamar NU XXVII di tempat yang sama. Konsep itu secara implisit sebenarnya memberi angin segar buat Golkar, karena warga NU dilepaskan keterkaitannya dari PPP. Lewat muktamar itu pula Ajengan Ilyas dipilih sebagai salah seorang A’wan (anggota pleno) PBNU.?

Ajengan Ilyas Berkelit dari Golkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Ilyas Berkelit dari Golkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Ilyas Berkelit dari Golkar

Orang politik selalu ingin yang serba jelas dan demonstratif diperlihatkan di hadapan massa. Itulah yang diinginkan orang Golkar dari Ajengan Ilyas: mendukung Golkar secara ‘tegas’ dalam suatu kebulatan tekad dan maklumat di depan umum. Karena yakin Ajengan Ilyas tak mungkin secara sukarela melakukan hal itu sekalipun ada iming-iming materi, maka harus dibuat suatu ‘perangkap’.?

Satu peluang yang dipandang bisa dijadikan jalan ialah rencana pengembangan Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) melalui pembangunan Mesjid Amal Bhakti Pancasila di lingkungan kampus. Agar IAIC semakin didukung pemerintah, maka lembaga itu perlu melibatkan seorang tokoh nasional sebagai ‘Penasehat Utama’-nya. Tokoh yang dipandang paling tepat untuk kedudukan itu adalah Menko Kesra Alamsyah Ratuperwiranegara, mantan menteri agama dan anggota Dewan Penasehat Golkar.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Maka proses Golkarisasi Cipasung pun dimulai. Oleh Zulkifli Abidin, asisten pribadi Alamsyah, Ajengan Ilyas dijadwalkan bertemu dengan Menko Kesra di kantornya, 4 Maret 1986.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam pertemuan itu, selain ada Alamsyah, hadir pula Akbar Tanjung, Yusuf Sukmana, Bahrowi, serta Haryono. Setelah melaporkan keadaan Pesantren Cipasung, khususnya Institut Agama Islam Cipasung, Ajengan Ilyas diberi pengarahan oleh Menko Kesra, hal-hal yang berhubungan dengan Pancasila, Kerukunan Umat beragama, dan Strategi perjuangan umat Islam Indonesia. Pada prinsipnya, umat Islam jangan bermusuhan dengan pemerintah.?

Seusai pertemuan Ajengan Ilyas ? pergi kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164 untuk sekedar ‘melapor’. Ia bertemu dengan Wakil Sekjen Ahmad Bagdja dan menyampaikan hasil pertemuan di kantor Menko Kesra.?

Atas inisiatif Aspri Menko Kesra pula, Ajengan Ilyas dipaksa menerima keinginan untuk menjadikan Alamsyah sebagai Penasehat Utama IAIC.?

Sebagai rektor, ia menyadari sebenarnya jabatan itu tidak lazim dalam sebuah perguruan tinggi. Biasanya seseorang ditempatkan sebagai anggota Dewan Penyantun sebagai tanda kehormatan. Akan tetapi, karena demi ‘memuluskan hubungan IAIC dengan pemerintah’, ia tak bisa dan tak mungkin menolak. Untuk pelantikan penasehat utama itu, Menko Kesra akan datang ke Cipasung pada 21 Maret 1986.

Dalam pertemuan teknis dengan Bupati, Ketua DPRD Tingkat II, dan Kakandepag Tasikmalaya, Ajengan Ilyas mulai menyadari bahwa dirinya ‘terperangkap’. Dalam rangka kedatangan Menko Kesra itu, selain pelantikan penasehat utama IAIC, sebagai tanda terima kasih, ia harus juga mengukuhkan Alamsyah sebagai tokoh pembaharu Islam.?

Lalu, ini yang membuatnya terhenyak, ia harus menyatakan dukungan untuk Golkar dalam Pemilu 1987. Pertemuan itu juga harus dihadiri santri, alumni, dan ulama se-Jawa Barat. Menurut Bupati Tasikmalaya, hal itu sudah disetujui oleh Gubernur dan Ketua DPRD Tingkat I Jawa Barat.?

Ajengan Ilyas merasa gundah. Ia jadi mengerti mengapa dua orang adiknya begitu ngotot mendorongnya untuk mendukung Golkar secara terang-terangan. Rupanya hubungan mereka dengan Aspri Menko Kesra sudah begitu mendalam, sehingga ‘tega’ ikut dalam skenario menjebak dirinya. Atau mungkin keduanya tak sadar bahwa ‘permainan’ akan berjalan sejauh ini. Tetapi semua sudah berjalan. Membatalkan acara itu bukanlah pilihan terbaik. Menolak kehadiran Menko Kesra, pasti akan memunculkan urusan berkepanjangan. Sebagai pimpinan ia harus tetap tegar dan berjalan tegak menghadapi segala risiko.?

Ia lalu menulis sepucuk surat kepada Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, meminta masukan. Gus Dur ternyata tak memberikan kata putus, menolak atau menerima. Gus Dur balik menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Ajengan Ilyas, yang dianggapnya lebih tahu mana yang terbaik untuk Pesantren Cipasung. ?

Sekalipun tak mendapat jawaban tegas, Ajengan Ilyas merasa lebih tenang karena setidaknya tidak ada larangan dari Ketua Umum PBNU kalau ia terpaksa menerima semua rekayasa itu.?

Dari sudut NU, Konsep Khittah 1926 memang memungkinkan warga NU mendukung selain PPP, tetapi tentu bukan dengan cara dipetakomli seperti yang menimpanya. Dan Ajengan Ilyas saat itu tak punya pilihan selain mengikuti rencana yang sudah dirancang untuknya. Namun ia ingin menunjukkan sikap tak setujunya dengan caranya sendiri.?

Selanjutnya Ajengan Ilyas menunggu hari H tiba. Ia hanya bisa bertawakal kepada Allah agar selamat dari akibat buruk jebakan tersebut. Ia percaya bahwa manusia boleh saja membuat rekadaya, tetapi Allah adalah Pencipta rekadaya yang terbaik.

Sehari sebelum acara, Kamis, 20 Maret 1986, sejumlah fungsionaris Golkar Tasikmalaya datang ke rumah Ajengan Ilyas untuk meminta tanda tangan Maklumat dan Pernyataan Kebulatan Tekad, tetapi Ajengan Ilyas menolak. Orang-orang Golkar itu tidak mau menyerah, secara bergantian mereka menunggui rumah Ajengan Ilyas hingga pagi hari menjelang acara. Ajengan Ilyas tidak mau keluar kamar hingga pagi harinya. Permintaan tanda tangan dimaksudkan agar pernyataan dapat secepatnya digandakan untuk dibagikan kepada tamu undangan yang datang.

Sore harinya, datang pengasuh pesantren Baitul Arqom, Ajengan Ali Imron yang menikah dengan Ido Hamidah, adik kandungnya. Ia datang karena diundang ke acara itu. Adik iparnya itu mendukung agar Ajengan Ilyas tetap di kamar dan tidak mempedulikan tamu yang menunggu tanda tangannya.?

“Pura-pura sakit saja,” katanya.?

‘Perlawanan’ Ajengan Ilyas tak berhenti di situ. Pagi hari menjelang acara, ia tetap tidak mau menandatangani kedua lembar surat itu. Ia menyatakan akan menandatanganinya pada saat acara.?

Pada saat acara tiba, dengan bermalas-malasan dan tubuh lunglai, Ajengan Ilyas maju ke tempat yang sudah disediakan di halaman IAIC. Setelah pulpennya sempat terjatuh, akhirnya ia menandatangani dua surat pernyataan itu. Dan tanpa diduga siapapun, dengan alasan ia kurang sehat, Ajengan Ilyas ? menyerahkan pembacaan Maklumat dan Kebulatan Tekad itu kepada seorang dosen IAIC Drs. Nana Ruhana.?

Alumni Cipasung yang hadir rata-rata kaget dan hampir tak percaya dengan kebulatan tekad dan maklumat itu. Alumni yang mengenal dekat Ajengan Ilyas segera menyadari bahwa kiainya itu telah dijebak.?

Sebalikya jajaran Pemda Tasikmalaya dan semua fungsionaris serta simpatisan Golkar bertepuk tangan meriah.?

Keesokan harinya koran-koran menurunkan berita yang seragam, Warga Pesantren Cipasung Menangkan Golkar di Pemilu ’87 (Pikiran Rakyat, Sabtu, 22 Maret 1986), Demi Berkembangnya Syiar Agama Islam Warga Pesantren Cipasung Bertekad Menangkan Golkar (Bandung Pos, Sabtu, 22 Maret 1986), Kebulatan Tekad Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung (menangkan Golkar dalam Pemilu ’87 Almuni Cipasung Sukseskan Pemilu ’87) (Mandala, Sabtu, 22 Maret 1986).

Sabtu sore, 22 Maret, setelah membaca berita di koran, Acep pulang ke Cipasung dengan wajah kusut. Rupanya ia baru saja ‘digarap’ oleh kawan-kawannya sesama aktivis mahasiswa di Bandung. Dalam sebuah diskusi dadakan, Acep dicecar dengan berbagai gugatan atas bergabungnya Cipasung ke Golkar secara mencolok. Acep yang merasa tak punya informasi cukup atas kejadian sebenarnya, hanya bisa menelan pahit semua komentar sinis rekan-rekannya.?

Sesampainya di Cipasung, ia yang ingin meledakkan amarahnya, terpaksa harus menahan diri. Ia menyaksikan semua orang di rumahnya berwajah muram. Apih dan Emih tampak lunglai dan tertekan. Tak ada sinar kebahagiaan di rumahnya sore itu. Peristiwa golkarisasi itu ibarat kiamat kecil di rumah Ajengan Ilyas. Ia tiba-tiba merasa sedih dan cengeng. Sambil memukul-mukul tembok, ia terisak dan berteriak-teriak tertahan,?

“Kenapa masuk Golkar? Kenapa harus Golkar?”

Setelah suasana hatinya lebih terkendali, Acep kemudian meminta penjelasan dari Apih. Dari keterangan itulah Acep mengerti bahwa ada skenario ‘busuk’ yang telah menjebak Apih. Suatu kesadaran menyelinap dalam hati Acep, ternyata tak seorang pun dari saudara Apih yang berdiri di belakangnya untuk memberinya dukungan moral pada saat itu. Acep mulai menyadari bahwa Apih ternyata ‘sendirian’ di Cipasung.?

Ia kini mengerti mengapa Apih meminta dirinya dan adik-adiknya, tinggal di Cipasung setamat kuliah nanti. Apih butuh orang dekat yang mengerti dan siap membantunya.?

Luka perasaan akibat golkarisasi itu cukup lama dirasakan keluarga kecil Ajengan Ilyas. Hampir setahun kemudian kondisi kembali seperti semula. Dalam setiap kesempatan pengajian atau ceramah, Ajengan Ilyas coba menjelaskan kasus itu dari pandangan yang ? positif dan optimistik. Ia mengajak jamaah untuk sama-sama berdoa agar Allah memberikan yang terbaik bagi semua pihak, khusunya keluarga besar pesantren Cipasung, alumni, dan masyarakat.

Ada dua hal yang membuat Ajengan Ilyas “tak bisa berkutik” dalam kasus itu, pertama wasiat ayahnya untuk menjaga kekompakan pengurusan pesantren sehingga tidak ada istilah ‘bekas pesantren’ untuk Cipasung.?

Kedua, ? menghargai ibunya yang ia khawatirkan akan kecewa jika mendengar ia “memarahi” adik-adiknya. Ketaatan pada Ibunda adalah lebih utama buatnya. Maka pilihan sikapnya ialah berdiam diri dan menahan perasaan kecewanya.?

Di kemudian hari terbukti ia menjadi pemenang dengan sikapnya itu. Masyarakat Cipasung dan publik secara lebih luas, lama-lama terlatih untuk membedakan mana kebijakan yang benar-benar direstuai Ajengan Ilyas dan kebijakan mana yang hanya direkayasa seolah-olah disetujui olehnya, bahkan dengan mencantumkan tanda tangannya baik asli maupun potokopian yang ditempelkan.?

Ia sepenuhnya menyerahkan perkembangan pesantren pada keadilan sejarah dan hukum sosial dari masyarakat, sebab ia menyadari bahwa kedewasaan hanya bisa tumbuh dari kesadaran pribadi. ?

Namun ada pula hikmah dari kasus itu, ialah diakuinya keberadaan Ajengan Ilyas dalam pentas politik nasional. Sekalipun dengan cara yang menyakitkan, namanya mulai beredar dan diperhitungkan. Ketika seorang Menko Kesra mau ke Cipasung untuk suatu dukungan yang direkayasa, tentu menunjukkan posisi Ajengan Ilyas secara politis di tingkat nasional. (Iip D. Yahya)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Puncak Acara Jateng Diadakan di Cilacap, Juni

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jateng menggelar acara puncak hari lahir Fatayat Nahdlatul Ulama ke-62, di Kabupaten Cilacap pada 1 Juni nanti. Selain seremonial, acara diisi Temu 10 Ribu Kader dan Sarasehan bertema Peran Organisasi Kepemudaan dalam Membangun Politik di Jawa Tengah. 

Puncak Acara Jateng Diadakan di Cilacap, Juni (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Acara Jateng Diadakan di Cilacap, Juni (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Acara Jateng Diadakan di Cilacap, Juni

Ketua KNPI Jateng Novita Wijayanti dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam sarasehan yang dihadiri seluruh 37 cabang Fatayat NU se-Jateng tersebut. 

Sekretaris Umum PW Fatayat NU Jateng Misbahatul Hidayati menerangkan, PW Fatayat NU Jateng ingin memberdayakan dan mengembangkan Pimpinan Cabang dengan menggelar acara besar di daerah. Sebab sudah dua kali Jawa Tengah menjadi tuan rumah acara Harlah Fatayat NU nasional. Tahun 2008 di Kabupaten Tegal, tahun 2009 di Semarang. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada Harlah 2010 dan 2011, PW Fatayat NU mengadakan peringatan Harlah secara sederhana tanpa mengundang unsur Pimpinan Cabang. Karena itu di tahun 2012 ini ingin membuat kegiatan yang cukup besar dan diadakan di daerah. Yaitu Cilacap. 

“Peringatan Harlah Fatayat tingkat Jawa Tengah kami pusatkan di Cilacap. Kami memang ingin memberdayakan daerah,” jelasnya usai rapat persiapan panitia di Kantor PWFNU Jateng Jl Dr Cipto 180 Semarang awal Mei. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tumpengan dan Seminar

Lebih lanjut Ida, panggilan akrab Misbahatul Hidayati mengatakan, sebelum puncak acara Harlah di Cilacap, PWFNU Jateng mengadakan tasyakuran dan seminar di Semarang. 

Tasyakuran dilaksanakan sederhana dengan memotong tumpeng dan doa bersama di kantor sekretariat pada 28 April, yang dihadiri seluruh pengurus PW Fatayat NU Jateng. 

Kemudian, pada 16 Mei menyelenggarakan Seminar tentang hubungan etnisitas dengan negara, bekerjasama dengan kantor Kesbangpollinmas Jawa Tengah. Tema yang diambil “Perempuan sebagai kekuatan dalam membangun keutuhan NKRI”. Narasumbernya; ketua PWFNU Jateng, pembina PWFNU Jateng, akademisi  dan praktisi media massa.

“Seminar itu kami selingi dengan bhakti sosial berupa pembagian sembako kepada kaum dhuafa. Kami bermitra dengan Kesbangpollinmas,” pungkasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Ichwan DS  

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyatakan prihatin mendalam atas penganiayaan lebih dari sepuluh orang yang berakhir pada wafatnya Salim alias Kancil, seorang petani kecil di Lumajang. Masyarakat, kata Kang Said, akan terus mengikuti proses usut-tuntas pihak kepolisian terhadap penganiayaan kejam yang merusak rasa kemanusiaan mereka.

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Harap Polisi Usut Tuntas Tragedi Penganiayaan Salim Kancil

“Saya meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Pelaku harus diproses secara hukum,” kata Kang Said di Jakarta, Selasa (29/9) malam.

Ia mengajak semua pihak untuk taat aturan termasuk aktivitas pertambangan. Pertambangan harus memiliki payung hukum yang didasarkan pada kemaslahatan rakyat. “Tidak boleh ada aktivitas pertambangan illegal,” kata Kang Said.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kang Said juga mendukung peran para agamawan setempat untuk tetap menanamkan nilai-nilai akhlak dan moral. Menurut Kang Said, mereka harus mengajarkan akhlak dan moral kepada masyarakatnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini menyatakan, “Para kiai di sana perlu memberikan bimbingan lebih ekstra kepada warga untuk melakukan pendekatan hukum. Gerakan penyadaran ini yang sangat diperlukan. Tidak main hakim sendiri.”

Lebih dari sepuluh orang mengeroyok Salim dan Tosan. Bahkan mereka menelantarkan jenazah Salim begitu saja di jalanan setelah sebelumnya disiksa. “Kalau sudah sampai begini, bukan lagi tugas para agamawan, tetapi sudah tugas polisi,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di Jombang tinggal menghitung hari. Tidak sampai tiga pekan lagi, forum tertinggi di NU ini digelar. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk konsolidasi panitia dan persiapan lokasi acara.

Demikian terlihat di alun-alun Jombang sejak Rabu (8/7). Berbagai alat berat untuk mendirikan tenda besar sudah didatangkan. Alat-alat itu diangkut dengan menggunakan beberapa truk besar.

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Tenda Muktamar NU Dimulai

"Truk-truk itu sempat parkir di alun-alun Jombang," kata Mukani, guru SMAN 1 Jombang yang berlokasi di utara alun-alun Jombang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mulai Rabu (8/7) pagi, pendirian tenda besar berwarna putih dimulai oleh puluhan pekerja. Letaknya di sisi selatan alun-alun. Sedangkan di sisi timur dan utara, dimulai pada Kamis (9/7) hari ini.?

Menurut rencana, tenda-tenda itu akan digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan acara Muktamar NU ke-33. Sedangkan sidang komisi digelar di empat pondok pesantren, Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Peterongan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai sekolah yang berdekatan dengan lokasi Muktamar NU, SMAN 1 Jombang juga siap menyukseskan Muktamar kali ini. Baliho besar sudah dipasang di timur pintu gerbang sejak sepekan lalu. Baliho besar itu bertuliskan “Keluarga Besar SMAN 1 Jombang siap menyuksukseskan Muktamar NU Ke-33 di Jombang.”

Menurut rencana, SMAN 1 Jombang juga ditempati peserta muktamar. "Puluhan kran air sudah disediakan di tempat parkir sebelah barat. Renovasi mushalla juga dipercepat agar sudah bisa digunakan saat Muktamar nanti," ujar Mukani.

Demi kenyamanan peserta dalam beribadah di mushalla, arah kiblat pun sudah diukur ulang. "Selasa (7/7) kemarin kita mengundang Ketua Lajnah Falakiyah MWCNU Diwek ustadz Abdul Majid untuk mengukur ulang arah kiblat mushalla di sekolah ini," pungkasnya. (Abu Jauhar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hadits, Berita, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaksi al-Qalam pesantren Darul Falah Be-Songo menggelar pelatihan jurnalistik bersama kontributor Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan M Zulfa. Bertempat di qoah pesantren Be-Songo agenda ini merupakan kegiatan pascaliburan untuk mengisi kegiatan menjelang semester baru. Pelatihan ini sekaligus sebagai evaluasi atas terbitnya buletin edisi kedua Februari 2016.?

Materi yang disampaikan berupa manajemen keredaksian, teknik wawancara dan menulis di era teknologi. Santriwan-santriwati pesantren Be-Songo yang mayoritas mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo ini dibekali dengan ketrampilan untuk menghasilkan santri yang tidak hanya menyandang gelar kesarjanaan saja. Soft skill menjadi nilai lebih dari mahasiswa yang tidak tinggal di pesantren.?

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Nilai-nilai pesantren yang tumbuh di pesantren ini tak hilang sebagaimana pesantren pada umumnya, masih ada ngaji dan kajian fiqih rutin, khitobah dan sederet nilai-nilai khas pesantren seperti kemandirian, kekeluargaan, sopan santun, dan lain-lain. Akhlak karimah seperti ini yang harus terus digaungkan melalui media massa baik berupa cetak atau online.?

"Penguatan soft skill untuk santriwan-santriwati ini menjadi bekal di masa yang akan datang setelah mereka kembali ke masing-masing daerah asal mereka," ungkap pengasuh pesantren KH Imam Taufiq.?

Selain itu, kegiatan pascaliburan ini ada pelatihan resolusi konflik, kewirausahaan, peningkatan kepemimpinan, AMT, fashion style, fiqih perempuan dan pelatihan bercocok tanam. Pesantren yang bervisi menjadikan santri berakhlak mulia dengan kompetensi keagamaan dan kecakapan hidup yang handal ini bisa buka di be-songo.or.id. Red: Mukafi Niam?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Nusantara, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya

Langsa, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan di camp pengungsi Rohinya di Aceh sejak Senin 23 Juni 2015. Aksi bertema "Rohingya Emergency Relief, Ramadhan 2015" ini dilakukan dengan memberikan paket buka puasa disertai doa bersama dengan 500 pengungsi Rohingya di Kota Langsa.

LPBI NU menggandeng Islamic Help, LSM internasional asal Inggris yang pernah melakukan aksi kemanusiaan bersama NU? dalam Tsunami Aceh dan Gempa Yogyakarta di masa lalu. Aksi kemanusiaan ini juga melibatkan PW LPBI NU Aceh, PCNU Kota Langsa dan Dayah (Pesantren) di Kota Langsa.

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya

Ketua PP LPBI NU, Avianto Muhtadi mengatakan bahwa saat ini kondisi pengungsi cukup terjamin. Ini berkat masyarakat Aceh yang sangat membantu dan ikhlas. Namun, tambah Avianto, saat menyiapkan paket buka puasa selalu saja ada yang kurang padahal paket dibuat lebih.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari pengamatannya langsung dengan para pengungsi, Avianto menilai ada potensi kericuhan, apalagi mereka berbeda etnis, akibat tak meratannya bantuan yang diterima pengungsi. Sebagian pengungsi mengambil jatah lebih banyak dari yang lain.

“Di camp, pemenuhan kebutuhan terpenuhi dengan baik namun menuai kecemburuan sosial dan kesenjangan antara penduduk setempat dengan mereka yang mendapat bantuan berlimpah,” imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bagi Avianto, bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak perlu dikelola dalam satu koordinasi agar tidak berdampak pada benturan kepentingan, di samping agar jelas akuntabilitas dan transparasinya. Ia juga berpendapat, Pemerintah perlu mendesak PBB agar melakukan mengambil alih bila negara asal pengungsi tidak menerima mereka kembali. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Lomba, Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 13 Januari 2018

Aktivis PMII Dituntut Daya Kritis Terhadap Sejumlah Ideologi

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Sejumlah calon anggota baru rayon persiapan MPI (Manajemen Pendidikan Islam) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yaqub Husein STIT Al-Urwatul Wutsqo Kabupaten Jombang diimbau untuk menjaga daya kritik terhadap organisasi atau kelompok yang berhaluan lain termasuk paham radikal. Tanpa daya kritik, mahasiswa akan mudah terlibat dalam menerima gagasan-gagasan radikal.

Daya kritik ini terlebih lagi dituntut untuk mereka yang akan menjalani kegiatan perekrutan anggota baru Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba).

Aktivis PMII Dituntut Daya Kritis Terhadap Sejumlah Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII Dituntut Daya Kritis Terhadap Sejumlah Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII Dituntut Daya Kritis Terhadap Sejumlah Ideologi

Bahkan dalam perkembangannya, organisasi itu berupaya masuk ke sejumlah perguruan tinggi. Simbol-simbol dari organisasi ini juga bertebaran di beberapa kampus.

"Saat saya masih aktif di kampus, sudah ada beberapa simbol-simbol organisasi yang itu mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila," kata Majelis Pembina Rayon (Mabinra) Romza saat memberikan sambutannya di SMK Matsna Karim, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang, Sabtu (7/5).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sarjana STIT Al-Urwatul Wutsqo itu berharap agar anggota dan juga pengurus rayon serta komisariat menggalakkan kajian-kajian, baik fakultatif maupun tematik sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang.

"Untuk itu, anggota dan pengurus sudah seharusnya galakkan diskusi-diskusi," imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadir pada kegiatan itu pengurus rayon PAI dan MPI, pengurus komisariat dan pengurus cabang (PC) PMII setempat. Tampak juga di tengah-tengah acara para senior PMII Yaqub Husein. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

UNU Blitar Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi

Blitar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengelola Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menerima SK dari Kemristek Dikti, Kamis (8/9) kemarin. Sesaat setelah itu pihak PCNU Blitar selaku pengelola UNU Blitar langsung bergerak. Begitu pulang dari Jakarta, Ketua PCNU Blitar langsung menggelar rapat terbatas di Sekretariat NU Jalan Masjid 22 Blitar. Mereka membahas antara lain beasiswa untuk mahasiswa berprestasi.

Bahkan, UNU Blitar akan mengusahakan beasiswa S2 baik di dalam maupun di luar negeri bagi mereka yang berprestasi.

UNU Blitar Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Blitar Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Blitar Siapkan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi

Rektor UNU Prof Dr HM Zainuddin MPd menjelaskan, tempat perkuliahan juga sudah siap. Sudah tersedia tiga lokasi. Kampus I berlokasi di Jalan Masjid 22. Sementara Kampus II berlokasi di Jalan Musi. Sedangkan Kampus III bertempat di Jalan Ciliwung 65 Kota Blitar.

“Kita gunakan tiga lokasi itu sambil menunggu kampus yang? permanen di Desa Poluhan Srengat Blitar yang kini sudah mulai proses pengerjaan,” kata Prof Zainuddin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peserta rapat ini membahas langkah strategis? bagaimana agar perguruan tinggi milik warga NU ini bisa cepat berkembang dan berjaya di Blitar dan sekitarnya.

Alhamdulillah semua kompunen NU siap membantu membesarkan UNU Blitar. Khususnya NU beserta Banomnya. Begitu mereka tahu SK sudah turun. Ini SK di tangan. Baru saya bawa dari Jakarta tadi pagi,” ujar KH Masdain Rifai Ahyat usai pertemuan didampingi Prof Zainuddin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menristek Dikti berpesan supaya kita segera membuka pendaftaran agar kegiatan perkuliahan segera terlaksana. “Untuk itu semua tancap gas. Bismillah lahaula wala quwwata illa billah,” kata Kiai Masdain.

Ia mengaku sangat optimis. Prospek UNU Blitar ke depan sangat? bangus dengan pertimbangan beberapa hal. Di antaranya, karena Universitas NU didirikan PBNU yang merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan di Dunia.

“Besaran Blitar dan sekitarnya hampir 60 persen penduduknya adalah warga NU. Untuk itu saya sangat optimis, sebagian nanti akan mendaftarkan anaknya ke UNU,” katanya.

Selain itu, UNU Blitar menjadi satu-satunya universitas di Blitar Raya yang bertaraf nasional dan berpeluang membangun jaringan internasional. “Yang terpenting lagi UNU didirikan untuk menjadikan mahasiswa generasi bangsa yang memiliki karakteristik khas Aswaja Nahdliyah, nasionalisme, berprestasi dan sukses dalam berkompetisi,” tambah? Prof Zainuddin.

Menurut Zainuddin, UNU Blitar dibimbing dan dipimpin oleh para dosen yang memiliki keahlian di bidangnya. “Juga memiliki gedung dan sarana dan prasarana yang representatif. UNU Blitar menjadi universitas yang berdiri terakriditasi baik lembaga maupun prodinya. Juga memiliki jaringan di pemerintahan maupun swasta,” tandas Zainuddin. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pesantren, Berita, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Puluhan Pesantren Ikuti Pelatihan Website dan Medsos

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sekitar 44 pesantren mengikuti pelatihan optimalisasi website dan medsos di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, pada 21-23 Maret 2016. Di antara pesantren tersebut adalah Baitussalam, Yogya, Pesantren Darul Amin, Aceh, Pesantren Al-Amin, Madura.

Puluhan Pesantren Ikuti Pelatihan Website dan Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Pesantren Ikuti Pelatihan Website dan Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Pesantren Ikuti Pelatihan Website dan Medsos

"Alhamdulillah pada pelatihan gelombang kedua ini, semua pesantren yang hadir sudah memiliki website, tinggal optimalisasi penggunaaannya", ungkap Irfan, Ketua Panitia kegiatan ini d Darunnajah di Jakarta Rabu (23/3). Sebelumnya pada gelombang pertama dihadiri oleh 60 Pesantren dari berbagai daerah di Indonesia

?

Pimpinan Darunnajah Sofwan Manaf mengatakan, sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren tidak harus mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya, terutama di bidang informasi dan teknologi. "Kalau lembaga pendidikan lain bisa, pesantren bukan sekedar harus bisa, tapi harus lebih baik," jelas Sofwan Manaf.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya pengenalan website, optimalisasi mesin pencari, fotografi, sinematografi, membuat video profil pesantren, facebook dan google ads, youtube marketing, praktek pembuatan rilis media, drone dan go pro, pembuatan konten website.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

Materi-materi ini disini oleh berbagai pakar di bidangnya, yaitu: Musthafa Zahir (Webmaster), Deni Rusman (Internet Marketer), Wildan (Darunnajah Production House), Taufik Effendi (Tim Gontor TV), Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten), Didi Suhaedi (Film Maker).

?

"Umumnya di pesantren tidak ada pelajaran khusus soal website dan medsos, hanya para santri punya modal bahasa inggris yang sangat baik, ini memudahkan mereka belajar secara otodidak tentang apapun", jelas Hariqo Wibawa setelah memberikan materi tentang medsos dan media coverage

?

Tidak hanya website dan media sosial, peserta juga diajarkan bagaimana membuat konten, bahkan juga ada praktek menggunakan drone (pesawat tanpa awak) dan aero photography yang diberikan oleh Didi Suhaedi, seorang guru dari Pesantren Madinatul Ilmi yang juga mengelola akun youtube Santri TV

?

Ahmad Sobirin, salah satu peserta dari Pesantren Harisul Khairat, Tidore, Maluku Utara mengaku sangat antusias mengikuti berbagai sesi materi dalam pelatihan ini. "Pesantren kami jauh di Tidore, tidak ada jalan lain untuk mengenalkan pesantren kami kecuali dengan mengoptimalkan websitenya", kata Ahmad Sobirin.(Red: Abdullah Alawi)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 Desember 2017

Panji Banser Berkibar di Konferensi Ilmuan Antarbangsa di Jepang

Tokyo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Bendera Banser berkibar di tengah-tengah penyelenggaraan "International Conference on Asian Studies" di International Christian University (ICU) of Tokyo, Jepang yang digelar Sabtu-Ahad 2-3 Juli 2016.?

?

Panji Banser Berkibar di Konferensi Ilmuan Antarbangsa di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Panji Banser Berkibar di Konferensi Ilmuan Antarbangsa di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Panji Banser Berkibar di Konferensi Ilmuan Antarbangsa di Jepang

Bendera Banser dikibarkan bersama oleh Hasyim Asyari, PhD (Diponegoro University, Indonesia, yang juga Kasatkorwil Banser Jawa Tengah); Prof Joseph M. Fernando, PhD (University of Malaya, Malaysia); Prof Tsuboi Yuji, PhD (Tokyo University for Foreign Studies, Japan); dan Saimin Ginsari, PhD (University of Malaya, Malaysia), Sabtu (2/7).?

?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?Konferensi internasional ini diikuti oleh 234 pembicara dan terbagi ke dalam 47 sessi selama dua hari. Pembicara berasal dari kampus-kampus terkemuka di berbagai belahan benua, yang memiliki konsentrasi kajian tentang issu-issu strategis seputar kawasan Asia (Asian Studies).

?

?"Ketika kami Nahdlatul Ulama memiliki organisasi kepemudaan Ansor Banser para ilmuwan antar bangsa itu sangat antusias mendengarkan. Mengapresiasi bahwa keberadaan keorganisasi kepemudaan yang memiliki visi kemanusiaan dan menciptakan perdamaian dunia, kata Hasyim Asari. ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

?Dikatakannya, sebagian besar mereka kenal NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia. Namun baru kali ini mengetahui bahwa NU memiliki organisasi kepemudaan yg bergerak di bidang relawan kemanusiaan, yaitu Banser.

?

Hasyim akan tampil dalam seminar tersebut, pada Ahad (3/6) mempresentasikan makalah "Constitutional Change and Redesigning the State: ?Towards Strengthening the Presidential System in Indonesia" dalam? panel "Constitutionalism in Asia".?

"Semoga tambah berkah dan semakin mendunia Ansor Banser dan NU mampu didialogkan di forum-forum ilmuan antar bangsa, tambahnya. (Sholahuddin al-Ahmed/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 20 Desember 2017

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?

Sebagai basis kaderisasi Nahdhatul Ulama (NU) di tingkatan mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) konsisten menjadikan Aswaja sebagai manhajul fikr (metode berpikir) dalam gerakannya.

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang, Aziz Dwi Prasetyo saat acara pelantikan pengurus rayon (PR) PMII Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Komisariar Umar Tamim Unipdu Jombang masa khidmat 2016-2017, menegaskan bahwa Aswaja sebagai metode berpikir dan sejumlah ajaran lain di PMII adalah pola aktivis PMII mengabdi kepada bangsa dan negara.

"Dengan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah, Nilai Dasar Pergerakan, AD/ART, nilai-nilai, norma-norma, dan produk hukum PMII lainnya serta cinta tanah air dan bangsa, adalah cara aktivis PMII mencintai agama dan bangsa," ujarnya di hadapan seluruh tamu undangan yang memadati Balai Desa Peterongan, Jumat (13/01/2017) siang.

Dijelaskan, Aswaja sebagai manhajul fikr ini yang membedakan PMII sebagai mahasiswa NU yang tidak hanya meyakini dan melalukan (manhajul qaul), namun tetap adanya proses berpikir yang identik dengan kemahasiswaanya. Hal itu juga menjadi pembedahan antar organisasi PMII dengan organisasi lainnya.

Di saat yang sama, Aziz juga berpesan kepada seluruh jajaran pengurus rayon yang baru saja dilantik agar amanah dalam mengemban tanggung jawab organisasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Semoga Pengurus Rayon PMII FIK Umar Tamim Unipdu Jombang mampu mengemban amanah organisasi selama satu periode ke depan dengan baik dan benar," terangnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ketua Rayon FIK, Qiky Kai Khumaira mengajak seluruh anggota PMII khususnya yang baru dilantik itu untuk komitmen dalam berorganisasi. "Komitmen dan kebersamaan adalah kunci untuk aktif dalam menggerakkan anggota dan kader Fakultas Ilmu Kesehatan yang akademis dan organisatoris," tegas Kiki, sapaan akrabnya.

Acara ini juga dihadiri sekretaris umum PC PMII Jombang, sahabat Irham Ali, Komisariat dan Rayon se-Jombang, juga Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang baru saja terpilih beberapa hari yang lalu. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Makam, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya

Hadits adalah setiap perkataan, perbuataan, atau ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam bahasa lain, hadits ialah setiap informasi yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Misalnya, ketika kita mengatakan “Rasulullah SAW pernah berkata” atau “Rasulullah SAW pernah melakukan..”, secara tidak langsung pernyataan tersebut sudah bisa dikatakan hadits.

Namun persoalannya, apakah pernyataan tersebut benar-benar kata Rasulullah atau tidak? Karena belum tentu setiap informasi yang mengatasnamakan Rasulullah benar-benar valid dan banyak juga berita tentang Rasulullah dipalsukan untuk kepentingan tertentu. Sebab itu, mengetahui kebenaran sebuah informasi yang mengatasnamakan Rasulullah (hadits) sangatlah penting.

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembagian Hadits Ditinjau dari Kualitasnya

Para ulama hadits membagi hadits berdasarkan kualitasnya dalam tiga kategori, yaitu hadits shahih, hadits hasan, hadits dhaif. Urainnya sebagai berikut:

Hadits Shahih

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadits shahih ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat. Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalahil Hadits menjelaskan hadits shahih adalah:

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.”

Hadits Hasan

Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, yaitu hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit, tidak terdapat syadz dan ‘illah. Namun perbedaannya adalah kualitas hafalan perawi hadits hasan tidak sekuat hadits shahih.

Ulama hadits sebenarnya berbeda-beda dalam mendefenisikan hadits hasan. Menurut Mahmud Thahhan, defenisi yang mendekati kebenaran adalah defenisi yang dibuat Ibnu Hajar. Menurut beliau hadits hasan ialah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi adil, namun kualitas hafalannya tidak seperti hadits shahih, tidak terdapat syadz dan ‘illah.”

Hadits Dhaif

Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits shahih dan hadits hasan. Dalam Mandzumah Bayquni disebutkan hadits hasan adalah:

? ? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap hadits yang kualitasnya lebih rendah dari hadits hasan adalah dhaif dan hadits dhaif memiliki banyak ragam.”

Dilihat dari defenisinya, dapat dipahami bahwa hadits shahih adalah hadits yang kualitasnya lebih tinggi. Kemudian di bawahnya adalah hadits hasan. Para ulama sepakat bahwa hadits shahih dan hasan dapat dijadikan sebagai sumber hukum.

Sementara hadits dhaif ialah hadits yang lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai sumber hukum. Namun dalam beberapa kasus, menurut ulama hadits, hadits dhaif boleh diamalkan selama tidak terlalu lemah dan untuk fadhail amal. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Berita, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 09 Desember 2017

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

Di tengah pembicaraan kami mengenai riwayat hidup dan pengabdiannya bersama NU, Syaibani (79 tahun) sedikit mengenang masa mudanya, kala ia pernah terlibat bersama kawan-kawannya dalam sebuah kegiatan yang dikenal dengan nama “Missi Islam”.

“Missi Islam ini didirikan oleh Pak Idham (KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU tahun 1952-1984, red) sekitar tahun 1961,” kenang Syaibani, saat ditemui di rumahnya, di daerah Pucangan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Dakwah Kaum Muda NU di Daerah Terpencil (1)

KH Idham Chalid, sebagai pendiri lembaga Missi Islam menjadi ketua, didampingi H Anshary Syams (Sekretaris I) dan Danial Tandjung (Sekretaris II).

Missi Islam ini, lanjut Syaibani merupakan sebuah lembaga yang pendiriannya bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader muda NU untuk dikirimkan berdakwah ke daerah-daerah transmigrasi atau daerah-daerah minus Islam.

“Ketika itu saya sebagai staf pribadi KH Fattah Yasin, ditunjuk untuk menjadi salah satu koordinator. Gemblengan banyak dilakukan di pusat (Jakarta),” kata dia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tambahan data yang penulis peroleh dari sumber lain, angkatan pertama Missi Islam dikirim ke Irian Jaya, menjelang Pepera (1961), sebanyak 8 orang. Angkatan selanjutnya menyebar ke Sorong, Merauke, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Gorontalo, NTT, Nias, dan sebagainya, dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

“Beberapa dari para kader bahkan ada yang sukses mendirikan pesantren dan menetap di tempat ia dikirimkan,” ungkap Syaibani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Banyak jasa yang berhasil ditorehkan lembaga ini. Di antara tokoh-tokoh NU yang pernah aktif di Lembaga Missi Islam adalah KH Idham Chalid, KH Saifuddin Zuhri, Anshary Syams, H. Danial Tanjung, Mr Suparman, Djawahir, Hisyam Zaini, dr Fahmi D Saifuddin, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Nuril Huda, Slamet Effendy Yusuf, Abdullah Syarwani, dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Wawancara H Ahmad Syaibani Ilham (2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Berita, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 05 Desember 2017

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lantunan Syiir Tanpo Waton yang dikumandangkan KH Nizom Asshofa menghipnotis puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di Tebuireng Jombang, Kamis malam (27/8).

Syiir tanpo waton menutup kegiatan pengajian yang dihelat di areal makam Gus Dur yang menghadirkan mantan Menteri Agama Prof Tholhah Hasan, dan KH Maimun Zubair yang dihadiri sekitar 20 hingga 25 ribu jamaah.

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir Tanpo Waton Hipnotis Puluhan Ribu Jamaah

Suara Gus Nizom yang memang terdengar sangat mirip dengan suara Al Marhum Gus Dur seakan sosok cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang dikenal dekat dengan beragai kalangan dan masyarakat kecil ini turut hadir ditengah tengah jamaah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

”Suaranya memang sangat mirip dengan Gus Dur, padahal beliau masih sangat muda,” kata Yusuf salah satu wartawan yang tepat di depan podium.

Gus Nizom, tampil dengan didampingi sekitar 20 pengikutnya dengan berpakain hitam dan berambut gondrong. Sementara para jamaah larut dengan lantunan lantunan syiir yang dikenal dengan Syiir Gus Dur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peringatan 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4, kemarin terlihat sangat meriah, sejaka siang ribuan jamaah sudah terlihat memasuki kawasan pondok pesantren Tebuireng Jombang. Kondisi ini semakin padat ketika dimulai acara tahlil. 

Setidaknya 20 ribu orang memadati Pesantren Tebuireng. Membludaknya jamaah membuat banyak pengunjung tak bisa masuk ke areal pondok dan tertahan diluar pagar. 

"Panitia hanya memperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu orang, tapi melihat seperti ini bisa lebih 20 ribu orang,’’ kata Lukman Hakim ketua panitia pelaksana.

Saking padatnya pengunjung, jalan raya yang berada di depan pondok sampai harus ditutup. Sementara arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. Pengunjung memang mulai berdatangan dengan berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, mengendarai motor, mobil, bus serta kereta kelinci. Tak heran ketika jelang Magrib area parkir sudah penuh dengan kendaraan. Padahal acara baru dimulai setelah salat Isya.

Pukul 19.00, WIB jarak satu kilometer dari Tebuireng, jalan raya sudah padat merayap. Di kanan kiri jalan berderet mobil parkir. Nah, begitu memasuki gerbang Tebuireng, pengunjung sudah berdesak-desakan. Bahkan, di pintu gerbang utara, sejumlah petugas keamanan terpaksa menghalau para pengunjung. Pasalnya, area di sekitar makam Gus Dur sudah sesak pengunjung. 

"Maaf jangan masuk ke area makam. Karena pengunjung sudah penuh sesak. Sekali lagi, harap kembali lagi,’’ kata Djamaludin Karim Wakil Komandan Satkorcab Banser Jombang yang mengatur di pintu masuk gerbang pondok pesantren.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 27 November 2017

Syech Sholeh: Tenda Peneduh Hari Kiamat itu Syukur

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengasuh Pondok pesantren Darussalam Jatibarang Brebes KH Syeh Sholeh Basalamah  menuturkan di hari kiamat nanti ada tenda peneduh. Tenda tersebut, ternyata hanya diperuntukan bagi orang yang pandai bersyukur.

Syech Sholeh: Tenda Peneduh Hari Kiamat itu Syukur (Sumber Gambar : Nu Online)
Syech Sholeh: Tenda Peneduh Hari Kiamat itu Syukur (Sumber Gambar : Nu Online)

Syech Sholeh: Tenda Peneduh Hari Kiamat itu Syukur

“Di hari kiamat nanti, ada tenda sejuk yang ternyata diperuntukan bagi orang-orang yang pandai bersyukur,” katanya saat mengisi pengajian Brebes Bersholawat bersama Habib Syeh bin Assegaf di Islamic Centre, Jalan Yos Sudarso Brebes, Kamis malam (9/4).

Wujud syukur, kata Syeh Sholeh, yakni dengan mendirikan shalat lima waktu sehari semalam. “Ternyata di dalam shalat itu mengandung i’tibar syukur dalam ucapan, hati, dan gerak,” ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ada jaminan dari Allah SWT, kalau kita bersyukur akan ditambah nikmatnya. Namun bila kufur, akan mendapat siksa yang pedih. Para Nabi dan Rosul sebagai manusia mulia perbuatan rutinnya adalah bersyukur. “Ikutilah langkah mereka untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang Dia limpahkan,” tandas Syeh Sholeh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Brebes bersholawat” yang dikunjungi lebih dari 20 ribu orang tersebut menghadirkan Habib Syeh Assegaf dari Solo. Pengunjung yang mayoritas Syekhermania dari berbagai daerah itu memadati kawasan Islamic Center. Ada yang dari Cirebon, Tegal, Pekalongan, Purwokerto, bahkan dari Surabaya. Mereka memadati Islamic Center sejak bada Ashar. Ratusan polisi dan Banser ikut berjaga-jaga di berbagai sudut.

Mengawali konsernya, Habib Syech mendendangkan “Rindu Rosul”, terus “Ahlan wa sahlan bin Nabi”, “Kisah arrosul”, “Allahu alloh”, “Qod kaffani” dan lain-lain hingga mencapai 15 shalawat.

Tampak di luar area, pedagang dadakan dengan menjajakan poster, peci, lampu dan jajanan. Begitupun ribuan motor dan mobil memadati Islamic Center sehingga banyak bermunculan tukang parkir dadakan pula.

Acara yang digelar sejak pukul 20.30 hingga 23.00 tersebut berlangsung meriah dan damai. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Doa, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 11 November 2017

Soal Pembubaran HTI, Kang Said: Mari Rangkul Simpatisannya

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mendukung penuh pelarangan lembaga dan organisasi seperti Hizbut Tahrir Indonesia yang bergerak memporak-porandakan keutuhan NKRI. Meski begitu, para pendukung gerakan khilafah ini tidak boleh dimusuhi, kata Kang Said. Mereka harus dibimbing kembali ke tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Kang Said dalam pembukaan diskusi Membedah Konsep Khilafah: Realistis ataukah Utopis? di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Jumat (12/5).

Soal Pembubaran HTI, Kang Said: Mari Rangkul Simpatisannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Pembubaran HTI, Kang Said: Mari Rangkul Simpatisannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Pembubaran HTI, Kang Said: Mari Rangkul Simpatisannya

Menurutnya, pelarangan kelompok makar itu bukan tanpa dasar. Al-Quran dalam Surat Al-Ahzab ayat 60 menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah untuk mengusir orang-orang yang membuat warga Madinah resah dan membikin onar di tengah masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dan jangan biarkan mereka (orang yang bikin onar) hidup bersamamu di dalam kota Madinah,” kata Kang Said menyebut terjemahan Surat Al-Ahzab ayat 60.

Namun demikian dalam konteks yang terjadi di Indonesia, jelas Kang Said, yang diusir bukanlah orangnya, melainkan organisasinya. “Orangnya kita rangkul kembali. Kita arahkan kembali ke jalan yang benar,” terangnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kang Said meminta semuanya untuk meneruskan apa yang sudah diwariskan oleh para pendiri bangsa ini. “Kita rawat dan bangun bangsa ini,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah Ciganjur ini. (Muchishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 03 November 2017

Ratusan Santri di Sukoharjo Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren

Sukoharjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMI) Jawa Tengah mengadakan pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Simapes) di Pesantren Al-Hikmah, Sraten, Gatak Sukoharjo, Sabtu (23/1). Pelatihan yang dirangkai dengan pertemuan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) se-Soloraya ini diikuti ratusan santri dari wilayah Sukoharjo.

“Peserta kegiatan pelatihan peningkatan mutu pesantren kali ini, antara lain diikuti pesantren Al-Muayyad Windan, Al-Fattah, Al-Hikmah, Darussalam, dan Istiqomah Kartasura,” terang Pengasuh Pesantren Al-Hikmah Kiai Miftahul Huda.

Ratusan Santri di Sukoharjo Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri di Sukoharjo Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri di Sukoharjo Ikuti Pelatihan Manajemen Pesantren

Sekretaris RMI PCNU Sukoharjo ini menambahkan, adanya pertemuan ini diharapkan menyambung lebih rekat silaturahmi antarpesantren di Soloraya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Setelah pelatihan ini, kita harapkan kepedulian teman-teman dalam mengelola pesantren juga lebih baik,” kata Kiai Miftah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan ini tampak hadir Ketua PP RMI KH Abdul Ghaffar Rozin. Kiai yang akrab disapa Gus Rozin itu memberikan motivasi kepada para kiai pengasuh pesantren di Soloraya untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terbaik.

“Dengan adanya modul Simapes ini, RMI memberikan bantuan kepada para pengelola pesantren terkait tata kelola lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren dan madrasah,” paparnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Aswaja, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 21 Oktober 2017

Halaqah Pra-Konfercab, PCNU Jepara Soroti Keberanian Pemimpin

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Di akhir tahun 2015 ini, PCNU Kabupaten Jepara melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-31. Menjelang dilaksanakannya kegiatan lima tahunan ini, Wakil Rais Syuriah PCNU Jepara, KH Ubaidillah Nur Said memberikan pesan kepada calon ketua periode 2016-2021 agar menjadi pemimpin yang berani.

Halaqah Pra-Konfercab, PCNU Jepara Soroti Keberanian Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Pra-Konfercab, PCNU Jepara Soroti Keberanian Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Pra-Konfercab, PCNU Jepara Soroti Keberanian Pemimpin

Hal ini dikemukakannya dalam Halaqah Pra Konfercab PCNU Jepara putaran kedua yang dilaksanakan di Rektorat lantai 3 Kampus Unisnu Jepara, Ahad (13/9) lalu, bertema Memperkuat Jamiyah Nahdlatul Ulama Jepara.

Berani, tutur Kiai Ubaid, mampu untuk memimpin jamaahnya serta mengoordinir Badan Otonom (Banom). Sebab selama ini, menurutnya, bisa dibilang jalan sesuai dengan kepentingan sendiri-sendiri. Ke depannya, NU beserta Banomnya harus saling bersinergi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal lain ditambahkan, Muhammadun Sanomae, Kepala Biro Suara Muria, Suara Merdeka ini selain berani pemimpin NU Jepara kedepan juga didukung dengan benar dan terukur. Menurut dia, NU tidak boleh hanya menjadi "pemadam kebakaran". Lebih dari itu, NU selalu berinisiatif dan merespon persoalan di tengah masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Detailnya, NU perlu tanggap terhadap dinamika masyarakat. Misalnya, NU bicara tentang karaoke Pungkruk. Sehingga komentar NU bisa menjadi rujukan masyarakat. Hal lain yang bisa ditanggapi NU ialah merespon anggaran, dinamika nelayan, pertambangan, dan smasalah-masalah sosial lainnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 08 Oktober 2017

Ansor Luncurkan Grup Shalawat Modern Ansorun Nada

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Genuk meluncurkan group sholawat modern yang diberi nama Ansorun Nada, Sabtu (20/7). 

Peresmian grup Ansorun Nada ini diluncurkan pertama kali dan dipimpin langsung Ketua Ansor Genuk pada saat acara Munajat Ramadhan Bersama Habiburrahman El-Shirazy.

Ansor Luncurkan Grup Shalawat Modern Ansorun Nada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Luncurkan Grup Shalawat Modern Ansorun Nada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Luncurkan Grup Shalawat Modern Ansorun Nada

Kini setiap tiga hari sekali Ansorun Nada mengadakan latihan rutin yang diberi nama Lesehan Ansor yang didalamnya bukan hanya menyanyikan sholawat nabi akan tetapi berbagai macam kesenian musik seperti musikalisasi puisi, pembacaan gurindam maupun musik modern. Hal ini sebagai wujud aspresiasi anak muda yang berkeinginan untuk menyajikan kembali unsur kebudayaan di tubuh gerakan pemuda.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ansorun Nada dikomandani langsung oleh Muhammad Shohim, pada latihan rutin ini diadakan setiap selesai shalat tarawih dan tadarus al-Qur’an. Ansorun Nada akan menyambut kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa pada tanggal 4 Agustus 2013.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dihadiri langsung oleh ketua Ansor Muhammad Sodri, ia mengatakan Ansorun Nada sebagai wadah bagi anak muda yang gemar pada kesenian khususnya seni musik modern.

Alhamdulillah, semenjak launching sudah ada 2 kali tawaran manggung pada bulan puasa ini. Maka kami tetap rutin mengadakan latihan, sebagai wujud memaksimalkan kekompakan antar personil,” tutur Shohim

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock