Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Sejumlah calon anggota baru rayon persiapan MPI (Manajemen Pendidikan Islam) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yaqub Husein STIT Al-Urwatul Wutsqo Kabupaten Jombang diimbau untuk menjaga daya kritik terhadap organisasi atau kelompok yang berhaluan lain termasuk paham radikal. Tanpa daya kritik, mahasiswa akan mudah terlibat dalam menerima gagasan-gagasan radikal.
Daya kritik ini terlebih lagi dituntut untuk mereka yang akan menjalani kegiatan perekrutan anggota baru Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba).
| Aktivis PMII Dituntut Daya Kritis Terhadap Sejumlah Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online) |
Aktivis PMII Dituntut Daya Kritis Terhadap Sejumlah Ideologi
Bahkan dalam perkembangannya, organisasi itu berupaya masuk ke sejumlah perguruan tinggi. Simbol-simbol dari organisasi ini juga bertebaran di beberapa kampus."Saat saya masih aktif di kampus, sudah ada beberapa simbol-simbol organisasi yang itu mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila," kata Majelis Pembina Rayon (Mabinra) Romza saat memberikan sambutannya di SMK Matsna Karim, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang, Sabtu (7/5).
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Sarjana STIT Al-Urwatul Wutsqo itu berharap agar anggota dan juga pengurus rayon serta komisariat menggalakkan kajian-kajian, baik fakultatif maupun tematik sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang."Untuk itu, anggota dan pengurus sudah seharusnya galakkan diskusi-diskusi," imbuhnya.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Hadir pada kegiatan itu pengurus rayon PAI dan MPI, pengurus komisariat dan pengurus cabang (PC) PMII setempat. Tampak juga di tengah-tengah acara para senior PMII Yaqub Husein. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
