Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Di akhir tahun 2015 ini, PCNU Kabupaten Jepara melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-31. Menjelang dilaksanakannya kegiatan lima tahunan ini, Wakil Rais Syuriah PCNU Jepara, KH Ubaidillah Nur Said memberikan pesan kepada calon ketua periode 2016-2021 agar menjadi pemimpin yang berani.
| Halaqah Pra-Konfercab, PCNU Jepara Soroti Keberanian Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online) |
Halaqah Pra-Konfercab, PCNU Jepara Soroti Keberanian Pemimpin
Hal ini dikemukakannya dalam Halaqah Pra Konfercab PCNU Jepara putaran kedua yang dilaksanakan di Rektorat lantai 3 Kampus Unisnu Jepara, Ahad (13/9) lalu, bertema Memperkuat Jamiyah Nahdlatul Ulama Jepara.Berani, tutur Kiai Ubaid, mampu untuk memimpin jamaahnya serta mengoordinir Badan Otonom (Banom). Sebab selama ini, menurutnya, bisa dibilang jalan sesuai dengan kepentingan sendiri-sendiri. Ke depannya, NU beserta Banomnya harus saling bersinergi.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Hal lain ditambahkan, Muhammadun Sanomae, Kepala Biro Suara Muria, Suara Merdeka ini selain berani pemimpin NU Jepara kedepan juga didukung dengan benar dan terukur. Menurut dia, NU tidak boleh hanya menjadi "pemadam kebakaran". Lebih dari itu, NU selalu berinisiatif dan merespon persoalan di tengah masyarakat.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Detailnya, NU perlu tanggap terhadap dinamika masyarakat. Misalnya, NU bicara tentang karaoke Pungkruk. Sehingga komentar NU bisa menjadi rujukan masyarakat. Hal lain yang bisa ditanggapi NU ialah merespon anggaran, dinamika nelayan, pertambangan, dan smasalah-masalah sosial lainnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
