Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dengan usia gabungan 194, satu pasangan Inggris ditetapkan menjadi pengantin baru tertua di dunia ketika mereka akan menikah musim panas ini, menurut koran Inggris Daily Mail yang melaporkan, Jumat lalu.

George Kirby, yang juga akan menjadi laki-laki tertua yang pernah menikah pada usia 103, menikahi Doreen Luckie, 91, pada Hari Valentine tahun ini seperti dikutip dari al arabiya.net.?

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Kata Terlambat, Pria Berusia 103 Menikah

"Saya kira sekarang sudah waktunya ," kata Kirby. "Saya tidak merasa masalah dengan usia. Doreen membuat saya muda. "

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Saya tidak dapat berlutut di satu kaki karena saya tidak mungkin bisa bangkit berdiri lagi.”

Ini akan menjadi pernikahan ketiga mantan petinju tersebut yang secara keseluruhan telah menghasilkan 7 anak, 15 cucu dan 7 cicit.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Anak Kirby, Neil 63 tahun, mengatakan, "Kami telah menganggap Doreen sebagai ibu kami dan kami senang bahwa dia akan menjadi keluarga Kirby."

"Kami senang bahwa mereka akan menikah di depan semua teman-teman dan keluarga yang akan bangga," tambahnya.

Pernikahan ini akan ditetapkan pada 13 Juni. Hal ini akan memecahkan rekor sebelumnya untuk pasangan tertua yang ? menikah dengan usia gabungan 188 tahun yang ditetapkan pada tahun 2013.

Ketika ditanya tentang motivasi pernikahannya, Kirby mengatakan: "Kami tidak melakukannya untuk catatan rekor, kami menikah karena kita sedang jatuh cinta dan tampaknya hal ini merupakan sesuatu yang benar untuk melakukannya." (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Warta, Ahlussunnah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 11 Februari 2018

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Tim verifikasi pengawasan dana desa yang dibentuk oleh Camat Blambangan Umpu, Hamdani M.Zen, dikritik Ketua LPPNU Kabupaten Way Kanan Yoni Aliestiadi. Menurut Yoni, Camat Blambangan Umpu tidak mematuhi Permendagri No. 114/2014 tentang Pembangunan Desa dalam membentuk tim verifikasi alokasi dana desa.

Kritik yang dilakukan LPPNU Way Kanan tersebut sebagai upaya pengawasan terrhadap penggunaan dana desa dan juga mensukseskan program Kementrian Perdesaan Dan Transmigrasi.

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Way Kanan Kritik Tim Verifikasi Dana Desa Blambangan Umpu

Yoni Aliestiadi menambahkan tim verifikasi bertugas memeriksa berkas kelengkapan penggunaan dana desa di 25 kampung se-Kecamatan Blambangan Umpu dengan anggaran sebesar Rp 15.859.190.340 yang dicairkan melalui dua tahap.Tahap pertama 60% dan tahap kedua 40% dialokasikan untuk 70% kegiatan infrastruktur pembangunan desa serta 30% untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Seharusnya camat cermat membuat tim dengan berpedoman pada Peraturan Mendagri Nomor 114 tahun 2014. Lazimnya anggota tim verifikasi tidak semuanya Pegawai Negeri Sipil, ada utusan masyarakat atau pendamping desa profesional,” kata Yoni, Selasa (21/6).

Menurut Yoni, dua anggota tim juga PNS yang saat menjabat sebagai Pj kepala kampung. Yakni, Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) yang kini menjabat juga Pj Kepala Kampung Panca Negeri dan Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan) yang saat ini menjabat Pj Kepala Kampung Negeri Bumi Putra,” kata Yoni.

Susunan tim verifikasi dana desa terebut, kata Yoni, ibarat jeruk makan jeruk.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Masa tim memeriksa dirinya sendiri?” ujarnya.

Yoni berharap Bupati Waykanan dapat menggantikan PJ kepala kampung atau anggota tim verifikasi penggunaan dana desa supaya tim bisa benar-benar bekerja maksimal dan profesional.

“Kami sangat berharap dana desa digunakan untuk kegiatan yang telah direncanakan, tanpa ada yang dimintai setoran ataupun potongan dana yang mengatasnamakan bupati atau pejabat Pemda kabupaten Way Kanan,” tandasYoni Aliestiadi.

Camat Hamdani saat hendak dimintai konfirmasi, Selasa (21/6) tidak ada di kantornya. Ruangan kantornya terkunci. Sekretaris Kecamatan Blambangan Umpu, Sudarno, mengatakan tim verifikasi penggunaan dana desa telah terbentuk pada bulan Mei 2016 yang dibuat dan ditandatangani oleh Camat Handani.

“Tim diketuai oleh Sekretaris kecamatan, saya sendiri,” kata Sudarno.

Anggota tim, kata Sudardo, antara lain Damiri (Kasi Pembangunan), Edi Kurniawan (Kasubag Keuangan), Gajah Tera (Kasi Pemerintahan) , Suryantini (Kasi Pelayanan), dan Nasution (staf Kecamatan). (Heri Aminudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Nusantara, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Samarinda, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hotel Bumi Senyiur Samarinda tampak ramai, Jumat (13/04) siang. Di dalamnya penuh dengan para aktivis NU dari berbagai daerah di Indonesia, berkisar 200-an orang. Mereka sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rembuk Nasional tentang Sumber Daya Alam yang ditangani oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Acara tersebut juga melibatkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBNNU) se-Indonesia.

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, pertemuan tersebut dimulai dengan pra-acara, yaitu penampilan Grup Habsyi Labaika Samarinda Sebrang. Puluhan Muslimat Samarinda tersebut mampu mencairkan suasana, melantunkan shalawat nabi dengan nada yang amat merdu. Tak sedikit hadirin yang tersihir olehnya, bahkan hadirin menyempatkan diri memotret sekaligus mengabadikan penampilan Grup Habsyi melalui video klip.

Penampilan Grup Habsyi cukup lama, berkisar sejam. Ketika jam menunjukkan pukul 14.30, MC membacakan susunan acara. Bersamaan dengan itu, ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj telah hadir di tengah-tengah hadirin. Tampak mendampingi kang Said beberapa pengurus PBNU, seperti Prof Maksum, H Marsudi Syuhud, dan ketua PWNU Kalsel HM Rasyid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaktur     : Mukafi Niam



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, News, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Perdebatan soal Hukum Transfusi Darah di Zaman Penjajahan

Lazimnya semua peperangan yang terjadi di beberapa belahan bumi sepanjang sejarah, tim medis mempunyai peran sentral dalam memberikan pertolongan kepada para prajurit yang masih bisa diselamatkan. Di antara layanan medis yang sangat penting di medan tempur ialah proses transfusi darah (bloodtransfoesie).

Para pelaku peperangan sebagian besar mengalami pendarahan hebat disebabkan terkena tembak maupun serangan yang lain. Hal ini menjadi perhatian para ulama Indonesia yang tergabung di MIAI (al-Majlisul Islami A’la Indonesia) untuk membahas bagaimana hukum transfusi darah untuk kepentingan perang dan penjajahan.

Perdebatan soal Hukum Transfusi Darah di Zaman Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdebatan soal Hukum Transfusi Darah di Zaman Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdebatan soal Hukum Transfusi Darah di Zaman Penjajahan

Organisasi yang merupakan wadah semua kelompok umat Islam Indonesia ini didirikan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dan KH Ahmad Dahlan (tokoh NU yang pernah menjadi wakil Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dalam kepengurusan NU 1926) pada 12-15 Rajab 1356 H (18-21 September 1937) di Pondok Kebondalem Surabaya, Jawa Timur. Kedua tokoh pendiri NU itu dibantu oleh KH Mas Mansur Pimpinan Muhammadiyah serta W. Wondoamiseno dari Syarikat Islam (SI).

Para tokoh NU berperan penting dalam kemajuan badan federasi perkumpulan Islam itu. Agenda cukup sentral dalam organisasi tersebut di antaranya Kongres Al-Islam. Namun, para tokoh NU mengubah istilah tersebut dengan Kongres Muslimin Indonesia (KMI) untuk menunjukkan bahwa umat Islam di Indonesia kuat meski terbagi menjadi beberapa kelompok.

Singkatnya, puncak perjuangan MIAI terlihat pada KMI ketiga pada 5-8 Juli 1941 di Solo, Jawa Tengah. Kongres ini didahului sidang pleno Dewan MIAI untuk membahas persoalan penting dan mendesak di antaranya, 1) perubahan tata negara; 2) soal milisi; dan Bloodtransfoesie (pemindahan/transfusi darah). (Pertumbuhan dan Perkembangan NU, 2010)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tentang perubahan tata negara, sidang Dewan MIAI memberikan kesempatan kepada dua pembicara utama, yaitu A.Ghoffar Ismail (Wakil PB PII) dan Abikoesno Tjokrosoejoso (PSII). Untuk masalah milisi-diestplicht, sidang mempersilakan kepada Wakil HBNO/Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), KH Ahmad Ilyas untuk membuat pertimbangan (konsiderannya). Sedangkan untuk persoalan bloodtransfoesie terjadi perbedaan pendapat yang cukup sengit antara Persatuan Islam (Persis), PB PII, dan HBNO.

Dalam perdebatana tersebut, Persis membolehkan bloodtransfoesie karena hal itu (sama halnya dengan) ikhtiar menolong atau mengobati orang sakit, terutama yang kekurangan darah dengan cara memindahkan darah dari orang yang sehat kepada orang yang sakit. Namun, atas persoalan bloodtransfoesie ini, HBNO dan PB PII memberikan dua alternatif.

Pertama, pemindahan darah ke lain tubuh yang kekurangan darah guna pengobatan, maka hukumnya seperti pemberian. Kedua, jika karena pemberian itu akan terjadi suatu perkara terlarang, mislanya untuk peperangan yang tidak diridhoi Allah SWT, maka hukumnya terlarang atau tidak diperbolehkan. Dengan kata lain, hukumnya haram.

Atas argumen syar’i dari HBNO, Kongres Muslimin Indonesia ketiga itu berakhir dengan keputusan bulat, yakni melarang atau mengharamkan bloodtransfoesie untuk kepentingan membantu peperangan Belanda, dan mengharamkan milisi-diestplicht karena perbuatan tersebut berarti membantu penjajah (kolonial). Sedangkan mengenai perubahan tata negara, menuntut Indonesia berparlemen atas dasar pijakan nilai-nilai agama. (Fathoni Ahmad)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku sangat menyesalkan insiden pembunuhan tiga orang Palestina sebagai akibat ketegangan yang meningkat setelah Israel memperketat penjagaan di kompleks al-Aqsa di Yerusalem.

Seperti dirilis laman Aljazeera, Guterres mengutuk pembunuhan tersebut dan menyerukan penyelidikan pada Sabtu pagi, beberapa jam setelah demonstrasi massa oleh rakyat Palestina di sekitar tempat suci itu.

Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman

Dia mendesak para pemimpin Israel dan Palestina untuk menahan diri dari tindakan yang dapat terus meningkatkan situasi yang mudah berubah di Kota Tua Yerusalem, dengan mengatakan bahwa situs keagamaan harus menjadi ruang untuk refleksi, bukan kekerasan.

Mengutip Guterres, juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan bahwa pihaknya memahami "masalah keamanan yang sah, namun di sisi lain penting bahwa status quo di lokasi tetap dipertahankan".

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pasukan keamanan Israel pada Jumat secara keras menghadang demonstrasi, memuntahkan amunisi, gas air mata dan peluru karet di kerumunan warga Palestina yang menentang kebijakan baru tersebut, yakni melarang laki-laki Muslim di bawah usia 50 tahun memasuki Masjid al-Aqsa dan melewati instalasi detektor logam yang dipasang Israel.

Israel kian memperkuat cengkeramannya di kompleks tersebut pada 14 Juli setelah dua petugas keamanan Israel tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh tiga warga Palestina. Tiga warga itu lantas dibunuh polisi Israel setelah terjadi kekerasan.

Korban berjatuhan

Dalam insiden fatal pertama seminggu kemudian pada hari Jumat, seorang pemukim Israel membunuh Muhammad Mahmoud Sharaf berusia 18 tahun di lingkungan Ras al-Amud di Yerusalem Timur yang diduduki.

Seorang warga Palestina berusia 20 tahun, Muhamad Hasan Abu Ghanam, terbunuh oleh tembakan langsung selama demonstrasi di Yerusalem. Dan pasukan Israel membunuh korban ketiga, Muhamad Mahmoud Khalaf, 17 tahun, dalam bentrokan di Tepi Barat.

Gerakan humanitarian Red Crescent menyebut ada 450 orang yang terluka oleh pasukan Israel selama demonstrasi di Yerusalem dan Tepi Barat, dengan jumlah sekurangnya 215 luka-luka akibat menghirup gas air mata.

Polisi mengatakan seorang penyerang Palestina juga membunuh tiga orang Israel di sebuah pemukiman di Tepi Barat.

Perkumpulan Tahanan Palestina mengatakan, setidaknya 21 orang Palestina ditangkap pada demonstrasi hari Jumat di Tepi Barat, termasuk setidaknya 10 dari Yerusalem.

Media Israel melaporkan bahwa empat petugas polisi Israel terluka dalam demonstrasi tersebut setelah orang-orang Palestina melemparkan batu dan api ke mereka. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Pertandingan, IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

PMII Subang Peringati Harlah

Subang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang menggelar tasyakuran hari lahir yang ke 53 di Sekretariat PMII Subang, Jl. Rancasari, Pamanukan, Subang (Ahad/ 21/04).

Kendati dilakukan sederhana, puluhan anggota dan kader begitu khidmat melangsungkan acara tersebut sebagai refleksi hari lahir organisasi kebanggaannya.?

PMII Subang Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Peringati Harlah

Mereka terdiri dari beberapa kampus di Kabupaten Subang diantaranya dari STAI Miftahul Huda Pamanukan, Universitas Subang, STIE Miftahul Huda Pamanukan dan STKIP Subang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, hadir juga beberapa alumni dan tokoh PMII Subang, diantaranya Ketua GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinta, Akademisi, Samanhudi , dan Majelis Pembina Cabang, Zainal Abidin.

Menurut Ketua Umum PMII Subang, Ade Mahmudin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan refleksi terkait kelahiran organisasi yang mempunyai basis mahasiswa Nahdliyin tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Penguatan integritas kami maksudkan dalam refleksi hari lahir PMII ini sebagai sarana ukhuwah dan mempererat jalinan silaturrahmi antara semua elemen PMII lainnya baik antara anggota, kader, dan alumni. Dimana, sudah setengah abad lebih PMII berkiprah di dalam sejarah perjalanan bangsa ini namun selama itu pula PMII mengalamai beberapa fase perubahan dalam mengawal cita-cita kemerdekaan RI. untuk itu, dalam momentum ini, kami meminta kepada seluruh elemen PMII harus tetap solid dalam situasi dan kondisi apapun,” tegas Ade.

Di tempat terpisah, Korps PMII Putri menggelar aksi demonstrasi dan seruan moral dengan membagi-bagikan karangan bunga di fly over Pamanukan sebagai peringatan hari Kartini.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Hikmah, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 22 Januari 2018

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Rais Syuriyah PBNU, KH Hasyim Muzadi menegaskan, berbuat amal kebaikan kepada orang lain hendaknya diniati dengan ikhlas, tanpa mengingat-ingat kembali kebaikan tersebut. Sebab, jika seseorang berbuat baik kepada orang lain dengan ikhlas, tanpa pamrih serta tanpa mengharapkan imbalan apapun, maka perbuatan orang tersebut akan dibalas Allah lebih baik lagi.

"Kalau kita dapat pertolongan dari orang lain, perbuatan itu mari kita ingat. Tapi kalau kita berbuat baik kepada orang jangan diingat-ingat. Sebab, orang kalau beramal tidak akan dihilangkan amalnya oleh Allah," kata KH Hasyim Muzadi saat memberikan tausiah pada acara Haul para ulama pendiri masjid jami Al-Abror di kelurahan Kauman Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Rabu (20/5) malam.

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya

Kiai Hasyim juga menerangkan, bahwa jangan takut amal hilang, karena Allah tidak akan menghilangkan amal manusia.?

“Maka jangan takut pula orang lain menghilangkan amal kita. Amal itu bisa hilang kalau manusianya sendiri yang menghilangkan, bukan Allah," imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dirinya menegaskan, jika seseorang menolong orang lain, jangan dipikirkan apa yang sudah dilakukannya itu. "Kalau sudah menolong di lepas saja. Tidak usah mikir atau diatur. Itu sudah kuasanya Allah," jelasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Pesantren Al-Mubtadi-ein Tekankan Pembentukan karakter

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?

Pondok Pesantren Al-Mubtadi-ien Bahrul Ulum Tambakberas Jombang diasuh KH Muhammad Asrori Alfa dan Hj Maslachatul Ammah. Pesantren ini lebih menekankan pada pendidikan keagamaan, pembinaan serta pembentukan karakter yang berakhlakul karimah.?

"Di sini santri diajarkan menjadi manusia yang berkarakter islami," jelas Neng Mashlatul Ammah baru-baru ini.

Pesantren Al-Mubtadi-ein Tekankan Pembentukan karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mubtadi-ein Tekankan Pembentukan karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mubtadi-ein Tekankan Pembentukan karakter

Dikatakan Neng Lacha, sapaan akrabnya, pendidikan keagamaan, pembinaan serta pembentukan karakter tersebut, dibentuk para pengurus serta pengasuh pondok melalui pengawasan hingga 24 jam, di samping itu didukung dengan ajaran-ajaran akidah Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja) serta ajaran keagamaan yang lain.?

"Kita komitmen berpegang teguh pada Aswaja ala Thoriqotul Nahdlatul Ulama," tambahnya.

Sedangkan untuk para santrinya, pondok yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini, saat ini dihuni berkisar ratusan santri. Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan luar pulau Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kondisi itu, menurut Neng Lacha menjadi kebanggaan tersendiri, namun sisi lain merupakan tantangan khususnya bagi pengurus dan pengasuh sebab semakin banyaknya santri yang menjadikan Al-Mubtadi-ein sebagai rumah keduanya.

"Santrinya sudah ratusan mas, walaupun baru tetapi di sini juga banyak santri dari luar jawa," paparnya.

Kepada para orang tua yang hendak memondokkan anak-anaknya, Neng Lacha berpesan untuk tidak ragu terhadap sistem yang selama ini diterapkan, terlebih sistem pengawasan terhadap santri yang sangat intens. "Wali santri jangan ragu menitipkan anak di sini, semua dijaga 24 jam," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

Hukum Berobat Kepada Non-Muslim

Setiap orang pasti butuh pengobatan. Tidak ada manusia di dunia ini yang terbebas dari penyakit. Sebagian besar orang pasti pernah sakit, apakah itu penyakit ringan atau berat. Dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan, alternatif pengobatan pun semakin banyak: bisa datang kepada pengobatan tradisional atau pengobatan modern. Tinggal pilih saja mana yang dirasa nyaman dan biayanya terukur.

Pengobatan yang ada di Indonesia tidak semua tabib atau dokternya Muslim. Malah bagi sebagian orang, mereka lebih percaya dan nyaman berobat dengan non-Muslim ketimbang dokter Muslim. Ada banyak hal yang membuat mereka tertarik dengan dokter non-Muslim, bisa jadi pengobatannya lebih bagus, profesional, dan lain-lain.

Hukum Berobat Kepada Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berobat Kepada Non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berobat Kepada Non-Muslim

Ibnu Hajar Al-Haitami pernah ditanya soal ini, bagaimana hukum Muslim berobat kepada non-Muslim atau sebaliknya. Dalam Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra, ia menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Artinya, “Muslim dibolehkan mengobati orang kafir, meskipun kafir harbi sebagaimana dibolehkan bersedekah kepada mereka, atas dasar perkataan Rasulullah SAW bahwa setiap kebaikan ada balasan. Sebaliknya, Muslim dibolehkan berobat kepada orang kafir dengan syarat tidak ada orang Islam yang mampu mengobati penyakitnya dan orang yang mengobatinya dapat dipercaya, serta tidak akan berbuat jahat.”

Ibnu Hajar membolehkan Muslim mengobati non-Muslim secara mutlak. Sementara Muslim yang berobat kepada non-Muslim dibolehkan bila tidak ada dokter Muslim dan bisa dipercaya. Persyaratan ini dibuat untuk kehati-hatian. Kalau memang dokter non-Muslimnya baik dan sudah berpengalaman dalam mengobati banyak orang, termasuk Muslim, tidak ada masalah untuk berobat dengannya.

Apalagi dalam konteks Indonesia, setiap pengobatan atau rumah sakit harus minta izin dulu kepada negara sebelum buka praktiknya. Izin ini bertujuan agar pemerintah bisa menilai apakah pengobatan tersebut memenuhi standar ilmiah, kesehatan, dan tidak merugikan publik. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Warta, Daerah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 15 Januari 2018

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Prof Alexis C Del Rosario dari Filipina didampingi Dirjen Ketahanan Pangan Sri Suhartini dan pemerhati UKM Dr Amarhansah meninjau kegiatan usaha pengelolaan hasil singkong menjadi tiwul di Waykanan. Kunjungan ini digelar dalam rangka melihat produk hasil dari singkong selain dari tepung.

Pengelolaan singkong menjadi beras tiwul merupakan usaha yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama Kabupaten Waykanan.

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Dalam kunjungan ini Ketua LPPNU Yoni Aliestiadi memberikan keterangan kepada tamunya tentang mekanisme pembuatan olahan dari singkong berupa tiwul yang merupakan makanan yang rendah karbohidrat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu juga ia mempraktikkan bagaimana cara pembuatan tiwul di depan rombongan dari Filipina dan Departemen Pertanian Dirjen Ketahanan pangan.

Prof Alexis mengatakan bahwa ia merasa senang dapat melihat secara langsung pembuatan makanan alternatif dari singkong yaitu tiwul.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ditambahkannya bahwa kunjungannya ke Waykanan memang mencari olahan apa saja yang dapat dihasilkan dari tanaman singkong. "Di Filipina singkong hanya dijadikan bahan untuk makanan ternak," ujar Prof. Alexis C. Del Rosario.

"Kami akan mengembangkan olahan yang dihasilkan dari singkong selain makanan ternak," tambahnya.

Sri Suhartini menambahkan bahwa tahun ini pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian memberikan bantuan untuk tanaman singkong kepada kelompok petani singkong.

ia mengharapkan Pemda Waykanan dapat berkoordinasi dengan lembaga yang peduli dan memperhatikan para petani singkong untuk bersama-sama memberikan masukan dan pengawasan untuk batuan ini agar sesuai sasaran.

Pengelola pabrik tiwul, Yoni Aliestiadi merasa bangga dengan kunjungan dari Kementrian Pertanian dan perwakilan dari comprehensive assessment of the permormance of the cassava supply chain and value chain and identification of interventions for competitiveness dari Filipina.

Yoni meminta Pemkab Waykanan agar lebih peduli kepada pengusaha UKM yang ada di Waykanan, untuk mengembangkan usaha kecil menengah sehingga mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Sunnah, Nahdlatul Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 09 Januari 2018

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Adik kandung KH Abdurrahman Wahiid (Gus Dur), KH Salahuddin Wahid menjelaskan tentang kondisi lingkungan yang membuat kakanya menjadi sosok yang berani dan egaliter. Menurut dia, hal ini tak lepas dari cara mendidik orang tua mereka.

"Kami waktu kecil disekolahkan di sekolah yang muridnya kebanyakan beragama Kristen. Makanya kami sekeluarga selalu menghargai perbedaan," ujar pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda

Gus Sholah menyampaikan hal itu dalam acara bedah buku  “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Menteri Negara Riset dan Teknologi era Gus Dur, AS Hikam, Kamis (26/12). Selain penulis buku, hadir pula sebagai narasumber Pendeta Simon Filantropa Bingki Irawan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bingki Irawan dalam forum itu lebih banyak menceritakan pengalamannya selama dekat dengan Gus Dur. Yakni, ketika dirinya diajak berjunjung ke Tiongkok. Hanya saja waktu itu Bingki dimarahi oleh Gus Dur karena keluar dari acara tanpa pamit.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia juga menceritakan pengalamannya ditangkap oleh Kodam V Brawijaya lantaran menggelar atraksi barongsai. Gus Dur mengecam aksi penangkapan tersebut dan membela warga Tionghoa. "Saat itu zaman orde baru, menggelar kesenian China masih tabu. Bahkan saya dianggap PKI," kenang Bingki.

Sementara itu AS Hikam mengupas tentang bukunya. Buku itu menurut As Hikam mengupas seluruh sosok Gus Dur. Adapula wawancara imajiner dengan mantan Ketua Umum PBNU itu. "Buku ini sangat ringan dan bisa dibaca oleh semua kalangan," pungkas Hikam.

Acara yang diselenggarakan di Klenteng Hok Liong Kiong Jombang ini juga menampilkan sejumlah kesenian tradisional, di antaranya tari remo dari Jombang, pembacaan puisi, atraksi bambu gila dari Ambon, serta vokal grup dari gereja.

"Acara ini untuk mendandai  empat tahun meninggalnya Gus Dur. Sekaligus untuk menggali pemikiran beliau," ujar Aan Anshori, salah satu panitia. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 03 Januari 2018

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang

Sukabumi, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH R. Abdul Basith mengatakan, rukun Islam yaitu syahadat, shalat, puasa, dan ibadah haji diajarkan kepada anak sejak kecil dan dihafal di sekolah. Namun, ada satu rukun Islam yang kadang lupa diperkenalkan untuk dipraktikkan, yaitu zakat.

“Padahal itu tiga aspek yang harus dimiliki masyarakat di antaranya zakat. Juga infak, dan sedekah,” katanya pada silaturahim PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan buka puasa bersama dengan Bupati Sukabumi H Marwan Hamami di Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug Senin (27/6)

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Wajib untuk Muzakki, Infak dan Sedekah Semua Orang

Di antara yang disebut Kiai Basith, pengambilan zakat telah ditetapkan dan diatur pemerintah melalui Baznas. Jika zakat khusus dilakukan untuk orang kaya (muzakki), tapi infak dan sedekah bisa dilakukan semua orang, termasuk orang miskin.

Ia mencontohkan apa yang telah dijalankan di Desa Nangerang, Cicurug, warga masyarakat yang kaya dan miskin mengeluarkan uang Rp 500 per hari. Hasilnya mencengangkan, dalam sebulan bisa mengumpulkn uang Rp 28 juta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Di Kecamatan Cicurug Sukabumi baru berjalan 8 desa dari 12 desa. Ini akan menjadi target pemerintah kecamatan pada tahun 2016 sudah berjalan di 12 desa se-Kecamatan Cicurug,” tambahnya pada kegiatan bertema "Merajut silaturahim antara ulama dan umaro dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri”.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Manfaat dari sedekah tersebut, menurut dia, yaitu dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk bidang kesehatan, beras miskin, penerangan jalan, membayar rekening listrik masjid, majelis ta’lim, mushola, sumbangan dana kematian dan kegiatan sosial lainnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi H. Agus Mulyadi, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH M.Komarudin, Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi H. Hilmy Riva’i, Camat Cicurug Gunawan, dan lain-lain.

Pada kesempatan itu PCNU bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Sukabumi menyerahkan santunan kepada 150 paket sembako jompo dan fafkir miskin Desa Nanggerang. Secara simmbolis, santunan diserahkan Bupati Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Sholawat, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 01 Januari 2018

IPNU Cirebon Nilai LGBT Rusak Nilai Luhur Bangsa

Cirebon, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Cirebon, Jawa Barat, menuturkan kelompok Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) akan mengancam dan merusak nilai luhur Bangsa Indonesia, untuk itu pihaknya menolak keras LGBT.

"Menurut kami LGBT adalah ancaman yang serius untuk bangsa Indonesia dan itu harus ditolak oleh semua kalangan," kata Ketua Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Imam Baehaqi, di Cirebon, Sabtu.

IPNU Cirebon Nilai LGBT Rusak Nilai Luhur Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Cirebon Nilai LGBT Rusak Nilai Luhur Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Cirebon Nilai LGBT Rusak Nilai Luhur Bangsa

Ia menuturkan, jika LGBT terus menerus eksis dan ada, maka jelas bangsa sudah dijajah untuk itu pihaknya bersikeras untuk menolak adanya aktivitas tersebut.

Propaganda yang disebar oleh kaum LGBT seharusnya cepat diatasi dan jika itu didiamkan saja, maka akan merusak nilai luhur bangsa dan mengancam masa depan bangsa dan Negara.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Seharusnya pemerintah harus tegas terhadap propaganda LGBT," tuturnya.

Masalah LGBT tidaklah masalah yang sepele, untuk itu semua harus cepat tanggap untuk menolak kehadiran dan legalitas LGBT.

"Ini masalah masa depan bangsa dan negara. Jika pernikahan sejenis diakui di Indonesia, bagaimana nasib masa depan bangsa," tuturnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk itu IPNU mendesak pemerintah untuk tetap menolak LGBT dan itu harus untuk masa depan bangsa. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 Desember 2017

Inilah Ketua Termuda Pimpinan Cabang IPPNU

Pangandaran, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Muda, energik, ramah, dan mudah akrab. Itulah sosok Siti Mardiyah, ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pangandaran. Mardiyah memecahkan rekor sebagai ketua Pimpinan Cabang IPPNU termuda.

"Umur saya masih 17 tahun dan masih duduk di bangku kelas 11 SMK," kata Mardiyah usai pelantikan PC IPNU dan IPPNU, Ahad (1/4). Mardiyah kini menempuh pendidikan di SMK Asy-Syafiiyah, Pangandaran. Umumnya, PC IPPNU diketuai oleh kader berusia sekitar 20 tahun atau lebih.

Inilah Ketua Termuda Pimpinan Cabang IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ketua Termuda Pimpinan Cabang IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ketua Termuda Pimpinan Cabang IPPNU

Ia mengaku terkadang merasa malu saat harus bersanding dengan ketua pimpinan cabang atau kader IPPNU dan IPNU yang lebih dewasa darinya. "Kadang sih malu, tapi justru menurut saya karena kita muda kita bisa melangkah dua langkah sementara yang lebih dewasa cuma satu langkah," ujarnya tanpa bermaksud meremehkan kader senior lainnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berkat dukungan dari berbagai pihak, Mardiyah pun memberanikan diri untuk maju. Mulai dari rekan-rekannya hingga orang tuanya. "Alhamdulillah, kepala sekolah juga mendukung dan orangtua juga ngasih izin," ujarnya.

Dalam konferensi cabang, Mardiyah meraih suara unggul calon-calon lain yang lebih tua darinya. Semula dari empat bakal calon yang ada terpilih dua calon. Mardiyah pun mendapatkan dukungan dari pesaingnya. Kemudian, "Dia (pesaingnya) juga ngedukung. Ya udah, saya pikir kalau saya enggak maju siapa lagi, ini juga kan perdana PC Pangandaran terbentuk," katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mardiyah mengaku awalnya memang canggung memimpin rekan yang lebih tua darinya. Namun, berkat banyaknya dukungan, ia pun mulai profesional dan terbiasa. Terpilihnya Mardiyah juga mengaeali sejarah baru PC IPPNU Pangandaran.

PC IPPNU dilantik oleh ketua PW IPPNU Jawa Barat, Nunung Nurjanah. Pelantikan ini juga dihadiri oleh Kabag Kesra SDM kabupaten Pangandaran yang mewakili Bupati Pangandaran, Kesbangpol Pangandaran, Kemenag Pangandaran, Disdikbudpira, Polres Pangandaran, Komite Nasional Pemuda Indoneesia (KNPI) Pangandaran, Gerakan Pemuda Anshor, dan Barisan Patriot Bela Negara (BPBN). (Ridwan Alawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Makam, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 26 Desember 2017

Tanpa Voting, Adam Rouf Terpilih Pimpin KMNU Unila

Bandar Lampung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung sukses menggelar Musyawarah Umum Ke-7 di kantor PWNU 3 Rajabasa, Bandar Lampung, 23-25 Desember 2016. Forum musyawarah tertinggi KMNU Unila itu menjadi ajang pembahasan peraturan organisasi, laporan pertanggung jawaban setahun kepengurusan, dan pemilihan ketua baru.

Dalam suksesi kepemimpinan, terpilih Adam Rouf sebagai ketua KMNU Unila masa khidmah 2017-2018. “Alhamdulillah berjalan lancar, terima kasih rekan-rekan pengurus periode 2016 atas kerja kerasnya, dan selamat untuk Mas Adam Rouf semoga amanah dalam mengemban tugas” tutur ketua demisioner KMNU Unila Ahmad Nurfuadi.

Tanpa Voting, Adam Rouf Terpilih Pimpin KMNU Unila (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanpa Voting, Adam Rouf Terpilih Pimpin KMNU Unila (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanpa Voting, Adam Rouf Terpilih Pimpin KMNU Unila

Fuad, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa ada delapan bakal calon ketua, kemudian empat orang di antaranya lolos menjadi calon, hingga akhirnya terpilih Adam sebagai ketua baru. “Semuanya berdasarkan musawarah, tidak ada voting (pemungutan suara),” tambahnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu anggota KMNU, Arin sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi 14 FISIP Unila mengungkapkan, terpilihnya Adam tidak terlepas dari kesuksesannya dalam memimpin rangkain Dies Miladiyah ke-6 (DM6) KMNU Unila.

“Beliau sukses memeriahkan DM6 KMNU Unila, mulai dari tasyakuran, khatmil qur’an, tabligh akbar, hingga bakti sosial di Panti Asuhan Mahmudah Kemiling minggu lalu. Kami para musyawirin memiliki harapan besar terhadap beliau untuk KMNU Unila setahun ke depan,” ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adam Rouf, ketua terpilih KMNU Unila mengungkapkan tidak menyangka akan mengemban amanah besar ini. “Saya berharap para (pengurus) demisioner terus memberi nasihat dan wejangan, kepada rekan-rekan mohon kesediaannya untuk bersama-sama membangun KMNU Unila” ungkap Adam, Mahasiswa Biologi Fmipa yang juga alumni Pondok Pesantren Roudlotul qur’an Kota Metro. (Rosihun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 24 Desember 2017

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014

NU merupakan jamiyyah diniyyah ijtimaiyyah, organisasi masyarakat keagamaan. Sejak awal didirikan oleh para Kyai, NU mengemban tugas besar menjaga, merawat, dan mengembangkan ajaran Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah di bumi Nusantara.

Karenanya sudah teramat jelas bahwa NU tidak bertujuan meraih kekuasaan politik. Kalaupun harus menyebut istilah politik, maka politik NU adalah politik kebangsaan dan politik kerakyatan. NU menunjukkan bahwa jalan menuju kemaslahatan individual dan kolektif terbentang begitu banyak dan luas. Sementara kekuasaan politik praktis hanya sebagian saja dari berbagai jalan yang ada.

Hingga sekarang dan kelak, NU secara tegas dan teguh memegang komitmen terhadap Khittah 1926 ini. Salah satu pelajaran penting dari Khittah 1926 ialah NU keluar dari batas-batas partai politik. NU meluaskan pandangan dan pengertian terhadap politik. Perluasan pandangan itu beranjak dari sebatas tukar guling kekuasaan meluas menjadi perjuangan kemaslahatan.

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Ketum PBNU Terkait Pilpres 2014

 

Sejak mengemban amanah Ketua Umum PBNU, saya dengan sadar dan sengaja berusaha meneruskan komitmen Khittah 1926. NU bukan bagian dari partai politik apapun. Bukan bagian dari PDIP, GOLKAR, PD, GERINDRA, PKB, PPP, dan seterusnya. Bagi saya, Karena NU jauh lebih besar dari partai, justru di partai-partai itulah tersebar kader-kader NU.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Indonesia pasca-reformasi yang antara lain ditandai dengan semangat desentralisasi atau otonomi daerah dibajak oleh penumpang gelap demokrasi. Pembajakan demokrasi di era otonomi itu membuat kekuasaan politik tersebar secara luas dan menyeret masyarakat sipil dalam godaan dan iming-iming duniawi yang tidak mudah dikendalikan.

 

Dalam pusaran semacam itu, unsur-unsur dalam NU kerap diseret-seret untuk terlibat dalam arus kekuasaan politik praktis. Dari level nasional hingga daerah, kecenderungan ini terjadi secara sporadis. Kita tahu bahwa jumlah Nahdliyin, merujuk sejumlah survei akademik, survey pemerintah, dan survey intelijen, memang besar sekali secara demografis. Tidak heran jika Agenda semacam pemilihan kepala daerah, seringkali membuat Nahdliyyin dihitung sebatas sebagai penyumbang suara. Padahal, ini yang kerap dilupakan, besarnya jumlah warga Nahdliyyin merupakan akibat dari perjuangan keaswajaan yang berangkat dari kesadaran, bukan semata akibat dari politik praktis yang berangkat dari hasrat kekuasaan.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hari-hari ini, kita menyaksikan, proses menuju Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 begitu menyita perhatian. Sulit dipungkiri, NU kembali diseret-seret dalam proses tersebut. NU sebagai organisasi tidak layak diperalat untuk menjadi sekadar tim sukses. Yang didukung NU bukan sekadar kandidat, melainkan proses penyelenggaran pemilihan yang jujur, adil, dan bermartabat.

 

Sikap PBNU jelas dan tegas, tidak berpolitik praktis. Tak satupun yang akan mendapat stempel NU. Kalaupun ada pihak-pihak yang membawa-bawa NU untuk dijadikan komoditas politik, sudah pasti itu tidak lebih dari sekadar klaim.

 

Saya menghimbau warga NU untuk memilih pemimpin yang mampu menjadi solusi bagi Indonesia. Warga NU harus menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Tanggung jawab itu terus berlangsung hingga setidaknya lima tahun mendatang. Baik buruknya bangsa ini, ada di tangan kita sendiri.

 

Karena pemilihan presiden hanya merupakan satu tahap saja dari rangkaian pembangunan Indonesia,  jauh lebih penting bagi PBNU untuk mengawal dan mengawasi pemerintahan terpilih. Saya akan berdiri di depan dan pasang badan jika presiden dan wakil presiden terpilih nanti tidak bekerja untuk kedaulatan rakyat. Jadi, tidak hanya 9 Juli yang penting, jauh lebih penting adalah hari-hari panjang sesudahnya.

 

Jakarta, 1 Juni 2014

 

 

DR KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Kajian Sunnah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 23 Desember 2017

Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir

Pringsewu-Lampung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ribuan jamaah larut dalam kekhusuan dzikir yang digelar di halaman Masjid Ad Dakwah Bandung Baru (12/5). Acara yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) NU di Kabupaten Pringsewu ini mengambil judul “Pringsewu Berdzikir”.

Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir

Menurut Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu KH Mahfudz Ali, kegiatan bekerjasama dengan Alumni Pondok Pesantren Al Falah Kediri yang menghadirkan Gus Tsabut Panoto Projo yang merupakan putra dari Pendiri jamiyyah dzikrul ghofilin Alm. KH Hamim Jazuli yang akrab dipanggil Gus Mik.

"Dengan berdzikir bersama kita harapkan Pringsewu akan benar benar menjadi Kabupaten yang Baldatun Thayyibatun warabbun ghofur," tambahnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam sambutannya ia juga menginformasikan kepada warga NU tentang beberapa program PCNU Pringsewu yang sedang berjalan seperti perkembangan Majalah Aswaja LTN NU Pringsewu, pendirian Perpustakaan Aswaja, Perkembangan Apotek NU dan berdirinya beberapa sekolah baru LP Maarif di Kecamatan di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu KH Sujadi Saddad, Bupati Pringsewu sekaligus Mustasyar NU PCNU Pringsewu, mengharapkan kepada segenap warga masyarakat Kabupaten Pringsewu untuk meningkatkan kebersamaan dalam masyarakat dalam rangka mewujudkan 9 Moto Kabupaten Pringsewu yaitu Bersenyum Manis (Bersih, Sehat, Ekonomis, Nyaman, Unggul, Maju, Mandiri, Aman, dan Agamis). 

Ia juga mengharapkan kepada segenap warga untuk tetap saling berkomunikasi secara inten untuk mencegah terorisme menyebar di Pringsewu. Hal ini merupakan bentuk antisipasi dikarenakan beberapa hari lalu Densus 88 Anti Teror telah menangkap salah satu warga Pringsewu yang terlibat dalam jaringan terorisme. 

"Kegiatan yasinan, tahlilan, kenduri bisa menjadi sarana yang efektif untuk menangkal terorisme karena disamping beribadah kita juga bisa saling berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan tetangga tetangga kita," tambahnya.

Pada kesempatan ini Gus Tsabut menyampaikan beberapa hal mengenai pentingnya berdzikir. Dzikir dapat menjadi sarana untuk melepaskan berbagai permasalahan dunia dengan tiga syarat. Pertama merasa senang, kedua madep mantep, dan yang ketiga yakin kalau doa kita di ijabah oleh Allah SWT.

Tampak Hadir pada kegiatan ini Ketua MUI Kabupaten Pringsewu, Anggota DPRD , segenap jajaran Muspida Kabupaten Pringsewu dan seluruh Pengurus MWC dan Ranting NU se Kabupaten Pringsewu.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Pesan Bung Karno kepada Rombongan Misi Haji Pertama

Pada tulisan sebelumnya telah dikisahkan mengenai awal keberangkatan rombongan Misi Haji I Republik Indonesia. Rombongan terdiri dari KHR. Mohammad Adnan sebagai ketua misi, Saleh Su’ady (Sekretaris), H Syamsir Sutan Rajo Ameh (Bendahara), dan Ismail Banda (Anggota).

Sebelum berangkat, terlebih dahulu mereka menemui Presiden dan Wakil Presiden RI, Soekarno-Hatta. Bagi bangsa Indonesia, perjalanan Misi Haji ini memang tidak hanya sekedar perjalanan haji belaka, melainkan mengandung misi untuk merangkul dukungan diplomatik dari berbagai negara.

Pesan Bung Karno kepada Rombongan Misi Haji Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Bung Karno kepada Rombongan Misi Haji Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Bung Karno kepada Rombongan Misi Haji Pertama

Presiden Seokarno sembari memberikan sebilah keris berhulu emas kepada Adnan sang ketua rombongan, untuk dihadiahkan kepada Raja Saudi. Ia juga memberikan pesan.

“Beri penerangan yang betul kepada warga Indonesia di sana dan sampaikan rasa terima kasih rakyat dan pemerintah Indonesia kepada rakyat dan pemerintah Arab Saudi,” kata Bung Karno.

Sedangkan Bung Hatta juga menitipkan pesannya. “Kita harus meningkatkan perjuangan diplomatik ke negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi karena negara-negara itu kita anggap penting. Dalam perjuangan kita, berdoalah kepada Allah agar perjuangan kita menang.” (Abdul Basit Adnan, 1977)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Akhirnya, berbekal uang Rp3500 per orang, perjalanan tim misi haji tersebut dimulai pada tanggal 26 September 1948 pukul 02.00 WIB, berangkat dari Pelabuhan Udara Maguwo Yogyakarta menuju ke Bangkok dengan menggunakan pesawat carteran milik Pacific Overseas Airlines Service (POAS).

Dari Bangkok, mereka berganti pesawat KLM menuju ke barat, ke Kalkuta (India) dan Karachi (Pakistan) sebelum turun di Kairo (Mesir). Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, pada tanggal 6 Oktober, sampailah rombongan di Pelabuhan Udara Farouk Kairo.

Setibanya di Mesir, mereka dijemput sejumlah pegawai Perwakilan Indonesia di sana. Di Kairo, rombongan hanya singgah semalam untuk kemudian meneruskan perjalanan ke Arab Saudi. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nusantara, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 06 Desember 2017

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi berharap kepada kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) supaya memanfaatkan dengan baik sarana kantor Graha Mahbub Djunaidi yang baru dibangun ini.

“Semoga dari kantor ini terus lahir kader-kader bangsa yang terus mewarnai dan terus menjaga Indonesia selamanya menjadi Indonesia dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-57 PMII di Kantor PB PMII, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (17/4).

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia

Di usia ke-57 ini, PMII juga diminta untuk semakin kokoh dan istiqomah, yaitu selalu membela dan mengawal kebenaran, kejujuran, dan terus menerus memberikan makna yang terbaik bagi kehidupan bangsa ini.?

Terutama, kata dia, PMII harus terus mengawal masyarakat agar bebas dari kemiskinan, korupsi, degradasi moral, dan lain sebagainya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menteri kelahiran Bangkalan, Madura ini juga menyampaikan kepada kader PMII supaya mengawal komitmen Ketua Umum (Aminuddin Ma’ruf), yaitu menjaga masjid dan kampus.?

“Kalau masjid nggak dijaga oleh PMII, mungkin masjid akan hilang, tidak hanya caranya, tapi masjidnya pun akan hilang,” ujarnya.

Nampak hadir pada peringatan Harlah ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua DPP PPP Romahurmuzy, Pendiri PMII KH Nuril Huda, Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PMII H Abdul Muhaimin Isandar, Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini dan beberapa jajaran pengurus PBNU. (Husni Sahal/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Sunnah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 03 Desember 2017

Merekonstruksi Pemahaman tentang Idul Fitri

Oleh Ahmad Saifuddin



Bulan Ramadhan telah berakhir. Sehingga bulan Syawal menggantikan perginya bulan Ramadhan. Bulan Syawal dianggap sebagai bulan kemenangan setelah selama sebulan di bulan Ramadhan umat Muslim mengekang hawa nafsunya. Bulan Syawal yang di dalamnya terdapat sebuah hari yang menjadi momentum saling memaafkan meskipun saling memaafkan harus dilakukan setiap waktu. Bulan Syawal di dalamnya terdapat Idul Fitri yang dianggap sebagai momen kembali kepada kesucian. Bulan Syawal disambut suka cita sehingga seringkali kita melupakan evaluasi terhadap sikap kita selama bulan Ramadhan.

Merekonstruksi Pemahaman tentang Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Merekonstruksi Pemahaman tentang Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Merekonstruksi Pemahaman tentang Idul Fitri

Secara bahasa, Idul Fitri memang memiliki arti kembali kepada kondisi yang suci. Hal ini disebabkan setelah melalui masa-masa pengendalian hawa nafsu selama bulan suci Ramadhan. Pada bulan tersebut juga Tuhan melimpahkan ampunan dan pahala bagi kaum Muslim yang memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya ibadah dan perilaku. Ditambah lagi, bulan Ramadhan diakhiri dengan zakat fitrah untuk menyucikan harta benda yang dimiliki. Lalu disusul dengan Idul Fitri, momentum saling memaafkan antarsesama. Dengan demikian, kesucian yang terkandung dalam Idul Fitri bisa meliputi kesucian terhadap Tuhan karena mendapat ampunan, kesucian harta benda karena menzakatkan hartanya, kesucian terhadap sesama karena saling memaafkan. Pada akhirnya, Idul Fitri dimaknai sebagai momentum kemenangan bagi kaum Muslim setelah mengekang hawa nafsu selama bulan Ramadhan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Satu hal yang sering dilupakan adalah, apakah kita benar-benar menang melawan hawa nafsu dan kembali suci? Apakah kemenangan yang dimaksud berdampak pada kehidupan kita? Pertanyaan reflektif yang jika senantiasa dipegang teguh dan direnungkan jawabannya, akan bisa memunculkan sikap yang berbeda dalam menyikapi berlalunya Ramadhan dan datangnya Idul Fitri. Sikap yang bukan euforia semata, sikap yang bukan seperti seekor binatang yang lepas dari kandang sehingga kembali menampakkan sifat-sifat negatifnya. Penting untuk menengok bahwa betapa sedihnya para generasi Muslim awal, yang semakin giat dan rajin mendekatkan diri pada Tuhan karena Ramadhan akan pergi. Sehingga, sikap ini yang mempertahankan perubahan perilaku dan derajat ketakwaan pun bisa diraih.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Saat ini, banyak kaum Muslim ketika bulan Ramadhan pergi, menyambut suka cita Idul Fitri dan menganggap dirinya menang serta kembali suci. Ditambah lagi, kapitalis saling berlomba dalam merebut perhatian kaum Muslim untuk membeli baju dan segala perlengkapan menyambut Idul Fitri. Sehingga, banyak kaum Muslim yang juga tergiur dengan godaan kapitalis tersebut. Padahal patokan menang bukan terletak waktu Idul Fitri, namun justru terletak pada waktu sebelas bulan mendatang sampai Ramadhan selanjutnya datang kembali.

Ibarat karantina atau masa belajar, manusia diberi waktu sebulan oleh Tuhan untuk belajar mengendalikan hawa nafsunya. Tuhan bukan ingin mematikan dan menghabisi manusia. Tuhan hanya ingin memperlihatkan dan menyadarkan manusia bahwa ada hal dalam diri manusia yan harus dikendalikan, karena jika tidak dikendalikan maka akan bersifat destruktif. Waktu sebulan selama Ramadhan harus dimaknai sebagai bulan pembangunan karakter dan kepribadian. Karakter mampu memahami kondisi orang lain atau disebut dengan empati sehingga memunculkan sikap berbagi, karakter mampu mengendalikan dorongan sehingga menjadi manusia yang bermartabat, karakter giat mendekatkan diri pada Tuhan, karakter ringan berbuat kebajikan, dan karakter merasa diawasi oleh Tuhan.

Setelah karantina atau proses belajar di bulan Ramadhan, sebelas bulan selanjutnya, sebenarnya kita justru baru melewati masa-masa ketika kita harus tetap mempertahankan perubahan yang sudah berhasil dilakukan di bulan Ramadhan. Jika ternyata di sebelas bulan selanjutnya manusia tidak dapat mempertahankan perubahannya, apakah pantas disebut mendapatkan kemenangan? Seperti halnya ketika kita harus menempuh studi pada derajat tertentu, kita akan mendapatkan kelulusan dalam waktu tertentu. Namun, kelulusan tersebut harus dibuktikan dengan kemampuan kita untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat.

Puasa sendiri merupakan momentum untuk mengendalikan hawa nafsu yang cenderung bersifat destruktif jika dibiarkan. Dalam struktur kepribadian, manusia memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu, dalam perspektif psikoanalisis, identik dengan id dan insting kematian atau thanatos. Id ini bersifat biologis dan memiliki orientasi kenikmatan (pleasure oriented) dan tidak mempedulikan nilai dan norma sehingga bisa bersifat destruktif, sedangkan thanatos bisa menimbulkan perilaku agresi. Dengan menundukkan id, maka manusia semakin memperbesar superegonya. Gambaran id secara nyata dapat diilustrasikan pada seorang bayi atau anak yang belum memahami nilai, sehingga melakukan apapun yang dia suka (Sigmund Freud, 2009, A General Introduction to Psychoanalysis, halaman 334–382).

Menurut Ibnu Maskawaih, jiwa manusia terdiri dari tiga fakultas, yaitu fakultas berpikir (nathiqah), fakultas menolak yang membahayakan (ghadhab), dan fakultas yang menginduksi kesenangan (syahwat). Selain itu, natur asli dari nafsu dan syahwat ini mengarah pada hal buruk (Abdul Mujib, 2006, Kepribadian Dalam Psikologi Islam, halaman 129 – 152). Ibnu Maskawaih juga menyatakan bahwa dalam diri manusia terdapat jiwa binatang lunak (an-Nafs al-Bahâmiyah) dan jiwa binatang buas (an-Nafs as-Sabu’îyah). Sementara itu, Al Kindi menyatakan bahwa jiwa manusia terdiri dari daya nafsu syahwat, daya pemarah, dan daya berpikir; Al Farabi berpendapat bahwa jiwa manusia terdiri dari jiwa penggerak (an-Nafs al-Muharrikah), jiwa menangkap (an-Nafs al-Mudrikah), dan jiwa berpikir (an-Nafs an-Nâtîqah); dan Ibnu Sina menyatakan jiwa manusia salah satunyaa terdiri dari jiwa binatang atau an-Nafs al-Hayawanîyah (Yadi Purwanto, 2007, Psikologi Kepribadian : Integrasi Nafsiyah dan ‘Aqliyah Perspektif Psikologi Islami, halaman 96).

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Kimiya-us Sa’adat, jasad digambarkan sebagai sebuah kerajaan, di mana jiwa atau ruh sebagai rajanya serta berbagai indera dan bagian lain sebagai tentaranya. Nalar bisa dianggap sebagai perdana menteri, nafsu diilustrasikan sebagai pemungut pajak, dan amarah digambarkan sebagai polisi. Nafsu (digambarkan pemungut pajak) cenderung untuk merampas demi kepentingannya sendiri, sementara amarah (digambarkan polisi) cenderung pada kekerasan. Pemungut pajak dan polisi harus selalu ditempatkan di bawah raja, tetapi tidak dibunuh atau diungguli, mengingat mereka memiliki fungsi-fungsi tersendiri yang harus dipenuhinya secara proporsional. Jika nafsu dan amarah menguasai nalar (digambarkan perdana menteri), maka jiwa (digambarkan sebagai raja) akan runtuh, sehingga jasad beserta perilakunya akan rusak. Jiwa yang membiarkan bagian yang lebih rendah untuk menguasai yang lebih tinggi ibarat seseorang yang menyerahkan bidadari kepada seekor anjing.

Dengan demikian, baik ilmuwan sekuler macam Sigmund Freud maupun para ilmuwan Islam, sepakat bahwa dalam diri manusia, ada dorongan-dorongan yang harus dikendalikan dan ditundukkan karena jika tidak disadari dan tidak dikendalikan, maka dorongan tersebut bersifat merusak dan merugikan sehingga mengganggu harmonisasi kehidupan. Puasa merupakan sebuah metode untuk mengendalikan dorongan-dorongan tersebut, atau bisa disebut dengan mengendalikan hawa nafsu.

Terlebih lagi tujuan puasa itu sendiri adalah untuk mencapai derajat ketakwaan. Derajat takwa dimaknai sebagai suatu derajat yang berwujud kesatuan sikap dan perilaku menjalankan segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan Tuhan. Patokan bertakwa ini tentu akan sempit sekali jika hanya dikontekskan dari Ramadhan sampai Idul Fitri itu saja. Sehingga patokan takwa justru harus dimaknai sebagai menetapnya perubahan perilaku (yang didapatkan pada bulan Ramadhan) dalam menjalankan segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan Tuhan selama sebelas bulan setelah Ramadhan. Sehingga, indikator kemenangan yang sebenarnya adalah bukan terletak ketika Idul Fitri, tetapi terletak pada waktu-waktu setelah Ramadhan sampai Ramadhan selanjutnya tiba kembali. Yaitu ketika manusia bisa mempertahankan ketakwaan di waktu-waktu selain Ramadhan, ketika manusia mampu mempertahankan perubahan karakternya dan perilakunya untuk selalu mendekatkan diri pada Tuhan, merasa diawasi oleh Tuhan, bersikap empati dan suka berbagi, dapat mengendalikan dorongan-dorongan dalam diri, serta tidak suka merugikan orang lain.

Penulis adalah Wakil Sekretaris PW IPNU Jawa Tengah



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Pendidikan, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock