Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah

Milan merupakan kota yang ramai penduduknya. Kota itu terlihat rapi. Banyak pelajar Indonesia yang mengambil S2 dan S3 di sini. Dibandingkan dengan Roma, jumlah pelajar Indonesia di Milan lebih banyak, hampir 10 kali lipatnya. Menurut Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Anas, di Roma jumlah pelajar Indonesia ada dua puluh orang.

Sekilas tentang diaspora di Milan keadaannya kurang lebih sama seperti di Roma. Banyak yang pekerja informal; beberapa karena pernikahan campur dengan penduduk asli Italia. Rata-rata mereka tinggal di Milan sudah terhitung belasan sampai dengan 25 tahunan. Anak-anak mereka lahir dan besar di Milan, karenanya ada beberapa yang tidak lancar berbahasa Indonesia.

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah

Beberapa di antara diaspora ada yang sempat jauh dari menjalankan Islam. Sebagian sudah mendapat hidayah dan sering datang ke pengajian.

“Di Milan setiap minggu rutin pengajian keagamaan (diniyah). Dan pada jeda setiap 2 atau 3 bulan sekali ada kajian dengan mendatangkan ustadz, yang biasanya berdomisili di Belanda,” jelas Agie Priakbar, Ketua PPI untuk Italia.

Mahasiswa Indonesia di Milan rata-rata menyewa kos dengan harga 375 Euro per bulan. Itu sudah yang paling murah, karena untung-untungan juga mendapatkan kosan untuk mahasiswa. Jika mencari pakai website biasanya mahal. Tetapi kalau mencari langsung dapat murah, meskipun agak jauh. Masyarakat Indonesia di Milan juga berasal dari banyak suku, dengan suku Sunda menjadi jumlah terbanyak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hari Sabtu (17/6), saya beserta rombongan KBRI Roma dan Ibu Esti Andayani, Duta Besar Republik Indonesia—menuju Milan untuk mengikuti acara berbuka puasa bersama diaspora Indonesia. Perjalanan dari Roma ke Milan ditempuh sekitar tujuh jam. Diaspora Indonesia cukup banyak di sini, sekitar 300 orang. Mahasiswa yang tergabung dalam PPI sekitar 150 orang. Dari jumlah itu mahasiswa muslim sekitar 100 orang.

“Sebagian besar masyarakat Indonesia yang bekerja di Milan bekerja di bidang manufaktur. Ada juga yang usaha restoran pizza ala Italia,” kata Ahmad Basshofi, mahasiswa asal Bojonegoro ? yang sedang menempuh S3. Basshofi mengambil Jurusan Teknik Sipil di Politekniko Milano, Milan. Ia peraih beasiswa LPDP. Sebelum di Milan, Ahmad Basshofi sudah menyelesaikan S2 di Ecol Perancis. Sementara ijazah S1 ia raih di ITS Surabaya.

Buka puasa bersama diaspora dihadiri oleh seluruh diaspora dan mahasiswa. Komunitas Muslim Indonesia Milano (KMIM), sebagai penyelenggara mengundang seluruh diaspora yang ada di Milan beserta para tokoh agama dari gereja Mauseron dan organisasi Islam Eropa di Milan. Dubes Esti Andayani memberikan sambutan dan sangat mendukung acara tersebut.?

“Karena ini dapat memupuk persaudaraan dan keharmonisan, hablun minallah wa hablun minannas,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Acara berbuka puasa diaspora di Milan dihadiri lebih dari 200 orang. Hadirin tampak khidmat saat menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’.

Acara lalu diisi dengan pembacaan Al-Quran oleh Bu Mulyana dan saritilawah oleh Al-Khansah. Ia mebawakan Surat Al-Qadr dan Al-Baqarah ayat 185, sesuai dengan tema ‘Lailatul Qadar menjadikan pribadi terlahir kembali’.?

Pak Agung Pramudya sebagai pembina KMIM menyebutkan, Italia merupakan urutan ketujuh dengan penduduk Islam terbanyak di Eropa. Diaspora Indonesia di Milan multi etnis, ada yang melakukan perkawinan campur, bercampur dengan agama dan tetap menjalankan keyakinan masing-masing. Di sekolah kurang sekali pelajaran agama.

?

“Oleh karena itu, diaspora membentuk organisasi KMIM Al-Ikhlas. Dengan harapan ikhlas lillahi taala. Melakukan kebaikan tanpa pamrih. KMIM juga dijadikan sebagai sarana silaturrahmi, digiatkan TPQ pada minggu pertama dan minggu ketiga,” terang Pak Agung.

Termasuk dalam program KMIM adalah melakukan bimbingan dan pendampingan haji dan umroh. Tercatat sudah 15 diaspora Indonesia jamaah umroh berangkat bekerjasama dengan travel Magazi Tour.

?

Teguh Imam Burhanuddin menjelaskan cikal bakal terbentuknya KMIM yang baru diresmikan oleh August Parengkuan di Milan 17 Juli 2016. Acara ini juga dihadiri oleh Organisasi Koordinasi Muslim Eropa. Anggotanya berasal dari berbagai macam negara, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 100 ribu orang.

Kedatangan KBRI ke Milan menambah ramainya acara dengan warung konsuler. Biasanya dilakukan dua kali dalam setahun untuk mempermudah urusan diaspora Indonesia tentang perpanjang pasport dan lain-lain.

?

Sosialisasi kekonsuleran dilakukan pada tanggal 18 Juni 2017, mengupas tidak hanya masalah lapor diri dan pergantian pasport, tetapi juga legalisir dokumen, urusan SIM, perkawinan WNI dan WNA, tempat pembuatan affidavit bagi anak dari perkawinan campur WNI dan WNA, pembuatan surat bukti nikah kelahiran, rekomendasi nikah di Italia, WNI overstay atau documented, kehilangan status kewarganegaraan.

Acara yang digelar di Milan ini, disamping menambah akrab persatuan dan persaudaraan, jug mudah-mudahan dapat menjadi wahana menjaring lailatul qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena acara ini pun juga termasuk dari bagian ibadah, ini juga kebaikan. Amin.

Khumaini Rosadi, Dai Ambassador Cordofa 2017, anggota anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 31 Januari 2018

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebanyak 723 santri ? dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se Kabupaten Brebes mengikuti Wisuda Akbar ke-2 di Aula Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Ahad (21/5). Wisuda dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Imam Hidayat, ? disaksikan orang tua santri, dewan guru dan pejabat pemerintahan setempat.?

“Sebanyak 723 santri, mewakili madrasah masing-masing yang ada di Kabupaten Brebes,” ujar Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes H Sururi, di sela kegiatan.

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

723 Santri Madrasah Diniyah TA Ikuti Wisuda Akbar ke 2

Dari 723 madrasah MDTA yang ada di Kabupaten Brebes, dikatakannya, telah meluluskan 9.563 santri. Dijadwalkan untuk tahun mendatang seluruh santri akan di hadirkan di alun-alun, jadi meriah. Kalau sekarang, tempatnya tidak muat jadi hanya perwakilan saja yang diajak ke Islamic Center.

Dari banyaknya madrasah diniyah di Brebes, lanjut Sururi, masih terjadi ketimpangan dengan kurangnya perhatian pemerintah. Terbukti hingga kini belum terlahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Madrasah. Diyakini Sururi, dengan madrasah, akhlakul karimah generasi muda bisa terjaga. Karena MDTA menjadi lembaga penjaga moral yang sangat penting yang harus dipertahankan.

“Tidak pernah tawuran ketika lulus madrasah, kalau sedari kecil sudah mengenyam pendidikan madrasah. Itu artinya memiliki akhlakul karimah, dan itu menjadi ukuran mutu dalam pendidikan,” ungkapnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kasubid Diniyah Formal dan Ma’had Ali, Kementerian Agama (Kemenag) RI Ahmad Jayadi mengakui kalau tantangan terhadap MDTA tidaklah ringan. Terakhir, adalah dengan pemberlakukan 5 hari masuk sekolah. Yang artinya, waktu milik MDTA akan tercerabut oleh kebijakan Mendiknas yang dikabarkan kebijakan itu akan tetap diberlakukan pada 2018 mendatang.?

“MDTA perlu mencari terobosan dan inovasi waktu dan system pembelajaran, agar MDTA tetap lestari dan makin maju,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk meningkatkan kualitas MDTA sepertinya perlu diterbitkan Perda Madrasah, kata Jayadi, harus dimulai dari diri sendiri. Artinya, madrasah itu dari, oleh dan untuk umat. Kalau umatnya berkehendak kuat, maka tidak mustahil Perda atau peraturan lainnya akan mudah dan cepat diterbitkan. “Pemerintah, pada dasarnya hanyalah fasilitator. Kemauan kuat justru berakar dari pengelola MDTA dan FKDT itu sendiri,” tandasnya.?

?

Kendala akibat kepentingan politik, menurutnya sudah biasa, untuk itu, seluruh komponen harus seiring sejalan dan harus berangkat bersama.

?

Jayadi menginformasikan, kalau saat ini tengah dirancang undang undang tentang Pendidikan Pesantren. “Mudah-mudahan madrasah bisa terakomodir didalamnya. Sehingga posisi pendidikan agama dan keagamaan setara dengan pendidikan yang lain,” tandasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Brebes, Imam Hidayat mengajak seluruh kepala MDTA untuk tidak patah arang dalam mengelola pendidikan Islam. “Kita harus optimis bahwa anak-anak yang lulus MDTA bisa melanjutkan ke Wustho. Pendidikan diniyah bukanlah sebagai pelengkap belaka, tetapi sudah menjadi kebutuhan yang urgen bagi masyarakat,” tandasnya.?

Agama lanjut Imam Hidayat, menjadi pemecah solusi tentang kemanusiaan dan kemasyarakatan. Bila agama sudah keluar dari karakter islam, maka pertanda islam hanya dijadikan alat politik belaka, seperti HTI yang menjadikan agama sebagai politik mendirikan khilafah. Lewat madrasah, anak-anak kita akan memiliki dasar akhlakul karimah yang sangat kuat.

? “Mendapatkan ilmu pengetahuan sangat mudah, tetapi menanamkan akhlakul karimah sangat sulit, untuk itu harus ditanamkan sejak dini,” kata Imam.?

Sementara itu, Kasubag Agama Bagian Kesra Pemkab Brebes, Harun menjelaskan, Pemkab Brebes telah memberikan dukungan yang banyak terhadap dunia pendidikan Islam. Diantaranya adalah, berupa pemberian bantuan hibah kepada para guru madrasah diniyah. “Tentang penerbitan Perda, tentu Pemkab sangat mendukung,” ucapnya. (Wasdiun / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Pesantren, Khutbah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Administrasi Jakarta Barat berkomitmen akan membedah kitab karya Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari. Karya pendiri NU ini di antaranya terhimpun dalam “Irsyâdus Sârî” yang berisi belasan kitab.

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jakbar Agendakan Ngaji Rutin Kitab Hadratussyaikh

Rais Syuriah PCNU KH Abdurrahman Shoheh menyatakan komitmen tersebut seusai dilantik Katib Aam PBNU KH Malik Madani pada akhir pecan lalu (16/5) di Pondok Pesantren Al Itqon, Jakarta. Ia mengagendakan, program bedah kitab kuning itu bakal digelar setiap malam Kamis untuk seluruh pengurus NU, badan otonom, serta masyarakat secara luas.

Dalam kepengurusan periode 2014-2019 ini, PCNU Jakbar juga bertekad melestarikan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), di samping terus bekerja untuk kemaslahatan orang banyak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Prosesi pengukuhan dirangkai dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj sekaligus Milad ke-23 Pesantren Al Itqon. Hadirin yang berseragam batik NU, baliho dan bendera NU, membuat acara terasa kian meriah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan tersebut, Katib Aam PBNU KH Malik Madani menyatakan bahwa NU tidak mengajarkan kekerasan, apalagi terorisme. Artinya selalu mengedepankan Islam rahmatan lil ‘alamin yang membawa kasih saying dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Ia juga mengingatkan kepada pengurus NU agar tidak terseret arus politik praktis. (Hazami/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sunnah, Kyai, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Cara Menghukum Begal

Dalam bahasa fiqih Begal dimaknai sebagai segerombolan orang yang saling tolong menolong dan bantu membantu dalam melaksanakan maksud mereka, mengganggu orang-orang di jalanan, merampas harta benda dan tidak segan-segan membunuh. Demikianlah definisi qutthout thariq dalam at-Tadzhib fi adillati matnil ghayah wat taqrib

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keberadaan begal yang sangat meresahkan masyarakat dan mengganggu ketentraman umat tidak dapat dimaafkan. Pembegalan, perampokan dan kekerasan semacamnya merupakan dosa besar yang harus dihukum. Dengan jelas al-Qur’an menerangkan hukuman bagi begal dalam al-Maidah 33:

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Cara Menghukum Begal (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Menghukum Begal (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Menghukum Begal

Ibnu Abbas sebagaimana diterangkan Imam Syafi’i dalam al-Umm berpendapat bahwa yang dimaksud dengan membuat kerusakan di bumi adalah berbuat sesuatu di muka bumi yang dapat merusakkan kehidupan, seperti membunuh jiwa dan merampok harta benda, atau menggaggu ketentraman masyarakat. Menurut ulama modern termasuk dalam kategori perampok dan begal adalah koruptor, pengemplang pajak negara dan juga pencuri kayu dihutan lindung. Karena posisi mereka yang merusak stabilitas ekonomi negara dan semakin menyengsarakan nasib bangsa.

Dalam rangka penerapan ayat al-Qur’an di atas, ulama fiqih mengklasifikasi pembegal dalam empat bagian, sebagaimana diterangkan Abi Suja dalam Ghayat wat Taqrib

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Pembegal itu ada empat macam 1) apa bila begal itu membunuh tanpa mengambil harta maka hukumannya dibunuh. 2) apabila begal itu membunuh dan mengambil harta, maka hukumannya di bunuh dan disalib . 3) apabila begal itu hanya mengambil harta (tidak membunuh) maka hukumannya dipotong tangan atau kaki secara bersilangan (tangan kanan dan kaki kiri untuk pembegalan pertama, dan tangan kiri kaki kanan untuk pembegalan kedua). Dan 4) apabila begal itu hanya menakut-nakuti orang yang lewat tidak mengambil harta dan membunuh maka hukumannya adalah dipenjara dan dita’zir.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Itulah beberapa macam hukuman untuk begal sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya. Oleh karenanya tidak dibenarkan menghukum bekal dengan cara membakar. Karena hal itu sangat menyiksa dan bertentengan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Hanya saja di Indonesia hukuman semacam ini hanya berlaku sebagai pengetahuan yang bersifat teoritis dan tidak boleh dipraktikkan, karena pemerintah sebagai pengatur kekuasaan memiliki undang-undang sendiri yang wajib dipatuhi oleh segenap individu yang merasa sebagai warga negara Indonesia. undang-undang yang mengatur tata kehidupan berbangsa demi kemaslahatan bersama lahir-batin dunia dan akhirat. Sesuai dengan kaedah fiqhiyyah yang berbunyi

?? ? ? ? ? ?

“Kebijakan pemimpin (pemerintah) terhadap rakyatnya harus terkait dengan kemaslahatan mereka”(ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 11 Januari 2018

Bupati Probolinggo Minta Muslimat Cegah Perkawinan Dini dan Hambat Peredaran Narkoba

Probolinggo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Bupati Probolinggo yang juga Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari meminta semua pengurus Muslimat NU untuk berintrospeksi. Kewajiban seorang pengurus Muslimat NU selain menjadi istri yang salehah juga harus mampu memberikan pengetahuan maupun inovasi dalam berbagai hal.

Permintaan ini disampaikan Tantri dalam peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Lahir (Harlah) Ke-71 Muslimat NU yang digelar pengurus harian Muslimat NU Kabupaten Probolinggo di halaman Kantor Kecamatan Lumbang, Sabtu (22/4) siang.

Bupati Probolinggo Minta Muslimat Cegah Perkawinan Dini dan Hambat Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo Minta Muslimat Cegah Perkawinan Dini dan Hambat Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo Minta Muslimat Cegah Perkawinan Dini dan Hambat Peredaran Narkoba

“Titip pesan kepada seluruh pengurus Muslimat NU untuk memberikan dorongan yang baik pada anak-anak untuk menempuh pendidikan di sekolah maupun di pondok pesantren,” katanya.

Ia meminta pengurus Muslimat NU agar menjaga anak-anaknya supaya tidak terpengaruh dengan perilaku yang tidak baik, terutama masalah pornografi dan terjerumus dengan obat-obatan terlarang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dengan pendidikan bagi anak-anak yang di mulai pada usia dini pada akhirnya nanti dapat mengubah kehidupan para generasi muda menjadi lebih baik dan dapat mengangkat derajatnya,” jelasnya.

Sementara Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan, gerakan yang dilakukan oleh Muslimat NU adalah upaya membantu Pemkab Probolinggo dalam menyukseskan pembangunan. Salah satunya adalah dalam bidang keagamaan membangun perilaku dan akhlak masyarakat khususnya generasi muda.

“Melalui organisasi, pengurus Muslimat NU harus memiliki peran penting serta harus mampu berkarya dan berinovasi dengan cara melaksanakan gerakan sosial kemasyarakatan. Serta berperan untuk pembentukan pondasi dan meningkatkan budaya yang bermoral bagi penerus bangsa,” katanya.

Sedangkan Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nur Ayati menyampaikan, pendidikan para pengurus Muslimat NU memang rendah, tapi Muslimat mampu untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan tugas kerja dengan baik dan lancar serta mampu menciptakan potensi usaha untuk kesejahteraan para pengurus Muslimat NU Kecamatan Lumbang pada khususnya.

“Perangi narkoba sebagai salah satu bentuk tugas terpenting yang dilakukan oleh para pengurus Muslimat NU. Serta galakkan pencanangan bersama seluruh organisasi di Kecamatan Lumbang untuk melaksanakan pencegahan perkawinan usia dini melalui setiap kegiatan keagamaan bersama para pengurus Muslimat NU,” harapnya.

Peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW dan Harlah Ke-71 Muslimat NU ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Syaifullah, Ketua MWCNU Kecamatan Lumbang Syaiful Arif, Camat Lumbang Bambang Heri Wahyudi, dan jajaran Forkopimka Lumbang serta para pengurus GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU dan tokoh agama di Kecamatan Lumbang.

Dalam kesempatan ini Tantri menyerahkan hadiah pemenang lomba bazar dan penghargaan kepada pengurus Muslimat NU yang memiliki dedikasi tinggi terhadap NU, serta penyerahan seragam untuk pengajar SMP Al-Haqiqi Kecamatan Lumbang. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menggugat iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di sejumlah media massa. Ia mengaku tak mengira bila seruan yang di dalamnya terdapat nama berikut tanda tangannya itu bakal diiklankan di media massa, apalagi juga menyebut dua nama konglomerat yang diduga tersangkut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).



Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

“Seharusnya seruan tersebut langsung diserahkan pada pihak yang berwenang agar segera dituntaskan. Tapi, ini malah diiklankan. Apalagi di situ ada nama Sjamsul Nursalim dan Antoni Salim. Kesannya jadi tidak obyektif,” ungkap Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (28/8)

Hasyim mengatakan sangat mendukung terhadap gerakan dan seruan moral yang mendesak kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus BLBI itu. Apalagi desakan itu tidak didukung dirinya saja, melainkan juga bersama pemimpin 14 organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia lainnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Saya menandatangani formulir (seruan “Jihad Melawan Koruptor BLBI”) itu dalam keadaan sadar, dan saya sangat mendukung, apalagi di situ ada nama Pak Din (Syamsuddin – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah), Tarmizi Taher (Mantan Menteri Agama), dan lain-lain. Itu kan gerakan moral. Tapi, waktu saya tanda tangan itu tidak ada nama orang yang disebut sebagai koruptor BLBI itu,” ungkap Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Selain itu, tambahnya, di dalam formulir yang ia tanda tangani tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika seruan tersebut akan diiklankan di media massa. Ia menyimpulkan bahwa ada pihak-pihak yang telah ‘memproses’ seruan tersebut untuk kepentingan tertentu dengan mengatasnamakan para pemimpin ormas Islam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Saya mengimbau kepada orang yang ‘memproses’ seruan itu untuk segera berhenti dan tidak lagi mengiklankan seruan tersebut, melainkan langsung diserahkan kepada pihak berwenang. Penyebutan nama-nama koruptor itu menimbulkan kesan tidak obyektif,” pungkasnya.

Seruan yang didukung 14 pemimpin ormas Islam di Indonesia itu ditandatangani di Jakarta, 2 Juli 2007. Media massa yang menampilkan seruan tersebut adalah majalah berita mingguan Tempo edisi Khusus Hari Kemerdekaan 13-19 Agustus 2007 pada halaman 147.

Ke-14 ormas itu adalah NU, Muhammadiyah, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indoensia (ICMI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al-Irsyad Al-Islamiyah, dan Dewan Masjid Indonesia. Lalu, Al-Wasliyah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Persatuan Islam (Persis).

Pengurus Pusat Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI), Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM) juga menyatakan mendukung seruan tersebut.

Dalam seruan itu, disebutkan BLBI, obligasi rekap dan program penyehatan perbankan yang diberikan pemerintah mencapai lebih dari Rp650 triliun. Padahal dana itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, jalan-jalan di pedesaan, ruang belajar, dan sekolah gratis, serta peningkatan kesejahteraan bagi rakyat miskin. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia

Pati, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat sedunia dengan 245 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang besar setelah China (1,4 miliar jiwa), India (700 juta jiwa), dan Amerika (350 juta jiwa), penduduk negara ini berpotensi menuai banyak perbedaan, utamanya dari berbagai sektor baik etnis, budaya, bahasa dan agama.

Sebab jumlah penduduk yang besar sama artinya menimbulkan intrik perbedaan yang tidak kalah kecil. Hal itu menjadi pokok perbincangan Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI dalam Suluk Maleman bertajuk Bhinneka Tunggale Ilang; Meruwat Perbedaan Merawat Nusantara di Rumah Adab Indonesia Mulia, Jalan Diponegoro 94 Pati, Sabtu (21/03/15) malam.

Perbedaan, katanya, adalah sunnatullah. “Kita harus pandai-pandai menyikapi perbedaan. Jangan sampai berobsesi untuk menyeragamkan perbedaan. Sebab itu melanggar sunnatullah,” jelasnya kepada ratusan hadirin.

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia

Putra tokoh NU KH Saifuddin Zuhri ini menekankan perbedaan sudah jelas tercantum dalam nashsuuba waqabaila”, Tuhan menciptakan manusia bersuku dan berbangsa-bangsa.

Di ayat lain, Tuhan bisa saja menjadikan umat manusia, ummatan wahidah, makhluk homogen. Tetapi maksud mulia dari Allah ialah agar umat manusia fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Wakil Ketua MPR RI 2009-2014 itu menambahkan, perbedaan perlu diunduh hikmahnya. “Agar satu sama lain mengisi, melengkapi, dan saling menyempurnakan,” lanjutnya.

Untuk menyikapi perbedaan ditempuh dengan kearifan dan kebijaksaan. Sebab perbedaan itu indah asal bisa mengambil sisi-sisi positif. “Salah satu cara merajut perbedaan yang dilakukan para pendahulu ialah dengan nilai-nilai agama,” imbuh lelaki 52 tahun ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam memahami nilai-nilai agama perlu ilmu pengetahuan dan wawasan luas. Dengan pengetahuan yang luas harapannya dalam memandang tidak mudah menyalahkan.

Politisi PPP itu menyontohkan angka 4 ialah hasil penambahan 2+2. Sehingga tak boleh menyalahkan orang yang bilang itu hasil dari 2 x 2, 10 - 6 maupun 100 - 96. Hal itu menurutnya sejalan dengan orang menjalani syariat dan tasawuf.

Orang setaraf syariat, sebut dia, dalam beribadah berorientasi pada pahala dan takut kepada neraka. Sehingga posisinya abid, hamba dan ma’bud, Tuhan berbeda. Sedangkan pelaku tasawuf antara manusia, asyiq dan masyhuq, Tuhan, setara.?

Kedua pelaku jalan menuju Tuhan itu mempunyai cara berbeda untuk menuju sang Khaliq namun dengan cara berbeda. Sehingga keduanya perlu disatukan agar mencapai kesempuraan.

Memanusiakan Manusia

Beragama, tegas Lukman, ialah untuk memanusiakan manusia. Karena tujuannya sama meski dengan jalan agama yang berbeda-beda: Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Hal itu sejalan dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Wali Songo, paparnya, dalam menebar Islam di Nusantara tidak dengan pertumpahan darah tetapi dengan kearifan tanpa mengubah tradisi yang berlangsung di Jawa.

Karenanya bangsa dengan penduduk besar juga berpotensi besar terpecah belah. “Solusinya dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta soliditas sebagai bangsa serta menghadapi beragam masalah dengan kearifan,” ungkap Lukman Hakim.

Kepada Anis Sholeh Baasyin, penggagas Suluk Maleman memberikan apresiasi sebab kegiatan merupakan upaya untuk mengedukasi generasi muda sebagai modal untuk menghadapi globalisasi agar keutuhan bangsa senantiasa terawat dengan baik. ?

Hadir juga dalam kesempatan itu Lily Wahid (Mantan Anggota DPR RI), Agus Sunyoto (sejarawan), KH Abdul Ghofur Maimoen (tokoh agama) serta Ilyas (akademisi). Juga dimeriahkan penampilan Sampak Gusuran pimpinan Anis Sholeh Baasyin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Sunnah, Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 28 Desember 2017

Besok, Ada Jazz di Haul Ke-22 H. Mahbub Djunaidi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAINU Jakarta bersama Omah Aksoro akan memperingati haul Ketua Umum pertama Pengurus Besar PMII H. Mahbub Djunaidi di kampus UNUSIA Jl. Taman Amir Hamzah 05, Jakarta, Kamis (5/10).

Pada haul ke-22 ini, panitia mempersembahkan Mahbubian Ngejazz dengan mengundang Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk membaca manakib H. Mahbub Djunaidi. Sementara Syahrizal Syarif, Sulton Fatoni, Dwi Winarno, Fatkhu Yasin, Fariz Alniezar, dan Amsar A. Dulmanan akan membacakan esai-esai Mahbub Djunaidi.

Besok, Ada Jazz di Haul Ke-22 H. Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Ada Jazz di Haul Ke-22 H. Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Ada Jazz di Haul Ke-22 H. Mahbub Djunaidi

Adapun Jazz Performance akan dibawakan Yuri Mahatma Mahbub Djunaidi, Isfandri Mahbub Djunaidi, dan Lingga Binangkit  ‘Band’, lalu ada penampilan Beben Jazz & komunitas  Jazz Kemayoran. 

Pada kesempatan itu akan diselingi pula dengan peluncuran buku Bung; Memoar Mahbub Djunaidi karya putranya, Isfandiari Mahbub Djunaidi.

“Jadi, nanti esai-esai Pak Mahbub, termasuk manaqibnya, itu kita dibacakan di sana kemudian ditambah permainan musik jazz dari putra-putra beliau,” kata penanggung jawab acara Fariz Alniezar saat ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di lantai 3 PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (4/10).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Fariz, gagasan hal yang dikemas dengan penampilan jazz sebetulnya sudah didiskusikan setahun lalu dengan para penikmat esai-esai seusai haul Mahbub ke-21. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Ada kepikiran mau bikin event Mas Yuri ditandemkan dengan Mas Isfan, tapi karena ada kendala teknis jadi, wngak jadi. Nah, konsep itu kita adopsi untuk kita ambil tema tahun ini,” urai pria berkacamata ini.

Fariz menjelaskan, balutan musik jazz pada haul ini ingin menyampaikan pesan tentang nilai demokrasi yang ditulis Mahbub di salah satu kolomnya tahun 75 di Tempo. 

“Jadi kalau pengen melihat demokrasi ya melihat musik jazz. Masing-masing bisa mengakomodir kepentingan pribadi tanpa menyalahi prinsip-prinsip aturan bermusik, tanpa menyalahi hak-hak orang lain, tanpa mengganggu  pemain-pemain lain yang penting harmoninya dapat,” terangnya. 

Kegiatan itu dimulai setelah dhuhur untuk mengakomodir sahabat-sahabat PMII Jakarta dengan disediakan panggung apresiasi. Setelah maghrib dilanjut pembacaan tahlil. Lalu puncaknya selepas salat isya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN

Yogyakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Setelah melalui babak penyisihan grup seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 yang bertanding selama dua hari sejak tanggal 24 - 25 Oktober, sebanyak 16 tim dipastikan lolos ke babak 16 besar LSN 2016.

Dari 16 tim tersebut pondok pesantren asal Jawa Timur paling mendominasi dengan meloloskan 4 tim, disusul Jawa Barat dan Sumatera dengan 3 tim dan Jawa Tengah dengan 2 tim.

Sisanya adalah wakil tuan rumah Yogyakarta, Banten, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat dengan masing-masing 1 tim. Dari hasil itu, sebanyak 4 tim juga berhasil meraih poin sempurna di fase grup.

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN

Ada dua stadion yang akan dipakai untuk penyelenggaraan babak 16 besar Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016. Dua tempat itu adalah Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Akademi Angkatan Udara (AAU). Delapan pertandingan diselenggarakan pada pagi dan sore hari.

Di babak 16 besar ini sudah memakai sistem gugur. Artinya tim yang menang lolos ke perempat final, sedangkan yang kalah tersingkir. Jika terjadi skor seri dalam waktu 2x35 menit, akan berlanjut dengan perpanjangan waktu 2x10 menit. Seandainya masih seri dilanjutkan dengan adu penalti.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jadwal Pertandingan 16 Besar Seri Nasional LSN 2016 (Berdasarkan Pondok Pesantren)

Kamis 27 Oktober 2016

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

07.30-08.50 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Salafiyah Al-Falah (Salafi United) Bandung vs PP Al-Balagh Cirebon

07.30-08.50 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Al-Muhajirin Mojokerto vs PP Assalam Modung Bangkalan

09.00-10.20 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Darul Huda Mayak vs PP Thoriqun Najah Aceh Selatan

09.00-10.20 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Nur Iman Mlangi Sleman vs PP Darul Ulum Tanggamus Lampung

14.00-15.20 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Darussalam Blok Agung vs PP Assulami Lingsar Lombok Barat

14.00-15.20 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Al-Asyariyah Tangerang vs PP Kauman Lasem Rembang

15.30-16.50 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Nurul Fauzi vs PP Al Falah Abu Lam Ue Aceh Besar

15.30-16.50 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Walisongo Sragen vs PP DDI Kabalang Pinrang

===?

Jadwal Pertandingan 16 Besar Seri Nasional LSN 2016 (Berdasarkan Region)

Kamis 27 Oktober 2016

07.30-08.50 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Barat II vs Jawa Barat I

07.30-08.50 WIB, Stadion AAU Tribun

Jawa Timur III vs Jawa Timur IV

09.00-10.20 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Timur I vs Sumatera II

09.00-10.20 WIB, Stadion AAU Tribun

Yogyakarta vs Sumatra V

14.00-15.20 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Timur V vs Nusa Tenggara I

14.00-15.20 WIB, Stadion AAU Tribun

Banten vs Jawa Tengah II

15.30-16.50 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Barat III vs Sumatera I

15.30-16.50 WIB, Stadion AAU Tribun

Jawa Tengah III vs Sulawesi I

(Red- Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Halaqoh, Ubudiyah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 26 Desember 2017

PBNU Kecam Kekerasan atas Muslim Rohingya

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam tindakan kekerasan yang terjadi terhadap umat Muslim Rohingya yang menimbulkan korban jiwa di sejumlah titik di negara bagian Rakhine, Myanmar. Penegasan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi PBNU.

"PBNU mengecam segala tindakan kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Bahwa segala bentuk kekerasan sama sekali tidak dibenarkan," demikian Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin, Selasa (22/11).

PBNU Kecam Kekerasan atas Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Kekerasan atas Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Kekerasan atas Muslim Rohingya

Ia menyampaikan, tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Umat Islam pada umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara seiman yang berada di Myanmar.

"PBNU mengajak kepada seluruh kepala negara dan pemimpin negara di dunia untuk proaktif melawan segala bentuk kekerasan. Represi adalah musuh bersama dan harus dilawan sekuat tenaga guna menciptakan upaya perdamaian dan harmoni," tegasnya.

Rais Aam PBNU meminta seluruh umat manusia terus menggalang solidaritas kemanusiaan untuk menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada kesempatan sama mendesak kepada komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil langkah-langkah atas peristiwa tersebut, dan mendesak ASEAN untuk meminta kepada pemerintah Myanmar mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingya.

"Pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan diplomasi bagi terwujudnya penghormatan atas hak asasi manusia di Myanmar," tandasnya. (Tan Malika/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 25 Desember 2017

GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Ketua Bidang Pertanian, Kedaulatan Pangan dan ESDM Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Adhe Musa Said prihatin melihat nasib petani yang cenderung tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.?

Hal tersebut disampaikan Adhe Musa Said di Kantor GP Ansor, Jakarta, pada Diskusi Refleksi Akhir Tahun Gerakan Pemuda Ansor dalam menyikapi kebijakan Kementerian Pertanian Selasa, (19/12).

GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Pertanian

Menurutnya, kinerja Kementerian Pertanian jauh dari harapan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejah teraan petani.?

“Kementerian Pertanian era Jokowi-JK terkesan hanya meneruskan kebijakan pemerintahan sebelumnya, yang berputar-putat pada wilayah yang sama dan tidak membawa dampak signifikan pada perubahan wajah pertanian tanah air, maupun kesejahteraan petani," terang Adhe.?

Ia menilai, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan perekonomian nasional jika pemerintah memiliki konsen yang tinggi pada wilayah ini. Tapi ia melihat, pemerintah lewat Kementerian Pertanian terkesan tidak serius untuk memacu sektor pertanian.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Pemerintahan saat ini tidak serius mengurusi pertanian. Lihat saja tidak ada kebijakan Kementerian Pertanian yang mengupayakan penyediaan lahan yang subur lewat pupuk yang baik, penyediaan benih yang bagus, dan penyediaan pasar untuk menampung hasil pertanian dengan baik pula agar petani sejahtera. Bahkan yang terjadi petani malah mulai kehilangan generasi, karena sektor ini dianggap tidak menjamin dalam memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga," papar Adhe.?

Adhe menyesalkan, kebijakan Kementerian Pertanian terlihat hanya fokus pada tiga komoditi seperti padi, jagung dan kedelai semata. Sedangkan bumi Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun tidak tersentuh dan cenderung terabaikan.?

"Jika hanya fokus pada tiga komoditi pertanian semata, ya jangan heran jika Indonesia akan terus dibanjiri impor komoditi pertanian dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri," lanjut Adhe.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, pemerintah seharusnya sadar, lebih dari 60 persen produsen pangan di negara ini adalah petani kecil yang memiliki luas lahan di bawah 1 hektar. Jika pemerintah tidak memikirkan ini, petani yang memiliki lahan terbatas hanya menjadi penonton program bagi-bagi benih dan pupuk yang nilainya trilyunan rupiah. Ia khawatir, program pupuk bersubsidi senilai Rp 30,063 triliun akan membuka peluang untuk penyelewengan. Begitu juga dengan pengadaan mesin pertanian Rp 360 miliar pra panen dan Rp 8,32 miliar pasca panen, berpotensi salah sasaran. Serta pencetakan sawah Rp 1,76 triliun yang menyebabkan kerusakan ekologis.

"Menteri Pertanian hanya meneruskan kebijakan menteri pertanian sebelumnya yang selalu menihilkan peran petani untuk menggeser pola produksi pertanian dari orientasi subsisten ke bisnis," kata Adhe. Ade menghimbau, sebaiknya kembalikan pola konsolidasi petani cukup sampai kelompok tani. Pemerintah harus mengevaluasi diri, jika dianggap tidak layak sebaiknya Presiden melakukan reshufle Menteri Pertanian.?

"Mengurusi pertanian tidak boleh terkesan main-main. Jika tidak dapat menjalankan amanat Presiden Jokowi yang tercantum dalam visi nawacita, sebaiknya Presiden mengganti Menteri Pertanian dengan figur baru yang memiliki visi lebih baik untuk pertanian," tutup Adhe. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Amalan, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 24 Desember 2017

Pawai Ta’aruf dengan Beragam Seni dan Budaya Sambut MTQ Nasional di NTB

Mataram, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI Tingkat Nasional tahun 2016 di Kota Mataram, NTB dimulai dengan Pawai Taaruf yang diikuti peserta dari 24 provinsi di Indonesia. Beragam penampilan dan pertunjukan seni dan budaya bernuansa peradaban Islam tampil pesona mengundang takjub ribuan penonton yang menyambut di sepanjang jalan rute yang dilalui para peserta pawai.

Pawai Ta’aruf dengan Beragam Seni dan Budaya Sambut MTQ Nasional di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Ta’aruf dengan Beragam Seni dan Budaya Sambut MTQ Nasional di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Ta’aruf dengan Beragam Seni dan Budaya Sambut MTQ Nasional di NTB

Pawai Taaruf terbagi dalam dua jenis, yaitu pawai kendaraan hias dan pawai jalan kaki yang dilepas oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat HM Zainul Majdi, Wakil Gubernur HM Amin, Walikota Mataram H Ahyar Abduh, dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, H Machasin di ruas Jalan Pejanggik tepat di depan Pendopo Walikota Mataram, Jumat (29/7) siang.

Sebelum mengibarkan bendera tanda pelepasan peserta Pawai Taaruf, Gubernur NTB Zainul Majdi yang hadir bersama istri menyampaikan bahwa Pawai Taaruf yang menjadi satu tradisi menjelang pelaksanaan MTQ yang menampilkan keanekaragaman seni dan budaya tersebut digelar sebagai bagian dari rasa syukur masyarakat NTB dalam menyambut kafilah MTQ dari seluruh Indonesia.?

"Pawai ini merupakan bagian dari kesyukuran kita,” ujarnya untuk kemudian melepas peserta pawai secara resmi.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pawai Taaruf diawali dengan kendaraan hias dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), menyusul dari provinsi-provinsi lain peserta MTQ secara berurutan. Salah satu hal yang menarik adalah atraksi debus yang ditampilkan oleh kafilah asal Provinsi Banten. Dihadapan panggung utama, beberapa orang perwakilan dari Provinsi Banten menggelar atraksi khas masyarakatnya yang cukup memukau. Sedangkan kendaraan hias yang mewakili Kota Mataram juga tampil tidak kalah meriah.?

Dari atas kendaraan hias, perwakilan dari Kota Mataram mengusung seperangkat alat musik yang memainkan musik ala padang pasir secara langsung oleh grup musik Samrah yang diawaki oleh para pegawai pemerintah lingkup Kota Mataram. Pawai Taaruf diikuti oleh setidaknya 44 kendaraan hias, baik dari 34 perwakilan Provinsi dari seluruh Indonesia maupun oleh perwakilan kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Pawai ini juga menempuh rute dari lapangan umum Kota Mataram sampai ke Mayura Cakranegara. Sedangkan peserta pawai pejalan kaki yang diikuti oleh puluhan ribu peserta, menempuh rute lebih pendek sampai dengan perempatan Karang Jangkong Mataram. ? Para penonton tampak tidak kalah bersemangat menyaksikan jalannya pawai. Sepanjang jalan, masyarakat Kota Mataram berbondong-bondong memenuhi ruas jalan yang dilalui para peserta pawai. (Hadi/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 22 Desember 2017

Ketika Sang Mursyid Membai’at Anak Kampus

Malang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi langsung bergegas merapat, mendekati Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, sang mursyid thariqah yang juga Rois Am Jam’iyyah Ahlilth Thariqah al-Muktabarah an-Nahdliyah. Acara pembai’atan massal segera dimulai. Ketika Habib Lutfi mengatakan bahwa ia mengijazahkan thariqah yang diniatkan oleh masing-masing mahasiswa yang hendak berbaiat, maka sontak mereka mengatakan, “Qobiltu..! (Saya menerima).”

Habib mengatakan, “ Apakah kalian ridlo mempunyai mursyid yang seperti saya ini?”. Tanpa menunggu lama, para mahasiswa langsung menjawab setengah berteriak, “Ridlo…!”

Ketika Sang Mursyid Membai’at Anak Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Sang Mursyid Membai’at Anak Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Sang Mursyid Membai’at Anak Kampus

Jum’at (13/1), selepas shalat Jum’at, di masjis Al-Muttaqin, Bululawang, Malang, para anggota Mahasiswa Ahlilth Thariqah an-Nahdliyah (MATAN) disumpahsetia atau dibaiat oleh Habib Lutfi untuk mengikuti salah satu dari aliran thariqah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ada enam dari sekian banyak thariqah yang diakui (muktabarah) yang menjadi idola mahasiswa ini, yakni Syaziliyah, Naqsabandiyah, Naqsabandiyah-Qadiriyah, Tijaniyah, Satariyah dan Alawiyah. Barangkali menjadi suatu kekhususan, Habib Lutfi bisa membaiat beberapa alitan thariqah sekaligus. Habib sendiri lebih dikenal dengan mursyid thariqah Syaziliyah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di antara sekian hal yang menarik dari Muktamar XI Jam’iyyah Ahlilth Thariqah al-Muktabarah an-Nahdliyah di Pondok Pesantren Al-Munawwariyah, Bululawang, Malang, mungkin yang paling menarik adalah fenomena “mahasiswa bertarikat”. Thariqah bagi anak kampus ini tidak biasa.

Habib Lutfi mengatakan, kata ‘maha’ dalam mahasiswa mengandung arti tanggung jawab intelektual dan disiplin keilmuan yang tinggi. “Maka yang dituntut adalah bagaimana membawa misi ke-maha-an dalam kesiswaan,” kata Habib sembari membakar semangat para murid untuk terus merenungkan ilmu Allah yang tak akan habis ditulis dengan tinta air laut".

Habib menambahkan, bahkan kata ‘maha’ itu banyak digunakan untuk mendukung sifat-sifat ketuhanan. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sebenarnya beban yang dipikul mahasiswa itu cukup berat.

Kehadiran mahasiswa diharapkan membawa angin baru dalam pengembangan thariqah. Setelah dibaiat, para mahasiswa harus menjunjung tinggi nilai-nilai dan ajaran tarekat. Sebelum berbaiat habib mengingatkan, berbaiat juga berarti siap untuk meninggalkan dosa-dosa besar, dan mengurangi dosa-dosa kecil.

Bersama mahasiswa, Jam’iyyah Ahlilth Thariqah menjajaki pola kaderisasi yang baru dan di lingkungan yang baru. “Saya hanya berpesan tiga kata, ‘Jangan Kecewakan saya,’” kata sang mursyid mengakhiri baiat massal.

Penulis : A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 17 Desember 2017

Alumni Pesantren se-Riau Bentuk Organisasi

Pekanbaru, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para alumni pondok pesantren di Riau secara resmi membentuk organisasi alumni pondok pesantren yang kepengurusannya telah dikukuhkan di Pondok Pesantren Darul Huda al Islami jalan Handayani, Pekanbaru, Selasa (15/1) kemarin. Organisasi yang diberi nama Itmam atau Itihadu Mutacharijil Mahad atau organisasi alumni pesantren itu secara demokratis memilih KH M Ali Asfihani Lc MA sebagai ketua umum.

Pengukuhan pengurus Itmam sendiri dilakukan oleh empat pimpinan pondok pesantren yakni KH Maksudi Jamsari (Ketua Dewan Mutasyar), KH Masud Hasbullah, KH Ahmad Syuhada (Ketua Dewan Syuriah), dan KH Rifai Arif dari Rokan Hulu. Prosesinya diawalai dengan istighosah dan musyawarah oleh 93 peserta dari seluruh kabupaten/kota se Riau. 

Alumni Pesantren se-Riau Bentuk Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren se-Riau Bentuk Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren se-Riau Bentuk Organisasi

Ketua Panitia Musyawarah, Kiai Badrus Soleh dalam sambutannya mengatakan, dibentuknya ITMAM Riau ini sebagai jawaban atas semakin besarnya tantangan syiar faham dan akidah ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) di tengah masyarakat Riau dewasa ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia mengatakan, saat ini mulai banyak bermunculan faham baru yang cenderung menyerang ajaran ahlusunnah wal jamaah di masyarakat, seperti larangan menggelar tahlil dan sebagainya. Atas hal itu, para alumni pondok pesantren yang memang disiapkan sebagai penggerak faham ahlusunnah bertekad membentuk organisasi sebagai wadah perjuangan bagi tegaknya nilai-nilai ahlusunnah wal jamaah.

“Itmam bertekad menjadi motor penggerak syiar nilai-nilai ahlusunnah wal jamaah yang diwariskan oleh para ulama dan masyayikh. Sekaligus menjadi tempat konsolidasi dan diskusi bagi para alumni pondok pesantren," kata Kiai Badrus Solih.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, Ketua Departemen Pers dan Komunikasi Itmam, Purwaji mengungkapkan, sebagai langkah awal, Itmam masih akan menyiapkan agenda kerja dan konsolidasi internal organisasi. Sebagai organisasi baru di Riau, Itmam masih akan konsentrasi menata organisasi sebelum melakukan aksi-aksi nyata di tengah masyarakat. 

"Kita saat ini masih akan konsentrasi menata organisasi. Karena masih baru tentu masih perlu banyak persiapan, salah satunya menyiapkan program kerja dan menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga," terangnya. 

Purwaji mengatakan, Itmam memerlukan masukan dan arahan dari para Kiai dan alumni pondok pesantren. Bagi yang ingin bergabung, ia mengimbau untuk dapat menghubungi sekretariat Itmam di pondok pesantren Darul Huda Al Islami, jalan Handayani, Pekanbaru atau mengirimkan email di alamat itmam.riau@yahoo.com. 

Redaktur     : A. Khorul Anam

Kontributor : Purwaji

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Buku yang berjudul Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja ini merupakan buku tentang cara memahami akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mudah. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dan satu yang masuk surga yaitu golongan Ahlussunnah wal Jamaah, terus bagaimanakah Ahlussunnah wal Jamaah itu? buku ini akan membahasnya dengan mendetail namun singkat dan padat akan makna.

Buku ini terbagi atas tiga bagian, dan setiap bagian terbagi atas empat bab. yaitu pada bagian pertama yang menjelaskan tentang Ilahiyah. Didalamnya terbagi atas tiga bab yaitu Mengenal Allah, Mengenal Sifat-sifat Allah, Sifat Jaiz Allah, dan Kesalahan Pembagian Tauhid menjadi tiga bagian. Bagian kedua adalah Nubuwah yang juga terbagi atas empat bab yaitu ? Mengenal Para Nabi dan Rasul, Mengenal Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul, Mengenal Nama-nama Nabi dan Rasul, Mengenal Kitab-kitab Suci Para Nabi. dan bagian yang terakhir adalah Samiyyat yang juga terbagi atas empat bab yaitu Mengenal Samiyyat, Mengenal Malaikat-malaikat Allah, Mengenal Samiyat secara Umum dan Penutup. dan ditambah lagi dengan Munajat, Daftar Pustaka, dan Tentang Penulis.

Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Pola penulisan yang digunakan sangat baik dan bagus sehingga mudah dipahami oleh pembaca baik yang sudah paham tentang akidah, maupun yang baru dan ingin memahami akidah Islam. karena menggunakan bahasa yang dekat dengan pembaca dan disertai dengan bukti yang nyata dalam kehidupan serta dengan adanya dalil aqli dan dalil naqli sebagai penguat. tak terlupa harga yang ditawarkan tidak terlalu merogoh dompet dalam dalam, hanya 30 ribu rupiah saja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Meskipun banyak terdapat kelebihan, buku ini juga ada kekurangan yaitu penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang belum baik karena masih terdapat tata bahasa yang kurang tepat dengan kaidah yang telah ditentukan. Hal ini sangat lumrah karena penulis buku ini berlatar belakang pesantren sehingga tata bahasa yang digunakan dalam buku ini mirip dengan tata bahasa yang digunakan dalam pesantren tepatnya dalam kitab salaf atau kitab kuning.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Data buku

Judul Buku : Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Penulis : Dhiya H. Mahameru

Penerbit : Absolute Media

Cetakan : 1, Maret 2015

Tebal : vii + 170 halaman

ISBN : 978-602-1083-06-2

Harga : 30.000

Peresensi :Ahmad Syofiyullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Meme Islam, Sejarah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 13 Desember 2017

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus

Karanganyar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang diselenggarakan di Balai Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar.

Diklatsus telah berakhir Ahad (17/3) lalu. Menurut salah satu instruktur acara, Ihsan, peserta yang hadir merupakan perwakilan pilihan dari kader Ansor-Banser Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Karanganyar. “Peserta pada pelatihan ini mencapai 75 orang,” Papar Prabu.

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus

Acara Diklatsus ini merupakan lanjutan dari proses kaderisasi yang mesti dtempuh seorang anggota Banser, selain Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) yang diikuti pada awal memasuki organisasi ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Perbedaan antara Diklatsus dengan Diklatsar itu, salah satunya pada persoalan materi pelatihan yang lebih khusus,” lanjut Prabu

Pada kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, mendatangkan instruktur dari Satkorcab Banser Se-Solo Raya. Turut hadir pula instruktur dari Satkorwil Jateng, Nuril Huda.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Kajian Islam, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dandim 0816: Isu Keagamaan Bisa Menjadi Pemicu Adu Domba

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Upaya mengantisipasi radikalisme dan menjaga keutuhan NKRI, Kodim 0816 Sidoarjo menggelar silaturahim dan komunikasi sosial antarforum umat beragama dan tokoh masyarakat. Acara yang digelar di aula Makodim 0816 Sidoarjo ini dihadiri beberapa pengurus peondok pesantren, Pengurus PCNU Sidoarjo, MUI Sidoarjo dan Polres Sidoarjo.

Dandim 0816: Isu Keagamaan Bisa Menjadi Pemicu Adu Domba (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim 0816: Isu Keagamaan Bisa Menjadi Pemicu Adu Domba (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim 0816: Isu Keagamaan Bisa Menjadi Pemicu Adu Domba

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Andre Julian menyatakan, radikalisme itu sangat membahayakan negara. Selain teroris yang bisa mengancam keutuhan NKRI, ada beberapa persoalan yang bisa memicu perpecahan, perselisihan yakni bencana alam, lintas batas atas wilayah, separatis, wabah penyakit, narkoba dan pergaulan bebas.

"Untuk menangkap radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI itu, maka perlu diadakan silaturahim dan komunikasi sosial antar? umat beragama. Melalui forum seperti ini, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Sidoarjo," kata Andre, Rabu (3/8).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Andre menambahkan, isu keagamaan, penistaan agama maupun terorisme yang mengatasnamakan agama, juga bisa menjadi pemicu adu domba. Seperti baru-baru ini yang terjadi di Tanjung Balai Sumut.

"Silaturahim ini akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan. Karena menjaga silaturahim dan komunikasi dengan tokoh agama, masyarakat dan polisi itu sangat penting," tukasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu pengurus MUI Sidoarjo, KH Abdul? Halim Makhsum mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Kodim 0816 ini. Pihaknya berharap, kegiatan tersebut tak hanya dilkaukan sekali saja, namun bisa diadakan hingga ke tingkat bawah.

"Pelaksanaan ini sangat bagus dan akan ditindaklanjuti hingga ke tingkat desa. MUI dan forum komunikasi umat beragama sangat mengapresiasi. TNI, Polres, MUI dan tokoh agama harus bekerja sama untuk mengantisipasi adanya kenakalan remaja, narkoba dan lain sebagainya. Sehingga ke depan Sidoarjo menjadi kota yang aman dan nyaman," pungkasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 20 November 2017

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Peluncuran buku kini sedang menjadi trend di lingkungan NU, ditengah hiruk pikuk perbincangan publik menjelang pembentukan pemerintahan baru. Kali ini, Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa meluncurkan delapan buku sekaligus di gedung PKB, Kamis (16/10).?

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku

Sebelumnya, dalam waktu yang tak terlalu lama mantan Katib Aam PBNU Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid juga telah meluncurkan buah pikirannya.

Delapan buku Ali Masykur yang diluncurkan tersebut adalah Konsistensi di Tengah, Mengukir Demokrasi, Audit Minerba, Audit Kehutanan, Uang Negara = Uang Rakyat, Membumikan Islam Nusantara dan Teropong Keuangan Negara.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pusaka abadi kita bukan kekayaan, tapi adalah karya tulis dan ini menjadi bagian dari legacy saya. Bahwa anak-anak saya akan mengenang, bapaknya pernah menulis. Sekarang sudah 18 buku,” katanya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, kata Ali Masykur yang baru saja menyelesaikan jabatannya sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), buku ini merupakan pertanggungjawaban sebagai pimpinan BPK. “Semoga bisa menjadi pegangan bagi para auditor, khususnya audit lingkungan, dimana sejak 2013, saya dipercaya ketua audit lingkungan sedunia.”

Buku Konsisten di Jalan Tengah berbicara tentang testimoni dari para koleganya dan mereka pada berkesimpulan. “Ada teman dan sahabat yang memotret saya. Kesimpulannya, saya dianggap orang jalan tengah,” ujarnya.

Sementara itu buku Mengukir Demokrasi ditulis dan dirumuskan ketika menjadi anggota konvensi partai Demokrat. “Kalau bicara arah pembangunan, disini dummynya.”

Mantan Ketua Umum PB PMII ini menyatakan, ia berencana membuat buku seri audit lingkungan. Pertama yang sudah jadi adalah buku Audit Minerba, yang membahas berbagai persoalan di sektor mineral dan batubara yang eksploitasinya tidak terkontrol. Buku Audit Kehutanan bercerita tentang deforestasi, kebakaran hutan dan persoalan terkait dan bagaimana strategi mengeremnya. Seri audit lingkungan yang belum selesai berkait dengan audit Tata Ruang dan Audit Pangan dan Audit Energi.?

Buku Teropong Keuangan Negara: Peta Jalan dan Cetak Biru BPK RI berbicara tentang negara, pertama etika keuangan negara dan bagaimana peran BPK dalam melakukan audit keuangan negara. Salah satu kemajuan yang dicapai saat ini adalah, pemeriksaan bisa dilakukan di tengah periode tahun anggaran, tidak hanya di akhir sebagaimana sebelumnya. Menurutnya, kalau diperiksa diakhir tahun anggaran, gampang disulap, sementara kalau di tengah, susah.

Buku Uang Negara = Uang Rakyat membahas tentang penerimaan negara dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan bagaimana regulasi-regulasi yang mengaturnya.

“Terakhir, sebagai orang NU, saya menulis bagaimana menangkal ISIS. Jadi kita membumikan Islam Nusantara, islam NU, Islam yang toleran,” tandasnya.

Sebelumnya mantan Katib Aam PBNU yang saat ini menjadi Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar meluncurkan lima buku pada (19/8/2014) yang berjudul "Ketika Fikih Membela Perempuan", "Menuai Fadhilah Dunia, Menuai Berkah Akhirat", "Mendekati Tuhan dengan Kualitas Feminim", "Deradikalisasi Pemahaman Al Quran dan Hadits" serta "Tasawuf Modern".

Lalu Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As’ad Said Ali meluncurkan buku keempatnya yang berjudul “Al Qaeda: Tinjuan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” pada Jumat (26/9).?

Yang paling akhir, sebelum Ali Masykur Musa adalah peluncuran buku Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid berjudul "Keuangan Inklusif: Membongkar Hegemoni Keuangan" pada Jumat (10/10). (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, News, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 15 November 2017

PCNU Semarang Sambut Harlah Ke-91 NU dengan Khotmil Qur’an

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Khataman al-Quran 30 juz diinisiasi PCNU Kota Semarang, Jawa Tengah untuk menyambut 91 tahun hari lahir Nahdlatul Ulama. Dimulai dari kepengurusan PCNU usai melaksanakan khataman dilanjutkan lembaga, lajnah, badan otonom dan pesantren di lingkungan PCNU Semarang.?

PCNU Semarang Sambut Harlah Ke-91 NU dengan Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Semarang Sambut Harlah Ke-91 NU dengan Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Semarang Sambut Harlah Ke-91 NU dengan Khotmil Qur’an

Hingga berita ini diturunkan sudah lebih dari 5 khataman dilaksanakan yang lain sedang berlangsung. "Dengan khataman ini kita mengingat ghiroh para pejuang NU,” papar Wakil Sekretaris PCNU, Kiai Nur Siroj.

Dia mengatakan, kegiatan positif seperti ini harus ditradisikan. Hal ini mendapatkan respon bagus di kalangan Nahdliyyin di kota Semarang. Banyak tradisi yang kian luntur. Beberapa kegiatan besar NU sudah digelorakan dengan shalawat Nariyah, dzibaan dan istighotsah.?

“Tak ada salahnya kita mengadakan khataman untuk menyambut Harlah NU ke-91,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semangat untuk menjaga kebersamaan ini terus dipupuk kepengurusan PCNU Semarang. Membaca al-Quran dengan dibagi melalui grup media sosial ini bisa dikerjakan di sela-sela waktu kegiatan PCNU.

"Dengan khataman ini kita juga ikut menjaga ruh dakwah NU," tambah mutakharrijin Sirojuth Thalibin ini.

Puncak dari khataman ini akan dilaksanakan di Kantor PCNU Kota Semarang sekaligus memperingati Harlah NU. Selain itu khataman seperti ini menguatkan persaudaraan baik antara pengurus dengan warga NU. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Harlah I Unisnu Pecahkan Rekor Makan Jagung Terbanyak

Jepara,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperingati dies natalis I atau harlah, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara bekerjasama dengan Himpunan Produksi Pangan dan Oleh-oleh Khas Daerah (Hippoda) berhasil memecahkan rekor Makan Jagung Bogana terbanyak.

Harlah I Unisnu Pecahkan Rekor Makan Jagung Terbanyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah I Unisnu Pecahkan Rekor Makan Jagung Terbanyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah I Unisnu Pecahkan Rekor Makan Jagung Terbanyak

Dua piagam penghargaan digondol pada kegiatan berlangsung di Pantai Kartini, Selasa (22/4) pagi. Piagam diterima dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) yang diwakili Dinda dari Tim Representatif Leprid Unisnu dan Hippoda.

 

Azza Amriana, Ketua Hippoda mengatakan, kegiatan bertujuan untuk mengabadikan salah satu menu masakan karya RA Kartini. “Ini adalah momen untuk mengabadikan menu Kartini,” katanya disela-sela kegiatan.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menu Jagung Bogana, lanjut Azza, terdiri dari beras jagung yang dicampur dengan kunir sehingga bisa berwarna kuning. Agar rasanya lezat masakan, imbuhnya, ditambah dengan racikan bumbu dan daging. “Untuk menyediakan 2000 orang kami menyediakan 270 kg jagung Bogana.”

 

Dekan FEB Unisnu, M Imron menyatakan, kegiatan merupakan rangkaian Dies Natalis I Unisnu. Menurut Imron pihaknya akan menyupport kegiatan yang bernilai berpendidikan. “Utamanya untuk mengenang RA Kartini,” jelasnya.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya menyebut pemecehan rekor makan jagung bogana terbanyak merupakan upaya pengembangan wisata kabupaten Jepara. Sebelum 1998, potensi hutan di Jepara luar biasa. Setelah tahun tersebut, hutan jati yang dimanfaatkan untuk dunia industri kian minim. “Lahan tersebut kini untuk menanam jagung. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk menu jagung bogana” tambahnya.

 

Bupati didampingi istri Hj Khuzaimah beserta Forkopinda usai pembukaan secara simbolis memakan menu jagung dilanjutkan dengan masyarakat yang memadati area Pantai Kartini Jepara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam, Fragmen, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock