Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah!

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Tudingan kafir, bidah, syirik, dan sejenisnya, mesti direspon dengan kepala dingan. Jangan menyikapinya dengan tanggapan negatif pula. Namun, lawanlah dengan cara ilmiah.

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah!

Demikian ditegaskan KH Marzuki Mustamar saat menjadi pemateri Dauroh Aswaja di halaman kantor PCNU di Jalan R Abb Azis Pamekasan, Ahad (22/1). Selain digagas oleh PCNU Pamekasan, acara tersebut melibatkan Pengurus Aswaja Center dan Pengurus MWCNU dari 13 kecamatan.

"Tiap kali kita dituding dengan penilaian negatif, jangan sekali-kali kita diam. Sebab, itu akan membuat mereka kian besar diri. Mereka yang suka mengafirkan atau membidahkan itu, harus diberi pelajaran dengan dalil naqliyah dan dalil aqliyah," tegas Kiai Marzuki di hadapan ribuan warga nadhliyin.

Dari prinsip itu, Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang ini menelorkan gagasan yang diabadikan ke dalam karya monumentalnya, kitab Muhtashor al-Muqtathofat li Ahlilbidayat. Kitab ini dibagikan secara gratis kepada peserta Dauroh Aswaja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Semua amaliyah an-nahdliyah, diurai dalam kitab tersebut beserta dalil-dalilnya. Isinya tidak asal comot, tapi ada dasar autentiknya," tegas Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur ini.

Kitab tersebut menjadi salah satu rujukan utama dalam diskusi keagamaan di Indonesia. Bahkan, telah lama dikaji secara rutin di beberapa masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 bada shalat Isyak. Tidak hanya di satu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Ketika ditelusuri, kitab al-Muqtathofat menawarkan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syari. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indonesia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, beserta yang lainnya, tidak melenceng dari akidah.

"Bahkan, termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW," tukas Kiai Marzuki Mustamar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk diketahui, Dauroh Aswaja dihadiri para pengurus dan anggota lembaga, badan otonom, muslimat NU, para kiai dari ragam pesantren, pejabat, tokoh masyarakat, para pemuda, dan para pelajar se-Kabupaten Pamekasan. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 10 Februari 2018

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, AlaSantri, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 07 Februari 2018

Kehadiran New Media dan Dampaknya bagi Gerakan Radikalisme

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Saat ini new media merupakan kekuatan utama dalam mempercepat tren globalisasi di masyarakat. Dengan dorongan new media, tren global turut menciptakan jaringan-jaringan serta aktivitas sosial baru, mendifinisikan ulang aspek-aspek politik, ekonomi, serta geografi, memperluas relasi-relasi sosial, menguatkan serta mempercepat perubahan-perubahan sosial di masyarakat (Steger: 2009). 

Kehadiran New Media dan Dampaknya bagi Gerakan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kehadiran New Media dan Dampaknya bagi Gerakan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kehadiran New Media dan Dampaknya bagi Gerakan Radikalisme

Sedangkan radikalisme di media online, didefinisikan oleh Bermingham (2009) dengan pengertian sebuah proses yang menjadikan seseorang melalui interaksi online dan penjelajahan pada berbagai tipe konteks internet, yang membuat individu tersebut atau pelakunya berpandangan bahwa kekerasan sebagai sebuah metode yang sah untuk menyelesaikan konflik sosial dan politik.

Riset yang dilakukan lembaga Rand memperlihatkan peran internet dalam proses radikalisasi bagi pelaku ekstrimis keras (violent extremists) dan para teroris. Internet menjadi kunci informasi, komunikasi dan propaganda untuk menyampaikan keyakinan ekstrem. 

Dari itu kemudian muncul beberapa istilah yaitu puritanisme, fundamentalisme, ektrimisme, dan radikalisme.

Puritanisme adalah gerakan keagamaan yang sangat tekstualis dalam memahami nash kitab suci, semangat meniru perilaku nabi dan sahabat dalam urusan ibadah ritual, dan kehidupan sosial. Indikator puritanisme diantaranya kembali kepada ajaran kitab suci yang awal dan bersifat non politik (apolitis), kembali ke kitab suci (Quran-hadits), menolak TBC (Takhayul Bid’ah Churafat), mengedepankan simbol dan identitas keagamaan (jenggot, jidat,isbal).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Fundamentalisme, yaitu gerakan keagamaan menggunakan instrumen politik dan memiliki agenda politik untuk memperjuangkan cita-citanya; penegakkan syariat Islam dalam aturan Negara. Fundamentalisme ditandai dengan menolak sekulerisme, formalisme agama dalam negara, penggunaan instrumen politik dalam memperjuangkan cita cita ideologinya, anti barat dan anti non islam (Amerika, Yahudi, Zionis).

 

Radikalisme adalah gerakan keagamaan yang menolak keberadaan negara karena bukan negara islam, Menolak keberadaan negara (Non State). Ditandai dengan memiliki cita cita politik negara islam, takfiri (menganggap kafir mereka yang berbeda pemahaman keagamaan).

Ekstrimisme merupakan ajakan memerangi dengan cara teror dan kekerasan terhadap mereka yang berbeda pemahaman ideologi dan keagamaan. Indikatornya adalah ajakan perang secara terbuka dengan kekerasan, peledakan bom, perlawanan bersenjata. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tahun 2016, Balitbang Diklat Kemenag melakukan penelitian Wacana Ekstrimisme Keagamaan dalam Media Online. Penelitian dilakukan pada situs-situs Arrahmah.com, dakwatuna.com, panjimas.com, VOA Islam.com, Portalpiyungan.org, Hidayatullah.org, Islampos.com, Bersatulahdalamgerejakatolik.com, Majalahraditya.com

Untuk pendalaman data, pemilihan lokasi wawancara dilakukan berdasarkan kriteria wilayah-wilayah yang diasumsikan memiliki kerentanan persoalan keagamaan, baik berdasarkan populasi agama, konflik maupun maupun wilayah yag diasumsikan sebagai basis ormas-ormas berhaluan keras. Berdasarkan kriteria tersebut maka dipilih Pasuruan, Kota Solo, Ambon, Bandung, Medan, dan Bali sebagai lokasi penelitian.

Pengamatan terhadap situs Islam, memperlihatkan bahwa persoalan ‘kebijakan’ Israel khususnya terhadap Palestina masih menjadi pusat perhatian situs-situs Islam untuk diberitakan kepada masyarakat. Hal tersebut diindikasikan dari hasil identifikasi kata kunci yang dominan dalam observasi. Kata kunci “Israel” menempati posisi tertinggi sebagai isu terkait dengan berita Islam di dalam situs berita online yang berafiliasi kepada Islam.Selain isu “Israel”, kata kunci “Syiah” juga merupakan isu yang dominan dalam pemberitaan situs-situs berita Islam.  

(Baca juga: Di Balik Pemblokiran 24 Situs Ekstrem)

Secara umum, berdasarkan besaran persentase frekuensi kata kunci, terdapat 4 kata kunci dominan, yaitu Israel (22%), Syiah (18%),  Pelestina (11%), dan  Amerika Serikat (10%).  Selain 4 kata kunci tersebut,  juga terdapt “ISIS” (8%), “Tolikara/GIDI” (7%), “BNPT-DENSUS 88-BIN” (6%), “Intifadha” (5%),“Rezim Al-Sisi” (5%) dan LGBT (5%) menjadi kata kunci yang cukup tinggi sebagai isu didalam pemberitaan situs-situs Islam yang diobservasi. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni berharap pemberian tunjangan fungsional bagi guru honorer madrasah sebesar Rp 200 ribu per bulan untuk setiap guru dimasukkan dalam RAPBN 2007.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Komisi VIII DPR, Menteri Keuangan, Menneg PPN/Kepala Bappenas pada 3 November 2006. Namun, karena alasan pagu anggaran yang diterima Depag tahun 2007 terbatas, usulan tersebut urung terakomodasi dalam RAPBN 2007.

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007 (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Minta Tunjangan Guru Madrasah Masuk RAPBN 2007

"Kami sangat mengharap perhatian dan dukungan semua pihak untuk penambahan pagu anggaran, sehingga tidak ada lagi perlakuan diskriminatif bagi guru honorer di madrasah," harap Maftuh dalam raker dengan PAH III DPD, di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11).

Dijelaskan dia, berdasar UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen diamanatkan adanya peningkatan kesejahteraan guru dan dosen. Selain itu, langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, baik yang mengajar di madrasah negeri maupun swasta, yang selama ini bergaji minim di bawah UMR.

"Sesuai dengan usulan Depdiknas yang telah mengalokasikan tunjangan di APBN 2007 untuk guru honorer, Depag juga telah mengirim surat tanggal 3 November untuk memberi tunjangan fungsional sebesar Rp 200 ribu," kata mantan Dubes RI untuk Arab Saudi ini.

Saat ini, tambahnya, jumlah guru honorer swasta yang berada di Depag sebanyak 556.418 guru. Sementara, guru yang mengajar di madrasah negeri sebanyak 89.902 guru.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sesuai PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang Tenaga Honorer, Depag telah melakukan pendataan dan pemprosesan untuk pengangkatan guru honorer menjadi CPNS sebanyak 54.364 orang. Sementara sisanya masih belum terakomodasi.

Di tahun 2006 ini, Depag memperoleh formasi pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS per 1 Oktober 2006 sebanyak 19.529 orang, yang terdiri dari 12.907 guru, 271 dosen, dan 4.251 pegawai lainnya.

Sisanya sebanyak 41.457 guru honorer akan diangkat secara bertahap paling lambat 2009. (dtc/rif)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Hikmah, Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai

Lamongan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur merupakan perguruan tinggi yang lahir atas inisiatif para kiai. Sebagai kampus yang mulanya berdiri di lingkungan pesantren, Unisda bertanggung jawab tak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual tapi juga spiritual.

Demikian disampaikan Rektor Unisda M Afif Hasbullah dalam peringatan Dies Natalis XXVII dan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana 2013 di kampus setempat, di Jalan Airlangga 3 Sukodadi, Lamongan, Sabtu (14/12). Siang itu, Unisda mewisuda 580 mahasiswa dari berbagai fakultas.

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Unisda Lamongan Lahir dari Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Unisda Lamongan Lahir dari Kiai

Pendirian Unisda bermula dari gagasan KH Soefyan Abdul Wahab pada tahun 1970-an yang wafat sebelum merealisasikan idenya. Melalui menantunya, Masykuri Shodiq, cita-cita tersebut mulai terwujud dengan dibentuknya kelompok belajar mahasiswa Universitas Darul Ulum Jombang di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Karanggenang, Lamongan pada tahun 1985.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, para ulama lalu mendirikan Yayasan Universitas Islam Darul Ulum dengan akte notaris tertanggal 28 November 1986. Unisda lalu terus berkembang hingga sekarang memiliki tak kurang dari tujuh fakultas.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Afif menjelaskan, meski berdiri sejak 27 tahun silam, salah satu kampus unggulan NU ini baru mendapat pengakuan status pada 1990. “Adapun Unisda secara resmi menjadi universitas adalah pada tahun 1997. Sehingga dihitung dari sini, usia Unisda sebetulnya masih muda,” imbuhnya.

Unisda, kata Afif, akan terus meningkatkan mutu Unisda lewat pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, dan beberapa layanan lainnya. Dikatakan, Unisda kini tengah berusaha menambah sejumlah program studi yang belum tersedia.

Menurut dia, perguruan tinggi swasta masih sangat dibutuhkan di Indonesia. Dari sekitar 3.500 perguruan tinggi saat ini, hanya sekitar 1.500 yang berstatus negeri. “Semoga dengan ilmu yang dimiliki, semakin banyak bakti dan sumbangsih para lulusan untuk masyarakat,” ujarnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

PMII Subang Peringati Harlah

Subang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang menggelar tasyakuran hari lahir yang ke 53 di Sekretariat PMII Subang, Jl. Rancasari, Pamanukan, Subang (Ahad/ 21/04).

Kendati dilakukan sederhana, puluhan anggota dan kader begitu khidmat melangsungkan acara tersebut sebagai refleksi hari lahir organisasi kebanggaannya.?

PMII Subang Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Subang Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Subang Peringati Harlah

Mereka terdiri dari beberapa kampus di Kabupaten Subang diantaranya dari STAI Miftahul Huda Pamanukan, Universitas Subang, STIE Miftahul Huda Pamanukan dan STKIP Subang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, hadir juga beberapa alumni dan tokoh PMII Subang, diantaranya Ketua GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinta, Akademisi, Samanhudi , dan Majelis Pembina Cabang, Zainal Abidin.

Menurut Ketua Umum PMII Subang, Ade Mahmudin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan refleksi terkait kelahiran organisasi yang mempunyai basis mahasiswa Nahdliyin tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Penguatan integritas kami maksudkan dalam refleksi hari lahir PMII ini sebagai sarana ukhuwah dan mempererat jalinan silaturrahmi antara semua elemen PMII lainnya baik antara anggota, kader, dan alumni. Dimana, sudah setengah abad lebih PMII berkiprah di dalam sejarah perjalanan bangsa ini namun selama itu pula PMII mengalamai beberapa fase perubahan dalam mengawal cita-cita kemerdekaan RI. untuk itu, dalam momentum ini, kami meminta kepada seluruh elemen PMII harus tetap solid dalam situasi dan kondisi apapun,” tegas Ade.

Di tempat terpisah, Korps PMII Putri menggelar aksi demonstrasi dan seruan moral dengan membagi-bagikan karangan bunga di fly over Pamanukan sebagai peringatan hari Kartini.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sholawat, Hikmah, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan

Sumedang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kabupaten Sumedang memberikan penyuluhan hukum berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, HIV/AIDS, dan sosialisasi undang-undang tindak pidana ringan (tipiring). Mereka bertujuan untuk menggugah kesadaran hukum terutama di kalangan pelajar di Sumedang.

Acara yang bertempat di Gedung Islamic Center Sumedang ini dihadiri seribu pelajar yang mewakili sekolah-sekolah setingkat SMA yang ada di Sumedang.

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan

Ketua LPBHNU Sumedang Jandri Ginting sebagai penggagas kegiatan ini mengatakan bahwa penyuluhan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Harlah Ke-93 NU. Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah pelajar. Para pelajar biasanya ingin mencoba dan menikmati hal-hal baru.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Para pelajar sekarang dijadikan objek pemasaran narkoba. Sebab itu NU tertantang untuk mengingatkan bahaya narkoba kepada kaum pelajar dengan cara mengadakan kegiatan ini.

“Para pelajar sekarang banyak yang terjerat pidana ringan. Hal itu mungkin disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang undang-undang tindak pidana ringan (tipiring). Dalam kesempatan penyuluhan ini disosialisasikan juga tentang undang-undang tipiring,” tandas Jandri.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua NU Sumedang H Sadulloh dan Sekda Kabupaten Sumedang H Zaenal Alimin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

H Sadulloh mengatakan bahwa NU Sumedang siap memerangi narkoba. Ketika seseorang mengonsumsi narkoba, akan muncul kejahatan-kejahatan lain yang diakibatkan oleh narkoba tersebut.

“Gara-gara orang mengonsumsi narkoba, orang tersebut bisa membunuh, mencuri, memerkosa, dan berbuat kejahatan lainnya. Karena itu stop narkoba dari sekarang,” kata H Sadulloh.

Sementara Zainal Alimin berpesan agar berhati dengan pikiran karena pikiran bisa menjadikan perkataan. Perkatan bisa memunculkan perbuatan yang membuatnya menjadi terbiasa. “Mari berpikir positif dan jauhi narkoba supaya nasib kita menjadi orang-orang yang baik.” (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh, Hikmah, Ubudiyah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 24 Januari 2018

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hingga saat ini, pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan dan keagamaan yang berjasa besar dalam menanggulangi geliat sindikat narkoba. Sistem pembinaan dan kedisiplinan di dalamnya menjadi ruh untuk meredam serangan barang haram tersebut.

Demikian penegasan Sekjen Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Ra Ghufron saat sharing kenarkobaan di Depot Andayani, Pamekasan, Selasa malam (13/9). Dikatakan, dalam menanggulangi narkoba, pesantren harus jadi percontohan.

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perangi Narkoba, Pesantren Harus Jadi Percontohan

"Sindikat narkoba sekarang bergerak kian bebas. Penegakan hukum kita masih lemah. Bahkan, aparat penegak hukum terindikasi menjadi bagian dari sindikat narkoba," terang Ra Ghufron.

Menurutnya, berbagai ruang kehidupan masyarakat dalam sasaran narkoba. Termasuk ruang lingkup lembaga pendidikan.

"Lembaga-lembaga pendidikan berpotensi besar jadi lumbung peredaran narkoba. Sehebat seperti apapun sistem pendidikannya, kalau tidak mengantisipasi serangan narkoba, itu sangat bahaya," ujar Ra Ghufron.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk hal itu, tambahnya, sekolah-sekolah bisa mencontoh pesantren yang betul-betul menyentuh kehidupan anak didik (santri) secara utuh. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama, Hikmah, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 22 Januari 2018

Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Selalu terdapat strategi unik dalam berdakwah, tetapi seringkali orang tidak paham apa yang sebenarnya dilakukan, bahkan ditentang habis-habisan karena dianggap menyalahi pakem yang sudah berlaku umum. Gus Dur seringkali mengalami hal ini.



Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan

Salah satu amalan Gus Dur adalah berziarah ke makam-makan pendahulu yang dianggap berjasa dalam menyebarkan Islam di Indonesia. Tapi ada kalanya mantan ketua umum PBNU ini memiliki maksud lain dalam berziarah.

Di Kroya Jawa Tengah, terdapat sebuah makam yang dikenal sebagai jujukan ziarah kelompok abangan. Tentu saja, di sana mereka bukan membaca tahlil atau yasin, tetapi tradisi tersendiri di luar nilai-nilai keislaman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketika terdapat kesempatan, Gus Dur menziarahi makam tersebut. Kontan saja, para kiai di Kroya protes, mengapa berziarah ke tempat itu yang sudah terkenal menjadi “sarangnya” kelompok abangan dalam menjalankan ritual.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Apa Gus Dur tidak tahu ini. Mengapa harus menziarahi makam itu, yang sudah jelas-jelas tokoh abangan” kata sejumlah kiai kepada Gus Dur sebagaimana disampaikan ke sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Bukan Gus Dur namanya kalau berpikir konvensional. Ia pun menjelaskan “Saya ke sana kan dalam rangka tahlilan, bukan yang lain“

Pelan tapi pasti, setelah diziarahi Gus Dur, makam tersebut semakin ramai, tetapi ada yang berbeda, mereka yang berziarah merubah ritual-ritualnya dengan tahlil dan amalan Islam lain sampai akhirnya tradisi non Islamnya berganti tanpa ada pemaksaan atau klaim bid’ah, sesat dan sejenisnya yang ujung-ujungnya malah menimbulkan perlawanan. ?

Gus Dur juga menziarahi makam Kiai Mahfud, tokoh Angkatan Umat Islam (AUI) dari pesantren Semolangu Kebuman yang tertembak di Gunung Srandil yang ikut membela perjuangan melawan penjajah Belanda, tetapi dituduh memberontak.

“Beliau ingin meluruskan bahwa banyak jasa yang telah ditorehkan Kiai Mahfud dalam membela tahan air,“ ujar Marsudi.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

IAIN Jember Tengah Dikembangkan Jadi UIN

Jember, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Setelah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember sukses beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, kini tengah diupayakan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Menurut Rektor IAIN Jember, Babun Suharto, segala persiapan sudah dilakukan, mulai dari pengembangan sarana dan prsarana fisik hingga penambahan progam-program studi umum.

Dikatakannya, dorongan dan keinginan masyarakat untuk meningkatkan status IAIN Jember menjadi UIN, sungguh besar. “Tentu itu merupakan spirit bagi kami selaku pimpinan, untuk berjuang keras agar dalam waktu yang tidak lama, IAIN Jember sudah naik menjadi UIN Jember,” terangnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di sela-sela mendampingi Wakil Bupati Jember Mukit Arief saat mengunjungi IAIN Jember, akhir pekan lalu.

Mantan Ketua GP Ansor Jember itu manambahkan, antusiasme dan kepercayaan masyarakat cukup besar untuk “menitipkan” anaknya dididik di kampus IAIN Jember. Tahun akademik 2016/2017 ini, ungkapnya, mahasiswa yang mendaftar dari tiga jalur yang disediakan, mencapai sekitar 12 ribu orang.

“Namun yang diambil hanya 1800 mahasiswa. Dari 1800 mahasiswa itu, beberapa orang di antaranya berasal dari Thailand,” ungkapnya.

IAIN Jember Tengah Dikembangkan Jadi UIN (Sumber Gambar : Nu Online)
IAIN Jember Tengah Dikembangkan Jadi UIN (Sumber Gambar : Nu Online)

IAIN Jember Tengah Dikembangkan Jadi UIN

Sementara itu, Mukit Arief menyatakan sangat mendukung agar IAIN Jember secepatnya diusahakan naik status menjadi UIN Jember. Menurutnya, perkembangan IAIN Jember saat ini sungguh luar biasa, terutama dari sisi pembangunan fisik.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tukas Mukit, kondisi IAIN Jember saat ini sudah sangat jauh berkembang. “Sebagai Warga Jember, tentu kami sangat bangga. Karena kampus ini juga memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia warga Jember,” katanya.

A’wan Syuriyah PCNU Jember itu berharap kepercayaan masyarakat yang begitu besar terhadap IAIN Jember harus menjadi pemicu bagi pimpinan lembaga tersebut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan lembaga yang dikelolanya. Ia yakin dalam sekian tahun ke depan, IAIN Jember akan sejajar dengan universitas-universitas negeri.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Saya mendukung penuh agar IAIN Jember menjadi UIN.” jelasnya. (aryudi a. razaq)?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Warta, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 08 Januari 2018

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru

Nasruddin Latif, Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatus Syubban ini awalnya hanya sekedar menyalurkan hobi berselancar di dunia maya via. Namun kemudian blog yang dibuatnya dirujuk banyak orang. Khususnya sesama guru MI di berbgai daerah.

MI Raudlatus Syubban berada di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, cukup jauh dari pusat kota, sekitar 35 Km. Nasruddin Latif (36), mengaku saat pertama kali bertugas di MI Wegil pada 2006 ia menempuh perjalanan 40 menit dengan kendaraan roda dua dari kampung halamannya di Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Nasruddin prihatin saat awal bertugas di MI Wegil. Letak geografisnya jauh sekali dari kota kecamatan. “Informasi pun sering kali lebih banyak terlambatnya. Mungkin karena akses dan banyak hal lain,” ujar Nasruddin.

Ia mencontohkan, tiap tahun ajaran baru para guru harus merencanakan program madrasah ke depan. Senjata utamanya pakai kalender pendidikan (kaldik). Sementara jika kaldik tersebut tidak segera sampai ke madrasah, tentu menjadi persoalan tersendiri. Dari Kemenag tingkat provinsi, Kaldik turun ke kabupaten/kota, baru ke pengawas kecamatan, diteruskan ke KKM. “Terakhir para kepala madrasah diundang. Nah, baru masuk ke madrasah sini. Zaman dulu begitu,” ungkap Nasruddin.

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Blog “Abdi Madrasah” yang Dibuatnya Menjadi Rujukan Banyak Guru

Karena panjangnya birokrasi yang musti melewati beberapa pintu, belum lagi jika ada keterlambatan di salah satu pintu tersebut, kata dia, dapat dibayangkan bisa jadi sebulan kemudian pihaknya baru mempunyai kaldik.

“Padahal Juli sudah mulai kegiatan. Itu cuman sekedar salah satunya. Belum lagi informasi yang lain, misalnya tentang peraturan. Kan perlu kami ketahui juga agar selalu up to date,” ujarnya.

Karena merasa informasi di tempatnya mengajar sering terlambat, maka Nasruddin mencoba mencari alternatif informasi lain. Yakni menggunakan media online. Kurang lebih dua tahun ia berlangganan informasi melalui e-mail dari salah satu blog yang senantiasa memberikan informasi tentang pendidikan. Blog tersebut dikelola oleh seorang Guru Sekolah Dasar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dari blog tersebut saya senantiasa mendapatkan informasi tentang pendidikan yang banyak saya butuhkan. Meski demikian, saya masih merasa kurang karena blog tersebut yang mengelola adalah seorang guru SD. Jadi, informasi-informasi yang diberikan proporsinya lebih banyak informasi yang dibutuhkan para guru SD. Padahal saya guru MI,” ujarnya.

Sebagai guru MI, Nasruddin tidak hanya membutuhkan informasi terkait pendidikan yang bersifat umum melainkan juga yang khusus berhubungan dengan madrasah. “Kalau ada pendataan yang online kadang-kadang saya kerjakan di rumah. Karena di sekolah kan nggak mungkin. Sebab sinyal internet susah sekali di sini,” kata Nasruddin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari kondisi yang ia alami, ia kemudian berfikir, bisa jadi ada sebagian atau bahkan banyak juga rekan guru madrasah yang bernasib seperti dirinya yang butuh informasi up to date tentang pendidikan. Dalam rangka menunjang tugas-tugas sebagai guru madrasah, info terkini pendidikan menjadi hal penting. Nasruddin lalu membuat akun Facebook. Harapannya dapat berbagi informasi lewat update status di media sosial karya Mark Zukernberg ini.

“Saya bahkan sampai membuat sebuah laman Fanspage Facebook yang saya beri nama Mutiara Pendidikan hingga beberapa waktu. Melalui Fanspage Mutiara Pendidikan ini saya berbagi info dan terkadang berbagi tautan tentang pendidikan,” ungkap sarjana pendidikan Islam lulusan Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.

Seiring berjalannya waktu, Nasruddin merasa berbagi informasi melalui Fandpage Facebook masih kurang efektif. Pasalnya, sulit mencari arsip-arsip informasi yang pernah di-update. Selain itu, ia juga berfikir mungkin akan lebih baik jika dia tidak hanya berbagi tautan web atau blog orang lain melainkan dapat berbagi tautan dari web/blog miliknya sendiri.

Mulailah ia belajar membuat blog secara otodidak dengan mengandalkan informasi dari hasil pencarian di google. Membuat blog ternyata tidak sesulit yang ia bayangkan. Hanya dengan modal gmail dan petunjuk cara membuat blog dari hasil pencarian google, ia pun punya blog. Nasruddin makin keranjingan blogging sehingga dalam sepekan ia betah hingga dua jam di warnet sepulang mengajar. Ia lalu belajar mengganti template blog, posting artikel, memasang wedget, dan lain sebagainya.

“Sampai di sini saya masih belum berani untuk share. Karena ini baru blog percobaan. Setelah sekitar empat blog saya buat hanya sekedar latihan. Lalu, sekiranya kemampuan dasar blog sudah lumayan terkuasai, maka mulailah saya buat blog yang nantinya siap dipublikasikan,” ujar Nasruddin.

Menurut dia, menentukan nama blog ternyata lebih sulit ketimbang membuat blog itu sendiri. Awalnya karena ia sudah memiliki Fanspage Mutiara Pendidikan, ia pun ingin menggunakan nama yang sama. “Tetapi sebagai guru madrasah, saya ingin memperlihatkan kemadrasahan saya. Lalu, muncul ide nama blog Guru Madrasah. Ternyata sudah ada. Blog Guru Madrasah Ibtidaiyah juga sudah ada meski blog-blog tersebut jarang posting,” paparnya.

Di tengah kegalauan tersebut, terbersit dalam benak adanya kata “Abdi Negara”, dan “Abdi Masyarakat”. Akhirnya, ia memilih nama “Abdi Madrasah” yang disingkat “Abdima”. Hal yang lebih menguatkan Nasruddin memilih nama tersebut lantaran adanya kesadaran betapa pentingnya peran madrasah dalam kehidupan dirinya.

“Sebab, dari madrasah lah saya mulai dikenalkan dengan huruf dan angka. Dari madrasah lah saya belajar membaca, menulis, dan berhitung. Yakni di MI kemudian melanjutkan ke MTs, terakhir di MA. Jadi, karena merasa dicetak oleh madrasah, maka sedikit banyak ingin bermanfaat bagi madrasah. Tentu, sebatas kapasitas dan kemampuan yang saya miliki,” ujarnya merendah.

Tanpa menunggu lama, pada 19 Desember 2012 secara resmi Nasruddin memiliki blog bernama “Abdi Madrasah” yang beralamat di http://abdima.blogspot.com/. Setelah beberapa hari melengkapi blog dengan berbagai tulisan termasuk wedget dan lain sebagainya, terpublishlah posting perdana pada 31 Desember 2012.

Sejak ia mempunyai blog, baik Mutiara Pendidikan maupun Abdi Madrasah, ia mulai mem-posting tulisan pada 30 Desember 2012. “Otomatis fanspage saya di Facebook saya ubah menjadi Abdi Madrasah karena menyesuaikan blog tadi itu,” kata dia.

Ia berprinsip hanya ingin berbagi tanpa orang lain mengetahui jati dirinya. Ia berharap bisa berbagi tanpa diiringi rasa sombong. “Saya pernah dengar, kalau bisa tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Yang penting tujuan saya main blog itu kan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya mantap.

Nasruddin menuturkan, dalam blognya tertulis ‘membagi informasi kepada para sahabat agar hidup ini lebih bermanfaat.’ Makanya, dalam admin itu ia tidak menuliskan database-nya. “Saya hanya menulis sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah yang mulai mengenal huruf dan angka dari madrasah. Oleh karena itu, harus berbuat yang terbaik untuk madrasah,” tegasnya.

Sebagai guru saya ia butuh informasi terbaru, jadi sederhananya Butuh Cari Dapat Bagi (BCDB). Jika ia butuh info, maka ia pun segera mencarinya. Setelah mendapatkannya, lalu ia membagikannya kepada siapa saja. Pada saat Facebook-an, Nasruddin mengaku seringkali melihat sebagian temannya membagikan berita tentang madrasah.

“Saya pun ikut nge-share. Tapi sebelumnya saya buat postingannya. Yang penting di google itu kan nggak boleh copas. Kalau sekedar mengulas kan boleh. Meski ada juga yang copas, tapi saya cantumkan sumber dan link-nya. Misal, dari website direktorat madrasah tentang prestasi atau program apa gitu,” akunya.

Menurut Nasruddin, website Abdima banyak dikunjungi orang lantaran mereka mendapatkan berbagai informasi mengenai madrasah. (Ali Musthofa Asrori)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Kajian Sunnah, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 06 Januari 2018

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi

Karanganyar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten? Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan satu-satunya desa yang belum mempunyai ranting NU di Mojogedang. Sebenarnya lokasinya tidak terlalu pelosok dan tertinggal, kecuali hanya berjarak sekitar 1 km dari pusat kecamatan.

Meskipun belum mempunyai organisasi NU secara resmi, warga Ngadirejo tetap bersemangat melestarikan tradisi dan praktik peribadatan ala warga NU pada umumnya (amaliyah nahdliyah), seperti shalawat-nariyahan, tahlilan, yasinan, dan acara tasyakuran dalam bentuk kenduri.

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetap NU Meski Tanpa Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi

Hampir setiap RT di desa ini mempunyai jadwal rutinan pelaksanaan amaliah? tersebut. “Jadi pelaksanaannya digilir tiap rumah secara urut, dan waktunya setiap 35 hari sekali atau kalau orang Jawa menyebut selapan dino,” ujar Sukidi, warga Ngadirejo seusai acara tahlilan dan shalawatan di rumah salah satu warga, Kamis (19/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Masing-masing RT memiliki jadwal kegiatan tersebut yang tidak sama, sebagian melaksanakannya pada Jumat Legi, Jumat Kliwon, atau lainnya tergantung kesepakatan warganya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di balik semangat mereka melakukan amaliah tersebut, muncul kegelisahan di kalangan warga Ngadirejo karena mereka sendiri masih bingung mencari figur panutan dalam hal agama.

Mereka melakukan kegiatan itu karena memandang sebagai ibadah yang baik meski tanpa satu warga pun yang mengetahui dasarnya. Tak heran jika dengan mudah pula mereka akan terhasud oleh pemahaman lainnya.

“Ya saya orang NU dan amaliah yang biasa warga sini lakukan itu juga NU saya tau. Tapi kalau saya disuruh menunjukkan dasarnya, saya sendiri belum tau. Jadi sekarang ini sudah ada beberapa warga yang tidak mau ikut acara-acara seperti tahlil, yasin, kenduri karena mereka bilangin bid’ah,” tambahnya.

Sedangkan Kiai Mukti Ali sendiri selaku Ketua PCNU Karanganyar mengungkapkan bahwa memang di Ngadirejo belum ada ranting NU. Menurut dia, kondisi ini dikarenakan belum ada kader di desa tersebut.

“Desa Ngadirejo itu warganya masih gampang ajakannya, terutama dalam hal agama. Tapi sayang belum ada yang menjadi panutan dan belum ada kader NU yang mendirikan ranting,” katanya.

Kalaupun dirikan ranting, lanjut Mukti Ali, belum ada yang istiqamah tinggal di sana. “Jadi saat ini ada jama’ah (warga) tapi tanpa jam’iyah (organisasi),” paparnya saat ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di kediamannya Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Hikmah, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 Desember 2017

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?



Pelukis Nabila Dewi Gayatri mengaku punya pengalaman saat melukis KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem. Ia mengalami keadaan yang sangat senang hingga tertawa-tawa sendirian saat menggoreskan koas ke kanvasnya.?

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muslim Rifa’i Imampuro dan Suka Cita Pelukis

“Saya mengalami ? suka yang belum pernah saya alami. Ketawa sendiri, sueneng, dan cepet selesai. Saya merasa bahagia, ngakak-ngakak,” katanya di Grand Sahid Jaya, Jakarta Sabtu (13/5) pada pameran karya tunggalnya bertajuk Sang Kekasih. Pameran dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj Senin (8/5) itu, berakhir Ahad (14/5).

Saat melukis kiai dari Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten, Jawa Tengah itu, ia mengaku dengan cepat menemukan karakter lukisannya. Hingga proses melukisnya pun terbilang cepat daripada kiai-kiai lain.?

Pelukis kelahiran Gresik, Jawa Timur, pada 1969 itu mengaku, pada masa kecilnya pernah diajak ayahnya bersilaturahim kepada Mbah Liem. Saat dewasa, Nabila pernah juga bertemu kiai itu di PWNU Jawa Timur.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada pertemuan itu, Mbah Liem bertanya kepadanya, “Koe iseh nabuh beduk? Masih suka gambar? Nyanyi?” tanyanya kepada Nabila yang memang selain melukis juga senang menabuh drum, yang dalam istilah Mbah Liem menabuh beduk, serta menyanyi.?

“Masih,” jawab Nabila saat itu.?

“Yo wis, Berkah, berkah, berkah...” lanjut Mbah Liem.?

Menurut Nabila, sosok Mbah Liem menjadi bagian dari pameran untuk mengingatkan orang kepada salah satu sifatnya yang memiliki kepedulian tingkat tinggi kepada fakir miskin.?

Pelukis jebolan Jurusan Aqidah Filsafat Al-Azhar, Kairo, Mesir itu menambahkan, dengan melukis Mbah Liem, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid, Kiai Abbas Buntet dan kiai lain, ia berharap, orang yang melihatnya akan mengingat jasa dan teladan mereka.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Ali Mahbub pada tulisannya yang dimuat di Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Mbah Liem mengajarkan santri dengan ilmu hal atau memberi contoh langsung. Ajaran-ajaran Mbah Liem tersebut yaitu:

1. “Nguwongke uwong, gawe legane uwong.” Mbah Liem selalu menghargai dan menerima setiap orang dengan segala potensi dan niat baiknya. Kalaupun kita tidak membutuhkan, mungkin manfaatnya bisa dirasakan keluarga, tetangga atau msyarakat kita. Contohnya setiap kali ada tamu, baik pejabat maupun tokoh yang lain, Mbah Liem selalu menyambut dengan hangat siapa pun orangnya dan Mbah Lim tidak lupa memberikan ruang interaksi untuk mendekatkan pejabat/tokoh dengan masyarakat.

2. “3 T“: titi–tatak–tutuk. Mbah Liem mengajarkan saat melaksanakan setiap tugas dalam hidup, haruslah titi (cermat, teliti dan selektif), tatak (legowo, sabar), sehingga tutuk (sampai, selesai dengan hasil yang memuaskan).

3. “3 K “: kuli-kiai-komando. Setiap santri haruslah mampu memerankan diri sebagai kuli (siap bekerja keras), kiai (siap mengamalkan ilmu dan berdoa), komando (siap menjadi pemimpin yang piwai mengambil keputusan, bijak serta berwibawa)

4. “Kita harus tegak, tegas dan tegar selama benar.“ Setiap melaksanakan kebenaran, kita harus tegak (penuh keyakinan, tidak goyah oleh pengaruh apa pun), tegas (tak kenal kompromi terhadap pelanggaran aturan), tegar (ikhlas, sabar).

5. “3 R “: rampung bangunane – rame jama’ahe – rukun masyarakate “. Dalam mendirikan sarana apa pun, ada 3 hal yang harus diupayakan yakni “rampung bangunane“ (bisa terwujud ), rame jama’ahe (berfungsi dan dibutuhkan para pemangku kepentingan ), rukun masyarakate (menjadi sumber kedamaian dan perekat persatuan).

6. “Aja mung benteng ulama, ning nahnu anshorullah, masyriq-maghrib “ di samping perannya sebagai benteng ulama, Banser seharusnya mampu menjalankan peran yang lebih luas di seluruh permukaan bumi, dalam bingkai “nahnu anshorulloh”.

7. “ 3 S “: ? shalat-sinau-sungkem. Maksudnya “shalat“, seorang santri harus tekun beribadah, prihatin dan berdoa. Sinau,? santri harus belajar terus menerus. “Sungkem“ santri harus mempunyai akhlak yang mulia, tahu sopan santun, tawadhu’ pada kiai/guru.

8. “ 2 B“: berhasil-berkah. Dalam mencapai cita-cita/usaha harus mempunyai komitmen yang kuat agar tercapai yang di inginkan.” Berkah “setiap cita-cita/ usaha harus di mulai dengan niat ibadah (niat baik) agar mendapat keberkahan dari Allah SWT.

9. “Dadi uwong ki ojo gur mangan terus tapi yo ngising barang” (Jadi orang itu jangan hanya makan aja tapi ya buang air besar juga). Kita tidak boleh hanya melulu mencari harta terus, tapi kita juga harus rajin bersedekah.

(Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Jadwal Kajian, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 23 Desember 2017

Kapolsek dan Baanar Kadur Kerja Sama Perangi Narkoba

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Kasus peredaran narkoba di Kecamatan Kadur, sejauh ini tampaknya kurang terekspos ke publik. Padahal, di daerah ujung timur Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur ini terindikasi menjadi bidikan penyebaran barang haram tersebut. Geng motor yang cukup merebak di dalamnya menjadi sasaran utama.

Kondisi itu membuat Barisan Ansor Anti-Narkoba (Baanar) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kadur mendatangi markas kepolisian sektor (mapolsek) setempat, Selasa (14/3). Turut menyertai pengurus PAC, Satkoryon Banser, MDS Rijalul Ansor, dan sebagian pengurus tingkat ranting.

Kapolsek dan Baanar Kadur Kerja Sama Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolsek dan Baanar Kadur Kerja Sama Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolsek dan Baanar Kadur Kerja Sama Perangi Narkoba

“Penggunaan narkoba di daerah Kadur cukup parah. Pesta sabu-sabu kurang begitu disikapi secara baik oleh pihak terkait. Kami berharap, Polsek Kadur bisa sigap menyikapinya,” terang Kepala Baanar GP Ansor Kadur, Lif Khodir.

Jebolan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan tersebut selanjutnya melakukan teken kontrak kerja sama dengan Polsek Kadur. Isinya, Polsek Kadur mendukung kegiatan Baanar Kadur terkait kampanye, sosialisasi, dan kegiatan lainnya yang menyangkut pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Kadur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kita harapkan Polsek Kadur berkenan memfasilitasi izin kepada pengurus Baanar Kecamatan dan Baanar Desa dalam melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan Kecamatan Kadur.  Sementara dari pihak Baanar nanti menyiapkan SDM-nya dalam melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba,” tambah Sekretaris PAC GP Ansor Kadur Fathorrahman.

Kehadiran aktivis GP Ansor disambut hangat oleh Kapolsek AKP Agus Susanto, S.Sos. Dia siap bersama GP Ansor Kadur memerangi narkoba dan menyikapi setiap hal yang mengganggu ketenteraman masyarakat di wilayah Kadur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelum teken kontrak, Kapolsek berbagi wawasan terkait perang candu di China. Menurutnya, itu salah satu strategi Inggris untuk menghancurkan China. Generasinya dibuat teler lewat narkoba, sehingga tidak berpikir untuk memajukan negara. Bisanya hanya berhalusinasi.

“Indonesia saat ini menghadapi itu. Kita mesti sadar, Indonesia punya musuh. Mereka pasti ada keinginan untuk lebih maju meski menggunakan cara yang tidak baik,” tegas Kapolsek AKP Agus Susanto.

Termasuk, tambahnya, hubungan dengan tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan lainnya. Adakalanya, tidak akur. Tidak menutup kemungkinan mereka hendak menghancurkan Indonesia melalui pelumpuhan kesehatan dan kecerdasan pemuda.

“Setelah lemah, mudah melakukan infiltrasi. Mudahnya narkoba datang dari China, Malaysia, dan lainnya perlu kita antisipasi bersama. Selain narkoba, ada upaya penghancuran lainnya seperti hilangnya anak kecil. Setelah ditelusuri, mereka ditemukan di tempat lokalisasi. Mereka akan dimanfaatkan buat seks pencandu narkoba,” ungkapnya.

Anak-anak di bawah 12 tahun, tambahnya, kini tidak bisa dihukum dalam Undang-Undang sekalipun bertindak pidana. Hanya pembinaan. Celah tersebut lantas dimanfaatkan sebagai pangsa pasar yang menggiurkan untuk tindak pidana, termasuk peredaran narkoba.

“Celah-celah hukum dimanfaatkan oleh bandar narkoba. Itu atensi peredaran narkoba di kalangan anak-anak. Kalau sebelumnya di kalangan remaja dan pemuda, kini anak SD pun jadi sasaran. Pengaruh narkoba pn sudah masuk ke tingkat desa,” paparnya.

Karenanya, kapolsek sangat bersyukur dengan proaktif Baanar GP Ansor Kadur. Pihaknya memohon informasi seandainya ada pelaku atau kegiatan-kegiatan penyalahgunaan narkoba di daerah Kadur. Informasi yang disampaikan GP Ansor akan segera disikapinya.

Untuk urusan narkoba, kata kapolsek, tidak ada toleransi. Pihaknya mengaku tidak pernah komunikasi dengan para bandar. Tidak ada kompromi.

“Manakala ada kompromi dengan saya, itu membahayakan terhadap saya. Termasuk terhadap karir saya beserta nama baik saya dan keluarga saya. Kami sudah komitmen tidak akan kompromi dengan para pelaku,” tegasnya.

Kapolsek juga mohon informasi seandainya ada pelaku atau kegiatan-kegiatan penyalahgunaan narkoba di daerah Kadur. Memang agak sulit mengusut tindak pidana lainnya.

“Misalnya dibandingkan dengan curanmor terjadi sekarang. Kita lakukan pnyelidikan dan ada barang bukti, kita langsung proses,” tegasnya.

Berbeda dengan narkoba, ungkap kapolsek, kalau kalah sedikit saja penanganan, pihaknya yang kena. Bandar dan pengguna narkoba sudah luar biasa licik dan pintar. Ketika ditangkap, barang bukti langsung dilempar.

“Pada saat persidangan, mereka bisa ngeles barang bukti tidak bersamanya. Mereka cukup pintar agar tidak terjerat hukum,” sesalnya.

Masyarakat juga banyak tidak tahu ketika anaknya terjerat narkoba. Sebab, anak biasanya terlihat bagus saat rumah. Tetapi, ada peluang jelek tatkala di luar rumah dan salah pergaulan. Ketika ditangkap polisi, orantua tidak terima.

“Karenanya, kami lebih mengedepankan sosialisasi pencegahan. Karena itu lebih efektif membentengi para generasi pemuda,” tukasnya. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Hikmah, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 18 Desember 2017

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pesantren Kilat (Sanlat) atau Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) merupakan jihad yang dilakukan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikhtiar kuat untuk melanjutkan pendidikan juga terbilang jihad di jalan Allah.

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Ahad (17/1).

Jihad menurut syariat Islam adalah berjuang dengan sungguh-sungguh, berdakwah segaris perjuangan Rasul SAW, memberikan pengajaran kepada umat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi dengan damai dan saling mengasihi. Islam juga melarang pemaksaan dan kekerasan dalam berjihad.

"Pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah merupakan tiga garis besar disampaikan dalam Sanlat BPUN. NU hingga hari ini tidak memicingkan mata untuk kemaslahatan bangsa. Apakah mendorong generasi bangsa tidak mampu untuk berpendidikan lebih tinggi bukan suatu jihad? Apakah menghargai perbedaan bukan hal yang diajarkan Nabi Muhammad SAW? Apakah mengajak orang berubah lebih baik, lebih mumpuni bukan jihad?" ujar Gatot lagi.

Sanlat BPUN di Way Kanan dihelat pertama kali pada tahun 2015. Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menuturkan, awalnya ada kegamangan mengingat program tersebut ditawarkan Yayasan Mata Air sekitar April 2015. Dibandingkan dengan GP Ansor atau badan otonom NU lain di Indonesia yang sudah menjalankan program ini, tentu tengat waktu untuk GP Ansor Way Kanan sangat terbatas. Belum ada pemahaman juga pengalaman hingga menyangkut bagaimana pendanaannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Namun harus dicoba. Alhamdulillah ada jalan serta hasil positif. Lima dari empat belas peserta lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Itulah jihad, GP Ansor didukung sejumlah pihak telah mengajak para peserta Sanlat BPUN untuk berjihad demi masa depan mereka. Apakah jika para alumni menjadi pribadi yang baik, menjadi orang-orang yang sejahtera bukan suatu jihad demi bangsa?" ujarnya.

Alumni Susbanpim PP GP Ansor itu menegaskan, Sanlat BPUN ialah jihad kreatif, jihad humanis, jihad yang damai, jihad yang berorientasi pada perubahan untuk perbaikan.

"Itulah jihad yang layak dilakukan, kalau teror, menebar ketakutan bahkan membunuh, itu bukan jihad, tapi jahat," tegasnya lagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mata Air didirikan kyai, budayawan Gus Mus bersama sejumlah kyai, intelektual dan professional seperti Al Habib Luthfi bin Yahya, Dr. KH. Asad Said Ali, KH Masdar F. Masudi, KH Muadz Thohir, KH Thantowi Jauhari Musaddad dan (Alm) KH. Masykur Maskub. Salah satu misi program Sanlat BPUN adalah membekali calon mahasiswa dengan nilai dan karakter kebangsaan, keberagaman yang inklusif, dan nilai-nilai kepemimpinan, sehingga ketika masuk PTN tidak terseret arus gerakan radikal atau ekstremis.

Sanlat BPUN 2016 di Way Kanan, akan digelar di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu. Untuk dapat mengikuti program tersebut, ada beberapa syarat harus dipenuhi calon peserta, yaitu siswa baru lulus SMA/MA/SMK, lulus tes seleksi diadakan oleh panitia dan benar-benar memunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah, menyerahkan foto kopi rapor kelas 10, 11 dan 12 lalu dikirimkan ke sekretariat pendaftaran jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 83, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan paling lambat 31 Januari 2016. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia pada nomor 085382008080.

"GP Ansor Way Kanan mengajak generasi muda muslim di bumi Ramik Ragom ini untuk berjihad demi masa depan mereka melalui Sanlat BPUN," pungkas Gatot. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Halaqoh, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur

Cianjur, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Nadir Muharam (25) memimpin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia terpilih setelah digelar Konferensi Cabang (Konfercab) XVII di Pondok Pesantren Al-Ittihad, pada Sabtu-Ahad, (16-17/2).

Nadir adalah santri Pesantren Al-Ittihad, juga lulusan STKIP Siliwangi Bandung. Ia aktif di IPNU di dua periode. Sebelumnya, ia adalah Wakil Ketua IPNU.

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur

Mantan Ketua IPNU Cianjur 2001-2012, Ujang Syahid Damanhury, berharap Nadir meneruskan kaderisasi yang sudah berjalan, serta mendirikan PAC-PAC di wilayah Selatan. “Itu PR Nadir. Ada sekitar 10 PAC yang belum terbentuk,” ujarnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa, (19/2).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari 30 kecamatan di Cianjur, kecamatan-kecamatan wilayah selatan yang jauhnya 60 km dari pusat kota, merupakan daerah yang susah diakses.

Syahid menambahkan, Nadir cukup mampu untuk memimpin IPNU Cianjur karena ia sudah berkecimpung di dalamnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Konfercab yang dihadiri 300 pelajar dan santri tersebut dibuka Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, MM. Ia mengatakan, kader-kader IPNU agar lebih kuat dan konsisten dalam perjuangan Ahlu Sunnah wal-Jamaah,

Ia juga mengajak untuk menanamkan semangat perjuangan pelajar karena ke depan tantangan pelajar, remaja, pemuda yang cukup berat. Serta bekerjasama dengan pemerintah daerah demi tercapainya Cianjur yang cerdas dan berakhlaqul karimah.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PCNU dari tanfidziyah, syuriyah, lembaga, lajnah, banom, BKPRMI, KNPI, dan OKP.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadiah Orang Hidup Kepada Orang Mati

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail yang saya hormati. Terlebih dahulu saya minta maaf jika nanti pertanyaannya terkesan konyol dan mengada-ada. Jujur saja saya awam dalam soal agama, dan baru-baru ini kesadaran untuk belajar agama saya muncul.

Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan hadiah dari istri berupa jam tangan. Teman saya mengeluarkan celetukan, “Itu hadiah dari orang hidup ke orang hidup, dan jelas bisa sampai.” Nadanya sedikit meledek, kemudian teman saya melanjutkan bahwa kiriman hadiah doa orang hidup ke orang mati tidak bakal sampai karena sudah beda alam. Saya ingin saya tanyakan adalah bagaimana pandangan ustadz mengenai hal ini?

Hadiah Orang Hidup Kepada Orang Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiah Orang Hidup Kepada Orang Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiah Orang Hidup Kepada Orang Mati

Mohon penjelasanya. Karena setahu saya, dulu orang tua sering menasihati agar selalu kirim doa kepada yang telah meninggal dunia. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Agus/Jakarta)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jawaban

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Pertama kami mengucapkan puji syukur kepada Allah atas munculnya kesadaran keagamaan penanya.

Bahwa nasihat orang tua kepada anaknya untuk selalu mendoakan kepada keluarga atau famili atau orang saleh yang telah meninggal dunia adalah hal yang sangat baik. Sudah sepatutnya untuk dilestarikan karena hal itu merupakan salah satu bukti bakti kita kepada mereka yang telah mendahului kita.

Orang yang hidup memberikan hadiah kepada yang masih hidup dengan hadiah material adalah hal biasa.

Namun, pertanyaannya apa yang dapat kita berikan kepada orang-orang yang telah mendahului kita? Tentu yang dapat kita berikan bukanlah materi. Lantas apa yang dapat kita berikan sebagai hadiah?

Jawabnya adalah doa dan permohonan ampunan (istighfar). Inilah yang paling layak untuk dihadiahkan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia. Karena itu kemudian dikatakan bahwa hadiah orang hidup kepada yang meninggal dunia adalah doa dan permohonan ampunan.

? ? ? ? ?

Artinya, “Hadiah orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang telah meninggal dunia adalah doa dan memintakan ampunan kepada Allah (istighfar) kepada mereka,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Fikr, tt, halaman 281).

Dalam sebuah riwayat—sebagaimana dikemukakan Syekh Nawawi Al-Bantani— dikatakan bahwa di dalam kubur, orang yang meninggal dunia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan berupa doa. Ia menanti datangnya doa dari anaknya, saudara, atau temannya. Ketika ia mendapatkannya, maka itu lebih ia sukai ketimbang dunia dengan seluruh isinya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?-? ? ? ? ? ? ?-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Tidak ada mayit yang berada dalam kuburnya kecuali ia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan—kal ghariqil mughawwats dengan diharakati fathah pada huruf wawunya yang bertasdid, yaitu orang yang meminta pertolongan—ia menunggu setetes doa yang yang dikirimkan anaknya, saudara, atau temannya. Karenanya ketika ia mendapatkan doa, maka hal itu lebih ia sukai dibanding dunia dengan seluruh isinya,’” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, halaman 281).

Dari sinilah kemudian dapat dipahami betapa orang yang telah meninggal dunia itu sebenarnya mengharapkan kiriman atau hadiah doa dari orang yang masih hidup. Dengan kata lain, kiriman atau hadiah doa itu akan sangat berarti baginya, bahkan pahalanya pun akan sampai.

Karena itu para ulama—sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi—menyatakan kesepakatan bahwa doa dari orang yang masih hidup kepada yang telah meningal dunia itu bermanfaat dan pahalanya akan sampai kepadanya. Salah satu dalil yang digunakan untuk mendukung pendapat ini adalah firman Allah SWT berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan suadara-saudara kami yang telah beriman terlebih dulu dari kami,” (QS Al-Hasyr ayat 10).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama sepakat bahwa doa untuk orang-orang yang telah meninggal dunia akan memberikan manfaat kepada mereka dan akan sampai juga pahalanya kepada mereka. Para ulama ini berdalil dengan firman Allah SWT, ‘Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan suadara-saudara kami yang telah beriman terlebih dulu dari kami,’ (Al-Hasyr ayat 10),’” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Adzkar An-Nawawiyyah, Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyah, cet ke-1, 1425 H/2004 M, halaman 180).

Demikian jawaban sederhana ini yang dapat kami sampaikan. Teruslah mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita karena itu sangat bermanfaat bagi mereka. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Humor Islam, Pondok Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 04 Desember 2017

Alissa Wahid Ungkap Sumbu Spiritual Kehidupan Gus Dur

Tangerang Selatan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Mahasiswa Ciputat lintas organisasi menyelenggarakan Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bertempat di Hall Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (29/12). Acara tersebut menghadirkan Alissa Wahid, Romo Sandyawan Sumardi, dan Priyo Sambadha.

Putri sulung Gus Dur Alissa Wahid menyampaikan satu di antara sembilan nilai utama Gus Dur yang dirumuskan oleh 100 orang sahabat dan muridnya. Di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri, Mohamad Sobary, dan Pendeta Phil Erari dari Papua.

Alissa Wahid Ungkap Sumbu Spiritual Kehidupan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Ungkap Sumbu Spiritual Kehidupan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Ungkap Sumbu Spiritual Kehidupan Gus Dur

Mengutip hasil diskusi itu, Alissa mengatakan bahwa nilai paling utama seorang KH Abdurrahman Wahid adalah keyakinan spiritualnya, yakni menegakkan Islam rahmatan lil alamin. Delapan nilai lainnya adalah turunan dari nilai utama tersebut.

“Menurut beliau-beliau itu, bukan menurut Alissa ini ya, sumbu kehidupannya adalah keyakinan spiritual beliau, bahwa tugasnya di dunia ini sebagai seorang muslim adalah menegakkan Islam rahmatan lil alamin,” katanya.

Sementara itu, Priyo Sambadha menyatakan, saat putra pertama KH Abdul Wahid Hasyim itu menjabat sebagai presiden, istana benar-benar milik rakyat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu buktinya adalah saat Gus Dur mengadakan open house Idul Fitri untuk pertama kalinya sepanjang sejarah istana. Masyarakat dengan berbagai latar belakang dan berbagai macam penampilan dipersilakan bersalaman dengan presiden dan keluarganya tanpa terkecuali.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semua orang boleh masuk pokoknya. Tidak ada terkecuali. Pakaian seperti apa silakan masuk,” kata staf Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Adapun Romo Sandyawan menyampaikan satu pesan Gus Dur untuknya pada saat dia bertemu dengan Gus Dur guna membicarakan peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli). Pesannya adalah tentang tujuan manusia itu diciptakan.

“Tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk meluhur-muliakan Allah dan kemanusiaan, beserta alam semestanya,” ujarnya. Terakhir, Alissa Wahid berpesan kepada seluruh hadirin, “Gus Dur yang meneladankan, kita yang melanjutkan.”

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Yusron Rozak. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa hampir tidak ada satu kata yang dapat menggambarkan seorang Gus Dur. “Jika kita sebut beliau Bapak Humanisme, dia lebih luas dari itu,” ujarnya.

Saking luasnya pandangan dan gagasannya, Yusron Rozak menyatakan kata cukup terbatas untuk mendeskripsikan Gus Dur.

Acara dengan tagline “Om Toleran Om” itu juga menggalang 1000 tanda tangan sebagai bentuk kepedulian dan toleransi. Selain itu, acara tersebut juga menggalang dana untuk Gempa Aceh. Panitia menjual kaos dengan berbagai tulisan nasihat Sang Guru Bangsa itu. Panitia juga melelang lukisan Gus Dur yang akhirnya terjual dengan harga dua juta rupiah. (Syakir NF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 26 November 2017

Ini Komitmen Sarbumusi NU Terhadap Buruh Indonesia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) merupakan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang menangani persoalan perburuhan. Didirikan pada 27 September 1955 di pabrik gula Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur dan pernah mengalami masa kejayaan dengan anggota mencapai 2 juta orang sehingga mampu menjadi pesaing kuat Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) organisasi buruh milik Partai Komunis Indonesia (PKI). Seperti apa komitmennya terhadap persoalan buruh hari ini?

Ini Komitmen Sarbumusi NU Terhadap Buruh Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Komitmen Sarbumusi NU Terhadap Buruh Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Komitmen Sarbumusi NU Terhadap Buruh Indonesia

? ? ?

"DPP Konfederasi Sarbumusi selalu mendorong terciptanya hubungan industrial yang kondusif ? dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia ini," ujar Ketua Umum Sarbumusi Syaiful Bahri Anshori didampingi Sekretaris Jendral Sukitman Sudjatmiko, di Jakarta, Jumat (5/2).

Syaiful menegaskan, DPP K Sarbumusi menyayangkan perusahaan multi nasional PT Chevron Pasific Indonesia yang sudah melakukan hubungan kerja sejak lama di Indonesia tapi seolah-olah tidak mengetahui kondisi peraturan dan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berdasarkan Undang-Undang 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan bahwa amanat konstitusi regulasi ini setiap persoalan dan dinamika dalam hubungan industrial di perusahaan harus dirundingkan dalam forum Lembaga Kerjasama (LKS) Bipartit.

Dalam undang-undang ini LKS Bipartit didefinisikan sebagai forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat buruh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Regulasi dimaksud dijabarkan lebih lanjut dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja bahwa LKS Bipartit mempunyai fungsi-fungsi sebagai forum komunikasi, konsultasi dan musyawarah antara pengusaha dan wakil serikat buruh pada perusahaan dalam konteks mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial atau PHK.

"Kami menyayangkan Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia yang merencanakan re-organisasi perusahaannya namun dengan arogan tidak pernah melakukan perundingan apapun secara Bipartit sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia tapi malah lebih mentaati peraturan korporatnya yang berada di negara asing tanpa mau mengindahkan aturan main ketenagakerjaan di Indonesia," ujar Syaiful.

Dalam kebijakan perusahaan tersebut, patut diduga bahwa persoalan kenaikan harga minyak dunia hanya sebagai alasan dan alibi yang menemukan momentum tepat untuk mengurangi karyawan dan melakukan re-organisasi.

"Ini dibuktikan dengan laporan dari kawan-kawan GB-Migas Sarbumusi PT Chevron Pasific Indonesia terhadap rencana re-organisasi tersebut yang mulai disosialisaikan oleh pihak manajemen mulai Mei 2015 hingga Januari 2016. Namun dalam rentang waktu itu, manajemen PT Chevron selalu menggunakan komunikasi satu arah untuk memaksakan kehendaknya atas re-organisasi perusahaan atau bahasa perusahaan adalah IBU Transformation project. Terhadap persoalan semacam itu, Sarbumusi dengan tegas menyerukan menolak berbagai bentuk penindasan buruh dengan cara memperkuat persatuan dan solidaritas di antara sesama buruh dan rakyat Indonesia" Syaiful Bahri Anshori. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Hadits, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 23 November 2017

ISNU Desak Road Map Kebijakan Energi yang Tepat dan Berani

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa mendesak adanya road map kebijakan energi yang tepat dan berani, untuk mengingatkan bahwa isu energi saat ini hanya tereduksi pada persoalan subsidi PPB ketika harga minyak dunia naik dan konsumsi telah melampaui kuota.

Ia menjelaskan, persoalan ini sekedar hilir dan resultante dari mindset pemerintah yang hanya sibuk dengan budget policy, tanpa berfokus kepada energi policy. 

ISNU Desak Road Map Kebijakan Energi yang Tepat dan Berani (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Desak Road Map Kebijakan Energi yang Tepat dan Berani (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Desak Road Map Kebijakan Energi yang Tepat dan Berani

“Yang dipikir hanya sekedar ketahanan APBN, bukan ketahanan energi,” katanya dalam diskusi panel ahli dengan tpik Energi, Pertambangan dan Lingkungan Hidup yang digelar di gedung PBNU, Jum’at (19/10). Diskusi ini merupakan rangkaian dari berbagai diskusi yang akan menjadi masukan bagi NU bagi bangsa atas berbagai persoalan yang dihadapi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mantan ketua umum PB PMII ini meminta agar pemerintah berani menyusun dan melaksanakan peta jalan kebijakan energi yang berorientasi kepada kedaulatan energi dengan penguasaan sektor hulu dan ketahanan energi dengan jaminan pasokan dari sektor hilir.

Lebih jauh, ia menjelaskan, persoalan di hulu terkait dengan penguasaan sumber daya energi dan mineral, dengan dominasi asing yang sangat menonjol. Sektor hulu, 88.8 persen wilayah kerja pertambangan migas dikuasai asing sementara BUMN hanya menguasai sekitar 10 persen.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Ini artinya, kontrol terhadap cadangan dan produksi migas nasional tidak berada di tangan negara, yang berdampak pada nisbinya makna penguasaan negara terhadap sektor energi yang penting dan strategis,” paparnya. 

Bukan hanya di sektor minyak bumi, konsesi tambang mineral sebagian besar juga dikuasai oleh korporasi asing, kecuali di sektor pertambangan batubara.

Sementara itu, persoalan di sektor hilir adalah keterbatasan infrastruktur. Keterbatasan kilang minyak dan fasilitas pemurnian dan distribusi gas domeestik telah mengancam ketahanan pasokan energi dalam negeri. Tiadanya penambahan kapasitas kilang minyak telah mengakibatkan pasokan BBM dalam negeri tergantung kepada impor, baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM, yang nilai bukunya mencapai ratusan trilyun per tahun. 

“Impor telah melanggengkan praktek brokerage dan afia perminyakan yang merugikan kepentingan nasional,” tandasnya.

Keterbatasan fasilitas pengolahan dan distribusi gas juga berpotensi mengagalkan upaya pengarusutamaan pemanfaatan gas domestik (DMO) serta mengancam program diversifikasi dan konversi dari minyak ke gas. 

Pada pertambangan umum, isu sentral sektor hilir adalah keterbatasan fasilitas pengolahan minral (Smelter) yang menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri. 

“Para pelaku usaha tambang mineral selama ini telah menikmati rezeki nomplok menjual produk mentah (ore) tanpa kewajiban menjalankan hilirisasi tambang. Akibatnya, nilai tambah eksploitasi tambang mineral dalam negeri sangat minimal” ujarnya.

Beberapa kebijakan energi yang diusulkan ISNU diantaranya adalah, pertama, revisi UU Migas no 22/2001 dan UU Minerba No 4/2009 yang lebih memihak kepentingan nasional, kedua, menjalankan dan terus mengupayakan renegosiasi kontrk-kontrak tambang yang merugikan, ketiga memberikan prioritas kepada BUMN untuk mengelola dan menyelenggarakan industri pertambangan nasional, keempat, memprioritaskan penggunaan sumber-sumber energi primer seperti minyak, gas dan batubara untuk kepentingan domestik.

Selanjutnya, ISNU juga meminta agar segera direalisasikan pembangunan minyak dan memperbanyak pembangunan fasilitas pemurnian gas (FSRU) serta emperluas jalur distribusi gas dari mulut tambang ke konsumen.

Hadir dalam diskusi tersebut Rudi Rubiandini, wakil menteri ESDM, Kurtubi, pengaman, Hendri Prio Santoso, Dirut PGN dan Imam Hendargo serta Dewi Aryant.

Penulis: Mukafi Niami

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock