Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pj Bupati Way Kanan Provinsi Lampung, Albar Hasan Tanjung, di Blambangan Umpu, Jumat (25/12) mengaku bangga dengan pemuda Nahlatul Ulama (NU) di daerah yang dipimpinnya.

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Apresiasi Pengabdian Pemuda NU di Way Kanan

"Saya bangga Barisan Ansor Serbaguna atau Banser mengawal, menjaga, mempersatukan, menjadi perekat satu sama lain. Saya bangga Banser bergerak bukan hanya untuk NU dan Ansor," ujar Albar.

Sekecil apapun yang diperbuat manusia, lanjutnya, akan kembali pada diri sendiri. "Kita mau jadi apa asal fokus dan bersama, kita bisa. “Saya bangga ? Ansor dan NU setia berbuat untuk bangsa. Meningkatkan kualitas diri mereka untuk bisa dirasakan manfaatnya bagi orang disekitarnya," ujar dia lagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Albar pada Kamis (24/5) membuka Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor IV dan Pendidikan serta Pelatihan Dasar (Diklatsar) IX Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Way Kanan yang digelar di Masjid Al Muhajirin, Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu yang saat ini sedang dirintis menjadi Pondok Pesantren Riyadlotut Thullab. Kegiatan digelar melalui Pimpinan Ranting Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu itu diikuti 109 peserta.

Berkaitan dengan kaderisasi, Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Gatot Arifianto didampingi Kasatkorcab Banser, Alex Almukmin menyampaikan hormat pada kader muda NU di Kampung Bumi Baru yang hanya berjumlah sepuluh orang namun bisa mempersiapkan pra kegiatan dengan baik.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Terima kasih juga untuk calon anggota Pemuda Ansor yang Insyaallah akan menjadi masa depan negara melalui NU," kata Gatot.

Hadir pada pembukaan kegiatan Ansor Wakapolres Kompol Henggar Teguh Wahono, Ketua Perbakin Way Kanan Radin Djambat, Shooting Club Merky Defrienc beserta jajaran, Ketua NU KH Nur Huda, Ketua MWCNU Blambangan Umpu Ustad Abdul Aziz, Ketua MWCNU Negeri Agung Ustad Muhajir, Ketua Lembaga Dakwah NU (LDNU) Way Kanan Ustadz Abdul Rokhim, Sekretaris dan Wakil Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Way Kanan, Supri Iswan dan Syahrul Munir.

"Terima kasih dan hormat juga kami sampaikan kepada Kiai Imam Murtadlo Pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 yang jauh-jauh berkenan hadir menengok kegiatan kami, kami kira ini penghargaan dan apresiasi dahsyat dari para pemangku kebijakan, ulama dan senior kepada PC GP Ansor Way Kanan," ujar Gatot lagi pada kegiatan yang didukung sejumlah pihak, seperti HIPSI Lampung, Pergunu, PGRI Way Kanan, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Khutbah, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 03 Februari 2018

PCNU Nganjuk Imbau Sekolah dan Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

Nganjuk, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



PCNU Nganjuk melalui surat resminya mengimbau sekolah dan madrasah yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk mendirikan Komisariat IPNU-IPPNU dan memasukkan mata pelajaran Aswaja dan ke-NU-an sebagai mata pelajaran muatan lokal. Hal ini dilakukan mengingat sebentar lagi sekolah dan madrasah masuk pada tahun ajaran baru.?

PCNU Nganjuk Imbau Sekolah dan Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Nganjuk Imbau Sekolah dan Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Nganjuk Imbau Sekolah dan Madrasah Dirikan Komisariat IPNU-IPPNU

Surat yang ditandatangani oleh jajaran tanfidziyah dan syuriah ini merupakan penguat untuk sekolah dan madrasah agar mengambil langkah konkret dalam membendung paham radikalisme dan anti-Pancasila yang sedang gencar menyerang negeri ini.

“Penyebaran paham radikalisme telah masuk ke beberapa perguruan tinggi, dan sekarang terus masuk di lingkungan pendidikan sekolah. Ini adalah hal yang sangat mengkhawatirkan sehingga anak-anak panjenengan semua perlu dilatih dan diasah di komisariat IPNU-IPPNU agar merasakan ghiroh perjuangan NU dan sebagai benteng dari aliran-aliran radikal dan menyimpang,” ungkap Ketua LTMNU Nganjuk Saiful Hidayat.

Seperti yang diketahui bahwa komisariat IPNU-IPPNU yang ada di Nganjuk baru sekitar 7-10 komisariat IPNU-IPPNU dari total ratusan lembaga pendidikan yang ada, juga puluhan lembaga pendidikan tingkat MTs dan MA yang berada di bawah naungan yayasan orang NU atau notebene milik orang NU. Tak kalah mengherankan juga, tentang mata pelajaran Aswaja dan ke-NU-an yang baru diajarkan di beberapa sekolah dan madrasah dari banyaknya madrasah yang ada di Nganjuk, padahal dua komponen tersebut cukup penting untuk membekali pelajar dari serangan radikalisme dan anti-Pancasila.

“Beberapa lembaga pendidikan masih ragu untuk mendirikan komisariat IPNU-IPPNU, padahal komisariat pelajar NU dapat fleksibel menempatkan diri sebagai organisasi siswa atau organisasi ekstrakurikuler bahkan menjadi bagian dari OSIS itu sendiri. Dengan digalakkannya komisariat IPNU-IPPNU di Nganjuk, banyak nilai positif untuk mengenalkan siswa sejak dini tentang Aswaja, NU dan asas negara, sehingga ketika lulus dan menjadi mahasiswa di kampus-kampus, tidak mudah kebilnger dan masuk ke ormas-ormas anti-Pancasila,” tutur salah satu pembina PC IPNU Nganjuk

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Imbauan PCNU Nganjuk ini diharapkan segera direalisasikan oleh sekolah dan madrasah di tahun ajaran 2017/2018, sehingga siswa lebih terbekali dengan ideologi positif Aswaja NU dan cinta tanah air,” tegas Saiful. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 30 Januari 2018

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi

Jakarta,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) membahas praktik aborsi yang dilegalkan pemerintah. Pembahasan tersebut berlangsung di lantai 5 Gedung PBNU Jakarta Rabu (1/10).

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi

Pembahasan tersebut menelaah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang di dalamnya terdapat bagian ada aborsi bagi korban perkosaan sebagai bagian dari darurat medis.

“Kegiatan ini diadakan salah satunya dalam rangka untuk menyatukan pandangan dari segi medis dan hukum fikih,” kata Ketua PP LKNU Imam Rosjidi, Rabu (01/10) di Lantai 5 Gedung PBNU Jakarta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ustadz Mahbub Maafi dari PP LBMNU memaparkan bahwa peraturan pemerintah ini menurutnya masih prematur sehingga memerlukan kajian yang sangat mendalam sehingga tidak menjadi kontroversi di masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Misal di Pasal 31 ayat 2 yang menyatakan bahwa tindakan aborsi akibat perkosaan hanya dapat dilakukan apabila usia kehamilan paling lama berusia 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir, hitungan 40 hari ini masih multitafsir,” terang Mahbub.

Sementara dari pihak Kementerian Kesehatan, Dwi Okta Amalia menuturkan, draft PP masih dalam proses pembahasan dan penyusunan. “Sebab itu masih butuh banyak masukan dari berbagai pihak,” terangnya.

Peraturan pemerintah ini, lanjutnya, benar-benar dibahas, disusun dan didiskusikan secara serius dan hati-hati sebelum positif dilahirkan.

Acara bertajuk “Bahtsul Masail Tentang Hukum Aborsi (Membedah PP 61/2014 Tentang Kesehatan Reproduksi) tersebut dihadiri Syuriah PBNU KH. Masdar Farid Masudi, Katib Syuriah PBNU KH. Afifuddin Muhajir dan dari PP RMI NU Ustadz Miftah Faqih. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Quote, Pondok Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 28 Januari 2018

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bekerja sama dengan harian lokal? Tribun Jateng? membuka konsultasi syariah melalui rubrik “Halaqah”. Rubrik ini dikemas dalam format interaksi tanya jawab seputar ibadah Ramadhan yang hadir di halaman "Happy Ramadhan" tiap hari selama bulan puasa 1437 Hijriah.?

Kerja sama ini telah terbangun sejak tahun kemarin. Di bawah koordinasi Departemen Pendidikan, Kajian dan Pelatihan RMINU Jateng, rubrik ini diisi para kiai dari pesantren. KH Fadhlullah Turmudzi, penanggung jawab program ini menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian perhatian pesantren untuk masyarakat.

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Isi Rubrik Happy Ramadhan di Harian Lokal

?

"Walaupun sudah banyak sumber pengetahuan yang mudah kita dapatkan, kita masih butuh bimbingan dari kiai-kiai pesantren," papar Gus Fad sapaan akrab KH. Fadhlullah Turmudzi yang juga pengasuh Pondok Pesanten APIK Kaliwungu Kendal, Selasa (7/7).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

Selain itu, lanjut Gus Fad, masih banyak peran dan fungsi pesantren terhadap masyarakat. Pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia harus mampu memberikan warna tersendiri terhadap perjalaan bangsa ini. Berbagai fenomena kekerasan seksual, penyalahguanaan narkoba, pembunuhan, dan sebagainya perlu mendapat kajian dari pesantren bagaimana pesantren berperan dan bersikap.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

Gus Fad juga mengingatkan kepada pesantren-pesantren untuk menguatkan perannya di masyarakat. "Nguri-nguri ngaji posonan harus selalu menjadi tulang punggung santri di berbagai daerah. Semangat untuk tetap mencari ilmu dengan niat tabarrukan harus menjadi nafas para santri" kata dia. (M. Zulfa/Zunus)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelaksanaan tarawih perdana di Masjid Agung Solo, Selasa (9/7) malam kemarin, mengakhiri dualisme seperti yang terjadi pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, shalat tarawih dilaksanakan terpisah dua kelompok dalam waktu yang bersamaan. Namun pada shalat tarawih semalam, terlihat semua jamaah berkumpul menjadi satu di ruang utama.

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyatuan Shalat Tarawih Bukti Adanya Toleransi

“Kalau tahun-tahun sebelum memang ada dua salat tarawih di bagian utama masjid dan di serambi. Tapi untuk kali hanya akan ada satu salat tarawih saja, yaitu di ruang utama masjid,” terang Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta, Slamet Abi.

Ratusan jamaah yang mengikuti sholat dengan antusias mengikuti jumlah rakaat yang sudah ditetapkan, yakni 20 rakaat. Sang imam membaca al-Quran dari juz 1. “Ramadan tahun ini kami targetkan dalam shalat tarawih bisa mengkhatamkan Al Qur’an,” ungkap dia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tatkala sudah mencapai delapan rakaat, kemudian jamaah yang ingin 20 rakaat berhenti salat, sampai menunggu salat witir selesai dengan imam berbeda. Baru setelah itu dilanjutkan salat tarawih yang 20 rakaat dengan imam yang pertama.

“Memang agak bingung, tapi sebetulnya ini sudah pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya, jadi ini hanya mengembalikan dari awal,” imbuh Slamet.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menyinggung penyatuan sholat tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, Zaenal Arifin Adnan, menyebut bahwa perubahan itu merupakan sikap toleran terhadap perbedaan pendapat. "Meskipun, cara yang lama sebenarnya juga menunjukkan hal yang sama," terangnya.

Menurutnya, masjid sebesar Masjid Agung memang harus bisa mengakomodir semua kalangan yang memiliki perbedaan pendapat. "Masing-masing memiliki dasar dan dalil yang diyakini," kata Zaenal.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 02 Januari 2018

Penutupan Lokalisasi demi Angkat Harkat dan Martabat Wanita

Tegal, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Pemerintah Kabupaten Tegal menutup secara permanen lokalisasi prostitusi di wilayah pantura Jumat (19/5). Penutupan secara simbolis dipusatkan di lokalisasi Peleman, Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi.

Penutupan Lokalisasi demi Angkat Harkat dan Martabat Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Penutupan Lokalisasi demi Angkat Harkat dan Martabat Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Penutupan Lokalisasi demi Angkat Harkat dan Martabat Wanita

Penutupan lokalisasi dilakukan dengan penyerahan bantuan bagi eks penghuni lokalisasi dilakukan oleh Wakil Bupati Tegal Hj Umi Azizah yang dihadiri Direktur Rehabilitasi Sosialisasi Tuna Sosial (RSTS) dan Korban Pedagangan Orang (KPO) Kementerian Sosial (Kemensos) Sonny W Manalu, Forkompinda Kabupaten Tegal, Dinas Sosial Jawa Tengah, Kepala SKPD dan turut dihadiri ratusan eks PSK penghuni lokalisasi.

"Penutupan secara permanen lokalisasi di Kabupaten Tegal dilakukan untuk mengangkat harkat dan martabat wanita. Saya yakin, mereka (PSK, red.) akan hidup lebih baik," kata Wakil Bupati Tegal Umi Azizah.

Umi yang juga Ketua PC Muslimat NU itu menuturkan, penutupan lokalisasi itu, bukan tanpa halangan. Banyak teror yang diterima para petugas dari Dinas Sosial (Dinsos). Namun dia bersyukur karena penutupan berjalan aman dan tertib.?

Menurutnya, tantangan terberat dalam agenda itu adalah setelah penutupan lokalisasi, yakni bagaimana mengupayakan agar para PSK tidak terjun kembali ke lokalisasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Mereka harus melanjutkan aktivitas sehari-hari, baik untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun hidup di lingkungan sosial. Saya sangat berharap mereka tak menggantungkan hidup dari pekerjaan menjadi PSK," harapnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kepala Dinas Sosial Pemkab Tegal Nurhayati membeberkan, dari hasil verifikasi, jumlah PSK yang mendapatkan bantuan Kemensos sebanyak 259 orang.

Mereka berasal dari lokalisasi Peleman, Kecamatan Suradadi 111 orang, lokalisasi Gang Sempit, Kecamatan Kramat 38 orang, lokalisasi Wandan, Kecamatan Kramat 65 orang, lokalisasi Turunan Pengasinan dan Turunan Kramat di Kecamatan Kramat 45 orang.?

"Penyaluran bantuan melalui rekening BRI. Masing-masing mendapatkan Rp 5,5 juta yang berasal dari DPA Dinas Sosial dan bantuan Kemensos sebesar Rp 1,4 Milyar," bebernya

Dia menambahkan, jumlah PSK asal Kabupaten Tegal 58 orang dan PSK dari luar Kabupaten Tegal 201 orang. "PSK dari luar Tegal telah bersedia dipulangkan ke kampung halaman masing-masing," pungkasnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Pondok Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 28 Desember 2017

LDNU Mulai Pendidikan Kader Dai Angkatan III

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Senin (13/5), memulai Pendidikan Kader Dai NU angkatan III di gedung PBNU, Jakarta. Kegiatan secara resmi dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pendidikan dai bertajuk ”Mencetak Dai yang Toleran” diikuti sedikitnya 90 perserta dari berbagai daerah dan latar belakang profesi. Selama 6 bulan ke depan, mereka akan dibina beragam materi kedakwahan oleh sejumlah pembimbing kompeten.

LDNU Mulai Pendidikan Kader Dai Angkatan III (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Mulai Pendidikan Kader Dai Angkatan III (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Mulai Pendidikan Kader Dai Angkatan III

”Saya sendiri nanti akan mengisi materi sirrah nabawi. Tentang bagaimana dakwah penuh cinta Rasulullah,” kata Said.

 Ketua PP LDNU KH Zakky Mubarak mengatakan, kegiatan yang akan diadakan dari pukul 16.00-20.00 WIB setiap Senin ini didasarkan pada perlunya pengembangan dakwah yang santun dan toleran yang mencerminkan Islam rahmatan lil alamin di masyarakat.

”Masa depan dakwah harus dikelola secara baik dan oleh karena itu perlu dikader,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu alumni Pendidikan Kader Dai NU angkatan I, Shohih Muslim, mengaku gembira dapat mengikuti pembinaan dakwah yang diselenggarakan LDNU. Dirinya merasa mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kegiatan ini.

Indra, seorang dokter yang turut menjadi peserta Pendidikan Kader Dai NU angkatan II, menyampaikan hal serupa. Menurut dia, penguasaan dakwah dibutuhkan untuk memotivasi dan berbagi kebaikan dengan para pasiennya dan rekan-rekannya seprofesi.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Khutbah, Warta, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 21 Desember 2017

Ma’rif NU Harus Terdepan Pertahankan NKRI dan Aswaja

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?

Usai mengikuti Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat LP Maarif NU pada 5-7 Desember 2016 di Jakarta Pengurus Wilayah LP Maarif Jawa Tengah langsung menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Siliwangi Semarang.

Ma’rif NU Harus Terdepan Pertahankan NKRI dan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’rif NU Harus Terdepan Pertahankan NKRI dan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’rif NU Harus Terdepan Pertahankan NKRI dan Aswaja

Ketua Umum PP LP Maarif NU H. Arifin Junaidi mengatakan, sinergitas dan integritas merupakan dua nilai penting yang menjadi modal utama untuk menggerakkan lembaga pendidikan.

“Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan NU, Maarif NU berkomitmen untuk menjadi garda terdepan mempertahankan NKRI dan merawat kebinekaan,” tuturnya dalam sambutan pembukaan Rakerwil II, Sabtu (10/12)

Lebih lanjut ia menjelaskan, merujuk pada visi dan misi LP Maarif NU, tugas utamanya ada empat, yaitu penguatan paham Aswaja, pengembangan dalam kelembagaan, peningkatan kapasitas pendidik dan pemanfaatan Informasi dan teknologi (IT) secara profesional.

Arifin juga mengharapkan seluruh Pengurus Cabang Maarif NU se-Jateng untuk benar-benar membentengi akidah Aswaja an-Nahdiyah dari ancaman paham transnasional di wilayah masing-masing.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Ancaman terhadap akidah Aswaja NU sudah ada di tangan kita yaitu gajet atau handphone. Oleh karena itu, Pengurus Maarif terus memantau satuan pendidikan di wilayahnya masing-masing," tegasnya pada Rakerwil bertema “Bersama Maarif NU Kita Wujudkan Pendidikan yang Nasionalis, Religius bernafaskan Aswaja".

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sedangkan ketua PW LP Maarif NU Jateng, H. Agus Sofwan Hadi menegaskan bahwa LP Maarif NU harus memiliki tiga, yaitu mandiri, profesional dan unggul.

Ia mencontohkan keunggulan Maarif yang terbukti dengan salah satu siswa Maarif NU dari Jepara yg berhasil menyabet juara 1 olimpiade internasional di Singapura.

Rakerwil dibuka oleh Kepala Dinas Provinsi Jateng, Nurhadi dan dihadiri pengurus PWNU Jateng, ketua tanfidziyah dan Rais Syuriyah. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sedikitnya 4.000 kader Muslimat NU Jawa Tengah dikerahkan untuk menyukseskan "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A kepada jutaan balita di provinsi ini selama 20 Februari-20 Maret 2007.

"Semua kader Muslimat NU di kabupaten/kota harus ikut berperan dalam peningkatan jumlah anak yang diimunisasi secara gratis dengan pencapaian target lebih dari 95 persen," kata Ketua PW Muslimat NU Jateng, Ismawati, di Semarang, Rabu.

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Muslimat NU Jateng Sukseskan Imunisasi Campak

Seperti diberitakan sebanyak 5.614.871 balita usia 0-59 bulan di Jawa Tengah pada 20 Februari-20 Maret 2007 akan menjadi sasaran "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A.

Total sasaran "crash program" meliputi 2.955.195 balita umur 0-59 bulan menjadi sasaran polio, sedangkan 2.659.767 balita umur 6-59 bulan mendapat imunisasi campak dan pemberian vitamin A. "Crash program" merupakan kegiatan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh sasaran termasuk daerah di mana cakupan imunisasi rutin sangat rendah yang bertujuan untuk menghentikan penularan virus campak.

Ia mengatakan, setiap 20 menit satu anak meninggal karena komplikasi campak, sedangkan lebih dari satu juta anak Indonesia diperkirakan belum terimunisasi campak, sehingga bagi Muslimat NU "crash program" merupakan sebuah tantangan.

"Pimpinan Muslimat NU di semua tingkatan perlu terlibat dalam sosialisasi imunisasi campak dan polio. Pencapaian target imunisasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah," katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peran Muslimat NU dalam imunisasi antara lain menyebarkan informasi, penjelasan kepada warga NU, karena ketaatan kepada tokoh agama berbasis agama menjadikan penjelasan dari tokoh panutan bisa lebih dipercaya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Muslimat NU sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup sumber daya manusia di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, katanya.

Ia mengakui, kesadaran orang tua dan kalangan masyarakat yang memiliki balita mengenai manfaat imunisasi masih kurang. "Kalangan masyarakat kadang masih merasa trauma tentang kematian akibat imunisasi campak yang disiarkan media massa," katanya.

Meskipun anak telah mendapatkan imunisasi campak, sebaiknya tetap diimunisasi kembali selama "crash program" imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A, karena dosis campak kedua menjamin perlindungan anak.

"Campak menyerang permukaan kulit dan sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan anak-anak meninggal akibat komplikasi diare, radang paru-paru, dan kerusakan otak. Campak juga dapat menyebabkan kematian," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pemurnian Aqidah, Nahdlatul, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Nganjuk, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Perjalanan hari ketiga Kirab Resolusi Jihad NU 2016 memasuki Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/10). Pondok Pesantren Miftahul Ula Nglawak Kertosono didatangi Tim Kirab. Tim kirab tiba di pesantren yang didirikan KH Abdul Kodir Al-Fatah dan telah berusia 92 tahun itu sekira pukul 22.00.

Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wahid Badrus berkenan menyampaikan kata sambutan. Menurut Mustasyar PCNU Nganjuk ini, peringatan Hari Santri Nasional yang diisi salah satunya dengan Kirab Resolusi Jihad membuka mata pemerintah dan anak bangsa tentang semangat membela bangsa.

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Semangat yang melahirkan Resolusi Jihad pada dasarnya timbul karena suatu bangsa yang memasuki wilayah bangsa lain pasti menimbulkan kerusakan di wilayah negara yang dimasukinya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Wahid menyinggung hal tersebut seperti kisah Ratu Saba setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman, di mana Ratu Saba bersabda “Masuknya suatu bangsa ke sebuah negeri akan berbuat kerusakan di dalam negeri.”

Kiai Wahid memandang resolusi tidak saja relevan pada masa perjuangan tahun 1945, tetapi kiranya menjadi semangat motivasi dan inspirator untuk menjadi manusia yang cinta kepada Indonesia, setia NKRI dan komitmen yang telah diputuskan dalam UUD 1945.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di Indonesia ini ada satu buku karangan KH Saifudin Zuhri berjudul Orang-orang dari Pesantren. Dalam buku tersebut, digambarkan betapa para ulama mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap negara, saat terjadi cengkraman penjajahan dari Jepang dan Belanda. Dalam buku itu disebut pula peran para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Kiai Wahid memandang peringatan Hari Santri Nasional, pelaksanaannya perlu didukung oleh pemerintah pada waktu mendatang. Karena itu ia berpesan kepada PBNU untuk mendorong pemerintah agar setiap Pemda di Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Santri, bukan hanya NU yang bergerak sendiri.

Pesan kedua, pantas sekali bahwa para kiai dan ulama kebih dihargai oleh negara. Memang beberapa ulama telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Namun nyatanya masih banyak Kiai dan ulama yang dipandang sebelah mata oleh negara.

Kepada generasi muda dan santri, ia berpesan kepada mereka agar mempelajari sejarah. Sosok seperti Gus Dur atau KH Saifudin Zuhri dan tokoh lainnya dapat dijadikan inspirasi dan motivasi untuk berbuat bagi bangsa dan negara.

Selanjutnya generasi muda juga harus berjuang demi agama dan NU. Dalam rangka itu, NU struktural dan kultural harus bersatu.

"Melalui NU struktural kita rajut kerja sama dengan pemerintah. Melalui NU kultural kita rajut kerja sama dengan masyarakat. Mari kita rajut untuk kehidupan yang lebih baik," pungkas Kiai Wahid.

Mengakhiri upacara penyambutan, KH Jamaludin Abdullah memimpin doa sebelum akhirnya tim meneruskan perjalanan ke Pesantren Lirboyo Kediri. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Internasional, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 17 Desember 2017

Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman

Inilah salah satu tradisi umat muslim Indonesia yang searah dengan sunnah Rasulullah saw, yaitu bersilaturrahim mengunjungi orang tua, famili, keluarga dan teman serta bersalam-salaman ketika berjumpa. Hal ini sebagai penguat kesucian setelah bulan puasa. Jika bulan Ramadhan telah difungsikan sebagai mesin pencuci hati dan jiwa seorang muslim dengan banyak meminta ampun kepada Allah swt, maka segeralah dilengkapi dengan saling memaafkan sesama manusia. Itulah haqqul adami yang harus diselesaikan. Sehingga tidak ada lagi ganjalan baik dijalur hablum minallah maupun hablum minannass.

Oleh karena itulah tidak ada salahnya jika tradisi ini kemudian berkembang dan dilembagakan dengan istilah halal bi halal yang mungkin istilah ini sebagai tafaul optimisme adanya saling memaafkan atau saling menghalalkan segala kesalahan.

Banyak sekali hadits Rasulullah saw yang menganjurkan bersilaturrahim diantaranya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah bersilaturrahim.

Hadits ini membuktikan pentingnya silaturrahim antar sesama sehingga digantungkan dengan satu hal besar yaitu iman kepada Allah dan hari akhir. Begitu pula yang diriwayatkan dari Aisyah:

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rasulullah saw bersabda “kebaikan yang pahalanya paling cepat didapat adalah berbuat baik kepada orang tua dan silaturrahim. Sedangkan kejelekan yang cepat siksanya adalah berbuat keji dan memutus tali persaudaraan.

Itulah ancaman yang menguatkan akan pentingnya bersilaturrahim. Karena memang dipandang dari kaca mata sosial silaturrahim memiliki efek positif yang sangat kuat. Karena dari silaturrahim itulah tersebar informasi dan jejerang yang memperkuat hubungan sesama muslim.

Hendaknya dalam silaturrahim ini diisi dengan berbagai hal yang bermanfaat, minimal adalah dengan saling mengakui kesalahan dan memohon maaf sekligus juga bersalaman. Seperti kata Rasulullah saw.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tiadalah dari dua orang Islam yang berjumpa lalu saling bersalaman, melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.

Dan dalam hadits lain dikatakan:

? ? ? ? ?

Hendaklah kalian berjabat tangan agar lenyap rasa dendam yang ada dalam hati-hatimu semua.

Hadits singkat ini haruslah direnungkan dengan mendalam. karena bisa saja dendam dan kebencian yang turun-temurun diwariskan oleh orang tua bisa saja lenyap hanya dengan bersalaman. (red. Ulil H)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Fragmen, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. International Interfaith Youth Summit atau konferensi pemuda lintas agama internasional 2012 akan digelar di Bali, 5--7 Oktober 2012.

Konferensi yang digelar oleh Indonesia Youth Forum (IYF) bekerja sama dengan Global Peace Festival Indonesia Foundation (GPFIF) tersebut mengangkat tema "New Interfaith Paradigm for The 21st Century".

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali

"Tujuan acara ini adalah untuk membangun pemahaman bersama akan pentingnya kerukunan umat beragama dan ikut mengambil peran nyata dalam pembangunan perdamaian," kata Direktur Eksekutif IYF Achmad Syamsuddin dalam siaran pers yang dikirim ke media, Jumat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua GPFIF Chandra Setiawan mengatakan bahwa acara seperti itu patut didukung karena selain mengampanyekan kerukunan antarumat beragama, penggagasnya justru anak-anak muda. 

"Kami dari GPFIF menilai bahwa acara seperti ini sangatlah penting karena anak-anak muda terlibat aktif memikirkan perdamaian dunia. Saat ini saja mereka sudah mau untuk memberikan kontribusi nyata, bagaimana kelak ketika mereka akan menjadi pemimpin dunia, tentunya mereka akan senantiasa mengusung semangat mulia ini," kata Chandra.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rencananya, kurang lebih 200 orang pemimpin muda dunia dari berbagai negara akan hadir, diantaranya dari Pakistan, Philipina, Kamboja, Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Malaysia, Timor Leste, Inggris, Bangladesh, Bosnia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Myanmar, Uzbekistan, India, Bangladesh, Vietnam, Madagaskar, Gambia, Mesir, Zimbabwe, Laos, Somalia, dan Indonesia.

Direktur Program IY Muhammad Abdul Idris menjelaskan bahwa konferensi pemuda lintas agama kali ini adalah konferensi keempat yang digelar IYF.

"Ini adalah tahun keempat kami mengundang pemuda dari berbagai negara untuk duduk bersama membangun dialog saling pemahaman, menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya ikut ambil bagian dalam perdamaian dunia," kata Idris yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PP IPNU.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya konferensi tersebut, terutama pemerintah Indonesia dan perwakilan negara-negara sahabat yang ada di Jakarta.

"Juga ucapan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di luar negeri, yang membantu kelancaran proses kedatangan teman-teman dari berbagai belahan dunia ini," demikian Idris. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Fragmen, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 13 Desember 2017

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus

Karanganyar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang diselenggarakan di Balai Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar.

Diklatsus telah berakhir Ahad (17/3) lalu. Menurut salah satu instruktur acara, Ihsan, peserta yang hadir merupakan perwakilan pilihan dari kader Ansor-Banser Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Karanganyar. “Peserta pada pelatihan ini mencapai 75 orang,” Papar Prabu.

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus

Acara Diklatsus ini merupakan lanjutan dari proses kaderisasi yang mesti dtempuh seorang anggota Banser, selain Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) yang diikuti pada awal memasuki organisasi ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Perbedaan antara Diklatsus dengan Diklatsar itu, salah satunya pada persoalan materi pelatihan yang lebih khusus,” lanjut Prabu

Pada kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, mendatangkan instruktur dari Satkorcab Banser Se-Solo Raya. Turut hadir pula instruktur dari Satkorwil Jateng, Nuril Huda.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Kajian Islam, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 01 Desember 2017

Panitia dan Peserta Konsisten Jalankan Diklatmad di Banyuwangi

Banyuwangi, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Kesungguhan dalam mencetak kader-kader yang militan dan cinta tanah air benar-benar diterapkan dalam Pendidikan dan Latihan Madya (Diklatmad) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) se-Tapal Kuda yang terdiri atas Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, Kota Kraksan, Probolinggo Kota, Lumajang, Kabupaten Jember, dan Kencong.

Ketua Stering Comite (SC) Diklatmad Fauzi Setiawan menjelaskan, di awal pembukaan Diklatmad panitia menerima belasan peserta yang dikirim dari beberapa kabupaten se-Tapal Kuda. Karena padatnya agenda pendidikan dan pelatihan fisik, peserta mulai berguguran.

Panitia dan Peserta Konsisten Jalankan Diklatmad di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia dan Peserta Konsisten Jalankan Diklatmad di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia dan Peserta Konsisten Jalankan Diklatmad di Banyuwangi

"Untuk dapat mengikuti Diklatmad dengan baik, setiap peserta dibutuhkan kekuatan pikiran, mental, dan fisik. Jika peserta lemah di antara ketiganya, secara otomatis panitia akan memberikan penegasan kepada mereka (peserta)," kata Wawan saat ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di sela-sela kegiatan di Ruang Sekretariat Diklatmad, Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (23/9) pagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Mayoritas peserta hanya mampu dalam pelatihan yang sifatnya teori. Sedangkan dalam materi aplikatif berhubungan dengan skill ada peserta yang tidak mampu. Maka panitia akan memberi penegasan. Pulang saja. Kemarin ada yang saya suruh pulang peserta asal Jember," tegas Wawan.

Ketua IPNU Banyuwangi Moh Yahya Muzakki mengatakan, hasil dari Diklatmad ini mencetak kader-kader karakter pemimpin tangguh. "Disini tidak dibutuhkan kader-kader yang hanya unggul di wacana, namun lemah dalam aplikatif untuk mewujudkan wacana itu," jelas Yahya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Karena itu, saya sangat mengapresiasi ketegasan komandan-komandan yang menjadi bagian dari panitia Diklatmad ini. Dari ketegasan pemberlakuan dan konsistensi syarat maupun aturan selama pelatihan ini, akan mencetak kader-kader militan," sambung Yahya.

Pada akhirnya, dengan modal hasil kader-kader militan ini, kata Yahya, dapat mewujudkan pemuda impian bangsa.

"Menjawab kebutuhan pemuda yang cinta kepada ulama khususnya organisasi Nahdlatul Ulama. Dan siap mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sampai kapanpun," tutup Yahya.

Diklatmad yang dilaksanakan selama lima hari ini diwarnai dengan materi-materi pendukung, yaitu materi yang berhubungan dengan teori sampai dengan materi yang berkaitan simulasi evakuasi korban bencana. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan RMI NU, Kajian, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 28 November 2017

Ketika Nabi Menunda Orang Masuk Islam

Satu lagi peristiwa mencengangkan ditunjukkan Rasulullah pada saat penaklukan kota Makkah. Kota Suci dikuasai umat Islam. Lawan perang benar-benar tak berkutik. Tapi, Nabi Muhammad memang punya cara-cara tersendiri dalam menghadapi mantan musuh-musuhnya.

Tak ada darah menetes di dalam ataupun sekitar Masjidil Haram. Penghancuran patung berhala di sekeliling Ka’bah pun dilakukan atas permintaan penduduk Makkah. Sejak awal, Nabi mewanti-wanti berbagai bentuk kekerasan dan perusakan karena musuh tidak lagi menyerang.

Ketika Nabi Menunda Orang Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Nabi Menunda Orang Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Nabi Menunda Orang Masuk Islam

Sikap anti-pemaksaan justru mengantarakan peristiwa Fathul Makkah pada kemenangan yang kian gemilang. Musyrikin Quraisy berbondong-bondong memeluk Islam, terutama setelah pemimpin tertinggi mereka, Abu Sofyan berikut keluarganya secara suka rela mengucapkan dua kalimat syahadat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hanya saja, kesadaran tauhid tidak selalu berlangsung segera. Seorang panglima Quraisy bernama Shofwan bin Umayyah sempat berketetapan masuk Islam tapi urung. Dia membutuhkan beberapa waktu untuk membulatkan niatnya itu.

“Berilah saya waktu seminggu untuk berpikir, apakah saya harus masuk Islam atau tidak,” kata Shofwan kepada Nabi.

“Jangan seminggu,” sergah Nabi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Shofwan kaget dan bertanya, “Apakah itu terlalu lama?”

“Tidak,” Rasulullah menyahut, “Terlalu singkat. Kuberi kau waktu selama dua bulan. Apakah akan mengucapkan syahadat atau tidak. Pikirkanlah masak-masak sebab Islam adalah agama bagi orang-orang berakal dan menggunakan akalnya untuk berpikir. Tiada agama bagi orang yang tak memiliki akal.” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 25 November 2017

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar

Karanganyar,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Banser Anak Ranting Sulurejo dan santriwan-santriwati Pesantren al-Inshof mengikuti upacara bendera Madrasah Ibtidaiyah Salamah di Sulurejo Kalurahan Plesungan Kabupaten Karanganyar, Ahad, 17 Agustus 2014 pukul? 07.00 WIB.

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar

Upacara peringatan Kemerdekaan RI ke- 69 ini bertindak sebagai inspektur upacara Pengasuh Pesantren al-Inshof KH Abdullah Sa’ad. Sementara pemimpin upacara adalah komandan Banser Jarot. Sedangkan petugas lain dilakukan guru MI tersebut.

Meski bukan madrasah milik Ma’arif NU, namun pelajaran ke-NU-an, seni pencak silat Pagar Nusa, hingga seragam Batik Ma’arif merupakan ciri khusus madrasah ini. Begitu pula di pesantren al-Inshof mengajarkan materi ke-NU-an dan Pagar Nusa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Motivasi kami sederhana, mudah-mudahan seluruh guru dan siswa kami di sini dilihat dan diperhatikan Mbah Hasyim Asy’ari, lebih-lebih diakui sebagai murid dan jamaah beliau,” kata Arif Amani, Kepala MI Salamah.

Dalam kesempatan tersebut KH. Abdullah Sa’ad menyampaikan pentingnya untuk mensyukuri dan menjaga kemerdekaan sebagai sarana wajib untuk beribadah kepada Allah SWT. “Tanpa kemerdekaan, kita tidak akan mampu beribadah dengan tenang dan khusuk,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kemerdekaan masuk dalam kategori kaidah fiqh, Ma La yutimmul wajib illa bihi fahuwa wajib. Untuk para santri dan murid, ia berpesan, “Syababul yaum rijalul ghad, hari ini kalian murid, namun di masa depan kalian adalah pemimpin,” ungkapnya.

Menurut kiai yang baru berusia 33 tahun ini, pendidikan adalah kemampuan seseorang meletakkan dirinya pada tempatnya, pada posisi terbaik. Maka, kita harus menjadi murid terbaik, dengan amal terbaik, agar dapat membanggakan para guru, para pendahulu, dan Rasulullah SAW.

Pada ujung amanat, ia mengisahkan seorang ulama besar KH Hasan Besari yang berjuang bersama Pangeran Diponegoro. Suatu hari, Pangeran Diponegoro berkirim surat kepada KH. Hasan Besari mengajak memerdekakan daerah Kedu dan sekitarnya dengan tujuan untuk menggelar dan menegakkan agama Allah dan Rasulullah.

“Jadi kita merdeka, bukan semata untuk menyelamatkan kekayaan alam kita dari kolonial. Bukan! Namun tujuan utama yang diajarkan para kiai adalah untuk menggelar agama Rasulullah saw.” tegasnya.

Di akhir upacara seluruh santri menyanyikan Lirik Cinta Tanah Air gubahan Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan diiringi rebana. “Merah putih melekat di dada. Disinari pancaran imannya. Di manapun Ia berada. Tetap cinta Indonesia .... Tetap Cinta Indonesia ...”.

Lantunan syair para santri dengan segala gerak-geriknya menjadi hal yang menarik bagi murid-murid MI Salamah. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Fragmen, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 15 November 2017

Bagaimana Bawa Shalat Anak Kecil yang Pakai Popok?

Mendidik anak sejak kecil tentang keislaman merupakan sebuah kewajiban bagi orangtua. Kewajiban itu tidak berhenti hingga sang anak menginjak usia baligh dan berakal. Dalam Kitab Fathul Mu’in karya Zainuddin Al-Malibari disebutkan bahwa kewajiban pertama yang harus diajarkan oleh orangtua adalah dua kalimat syahadat dan ibadah salat, jika anak tersebut sudah berumur tujuh tahun.

Bahkan jika sang anak sudah berumur sepuluh tahun tetapi belum juga shalat, maka orangtua diperbolehkan untuk memukulnya, tentunya dengan pukulan yang lembut dan tidak mengandung unsur kekerasan serta menyakiti.

Bagaimana Bawa Shalat Anak Kecil yang Pakai Popok? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Bawa Shalat Anak Kecil yang Pakai Popok? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Bawa Shalat Anak Kecil yang Pakai Popok?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. (?) ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Artinya, “Setiap orangtua dan orang yang menduduki posisinya seperti wali dan pemilik budak wajib memerintahkan anaknya untuk melaksanakan ibadah shalat, sekalipun pelaksanaannya dengan jalan qadha, dan dengan seluruh syarat-syaratnya ketika ia genap berumur tujuh tahun, sekalipun ia sudah mumayyiz (bisa membedakan yang baik dan buruk) sebelum itu. Anjuran di sini seyogianya disertai dengan kata perintah. Bahkan para orangtua tersebut dianjurkan (wajib) untuk memukul anak-anak itu dengan pukulan yang tidak menyakiti karena meninggalkannya ketika mereka sudah berumur genap sepuluh tahun berdasarkan hadis sahih, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka jika sudah berumur sepuluh tahun jika meninggalkannya.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai aplikasi dari anjuran tersebut, kita kerap melihat di tengah-tengah masyarakat adanya sebagian orangtua yang membawa anak-anak mereka setiap kali melaksanakan shalat jamaah ke masjid.

Permasalahan tidak akan muncul jika anak yang bersangkutan telah berakal dan bersih baik badan maupun pakaiannya. Namun bagaimana kalau anak yang dibawa itu masih balita dan mengenakan pembalut (popok) yang mungkin saja mengandung kotoran. Pertanyaannya, apakah sah shalat orangtua yang seperti ini karena membawa najis dalam shalatnya?

Sudah dimaklumi bahwa di antara syarat sah shalat adalah suci anggota badan dari hadats (baik kecil maupun besar) dan najis. Termasuk dalam kategori ini juga tidak membawa sesuatu barang atau benda yang dilekati najis atau kotoran.

Adapun balita yang mengenakan popok, jika sudah dipastikan popoknya berisi kotoran dengan ditandai oleh bau yang menyengat ataupun kondisi popok yang sudah berat, maka seyogianya ia tidak dibawa shalat, karena hal tersebut bisa mengakibatkan shalat orangtua yang membawanya (menggendongnya) tidak sah karena dianggap tengah membawa najis.

Namun jika tidak diyakini atau dipastikan adanya najis di popok tersebut dengan bukti popoknya baru diganti dan popok yang masih ringan dan tidak terisi kotoran, maka hal tersebut tidaklah masalah sekalipun sebenarnya kemaluan anak tersebut dilekati najis yang tidak terlihat. Hal serupa juga pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika membawa Umamah, cucu perempuan beliau ketika shalat bersama kaum Muslimin. Seandainya shalat orang yang membawa anak tersebut otomatis dihukumi batal karena membawa najis, maka tentulah Nabi Muhammad SAW tidak akan menggendongnya ketika itu.

Hal ini dijelaskan oleh Syekh Said ibn Muhammad Al-Hadhrami As-Syafi’i dalam kitabnya Syarhul Muqaddimah Al-Hadhramiyyah atau terkenal Busyral Karim bi Syarhi Masailit Ta’lim sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Adapun membawa orang yang hidup (anak-anak dalam shalat) maka tidak masalah jika tidak diketahui adanya najis secara nyata (terlihat). Begitu juga, tidak perlu diteliti keberadaan najis yang tidak terlihat karena mengikuti perbuatan Rasul yang membawa Umamah, cucu perempuan beliau sewaktu melaksanakan shalat. Karena, najis yang tidak terlihat tersebut tidak mempunyai hukum apa-apa hingga ia menempel pada bagian tubuh yang tampak atau menempel pada bagian yang tampak zahir lainnya (seperti pakaian dan lain-lain).”

Dengan demikian, sebagai orangtua, kita harus pintar-pintar dalam mengajari anak khususnya untuk shalat jamaah di masjid. Jika popoknya terasa berat dan berisi kotoran, sebaiknya jangan dibawa karena hal tersebut berpotensi membatalkan shalat kita sendiri dan sekaligus menganggu orang lain yang kebetulan berada berdekatan dengan kita.

Namun jika popoknya baru diganti dan diyakini kalau sang anak tersebut belum buang air di sana, maka tidak ada masalah. Wallahu a’lam. (Yunal Isra)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Harlah I Unisnu Pecahkan Rekor Makan Jagung Terbanyak

Jepara,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperingati dies natalis I atau harlah, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara bekerjasama dengan Himpunan Produksi Pangan dan Oleh-oleh Khas Daerah (Hippoda) berhasil memecahkan rekor Makan Jagung Bogana terbanyak.

Harlah I Unisnu Pecahkan Rekor Makan Jagung Terbanyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah I Unisnu Pecahkan Rekor Makan Jagung Terbanyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah I Unisnu Pecahkan Rekor Makan Jagung Terbanyak

Dua piagam penghargaan digondol pada kegiatan berlangsung di Pantai Kartini, Selasa (22/4) pagi. Piagam diterima dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) yang diwakili Dinda dari Tim Representatif Leprid Unisnu dan Hippoda.

 

Azza Amriana, Ketua Hippoda mengatakan, kegiatan bertujuan untuk mengabadikan salah satu menu masakan karya RA Kartini. “Ini adalah momen untuk mengabadikan menu Kartini,” katanya disela-sela kegiatan.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menu Jagung Bogana, lanjut Azza, terdiri dari beras jagung yang dicampur dengan kunir sehingga bisa berwarna kuning. Agar rasanya lezat masakan, imbuhnya, ditambah dengan racikan bumbu dan daging. “Untuk menyediakan 2000 orang kami menyediakan 270 kg jagung Bogana.”

 

Dekan FEB Unisnu, M Imron menyatakan, kegiatan merupakan rangkaian Dies Natalis I Unisnu. Menurut Imron pihaknya akan menyupport kegiatan yang bernilai berpendidikan. “Utamanya untuk mengenang RA Kartini,” jelasnya.

 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya menyebut pemecehan rekor makan jagung bogana terbanyak merupakan upaya pengembangan wisata kabupaten Jepara. Sebelum 1998, potensi hutan di Jepara luar biasa. Setelah tahun tersebut, hutan jati yang dimanfaatkan untuk dunia industri kian minim. “Lahan tersebut kini untuk menanam jagung. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk menu jagung bogana” tambahnya.

 

Bupati didampingi istri Hj Khuzaimah beserta Forkopinda usai pembukaan secara simbolis memakan menu jagung dilanjutkan dengan masyarakat yang memadati area Pantai Kartini Jepara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam, Fragmen, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 03 November 2017

Para Kandidat Ketua Umum Adu Visi Misi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sejumlah bakal calon ? Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) bersaing menyampaikan visi dan misi kepemimpinan di kantor Harian Duta Masyarakat, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Acara bertajuk “IPNU-IPPNU Mencari Pemimpin Baru” ini diselenggarakan untuk menghadapi Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Palembang, 30 November hingga 4 Desember nanti. Salah satu agenda kongres adalah suksesi kepemimpinan pusat IPNU dan IPPNU periode 2013-2015.

Para Kandidat Ketua Umum Adu Visi Misi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kandidat Ketua Umum Adu Visi Misi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kandidat Ketua Umum Adu Visi Misi

Mewakili penyelenggara, Ahmad Millah menyatakan, kegiatan debat kandidat semacam ini biasa dilakukan Duta Masyarakat. Selain IPNU-IPPNU, Badan Otonom NU lain, seperti Gerakan Pemuda Ansor, juga kerap diundang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kami ingin menjadi bagian dari sejarah kepemimpinan dan kebangkitan NU,” katanya.

Pemaparan visi dan misi dilakukan oleh dua bakal calon Ketua Umum IPNU, yaitu Muhammad Idris dan Abdurrahman S. Fauz, serta tiga bakal calon Ketua Umum IPPNU, yaitu Eka Fitri Rohmawati, Ni’matul Azizah, dan Farida Farihah. Sejumlah calon kandidat lain dinyatakan absen.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ajang yang rutin digelar Duta Masyarakat ini dipandu mantan aktivis IPNU dan PMII Andi Najmi Fuadi. Selama tujuh menit, semua calon kandidat dipersilakan mengulas visi dan misi, dan dilanjutkan dengan tanggapan dan pertanyaan audien.

Andi memberi pengantar, tantangan para pelajar sekarang sangat kompleks. Dengan perkembangan kultur dan gaya hidup yang baru, dinamika basis pergerakan IPNU-IPPNU ini hampir tak dapat dibatasi. Para pelajar, khususnya di kalangan NU, butuh pemimpin yang sensitive dengan persoalan ini.

“Saya kira, yang visionerlah yang akan sanggup menyelesaikannya,” ujarnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Olahraga, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 23 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Tegal Bedah Fiqih Wanita

Tegal, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal menggelar dialog interkatif membedah fiqih wanita di Gedung PCNU Kabupaten Tegal, Jln. Ahmad yani nomor 21 Procot Slawi, Senin (13/8) kemarin.

IPNU-IPPNU Tegal Bedah Fiqih Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tegal Bedah Fiqih Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tegal Bedah Fiqih Wanita

Ketua Panitia Abdul Aziz mengatakan kegiatan tersebut di hadiri oleh pengurus cabang dan beberapa perwakilan pengurus pimpinan anak cabang (PAC) se-kabupaten Tegal, yang berjumlah ratusan kader.

“Kegiatan ini sekaligus buka bersama antara PC dan PAC se Kabupaten Tegal, sejalan dengan kegiatan ini juga bedah fiqih wanita yang di narasumberi oleh pengurus Fatayat yang membidangi urusan masing-masing, dan dilanjutkan dengan kajian ahlus sunah wal jama’ah yang didaulat sebagai narasumber adalah rais syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman,” katanya 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari kajian fiqih wanita didapat keterangan oleh kedua narasumber yang pertama Bidang Hj. Roihatuzzahroh , bidang ini membicarakan fiqih wanita menurut perspektif kesehatan. 

“Menjaga kesehatan reproduksi itu penting karena berhubungan dengan kedaan yang dialami oleh seseorang misalkan penyakit atau yang lainnya. Kesehatan reproduksi itu keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan social yang utuh dan bukan tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan system reproduksi dan fungsi-fungsi serta proses-prosesnya,” jelasnya 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Narasumber lain, Nyai Hj. Azimatun Ni’mah membeberkan sekitar haid, semisal hal-hal yang dilarang ketika haid, kadar masa haid ditambah nifas dan larangan ketika nifas. Ketika menyampaikan materi dia mengatakan, haid adalah darah yang keluar dari farji seorang wanita dalam usia haid, yaitu ketika berusia 9 tahun menurut hitungan tahun Qomariyah bukan tahun Syamsiah. 

“Adapun tempat atau ketentuan suci yang menyelai juga dianggap pula haid bila saat terjadi keluar darah masih didalam masa haid, dan jika tidak maka tetap dihukumi darah istihadloh," katanya menyitir kitab Risalah halaman. 1. 

Selain membicarakan haid, pengurus Muslimat bagian dakwah tersebut juga membicarakan nifas, “Nifas adalah darah yang keluar setelah malahirkan, perkara-perkara yang haram dilakukan ketika haid itu juga haran dilakukan ketika sedang nifas," tutupnya . 

Ketua PC. IPPNU Kabupaten Tegal Lutfatun Nikhla menjelaskan kegiatan tersebut sengaja digelar karena sering terjadi berbagai problem di masyarakat tentang haid sehingga menjadi hal yang sangat perlu dibahas baik secara ilmu agama maupun kesehatan. 

“Mudah-mudahan acara tersebut dapat memberikan ilmu yang manfaat bagi kader-kader IPNU ataupun IPPNU, sehingga ketika mengalami problem seperti itu tidak akan binggung. Begitupun kader IPNU bagimanapun akan menjadi pemimpin rumah tangga, ketika nanti istrinya tidak tahu ilmunya maka kewajiban suaminya untuk mengajarinya," harapnya 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pembina IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal, kegaiatan tersebut juga dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, H. Ahmad Wasy’ari, MM. Dalam sambutanya Wasy’ari berharap agar menjadi kader yang militan dan tangguh dalam perheltan zaman yang terus menggerus kesetiaan organisasi. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock