Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

Garut, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH M Nuh Addawami mengatakan, salah satu kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah kasih sayang. Keselamatan manusia itu pun terletak pada rahmat (kasih sayang) Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut ini menekankan untuk tidak mudah memarahi kesalahan orang lain atau mengejek perbuatannya. Sebab, menurutnya, sikap demikian itu merupakan ciri orang yang tak memiliki kasih sayang.

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

"Orang yang memiliki kasih sayang adalah menyapa orang berbuat jelek dan mengajak pada hal baik,” ujar Kiai Nuh pada acara puncak Haul Pendiri dan Milad YPI al-Hikmah, Sabtu (18/2), di Garut, Jabar. Ia menyebut perilaku arif ini sebagai akhlak tawassuth alias tidak berlebihan.

Berdakwah itu mesti dilakukan dengan tidak membuat mereka takut. “Dakwah orang NU harus wasathan (berimbang), yang membuat jamaah bahagia, jika salah akan sedih mengikuti arahan. Cara berpikir dan bertindaknya Alhussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar aqidahnya Nahdlatul Ulama dalam segala tindakannya thawassuth," tambahnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Nuh lantas mengutip Surat Al An’am 108 agar tak seenaknya menghina kelompok lain meski berseberangan secara akidah. "Janganlah kalian menghina berhala atau sembahan orang (kafir), karena (jika begitu) mereka akan menghina sembahanmu (Allah), sehingga kalian jadi penyebab menghinanya mereka pada Allah," pungkasnya.

Acara yang dilaksanakan di komplek yayasan ini dihadiri sekitar seribu jamaah antara lain dari Muslimat NU, GP Ansor, Fathayat NU, IPNU, IPPNU, guru-guru dan siswa madrasah, perwakilan pemerintah serta warga masyarakat sekitar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 25 Februari 2018

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Makassar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pelatiahan Kader Lanjutan yang digagas Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar mengundang antusias para peserta. Kegiatan yang berlangsung di gedung BLKI makassar Senin (26/9) dikemas dengan metode dialog tersebut menghasilkan kesepakatan antara peserta pelatihan.

Gagasan itu timbul saat salah satu mantan Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan Mulyadi Prayitno menyampaikan materi dengan tema advokasi dan pendampingan masyarakat. Pengalamannya yang luas mengenai pendampingan masyarakat saat memaparkan materinya membuat para peserta PKL terangsang untuk berdiskusi.

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pergerakan Wajib Mengabdi kepada Masyarakat

Mulyadi menyampaikan, para kader PMII harus turun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan berbaur guna mengidentifikasi problematikan yang dihadapi bangsa ini. “Sebagai warga pergerakan wajib hukumnya untuk mengabdi kepada masyarakat untuk kemajuan negara Republik Indonesia,” imbau Direktur Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) pada PKL bertema "Mencetak kader ulul albab dalam menjawab tantangan globalisasi."

Ia meminta agar peserta pelatihan kader lanjutan PMII Makassar agar senantiasa mempertajam intelektual dan wawasannya. "Para kader PMII harus memiliki kecerdasan yang tinggi karena kalianlah yang akan menjadi intelektual bagi generasi penerus Nahdatul Ulama. Dan seperti kita ketahui bahwa NU merupakan salah satu ujung tombak negara kita, oleh kerana itu berkontribusi kepada NU sama dengan berkontribusi untuk Indonesia," tegas Mulyadi di depan para peserta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Para peserta yang terdiri 19 orang dari beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan termasuk peserta yang bersal dari Kutai Timur dan Kutai Kertanegara diminta untuk memaparkan problem yang dihadap dalam masyarakat tempat mereka masing-masing. Setalah itu Direktur YKPM memberikan sebuah kerangka gerakan dalam menyelasaikan persoalan tersebut.

Di akhir paparanya Mulyadi menyampaikan, pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan semua problematika bangsa ini. Perlu ada kerja sama dengan banyak pihak. Dan salah satu pihak wajib membantunya adalah para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan cara turun langsung di tengah-tengah masyarakat untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa," tutup ketua PKC PMII Sul-Sel 1995-1997.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Sonny Majid salah satu fasilitator kegiatan tersebut bahwa alumni PKL nantinya diharapkan dapat langsung mengaplikasikan ilmunya di dalam masyarakan mereka masing-masing.

“Seperti yang disampaikan Mulyadi, bahwa alumni PKL harus turun langsung dalam mengadvokasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama penduduk minoritas yang terkadang diinjak-injak haknya oleh kelompok mayoritas,” tutur alumni PMII Ekonomi UMI ini saat mengevaluasi peserta PKL. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 18 Februari 2018

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten, melalui badan eksekutif mahasiswa mendirikan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai bentuk pembumian Aswaja di kalangan mahasiswa setempat.

Dalam rilis yang diterima Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Jumat (21/11), piha STISNU mendorong organisasi ekstra kampus tersebut menjadi motor penggerak pengembangan ajaran Ahlusunah wal Jamaah di Tangerang.

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Nusantara Tangerang Dirikan Komisariat PMII

“Apalagi, kalian lahir (menjadi alumni) nanti asli dari produk perguruan tinggi yang mengembangkan Aswaja sebagai manhajnya,” kata DR. Bahruddin, salah satu petinggi kampus.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai upaya rintisan, Masa Pemerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang menjadi jenjang pertama kaderisasi PMII telah dilaksanakan 6 November lalu. Mapaba kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada hari berikutnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

STISNU Nusantara mewajibkan mahasiswanya untuk bergabung di organisasi ini. Tercatat ada 126 mahasiswa yang telah terdaftar. “Insya Allah, berawal dari kampus PTNU (perguruan tinggi NU), kami bisa meng-Aswaja-kan generasi muda di Tangerang,” tutur Eko Wiyono, ketua panitia Mapaba dan PKD. (Mahbib Khoiron)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Amalan, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 31 Januari 2018

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Republik Indonesia H Ir Dian Faridz menyatakan salut atas spirit kemandirian yang tertanam kuat dalam kehidupan pesantren. Menurutnya, salah satu kelemahan generasi muda saat ini ialah terletak pada semangat kemandirian tersebut.

Ia menyampakan hal itu saat mengunjungi Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (18/01). Dalam lawatannya tersebut, Faridz menghadiri maulid nabi Muhammad SAW dan milad ke-45 Pondok Pesantren Bustanul Ulum di Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpera Kagumi Spirit Kemandirian Pesantren

"Dan harus diakui, pesantren mempunyai peran besar dalam menguatkan spirit kemandirian di tubuh bangsa ini. Dari pesantren lah generasi bangsa yang sangat tangguh bermunculan," akunya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ditegaskan, spirit kemandirian tersebut diharapkan tetap lestari. Jangan sampai ganasnya era globalisasi justru memasungnya. "Dan kami berkeyakinan, selagi langkah kiai tetap mengetengahkan nilai keislaman, ganasnya globalisasi tidak akan mampu menggerus nilai-nilai mulia kepesantrenan," terangnya.

Karena pesantren mempunyai peran vital dalam membangun negeri ini, pihaknya menyatakan tidak akan mengabaikan keberadaannya. Tentu dengan memperhatikan perkembangan pesantren melalui program pemerintah yang pro-rakyat. (Hairul Anam/Mahbib)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Pesantren Al-Mubtadi-ein Tekankan Pembentukan karakter

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?

Pondok Pesantren Al-Mubtadi-ien Bahrul Ulum Tambakberas Jombang diasuh KH Muhammad Asrori Alfa dan Hj Maslachatul Ammah. Pesantren ini lebih menekankan pada pendidikan keagamaan, pembinaan serta pembentukan karakter yang berakhlakul karimah.?

"Di sini santri diajarkan menjadi manusia yang berkarakter islami," jelas Neng Mashlatul Ammah baru-baru ini.

Pesantren Al-Mubtadi-ein Tekankan Pembentukan karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mubtadi-ein Tekankan Pembentukan karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mubtadi-ein Tekankan Pembentukan karakter

Dikatakan Neng Lacha, sapaan akrabnya, pendidikan keagamaan, pembinaan serta pembentukan karakter tersebut, dibentuk para pengurus serta pengasuh pondok melalui pengawasan hingga 24 jam, di samping itu didukung dengan ajaran-ajaran akidah Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja) serta ajaran keagamaan yang lain.?

"Kita komitmen berpegang teguh pada Aswaja ala Thoriqotul Nahdlatul Ulama," tambahnya.

Sedangkan untuk para santrinya, pondok yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini, saat ini dihuni berkisar ratusan santri. Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan luar pulau Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kondisi itu, menurut Neng Lacha menjadi kebanggaan tersendiri, namun sisi lain merupakan tantangan khususnya bagi pengurus dan pengasuh sebab semakin banyaknya santri yang menjadikan Al-Mubtadi-ein sebagai rumah keduanya.

"Santrinya sudah ratusan mas, walaupun baru tetapi di sini juga banyak santri dari luar jawa," paparnya.

Kepada para orang tua yang hendak memondokkan anak-anaknya, Neng Lacha berpesan untuk tidak ragu terhadap sistem yang selama ini diterapkan, terlebih sistem pengawasan terhadap santri yang sangat intens. "Wali santri jangan ragu menitipkan anak di sini, semua dijaga 24 jam," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 03 Januari 2018

Kiai Pesantren Gado-Gado dari Nganjuk

Nganjuk, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sosok KH Sumanan Hidayat tidak asing bagi warga Nganjuk, Jawa Timur. Pembawaan yang kalem dan humoris membuat pria 48 tahun ini mudah bergaul dengan siapa pun. Kiai yang akrab disapa Pak Manan ini lahir dari keluarga petani biasa di desa Kalianyar kecamatan Ngronggot Nganjuk.

Kiai Pesantren Gado-Gado dari Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Pesantren Gado-Gado dari Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Pesantren Gado-Gado dari Nganjuk

Sumanan kecil sudah dididik kerja keras kedua orang tuanya. Dari orang tua yang kiai kampung, Sumanan kecil belajar dasar-dasar ilmu agama.Setamat SDN Kalianyar, Sumanan kecil lanjut ke SMPN Ngronggot. Di sini dia juga menjadi santri di Pesantren Al-Fattah Tanjunganom di bawah asuhan KH Nahrawi.

Lalu menimba ilmu di Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri. Di pesantren asuhan KH. Badrus Sholeh ini, Sumanan juga menimba ilmu di MAN Purwoasri. “Setiap pulang saya naik sepeda onthel dan harus menyeberangi sungai Brantas,” kenangnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan yang dikirim Senin (10/3).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Itu tidak menyurutkan langkahnya untuk melanjutkan semangat studinya ke pendidikan tinggi. Tepatnya di Jurusan Ushuludin IAIN Sunan Ampel Kediri (sekarang STAIN Kediri).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dengan nyantri di Pesantren Al-Ishlah Bandar Kota Kediri, Sumanan muda mulai mengenal dunia organisasi. Mulai dari ketua senat mahasiswa selama dua periode sampai menjadi wakil ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri. “Sejak aktif di dunia mahasiswa, Sumanan sudah terlihat memiliki keilmuan agama yang lebih dibandingkan sahabat-sahabat lain,” kenang Daryanto, ketua umum PC PMII Kediri saat itu.

Hal senada juga diungkapkan teman sejawat Pak Manan, Drs. H. Nur Akhlis M.Pd. Wakil sekretaris PCNU Kediri yang juga dosen STAIN Kediri ini melihat Pak Manan sebagai figur yang gigih dan ulet. “Saat mahasiswa dulu, beliau adalah tipe orang yang idealis dalam berorganisasi,” ujar direktur EECC Pare ini.

Sampai sekarang, di samping mengelola Pondok Pesantern Nurul Ishlah, Pak Manan juga menjadi pembina ruhani bagi penghuni lembaga pemasyarakatan Kediri. “Anda kan tahu sendiri macam-macam orang yang menghuni di lapas sana?” katanya.

Pak Manan sekarang juga mengajar di Universitas Islam Kediri (Uniska), Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo, SekolahTinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Krempyang Nganjuk dan MA. Pesantren Sabilul Muttaqin Cengkok, Ngronggot Nganjuk. Tentu saja itu belum ditambah dengan kesibukan menghadiri undangan untuk menjadi penceramah di pengajian-pengajian.

Ketekunan dan keuletan untuk kaum yang termarginalkan ini adalah buah istiqamah dalam berjuang agar mampu menjadi orang yang berguna di masyarakat. Ini ditunjukkan dengan tetap melakukan ritual ziarah ke makam para waliyullah setiap malam Jumat. “Sementara ini saya istiqamah dulu ke makam Sunan Ampel di Surabaya,” urainya.

Meski memiliki kesibukan padat, setiap jarum jam menunjukkan pukul 21.00 WIB, setiap Kamis malam Pak Manan bergegas menaiki sepeda motor jadul-nya menuju Kertosono. “Dari sana naik bus ke Bungurasih, lalu mampir dulu ke rumah teman yang menjadi modin di Gayungan, baru kalau sudah jam satu pagi saya diantar teman untuk ke makam Sunan Ampel,” ceritanya. “Dulu sempat naik kereta api, tapi kelamaan karena harus berangkat sore hari dan tiketnya sekarang harus pesan dulu sehari sebelum berangkat,” kisahnya.

“Jika sudah selesai, pulangnya langsung menuju terminal Bungurasih, jadi teman saya itu profesi siangnya memang modin, tapi kalau tiap malam Jumat, dia menjadi tukang ojek khusyuyiyah saya,” ujarnya sambil terkekeh. Saat sampai ke pondoknya lagi, biasanya menjelang adzan Shubuh. Ritual ini sudah dilakukan jauh hari sebelum mendirikan pondok.

Usaha Pak Manan untuk menyebarkan ilmu ini bukan tanpa halangan. Sampai sekarang pun masih ada segelintir masyarakat yang mencibirnya. Saat bertemu di warung makan, wartawan koran ini mendapat cerita dari salah satu warga desa Ngronggot. “Ya biasa mas, masyarakat yang belum paham betapa susahnya perjuangan Pak Manan, ya bisanya Cuma ngrusuhi,” ujar Kusnul Kholik. Meski tantangan itu, lanjutnya, tidak sampai berbentuk fisik. “Jumlahnya hanya segelintir saja, tapi masyarakat di sini sudah tahu kok Pak Manan itu gimana orangnya,” imbuhnya.

Pria yang mengaku sebagai penjual gabah ini menceritakan bahwa setiap pagi setelah Shubuh, Pak Manan dulu memberikan pengajian di masjid jami’ Al-Hasan, sebelah barat KUA Ngronggot. “Pada awal setelah saya menikah, jama’ahnya banyak sekali,” ujarnya.

Namun karena ada oknum takmir masjid yang merasa “lebih berilmu” dari Pak Manan, pengajian ba’da Shubuh gant idia yang mengisi. “Makanya jama’ah mulai habis, bahkan sekarang pengajiannya gulung tikar, pindah ikut ngaji Pak Manan di pondoknya,” katanya sambil tertawa. Mungkin, lanjutnya, si oknum takmir masjid su’ul adab dengan orang “aneh” seperti Pak Manan.

Dikonfirmasi hal ini, Pak Manan hanya tersenyum saja. Upaya ini, katanya, hanya sebuah ikhtiyar untuk mencari bentuk dan membangun fondasi. Makanya Pak Manan mengaku senang ziarah ke makam Sunan Ampel sebagai bukti munasabah atas perjuangan yang telah dilakukan. Bahwa usahanya mendirikan pondok pesantren dengan model santri yang gado-gado sebagai penerus perjuangan Wali Songo dulu. “Biar Allah nanti yang akan membalasnya,” pungkasnya.

Pondok Nurul Ishlah Ngronggot memang dikenal dengan pesantren gado-gado. Ini karena latar belakang santri yang bervariasi. Mulai dari korban broken home, pecandu narkoba, mantan pelaku free sex, anak autis, cacat fisik, mantan pemabuk minuman keras, korban KDRT hingga kehamilan yang tidak diinginkan. Ironinya lagi, mayoritas dari mereka adalah berstatus yatim.

Santri yang menimba ilmu di pondok ini ada yang berasal dari Sumatera, Lampung, Kalimantan, Jawa Tengah, Kediri dan Nganjuk. Lokasi pondok ini tepat berada di depan KUA Ngronggot atau di utara kantor MWC NU Ngronggot. (muk)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 30 Desember 2017

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Masih dalam suasana bulan Syawal, selain dimanfaatkan untuk melaksanakan halal bihalal saling maaf memaafkan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Fathan Subchi memanfaatkan hari kemenangan dengan melakukan dialog interaktif dengan warga NU Jepara yang berlangsung di aula Gedung Haji/ IPHI, Jalan MT Haryono Kompleks Islamic Center, Jepara, Kamis (30/7).

Kegiatan yang diikuti ratusan orang ini melibatkan perwakilan MWCNU, Badan Otonom NU serta tamu undangan dari unsur lain. Juga dihadiri perwakilan dari Pemkab Jepara.

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Dalam paparannya, Fathan menyampaikan dalam kurun waktu 10 bulan masyarakat boleh kecewa dan merasa belum puas dengan kinerja DPR tetapi pihaknya tidak tinggal diam. Dalam waktu menjelang 1 tahun ini pihaknya melakukan reses selama 5 kali. Reses adalah turun ke rakyat mendengar dan mendengar aspirasi rakyat.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada periode 2014-2019 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII yang membidangi sosial, agama dan pemberdayaan perempuan. Misalnya perihal haji, pihaknya meminta Kemenag untuk melakukan reformasi. Karena sebagaimana hasil studi banding di Turki di sana penyelenggaraan haji dikelola 2 badan pemerintah menangani 80 % dan swasta 20 %.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Di sana ada juga badan pengelola keuangan haji,” lanjutnya.

Karena itu RUU Haji perlu dirumuskan kembali oleh DPR. RUU lain yang ia tangani ialah Disabilitas atau penanganan orang cacat.

Masih di komisinya Wakil Ketua PP Lazisnu juga memperjuangkan keberadaan dana bagi pesantren dan madrasah. Menurutnya dana senilai 20-25 trilyun layak untuk pengembangan pesantren dan madrasah agar pendidikan agama menjadi semakin bagus.

Ia menegaskan tidak boleh ada dikotomi sekolah dan madrasah sehingga 20% anggaran untuk agama. Sebab dengan agama moral bangsa menjadi lebih baik. Agar lebih baik perlu ditopang dengan sumber pendanaan yang mencukupi. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 10 Desember 2017

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama merupakan rangkaian panjang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebelum Resolusi Jihad, telah muncul Fatwa Jihad, setelahnya, muncul pertempuran 10 November yang kemudian ditetapkan menjadi hari Pahlawan. Berikut rangkaian sejarah perjuangan kaum santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, yang kemudian menjadi dasar lahirnya Hari Santri Nasional 22 Oktober, seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf dalam konferensi press di gedung PBNU, Senin (19/10).

17 Agustus 1945

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945

Siaran berita Proklamasi Kemerdekaan sampai ke Surabaya dan kota-kota lain di Jawa, membawa situasi revolusioner. Tanpa komando, rakyat berinisiatif mengambil-alih berbagai kantor dan instalasi dari penguasaan Jepang.

31 Agustus 1945

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Belanda mengajukan permintaan kepada pimpinan Surabaya untuk mengibarkan bendera Tri-Warna untuk merayakan hari kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina Armgard.

17 September 1945

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan sebuah Fatwa Jihad yang berisikan ijtihad bahwa perjuangan membela tanah air sebagai suatu jihad fi sabilillah. Fatwa ini merupakan bentuk penjelasan atas pertanyaan Presiden Soekarno yang memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

19 September 1945

Terjadi insiden tembak menembak di Hotel Oranje antara pasukan Belanda dan para pejuang Hizbullah Surabaya. Seorang kader Pemuda Ansor bernama Cak Asy’ari menaiki tiang bendera dan merobek warna biru, sehingga hanya tertinggal Merah Putih.

23-24 September 1945

Terjadi perebutan dan pengambilalihan senjata dari markas dan gudang-gudang senjata Jepang oleh laskar-laskar rakyat, termasuk Hizbullah.

25 September 1945

Bersamaan dengan situasi Surabaya yang makin mencekam, Laskar Hizbullah Surabaya dipimpin KH Abdunnafik melakukan konsolidasi dan menyusun struktur organisasi. Dibentuk cabang-cabang Hizbullah Surabaya dengan anggota antara lain dari unsur Pemuda Ansor dan Hizbul Wathan.Diputuskan pimpinan Hizbullah Surabaya Tengah (Hussaini Tiway dan Moh. Muhajir), Surabaya Barat (Damiri Ichsan dan A. Hamid Has), Surabaya Selatan (Mas Ahmad, Syafi’i, dan Abid Shaleh), Surabaya Timur (Mustakim Zain, Abdul Manan, dan Achyat).

5 Oktober 1945

Pemerintah pusat membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Para pejuang eks PETA, eks KNIL, Heiho, Kaigun, Hizbullah, Barisan Pelopor, dan para pemuda lainnya diminta mendaftar sebagai anggota TKR melalui kantor-kantor BKR setempat.

15-20 Oktober 1945

Meletus pertempuran lima hari di Semarang antara sisa pasukan Jepang yang belum menyerah dengan para pejuang.

21-22 Oktober 1945

PBNU menggelar rapat konsul NU se-Jawa dan Madura. Rapat digelar di Kantor Hofdsbestuur Nahdlatul Ulama di Jalan Bubutan VI No 2 Surabaya. Di tempat inilah setelah membahas situasi perjuangan dan membicarakan upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Di akhir pertemuan pada tanggal 22 Oktober 1945 PBNU akhirnya mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad sekaligus menguatkan fatwa jihad Rais Akbar NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

25 Oktober 1945

Sekitar 6.000 pasukan Inggris yang tergabung dalam Brigade ke-49 Divisi ke-26 India mendarat di Surabaya. Pasukan ini dipimpin Brigjend AWS. Mallaby. Pasukan ini diboncengi NICA (Netherlands-Indies Civil Administration).

26 Oktober 1945

Terjadi perundingan lanjutan mengenai genjatan senjata antara pihak Surabaya dan pasukan Sekutu. Hadir dalam perundingan itu dari pihak Sekutu Brigjend Mallaby dan jajarannya, dari pihak Surabaya diwakili Sudirman, Dul Arnowo, Radjamin Nasution (Walikota Surabaya) dan Muhammad.

27 Oktober 1945

Mayjen DC.Hawtorn bertindak sebagai Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) untuk Jawa, Madura, Bali dan Lombok menyebarkan pamflet melalui udara menegaskan kekuasaan Inggris di Surabaya, dan pelarangan memegang senjata selain bagi mereka yang menjadi pasukan Inggris. Jika ada yang memegangnya, dalam pamflet tersebut disebutkan bahwa Inggris memiliki alasan untuk menembaknya. Laskar Hizbullah dan para pejuang Surabaya marah dan langsung bersatu menyerang Inggris. Pasukan Inggris pun balik menyerang, dan terjadi pertempuran di Penjara Kalisosok yang ketika itu berada dalam penjagaaan pejuang Surabaya.

28 Oktober 1945

Laskar Hizbullah dan Pejuang Surabaya lainnya berbekal senjata rampasan dari Jepang, bambu runcing, dan clurit, melakukan serangan frontal terhadap pos-pos dan markas Pasukan Inggris. Inggris kewalahan menghadapi gelombang kemarahan pasukan rakyat dan massa yang semakin menjadi-jadi.

29 Oktober 1945

Terjadi baku tembak terbuka dan peperangan massal di sudut-sudut Kota Surabaya. Pasukan Laskar Hizbullah Surabaya Selatan mengepung pasukan Inggris yang ada di gedung HBS, BPM, Stasiun Kereta Api SS, dan Kantor Kawedanan. Kesatuan Hizbullah dari Sepanjang bersama TKR dan Pemuda Rakyat Indonesia (PRI) menggempur pasukan Inggris yang ada di Stasiun Kereta Api Trem OJS Joyoboyo.

29 Oktober 1945

Perwira Inggris Kolonel Cruickshank menyatakan pihaknya telah terkepung. Mayjen Hawtorn dari Brigade ke-49 menelpon dan meminta Presiden Soekarno agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pertempuran. Hari itu juga, dengan sebuah perjanjian, Presiden Soekarno didampingi Wapres Mohammad Hatta terbang ke Surabaya dan langsung turun ke jalan-jalan meredakan situasi perang.

30 Oktober 1945

Genjatan senjata dicapai kedua pihak, Laskar arek-arek Surabaya dan pasukan Sekutu-Inggris. Disepakati diadakan pertukaran tawanan, pasukan Inggris mundur ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Darmo (kamp Interniran), dan mengakui eksistensi Republik Indonesia.

30 Oktober 1945

Sore hari usai kesepakatan genjatan senjata, rombongan Biro Kontak Inggris menuju ke Gedung Internatio yang terletak disaping Jembatan Merah. Namun sekelompok pemuda Surabaya menolak penempatan pasukan Inggris di gedung tersebut. Mereka meminta pasukan Inggris kembali ke Tanjung Perak sesuai kesepakatan genjatan senjata. Hingga akhirnya terjadi ketegangan yang menyulut baku tembak. Di tempat ini secara mengejutkan Brigjen Mallaby tertembak dan mobilnya terbakar.

31 Oktober 1945

Panglima AFNEI Letjen Philip Christison mengeluarkan ancaman dan ultimatum jika para pelaku serangan yang menewaskan Brigjen Mallaby tidak menyerahkan diri maka pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan militer darat, udara, dan laut untuk membumihanguskan Surabaya.

7-8 November 1945

Kongres Umat Islam di Yogyakarta mengukuhkan Resolusi Jihad Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai kebulatan sikap merespon makin gentingnya keadaan pasca ultimatum AFNEI.

9 November 1945

Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai komando tertinggi Laskar Hizbullah menginstruksikan Laskar Hizbullah dari berbagai penjuru memasuki Surabaya untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dengan satu sikap akhir, menolak menyerah. KH Abbas Buntet Cirebon diperintahkan memimpin langsung komando pertempuran. Para komandan resimen yang turut membantu Kiai Abbas antara lain Kiai Wahab (KH. Abd. Wahab Hasbullah), Bung Tomo (Sutomo), Cak Roeslan (Roeslan Abdulgani), Cak Mansur (KH. Mas Mansur), dan Cak Arnowo (Doel Arnowo).Bung Tomo melalui pidatonya yang disiarkan radio membakar semangat para pejuang dengan pekik takbirnya untuk bersiap syahid di jalan Allah SWT.

10 November 1945

Pertempuran kembali meluas menyambut berakhirnya ultimatum AFNEI. Inggris mengerahkan 24.000 pasukan dari Divisi ke-5 dengan persenjataan meliputi 21 tank Sherman dan 24 pesawat tempur dari Jakarta untuk mendukung pasukan mereka di Surabaya. Perang besar pun pecah. Ribuan pejuang syahid. Pasukan Kiai Abbas berhasil memaksa pasukan Inggris kocar-kacir dan berhasil menembak jatuh tiga pesawat tempur RAF Inggris. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 04 Desember 2017

Pagar Nusa Bentengi NKRI dari Radikalisme

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pencak Silat NU Pagar Nusa diharapkan dapat terus mendukung negara dalam membentengi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman radikalisme dan terorisme.

Demikian disampaikan Ketua FPKB MPR RI Abdul Kadir Karding dalam dalam Dialog Kebangsaan Pagar Nusa di Pondok Pesantren Azzuhri Ketileng Semarang, Kamis (26/3).

Pagar Nusa Bentengi NKRI dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Bentengi NKRI dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Bentengi NKRI dari Radikalisme

“Mengapa bicara Pancasila dan NKRI selalu dikaitkan dengan Pagar Nusa dan NU? Karena tidak ada orang Indonesia yang paling peduli pada dasar negara dan pedoman bernegara kita selain NU dan Pagar Nusa yang berada di barisan paling depan,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karding meminta para pendekar dan pesilat NU Pagar Nusa untuk merapatkan barisan dalam rangka menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme terutama dari kelompok radikal ISIS yang saat ini saat aktif melakukan manuver kekerasan dan disebarkan ke seluruh dunia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“NU dan Pagar Nusa ini besar dan saat ini waktunya kita tampakkan kekuatan untuk mengatasi ancaman terorisme. Mari kita kerjasamakan program kita dengan MPR dan pemerintah,” katanya.

Sementara itu Anggota DPR RI  Yakut cholil Qoumas mengingatkan, perkembangan kelompok ISIS saat ini sudah dalam tahap menghawatirkan. Mereka mempuanyai strategi kampanye yang cukup efektif dan didukung oleh pendanaan yang besar.

“NU harus tampil membela Pancasila dan menjaga NKRI dari segala gangguan. Berdasarkan survei exit pool kemarin warga NU saat ini sudah separuh dari penduduk Indonesia. Artinya apapun yang terjadi dengan Indonesia pasti akan ada imbasnya untuk NU,” katanya.

Halaqah kebangsaan itu merupakan rangkaian dari kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa yang digelar Selasa - Ahad (26-29/3).

Kamis sore sampai malam diadakan pertemuan Majelis Pendekar Pagar Nusa yang melibatkan beberapa pihak seperti BNPT, BNPB, dan BNN. Jumat-Sabtu Sabtu diisi dengan pelatihan Pasukan Inti (Pasti) serta penandatanganan MoU dengan Lembaga Pendidikan Maarif, Asosiasi Pesantren se-Indonesia atau RMI dan PGRI terkait program ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa di Sekolah.

Puncak acara Ahad (29/3) pagi akan digelar Apel Kesetiaan pada Pancasila & NKRI di lapangan Simpang Lima mulai pukul 8 WIB. Apel dipimpin oleh Waketum PBNU KH Asad Said Ali, dihadiri Gubernur Jateng, Panglima TNI Moeldoko, Plt Kapolri Badrodin Haiti, dan Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizzudin Abdurrahman. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Jadwal Kajian, Syariah, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 03 Desember 2017

Lukman Edy Gantikan Saifullah, Mbah Idris Keberatan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy bakal menggantikan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. Pencopotan Saifullah Yusuf itu terkait kepindahannya ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Lukman Edy memenuhi panggilan Presiden Yudhoyono pada Sabtu malam (5/5) di kediaman di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jabar. Tokoh kelahiran Teluk Pinang itu bakal menjadi menteri termuda di usia 37 tahun. Presiden memintanya untuk memperkuat Kabinet Indonesia Bersatu.

Lukman Edy Gantikan Saifullah, Mbah Idris Keberatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lukman Edy Gantikan Saifullah, Mbah Idris Keberatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lukman Edy Gantikan Saifullah, Mbah Idris Keberatan

"Pak Presiden bercerita tentang visi beliau soal pembangunan dan kerakyatan. Oleh sebab itu saya menyatakan bahwa saya satu visi dengan Presiden dan siap untuk membantu bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan pembangunan di sektor rakyat," katanya usai bertemu presiden.

Dikatakannya, selain masalah pembangunan nasional, presiden juga membahas perkembangan di tubuh PKB dan Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Idris Marzuqi yang juga salah satu ketua syuriah Pengurus Besar (PB) NU, Ahad (6/5), mengungkapkan keberatannya atas pencopotan Saifullah Yusuf yang menurutnya sangat dekat dengan kalangan ulama dan pondok pesantren.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dikatakan, Lukman Edy yang bakal menggantikan Syaifullah bukan merupakan representasi dari Nahdlatul Ulama, namun lebih mewakili PKB.

Bahkan Mbah Idris, panggilan kehormatan KH Idris Marzuqi, meminta Presiden Yudhoyono mendengarkan aspirasinya dengan mempertimbangkan kembali penggantian Gus Ipul. ”Bila ingin tetap mendapatkan dukungan dari NU dan pondok pesantren,” katanya.

Saifullah Yusuf sendiri mengaku merasa legawa bila ia digantikan oleh orang lain, sebagai konsekuensi kepindahannya dari PKB ke PPP.(ant/nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, Syariah, Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Akbid Muslimat NU Kudus Didorong Tingkatkan Status

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Setelah meluluskan 55 mahasiswi D-3, Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus didorong meningkatkan statusnya menjadi perguruan tinggi program S-1. Pada tahun 2015, Akbid Muslimat diharapkan sudah terwujud sebagai Sekolah Tinggi  bidang kebidanan.

"Oleh karena itu, pengelola Akbid segera mengajukan proposal S-1 sehingga cepat terproses. Untuk peningkatan, mudah-mudahan tidak ada moratorium," ujar Ketua PP Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Noor Ahmad dalam acara wisuda perdana mahasiswi Akbid Muslimat NU di Gedung DPRD Kudus Sabtu,(29/9) .

Akbid Muslimat NU Kudus Didorong Tingkatkan Status (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Didorong Tingkatkan Status (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Didorong Tingkatkan Status

Noor Ahmad mengatakan, lembaganya siap mengawal proses peningkatan Akbid Muslimat menuju Perguruan Tinggi S-I. "Kalau nanti segera terwujud, akbid ini akan menjadi satu-satunya PT bidang Kebidanan yang ada di Jawa Tengah bahkan Indonesia," tandasnya di hadapan wisudawan dan ratusan tamu undangan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

NU, jelas mantan Rektor Unwahas Semarang ini,,telah memiliki 215 perguruan tinggi NU di seluruh indonesia. Hingga  kini masih ada  29 PTN dalam proses perijinan yang diantaranya sudah turun yakni  Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Halmahera, UNU Cirebon. UNU Jateng, UNU Palembang. Sumut, Sumbar, Kalsel dan kalimantan barat,

"Bila Sekolah tinggi Akbid Muslimat menyusul berdiri, khasanah intelektual NU semkin banyak yang disumbangkan melalui PTNU.Sebab, target hingga tahun 2015, berdirinya 10 UNU yang baru," terang Noor Ahmad.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Direktur Akbid Muslimat NU Kudus Darningsih menyatakan kesiapannya meningkatkan perguruan tinggi yang di bawah naungan Badan Pelaksana Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (BPMNU) Az-Zahra ini. Ia menegaskan Sekolah tinggi Kesehatan merupakan cita-cita yang harus diwujudkan. 

"Meski sudah mengalami kemajuan tetapi masih banyak cita-cita yang harus kami capai yang salah satunya Sekolah Tinggi Kesehatan," tegasnya.

Ia menjelaskan pihaknya juga akan melakukan penataan dan pengembangan pondok pesantren bagi mahasiswa. "Insya Allah, BPPMNU Az-Zahra akan membangun gedung pesantren senilai + 3 milyar yang digunakan untuk mahasiswa yang juga menjadi santriwati,"terangnya.

Prosesi Wisuda perdana Akbid Muslimat NU Kudus yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berlangsung lancar dan sukses. Dalam acara yang dihadiri ratusan tamu undangan ini, menetapkan tiga besar  wisudawati terbaik yakni Dian Suryani (Putri HM. Sholikin) dengan IP 3,46, Yuty alhikmah (putri Ah.Zumri) IP 3,45 dan Ummi Sholichah (putri Nur Yadi) IPK 3,46.

Di antara tokoh yang hadir, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Ketua PP LPTNU Noor Ahmad, Kopertais Jawa tengah, PW Muslimat Jateng, Bupati Kudus H.Musthofa, PW LP Maarif Jateng,Ketua PCNU Kudus KH.CHusnan dan tamu undangan lainnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, Pendidikan, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 30 November 2017

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

KH Muadz Thohir yang merupakan sahabat karib almahrum Gus Dur didaulat untuk berbicara dalam Haul ke-6 Gus Dur yang berlangsung di Masjid Arrobbaniyyin Kampus Unisnu Jepara, Kamis (14/01) lalu. Dalam kegiatan bertajuk "Mengenang Gus Dur dan Pluralisme Agama" kiai yang kerap disapa Gus Muadz ini menerangkan bangsa Indonesia wajib memperingati Haul Gus Dur jika tidak ia menyebutnya "keterlaluan".?

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur

"Di Irak ada Haul Gus Dur. Di Brunei dan Malaysia juga ada peringatan Gus Dur. Sehingga jika kita tidak menghauli Gus Dur itu "keterlaluan"," jelasnya.

Kegiatan Haul yang dikemas ala pengajian Awan PBNU ini menyatakan KH Abdurrahman Wahid merupakan sosok yang "kontroversial" baik secara keilmuwannya maupun ibadahnya. Kiai asal Pati Jawa Tengah ini menyontohkan shalat yang ditunaikan Gus Dur tidak sama yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Sebab mantan Presiden RI ini menurutnya pernah mempunyai riwayat ususnya pernah dipotong hingga 22 cm. Hingga, tambahnya, ia Gus Dur tidak mampu menunaikan shalat layaknya orang awam. Tetapi dirinya meyakini Gus Dur tetap menunaikan shalat.

Membaca

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam hal intelektual, Gus Muadz menyebut Gus Dur merupakan sosok yang kutu buku. Setiap ada buku baru ia mesti membacanya. Bahkan ketika penglihatannya mulai terganggu banyak kerabat Gus Dur yang diminta untuk membacakan buku meski hanya judul dan pendahuluannya saja. "Ini tidak lepas dari kedalaman pemahaman beliau sewaktu masih muda banyak membaca literatur sehingga buku terbaru pun sudah bisa dipahami meski hanya judul dan pendahuluan saja," tuturnya.

Gus Dur muda, kenangnya, beda dengan kebanyakan pemuda yang lain. Dibeberkannya dalam semenit Gus Dur mampu mendaras seribu kata. Padahal sekelas orang jenius hanya mampu membaca 250-500 kata. "Saya hanya bisa membaca 150-200 kata per menit. Kalau Gus Dur membacanya cepat," tandasnya.

Ia pun ingat betul akan petuah Gus Dur bahwa perintah membaca yang termaktub dalam Al-Quran tidak menyebut spesifikasi buku yang dibaca. "Kita mesti membaca apa saja. Bisa buku, maupun lingkungan maupun membaca alam," urainya.

Ia menegaskan, sebelum membaca orang lain, kita dituntut untuk membaca diri kita masing-masing. Sebelum menyalahkan orang lain kita mesti menyalahkan diri sendiri. "Lihatlah orang lain dari sisi positifnya jangan melihat dari hal negatifnya," lanjutnya. Bagi dia, Gus Dur merupakan sosok yang sederhana, sosok yang menghargai perbedaan dan masih banyak titel yang disandang oleh guru bangsa ini. Mulai politisi, kiai dan ilmuwan. Ia menambahkan Gus Dur tidak pernah mempunyai beban meskipun dengan orang yang membencinya sekalipun. Gus Dur meyakini orang yang tidak cocok lama-lama kelamaan akan menjadi cocok.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dengan banyaknya yang sudah dilakukan Gus Dur ketika ia dipanggil sang pencipta semuanya menangis baik muda dan tua semuanya menangis. Hal lain ditambahkan Lutfi Rahman, Pembina Jaringan Gusdurian Jepara menilai Gus Dur merupakan guru dan inspirator yang gagasannya layak dikembangkan dan dipraktikkan.

Gus Dur masih menurutnya adalah tokoh plural yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Sehingga tak salah hingga kini yang berziarah ke makamnya dari berbagai elemen agama.

H Anas Arbaani, Wakil Ketua PCNU Jepara dalam sambutannya mewakili PCNU Jepara dengan haul Gus Dur merupakan upaya untuk nguri-nguri semangat yang pernah digelorakan Gus Dur. Gus Dur bagi Subchan Zuhri, Sekretaris IKA PMII Jepara tidak pernah mati dan "selalu hidup". Terbukti dengan pemikiran-pemikirannya terus dikaji hingga sekarang.

"Saat ini kita (generasi muda, red) mesti membaca literatur, mengkaji pemikiran dan mempraktikkan apa yang menjadi cita-cita Gus Dur di tengah-tengah masyarakat," pungkas komisioner KPU Jepara yang demen membaca intisari-intisari Gus Dur ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Syariah, Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 02 November 2017

Sepurane Rek!

Menjelang pelaksanaan shalat idul fitri, seorang sesepuh yang ditunjuk sebagai imam dan khotib, menyampaikan beberapa penjelasan atau semacam tips terkait shalat id.

Saudara-saudara, pelaksanaan shalat id itu memiliki sedikit perbedaan dengan shalat pada umumnya. Pertama, pada rakaat awal, sebelum imam membaca fatihah, dilakukan takbir tujuh kali, dan diantara takbir satu dengan yang lain dibacakan tasbih. Kedua, pada rakaat kedua dilakukan hal yang sama tapi jumlahnya lima kali. Paham?"

Para jamaah pun serentak berucap, "Paham.."

Sepurane Rek! (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepurane Rek! (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepurane Rek!

Maka dilaksanakanlah shalat id. Ternyata sang imam sama sekali tidak melaksanakan takbir 7x dan 5x. Mungkin ia lupa.

Selesai salam, para jamaah pun kasak kusuk. Konsentrasi mereka terpecah karena teringat pesan sang imam, tapi justru ia tidak melaksanakannya.

Suasana khotbah pun tidak kondusif, karena sebagian jamaah masih terus membahas masalah takbir.

Begitu selesai khotbah, sebagian jamaah segera menuju ke sekitar mimbar guna bertanya tentang masalah takbir.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bertanyalah salah seorang jamaah: “Pak Kiai, tadi Bapak pesan supaya para jamaah ikut bertakbir 7x dan 5x. dlm shalat id. Lha kok Anda malah tidak melakukannya sama sekali.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia bertanya balik, "Lho, begitu yang terjadi tadi?" Serentak para jamaah menjawab, "Ya!!!!!"

"Begitulah saudara-saudara orang kalau sudah tua, barusan memberi pesan, lha kok malah lupa dengan pesannya sendiri. Yo sepurane rek.....! (Maafin yaaa)." (Muhammad Nuh)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 28 Oktober 2017

Masjid Muslim Indonesia di Amsterdam Segera Diresmikan

Amsterdam, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Salah satu kantong komunitas Muslim Indonesia di Belanda berpusat di kota kecil di pojok barat Amsterdam, yakni Badhoevedorp. Komunitas yang berhimpun di bawah organisasi Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME) Al-Ikhlash Amsterdam ini beberapa bulan silam berhasil membeli sebuah gedung dengan pendanaan yang dihimpun dari sedekah para anggota dan simpatisan sendiri maupun donatur utama dari Indonesia bernama H. Anif. Gedung yang beralamatkan di Jan van Gentstraat 140, Badhoevedorp ini dijadikan sebagai Pusat Kebudayaan Indonesia (Indonesisch Cultureel Centrum).?

Di dalamnya terdapat ruang besar yang difungsikan sebagai Masjid Al-Ikhlash, kelas-kelas madrasah, ruang kantor, dan fasilitas workshop atau mini-seminar.?

Masjid Muslim Indonesia di Amsterdam Segera Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Muslim Indonesia di Amsterdam Segera Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Muslim Indonesia di Amsterdam Segera Diresmikan

Selain secara rutin menyelenggarakan jamaah shalat lima waktu, gedung ini juga digunakan untuk pendidikan anak-anak dan remaja setiap hari Ahad, istigotsah setiap Sabtu pertama tiap bulan, kegiatan budaya dan olahraga, maupun diskusi dan temu budaya. Meski gedung baru digunakan kurang dari satu tahun, namun sudah banyak tokoh Indonesia yang berkunjung ke gedung ini dan berdialog dengan masyarakat Indonesia di Belanda. Sebutlah sebagai misal: Wali Kota Surabaya Ibu Risma, Wali Kota Bandung Kang Emil, maupun Gubernur Jawa Tengah Pak Ganjar. Beberapa studytour para mahasiswa dan pelajar dari Indonesia juga pernah berkunjung ke gedung ini.

Peresmian oleh Menteri Agama

Tanggal 28 Maret 2017 mendatang akan menjadi momen yang sangat bersejarah bagi PPME Al-Ikhlash Amsterdam karena Masjid Al-Ikhlash yang berada di Pusat Kebudayaan Indonesia ini akan diresmikan. “Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia di Amsterdam dan sekitarnya yang telah lama ingin memiliki gedung sendiri untuk aktivitas budaya dan keagamaan,” kata KH Muzayyin, salah satu pendiri organisasi ini.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sebelum memiliki gedung ini, kami harus menyewa gedung ke organisasi lain. Bahkan sebelumnya, kami harus pindah dari satu rumah ke rumah lain untuk melaksanakan pertemuan dan ibadah,” kata Hj. Mutqiyah, guru senior di PPME Al-Ikhlash Amsterdam yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Almarhum Gus Dur.

Menurut ketua PPME Al-Ikhlash Amsterdam, Rudi Kosasih, peresmian masjid direncanakan akan dilakukan oleh Menteri Agama RI, H Lukman H. Saifuddin, di sela-sela kunjungannya ke Belanda untuk membuka dan memberi ceramah pada konferensi internasional Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara? di kampus Vrije Universiteit Amsterdam yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama (NU) Belanda.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Insyaallah, dalam peresmian masjid nanti Menteri Agama akan didampingi oleh beberapa Duta Besar RI yang juga menghadiri event internasional tersebut,” kata pemilik usaha restoran ini. Para Duta Besar itu adalah I Gusti Wesaka Puja (Dubes RI untuk Belanda), Achmad Chozin Chumaidy (Dubes RI untuk Lebanon), Agus Maftuh Abegebriel (Dubes RI untuk Arab Saudi), Safira Machrusah (Dubes RI untuk Aljazair), dan Husnan Bey Fananie (Dubes RI untuk Azerbaijan).

Pembangunan Tahap Kedua

Dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia, Hasanul Hasibuan, menambahkan bahwa peresmian Masjid Al-Ikhlash ini sekaligus menandai rencana pembangunan tahap kedua.?

“Meski kami baru menghela nafas lega setelah membeli gedung, namun kami sudah memikirkan pembangunan tahap kedua. Acara peresmian Masjid Al-Ikhlash ini akan menandai secara resmi pembangunan tahap kedua tersebut,” kata professional di bidang teknologi informatika ini.?

KH Budi Santoso, tokoh sentral PPME Al-Ikhlash Amsterdam, menjelaskan bahwa pembangunan tahap kedua akan mengoptimalkan lantai kedua yang saat ini baru dimanfaatkan sebagian.?

“Kami berharap kehadiran Bapak Menteri Agama dalam acara peresmian nanti akan menjadi panggilan yang kuat bagi pemerintah maupun masyarakat Indonesia di tanah air agar mendukung aktif perjuangan kami memperkenalkan keindahan Indonesia dan Islam Nusantara di bumi Eropa,” tegas ulama kelahiran Jombang yang juga pengurus Syuriyah NU Belanda ini.?

Manifestasi Global Islam Nusantara

Hansyah Iskandar, mantan ketua dan kini penasehat PPME Al-Ikhlash Amsterdam, menuturkan bahwa kesan positif komunitas Muslim Indonesia yang bersifat toleran dan damai sudah banyak dikenal masyarakat Belanda. Beberapa anggota organisasi ini bahkan merupakan orang Belanda asli yang masuk Islam karena pada awalnya tertarik dengan karakter orang Indonesia yang ramah dan terbuka.?

“Para bule Muslim ini memiliki kegiatan pengajian rutin dua mingguan di masjid kami yang dibimbing oleh Ustadz Abdurrachman Mittendorf yang asli Belanda. Sementara para remaja kami dibimbing oleh Ustadz Ahmad Kasijo yang beretnis Jawa-Suriname dan lulusan pendidikan Arab Saudi,” kata insinyur alumni perguruan tinggi teknik di Delft ini.?

“Dengan gedung milik sendiri yang akan diresmikan nanti, aktivitas dakwah kami yang kental dengan budaya Nusantara akan kian berkembang. Hal ini pada akhirnya akan menguatkan citra Islam yang ramah di tengah mobilisasi kebencian kepada Islam oleh sebagian politisi di Belanda,” katanya penuh harapan.

Pernyataan ini dibenarkan oleh Fatimah Dijo, Kepala Madrasah yang menikah dengan suami yang beretnis Jawa-Suriname. “Murid-murid yang belajar di madrasah kami bukan sebatas anak-anak keturunan Indonesia, namun juga campuran Indonesia dengan Belanda, Suriname, dan Arab,” katanya membanggakan.?

“Bahkan ada beberapa anak yang murni keturunan Maroko belajar di madrasah kami. Orang tuanya beralasan, mereka senang membawa anaknya belajar di sini karena yang ditanamkan pasti nilai-nilai Islam yang cinta damai,” ujar ibu yang berasal dari Malang ini.?

Dihubungi secara terpisah, Syahril Siddik, mahasiswa PhD di Leiden University, mengakui peran penting diaspora Muslim Indonesia seperti PPME Al-Ikhlash ini sebagai manifestasi konkrit Islam Nusantara di kancah global.?

“Mereka adalah duta bangsa Indonesia yang eksistensinya di negeri Belanda dapat memperlihatkan secara langsung kekhasan Islam Nusantara kepada publik Eropa.” Syahril Siddik menambahkan, kekhasan Islam Nusantara ini merupakan bukti bahwa Islam tidaklah monolitik dan bahwa universalisme Islam bisa didialogkan secara kreatif dengan konteks lokal tanpa kehilangan otentisitas.?

“Oleh karena itu, Islam Nusantara dapat menjadi model bagi upaya aktualisasi Islam di Eropa yang menghargai lokalitas dan merangkul keragaman,” tandas pengurus Tanfidziyah NU Belanda ini. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, Daerah, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 11 Oktober 2017

Mau Gabung IPNU-IPPNU? Makesta Dulu

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Tambaksari Surabaya menggelar Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) di gedung MWCNU Porong Sidoarjo, Jum’at (26/12).

Mau Gabung IPNU-IPPNU? Makesta Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Gabung IPNU-IPPNU? Makesta Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Gabung IPNU-IPPNU? Makesta Dulu

Makesta sebagai gerbang awal bagi pelajar NU yang ingin bergabung dengan IPNU. Sebagai level pertama dalam proses pengkaderan IPNU, Makesta diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar tentang Ahlussunnah wal Jamaah dan ke-NU-an bagi pelajar NU.

Hadir dalam acara tersebut ketua baru PC IPNU-IPPNU Kota Surabaya hasil konferensi kemarin, Agus setiawan dan Arumy Maulida. Keduanya hadir memberikan semangat bagi kader-kader IPNU-IPPNU Tambaksari untuk terus berkarya bersama menjadi pelajar yang memgang teguh islam rahmatan lil ‘alamin ala ahlussunnah wal jama`ah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Makesta IPNU-IPPNU Tambaksari digelar sebagai langkah awal pengkaderan pelajar NU di wilayah kecamatan Tambaksari, untuk menggagas lahirnya kader NU yang bertanggung jawab,” kata Achnaf al-Asbahani FR ketua PAC IPNU Tambaksari.

Kegiatan yang diikuti 20 anggota IPNU dan 15 anggota IPPNU ini berakhir hari Ahad (28/12) kemarin setelah disampaikan banyak materi tentang ke-IPNU-IPPNU-an, kepemimpinan, dinamika kelompok, problem solving dan materi Makesta yang lain. (Muh. Sholeh Anas/Anam)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 27 September 2017

MI Al-Fauzain Hidupkan 1000 Oksigen di Tengah Kabut Polusi Jakarta

Tanah di halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fauzain basah oleh sisa-sisa air siraman pohon di atasnya. Endapan airnya memberikan warna tanah lebih kuat dibanding tanah kering yang tidak menerima tetesan air. Demikian suasana hampir setiap sore MI Al-Fauzain di Pondok Pinang Timur kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.Rutinitas ini dilakukan hampir setiap hari oleh guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Ustadz Imran Rosyid. Bendahara MI Al-Fauzain ini dengan telaten merawat sedikitnya tujuh tanaman yang memagari gedung MI Al-Fauzain.

Pengelola MI Al-Fauzain memandang anak-anak warga di kota besar manapun termasuk anak warga di ibu kota membutuhkan pendidikan agama yang cukup. Kecuali itu, pihak pengelola prihatin melihat anak-anak kota yang kalah oleh polusi transportasi dan industri kota besar.

MI Al-Fauzain Hidupkan 1000 Oksigen di Tengah Kabut Polusi Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
MI Al-Fauzain Hidupkan 1000 Oksigen di Tengah Kabut Polusi Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

MI Al-Fauzain Hidupkan 1000 Oksigen di Tengah Kabut Polusi Jakarta

“Anak-anak juga perlu oksigen yang cukup untuk perkembangan fisik dan otak mereka,” kata Wakil Kepala MI Al-Fauzain Iis Supriatin.

Madrasah Ibtidaiyah Al-Fauzain yang sejak 1958 mengalami perkembangannya sendiri seiring perubahan kota Jakarta yang begitu cepat. Warga di sekitar madrasah yang semakin berkurang tahun demi tahun karena tergusur pembangunan juga memengaruhi suasana madrasah. Posisi gedung sekolah kini diapit oleh dua gedung pencakar langit yang menjulang di bagian selatan. Sementara di sisi utaranya terdapat masjid dan beberapa rumah warga yang masih bertahan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dengan lahan yang terbatas, pihak pengelola memanfaatkannya untuk lahan hijau. Para guru menanam antara lain pohon Melati Jepang, Belimbing, Pepaya, Jambu, Palem, Kamboja Bangkok. Sebagian diperoleh dari membeli. Sebagian lagi didapat dari bantuan relawan di luar madrasah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari semua pohon itu, mereka lebih banyak menanam Mali-mali Pucuk Merah dengan nama latin Leea Rubra. Pucuk Merah ini dominan mengisi lorong sekolah dari mulai gerbang utama hingga gerbang sekolah. Daun tumbuhan perdu ini diyakini dapat menyembuhkan luka. Mereka membeli hampir semua tanaman itu.

“Perawatannya mudah. Cukup dipupuk dan disiram,” ujar Kepala MI Al-Fauzain Ustadz Hasanuddin.

Berbagai upaya dilakukan pihak madrasah untuk menciptakan lingkungan yang sejuk, segar, dan bersih. Dengan menanam dan merawat pohon di lingkungan madrasah, para guru setempat memberikan teladan nyata yang layak dicontoh para murid. Wali murid sendiri bisa “belajar” bagaimana menciptakan lingkungan yang hijau di lingkungan rumah mereka.

“Kita ingin penghijauan. Polusi di Jakarta sudah terlalu parah,” kata Iis yang setiap harinya mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Selain menanam pohon, dewan guru memberlakukan “Jum’at bersih”. Para siswa dan guru mengawali belajar di hari Jum‘at dengan melakukan bersih-bersih. Mereka memungut sampah-sampah yang berserakan di kelas, halaman, dan lingkungan madrasah. Mereka mengumpulkannya ke dalam wadah sampah.

“Bagus untuk membiasakan tertib buang sampah di tempatnya dan bersih-bersih lingkungan,” kata Iis.

Lingkungan yang bersih dan sejuk ini menempatkan para murid dalam posisi nyaman beraktivitas, belajar, bermain, dan berolahraga. Tidak heran kalau murid-murid MI Al-Fauzain ini berhasil merebut juara III sepak bola yang melibatkan antarsekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah sekelurahan Pondok Pinang pada 2014 lalu.

“Kita tidak punya lapangan besar. Sebenarnya lahan di sini tidak memadai untuk olahraga murid. Dengan lahan ala kadarnya, kita belikan mereka gawang sepak bola tiga tahun lalu,” ujar Hasanuddin.

Warga di sekitar madrasah semakin sedikit. Kehadiran gedung pecakar langit mengisoalasi termasuk ruang gerak madrasah. Sekarang sebuah gedung tengah dibangun yang rencananya untuk pemukiman bersusun, apartemen. Suara bising aktivitas proyek menggangu siang dan malam.

Di tengah kelahiran gedung-gedung itu, para guru madrasah ini terus berupaya menciptakan lingkungan bersih dan hijau untuk muridnya. Mereka tidak berhenti merawat pohon untuk asupan paru-paru anak-anak warga kota. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Meme Islam, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 10 September 2017

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

Lampung Timur, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Panitia pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung masih membuka pendaftaran untuk kalangan pondok pesantren se-Kabupaten Lampung yang berminat mengikuti kompetesi Sepak Bola Liga Santri Nusantara tahun 2017.

Demikian disampaikan Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris melalui sambungan telpon, Sabtu, (29/7).

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

“Secara kuantitas jumlah pondok pesantren di wilayah provinsi Lampung cukup banyak. Karena itu kami berharap kepada para kiai pengasuh pesantren yang ada di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung bisa ikut berpartisipasi,” imbuh alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pendaftaran Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung akan kami tutup pekan depan, pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017. Tetapi apabila kuota telah terpenuhi sebanyak 48 tim, maka pendaftaran akan ditutup,” kata Mantan Presiden PMII UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Sekretaris Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Ahmad Fauzi menambahkan, technical meeting (TM) akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017, pukul 09.00-selesai di LEC Kartika, Jalan Tendean Margo Rejo Selatan Kota Metro Lampung.

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, pengurus PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain,” tegas alumni IAIN Jurai Siwo Kota Metro Lampung ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal-hal yang kurang jelas berkenaan dengan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung bisa langsung datang ke sekretariat, Kantor PCNU Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Fan Page Facebook : LSN Zona Lampung. Atau menghubungi Sahabat Asep di nomor kontak 085269310484/0816535603, atau Sahabat Zaenuri dengan nomor 085269703472. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail, Pendidikan, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 26 Agustus 2017

Manfaatkan Rebana untuk Syiar Islam

Pasaman Barat, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Qasidah dan rebana merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan syiar Islam. Untuk itu, kesenian ini harus terus dikembangkan di tengah kehidupan umat beragama Islam.

Hal itu disampaikan Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Propinsi Sumatera Barat Husni Kamil Manik pada pembukaan Festival Rabana dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-85 NU, Sabtu (5/2), di halaman masjid Agung Simpangampek Kabupaten Pasaman Barat.

Manfaatkan Rebana untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Rebana untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Rebana untuk Syiar Islam

Menurut Husni, NU dalam pengembangan syiar Islam selalu memanfaatkan seni budaya lokal untuk memudahkan masyarakat dalam memahami ajaran Islam. "Metode ini merupakan warisan para wali dan aulia," kata Husni menambahkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Husni juga mengingatkan agar dalam proses syiar tersebut, prinsip yang harus dipelihara adalah Adat Basandi Syarak. Yang berarti seni budaya itu harus diisi dengan nilai-nilai keislaman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Festival Rabana ini diikuti oleh 56 group Qasidah yang berasal dari kelompok Majelis Taklim Yasinan, pesantren, madrasah, sekolah, dan perusahaan perkebunan yang ada di Pasaman Barat. Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti Festival Rabana yang pesertanya sangat beragam. Ada group Qasidah putra dan putri, anak-anak dan orang tua lanjut usia.

Festival Rabana ini memperebutkan hadiah piala bergilir dan tabungan BMT Aswaja NU Sumbar sebesar Rp 10 juta yang disumbangkan pengusaha muda Pasaman Barat Febby Sutan Mudo.

Ketua PCNU Pasaman Barat Buya Samidas menyebutkan, penyerahan hadiah direncanakan diberikan oleh Ketua Umum Tanfidziyah PBNU Prof. DR.KH Said Aqil Siraj, MA pada peringatan Harlah NU tingkat Propinsi Sumatera Barat, Senin 7 Februari 2011 di gedung Pertemuan Pemda Pasaman Barat. (arm)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 24 Agustus 2017

NU Resmi Luncurkan Reksa Dana Cipta NUsantara Syariah Berimbang

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan Reksa Dana Cipta NUsantara Syariah Berimbang, Jumat (17/6) di Gedung SCBD Jakarta. Ini mendirikan industri di bidang pasar modal syariah ini, PBNU bekerja sama dengan PT Ciptadana Asset Management (CAM).

“Dengan kerja sama ini, NU berupaya mendorong pertumbuhan indistri pasar modal syariah yang berimbang untuk kepentingan kesejahteraan umat,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan keterangan dalam peluncuran tersebut.

NU Resmi Luncurkan Reksa Dana Cipta NUsantara Syariah Berimbang (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Resmi Luncurkan Reksa Dana Cipta NUsantara Syariah Berimbang (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Resmi Luncurkan Reksa Dana Cipta NUsantara Syariah Berimbang

NU, lanjut Kiai asal Kempek Cirebon, mempunyai potensi sumber daya manusia yang melimpah. Tercatat, warga NU sekitar 90 juta yang terdiri dari 90.000 cabang kepengurusan di berbagai daerah di dalam negeri dan 14 cabang di luar negeri.?

Dengan menyediakan produk invesatsi syariah ini, menurut Kiai Said, akan membantu kegiatan yang diselenggarakan oleh NU guna memberikan pelayanan di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bidang-bidang lain yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, Head of Marketing and Business Develpoment PT Ciptadana Asset Management, Indrawan Rahardja mengungkapkan bahwa perusahaan yang dipimpinya telah berpengalaman sejak tahun 1991.

“Kami telah berpengalaman dalam membantu para investor dalam mencapai tujuan investasi melalui produk berkualitas dan pelayanan terbaik,” ujar Indrawan.

Dia menerangkan, saat ini Ciptdana mengelola 17 reksa dana yang terdiri dari 14 reksa dana konvensional dan 3 reksa dana syariah dengan total dana kelolaan mencapai Rp 2,6 triliun.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hadir dalam peluncuran ini diantaranya Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan para pimpinan PT Ciptadana Asset Management. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 19 Agustus 2017

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memberikan pemahaman serta mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekan Indonesia dari tangan penjajah, puluhan mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Sidoarjo menggelar teater di halaman kampus, Rabu (11/11).

Ketua teater Ach Jufri mengatakan, teater ini diadakan oleh unit kegiatan mahasiswa (ukm) teater Cemiti Unsuri. Dalam teater itu sendiri, para mahasiswa melakukan aksi tereatrikal merebut kekuasaan Indonesia atau tanah air beta dari para penjajah.

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan

"Tanah air beta ini milik kita, yang dulu telah diperjuangkan oleh pahlawan. Untuk mengapresiasi nilai-nilai perjuangan pahlawan, maka kami mengadakan acara ini. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, semoga teater ini tetap berkarya, berseni dan para pemainnya tetap semangat," kata Jufri.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jufri menambahkan, teater yang dimotori oleh ukm Unsuri itu dapat melahirkan para seniman atau sastrawan muda yang baik dan bijak sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat luas khusunya mahasiswa Unsuri. Dengan demikian, mahasiswa Unsuri mampu bersaing dalam berseni dan berkarya.

"Mewakili teman-teman teater, kami mengucapkan selamat Hari Pahwalan. Dimana ada karya, disitu aku ada. Salam seni dan budaya," tukas Jufri. (Moh Kholidun/Mahbib)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock