Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Mantan imam besar Masjid Istiqlal, yang juga Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 ? KH Ali Mustafa Ya’qub meninggal dunia pagi ini,? di Rumah Sakit Hermina, Ciputat,? Kamis (28/4) pagi.

Pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini selama hidupnya telah menghasilkan puluhan karya tulis, dan yang paling banyak adalah di bidang ilmu hadits sesuai dengan keahliannya. Berikut ini daftarnya:

1. Memahami Hakikat Hukum Islam (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muh. Abdul Fattah al-Bayanuni, 1986)

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual

2. Nasihat Nabi kepada Para Pembaca dan Penghafal al-Quran (1990)

3. Imam al-Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadits (1991)

4. Hadits Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muhammad Mustafa Azami, 1994)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

5. Kritik Hadits (1995)

6. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat (Alih Bahasa dari Muhammad Jamil Zainu,1418 H).

7. Sejarah dan Metode Dakwah Nabi (1997)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

8. Peran Ilmu Hadits dalam Pembinaan Hukum Islam (1999)

9. Kerukunan Umat dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2000)

10. Islam Masa Kini (2001)

11. (? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (2010)

12. (? ? ? ? ? ? ? ? (2010?

13. Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafi’I (Alih Bahasa, Prof. Dr. Abdurrahman al-Khumayis, 2001)

14. Aqidah Imam Empat Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad (Alih Bahasa, Abdurrahman al-Khumayis, 2001)

15. Fatwa-fatwa Kontemporer (2002)

16. MM Azami Pembela Eksistensi Hadits (2002)

17. Pengajian Ramadhan Kiai Duladi (2003)

18. Hadits-hadits Bermasalah (2003)

19. Hadits-hadits Palsu Seputar Ramadhan (2003)

20. Nikah Beda Agama dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2005)

21. Imam Perempuan (2006)

22. Haji Pengabdi Setan (2006)

23. Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal (2007)

24. Ada Bawal Kok Pilih Tiram (2008)

25. Toleransi Antar Umat Beragama (Bahasa Arab–Indonesia 2008)

26. Islam di Amerika; Catatan Safari Ramadhan 1429 H Imam Besar Masjid Istiqlal (2009)

27. Kriteria Halal-Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika Menurut al-Quran dan Hadits (2009)

28. Mewaspadai Provokator Haji ? (2009)

29. Islam Between War and Peace (Pustaka Darus-Sunnah 2009)

30. Kiblat; Antara Bangunan & Arah Ka’bah (Bahasa Arab-Indonesia 2010)

31. 25 Menit Bersama Obama (Masjid Istiqlal Jakarta 2010)

32. Kiblat Menurut al-Quran dan Hadits; Kritik Atas Fatwa MUI No.5/2010 (2011).

33. Ramadhan Bersama Ali Mustafa Yaqub (2011)

34. Cerita dari Maroko (2012)

35. Makan Tak Pernah Kenyang (2012).

36. Ijtihad, Terorisme dan Liberalisme (Bahasa Arab-Indonesia 2012)

37. Panduan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Hisbah) (Bahasa Arab-Indonesia 2012)

(Red-Zunus Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 08 Februari 2018

Gus Dur Hadir Kembali dalam Seribu Wajah

Klaten, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ada hal unik pada haul Gus Dur ke-7, Cap Go Meh dan doa bersama yang diselenggarakan Komunitas Gusdurian Klaten bersama FKUB Kebersamaan dan komunitas multikultur di Alun-alun Kota Klaten, Jawa Tengah, Jumat (10/2).



Gus Dur Hadir Kembali dalam Seribu Wajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Hadir Kembali dalam Seribu Wajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Hadir Kembali dalam Seribu Wajah

Para peserta yang berjumlah ribuan orang itu, sebagian memakai topeng wajah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Topeng wajah tersebut sengaja dipakai sebagai pertanda kerinduan mereka akan sosok Gus Dur sebagai bapak bangsa.

“Pembagian seribu topeng Gus Dur sebagai wujud untuk menghadirkan sosok Gus Dur. Presiden keempat Republik Indonesia ini, yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan,” terang Koordinator Jaringan Gusdurian Klaten.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ditambahkan Ketua PC GP Ansor Klaten itu, salah satu nilai kehidupan yang patut dijadikan teladan, yakni kesederhanaan Gus Dur. “Tidak hanya itu, Gus Dur juga Lebih mengutamakan kepentingan umat dan tak memperkaya diri sendiri maupun golongan,” tuturnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dipaparkan Marzuki, dalam acara ini ditampilkan aksi seni budaya asli warga Klaten yang diawali dengan pentas budaya yang mengangkat tokoh Nyai Melati. Selain itu, juga ditampilkan pentas barongsai berbaur dengan tradisi locak dan ogoh-ogoh. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 04 Februari 2018

Gus Mus: Ada Empat Strategi Atasi Islamophobia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan . Ajaran Islam yang sejati sebagaimana pemahaman Ahlussunah wal Jamaah

berintikan rahmat dan bertujuan memperbaiki moral masyarakat. Namun, karena sering muncul pemberitaan kaum ekstremis melancarkan kekerasan,? kalangan non-muslim menganggap bahwa tindakan-tindakan keliru dari sebagian umat Islam itu benar-benar merupakan ajaran Islam, dan menyalahkan Islam sebagai agama.

Gus Mus: Ada Empat Strategi Atasi Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Ada Empat Strategi Atasi Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Ada Empat Strategi Atasi Islamophobia

Rais Am PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri menyampaikan hal itu kala diminta menjadi narasumber dalam Diskusi Panel bertema Indonesias Role In Addressing Global Islamist Extremism? yang diselenggarakan oleh Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Jakarta, Kamis (28/5).

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menguraikan, pemahaman yang dangkal terhadap Islam membuat parah keadaan ini. Sebagian Kelompok garis keras membuat pembenaran atas tindakan-tindakan mereka seolah-olah tindakan-tindakan itu merupakan perintah agama, padahal pemahaman mereka keliru.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

“Gara-gara kelompok ekstremis, agama Islam dirugikan. Digeneralisir seolah radikal adalah dari ajaran agama Islam. Orang luar jadi Islamophobia,” tegasnya

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lantas Bagaimana Solusinya?

Pengasuh Pondok Pesantren Leteh Rembang ini menuturkan, ada empat dasar stategi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu pertama, menenekankan pengertian perjuangan mengatasi ekstremisme agama adalah bagian dari perjuangan mewujudkan tata dunia yang damai dan adil.

Kedua, gagasan ekstrimesme Islam yang bersumber dari pemahaman agama yang dangkal harus dihadapi dengan penyebarluasan ajaran para ulama Aswaja yang mendalam ilmunya.

Ketiga, konsolidasi dan mobilisasi para ulama (Aswaja) seluruh dunia untuk membimbing umat agar pemahaman tentang Islam yang berintikan rahmat menjadi konsensus yang kuat di kalangan umat Islam di seluruh dunia.

Keempat, kerja sama erat di antara kelompok muslim moderat dengan kelompok yang obyektif di luarnya untuk menetralisir pandangan-pandangan ekstremis Islam dan Islamophobia yang berkembang dalam masyarakat.

“Empat hal itu harus dilakukan segera oleh ulama dan umaro,” ujar Gus Mus.

Panelis lain dalam acara tersebut adalah Dekan Fakultas Sains Islam Universitas Al Azhar Mesir Prof Dr Abdel-Moneem Fouad, mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof? Dr Azyumardi Azra, dan guru besar studi Islam University of Venna? Prof Dr Rudiger Lohlker. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

Raja Salman Mundur, Muhammad bin Salman Jadi Raja Arab

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis memutuskan untuk mundur pekan depan. Dengan demikian, secara otomatis yang berhak menduduki posisi raja adalah sang putera mahkota, Muhammad bin Salam. 

“Raja Salman akan mengumumkan penunjukkan MBS sebagai Raja Arab Saudi pekan depan, kecuali ada kejadian dramatis,” demikian dikutip dari laporan eksklusif Daily Mail, Kamis (16/11).

Raja Salman Mundur, Muhammad bin Salman Jadi Raja Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Salman Mundur, Muhammad bin Salman Jadi Raja Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Salman Mundur, Muhammad bin Salman Jadi Raja Arab

Rencananya, setelah mengundurkan diri Raja Salman hanya akan memegang jabatan sebagai Penjaga Kota Suci; Mekkah dan Madinah. Ia juga berupaya untuk memainkan peran seperti Ratu Inggris dan terlibat sebagai figur pemimpin acara-acara seremonial, bukan pengambil keputusan. 

Raja Abdullah mengumumkan mundur dari jabatan Raja Arab Saudi setelah sebulan lalu menunjuk puteranya sendiri, Muhammad bin Salman, sebagai putera mahkota.

Setelah ditunjuk menjadi putera mahkota, Muhammad bin Salman melakukan reformasi yang radikal di tubuh pemerintahan Arab Saudi. Ia mengumumkan kepada dunia bahwa akan menjauh dari ajaran Islam yang ekstrim dan radikal, serta mengembangkan Islam moderat di Arab Saudi. Ia juga dalang dibalik penangkapan sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri karena dugaan korupsi. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berbagai sumber menyebutkan bahwa sang putera mahkota Muhammad bin Salman akan menghadapi persoalan-persoalan luar negeri yang cukup pelik seperti persoalan dengan Iran yang semakin sengit, perseteruan Arab Saudi dengan Hizbullah Lebanon, serta  Yaman, dan lain sebagainya. (Red: Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

Ansor Sumut Belum Bersikap

Medan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pimpinan Wilayah serta 33 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor se-Sumatera Utara sampai saat ini belum bersikap mendukung salahsatu calon tertentu pada Kongres XIV GP Ansor di Surabaya Jawa Timur.

Hal itu ditegaskan Ketua PW GP Ansor Sumut H Fadli Yasir SAg dalam jumpa pers di Masjid Agung Medan, Rabu (08/12), usai silaturrahim sekaligus konsolidasi ke 33 PC GP Ansor se Sumut. Konsolidasi dilaksanakan, Jumat-Rabu (3-8/12).

Ansor Sumut Belum Bersikap (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumut Belum Bersikap (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumut Belum Bersikap

Dalam setiap konsolidasi dengan cabang, dijelaskan bahwa Ketua Umum PP GP Ansor Saifullah Yusuf menginginkan ketua umum terpilih mendatang berasal dari internal agar program PP GP Ansor yang telah berjalan selama ini dapat berkesinambungan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari hasil konsolidasi yang dilaksanakan, imbuh Fadli, 33 PC GP Ansor se Sumut menyatakan kesefahaman satu suara untuk menyerahkan sepenuhnya kepada PW GP Ansor Sumut menentukan kandidat yang akan didukung pada kongres mendatang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Alhamdulillah, 33 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor se Sumatera Utara sudah bersefaham dalam menjatuhkan pilihan mendukung calon tertentu walaupun sampai saat ini kita belum memutuskan kandidat yang kita dukung,” ujar Fadli.

Meski belum menjatuhkan pilihan, namun PW GP Ansor Sumut tetap menjalin komunikasi dengan sejumlah kandidat ketua umum antara lain Sekjen PP GP Ansor A Malik Haramain, Ketua PP GP Ansor Chotibul Umam Wiranu, Choirul Sholeh Rasyid, Nusron Wahid, Yoyok, Syaiful Tamliha dan Munawar Fuad.

“Kita akan menjatuhkan pilihan kepada kandidat tertentu setelah melakukan telaah tentang calon ketua umum yang pantas dan mampu membawa Ansor lebih maju dari sebelumnya. Kita juga tidak akan mengeyampingkan petunjuk Ketua Umum PP GP Ansor Sumut Saifullah Yusuf,” tegas Fadli.

Ansor Sumut melaksanakan roadshow ke seluruh PC GP Ansor Sumut selama enam hari. Dimulai konsolidasi dengan PC GP Ansor Simalungun dan PC GP Ansor Pematang Siantar yang dipusatkan di Siantar dan terakhir konsolidasi dengan PC GP Ansor Binjai dan PC GP Ansor Langkat yang diadakan di Binjai. Konsolidasi langsung dengan cabang-cabang dipimpin langsung Ketua PW GP Ansor Sumut Fadli Yasir.

Seperti diketahui, Sumatera Utara mempunyai 34 suara pada Kongres GP Ansor mendatang dengan rincian 1 suara wilayah, dan 33 suara cabang. Sumut merupakan pemilik suara terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. (srd)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Modus pencucian uang hasil korupsi di Indonesia semakin beragam, mulai digunakan untuk membeli mobil mewah, rumah milyaran rupiah hingga poligami.

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Hal itu disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Jumat pagi (20/12), di hadapan jamaah pengajian rutin setiap Jumat, di aula Pondok Pesantren Raudhotut Tholibien Leteh Rembang.

Gus Mus mengatakan, para koruptor sekarang tidak pernah menyimpan uang di rumah, pasalnya modus seperti itu, sudah banyak diketahui oleh penyidik anti korupsi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Para pelaku korupsi kebanyakan menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli mobil, rumah hingga diatasnamakan istri mereka yang jumlahnya lebih dari satu,” kata Gus Mus.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun penyidik anti korupsi, lanjut Gus Mus, semakin jeli, sehingga modus seperti itu dapat terdeteksi dan tertangkap.

Lebih jauh Gus mus menambahkan, tak jarang para koruptor mengalihkan harta benda hasil korupsi mereka atas nama, sopir, pembantu dan orang lain, supaya tidak terendus petugas.

Kiai sastrawan itu  berpesan, sebagai orang muslim, banyaklah bersyukur, dan amanah sehingga selamat dunia dan akhirat. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 18 Januari 2018

Dubes Sudan Sowan ke PBNU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Rombongan dari Kedutaan Besar Sudan untuk Indonesia berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Mereka diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua PBNU H Iqbal Sullam.

“Kami ke sini dalam rangka melaksanakan misi kedutaan yang menghubungkan masyarakat Sudan dan Indonesia,” kata Duta Besar Sudan Dr Abdurrahim as-Siddiq kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan singkat, Kamis (27/11).

Dubes Sudan Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Sudan Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Sudan Sowan ke PBNU

Abdurrahim mengaku tertarik kepada NU karena ormas Islam ini memiliki keunikan dibanding umat Islam lain di negara-negara Timur Tengah. “Keunikannya terletak pada dukungan NU kepada eksistensi Negara Republik Indonesia. Ini luar biasa,” tuturnya didampingi tiga orang dari Kedubes Sudan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pertemuan pihak Kedubes Sudan dan pengurus PBNU berlangsung santai di ruang Ketua Umum PBNU, Lantai 3 Gedung PBNU. Keduanya saling bertukar informasi tentang kehidupan di masing-masing negara. Kiai Said juga memaparkan tentang profil singkat NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelumnya, rombongan tersebut berkunjung ke Pojok Gus Dur, bekas kantor mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang kini berubah menjadi museum kecil dan perpustakaan. Di lantai dasar gedung PBNU ini, mereka melihat foto-foto Gus Dur dan keluarganya, serta buku-buku karyanya.

Keempat sempat terpana saat membaca beberapa kutipan ucapan Gus Dur yang terpajang di dinding Pojok Gus Dur. Kutipan tersebut, di antaranya, berbunyi, “The deep problem is that people use religion wrongly in persuit of victory and triumph. This sad fact then leads to conflict with people who have different beliefs”; dan “Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas. Itu lahir karena kita yang sering minder. Umat Islam—mungkin karena faktor masa lalu—sering dihantui rasa kekalahan dan kelemahan.” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, Hadits, Pendidikan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 12 Januari 2018

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Pamekasan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Diklatsar-IX Banser yang digelar Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan memasuki hari ketiga, Sabtu (24/12). Ratusan Banser tersebut berlatih keras di bebukitan dan sungai di daerah Pesantren Sekar Anyar, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Mereka digembleng langsung oleh Satkorwil Banser Jawa Timur, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, dan para tentara di lingkungan Makodim Pamekasan. Mereka menjalani frusik, flying fox dan merayap di atas tambang.

"Kami sangat bangga atas semangat mereka. Mereka adalah calon-calon Banser yang siap membentengi kedaulatan NKRI," tegas Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan Fathorrahman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, latihan berat tampak diikuti dengan baik oleh peserta. Meskipun menjalani agenda latihan yang cukup padat sejak Kamis (22/12) siang, peserta Diklatsar Banser tak satu pun yang mengeluh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Meski terlihat lelah, alhamdulillah semua peserta tidak kendor semangatnya. Mereka menjalani materi dan pelatihan yang cukup menguras tenaga dengan penuh kegembiraan dan keikhlasan," ungkap Fathorrahman.

Selain dibekali keterampilan militer, peserta Diklatsar Banser juga digembleng dengan materi berlalu lintas, baris berbaris, pencak silat, dan materi keagamaan berupa keAnsoran, ke-Nu-an, dan kebangsaan. Mereka juga diisi tenaga dalam oleh KH Mudastsir. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 10 Januari 2018

Jumlah Uban Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam (2)

Assalamu’alaikum wr. wb. Dewan redaksi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan yang dirahmati Allah. Langsung saja, namanya saya Hadi, usia sudah kepala empat dan rambut saya mulai beruban. Rasanya gatal sekali. Saya sering meminta istri untuk mencabutinya. Tetapi akhir-akhir ini ia enggan. Kata istri saya, hukumnya makruh. Yang ingin saya tanyakan kepada pak ustadz, berapa jumlah uban Rasulullah saw? Mohon penjelasan pak ustad. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Hadi/Kaltim)

Jumlah Uban Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Jumlah Uban Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Jumlah Uban Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam (2)

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb.Dalam kesempatan ini saya akan melanjutkan jawaban atas pertanyaan saudara Hadi dari Kalimantan Timur mengenai jumlah uban Rasulullah saw. Sepanjang yang kami ketahui para ulama berselisih pendapat mengenai jumlah uban Beliau.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

Dari Muhammad bin Sirin, ia berkata, “Saya pernah bertanya kepada Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ‘Pernahkah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mencat rambut Beliau?’” Anas bin Malik pun menjawab, “Sesungguhnya Beliau tidak kelihatan beruban kecuali hanya sedikit.” HR Muslim.

Para ulama berbeda pendapat terkait kata “sedikit” pada hadits di atas. Badruddin al-‘Aini al-Hanafi dalam kitab ‘Umdah al-Qari Syarhu Shahih al-Bukhari mengemukakan perbedaan dalam hal ini.

Ada yang menyatakan, uban Rasulullah berjumlah tujuh belas dan dua puluh. Menurut Abu al-Qasim dari riwayat Anas bin Malik adalah tujuh belas atau delapan belas. Dalam hadits lain yang diriwayatkan al-Haitsam bin Dahr dikatakan bahwa jumlah rambut uban Rasulullah saw itu ada tiga puluh.?

Sedangkan dalam hadits yang diriwayatkan Jabir bin Samurah ra menyatakan, bahwa tidak ada uban di kepala dan jenggot Rasulullah saw kecuali hanya beberapa helai rambut ban yang terdapat di belahan kepalanya, sehingga ketika rambut Beliau diminyaki maka ubannya menjadi tidak kelihatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ( ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Para ulama berselisih pendapat mengenai maksud perkataan “sedikit”, dikatakan jumlah uban Rasulullah saw itu sembilan belas helai, dikatakan dua puluh helai. Menurut Abu al-Qasim dalam (kitab asy-syaib) dari Anas jumlah uban Beliau ada lima belas helai, sedang menurut Ibnu Sa’d ada tujuh belas atau delapan belas. Dan hadist al-Haitsam bin Dahr, jumlah uban Rasulullah ada tiga puluh helai, sedang dalam hadits Jabir bin Samurah ra mengabarkan bahwa tidak ada uban dalam kepala dan jenggot Rasulullah saw kecuali beberapa helai rambut yang terdapat pada belahan kepalanya, ketika berminyak maka minyak tersebut menutupinya”. (Lihat, Badruddin al-‘Aini al-Hanafi, ‘Umdah al-Qari Syarhu Shahih al-Bukhari dalam Bab Tentang Uban).

Bahkan dalam riwayat Anas bin Malik ra yang lain dikatakan bahwa uban Rasulullah saw jumlahnya empat belas.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dari Tsabit dari Anas ra ia berkata: ‘Saya tidak menghitung di kepala Rasulullah saw dan jenggotnya kecuali empat belas rambut yang berwarna putih.’” (HR. Ahmad)

Hal penting dan perlu digarisbawahi dalam perbedaan riwayat di atas—terlepas apakah riwayat di atas benar atau tidak—adalah adanya kesepakatan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam beruban. Jumlah yang paling banyak terdapat dalam riwayat al-Haitsam bin Dahr, yaitu tiga puluh.

Sedang jumlah yang paling sedikit adalah tidak lebih dari sepuluh sebagaimana terdapat dalam riwayat Jabir bin Samurah ra. Sebab kata "sya’arat" (beberapa helai rambut) adalah "jama`qillah" (minimal tiga dan maksimal sepuluh) sebagaimana dikemukakan al-Karmani.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Al-Karmani berkata: ‘Kata sya`arat adalah jama` qillah, maka mengandung jumlah tidak lebih dari sepuluh”. (Lihat, Badruddin al-‘Aini al-Hanafi, ‘Umdah al-Qari Syarhu Shahih al-Bukhari dalam Bab Tentang Sifat Nabi: Akhlaq dan Fisiknya)?

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik dan bermanfaat. Bersikaplah bijak dalam menyikapi perbedaan karena perbedaan akan menjadi rahmat sepanjang itu tidak mencakup pokok-pokok agama. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

* Pertanyaan bisa disampaikan melalui email redaksi@nu.or.id dengan menuliskan subyek bahtsul masail disertai judul pertanyaannya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 02 Januari 2018

NU Akan Bentuk Banser Cyber

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Perubahan zaman menuntut pendekatan yang berbeda. Hal inilah yang juga dilakukan oleh NU dalam menghadapi perang maya. Beberapa situs radikal mendiskreditkan amaliah dan ubudiyah NU sebagai ajaran bid’ah. Untuk itu NU akan membentuk Banser Cyber untuk membela ajaran NU di dunia maya.?

“Ini merupakan kumpulan anak-anak NU yang ahli teknologi informasi dan pengelolaan media sosial. ketika amaliah NU disepelekan orang, juga siap. Sebagai contohnya ketika Teuku Wisnu mengatakan bahwa hadiah surat Fatihah tidak sampai, maka seluruh teman-teman NU yang punya keahlian ini harus melakukan pembelaan dalam bentuk klarifikasi, penerangan dan sebagainya,” kata Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf.?

NU Akan Bentuk Banser Cyber (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Akan Bentuk Banser Cyber (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Akan Bentuk Banser Cyber

Selama ini komunitas NU di dunia maya sudah sangat banyak dan mendominasi perbincangan. Apa yang akan dilakukan lebih merupakan pengkoordinasian berbagai potensi yang mereka miliki agar gerakannya menjadi sinergis dengan PBNU.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kemampuan teknologi informasi ini akan menghasilkan hasil yang dahsyat jika dikombinasikan dengan anak-anak NU lulusan pesantren yang memiliki kemampuan agama yang mumpuni. Argumen yang diberikan dalam menjelaskan amaliah-amaliah NU di dunia maya menjadi sangat kuat.?

Slamet menegaskan, banyak situs agama yang menyerang NU dibiayai oleh asing. Kondisi ini tak boleh dibiarkan karena mereka memiliki misi tertentu sesuai dengan agenda pihak asing yang mendanai mereka. Ia mengingatkan kondisi Islam di Timur Tengah yang saat ini memprihatinkan dengan perang dan kekerasan.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menambahkan, yang perlu diklarifikasi saat ini adalah ajaran Aswaja an Nahdliyah. Pada tahun 80-90an, hanya NU yang menyatakan diri sebagai pengikut aswaja, tetapi saat ini kelompok Wahabi di Indonesia pun mengaku sebagai penganut aswaja, tentu minus ajaran Asy’ariah dan Maturidiyah yang menjadi pegangan NU.

“Kita harus pertahankan pendapat kita melalui sarana baru ini,” tegasnya. (Mukafi Niam) Ilustrasi: cryptosnews.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 23 Desember 2017

Ini Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id

Kita dianjurkan bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama sembahyang Id setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, sebelum membaca Surat Al-Fatihah. Sementara pada rakaat kedua kita dianjurkan bertakbir sebanyak lima kali.

Adapun jeda di antara satu ke lain takbir kita dianjurkan untuk membaca zikir berikut ini.

Ini Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

Artinya, “Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah mahabesar, dan tiada daya serta upaya selain berkat pertolongan Allah yang mahatinggi lagi mahaagung.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bacaan ini disarikan dari Busyral Karim halaman 355 karya Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 17 Desember 2017

Alumni Pesantren se-Riau Bentuk Organisasi

Pekanbaru, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para alumni pondok pesantren di Riau secara resmi membentuk organisasi alumni pondok pesantren yang kepengurusannya telah dikukuhkan di Pondok Pesantren Darul Huda al Islami jalan Handayani, Pekanbaru, Selasa (15/1) kemarin. Organisasi yang diberi nama Itmam atau Itihadu Mutacharijil Mahad atau organisasi alumni pesantren itu secara demokratis memilih KH M Ali Asfihani Lc MA sebagai ketua umum.

Pengukuhan pengurus Itmam sendiri dilakukan oleh empat pimpinan pondok pesantren yakni KH Maksudi Jamsari (Ketua Dewan Mutasyar), KH Masud Hasbullah, KH Ahmad Syuhada (Ketua Dewan Syuriah), dan KH Rifai Arif dari Rokan Hulu. Prosesinya diawalai dengan istighosah dan musyawarah oleh 93 peserta dari seluruh kabupaten/kota se Riau. 

Alumni Pesantren se-Riau Bentuk Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren se-Riau Bentuk Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren se-Riau Bentuk Organisasi

Ketua Panitia Musyawarah, Kiai Badrus Soleh dalam sambutannya mengatakan, dibentuknya ITMAM Riau ini sebagai jawaban atas semakin besarnya tantangan syiar faham dan akidah ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) di tengah masyarakat Riau dewasa ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia mengatakan, saat ini mulai banyak bermunculan faham baru yang cenderung menyerang ajaran ahlusunnah wal jamaah di masyarakat, seperti larangan menggelar tahlil dan sebagainya. Atas hal itu, para alumni pondok pesantren yang memang disiapkan sebagai penggerak faham ahlusunnah bertekad membentuk organisasi sebagai wadah perjuangan bagi tegaknya nilai-nilai ahlusunnah wal jamaah.

“Itmam bertekad menjadi motor penggerak syiar nilai-nilai ahlusunnah wal jamaah yang diwariskan oleh para ulama dan masyayikh. Sekaligus menjadi tempat konsolidasi dan diskusi bagi para alumni pondok pesantren," kata Kiai Badrus Solih.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, Ketua Departemen Pers dan Komunikasi Itmam, Purwaji mengungkapkan, sebagai langkah awal, Itmam masih akan menyiapkan agenda kerja dan konsolidasi internal organisasi. Sebagai organisasi baru di Riau, Itmam masih akan konsentrasi menata organisasi sebelum melakukan aksi-aksi nyata di tengah masyarakat. 

"Kita saat ini masih akan konsentrasi menata organisasi. Karena masih baru tentu masih perlu banyak persiapan, salah satunya menyiapkan program kerja dan menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga," terangnya. 

Purwaji mengatakan, Itmam memerlukan masukan dan arahan dari para Kiai dan alumni pondok pesantren. Bagi yang ingin bergabung, ia mengimbau untuk dapat menghubungi sekretariat Itmam di pondok pesantren Darul Huda Al Islami, jalan Handayani, Pekanbaru atau mengirimkan email di alamat itmam.riau@yahoo.com. 

Redaktur     : A. Khorul Anam

Kontributor : Purwaji

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 01 Desember 2017

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

Sumenep, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ualama (PC IPNU) Kabupaten Sumenep, Ubaidillah, melakukan klarifikasi seputar warta di Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan (17/11) terkait ditundanya pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto, Sumenep. Menurutnya, kabar bahwa pelantikan tersebut tertunda gara-gara LSM Fajar Nusantara (Fans), tidak benar adanya.

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

“Yang benar adalah, acara pelantikan tersebut ditunda karena ada sisi teknis yang belum matang dalam kepanitiaan,” terang Ubaidillah kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan melalui telepon selulernya, Senin (18/11) siang.

Ditambahkan Ubaidillah, Anwar Nuris yang menyebar kabar penyebab tertundanya pelantikan di jejaring sosial, bukanlah salah seorang pengurus PAC IPNU Bluto. Karenanya, apa yang disampaikan Anwar Nuris tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Anwar Nuris ini berada di luar struktur kepengurusan PAC IPNU Bluto,” ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Ubaidillah menceritakan kronologi tertundanya pelantikan yang sedianya akan dilangsungkan pada Jumat (15/11) lalu itu. Pihaknya menekankan betapa hal itu tidak ada kaitannya dengan LSM Fans.

“LSM Fans ini yang mengelola murni adalah Syaiful Harir. Dia minta bantuan ke teman-teman cabang (PC IPNU Sumenep, red) untuk mengurus acara. persiapan segala sesuatunya dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Pada saat itu, Ketua PAC IPNU Bluto Abdul Wahid memberitahukan kepada Ubaidillah melalui telepon, bahwa acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto dilangsungkan ba’da Jumat.

“Dan saya menyampaikan ke rekan-rekan PAC IPNU-IPNNU Bluto bahwa di cabang ada acara. Saya juga sampaikan bahwa apabila acara pelantikan itu memang sudah disepakiti, mohon tidak ditunda. Kami tetap akan hadir,” tambah Ubaidillah.

Tak berlangsung dari pemberitahuan yang pertama itu, Ubaidillah menerima pemberitahuan kedua. Pemberitahuan kedua ini menegaskan acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto ditunda, atas kesepakatan panitia.

“Diberitahukan kembali ke saya, acaranya diundur. Saya jawab tidak apa-apa walau diundur. Ketika saya tanyai alasannya, jawabannya karena ada sisi teknis yang belum matang. Mereka menghendaki acara sangat sukses,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil rapat pengurus PAC IPNU-IPNU Bluto, Jumat lalu, di Masjid Baiturrahman Gilang Bluto, pelantikan dan orasi Ke-IPNU-IPPNU-an akan ditunda sampai pada tanggal 22 November 2013 bertempat di Kantor MWC NU Bluto dengan tema “Menelaah Kembali Visi-Misi IPNU-IPPNU”. (Hairul Anam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panitia dan Peserta Konsisten Jalankan Diklatmad di Banyuwangi

Banyuwangi, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Kesungguhan dalam mencetak kader-kader yang militan dan cinta tanah air benar-benar diterapkan dalam Pendidikan dan Latihan Madya (Diklatmad) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) se-Tapal Kuda yang terdiri atas Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, Kota Kraksan, Probolinggo Kota, Lumajang, Kabupaten Jember, dan Kencong.

Ketua Stering Comite (SC) Diklatmad Fauzi Setiawan menjelaskan, di awal pembukaan Diklatmad panitia menerima belasan peserta yang dikirim dari beberapa kabupaten se-Tapal Kuda. Karena padatnya agenda pendidikan dan pelatihan fisik, peserta mulai berguguran.

Panitia dan Peserta Konsisten Jalankan Diklatmad di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia dan Peserta Konsisten Jalankan Diklatmad di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia dan Peserta Konsisten Jalankan Diklatmad di Banyuwangi

"Untuk dapat mengikuti Diklatmad dengan baik, setiap peserta dibutuhkan kekuatan pikiran, mental, dan fisik. Jika peserta lemah di antara ketiganya, secara otomatis panitia akan memberikan penegasan kepada mereka (peserta)," kata Wawan saat ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di sela-sela kegiatan di Ruang Sekretariat Diklatmad, Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (23/9) pagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Mayoritas peserta hanya mampu dalam pelatihan yang sifatnya teori. Sedangkan dalam materi aplikatif berhubungan dengan skill ada peserta yang tidak mampu. Maka panitia akan memberi penegasan. Pulang saja. Kemarin ada yang saya suruh pulang peserta asal Jember," tegas Wawan.

Ketua IPNU Banyuwangi Moh Yahya Muzakki mengatakan, hasil dari Diklatmad ini mencetak kader-kader karakter pemimpin tangguh. "Disini tidak dibutuhkan kader-kader yang hanya unggul di wacana, namun lemah dalam aplikatif untuk mewujudkan wacana itu," jelas Yahya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Karena itu, saya sangat mengapresiasi ketegasan komandan-komandan yang menjadi bagian dari panitia Diklatmad ini. Dari ketegasan pemberlakuan dan konsistensi syarat maupun aturan selama pelatihan ini, akan mencetak kader-kader militan," sambung Yahya.

Pada akhirnya, dengan modal hasil kader-kader militan ini, kata Yahya, dapat mewujudkan pemuda impian bangsa.

"Menjawab kebutuhan pemuda yang cinta kepada ulama khususnya organisasi Nahdlatul Ulama. Dan siap mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sampai kapanpun," tutup Yahya.

Diklatmad yang dilaksanakan selama lima hari ini diwarnai dengan materi-materi pendukung, yaitu materi yang berhubungan dengan teori sampai dengan materi yang berkaitan simulasi evakuasi korban bencana. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan RMI NU, Kajian, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 30 November 2017

Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sampah yang bertebaran menjadi salah satu masalah klasik yang tersisa usai kegiatan demonstrasi dan lain sejenisnya. Terlebih bila jumlah peserta aksi mencapai sepuluh ribu orang lebih, semakin memperbesar tebaran sampah yang ada.

Namun, tidak demikian yang terjadi pada aksi damai tolak Full Day School (FDS) yang dilakukan warga Nahdliyin di Kota Solo, Kamis (24/8) lalu.?

Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah

Meski jumlah peserta aksi mencapai 25.000 lebih, namun selama perjalanan menyusuri Jl Slamet Riyadi, hampir tak ada sisa sampah yang terlihat.

Keberhasilan aksi yang bebas dari sampah ini rupanya tak lepas dari peran tim relawan “Sapu Jagat” yang dikoordinir IPNU-IPPNU se-Soloraya dan Pagar Nusa.

Mereka saling bekerjasama untuk memunguti sampah-sampah yang ada, baik ditinggalkan para peserta aksi maupun pengunjung lainnya, mulai dari Sriwedari hingga ke Masjid Agung.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sejak awal sudah kami siapkan 150 plastik besar untuk wadah sampah yang dipungut. Cara kerjanya cukup sederhana, kita berjalan paling belakang. Jadi ya sembari ikut aksi kita punguti sampah,” ungkap Ketua IPNU Klaten Muhtar.

Ditambahkan Muhtar, aksi dari pasukan “Sapu Jagat” ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka agar kawasan yang dilewati untuk aksi tetap terjaga kebersihannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Ya meskipun Pemkot Solo sudah ada Dinas Kebersihan, tapi ini kan acara kita, ya kita juga mesti punya insiiatif untuk ikut membersihkannya,” papar dia.

Ia juga berharap melalui aksi peduli bersih sampah ini dapat menjadi citra kaum Nahdliyin sebagai kaum yang senantiasa menjaga kebersihan. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 26 November 2017

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung diikuti pelajar dari berbagai sekolah dari Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung. Masing-masing mempunyai karakter sendiri, salah satunya Riki Ryan Saputra yang gokil dan bisa menghibur teman-temannya.

"Di pesantren kilat BPUN ini saya lebih sering mandi, setidaknya dua kali sehari dari biasanya empat kali dalam seminggu," kata Riki yang suka bercanda itu, di Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan, Kamis (28/4).

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Kehidupan di pesantren menurut pelajar SMAN 2 Buay Bahuga tersebut lebih lanjut adalah "Tenyadaan", singkatan dari tenteram, nyamai, damai dan sarat nilai kekeluargaan.

"Di pesantren ini para santri kecil juga suka membantu memasak, mereka seperti koki-koki cilik  yang sangat super dengan hasil makanan tak kalah super," ujar karateka sabuk coklat Kushin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) yang pernah beberapa kali menyabet juara itu. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain memberikan materi akademik, BPUN 2016 yang digelar di Pesantren Assiddiqiyah 11, asuhan Kiai Imam Murtadlo Suyuti selama satu bulan penuh juga memberikan bimbingan ruhani istiqomah, kepemimpinan, keberagaman yang ramah dan mengajarkan kecakapan hidup, salah satunya jurnalistik. (Rio Irawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 22 November 2017

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ulama terkemuka asal Mesir Syeikh Yusuf al-Qaradhawi Kamis (11/1) siang mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. Sang Syekh yang datang bersama Menteri Agama RI Maftuh Basyuni disambut hangat oleh para pengurus NU, antara lain, KH Hasyim Muzadi, KH Ma’ruf Amin, KH. Said Aqil Siradj, KH Maghfur Utsman, dan KH Nazaruddin Umar.

Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pengantar atas nama PBNU berseloroh bahwa di Indonesia nama Syeikh Yusuf Qaradhawi dipanggil secara salah kaprah, Yusuf Qordhawi. “Padahal kalau dibahahasa-Indonesia-kan artinya itu tukang kritik. Jadi yang benar Qaradhawi,” kata Kiai Ma’ruf Amin disambut tawa Sang Syeikh dan hadirin.

Tidak kalah, Sang Syekh menimpali, dirinya kebetulan lahir pada tahun kelahiran organisasi Nahdlatul Ulama, tahun 1926. “Berarti saya ini anak NU,” katanya bergurau. Dirinya mengaku pertama kali mengenal NU saat salah seorang ketua NU KH. Idham Kholid berkunjung ke Universitas Al-Azhar Mesir.

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU

Syeikh Yusuf Qaradhawi mengajukan pesan, tugas NU saat ini adalah menjadi dinamo bagi kebangkitan umat Islam di Indonesia dan dunia. Menurutnya Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia mempunyai kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat potensial untuk “memenangkan” umat Islam  dari tekanan dunia internasional.

“Tapi tanpa mesin pengerak semua itu tidak akan bias jalan. Ada satu kekuatan lagi yang lebih besar dimiliki oleh NU yakni kekuatan rohani,” kata Syeik Qaradhawi.

Dirinya mengaku bangga dengan model Islam moderat yang dipaktikkan oleh NU. Sistem pengambilan hukum Islam dalam NU yang mengambil salah satu dari empat Mazhab Fikih dan sistem berteologi dengan mengikuti dua mazhab besar yang diterapkan secara longgar memberikan ruang untuk saling bertoleransi dengan kelompok Islam mana pun.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dengan toleransi kita akan bisa bersatu dan memperkecil perbedaan. Dengan toleransi kita akan bisa menyatukan barisan untuk membantu umat Islam di Palestina dan Irak. Saya juga sepakat dengan Kiai Ma’ruf Amin bahwa umat Islam adalah umat yang mengambil jalan tengah,” kata Syeik Qaradhawi.

Rais Syuriah PBNU KH Maghfur Utsman yang menjadi pemandu acara berseloroh lagi. “Kalau Syeikh Qaradlawi lahir di Indonesia pasti menjadi warga NU. Dan beliau kayaknya punya bakat untuk menjadi rais syuriah,” katanya diikuti tawa hadlirin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum PBNU KH. Muzadi saat memberikan kata penutup mengatakan, Nahdlatul Ulama saat ini sedang melakukan upaya-upaya untuk melerai konflik antara Sunni dan Syiah yang terjadi di Irak dan Negara-negara di Timur Tengah umumnya. NU telah menyatukan langkah dengan organisasi Islam yang lain yang seperti Muhamammdiyah dan Majelis Ulama Indonesia. “Dalam waktu dekat saya juga akan bertemu dengan Ayatullah At-Tazkiri di Iran untuk membahas masalah itu,” katanya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Lomba, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 20 November 2017

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Peluncuran buku kini sedang menjadi trend di lingkungan NU, ditengah hiruk pikuk perbincangan publik menjelang pembentukan pemerintahan baru. Kali ini, Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa meluncurkan delapan buku sekaligus di gedung PKB, Kamis (16/10).?

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku

Sebelumnya, dalam waktu yang tak terlalu lama mantan Katib Aam PBNU Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid juga telah meluncurkan buah pikirannya.

Delapan buku Ali Masykur yang diluncurkan tersebut adalah Konsistensi di Tengah, Mengukir Demokrasi, Audit Minerba, Audit Kehutanan, Uang Negara = Uang Rakyat, Membumikan Islam Nusantara dan Teropong Keuangan Negara.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Pusaka abadi kita bukan kekayaan, tapi adalah karya tulis dan ini menjadi bagian dari legacy saya. Bahwa anak-anak saya akan mengenang, bapaknya pernah menulis. Sekarang sudah 18 buku,” katanya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, kata Ali Masykur yang baru saja menyelesaikan jabatannya sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), buku ini merupakan pertanggungjawaban sebagai pimpinan BPK. “Semoga bisa menjadi pegangan bagi para auditor, khususnya audit lingkungan, dimana sejak 2013, saya dipercaya ketua audit lingkungan sedunia.”

Buku Konsisten di Jalan Tengah berbicara tentang testimoni dari para koleganya dan mereka pada berkesimpulan. “Ada teman dan sahabat yang memotret saya. Kesimpulannya, saya dianggap orang jalan tengah,” ujarnya.

Sementara itu buku Mengukir Demokrasi ditulis dan dirumuskan ketika menjadi anggota konvensi partai Demokrat. “Kalau bicara arah pembangunan, disini dummynya.”

Mantan Ketua Umum PB PMII ini menyatakan, ia berencana membuat buku seri audit lingkungan. Pertama yang sudah jadi adalah buku Audit Minerba, yang membahas berbagai persoalan di sektor mineral dan batubara yang eksploitasinya tidak terkontrol. Buku Audit Kehutanan bercerita tentang deforestasi, kebakaran hutan dan persoalan terkait dan bagaimana strategi mengeremnya. Seri audit lingkungan yang belum selesai berkait dengan audit Tata Ruang dan Audit Pangan dan Audit Energi.?

Buku Teropong Keuangan Negara: Peta Jalan dan Cetak Biru BPK RI berbicara tentang negara, pertama etika keuangan negara dan bagaimana peran BPK dalam melakukan audit keuangan negara. Salah satu kemajuan yang dicapai saat ini adalah, pemeriksaan bisa dilakukan di tengah periode tahun anggaran, tidak hanya di akhir sebagaimana sebelumnya. Menurutnya, kalau diperiksa diakhir tahun anggaran, gampang disulap, sementara kalau di tengah, susah.

Buku Uang Negara = Uang Rakyat membahas tentang penerimaan negara dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan bagaimana regulasi-regulasi yang mengaturnya.

“Terakhir, sebagai orang NU, saya menulis bagaimana menangkal ISIS. Jadi kita membumikan Islam Nusantara, islam NU, Islam yang toleran,” tandasnya.

Sebelumnya mantan Katib Aam PBNU yang saat ini menjadi Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar meluncurkan lima buku pada (19/8/2014) yang berjudul "Ketika Fikih Membela Perempuan", "Menuai Fadhilah Dunia, Menuai Berkah Akhirat", "Mendekati Tuhan dengan Kualitas Feminim", "Deradikalisasi Pemahaman Al Quran dan Hadits" serta "Tasawuf Modern".

Lalu Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As’ad Said Ali meluncurkan buku keempatnya yang berjudul “Al Qaeda: Tinjuan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” pada Jumat (26/9).?

Yang paling akhir, sebelum Ali Masykur Musa adalah peluncuran buku Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid berjudul "Keuangan Inklusif: Membongkar Hegemoni Keuangan" pada Jumat (10/10). (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, News, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 14 November 2017

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Satkorcab Banser Kabupaten Rembang menurunkan 30 pasukan untuk membantu para korban puting beliung di Desa Beringin Warang Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Selasa (10/1) pagi. Mereka adalah tim terbaik Bagana yang dimiliki oleh Satkoryon Kecamatan Kaliori dan Sumber.

Kasatkoryon Banser Kaliori sebagai penanggung jawab pasukan menjelaskan, setidaknya ada 60 rumah rusak dan satu rumah roboh akibat terjangan angin. Pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tak ada korban jika akibat kejadian ini.

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorcab Rembang Kirimkan 30 Banser Bantu Korban Puting Beliung

"Pemilik rumah roboh atas nama Parmi (60) yang berada di RT 02, RW 01, Desa Beringin Wareng Kecamatan Winong Kabupaten Pati," jelasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah seorang anggota Banser asal Kecamatan Sumber Ahmad Rifai menjelaskan, ia bersama pasukan yang lain berangkat dari Rembang pada pukul 08.00 wib. Dengan anggota lainnya ia berhasil membantu membenahi dua rumah dan satu mushola, yang gentingnya diterbangkan oleh angin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kami berhasil membantu dua rumah warga yang porak-poranda diterbangkan angin. Selain itu satu mushola juga rusak, tapi kami sudah berhasil memperbaiki dan sudah bisa digunakan beraktivitas kembali," kata Rifai.

Angina puting beliung mengamuk di Desa Beringin Warang Kecamatan Winong pada Senin (9/1) pukul 15.30 wib. Data sementara menyebutkan, sebanyak 60 rumah mengalami kerusakan. Satu rumah roboh.

Pasukan Satkorcab Banser Rembang langsung mengadakan tanggap bencana membantu para korban yang mengalami musibah. Pada hari Selasa Satuan Bagana Satkoryon Kecamatan Sumber langsung berangkat Pukul 08.00 dan pulang pada pukul 15.00 wib. Selain dari relawan Banser Rembang, tampak para anggota Banser dan relawan bencana dari Kabupaten Pati. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, Sejarah, Amalan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 11 November 2017

Hasyim Muzadi: Jangan Jadikan NU "Naumul Ulama"

Situbondo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Suasana Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo Situbondo tampak lain tidak seperti biasanya. Hal tersebut disebabkan karena Keluarga pesantren terbesar di Kabupaten Situbondo tersebut tengah melangsungkan pernikahan cucu Kiai Kharismatik dan tokoh NU, yaitu KH R As’ad Syamsul Arifin pada hari Sabtu (11/5) di PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Mempelai yang menikah adalah pengganti alm. KH R Fawaid, yaitu KH Azaim Ibrohimy Dhafir cucu dari alm. KH R As’ad Syamsul Arifin yang menikah dengan Ny Hj Nor Sari As’adiyyah putri alm KH R Fawaid As’ad.

Hasyim Muzadi: Jangan Jadikan NU Naumul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Jangan Jadikan NU Naumul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Jangan Jadikan NU "Naumul Ulama"

Pada acara tersebut, KH Hasyim Muzadi didaulat untuk memberikan tausiyah kepada para undangan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan wasiat alm KH R Fawaid As’ad, yang mengatakan bahwa tantangan NU ke depan semakin besar, sementara NU kian lama semakin kecil. Oleh karena itu, NU minimal harus hidup di tiga poros, yaitu di Kabupaten Bangkalan, Tebuireng dan Sukorejo. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Alasannya adalah, kalau di Bangkalan ada alm KH Kholil, di Tebuireng ada alm. KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur, dan di Sukorejo ini KH R As’ad, yang mana mereka adalah kiai kharismatik yang membesarkan NU tanpa kenal lelah. Harapannya, NU benar-benar menjadi kebangkitan para ulama bukan naumul ulama’,” lanjutnya.

Kemudian ia berpesan kepada mempelai berdua, agar supaya menjadi pemimpin yang sukses dalam membawa keluarga, sehingga menjadi kelurga sakinah mawaddah wa rahmah, melalui prinsip wa’asiruhunna bil ma’ruf. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Mengenai banyak tidaknya keturunan tergantung kepada kecepatan, ketepatan dan keterampilan,” yang disertai dengan tawa para undangan.

Hadir dalam acara tersebut para habaib, ulama’, kiai, para pejabat pemerintah pusat, propinsi maupun daerah. Tak kalah pentingnya adalah, hadirnya tokoh NU seperti KH Muchid Muzadi (Mustasyar PBNU), KH Hasyim Muzadi (Rais Syuriyah PBNU), KH Bashori Alwi (PPIQ Malang), KH Ihya’ Ulumuddin, KH Nawawi Abdul Jalil (Pengasuh PP Sidogiri), KH Zuhri Zaini (Pengasuh PP Nurul Jadid), KH Baysir (PP Annuqayah Guluk-guluk Sumenep), H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Jajaran PWNU Jawa Timur.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ahlussunnah, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock